Hai hai kita bertemu lagi, oh iya jika kalian ada kritik, saran atau beberapa pertanyaan lainnya kalian bisa follow Instagram saya: andymy_ (maaf sedikit promosi hehe~)
Kemungkinan ini adalah chapter terakhir dari cerita ini, jadi saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian para pembaca, dan semoga kalian puas dengan akhir dari cerita ini.
Tanpa panjang lebar lagi selamat membaca~
"Aku adalah seorang dewi jadi aku tidak boleh bersikap egois, demi kebahagian teman-temanku maka aku akan memutuskan hubunganku dengan Kazuma" ujar Aqua dengan nada yang datar
"Aqua apa yang kau katakan?!" ujar Darkness sembari menggenggam bahu Aqua
"Aku tidak ingin hubungan kita hancur hanya karena masalah seperti ini" ujar Aqua sembari menundukkan kepalanya
"Aqua…." ujar Megumin dengan suara yang lemah
"Ka-kau tidak perlu melakukannya Aqua, lagipula bila Kazuma bahagia kami berdua juga akan bahagia" ujar Darkness sembar tersenyum
"Da-Darkness benar Aqua, dan juga Kazuma sudah memilihmu lagipula apapun yang terjadi pertemanan kita tidak akan hancur" ujar Megumin dengan nada yang ceria
"Ta-tapi mengapa kalian harus pergi?" tanya aqua dengan nada yang lemah
"Bukankah sudah jelas, sepertinya kalian berdua memerlukan ruang sehingga kami akan pindah" ujar Darkness sembari tersenyum
"Jangan khawatir Aqua kami akan sering mengunjungi kalian berdua" ujar Megumin
"Ka-kalian… terimakasih" ujar Aqua sembari memeluk kedua temannya
Aqua sangat terharu sehingga ia tidak bisa lagi membendung air matanya, tak lama setelah itu Aqua melepaskan pelukannya. Sebelum mereka berdua pindah, mereka menghabiskan waktu bersama di guild. Mereka memesan banyak makanan, sembari makan mereka membicarakan beberapa hal salah satunya adalah bagaiman bisa Aqua jatuh cinta kepada Kazuma padahal selama ini Aqua dan Kazuma seperti "air dan minyak".
Aqua tidak bisa menjelaskan dengan pasti bagaimana ia bisa jatuh hati kepada Kazuma, karena itu Aqua banyak bertanya kepada temannya bagaimana cara seorang wanita untuk menjalin hubungan bersama seorang pria dikarenakan ia yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang asmara.
"Ne Aqua..." ucap Megumin sembari melihat Aqua
"Iya Megumin" balas Aqua sembari tersenyum
"Aku harap kalian tidak terlalu sering bertengkar saat kami pergi" ujar Megumin sembari tertawa
"Sksksk, kurasa itu tidak mungkin terjadi" balas Aqua sembari tertawa
"Aqua aku harap kau akan bahagia bersamanya, karena kebahagianmu adalah kebahagian kami juga" ujar Darkness sembari tersenyum
"Terimakasih teman-teman, oh iya kalian akan pindah kemana?" tanya Aqua kepada kedua temannya
"Aku rasa aku akan kembali tinggal dirumahku dan Megumin juga bisa tinggal bersamaku jika dia mau" ujar Darkness
"A-aku tidak keberatan jika harus tinggal bersamamu Darkness" ujar Megumin dengan nada yang malu-malu
"Oh, iya Aqua kau pernah membaca sebuah buku bukan? kalau boleh aku tahu sebenarnya buku apa yang kau baca waktu itu" tanya Darkness
"A-apa? apa aku tidak salah dengar? seorang Aqua membaca buku?" ujar Megumin yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"Oh, maksudmu buku ini" ujar Aqua sembari mengeluarkan bukunya menggunakan sihir
Mereka berdua sangat terkejut terutama Megumin disaat melihat judul buku yang dikeluarkan oleh Aqua, mereka terbisu walaupun banyak pertanyaan yang ada dibenak mereka. Judul buku tersebut adalah "Cara menjadi istri dan ibu yang baik"
"A-Aqua d-darimana kau mendapatkan buku seperti ini Aqua?" tanya Megumin sembari gemetar
"Ntahlah aku juga tidak begitu mengingatnya, tapi waktu itu ada seorang wanita yang memberikan buku ini kepadaku" balas Aqua dengan nada datar
Mereka berdua sedikit kebingungan dengan penjelasan Aqua, Darkness pun mengalihkan pembicaraan
"A-aku tidak menyangkan Aqua sangat bersemangat" ujar Darkness sembari sedikit tertawa
"A-aku harap Aqua bisa bahagia dengan Kazuma" ujar Megumin dengan sedikit malu-malu
"Terimakasih teman-teman atas dukungan kalian, aku berjanji aku tidak akan melupakan kalian" ujar Aqua sembari tersenyum
"Tenang saja kita akan selalu mengunjungi kalian berdua" ujar Megumin yang membalas senyuman Aqua
Setelah pembicaraan yang singkat, mereka kembali ke mansion dikarenakan Megumin dan Darkness harus mengambil barang-barang mereka. Setelah mereka selesai berkemas mereka berdua berpamitan dengan Aqua sekaligus menitipkan salam untuk Kazuma.
Tak lama setelah mereka berdua pergi Aqua menyadari sesuatu bahwa Kazuma belum makan apapun sejak tadi pagi, mengingat hal itu Aqua langsung pergi ke kota untuk mencari makanan. Secara tidak disengaja ia melihat sebuah poster yang bersikan tentang tempat makan baru dikota, dikarenakan hari ini mereka baru saja buka maka semua makanan yang dijual disana memiliki harga yang cukup murah.
Setelah melihat poster itu Aqua langsung pergi ke tempat makan tersebut dan kemudian memesan makanan dalam porsi besar, setelah pesanannya tiba Aqua langsung bergegas menuju mansion, ia berjalan sembari tersenyum dan berharap Kazuma senang dengan apa yang ia lakukan. Setelah Aqua tiba di mansion ia langsung pergi menuju kekamar Kazuma, disaat Aqua membuka pintu kamar Kazuma, Kazuma sangat terkejut dan disaat yang bersamaan ia sempat menyembunyikan sesuatu dari Aqua.
"Ne Kazuma apa yang tadi kau sembunyikan?" tanya Aqua yang penasaran
"Ti-tidak ada, dan juga mengapa tiba-tiba kau masuk kekamarku?!" ujar Kazuma yang sedikit kesal
"Sksksk maaf jika aku membuatmu kesal lagipula aku membawakanmu makanan, karena Kazuma belum makan sejak tadi pagi maka aku membawaknmu makanan~" ujar Aqua sembari tersenyum
"Aku tidak menyangka ternyata dewi bodoh sepertimu bisa bersikap manis kepadaku" ujar Kazuma sembari tersenyum
Mendengar ucapan dari Kazuma senyuman di wajah Aqua menghilang, ekspresinya menjadi lebih serius
"Ne Kazuma apakah menurutmu aku sebodoh itu?" ujar Aqua dengan nada yang datar
"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?" tanya Kazuma yang kebingungan
"Sebenarnya aku tidak seperti yang kau pikirkan Kazuma, aku bersikap seperti itu hanya untuk menghibur diriku" balas Aqua dengan nada yang datar
"Tunggu sebentar, jika kau memiliki sifat seperti dewi mengapa kau tidak menunjukkannya padaku?" tanya Kazuma yang masih kebingungan
"Kau tahu, sebenarnya walaupun aku menikmati pekerjaanku membimbing jiwa orang mati tapi tetap saja aku merasa bosan sehingga aku harus mencari cara untuk menghibur diriku sendiri" jelas Aqua dengan nada yang datar
"Lalu mengapa baru sekarang kau mengatakkan hal itu kepadaku?" ujar Kazuma
"Sebenarnya sejak aku menyatakan perasaanku padamu aku menjadi tidak nyaman jika kau memanggilku seperti itu" balas Aqua
Suasana menjadi hening, Aqua dan Kazuma tidak mampu menatap satu sama lain.
"Jadi Kazuma bagaimana Kazuma bisakah kau berhenti memanggilku seperti itu?" tanya Aqua dengan nada yang datar
"Kau terlalu sensitif Aqua, aku tidak benar-benar bermaksud seperti itu anggap saja itu sebagai guyonan agar kita berdua semakin akrab" balas Kazuma sembari sedikit tertawa
"Ja-jadi Kazuma tidak benar-benar bermaksud seperti itukan? syukurlah, kalau begitu selamat makan Kazuma" ujar Aqua dengan perasaan yang sedikit lega
"Aku tidak mau makan" ujar Kazuma
"Ehh? mengapa kau tidak mau makan?" balas Aqua yang kebingungan
"Aku tidak mau makan jika kau tidak makan bersamaku" ujar Kazuma sembari tersenyum
Mendengar itu Aqua juga tersenyum dan ia pun makan bersama Kazuma.
"Aqua coba katakana aaaa" ujar Kazuma
"Aaaaaa" balas Aqua
Kazuma memasukan makanan kemulut Aqua, Aqua pun cukup terkejut hingga wajahnya memerah. Melihat ekspresi Aqua yang Kazuma hanya bisa tertawa, Aqua pun juga membalas perbuatan Kazuma.
"Ayo buka mulutmu Ka-zu-ma" ujar Aqua dengan nada yang ceria
Kazuma membuka mulutnya dan Aqua langsung memasukan makanan kemulut Kazuma. Mereka pun menghabiskan berhasil makanan tersebut, walaupun membutuhkan beberapa waktu untuk menghabiskan makanan tersebut.
"Ternyata makanan yang kau beli ini cukup enak Aqua" ujar Kazuma
"Tentu saja sksksk" balas Aqua sembari tertawa
"Oh, iya Aqua jadi bagaimana dengan Megumin dan Darkness?" tanya Kazuma dengan nada yang khawatir
"Tenang saja mereka akan tinggal dirumah Darkness dan juga mereka akan sering mengunjungi kita" balas Aqua
"Jadi begitu, syukurlah jika mereka bisa menerimanya" ujar Kazuma
Mereka berdua terus berbicang lalu setelah itu Aqua mengajak Kazuma untuk berjalan-jalan dikota, tanpa disadari waktu malam pun tiba namun mereka berdua memilih bersantai didekan sungai sebelum pulang kerumah. Hari-hari terus berlalu sampai pada suatu hari Aqua merasa tidak enak badan dan ia pun selalu merasa mual, karena merasa ada sesuatu yang salah pada dirinya ia memutuskan untuk kembali pergi ketempat priest yang pernah memeriksanya sebelumnya namun bedanya Aqua memberitahu Kazuma sebelum ia pergi.
Awalnya Kazuma ingin menemani Aqua untuk pergi kesana tapi Aqua terus menolaknya sehingga Kazuma pun akhirnya menyerah dan ia hanya sanggup menemani Aqua sampai gerbang kota.
Saat tiba disana Aqua melakukan pemeriksaan dan ketika mendengar hasil pemeriksaannya Aqua pun cukup senang sampai-sampai ia tidak mampu membendung air matanya. Ia memeluk priest tersebut dan mengucapkan terimakasih lalu Aqua segera kembali menuju kota untuk memberikan kabar baik untuk Kazuma.
Aqua pun tiba dikota ia pun bergegas menuju ke mansion dan saat ia tiba di mansion Aqua langsung memeluk Kazuma sembari menangis, Kazuma pun kebingungan dengan sikap Aqua dan ia pun bertanya kepadanya sebenarnya apa yang terjadi namun Aqua hanya mebalas pertanyaan Kazuma dengan tawa.
"Ne Kazuma~" ujar Aqua dengan nada yang manja
"Iya ada apa?" balas Kazuma yang masih kebingungan
"Aku punya kabar baik untuk kita" ujar Aqua sembari melepaskan pelukannya
"Kabar baik seperti apa maksudmu?" tanya Kazuma yang masih kebingungan
"Sebenarnya aku…." ujar Aqua sembari mengelus perutnya
"T-tu-tunggu dulu jangan bilang" ujar Kazuma dengan nada yang panik
"Iya benar, Kazuma saat ini aku sedang hamil" balas Aqua sembari tersenyum
"Sial memangnya waktu itu aku semabuk apa sampai-sampai aku tidak menyadari aku telah melakukan hal tersebut padanya, dan juga aku belum siap jika harus menikah" pikir Kazuma
"I-itu bagus Aqua, sepertinya kau sangat senang" ujar Kazuma sembari gemetar
"Tentu saja, dengan begini aku akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu tapi Kazuma mengapa kau terlihat panik" balas Aqua yang kebingungan
"Ka-kau tahu aku belum siap untuk menikah dan lagipula aku juga belum siap jika harus menceritakannya kepada teman-teman jadi…" ujar Kazuma yang tidak mampu menyelesaikan kalimatnya
"Tidak…. apa yang telah aku katakan?! Sepertinya aku sudah kelewatan" pikir Kazuma sembari melihat Aqua
"Aku mengeti maksudmu Kazuma tapi aku tidak akan melakukan hal itu!" ujar Aqua dengan nada yang sedih
"A-Aqua ma-maafkan aku aku tidak bermaksud…." ujar Kazuma
Belom sempat menyelesaikan kalimatnya Aqua langsung memotong pembicaraan Kazuma
"Sudahlah Kazuma!, kalau kau tidak mau mengakuinya maka aku akan pergi!" ujar Aqua sembari mengis
"Maafkan aku Aqua aku tidak bermaksud mekatakannya sungguh, mungkin aku mengatakannya secara tiba-tiba karena aku terkejut" ujar Kazuma sembari memeluk Aqua
Aqua mulai berhenti menangis dan membalas pelukan Kazuma, setelah tenang Aqua langsung duduk disofa sedangkan Kazuma pergi untuk membuatkan teh. Kazuma pun kembali dengan membawa dua gelas teh, Kazuma berusaha menjelaskan bahwa tidak bermaksud melakukan sesuatu yang buruk terhadap Aqua, setelah penjelasan yang Panjang akhirnya Aqua mengerti
"Terimakasih kau bisa memahamiku Aqua" ujar Kazuma sembari tersenyum
"Tentu saja aku kan seorang dewi, jadi aku bisa memahami perasaanmu" ujar Aqua sembari tertawa
Secara tiba-tiba kepala Kazuma mendekati perut Aqua, Aqua pun cukup terkejut
"A-apa yang kau lakukan Kazuma?" tanya Aqua yang terkejut
"Diamlah dewi, apakah aku tidak boleh memperhatikan anakku?" ujar Kazuma dengan nada datar
"Bu-bukan begitu kau hanya membuatku terkejut Kazuma karena kau mendekatiku secara tiba-tiba" ujar Aqua yang mulai tenang
"Kalau begitu aku akan berbaring disini sebentar" ujar Kazuma sembar meletakkan kepalanya diatas paha Aqua
"Oh, iya apa kau ingat waktu itu aku menang taruhan darimu Kazuma~" ujar Aqua sembari mengusap rambut Kazuma
"Iya iya aku ingat, lagi pula apa yang kau inginkan dariku?" ujar Kazuma
"Kau dengar itu ayahmu sangat payah dalam bertaruh sksksk" ujar Aqua sembari tertawa
"Bisakah kau tidak membahasnya" ujar Kazuma dengan nada yang sedikit kesal
"Iya maafkan aku Kazuma, sebelum itu aku ingin tahu setelah kau mengalahkan raja iblis apakah Kazuma akan kembali ke Jepang?" tanya Aqua dengan nada yang serius
"Entahlah aku belum memikirkannya, mungkin aku akan kembali ke Jepang toh kamu ingin kembali ke alam baka" balas Kazuma
"Kalau begitu aku mohon saat kau kembali ke Jepang bawalah aku bersamamu" ujar Aqua
"Tunggu dulu, apakah kau yakin dengan permintaanmu itu Aqua?" balas Kazuma yang sedikit kebingungan
"Aku yakin, walaupun menyenangkan membimbing jiwa ke kehidupan selanjutnya tapi aku merasa lebih bahagia bila bersamamu Kazuma, jadi tolonglah bawa aku bersamamu" ujar Aqua
"Lalu bagaimana denganmu? bukankah kau akan kehilangan statusmu sebagai dewi jika kau ikut denganku bahkan saat berada disini saja kau sudah kehilangan lebih dari setengah kekuatanmu" balas Kazuma sembari duduk disebelah Aqua
"Aku sadar bahwa keinginanku ini sangat egois dan juga aku sudah tidak peduli dengan statusku sebagai dewi, lalu cukup ironi bukan padahal aku ini seorang dewi tapi mengapa aku bersikap egois" ujar Aqua dengan nada yang sedih
"Mungkin karena sedang hamil emosinya menjadi tidak stabil, namun aku harus memastikan terlebih dahulu apakah itu benar-benar keinginannya" pikir Kazuma
Kazuma terdiam beberapa saat sembari berfikir
"Sebenarnya aku tidak keberatan jika harus membawam bersamamu, namun bagaimana pendapat dewi yang lainnya? apakah mereka akan setuju jika aku membawamu?" tanya Kazuma
"Apakah kau sudah lupa Kazuma, para dewi akan mengabulkan permohonan apapun bagi mereka yang berhasil mengalahkan raja iblis" balas Aqua
Kazuma kembali berfikir dan akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan membawa Aqua bersamanya, mendengar hal itu Aqua menjadi sangat senang iya lalu memeluk Kazuma dan berterimakasih sudah mau mengabulkan permintaannya.
"Kau tahu Aqua saat ini aku sedang ingin melakukannya" ujar Kazuma
"Oh, iya Kazuma aku teringat sesuatu, ada hal yang ingin ku tanyakan padamu" balas Aqua
"Apa itu?" tanya Kazuma
"Sebenarnya kau ini jatuh cinta kepadaku atau tubuhku?" tanya Aqua
"Te-tentu saja aku mencintaimu Aqua dan juga kau memiki tubuh yang bagus" balas Kazuma yang sedikit panik
"Kalau begitu kita tidak akan melakukannya sampai anak kita lahir" ujar Aqua sembari tertawa
"Tu-tunggu itu artinya aku harus menunggu selama itu untuk melakukannya lagi dengan Aqua" balas Kazuma dengan nada yang sedikit kecewa
"Itu benar" ujar Aqua sembari tertawa
"Bicara soal itu, aku penasaran apakah para dewi itu dilahirkan atau mereka hanya manusia yang diangkat menjadi seorang dewi?" tanya Kazuma kepada Aqua
"Apa yang kau bicarakan Kazuma? aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu"
"Yang aku maksud adalah apakah kau mengenal siapa ibumu?" tanya Kazuma
"S-soal itu aku tidak mengingatnya, ta-tapi aku yakin aku bisa menjadi ibu yang baik walaupun aku tidak begitu mengingat masa laluku" balas Aqua
"Apa kau benar-benar tidak mengingat masalalu mu Aqua?" tanya Kazuma
"I-iya aku tidak mengingatnya, yang ku ingat adalah aku sudah menjadi dewi cukup lama" balas Aqua
"Kalau begitu kira-kira berapa usiamu? Apakah aku mengencani seorang wanita tua?" ujar Kazuma sembari sedikit tertawa
"Kau benar-benar tidak sopan Kazuma menanyakan usia kepada seorang wanita, lagipula walaupun aku sudah hidup cukup lama tapi usiaku tidak setua itu kau tahu" balas Aqua dengan nada yang sedikit kesal
"Jadi bagaimana penentuan usia pada kalangan dewi?" tanya Kazuma
"A-aku masih tergolong muda untuk kalangan dewi, tapi jika dihitung berdasarkan usia manusia usiaku adalah 17 tahun" balas Aqua yang sedikit gerogi
"Tidak ku sangka ternyata kau seumuran denganku, tapi walaupun usiamu sama sepertiku namun sifatmu sama seperti anak kecil" ujar Kazuma sembari menggoda Aqua
"Nee Kazuma~" ucap Aqua dengan nada yang manja
Tak disadari mereka sudah berbincang-bincang sekaligus bercanda cukup lama sampai-sampai hari pun menunjukkan waktu sore.
"Baiklah sepertinya ini saatnya, walaupun terlalu cepat tapi aku yakin ini saat yang tepat untuk melakukannya" pikir Kazuma sembari tersenyum sendiri
"Nee Kazuma mengapa kau tersenyum sendiri? Apa yang kau pikirkan?" tanya Aqua yang bingung dengan perilakunya
"Oh, iya Aqua apakah kau bisa pergi ke tepi sungai dimana kita biasa menghabiskan waktu bersama?" tanya Kazuma
"Ehh? memangnya ada apa?" tanya Aqua yang penasaran
"Aku ingin menunjukan sesuatu padamu disana, jadi bagaimana jika kau pergi kesana terlebih dahulu lalu aku akan menyusulmu" balas Kazuma semari tersenyum
"Baiklah tapi jangan membuat kita terlalu lama menunggu yaa~" balas Aqua sembari tersenyum
"Kita? oh aku mengerti, kalau begitu sampai bertemu nanti Aqua" ujar Kazuma
Mereka berdua pun berpisah Aqua segera menuju ke sungai sembari sedikit bernyanyi sedangkan Kazuma mengambil sesuatu dikamarnya.
"Memang ini terlalu cepat tapi aku rasa saat ini adalah saat yang tepat" ujar Kazuma sembari menatap kotak harta yang ia temukan di dungeon bersama Megumin
Sebelum menemui Aqua Kazuma pergi ke kota untuk membeli bunga dan untuk membungkus kotak tersebut, karena Aqua menyukai warna biru maka Kazuma membungkus kadonya dengan warna biru dan ia membeli bunga berwarna biru.
Setelah selesai ia pun pergi menemui Aqua, mungkin karena keberuntungan Kazuma yang begitu tinggi suasana saat Kazuma tiba disana menjadi sangat romantis dengan matahari yang tenggelam dan juga beberapa daun yang mulai berguguran.
"Oii Aqua, aku sudah sampai" ujar Kazuma sembari menyembunyikan hadiahnya
"Ne~ apa yang ada dibelakangmu?" tanya Aqua yang penasaran
"Maafkan aku karena aku tidak memiliki pengalaman seperti ini saat aku masih hidup, tapi aku membawakan sesuatu untukmu" ujar Kazuma sembari memberikan bunga yang ia beli kepada Aqua
"Wahhh ini sangat indah, terimakasih Kazuma" ujar Aqua sembari menghirup bunga yang ia terima
"Aku senang kau menyukainya Aqua" ujar Kazuma sembari tersenyum
"Oh, iya Aqua tadi kau mengatakan bahwa kau egois bukan? kalau begitu tidak masalah kan jika aku juga bersikap egois?" ujar Kazuma sembari mengambil sesuatu dari sakunya
Aqua hanya mengangguk mendengar pernyataan Kazuma, Kazuma pun mulai berlutut sembari menunjukkan kadonya kepada Aqua
"Kalau begitu Aqua, maukah kau menjadi milikku seorang? aku tahu aku bukanlah pria yang sempurna untukmu dan juga aku tidak sukses semasa aku hidup tapi aku berjanji aku akan membuat kehidupanmu menjadi lebih berwarna Aqua, dan juga aku berjanji akan menjaga serta membahagiakan kalian berdua. Jadi bagaimana Aqua? apakah kamu mau menikah denganku?" ujar Kazuma sembari memperlihatkan cicin dengan berlian berwarna biru
"Ka-Kazuma saat ini aku sudah tidak peduli dengan semua itu karena saat ini hanya kamu lah orang yang aku cintai dan sebenarnya sejak kamu membawaku kedunia ini kehidupanku berubah menjadi lebih berwarna sehingga aku tidak merasa kecewa saat kamu membawa ku kemari, dan juga perlahan-lahan aku mulai menyadari bahwa sebenarnya aku telah jatuh cinta kepadamu Kazuma, aku juga yakin Kazuma bisa membahagiakan kami berdua. Lalu untuk jawaban dari pertanyaanmu adalah iya, aku mau menikah denganmu" ujar Aqua sembari meneteskan air matanya
Kazuma pun memasangkan cicin tersebut dijari manis Aqua, merekapun saling berpelukan.
"Kau tahu Aqua tempat dan kejadian hari ini akan selalu ku ingat" ujar Kazuma
"Aku juga tidak akan pernah melupakan tempat serta kejadian hari ini Kazuma, karena saat ini adalah saat terindah dalam hidupku" balas Aqua sembari tersenyum dengan haru
"Aku mencintaimu Aqua" ujar Kazuma
"Aku juga mencintaimu Kazuma" balas Aqua
Tak lama setelah itu mereka pun berciuman, saat berciuman air mata mereka tiba-tiba menetes mungkin karena momen ini adalah momen yang paling indah dan tidak akan terlupakan bagi mereka, setelah selasai merek perlahan-lahan melepaskan pelukan mereka"
"Oh, iya Aqua aku teringat sesuatu" ujar Kazuma sembari tersenyum
"Apa itu Kazuma?" tanya Aqua dengan nada yang lembut
"Bolehkah aku memohon kepadamu wahai dewi air?" tanya Kazuma sembari berlutut serta mengepalkan tangannya
"Sksksk, silahkan saja Kazuma-san" ujar Aqua sembari sedikit tertawa
"Aku berharap agar aku bisa membahagiakan keluargaku nanti dan juga aku berharap agar hubungan kami berjalan dengan lancer" ujar Kazuma
"Baiklah Kazuma-san aku sudah menerima permintaanmu, aku yakin semua keinginanmu akan terwujud" ujar Aqua sembari memberkati Kazuma
"Terimakasih Aqua, lalu bagaimana denganmu?" tanya Kazuma
"Sksksk aku punya caraku sendiri untuk memohon" balas Aqua sembari tertawa
"Hari sudah mulai gelap, bagaimana jika kita kembali ke mansion?" tanya Kazuma sembari menarik tangan Aqua
"Kau benar Kazuma lagipula aku juga sedikit lapar sksksk" balas Aqua sembari sedikit tertawa
Setelah selesai berbincang mereka pun kembali ke mansion namun sebelum kembali ke mansion Aqua menanam bunga yang diberikan Kazuma didekat pohon sakura itu, Aqua berharap bahwa hubungan mereka akan berjalan dengan baik.
?TAMAT?
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para pembaca yang sudah mengikuti cerita ini dari awal dan untuk sedikit tambahan sebenarnya cerita ini mash bisa lanjut lho.. namun itu tergantung dengan pendapat kalian, jika kalian sudah puas dengan akhir yang seperti ini maka cerita ini tidak akan dilanjutkan hehehe~
Untuk cerita selanjutnya mungkin akan saya selesaikan minggu depan jadi saya harap kalian setia menunggu dan sekali lagi terimakasih telah meluangkan waktu kalian untuk membaca cerita ini, saya tidak akan bisa menulis sejauh ini jika bukan karena kalian.
Sampai jumpa lagi lain waktu dan juga selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankannya
