Ichigo berfikir keras apakah ia akan datang ketaman kota atau tidak. perkataan Karin terus menghantuinya. Dan sekarang ia memilih untuk datang ketempatkan Karin janjikan.
Saat ia telah sampai didanau betapa terkejutnya dirinya melihat bayangan Rukia yang selama ini mengisi mimpi-mimpinya berada dihadapannya.
Ichigo terus mendekat, ia ingin membuktikan bila itu memang Rukia.
Rukia merasakan ada seseorag yang mendekat kearahnya, ia menolehkan kepalanya untuk menengok kebelakang. Seketika mata melebar kaget dengan siapa yang datang.
Ichigo tak percaya dengan apa yang sedang ada dihadapannya.
"Ichigo..?" "Rukia..?"ucap mereka bersamaan dengan perasaan yang berbeda kaget dan bahagia.
.
.
.
.
.
The Time Round
Gakk kerasa udah chap 10 ajaaa yaa..!
Yang udah ngeripiuw Fic ini terima kasih banyakk yaa.. karena ripiuw kalian Author semangat nulis cerita ini.
Maaf kalau fic ini tidak memuaskan karena saya tergolong Author pemula..!
Apdate Chap ini agak lama soalnya sambil mikir ending ceritanya...
Mohon Ripiuwnya yaa minna..!
.
.
.
.
The Time Round
.
.
.
.
mereka tersadar dari kekagetan masing-masing, Ichigo mulai melangkahkan kaki kearah Rukia dan memilih duduk disampingya. Mereka sama-sama terdiam dalam pikiran masing-masing.
"Lama tak bertemu Rukia..!"ucap Ichigo mengawali pembicaraan.
"Hn"gumam Rukia kecil.
Mereka kembali terdiam dalam pikiran masing-masing.
"Hei.. Ichi aku ingin bercerita sesuatu padamu sebelum aku tidak bisa menceritakannya padamu.."ucap Rukia mengakhiri keheningan yang sedari tadi melanda mereka.
Ichigo mulai tertarik dengan arah pembicaraan yang Rukia tawarkan, tanpa ada rasa heran dengan ucapan yang barusan Rukia lontarkan, Ichigo berkata dengan penasaran pada Rukia.
"Apa..?"kata Ichigo penasaran.
Rukia tersenyum lembut meski didalam hatinya ia merasa amat sakit karena Ichigo seperti tak tahu maksud sebenarnya dari ucapannya, tapi niat Rukia sudah bulat.
"Kenapa aku dulu membohongimu itu karena.. aku merasa kau akan lebih baik daripada harus bersamaku yang lemah, kau.. tampan, pintar, dan populer menurutku kau bisa melupakanku dengan mudah.."ucap Rukia dengan menolehkan wajahnya kearah Ichigo dengan tersenyum manis.
Inilah yang ingin Ichigo dengar, meski dirinya sudah mengetahui dari Kaien tapi Ichigo ingin mendengarnya dari mulut Rukia sendiri.
"Dan kenapa aku selalu membatasi diriku denganmu karena.. aku tidak mau kejadian dalam masa laluku terulang kembali, Grimmjow.. dia adalah salah satu orang yang berada dalam masa laluku yang kembali kesini, dia adalah luka bagiku, saat itu aku terlalu bodoh hingga aku bisa dibodohi oleh Grimmjow, dia luka yang selama ini masih belum bisa aku hapus.. maka dari itu aku tidak mau membuat luka baru diatas luka lamaku, sebesar apapun usahaku menghapusnya.."Rukia memberi jeda dalam ucapannya.
"Aku.. tak bisa menghapusnya, aku.. terlalu lemah hingaa aku tak sanggup menghapusnya.. dia kembali kesini untuk kembali lagi denganku tapi.. aku takkan bisa bersama dengannya lagi setelah itu ia mengerti dan mencoba semuanya dari awal dengan seseorang"tatapan Rukia yang awalnya sendu berubah menjadi lembut.
Sekarang Ichigo mengerti semuanya, timbul perasaan bersalah dihatinya karena beberapa bulan ini ia mengacuhkan Rukia begitu saja, tapi ternyata gadis mungil ini menyimpan sejuta luka dihatinya memendamnya sendiri dan tak membiarkan satu orang yang tahu, menutupinya dengan sebuah senyum hangat yang ia gunakan sebagai tebeng untuk hatinya yang rapuh.
"Haaa~.."Rukia mendesah berat dan kemudian menatap Ichigo dengan senyum tulus yang terpatri dibibirnya.
"Dan sekarang aku bisa pergi dengan tenang.."Rukia membereskan semua barang-barangnya.
Sedangkan Ichigo tetap diam denga ekspresi wajah yang tak dapat dijelaskan, Rukia mulai berdiri dan menghadap kearah Ichigo, senyum tulus masih ia tampakkan sedari tadi.
"Sayonara Ichi.."ucap Rukia dan melangkah pergi.
Otak Ichigo memproses ucapan terakhir Rukia, seketika ia bangkit dari duduknya melihat sosok Rukia berjalan pergi. Dengan sekuat tenaga Ichigo berlari dan menggapai tangan Rukia menarik gadis mungil itu kepelukkanya sebelum gadis mungil itu benar-benar menghilang dari pandangannya.
Rukia tersentak kaget saat Ichigo menariknya kedalam pelukannya, memeluknya dengan erat seperti anak TK yang tak mau kehilangan boneka kesayangannya.
"I.. Ichi..?"ucap Rukia keheranan.
"Gomennasai Rukia..!"ucap Ichigo tulus.
"kenapa kau meminta maaf padaku Ichigo..?"tanya Rukia heran.
Ichigo tak menjawab pertanyaan Rukia, ia mempererat pelukannya. Rukia lebih memilih diam dan membalas pelukan Ichigo dalam diam. Lama mereka dalam posisi yang sama.
"Gomen Rukia.."ucap Ichigo meminta maaf lagi.
"Kenapa kau meminta maaf Ichigo..?"tanya Rukia heran.
Posisi mereka tetap sama, masih berpelukan.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi Rukia.."pinta Ichigo.
"Tapi.. kau sudah mempunyai penggantikukan Ichigo dan juga aku sudah harus pergi..?"tanya Rukia heran.
"Eh..? tentu tidak dan tidak akan ada yang bisa menggantikanmu Rukia.."ucap Ichigo.
"Kalau begitu kenapa kau seperti menghindariku beberapa bulan ini..?"tanya Rukia.
"Uhm, aku masih bingung akan perasaanmu padaku.. dan kau mau pergi kemana..?"ucap Ichigo setelah sadar akan kata Rukia tadi.
"Amerika.."ucap Rukia dan melepaskan pelukan Ichigo.
"Kenapa kau harus ke Amerika..?"tanya Ichigo heran.
"Aku rasa tidak ada yang bisa aku lakukan lagi, lagi pula aku sudah selesai dengan kota ini dan denganmu juga.."ucap Rukia.
"Dan apa yang aku bisa perbuat agar kau tetap berada disini..?"tanya Ichigo serius.
Rukia kaget karena Ichigo menanyakan hal yang ia selama ini pikirkan.
"Saat ada seseorang yang akan menahanku untuk tidak pergi dari sini.."ucap Rukia.
Rukia kembali berjalan menuju tempat duduk yang tadi ia duduki, Ichigo mengikuti Rukia dalam diam.
"Aku.. tidak akan menahanmu pergi dari kota ini.."ucap Ichigo.
Rukia menatap Ichigo dalam, senyum tulus masih terpatri jelas diwajahnya.
"Tapi aku.. tidak akan membiarkanmu pergi lagi, meninggalkanku sendirian"ucap Ichigo lembut.
Rukia kaget apa yang diucapkan Ichigo, tapi ia tak menunjukkan kekagetannya secara langsung dia tetap tersenyum tulus kearah Ichigo.
Danau dan taman menjadi saksi bisu kisah mereka. Meski mereka selalu diam dan hanya saling menatap satu sama lain. Ketika angin berhembus kencang sepasang jemari mulai bertautan, saling menghangatkan satu sama lain.
^^ Hanna ^^
1 bulan kemudian..
Wajahnya terbingkai indah dengan sebuah kacamata, dirinya terlalu terburu-buru hingga tak sempat menaruh jas putih yang ia kenakan diruang kerjanya. Setelah mengganti jas putihnya dengan Taxedo hitamnya dimobil, ia buru-buru menjalankan mobil sportnya.
^^ Hanna ^^
Gaun berwarna putih bercorak ungu sepanjang lutut itu membingkai indah penampilannya. Rambut yang biasanya tergerai indah kini ia buat menjadi sebuah simpul sederhana. Sepatu High Heels setinggi 7 cm menambah keindahan penampilannya hari ini.
Tak jarang ketika ada laki-laki lewat didepannya dengan mata berbinar-binar karena melihatnya. Hari ini adalah salah satu hari bersejarah untuknya, membayangkan itu membuat senyum cerah kembali kepadanya.
Tak lama terlihat mobil sport Orange mendekat kearahnya.
"Gomen aku terlambat..!"ucapnya keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah Rukia.
"Hn.."Rukia hanya bergumam kecil menanggapi permintaan maaf kekasihnya.
"Hei.. akukan sudah meminta maaf padamu Rukia..."ucapnya lagi.
"Aku tidak marah kepadamu.. ayo kita hampir telat.."ucap Rukia lembut.
"Hn"gumam Ichigo kecil dengan senyum tipis.
Mobil sport terus berjalan melewati jalan-jalan sepi menuju bukit.
Mereka berjalan dengan saling menggenggam tangan masing- masing. Saat mereka masuk beberapa tamu menyapa mereka hangat ada juga gadis-gadis yang merona malu atau menjerit kecil saat melihat pemuda yang berada disampingnya ini.
"Selamat Datang Ichigo, Rukia.."sapa orang bertaxedo hitam dengan nada gembira.
"Kemana Miyako-dono..?"tanya Rukia dengan memandang setiap sudut tempat acara digelar.
"Dia tadi bilang padaku ketoilet.."ucap Kaien dengan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Hei.. berhentilah bersikap bodoh seperti itu.. Kau mempermalukanku"ucap Rukia sedikit kesal dengan sikap Kaien.
Terlihat siluet memakai gaun putih panjang seperti putri raja berjalan kearah Rukia, Ichigo, dan Kaien.
"Itu dia Miyako-chan.."ucap Kaien.
"Halo.. Rukia-chan dan kau pasti Ichigo kan..?"ucap Miyako menyapa Rukia dan Ichigo.
"Uhm.. salam kenal Miyako-san.."ucap Ichigo sopan.
Dari arah pintu masuk pemuda berambut biru dan Gadis berambut Tosca berjalan dan saling bergandengan tangan. Rukia yang melihat hal itu tersenyum lembut kearah pemuda biru itu.
"Halo Kaien.. selamat atas pernikahanmu.."ucap Grimmjow bersahabat.
Kaien hanya mengangguk menjawab ucapan selamat dari mantan kekasih Rukia itu.
"Hai.. Kuchiki apa kabar..?"tanya Nell.
"Aku baik-baik saja.. apa Grimmjow selalu menyusahkanmu..?"tanya Rukia mencoba mencairkan suasana.
Ichigo hanya menekuk wajahnya, ia cemburu melihat Rukia bisa berbicara hangat dengan Grimmjow yang menyandang mantan kekasih Rukia.
"Dia selalu bawel dan Manja padaku.."ucap Nell berniat menggoda Grimmjow.
"Hei.. kau lebih manja dariku Nell"ucap Grimmjow tak terima.
"Boleh kami bergabung bersama kalian..?"tanya suara dari belakang mereka.
Mereka menoleh kebelakang, raut ekspresi Ichigo perubah setelah melihat gadis yang berada disamping pemuda berambut sekelam malam itu, Rukia hanya memandang dengan senyum pasangan yang berada didepannya sekarang.
"Silahkan.."ucap Miyako sopan.
"Selamat atas pernikahanmu Kaien.."ucap Inoue sopan.
Miyako dan Kaien hanya menanggapinya dengan senyum.
"Aku dan Ichigo akan berjalan-jalan sebentar Kaien-dono.."ucap Rukia.
Rukia dan Ichigo meninggalkan mereka ber-6 dengan tetap bergandengan tangan, Ichigo menggenggam erat tangan mungil Rukia. Mereka sampai dipadang bunga lavender yang berada dibelakang bukit tempat acara pernikahan Kaien.
"Mereka indah Ichigo.."ucap Rukia lembut.
"Tapi mereka tetap tak seindah dan selucu Chappy"tambah Rukia lagi.
"Hei berhentilah membanding-bandingkan sesuatu dengan kelinci menyeramkan itu Rukia.."ucap Ichigo heran.
"Hei mereka itu benar-benar lucu Ichigo.."ucap Rukia kesal.
Ichigo melepaskan genggamannya dan beralih memeluk Rukia dengan erat.
"Padang bunga ini tak lebih indah dari dirimu Rukia.."ucap Ichigo lirih.
Rukia hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Ichigo.
"Aishiteru Rukia.."
"Aishiteru mo Ichi.."
Angin membelai wajah mereka masing-masing. Mengantarkan kedamaian pada hati kedua pasangan ini..
.
.
.
.
.
OWARI
.
.
Akhirnya selesai juga ceritanyaaa...
Sekali lagi Author berterima kasih kepada :
Yang udah mau ngeripiuw cerita yang jauh dari kata sempurna ini.
Silent Readers.
Nge-follow cerita ini.
Nge-favoritin cerita ini.
ArigatÅ gozaimasu Minna-san ^^
Tunggu cerita aku yang selanjutnya yaa..
