Naruto - 'Masashi Kishimoto.'
#Title - Time Travel -
#Pair - SasuSaku -
#Drama
#Comedy
#Romance
#Adventure
#Action
#Fantasy
#Author : HnU.
#Rate : T mungkin jadi M.
#OOC
#Chapter 10
'Senyumnya sangat terlihat manis'
Sasuke dan Itachi diam tak mampu bicara disaat mereka berdua melihat Sakura yang mengenakan gaun berwarna merah. Sakura yang merasa diperhatikan dengan cara yang aneh. Dia hanya memberikan senyum kepada keduanya.
"Apa aku terlihat aneh?" Sakura bertanya dengan nada suara yang lembut seketika itu juga Itachi tersenyum puas.
"Diluar dugaanku, Haruno kau cantik sekali."
"Lumayan.." ucap Sasuke, tapi rona merah di pipinya tidak bisa membohongi Itachi yang menatap datar adik munafiknya itu.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?"
"Kotoran di matamu menganggu pemandanganku." balas Itachi.
Sasuke langsung berlari kearah cermin yang tidak jauh dari ruangtamu, ia melihat dengan seksama pantulan wajahnya di cermin lalu Sasuke berpaling menatap horror kearah Itachi yang menahan tawa karena sukses membodohi Sasuke.
Sakura menghela nafas dan geleng kepala karena semakin hari
kakak-beradik itu semakin parah saja. Sasuke mulai melangkah untuk menghampiri Itachi dan Sakura, namun langkahnya terhenti saat Sasuke teringat dengan Naruto yang bertujuan untuk mencari keberadaan Sakura.
'Aku pastikan sampai kapanpun dia tidak akan menemukan Sakura.'
"Kau begitu cantik bahkan rembulan kalah dengan kecantikan wajahmu Nona Haruno. Aku sampai berdebar melihat paras cantikmu itu."
"Huekh.. Aku mual mungkin tadi salah makan." gumam Sasuke saat berdiri disebelah Itachi.
Itachi memicingkan mata karena sindiran keras dari Sasuke. Sakura sampai bosan dengan kata-kata Itachi yang terus saja terdengar manis namun terasa mulai hambar bagi Sakura.
Naruto bermeditasi berkonsentrasi dan mencari berbagai macam ide agar ia bisa menemukan Sakura. Kurama hanya tertidur pulas dan sesekali menguap sembari menutup mulut. Dibawah alam sadar Naruto, dia mondar-mandir dihadapan Kurama yang sedang tertidur sambil menopang dagu dengan kedua lengannya.
"Kurama kita harus cepat kalau bisa secepat kilat!"
"Hoaamm.. Bocah apa kau bicarakan itu benar tapi kita tidak bisa merasakan kehadiran cinta pertamamu itu."
"Hekh! Cinta pertama?"
Kurama menujukan senyum khasnya sementara Naruto langsung tertunduk lesu karena ucapan Kurama.
"Sudahlah, aku sekarang belajar mencintai Hinata karena dia mencintaiku, aku tidak ingin Hinata terus mengejarku sepertiku dulu mengejar Sakura." gumam Naruto panjang lebar namun terdengar lesu.
"Naruto, kau memang baik tapi kebaikanmu itu membuatmu harus mengorbankan segalannya dan Hinata ditempat ini juga-."
"Hmm?"
Kurama berhenti bicara dan melanjutkan tidurannya sampai ia berpura-pura mendengkur.
"Grrrr... Grrrr..."
"Kurama?"
Naruto melihat keatas sambil berpikir sampai 2 menit meresapi maksud Kurama.
'Hinata ditempat ini?'
"Kurama bangun apa maksudmu barusan! Woi bangun!"
Naruto berteriak sekencang mungkin namun Kurama masih mendengkur pulas.
"Mmm.. Ada apa bocah?" tanya polos Kurama setelah menguap karena dibangunkan.
"Hah? Jangan pura-pura bodoh tadi itu maksudmu apa? Hinata ditempat ini? Kenapa dia masuk dalam pembicaraan?"
"Lupakan saja, aku salah bicara, Oyasumi, aku mau tidur. Grrrr..."
"Tidak jelas..." gumam Naruto sembari ia garuk kepala.
Naruto membuka mata dan beranjak turun dari tempat tidur, ia mengaruk kepala saat berjalan menuju dapur sesekali melihat keatas dan mengelus dagu saat berpikir tentang maksud Kurama tadi.
"Lupakan sajalah mungkin efek Kurama sedang ngantuk."
Naruto membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol jus jeruk dan menegaknya sampai tinggal setengah botol.
"Puaaaah! Mantap!"
Naruto melihat botol jus jeruk yang ia pegang. Tatapan mata sangat begitu tegas terpancar sangat begitu jelas.
"Hehe.. Nanti kalau aku pulang harus membawamu dengan stok yang banyak!"
Glekh... Glekh..
Naruto meneguk dengan rakus saat ia kembali minum.
"Puaaaah! Segarnya andai di Konoha jus jeruknya sesegar ini! Sialan aku harus menyetok sangat banyak!"
Kurama geleng kepala melihat tingkah Naruto yang mulai kumat tidak jelas lagi dan dengan polosnya Kurama kembali tidur.
Banyak pasang mata tertuju kepada 3 orang yang berjalan bersama.
Di pesta yang sangat mewah itu Sakura merasa gugup karena baru pertama kalinya mengalami hal yang sangat hebat bagi Sakura pribadi.
Selain para undangan pesta, Shisui pemilik acara pesta itu langsung menyambut Itachi dan Sasuke dengan ramah. Pandangannya tertuju pada Sakura seketika itu juga.
"Itachi, dia ini yang kau maksud waktu itu?"
"Hm. Iya ini dia."
Sasuke dan Sakura saling menoleh, dan mencoba meresapi maksud Itachi dalam pembicaraannya bersama Shisui.
"Kalian berdua nikmatilah pestanya. Aku ada urusan sebentar." ucap Itachi, ia langsung mengajak Shisui pergi yang terus saja melihat kearah Sakura.
"Sasuke dia itu?"
"Hn? Dia itu saudaraku dan Itachi, dia lebih tua 5 tahun dari Kakakku tapi sayang masih solo player."
"Hah? Solo player?"
"Ehem! Maksudku, dia masih sendiri karena tidak laku."
"Dasar, kau keterlaluan sekali."
Sakura mengikuti Sasuke yang sedang menuju tempat hidangan untuk tamu. Di meja yang cukup panjang tersusun begitu banyak jenis makanan sampai-sampai Sakura menelan ludahnya dengan paksa.
"Lezatnya, apa setiap ada acara seperti ini? Andai ada Naruto dan choji pasti makanan ini langsung tersapu bersih." gumam Sakura.
"Choji?"
"Eh, maaf aku sampai bicara ngelantur hehe..."
Sakura menceritakan tentang Choji. Sasuke hanya mengangguk-angguk paham dan tersenyum ketika memandang Sakura.
'Semua pengujung pesta ulangtahun tuan kami Shisui mohon bersiap sebentar lagi acaranya akan dimulai!'
Sakura menoleh kearah seseorang yang mengumumkan acara yang akan dimulai namun Sakura tidak tahu acara apa yang sedang berlangsung karena Itachi dan Sasuke merahasiakannya dan bilang 'nanti saja kau tahu sendiri.' saat Sakura bertanya.
Semua dibimbing untuk keruangan acara utama, disana semua mulai memandang kepada pasangan masing-masing dan seketika itu juga suara musik klasik terdengar merdu.
"Lagu ini? Lagu yang asing..." gumam polos Sakura.
"Kau belum pernah dengar ya?" tanya Sasuke saat ia mengulurkan tangan kanan.
"Ada apa? Iya belum pernah. Sasuke ada apa kau senyam-senyum?"
"Lihat yanglain bersiap untuk dansa di acara pesta yang aneh ini.
Ayo kita ikut bergabung?"
Sakura menyambut uluran tangan Sasuke, ketika Sakura melihat kearah pengunjung pesta, Sasuke merangkul pinggul Sakura dengan satu tangan.
"Ap-apa yang kau lakukan!"
"Hn, kita akan seperti mereka."
Sakura hanya merona melihat yanglain sangat romantis namun Sakura tidak mengerti harus melakukan apa?
"Ikuti langkah kakiku. Tapi jangan kau ijak."
"I-iya.."
Shisui yang mengangguk paham ketika Itachi menceritakan detailnya. Shisui yang memang sangat tertarik dengan hal-hal diluar akal sehat itu terlihat sangat antusias.
"Dimensilain..."
"Kau percayakan ceritaku? Wanita tadi itu dia bisa merubuhkan pohon sekali tinju."
"Kalau kau yang bicara, aku percaya saja. Adikmu itu kelihatnya sangat tertarik padanya."
Itachi langsung membulatkan mata ketikan melihat Sasuke bersama Sakura gini sedang berdansa dengan iringan musik yang bertempo sedang.
"Sial tujuanku diambil!"
"Tujuan?" gumam Shisui saat mendengar gumam Itachi.
#BERSAMBUNG
#NEXT
#Chapter 11
#AuthorNote : Pfft sorry kalau tambah gaje plus acak-kadul gak nyambung fiuh~ Senpai lama gak nulis soalnya hehe.. Mohon di maklumi banyakan fokus kerja~