Tittle : Read My Music
Author : GoodMornaing
Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO
Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do Kyungsoon OC , Lee Sunmi, etc
Genre : Romance , Drama , and BxB
Rated : T - M
Summary :
Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun ku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."
.
.
.
Happy Reading
Chapter 10 : Debut
.
.
.
Awal Musim Panas, 2011
Ditengah teriknya matahari siang musim panas Korea Selatan tahun 2011 ini. Chanyeol memasuki gedung bertingkat 7 yang sudah menjadi tempat paling sering dia datangi selama beberapa minggu ini.
Dengan langkah mantap Chanyeol memasuki lift, lalu menuju ke atas untuk menghadiri latihan vocalnya.
Setelah memasuki ruang latihan. Bohong bila Chanyeol tak merasakan banyaknya trainee lain yang menatapnya dengan tajam dan sinis.
Mereka tak menyukai Chanyeol.
Siapa yang akan menyukai trainee yang datang entah darimana lalu mendadak akan debut sekitar setahun lagi. Itu sungguh menyebalkan bagi trainee lain yang telah menjalani masa training selama bertahun- tahun.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Chanyeol dapat masuk karena memiliki sebuah koneksi yang menakjubkan. Banyak juga yang bertanya- tanya apakah Chanyeol adalah putra dari orang yang berpengaruh.
Namun semuanya tak ada yang protes saat tahu bahwa Chanyeol tak hanya bermodalkan koneksi saja. Pria itu juga memiliki bakat yang luar biasa. Sebuah bakat alami dari lahir, yang semakin hari, semakin tampak bersinar saja saat diasah bakatnya dalam naungan agensi besar ini.
Meski tetap saja gunjingan tak suka yang merasa bahwa dirinya lebih berbakat dan lebih baik daripada Chanyeol itupun tetap ada.
Chanyeol mengabaikan itu semua, dia memilih untuk fokus pada latihan sekarang. Chanyeol merasa seluruh ucapan orang- orang dibelakangnya adalah hal yang tak terlalu penting.
Namun tanpa Chanyeol sadari, sepasang mata menatapnya dengan pandangan yang berbeda dari yang lainnya.
Mata itu memandang Chanyeol dengan dingin, bosan, dan malas disaat yang sama. Lalu, orang itu bergumam sungguh pelan hingga hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.
"Ohh.. ternyata dia yang bernama Park Chanyeol. Cukup tampan." gumamnya setengah tak perduli.
.
.
.
Matahari telah terbenam, dan mulai beranjak menuju malam. Chanyeol sekarang berada didepan lift, menunggu benda kotak besi itu terbuka padanya.
Chanyeol baru selesai latihan tentu saja.
Jika kalian bertanya apakah hari ini melelahkan?. Jawabannya tentu saja, sangat melelahkan.
Namun Chanyeol menyukainya. Dirinya adalah salah satu dari orang- orang yang telah merasakan kerasnya hidup. Bangkit berdiri dari puluhan kegagalan dan bersabar setelah menerima puluhan penolakan.
Chanyeol baru berumur 18 tahun saat dirinya kabur dari rumah untuk mengejar mimpinya ini. Saat itu dirinya bahkan belum lulus Sekolah Menengah Atas. Yang artinya, selain mencari uang sendiri untuk membiayai kehidupannya ditempat sekejam ibukota Korea Selatan ini, dirinya juga harus bekerja keras membiayai sekolahnya sendiri.
Bayangkan itu, remaja yang berumur 18 tahun, dan telah merasakan bagaimana kerasnya kehidupan dunia nyata.
Dirinya mengetahui bagaimana trainee disini tak menyukainya. Namun dirinya memilih untuk tak perduli. Memangnya orang lain tahu apa tentang hidupnya?.
Yang mereka tahu hanyalah berbisik, mencemooh, dan mengeluhkan kesusahan hidup mereka dengan menyalahkan kepada hidup seseorang yang lebih beruntung daripada mereka.
Sebuah contoh perilaku yang merupakan buah sifat iri dan dengki. Salah satu sifat buruk yang tersebar ke dunia ini dari kotak pandora.
Chanyeol menghela napas.
Bukan maksud besar kepala, tapi.. Apakah Chanyeol tak berhak untuk menerima buah dari hasil tanaman dan kerja kerasnya selama ini?. Chanyeol juga sudah bekerja keras seperti banyak orang lainnya. Berhentilah mengomentari Chanyeol hanya karena dirinya sedikit beruntung.
Dan bagi Chanyeol, "Keberuntungan tidak akan datang dengan sendiri, kecuali kau menjemputnya sendiri."
Itu adalah salah satu kalimat penyemangat hidupnya selama ini. Itulah prinsipnya selama ini. Dan karena itu juga akhirnya keberuntungan berada dalam hidupnya.
Chanyeol menoleh kekanan saat merasakan seseorang ikut berdiri menunggu lift bersamanya.
Seseorang itu sungguh tampan. Wajahnya tampak dingin dan datar. Serta menatap orang lain dengan pandangan malas yang sedikit menyebalkan. Lalu dilengkapi dengan postur tubuh yang mengagumkan. Chanyeol mengerjap, bertanya- tanya, apakah pria ini Idol.
Ini adalah Perusahaan Hiburan, jadi bertemu dengan orang dengan wajah mengagumkan tentunya merupakan hal yang biasa. Namun Chanyeol tak mengenal pria ini.
"Kau akan naik ke lantai 7 menemui Chen Ahjussi kan?" Pria itu memulai percakapan dengan Chanyeol, suaranya terdengar sungguh unik.
Sangat dalam layaknya suara seorang pria seperti biasanya, namun memiliki kesan kekanakan dan lembut yang nyaman didengar. Tak diragukan lagi, dia adalah penyanyi.
Chanyeol mengangguk singkat, "Kau benar." Jawabnya.
Pria itu kemudian tersenyum dengan lembut. Langsung melunturkan kesan dingin dari wajahnya tadi.
"Perkenalkan Hyung, namaku Oh Sehun. Kurasa kita akan debut bersama nanti. Karena aku juga dipanggil menuju kantor Chen Ahjussi sekarang." Pria yang bernama Sehun itupun mengulurkan tangannya, dan Chanyeol membalas uluran tangan itu sopan.
"Kau memanggilku Hyung, apakah aku lebih tua darimu?" Tanya Chanyeol, dan dibarengi dentingan pintu lift yang terbuka. Membuat keduanya masuk secara bergantian, kemudian meluncur menuju lantai 7.
"Kau lahir tahun 1992 kan?. Aku lahir tahun 1994." Jawabnya santai.
Chanyeol terkejut, " Yang artinya kau masih kelas 2 SMA sekarang?" Tanya Chanyeol pada pria disampingnya ini.
Sehunpun mengangguk, "Benar sekali, dan ngomong- ngomong, aku teman sekelas Shin Jimin, dan Demi Tuhan, aku sudah bosan mendengarnya membicarakanmu. Kenapa dia tak mengkhawatirkan audisinya sendiri saja nanti." Pernyataan itu membuat Chanyeol menatap Sehun lagi dari atas sampai kebawah.
"Kau tak memiliki postur wajah dan tubuh seperti anak sekolah menengah atas. Kau tampak sungguh dewasa daripada umurmu." Komentar Chanyeol dengan apa adanya, dan Sehun hanya mengangguk menyetujui, sama sekali tak protes ataupun tersinggung. Sungguh pria yang simple.
"Aku pikir juga begitu, aku mensyukurinya. Karena aku cepat menjadi tampan, aku jadi cepat debut. Menjadi trainee disini menyenangkan tapi para trainee yang lainnya tidak semenyenangkan tempatnya." Chanyeol mengerjap sebentar, menatap Sehun dengan berbinar, kemudian tersenyum lebar bagaikan idiot.
"Astaga.. Aku menyukaimu!! Kuharap kita memang debut bersama- sama. Kau benar- benar styleku. Oh Sehun! Kau adikku mulai sekarang." Chanyeol menghambur peluk kepada Sehun dengan heboh, pria ini memang selalu bersemangat.
Sehun hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
Untuk sesaat sepertinya kita bingung mana yang Hyung dan mana yang Adik.
"Hyung, ternyata kau lebih ramah daripada yang aku bayangkan. Jimin selalu menceritakan versi sedih dari kisah hidupmu, jadi awalnya aku mengira kau adalah tipe orang yang pendiam." Komentar Sehun melihat sikap Chanyeol yang sungguh welcome kepadanya.
"Dasar anak itu, apa dia memang suka menumpahkan secangkir teh kemana- mana." Komentar Chanyeol sedikit kesal.
Sehun menggeleng pelan, "Lebih daripada itu, dia membalik seember teh kemana- mana. Bocor sekali." Sehun ikut berkomentar, dan dibalasi Chanyeol dengan kekehan.
"Sudah kuduga, kita sungguh cocok." Chanyeol manggut- manggut sendiri.
Lift pun terbuka, dan kedua pria yang sepertinya baru memulai era brothership nya itu keluar bersama- sama dan berjalan menuju tempat yang sama.
.
.
.
Chanyeol menatap sekeliling kantor Chen yang kerap dipanggil Chen Ahjussi oleh anak asuhannya di agensi ini dengan tatapan mata penasaran dari mata bulatnya. Tak terlalu istimewa, tampak seperti kantor- kantor biasanya.
Terdapat berbagai macam piala dan piagam yang dipamerkan disalah satu sisi dinding kantor. Terdapat satu set sofa tamu. Meja kerja yang sungguh besar dengan papan nama Kim Jongdae terukir di kaca kristal diatas meja tersebut. Dan tentunya seorang berkedudukan penting ini sedang duduk dikursi kebesarannya.
"Kalian berdua akan debut." Ucapnya dengan suara yang sengaja di dramatisir.
Lalu hening.
Baik Chanyeol dan Sehun sama sekali tak bereaksi akan hal itu. Sama sekali tak terkejut.
Chen mengerutkan dahinya, "Kalian sama sekali tak bahagia?" Tanyanya bingung.
Chanyeol dan Sehun pun berpandangan satu sama lain, lalu sama- sama mengangkat bahu mereka tak acuh. Mereka memang senang, tapi tak seheboh itu.
Chen pun merengut kecewa, "Dasar, aku bahkan sudah mengharapkan pelukan terima kasih dan tangisan penuh haru. Cepat kembalikan ekspektasi ku..." Sehun mengerutkan keningnya melihat bagaimana bisa pria 40 tahun didepannya ini selalu tampak seperti remaja yang tidak memiliki masalah, selalu ceria. Dirinya yang remaja sebenarnya saja sering galau, kenapa dunia terasa terbalik begini.
"Ahjussi, saya boleh bertanya sesuatu?" Sehun berucap dengan polosnya.
Chen pun mengangguk santai dan Chanyeol menoleh pada Sehun ikut penasaran.
"Kenapa anda memakai kostum buaya?"
Pertanyaan tersebut menciptakan tawa geli dari Chanyeol. Sejujurnya Chanyeol juga merasa janggal dengan penampilan Chen hari ini yang sungguh tak biasa.
Sungguh kontras dengan penampilan Chen yang biasanya terlihat bagai model majalah yang tampan dan seksi. Hari ini pria itu tampak sungguh konyol walau kostum itu tetap tak menutupi wajahnya yang sempurna.
Dan pastinya seorang Chanyeol terlalu sopan untuk bertanya.
"Ohhhh ini, ini bentuk protes, anggap saja aku sedang berdemo." Chen menjawab itu dengan sungguh santai, sambil berdiri dan memamerkan ekor dari kostum buayanya.
"Hah? / Hah?" Chanyeol dan Sehun berucap bersamaan.
"Kalian anak muda tak akan paham perasaanku. Xiumin melempariku dengan berkas- berkasnya pagi tadi karena mendengar rumor aku yang meniduri seorang trainee. Dan dia terus memanggilku buaya darat. Sudah aku jelaskan bahwa itu cuma rumor sampah, dia tetap saja tidak percaya. Ya sudah, aku jadi buaya darat yang sebenarnya saja. Briliant!. Akan aku tunjukkan langsung padanya nanti." Chen menjelaskan semua itu dengan senyum cerah diwajahnya.
Membuat Chanyeol tertegun, karena pria itu sedikit tahu bagaimana rumitnya hubungan Chen dan Xiumin.
Sedangkan Sehun hanya berkesimpulan, "Jadi putra anda tak ingin punya ibu ternyata" dengan amat sangat sederhana.
Membuat raut wajah Chen sedikit berubah. Topeng bahagia pria itu sedikit luntur saat mendengarnya.
"Oke, berhenti membicarakan ini, ayo kita bicarakan debut kalian." Dan topik utama itu kembali terangkat.
Chanyeol dan Sehun mendengarkan dengan seksama.
"Aku ingin kalian menjadi duo saja. Tak perlu banyak- banyak, aku nanti pusing sendiri mengurusnya. Aku memilih dua trainee dengan tinggi yang hampir sama, wajah yang sama tampan, sama- sama bisa bernyanyi dan rapp, bisa menciptakan lagu, bisa berakting, dan setidaknya sudah lancar menari. Dan disinilah kita... aku memilih kalian berdua karena konsep itu sungguh pas untuk kalian." Ujar Chen menerangkan rencananya.
"Jadi mulai besok, kalian akan dilatih terpisah dari trainee yang lain. Kalian akan mulai persiapan debut kalian." Chanyeol dan Sehun mengangguk menyetujui itu, sekali lagi, mereka sudah menebaknya.
"Nama Grup kalian adalah ChanHun, tidak usah terlalu muluk-muluk kan. Cukup gabungkan nama kalian berdua saja. Oh ya, aku harap kalian juga ikut berpartisipasi dalam menciptakan lagu yang nanti menjadi tittle track kalian. Aku benar- benar ingin menggebrak!! Industri musik Korea Selatan dengan sebuah duo yang sudah seperti paket komplit, jadi... harap kerja samanya." Chen pun memutar dua berkas didepannya menjadi menghadap Chanyeol dan Sehun.
Entah kenapa sekarang terasa menyebalkan, bagaimana bisa pria Kim ini menjelaskan tentang konsep grup mereka dengan sikap santai yang sungguh terlalu santai. Harusnya santai juga ada batasnya. Inikan tentang hidup dan mimpi seseorang. Ckckck.. Namanya juga Kim Jongdae, siapa yang bisa mengerti pikiran pria itu. Oh, sepertinya hanya Xiumin yang bisa.
Itu kontrak baru.
Chanyeol dan Sehun berpandangan lalu kembali menatap kedua berkas dihadapan mereka.
Dengan kompak mengambil berkas masing- masing lalu membacanya dengan teliti. Dan setelah keduanya merasa bahwa kontrak itu sungguh adil dan menguntungkan kedua belah pihak.
Chanyeol dan Sehun pun kompak membubuhkan tanda tangan dan cap tangan mereka.
Hari ini dengan resmi, Duo ChanHun terbentuk.
.
.
Chanyeol dan Sehun sedang mengobrol santai di kafetaria gedung agensi ini. Hitung- hitung pendekatan sesama member. Ternyata keduanya memang memiliki banyak kesamaan sehingga obrolan pun selalu berlanjut dengan seru.
"Jadi kau dan Jimin audisi bersama- sama tahun lalu, dan hanya kau yang lolos?" Chanyeol bertanya.
Sehun pun mengangguk, lalu menghirup bubble tea nya dengan santai.
"Yap, aku juga awalnya hampir tak lolos, aku selamat karena kemampuan menariku dan wajah tampan ini tentunya. Kemampuan vocalku mulai berkembang saat trainee." Chanyeol pun mengangguk mendengarnya, pria yang suka mengamati segala hal itu telah memperhatikan Sehun sedari tadi, Sehun memang tampak dingin, namun ternyata anak kelas 2 SMA ini sungguh cerewet dan tidak bisa diam bila sudah mendengar ada sebuah lagu, dia pasti akan menggerakkan badannya. Tipikal seorang Dancer.
"Padahal Chen Ahjussi sungguh dekat dengan Jimin, namun pria itu tetap saja menolaknya. Ckckck.. aku sedih gadis kecil itu belum diterima di agensi manapun." Ucap Chanyeol dan disetujui oleh Sehun.
Sejujurnya Chanyeol tak enak hati, dirinya sebentar lagi debut, namun gadis yang paling berjasa dalam hidupnya itu justru masih merangkak menuju bukit mimpinya sendiri.
Sehun berdecak, "Tenang saja Hyung. Jimin adalah gadis yang lebih kuat daripada kelihatannya. Dia sudah bekerja keras dan latihan selama setahunan ini, dia pasti akan lolos di audisi yang akan datang." Ujar Sehun menghibur hati Hyung barunya itu.
"Humm.. Membicarakan dia membuatku merindukannya." Chanyeol pun langsung mengeluarkan telepon genggamnya, dan mendial nomor milik Jimin.
"Hallo~" Suara kekanakan Jimin terdengar dari seberang sana.
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Chanyeol langsung.
"Aku baik tentu saja~ Oh ya! Aku sudah dengar dari Chen Ahjussi kau akan debut bersama Sehun kan?. KYAAAA... SELAMAT OPPA!! BAGAIMANA BISA TEMANKU DAN IDOLAKU BERADA DALAM SATU GRUP. INI KEAJAIBAN." Chanyeol terkekeh mendengar bagaimana heboh dan antusiasnya Jimin, dasar.. padahalkan yang debut dirinya bukan gadis itu. Kenapa Jimin yang lebih terdengar bahagia.
"Kenapa rumornya bisa cepat sekali tersebar, haishh.. Ahjussi tua itu." Chanyeol menggerutu.
"Ahahaha.. Bagaimana kabar Oppa? , masa trainee nya melelahkan?. Maafkan aku yang tak punya waktu berkunjung padamu. Aku sibuk les musim panas sekarang, Xiumin oppa sudah menghabiskan banyak uangnya untuk mendaftarkanku, aku tak berani membolos. Padahalkan... Haish, aku ingin liburan musim panas!!. Aku benci jadi anak SMA di Korea Selatan hueeeeee. Oh, aku juga akan audisi di salah satu agensi besar Oppa, bukan di BB , kurasa suaraku memang bukan style BB jadi aku mencari agensi yang lainnya saja. Doakan aku LOLOS YAAA.." Inilah jadinya bila kau berbicara bersama Jimin, kau hanya akan mendengarkan semua cerita gadis itu. Dia sangat cerewet. Namun kita tak bisa membencinya, karena faktanya gadis ini sungguh baik.
"Kabarku juga baik, ya.. masa trainee memang begitu- begitu saja. Semangat untuk les mu, jangan berani membolos, kau tahu bagaimana Xiumin memikirkan masa depanmu. Semoga sukses untuk audisimu. Jangan lupa berdoa sebelum audisi nanti." Chanyeol menjawab.
Terdengar kekehan dari seberang.
"Kau mulai terdengar seperti ayahku dulu, oh.. atau Oppaku. Kalian sama saja. Kenapa semua pria dihidupku suka sekali mengingatkanku untuk belajar. Aku kan tak semalas dan sebodoh itu. Aku bahkan sudah lancar 3 bahasa diumur segini." Chanyeol tersenyum mendengar keluhan Jimin.
"Itu karena jalan pikiranmu tak bisa dimengerti semua orang. Kau suka mencari jalan berbahaya. Kau orang yang mudah untuk membuat khawatir. Bagaimana bisa di tubuh kecil itu punya banyak sekali tenaga dan keberanian masuk kedalam bahaya." Begitulah, Chanyeol akan terdengar dewasa bila itu berhubungan dengan Jimin.
"Itu karena aku masih muda, tak seperti kalian yang sudah tua, wlekkk.." Ejek Jimin. Sialan memang, namun Chanyeol hanya tertawa.
"Aku hanya berbeda 2 tahun darimu. Jangan membuatku terdengar seolah- olah sudah berumur seperti Chen Ahjussi." Protes Chanyeol.
"Apa salahnya dengan umurku." Suara ramah nan santai itu menyahut ucapan Chanyeol, membuatnya mendongak, dan wajah Chen yang mengangkat satu alisnya pun tertangkap oleh matanya.
Chanyeol pun nyengir tanpa dosa, merasa malu karena ketahuan membicarakan seseorang tepat didepan orang tersebut.
"Jimin ah, aku tutup ya, Chen Ahjussi ada didepanku sekarang." Ujar Chanyeol.
Jimin yang mendengar itupun sontak tertawa, "Ahahaha.. rasakan, aku juga harus pergi untuk masuk kelas les malam. Sampaikan salamku pada Sehun, Chen Ahjussi, Kyungsoo Oppa, dan Tuan Byun ya. Oh, si cantik Kyungsoon Eonni juga. DAN! DAN JUGA PADA XIUMIN OPPA, BILANG PADANYA UNTUK JANGAN LUPA PULANG!" Jimin mengatakan semua itu dengan sungguh cepat.
"Ya ya ya.. Bye." Chanyeol pun menutup sambungan telepon mereka.
Pria yang masih berambut merah itu mengedarkan pandangannya. Di meja kafetaria yang mereka tempati ini ternyata sudah bertambah penghuninya.
Terlihat Chen dan Kyungsoo yang duduk bersebelahan. Sedang mengobrol berdua dihadapan Chanyeol. Sesekali Sehun juga ikut dalam obrolan kedua orang itu. Sehun memang pria yang mudah sekali bergaul.
"Itu Jimin kan? Suaranya bahkan sampai terdengar keluar walau kau tidak mengaktifkan loadspeaker." Ujar Chen pada Chanyeol, dan dibalas Chanyeol dengan senyuman dan anggukan.
"Dia menitipkan salam untuk kalian semua." Ucap Chanyeol sekenanya, dan diangguki oleh Chen.
Kemudian Chanyeol memandang pria yang berada di sebelah Chen. Tampak pria mungil dengan wajah tampan dan mata bulat yang sungguh menggemaskan. Itu Kyungsoo yang sedang meminum cola rendah gulanya dengan acuh tak acuh pada sekitar. Dia bahkan tampak masih menggunakan riasan lengkapnya. Sepertinya pria itu baru saja menyelesaikan salah satu jadwalnya hari ini, dan terlalu malas menghapus riasan wajah karena memiliki jadwal yang lainnya lagi nanti. Bintang besar itu memang beda yaa..
"Aku penasaran Yeol, kenapa kau selalu menatap Kyungsoo seperti itu, kau suka padanya?" Chen bertanya penasaran, membuat Chanyeol melebarkan matanya, Kyungsoo menghentikan acara minumnya, dan Sehun tersedak salah satu bubble dari bubble tea nya.
Semua mata jadi tertuju pada Chanyeol.
Chanyeol terdiam sebentar, berusaha memilah kata yang tepat. Sebelum akhirnya menghela napas, tak ada kata tepat lain yang harus dipikirkan selain..
"Tidak, aku tak menyukainya." Penolakan telak.
Namun sepertinya Chen masih penasaran dengan jalan hati Chanyeol. Chen tahu bahwa Chanyeol telah sangat dekat dengan Baekhyun sekarang. Namun keduanya seperti betah berada dihubungan tanpa status yang jelas, berada diambang batas sahabat dan cinta. Membuat Chen berpikir mungkin sebenarnya hati Chanyeol berada dilain. Dan hanya Baekhyun lah si pihak yang mencintai, sedangkan Chanyeol si pihak yang hanya bersahabat. Menciptakan batas Friend Zone yang tak ada ujungnya.
"Lalu kenapa kau menatapnya seperti itu. Matamu berbinar menatap Kyungsoo." tanyanya lagi.
"Kyungsoo, kau ingat? Saat kau tampil disebuah festival sekolah 2 tahun lalu? Kau baru saja debut saat itu." Mengabaikan Chen, Chanyeol justru bertanya pada Kyungsoo.
Kyungsoo berdelik pada Chanyeol karena pria itu tak menggunakan bahasa formal padanya. Inilah kenapa Kyungsoo benci punya seorang junior yang lebih tua daripada dirinya, meski itu hanya perbedaan 3 bulan.
Namun Idol yang sedang naik daun itu akhirnya mengangguk. "Aku ingat, kalau tak salah itu adalah festival yang sungguh besar karena menggabungkan 3 sekolah sekaligus." Jawabnya.
Chanyeol mengangguk.
"Saat itulah aku bertemu dengan mu secara langsung untuk pertama kalinya. Dan saat melihat mu tampil, itu memberikan inspirasi pada diriku sendiri. Untuk bisa menjadi seorang Idol juga. Karena itulah kau sungguh berarti bagiku. Kau adalah awal dari mimpi ini." Ujar Chanyeol, dan ucapan itu sedikitttt terlalu manis.
Menciptakan suasana sedikit canggung bagi mereka berempat.
"Er.. kau sedang menyatakan perasaan mu padaku?" Tanya Kyungsoo yang merasa tak nyaman.
Chanyeol tersenyum cerah.
"Anggap saja begitu. TAPI! Bukan sebagai pria kepada pria yang dicintainya. Tapi sebagai penggemar yang mengagumi Idolanya. Aku hanya menyukaimu sebatas itu." Tanpa sadar, Chen, Sehun, dan pastinya Kyungsoo menghela napas lega, karena perang dunia ke 3 pasti akan terjadi jika saja Chanyeol mengucapkan hal yang berbau romantis, karena...
"Baru saja aku ingin meninju wajah tampanmu itu karena berani menyatakan perasaan pada kekasihku."
Karena Kai yang baru saja datang, kemudian dengan naturalnya langsung memilih duduk disebelah Kyungsoo. Ternyata pria berkulit tan itu adalah kekasih rahasia dari Idol yang sedang naik daun disebelahnya.
Chanyeol pun tertawa menyadari bagaimana situasi mereka saat ini. Wah.. nyawa Chanyeol hampir saja terancam.
"Ahaha.. Tenang saja Pelatih Kai." Ujarnya.
Tatapan Chanyeol berpindah kepada Chen yang sedari tadi menatapnya. Kedua pria berbeda 20 tahun itu berpandangan serius. Hingga akhirnya Chanyeol berucap.
"Tak usah terlalu memikirkan kemanakah arah hatiku Ahjussi. Tenang saja. Aku sudah memiliki orang lain yang menjerat hatiku. Orang pertama dan satu- satunya yang mau menggantungkan kepercayaan padaku dan menerimaku apapun yang terjadi. Dan sekarang waktunya aku pulang, karena orang tersebut tak akan bisa tidur tanpa ada aku disisinya." Chanyeol pun beranjak pergi dari kafetaria BB Entertaiment, dan bahkan pergi dari agensi itu, menuju ke tempat seorang pria bermata bulan sabit yang pasti tengah menunggunya sambil membaca buku dipangkuannya.
Chanyeol sungguh tak sabar untuk menceritakan kegiatannya hari ini pada pria pemilik iris abu- abu itu.
Chen, Sehun, Kyungsoo, dan Kai menatap kepergian Chanyeol dalam diam.
"Maksudnya Tuan Byun kan?" Tanya Kyungsoo pada Chen.
Chen hanya merespon itu dengan senyuman miring khas miliknya.
"Memangnya siapa lagi." Jawabnya, dan dibalas senyuman berbentuk hati milik Kyungsoo.
Kai dan Sehun saling bertatapan, karena memikirkan hal yang sama.
"Byun yang kalian maksud itu, Byun Baekhyun? Byun yang itu?" Tanya Kai dengan mata terbelalak.
"Pemilik Agensi ini?" Dan Sehun menimpali dengan ekspresi yang sama.
Chen dan Kyungsoo hanya tersenyum lalu mengangguk.
"DAEBAK / DAEBAK." Kai dan Sehun berucap berbarengan.
"Biasa saja. Ngomong- ngomong aku ingin menanyakan hal ini sedari tadi Chen Ahjussi." Kyungsoo berkata pada Chen, mengabaikan keterkejutan Kai dan Sehun.
Chen pun diam menunggu pertanyaan Kyungsoo.
"Mengapa kau memakai kostum buaya?"
Pertanyaan polos Kyungsoo sukses menciptakan tawa dari orang- orang yang berada didekat meja mereka.
Ternyata sedari tadi banyak yang ikut penasaran akan penampilan Chen yang sungguh tak biasa. Mereka saja yang tak sadar bahwa seluruh isi kafetaria terus menatap Chen sejak pria itu datang.
.
.
.
TBC
.
.
AN : Geser aja ke halaman selanjutnya, udah, geser~~
