Saya mohon kerjasamanya untuk panggil saya dengan sebutan BocahLanangOppa oke?

Kalo kepanjangan ya bisa LanangOppa atau BocahOppa, thanks for attention ^_^

Salam HunKai! ^_^

Thanks semua yang udah review:

M Aldianor Alvon Kpopers II238: Kris itu namanya memang diikuti marga Wu kok*di dunia nyata juga, hehe. Yehet! Thanks udah tunggu

Vampire DPS: Itu Kris bner-bener dijebak, kasihan ya? T_T

Ling-ling pandabear: Oke sip!

BabyWolf Jonginnie'Kim: Kai ilang ingatannya itu sejak kejadian pembantaian kok, jadi tenang aja, memori flashbacknya masih banyak *loh?

Wiwitdyas1: Oke!

Mizukami Sakura-chan: Sip!

Exo 12-XLKSLBCCDTKS: Disini mending agak sedikit keluar. Kan setidaknya HunKai udah bareng lagi, hehe

Enchris. 727: Disini udah mulai bisa kamu tebak kok, hehe

Jiah: Kris pas dapet sexnya itu umur 15 tahun, Kai 8 tahun, Tao 9 tahun, nah.. yang 10 tahun itu si Chanyeol, hehe

Gyusatan: b? em.. sepertinya reviewmu menghilang..

Ainurulnaf: Iya, ini alurnya maju mundur buat nerangin masa lalu dan masa sekarang, biar masih pada inget tentang topik ceritanya

: mas Bocah? Wah aku dapat panggilan sayang nih? *kePDan, hehe

Laylaa. Putryfahreiisya: Iya, makasih

Cute: ya, karena ini hunkainya slight KrisKai, dan banyak KrisKainya tapi mulai hunKai lagi kok, hehe

Ilia94: Makin mau ending kok, hehe

Utsukushii02: Oke makasih bro!

Luthfindasf: Iya.. rumit -_- sepet mataku

Dhantieee: Castnya HunKai slight KrisKai

Askasufa: Waaaa! Kamu cermat sekali meringkas poin-poin ff ini! Yey! Analisamu sampai sekarang masih betul! Selamat! Yey!

Kokoro no Nyan: Endingnya harus hunKai, hehe

Hanbijung: mungkin salah masukin passwordnya? Hhem.. nyerempet bener, tapi Kris gak sebejat itu kok, hehe. Makasih semangatnya!

Ren Choi: Sehun bakal dijelasin di chapt akhir-akhir ya

Miszshanty05: next

Aliyya: Kan gelombang otak kita sama, beb.. hehe. Ya, pangeran ada dua, lord ada satu, dan brilliant ada satu, ya gitulah, susah menjabarkannya, hehe

Aranesia: aku juga..

Melizwufan: masa kecil Sehun dibikin pas akhir-akhir chapt

Novisaputri09: Iya, serasa Kris jadi tokoh utamanya..

Raeraekkamjong: Iki beboyo bro! mumetke utekku barang, trus kabeh tokoh podho arep metu! Hehe*opo jal?

aku senang sekali respon kalian semua positif tentang ff ini! Hidup HunKai! Yey!Yey!

Yang dicetak italic (miring) itu flashback masalalu, oke? Hehe

Ini bakal panjang!

WARNING: JANGAN BOSAN KARENA KEPANJANGAN!, HEHE

Gak boleh bingung baca ch ini okey, yang kurang jelas mungkin bisa kalian baca pelan-pelan dan dihayati dengan menghayalkan wajah tokoh ff ini biar lebih tahu inti ffnya, hehe

Not Should, You Might!

HunKai slight KrisKai

.

.

For Rianti AhRa

.

…..

"Aroma alkoholnya masih tercium. Bajunya yang kusut dan rambut tak tertata sebagaimana mestinya itu, aku tahu apa yang terjadi pada Kris!" Tao meredakan amarahnya perlahan ketika jemari mungil adik kesayangannya itu mengelus pelan dadanya. Memberikan ketenangan yang amat berarti bagi jiwa yakuza murni yang mengalir ditubuhnya.

"Masalahnya tubuhnya masih bau sex dan sperma! Kau pikir berapa waktu yang dibutuhkan mereka untuk melakukan hal itu hah? Jebakan apa yang bahkan membuat Kris tak bisa menghindari perbuatan laknat itu dengannya?" Chanyeol bertanya penuh emosi dan kesal. Iris merahnya bahkan menyala bersamaan dengan kilat dan guntur yang menghujam bumi.

Kris memasuki sebuah ruang putih bersih dan hanya berisi kasur putih disana. Tentusaja ini sudah dipersiapkan sebelumnya. Semua sesuai perkiraan Kris.

Tapi hatinya tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri.

Diletakkannya tubuh Kai perlahan dikasur, sungguh miris karena tubuh rapuh itu kini bergetar takut.

"Ja-jangan tinggalkan aku" Kai mengeratkan pelukannya di leher Kris. Mata indahnya kini gelisah dan takut. Kris tak kuasa untuk memeluk tubuh namja yang dicintainya itu.

"Aku disini untukmu" Kris membisikkan ketenangan untuk Kai.

ZZLLEBBZ!

Sebuah jarum tertancap di leher jenjang tan itu, megalirkan racun yang dengan cepat memudarkan kesadarannya.

Tangan kekar Kris agak tidak rela melepas sang manis untuk tertidur disana. Dilepasnya satu persatu pakaian hitam yang menutupi sang Dark Night.

Bahkan kulitnya terasa amat halus dalam setiap sentuhan telapak tangan lebar Kris. Mata yang angkuh itu kini menyorot teduh pada lekukan sempurna tubuh polos malaikat dihadapannya setelah ia tanggalkan seluruh kain hitam yang menghalangi keindahannya.

Ditariknya selimut putih untuk menutupi tubuh suci Kai. Mengecup dahi itu penuh sayang.

CKLEKK..

Pintu terbuka menampilkan sosok namja putih lain dengan rambut pirangnya. Kemeja hitam itu bahkan belum ternodai sama sekali.

Jemari-jemari panjang itu dengan terampil melilitkan perban setelah membersihkan luka bakar pada kedua telapak tangan Kai. Sangat hati-hati dan penuh perasaan.

"Kuserahkan padamu" Kris berkata masih dengan menggenggam jemari lentik Kai. Tanpa memandang namja dibelakangnya.

"Ne, Tuan Wu" namja itu membungkuk Sembilan puluh derajat pada namja yang kini beranjak pergi. Meninggalkan ruangan itu dengan suara kuncian pintu otomatis.

-Not Should, You Might-

CTAARRRZZZ!

BRRRSSSZZZHHH…

Langit kembali menangis untuk mereka.

Tubuh Kai terlihat tenang, tapi tidak dengan keringat yang mengalir di pelipisnya.

"Perlahan saja.. ada aku disini.." jemari pucat itu menyerka keringat Kai perlahan. Memandang wajah manis yang kini gelisah dalam pengaruh bius Kris.

"Se-hun.." Kai menyebut namja itu disela putaran ingatannya.

"Ne, ini aku" setelah mengungkapkan dirinya, namja pucat itu mengecup pipi Kai. Membuat tubuh tegang Kai menjadi lebih rileks.

Kai masih terdiam berdiri didepan Tao. Tangannya memegang dada bidang kakak sulungnya yang penuh gemuruh emosi.

"Jangan gunakan emosi dalam nadamu, hyung. Itulah alasan appa tidak menjodohkanmu dengan Kai. Kau bisa… menyakitinya" Tao menggiring Kai kedalam dekapan hangatnya.

Chanyeol memejamkan kedua matanya dengan alis berkerut tak peduli takdir.

"Kai manis, kemari.." Chanyeol membuka matanya dan terlihatlah obsidian merah itu teduh menatap sayang pada Kai.

"Lord!" Kai dengan segera berlari senang menuju Chanyeol yang merentangkan kedua tangannya.

GREP!

"Bungaku.." Chanyeol mendekap erat tubuh Kai, menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Kai. Menghirup dalam aroma mawar semerbak tubuh Kai.

"Lord, apa yang terjadi pada Pangeran?" Kai bertanya dengan telinga yang mendengarkan detak cepat jantung Lordnya.

"Semua akan baik-baik saja" Chanyeol mengeratkan dekapannya pada cinta pertamanya itu.

Ruangan itu gelap dengan hanya ada lampu lilin tergantung diatas sana.

Bayang tubuh Kris terlihat bagai sosok yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Bunyi dua pasang sepatu kulit itu menggema masuk makin dekat pada Kris. Kris merupakan sosok Wu yang kuat untuk itu, tentu Wu adalah sosok tanpa mengenal resiko.

"Wu Kris.. kenapa bisa?" sang Dragon berdiri didepan Kris yang menatapnya kosong.

"Aku salah, bunuh.. bunuh saya,Paman.." Kris berkata lancar bahkan matanya sendiri membulat kaget akan kejujurannya.

"Tidak dengan jalan itu, nak. Kau masih muda" Siwon menepuk bahu Kris yang basah air hujan dengan sarung tangan kulitnya.

"Saya kotor.. bunuh saya. Saya tak mampu menatap Kai. Saya kotor, Paman!" Kris menatap Siwon penuh harap dalam sorot tajamnya.

"Dia terguncang" Yunho akhirnya mambuka suaranya. Siwon menatap miris Kris yang masih diborgol kedua tangannya pada kursi berukir indah yang didudukinya.

Kemeja dan celana serba hitam yang dikenakan Siwon senada dengan remangnya ruangan disudut yang tidak terjangkau cahaya lilin yang menyala diatas mereka.

Suasana sesak.. hanya derasnya hujan dan gemuruh yang meliputi mereka.

"Nikahi wanita itu, Kris" perintah telak seorag ketua mafia Wu. Yunho..

"…" Kris masih diam menunduk kini.

"Aku tahu tubuh Kris dialiri darah Wu, tapi bukan berarti dia bisa melakukan yang itu, Yunho-sii" Siwon melirik sosok Wu kuat yang masih bersembunyi dibalik gelap. Perlahan sosok dengan coat hitam itu menapaki cahaya lilin, tapi topinya masih dapat menyamarkan ekspresi wajahnya.

"Dia bisa. Dia Wu" Yunho menghembuskan asap rokok dari bibirnya lalu membuang putungnya asal.

"Kau tahu kan dia mencintai Kai. Kau pikir kau sendiri bisa setelah Changmin-" Siwon belum selesai bicara.

"Aku bisa. Terimakasih sudah percaya.. Appa" Kris perlahan menatap Yunho. Siwon tidak percaya akan keputusan anak muda dihadapannya kini.

Dan lebih tidak percaya ketika Yunho tersenyum tulus.

"Itu baru anakku.." dan perkataan Yunho itu mampu membuat seulas senyuman cerah terukir diwajah Kris.

"Astaga, keluarga mafia.." Siwon sungguh tidak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini.

-Not Should, You Might-

Tap! Tap! Tap..

Langkah kaki panjang itu berhenti pada pintu satunya lagi. Jauh dari kamar Kai. Tapi pintunya terlihat berukir mewah.

Ukiran baru dengan lekukan rapih. Ukiran itu tembus menampakkan isi dalam ruangan, karya seseorang penghuni didalamnya beberapa waktu yang lalu dengan bentuk ukiran huruf C.

Cukup rapih untuk sekedar dianggap sebagai pengukir amatir.

CKLEK..

Setelah membuka pintu, mata tajam Kris langsung menangkap sosok tinggi yang terduduk di bingkai jendela tinggi menjulang bagai jendela gereja. Mengamati ramainya kota Berlin oleh berbagai ras dibawah sana.

"Mereka tidak tahu sebesar apa kejadian yang kita lakukan didalam gedung ini bukan? Menggelikan.." Chanyeol tertawa ringan sedikit mengejek-sedikit iri-pada orang-orang dibawah sana yang takdirnya tidak serumit dia.

Mengajak bicara orang yang barusaja memasuki ruang sementaranya ini tanpa ada niatan sedikitpun untuk menoleh dan memastikan bahwa orang itu Kris sesuai dugaannya.

"Apa yang membuatmu kesini?" Kris masuk tanpa mempedulikan pintu yang masih sedikit terbuka. Beberapa parutan pintu kayu yang dibolong itu terinjak sepatu mahalnya. Pisau lipat tajam Chanyeol tergeletak disamping pintu sana.

"Merindukan Kai-ku.." Chanyeol beralih menatap langit yang masih menangis deras. Tidak apa, ia adalah Lord bermata merah yang bahkan dapat menaklukan dinginnya hujan.

"…" Kris tahu, bukan itu alasan Chanyeol sebenarnya.

"Dimana geisha itu?" Chanyeol akhirnya turun dari jendela dan berhadapan langsung pada namja yang berbeda 5 tahun lebih tua darinya.

"Kau masih saja Wu yang nekat tanpa perhitungan seperti saat kecil menerjang hujan, hm?" Kris terkekeh melihat adiknya didepannya kini. Kekanak-kanakan dan idiot seperti biasa.

"Aku menggunakan instingku, kau tahu itu.. gege" mata merah Chanyeol sedikit berpendar merefleksikan cahaya kilat yang sepersekian detik menyambar bumi. Masih gentar meski kakaknya secara nyata benar-benar didepannya setelah lebih dari tiga tahun tidak bertemu.

"So?" Kris menaikkan alisnya menunggu pertanyaan Chanyeol. Sebagai sosok kakak, Kris wajib menjawab semua pertanyaan adiknya. Apapun itu. Demi adiknya.

"Kita berjalan dulu ke belakang" Chanyeol menunjuk taman balkon yang cukup luas di lantai kedua dari sana.

"Oke" Kris tersenyum, adiknya tidak lagi hanya pintar di bidang kekuasaan, tapi juga dalam mengendalikan suasana dalam setiap makna perkataannya.

"Berjalan ke belakang.. Kau tidak berniat nostalgia kan?" Kris mensejajarkan jalannya pada adiknya yang entah mengapa sudah hampir menyaingi tingginya.

"Aku ingin berjalan kebelakang waktu, dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga kau jadi seperti ini.. Kris gege" Chanyeol menyakukan kedua tangannya pada saku celana jean putihnya. Tidak peduli pada darah yang sudah membasahi lebih dari setengah celana putihnya, akibat tikaman di pahanya beberapa waktu yang tak diingatnya.

Kris hanya mengangguk ringan. Keduanya diam dalam lift menuju taman.

Kai berumur 8 tahun itu masih sibuk berbicara banyak diatas kasur dengan Lordnya yang bahkan tidak mendengarkannya-lebih sibuk merekam ekspresi wajah manis Kai.

"-jadi bagaimana menurut Lord?" Kai menyudahi cerita panjangnya dengan pertanyaan.

"hm?" Chanyeol hanya bergumam Tanya.

"Huee.. Lord tidak mendengarkan Kai!" Kai memukul pelan bahu Chanyeol yang malah makin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Kai yang meronta karena kesal.

"Pangeranmu mana mau menikah dengan anak kecil ingusan sepertimu, hum?" Chanyeol mencubit gemas pipi Kai.

"Aw! Biar! Kalau sudah dewasa nanti, Kai akan manis dan cantik seperti umma!" Kai cemberut. Chanyeol tersenyum dengan mata merah indahnya yang menatap pada pigura besar berisi foto Kai dalam gendongan seorang Kim Heechul.

"Saat umma kembali, umma pasti akan bangga melihat Kai yang sudah dewasa dan manis!" Kai ikut menatap pigura itu. Focus mata indahnya tertuju pada wajah cantik ummanya.

Dunia tidak tahu kemana istri pemimpin yakuza dunia itu hilang, hanya Siwon yang tahu.

Semua jejak terhapus rapih.. Kim Heechul, bagaikan hilang ditelan bumi.

Ting~

Lift berhenti tepat dilantai yang sepenuhnya merupakan sebuah taman indoor kaca yang penuh dengan bunga-bunga mawar merah.

Baik Kris maupun Chanyeol sama-sama memejamkan kedua matanya dan menghirup dalam aroma Kim Jongin yang menguar disana bersama angin yang berhembus pelan dari badai hujan diluar sana.

"Mengapa harus wangi mawar semakin semerbak dibawa angin?" Chanyeol membuka kedua kelopak matanya dan terlihatlah dua biner mata itu menyala merah dengan sorot hilang arah.

"Karena mawar yang bersanding dengan api.. akan terbakar lenyap" Kris mengatakan dengan tepat apa yang selama ini menghalangi Chanyeol.. untuk bersanding dengan Kai.

"Harus Sehun kah?" Chanyeol berjalan duluan dan berhenti pada satu kuntum bunga mawar yang mekar sempurna.

"Angin membelainya lembut, menerbangkan mahkota merah indahnya dengan hati-hati. Tidak sepertiku, sang naga yang bahkan tak mampu memetiknya dengan perlahan" Kris berjalan untuk duduk di bangku taman. Mengamati badai hujan yang melanda Berlin.

-Not Should, You Might-

Ditangan Sehun kini ada selembar kain putih yang basah oleh air hangat dalam baskom. Diusapkan pada tiap inci lekuk tubuh Kai, menyisakan kel opak-kelopak bunga mawar merah yang menghiasi tubuh indah itu.

"Jongie, semua percikan darah sudah kubersihkan, kumohon bangunlah.." Sehun mengecup puncak kepala Kai.

"Kembalilah, jangan menjadi BlackNight.. biar aku yang melindungimu" Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah manis Kai. Perlahan memejamkan mata elangnya, bibirnya kemudian menyentuh bibir lembut Kai secara hati-hati dan penuh perasaan.

"Se-Sehun?" Kai membuka kedua matanya.

Masih sendu.

"Ne" Sehun hanya menjawab singkat.

"Kau tahu.. aku mengingat sesuatu yang lain, jadi.. bolehkah aku bertanya?" Kai menatap lurus pada Sehun.

Sehun mengangguk dan mulai mengenakan kemeja hitam polos pada tubuh Kai dengan mengangkat tubuh ringan itu tanpa kesulitan sama sekali.

"Dimana aku saat usiaku 8 tahun?" Kai menarik kerah kemeja hitam Sehun tak peduli jika kancing teratas itu lepas dan memperlihatkan kulit pucatnya.

"Kau ada di villa Yakuza Kim di Hokkaido, dalam pengawasan Yakuza Kim Siwon dan Yakuza Kim Zi Tao" Sehun menahan punggung ramping Kai yang terlihat bergetar tidak kuat untuk duduk.

"Lalu.. apa yang terjadi.. pada Kris?" Kai menatap langsung pada mata tajam Sehun.

"Dia.." Sehun terlihat berfikir sejenak untuk merangkai ungkapan yang terbaik.

Dua Wu dan seorang Kim berada dalam sebuah ruang club mewah dengan CCTV yang sudah dialihkan oleh Wu Chanyeol, hacker andalan keluarga Wu. Tapi Chanyeol mengawasi dari kejauhan, di Tokyo pada sebuah apatermen sewa yang sangat tersembunyi dan tidak dapat dilacak bersama adiknya.

Kim itu tentusaja Kim Siwon, dan dua Wu itu adalah Wu Yunho dan.. Wu Kris.

Ketiganya diam dengan angkuh seperti memiliki waktu diam sebelum benar-benar berucap.

"Kurasa Kris tidak bisa. Jangan paksakan dia, Yunho-sii" Siwon meletakkan gelas winenya di meja kaca hitam ditengah ketiganya.

"Usia 15 tahun sudah cukup untuk melibatkannya dalam kasus pembunuhan.. Jaejong" Yunho bahkan menarik nafas terlebih dahulu untuk sekedar menyebut nama namja manis yang dulu menjadi istrinya.

"Tapi bukan berarti dia harus terlibat dengan wanita jalang itu secara langsung, dia terlalu berbahaya" Siwon menuangkan hingga setengah gelasnya dengan wine yang lain.

"Demi mommy.." Kris menatap namja di samping kanannya, Yunho. Yang ikut membalas tatapan Kris.

"Aku akan melakukan segalanya, dia harus menebus nyawa mommy dengan nyawanya sendiri.." Kris menatap tajam dengan tangan yang menggenggam erat botol vodka.

PYARRRSSSZZZ...!

Pecahan botol itu tersebar di meja, lantai, dan salah satu kursi dari tiga kursi yang ada.

Dan itu berarti..

"Dia pergi dengan cepat bersama amarahnya, dia benar-benar naga. Sama sepertimu.. Siwon sang Dragon" Yunho mengajukan gelasnya.

TINNGG~

Suara denting gelas bersulang dari kedua pemimpin kriminal dunia, menjadi pembuka takdir baru.

"Ya, dia penerus gelar Dragon ku" Siwon tersenyum ketika keduanya tandas menghabiskan cairan merah dalam indahnya gelas bening berkilau.

Kris adalah naga. Dia berlari bersama amarahnya, bersama keangkuhannya, bersama segala wibawanya menghancurkan segala yang ada dihadapannya.

Dia ada untuk itu semua.

Dia dilahirkan untuk menjadi penyerang pertama.

Dan dia siap untuk gugur pertama kali.

-Not Should, You Might-

TBC

Hayooooo…!

Siapa yang dulu bilang Kris jahat? Entar kena karma loh, hehe

Kris ternyata adalah sosok baik. Terlampau baik malah. Sampai rela masuk kedalam masalah demi menyelesaikan dendam terbunuhnya Wu Jaejong, ibunya.

Merelakan cintanya pada Kai, bahkan menghancurkan masa depannya yang seharusnya bahagia bersama keluarga dan Chanyeol sebagai adiknya.

review oke?

From Bocah Lanang Hyung ^_^

Mohon support dan semangatnya ya all HunKai Shipper!