Tittle : Lie!

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Hangeng, Kim Heechul (GS), Lee Donghae, Lee Eunhyuk (GS).

Main pair : KyuMin, HanChul (Kyuhyun's parents), HaeHyuk (Kyuhyun's brother).

Genre : Hurt/Comfort/Romance

Length : Chapter's

Summary : Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dari istrinya, Cho Sungmin. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu tentang asal usul keluarganya sedangkan Sungmin sendiri tinggal dipanti asuhan sejak bayi?

.

.

Oh Pheonix present

.

.

.

.

p.s disarankan untuk membaca chapter sebelumnya agar tidak bingung dengan jalan cerita. Terima kasih

.

.

Previous...

"Oh? Sunbae?" Kyuhyun terkejut begitu melihat Nickhun tengah bersandar diranjangnya, ia tak menyangka jika Nickhun sudah sadar.

Nickhun tersenyum lemah dan menatap Kyuhyun yang duduk disamping tempat tidurnya. "Bagaimana keadaan Sungmin dan bayinya?"

Kyuhyun ikut tersenyum dengan tipis saat Nickhun malah mengkhawatirkan keadaan istrinya dibanding dirinya sendiri, "Mereka berdua baik-baik saja, kau seharusnya juga mengkhawatirkan dirimu sendiri, sunbae."

"Aku tidak bisa tenang begitu saja, calon cucu pewaris keluarga Cho harus sehat apapun yang terjadi." Guraunya. Kyuhyun tersenyum.

"Terima kasih banyak atas bantuanmu, sunbae. Aku berhutang padamu." Ujar Kyuhyun tulus, Nickhun mengibaskan tangannya dengan santai.

"Tidak perlu berterima kasih, Kyuhyun-ah." Sahut Nickhun, "Jadi, bagaimana rencanamu selanjutnya untuk wanita itu?" tanyanya.

Kyuhyun merubah ekspresi wajahnya begitu mendengar pertanyaan dari Nickhun. "Aku tidak akan pernah melepaskannya. Dia harus ada untuk membalas penderitaan Sungmin!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sungmin mengerucutkan bibir mungilnya kala melihat Kyuhyun tak menggubris permintaannya. Sementara itu, Kyuhyun masih menyampirkan sesendok sarapan pagi Sungmin yang ditolak mentah-mentah.

"Aku mau pulang!"

"Kau belum boleh pulang sampai keadaanmu dan baby baik-baik saja."

"Tapi aku dan baby sudah sehat, Daddy!"

"Aniyo."

"Aaaaaaaaa~" Sungmin melenguh kecewa mendapati suami tampannya kembali menolak permintaannya untuk pulang kerumah daripada menginap dirumah sakit.

Kyuhyun tersenyum tipis melihat Sungmin merajuk, laki-laki itu menaruh mangkuk bubur Sungmin dinakas dan beranjak meninggalkan Sungmin.

"Mau kemana?" tanya Sungmin, Kyuhyun menoleh dan menggendikkan bahunya.

"Kau tidak mau makan, jadi aku keluar saja.."

"Kenapa keluar?!"

"Karena seseorang tidak ingin aku ada disini... jadi lebih baik aku keluar saja."

"Kyuuuuuuuuu..." Sungmin kembali merengek, membuat Kyuhyun gemas dan mencubit sebelah pipinya.

"Jadi, makan atau tidak?"

Sungmin mengangguk dengan bibirnya yang merengut sebal. Kyuhyun tersenyum dan mengacuhkan sikelinci manis itu sambil tetap menyuapinya dengan telaten. Sesekali lelaki itu tersenyum saat Sungmin meliriknya dan memalingkan wajahnya karena sebal. Momen keduanya terusik saat sang ibu, Heechul datang dengan langkah tergesa-gesa.

"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Heechul, Hangeng dibelakangnya hanya tersenyum simpatik.

"Sudah lebih baik," Sungmin mengangguk imut, "Dimana Eunhyuk eonni dan Donghae oppa?"

Heechul sempat terlebih dahulu menoleh kebelakang sebelum menjawab pertanyaan menantu bungsunya dengan senyuman lebar, "Mungkin tertinggal dibelakang," cengirnya, "Chaa~ Sekarang biar Umma yang menyuapimu. Kyuhyun harus pulang dan berganti pakaian. Kau juga belum makan kan sayang?"

Kyuhyun mengangguk, ia menyodorkan mangkuk berisi bubur kepada sang ibu dan mengecup sayang pipi serta kening Sungmin sebelum keluar dari ruangan.

"Aku pulang dulu, minum vitaminmu setelah makan dan istirahat yang cukup agar bisa segera pulang, mengerti?"

"Eung!" Sungmin mengangguk dengan senyuman lebarnya dan melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian Kyuhyun.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan sedang menggosok rambutnya dengan handuk kecil saat ponselnya yang tergeletak dinakas berdering. Lelaki itu mengambil ponselnya dan mengernyit saat melihat panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenal.

"Halo?" sapa Kyuhyun, memutuskan untuk mengangkat telepon dengan asumsi mungkin kliennya yang menelepon.

"Aku merindukanmu~" terdengar suara manja diseberang sana yang membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya, ia seperti mengenal suara ini. "Bisakah kita bertemu, sayang?"

"Victoria?" gumsm Kyuhyun, diseberang sana, Victoria tersenyum girang.

"Kau mengingat suaraku!" pekiknya gembira, "Aku saaaangat merindukanmu, Kyu~"

Kyuhyun berdecih pelan dan memutar bola matanya dengan malas, namun ia tidak menyia-nyiakan umpan yang sudah diberikan oleh wanita iblis itu.

"Baiklah, aku akan menemuimu."

"Benarkah? Aku akan menunggumu di restoran langganan kita. Sampai jumpa disana, sayangku~"

Kyuhyun menutup sambungan ponselnya dan segera mendial nomer Donghae yang saat ini berada dirumah sakit.

"Halo? Ada apa, Kyu?"

"Hyung," panggil Kyuhyun, "Aku butuh bukti itu sekarang, wanita itu ingin bertemu denganku."

"Kau yakin?"

"Ya."

"Baiklah, aku akan menyerahkan salinannya padamu dan menghubungi polisi."

"Terima kasih, hyung."

Kyuhyun kembali menutup sambungan ponselnya dan segera mengirim pesan pada seseorang yang sedang berada dirumah sakit juga. Setelahnya ia bergegas mengganti bajunya dan pergi ketempat yang sudah disepakati.

~o0o~

Victoria, wanita berbalut sebuah dress panjang dengan belahan dada rendah itu sudah duduk manis disalah satu ruang VIP restoran mewah disana dengan memegang sebuah gelas berisikan wine. Wanita itu tersenyum angkuh dan menggoyangkan gelasnya dengan pelan.

"Lee Sungmin.." gumamnya, "Mungkin dia akan terkejut saat tahu suaminya ada disini nanti. Aku harus merekam desahanku dan mengirimkan itu padanya." Lanjutnya setengah geli.

Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka menampilkan seorang pelayan yang mengantarkan Kyuhyun keruangan itu. Victoria tersenyum senang dan segera berdiri memeluk Kyuhyun yang terlihat risih.

"Aku merindukanmu, sayang~"

"Lepaskan, Vic."

Victoria cemberut mendengar nada sinis Kyuhyun, "Tapi aku merindukanmu, kau tidak merindukanku?"

"Satu-satunya yang kurindukan hanyalah istriku, bukan kau." Tukas Kyuhyun, "Aku datang kesini untuk memberitahu padamu bahwa apapun yang kau lakukan untuk memintaku kembali. Itu tidak akan berhasil."

"Istrimu?" wanita itu bertanya dengan nada mengejek, "Dia hanya gadis SMA dan tidak berpengalaman. Kau bilang kau jatuh cinta padaku, dan tidak ingin kehilangan aku?"

"Itu dulu, sebelum kau menghianati apa yang sudah kita sepakati, sekarang kita hidup didunia masing-masing. Dan kau tidak ada diduniaku."

Victoria berdecih, "Aku tidak menyangka kau bisa sebegini dinginnya padaku hanya karena gadis ingusan itu."

Kyuhyun membalas decihan wanita itu dengan seringaian yang tampak disenyumnya, "Dia bukan sekedar hanya." Gumam Kyuhyun, "Tapi dia adalah seluruh hidupku."

"Tapi aku yang mencintaimu, bukan dia!"

"Cinta?" sebuah suara menginterupsi kedua orang itu, terlihat daun pintu yang mulai terbuka dan menampakkan wajah tampan khas Asia yang membuat wanita satu-satunya disana terkejut setengah mati.

"K-k-kau.."

"Maaf harus menginterupsi pembicaraan kalian, tapi aku kesini, hanya ingin meminta apa yang sudah menjadi hakku."

"Apa maksudmu?" tanya Victoria berang, laki-laki itu tersenyum tipis dan membuka sebuah map berwarna biru yang dipegangnya.

"Song Qian, alias Victoria Song. Yang sudah menyalahgunakan pengaturan saham pada Locks Coorperation dan menjual 16% saham secara ilegal demi kepentingan pribadi. Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan dengan perusahaanku?!"

Nickhun, laki-laki itu mengeluarkan amarahnya yang sedari tadi ditahan dan melemparkan map itu pada Victoria. Membuat wanita itu tersenyum remeh.

"Ah~ Saham itu.. Aku melakukannya karena kau bilang itu milikku."

"Aku memang bilang begitu, saat aku masih dibutakan oleh kepalsuamu. Dan jika kau ingat, aku hanya baru mengatakannya lewat lisan, bukan memindahtangankan hak milik saham itu padamu. Aku belum pernah menandatangani nya omong-omong." Balas Nickhun puas.

Sekilas, wanita dengan dress merah marun itu terkesiap dengan penuturannya, memang benar belum ada pemindahtanganan yang sah atas saham yang telah Victoria jual pada orang lain, namun ia segera menutupinya dan merengkuh sebelah lengan Kyuhyun –yang sedari tadi terdiam- dengan sombong.

"Aku akan mengganti saham milikmu itu karena aku punya Kyuhyun, kau tidak perlu khawatir dan akan ku pastikan aku akan menuntutmu dengan kasus pencemaran nama baik. Iya kan, sayang?" Victoria menoleh manja dan menggesekkan kedua payudaranya pada lengan Kyuhyun yang mengernyit jijik.

"Aku tidak pernah setuju akan hal itu," gumam Kyuhyun sarkatis, melepaskan rengkuhan Victoria dengan kasar, "Dan aku datang kesini hanya ingin menekankan sekali lagi padamu. Jangan pernah ganggu kehidupanku karena kita sudah berakhir." Lanjutnya lagi dengan nada dingin.

"Kau tidak bisa memutuskan begitu, karena aku yang harusnya memutuskan!" bentak Victoria.

Kyuhyun mendengus. "Kau sudah memutuskan!" geramnya, "Kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita dulu dan kau memilih Nickhun saat itu, lalu sekarang kau bilang kau ingin memutuskan? Licik sekali, Nona Song."

"Apa?"

"Kita akan menyelesaikan ini semua dimeja hijau, Nona." Sebuah suara lain menginterupsi keterkejutan saru-satunya wanita disana, wanita itu menoleh dan menemukan Donghae –kakak Kyuhyun- dan dua orang anggota kepolisian datang dan menerobos masuk keruang VIP itu.

"Apa-apaan ini?!" bentak Victoria tidak terima.

Salah satu anggota polisi yang datang bersama Donghae maju dan menyerahkan sebuah amplop ke tangan wanita itu yang langsung merampas dengan kasar.

"Nona Song Qian, alias Victoria Song. Anda kami tahan atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap saudari Lee Sungmin. Untuk itu, mohon ikut kami guna penyelidikan lebih lanjut dikantor."

Victoria meremas surat perintah penangkapan itu dengan gemas dan memandang satu persatu orang disana dengan wajah marah, "Aku tidak pernah melakukannya!"

"Ya, kau memang tidak melakukannya secara langsung," sahut Kyuhyun, "Tapi kau melakukannya melalui Zhang Yixing, dia adik tirimu kan?"

"Tidak!"

"Yixing sudah mengakui semuanya dikantor polisi dan dia mengatakan bahwa kau yang menyuruhnya menabrak Sungmin tempo hari." Ujar Kyuhyun geram.

"Kami mohon kerjasama anda untuk sukarela mengikuti kami melakukan pemeriksaan dikantor, Nona Song." Ujar polisi ber-name tag Kim Min Jung itu, dan segera menahan kedua tangan Victoria sebelum wanita itu sempat menyadarinya.

"Tidak! Lepaskan aku!"

"Ku pastikan kau akan mendekam disana selama mungkin." Desis Donghae, Victoria balas menatap lelaki sulung keluarga Cho itu dengan pongah, "Kau salah jika bermain-main dengan keluargaku."

"Lepaskan aku! Cho Kyuhyun! Nickhun! Kalian brengsek!"

Kyuhyun, Nickhun, dan Donghae tidak mengindahkan panggilan kasar Victoria yang makin menjauh keluar dari restoran diiringi beberapa tatapan ngeri dari pengunjung dan pegawai disana. Bahkan manajer yang menaungi restoran itu datang menghampiri ketiga lelaki itu dengan wajah linglung.

"Maaf, Tuan-Tuan, apakah ada kesalahan atau ada yang tidak beres?" tanyanya sopan meski raut wajahnya diliputi kebingungan luar biasa.

Kyuhyun tersenyum tulus, "Maafkan kami atas ketidaknyamanan ini, aku akan mengganti seluruh kerusakan dan kekacauan yang kami buat."

"Y-ya, Tuan. Kami tidak apa-apa. Hanya saja..."

"Tidak perlu dipikirkan, wanita itu memang sudah menjadi incaran polisi," Donghae menyela dengan senyuman manis dan diangguki oleh Nickhun.

Manajer restoran itu sempat memandang ketiga lelaki tampan disana dengan ragu namun pada akhirnya mengangguk dengan senyum tipis.

.

.

.

.

.

Setelah menyelesaikan beberapa kekacauan yang mereka sebabkan direstoran tadi, ketiga lelaki itu mulai mendiskusikan apa-apa saja yang harus dilakukan.

"Kurasa Victoria akan mendapar hukuman yang berat, mengingat banyaknya tuntutan yang diajukan untuknya." Ujar Donghae.

Kyuhyun mengangguk, "Aku berharap dia mendapat hukuman dideportasi dari Korea Selatan agar aku tidak perlu lagi berurusan dengannya."

"Dan kupastikan juga dia tidak akan menginjakkan kakinya di Thailand karena sudah membuat perusahaan ku hampir bangkrut karena ulahnya," lanjut Nickhun geram.

Kyuhyun menepuk bahu Nickhun, "Setelah ini, apa yang akan kau lakukan, sunbae?"

"Aku akan mengikuti persidangan Victoria sampai selesai dan setelah itu kembali ke Negara ku. Karena ku pikir aku sudah tidak punya urusan lagi disini."

Donghae dan Kyuhyun mengangguk. "Sesekali berkunjunglah kesini.." ujar Donghae sembari tersenyum, Nickhun mengangguk.

"Sampaikan salamku untuk Sungmin, aku harus kembali dulu ke Thailand besok untuk mengurus beberapa hal."

"Ya, akan kusampaikan. Dan sekali lagi aku mengucapkan terima kasih padamu, sunbae. Karena kau, istri dan calon buah hatiku baik-baik saja." Ujar Kyuhyun tulus, Nickhun mengangguk dan memeluk Kyuhyun sekilas sebagai salam perpisahan, dengan Donghae sekali.

"Sama-sama..."

.

.

.

.

.

.

1 tahun kemudian..

Bayi laki-laki berusia 6 bulan itu masih saja aktif berguling kesana kemari di karpet bulu dengan mainan yang sengaja ditebar oleh orang tuanya, sang ibu masih sibuk membuat bubur untuk dimakan oleh sang bayi yang baru saja menyelesaikan ASI eksklusifnya.

"Sunghyunnie~ waktunya makan..." dan teriakan merdu wanita yang ia panggil ibu membuat bayi itu mendongak dan menunjukkan senyuman lebarnya pada sang ibu.

"Mamamam!"

"Ya, Sunghyunnie harus makan sekarang, habiskan, oke?" ujar sang ibu dengan lembut.

Wanita itu memindahkan bayi bernama Sunghyun dari karpet bulu menuju baby chair-nya, dengan segera wanita itu memasangkan baby napkin pada sang anak yang tengah mengerjap polos memperhatikan sang ibu.

"Aaaaaa~" satu suapan kecil menghampiri mulut Sunghyun dan bayi itu menyambutnya dengan antusias, mengundang senyuman gemas dari wanita didepannya.

Sunghyun, nama lengkapnya Cho Sunghyun. Lahir dari pasangan Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tepat 6 bulan yang lalu dalam keadaan sehat dan normal. Bayi gembul itu membawa banyak kebahagiaan, bukan hanya untuk orang tuanya, namun juga untuk seluruh keluarga Cho. Dan berselang 2 bulan sebelum Cho Sunghyun lahir. Eunhyuk dinyatakan hamil dan membuat kebahagiaan keluarga Cho semakin semarak.

Dan disanalah wanita hamil itu berada, duduk dengan hati-hati disofa dengan Donghae yang setia menemaninya. Kehamilan Eunhyuk sudah memasuki tri semester akhir dan tinggal menunggu hari kelahiran saja.

Sungmin, wanita yang sedari tadi menyuapi Sunghyun menoleh dan tersenyum mendapati Donghae begitu siaga menjaga istrinya.

"Halo, jagoan!" sapa Donghae pada Sunghyun, bayi itu tertawa-tawa menunjukkan dua giginya yang tumbuh malu-malu dan menepuk-nepuk babychair nya dengan antusias.

"Apa umma belum pulang?" tanya Eunhyuk, Sungmin menggeleng dan kembali memberikan satu suapan untuk anak semata wayangnya.

"Mungkin umma bertemu dengan teman-teman lamanya dan mengobrol, atau mungkin mampir kekantor appa."

Eunhyuk mengangguk, wanita hamil itu tahu bahwa sang ayah mertua dan adik iparnya sering bekerja sedikit lembur karena Donghae sedang mengambil cuti untuk menjadi ayah siaga. Dan biasanya sang ibu mertua akan mengunjungi suami dan anak bungsunya untuk sekedar memberikan bekal makan siang.

Satu tahun memang telah berlalu dan kehidupan keluarga Cho perlahan-lahan mulai kembali normal, kasus Victoria selesai dalam waktu dua bulan dan wanita gila itu dideportasi dari Korea sesuai harapan Kyuhyun. Victoria juga mendapatkan hukuman penjara karena kasusnya dilimpahkan dipengadilan Guanzhao.

Nickhun sendiri sudah kembali ke Thailand tepat setelah ia mengabarkan pada Kyuhyun tentang vonis yang diterima wanita gila harta itu. Dan Kyuhyun tidak bisa tidak tersenyum lega dan memeluk Sungmin dan memberi tahu keluarganya.

Kebahagiaan mereka bertambah dengan pengumuman kehamilan Eunhyuk, dan sekarang kehadiran Sunghyun dan calon buah hati Donghae-Eunhyuk akan segera meramaikan kembali rumah keluarga Cho.

Kyuhyun memilih untuk tinggal bersama dengan kedua orangtuanya bersama dengan sang kakak dan membiarkan rumah yang dulu ia tempati bersama Sungmin dirawat oleh beberapa pelayan yang setia. Kyuhyun hanya akan sesekali kesana bersama Sungmin dan Sunghyun hanya untuk membiasakan anak itu.

"Daddy pulaaangg~"

"Dadadadada!"

Donghae, Eunhyuk dan Sungmin menoleh kearah pintu dan menemukan Kyuhyun yang sedang tersenyum melihat betapa antusiasnya Sunghyun begitu mendengar suaranya. Bayi laki-laki itu mengoceh dan menepuk-nepuk pipi ibunya yang sedang membersihkan sekitaran mulut dan dagu anak itu sebelum akhirnya sang ayah mengambilnya dari babychair.

"Aigo~ Sunghyun merindukan Daddy?"

Sunghyun menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan ocehan bayinya beserta cengiran lebar dan Kyuhyun yang terlanjur gemas menciumi Sunghyun dengan brutal, Sungmin tersenyum dan membereskan peralatan makan Sunghyun.

"Apa umma datang kekantor, Kyu?" tanya Donghae, Kyuhyun menoleh dan mengangguk.

"Ya, umma dan appa sedang didepan. Kami pulang bersama tadi."

"Dadadada!" Sunghyun mengemut lengan bajunya yang panjang dan menatap Kyuhyun dengan binar polosnya, membuat Kyuhyun kembali gemas dan menghadiahi satu kecupan dihidung mungilnya.

"Apa Sunghyun jadi anak baik selama Daddy tinggal, heum?" tanya Kyuhyun, Sunghyun belum mengerti pertanyaan Kyuhyun, namun ia memberikan senyuman lebarnya dan membuat ibunya yang saat itu datang dengan susu botol ditangannya tersenyum.

"Sunghyun jadi anak baik, Daddy!" Sungmin menjawab dengan artikulasi khas anak kecil untuk mewakili anaknya.

Eunhyuk yang melihat pemandangan itu tersenyum dan melenguh iri, "Uhh~ aku tidak sabar menunggu dia lahir... Baby, cepatlah lahir dan bertemu umma dan appa.."

"Dia akan lahir secepatnya sayang.." jawab Donghae sayang.

"Umma pulaanggg~"

Dua keluarga kecil itu menoleh dan menemukan Heechul membawa beberapa paper bag yang mereka yakini berisi mainan dan pakaian bayi. Wanita yang sebentar lagi akan mempunyai dua cucu itu memang gemar sekali berbelanja untuk kedua cucu nya.

"Kali ini apalagi, umma? Mainan Sunghyun sudah sangat banyak dan dia bahkan belum mengerti memainkan itu semua." Keluh Kyuhyun, Sungmin tersenyum dan mengusap bahu suaminya dengan prihatin.

"Ya, dan aku pikir sudah cukup banyak pakaian dan perlengkapan bayi yang kami punya hingga umma tidak perlu menyetoknya." Tukas Donghae.

Hangeng yang baru masuk hanya mengendikkan bahunya dengan pasrah dan duduk di sofa melepas rasa penatnya. Memilih untuk memperhatikan perdebatan sang istri dengan dua jagoannya itu.

Heechul berdecak dan menatap kedua anaknya dengan galak, "Apa yang salah? Umma hanya melihat mainan itu bagus untuk cucu pertama umma, dan pakaian itu akan cocok untuk cucu kedua umma. Kalian ini."

"Tapi tidak sekarang umma.."

"Setidaknya nanti saat anakku lahir dan bisa mengerti apa yang telah dibelikan oleh neneknya."

"Aish, jinjja! Hannie!"

Kyuhyun dan Donghae secara bersamaan memutar bola matanya dengan malas dan mengabaikan tawa pelan sang istri, melihat ibunya merajuk dan menggunakan sang ayah sebagai senjata hanya akan menambah panjang masalah.

"Turuti saja apa yang dibilang ibumu." Hangeng jelas sedang tidak ingin berdebat dan lebih memilih jalur aman untuk dirinya.

Dalam kurun waktu satu tahun, memang telah banyak yang berubah. Berbagai masalah yang keluarga itu hadapi memang tidak mudah.

Dimulai dari kejadian naas orang tua Sungmin yang menjadi incaran psikopat bernama Jung Yunho, Sungmin yang sengaja dititipkan dipanti asuhan demi keselamatannya hingga anak itu mengira ia tidak mempunyai orang tua. Pertemuan yang sengaja diatur Kyuhyun saat Sungmin berumur 16 tahun dan menikahinya di usia 18 tahun dan masih menyandang sebagai siswi.

Lalu terbongkarnya rahasia bahwa sebenarnya Kyuhyun tahu siapa orang tua Sungmin dan wasiat sang ayah mertua. Juga bentuk pemberontakan Sungmin yang mengakibatkan perang dingin mereka selama 3 bulan. Kyuhyun bahkan masih ingat saat Sungmin diketahui mengandung dan masa ngidamnya yang tidak jauh dari kata 'manis'. Tapi syukurlah mereka berhasil menyelesaikan masalah mereka dan kembali rujuk seperti sebelumnya.

"Apa yang kau lamunkan?" Kyuhyun tersentak saat Sungmin menepuk pelan pipinya, dilihatnya Sunghyun yang sudah berpindah tangan dipangkuan Sungmin dan bocah imut itu sedang fokus menghabiskan susunya dan mulai terpejam.

Kyuhyun tersenyum dan merangkul sang istri kedalam dekapannya, "Aku hanya memikirkan kenangan kita dulu, saat kau masih membenciku karena aku berbohong padamu."

Sungmin menegang, Kyuhyun bisa merasakannya namun ia mendekap sang istri lebih erat dan menciumi pelipis Sungmin, "Jangan dipikirkan. Itu sudah berlalu.."

"Umma bersyukur karena anak-anak umma mempunyai istri yang cantik dan juga baik hati..." Heechul berucap tiba-tiba, rupanya ia mendengar apa yang dikatakan oleh Kyuhyun. Wanita itu tersenyum tulus pada Sungmin, "Dan umma benar-benar minta maaf karena kami semua sempat menutupi kebenaran padamu, sayang..." ujarnya lagi pada Sungmin.

Sungmin tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Itu sudah berlalu, umma.. aku mencoba untuk melupakan semuanya dan memulai hidup baru."

"Tapi tetap, kau tidak boleh melupakan mendiang orang tuamu, sayang. Kau tahu kalau mereka sangat mencintaimu." Tukas Hangeng lembut, Sungmin mengangguk dan setetes liquid bening jatuh dipipinya tanpa ia sadari.

"Aku mengerti, appa."

"Kami menyayangimu, Min..."

Donghae dan Eunhyuk ikut tersenyum untuk memberikan sokongan semangat pada Sungmin, mereka semua tahu, bagaimana beratnya hidup Sungmin yang tidak mengenal kedua orang tuanya sama sekali dan hidup dalam bayang-bayang meski mereka tetap mengawasinya.

Sungmin juga tersenyum dan memeluk Sunghyun yang sudah tertidur pulas dengan erat, menumpahkan luapan kebahagiaannya pada sang buah hati.

"Mommy's love you, baby..." bisik Sungmin lirih. Kyuhyun tersenyum dan ikut berbisik lirih.

"Daddy's love you too..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_END_

Fiuhhh~~ akhirnya satu lagi ff yang terselesaikan di karya pheo.

Oke readers, apa kabar? Pheo pergi terlalu lama ya? Maafkan pheo

Ada beberapa alasan kenapa pheo pergi terlalu lama, selain karna kehidupan real life, pheo juga sempet mengalami stuck idea. Dimana pheo berpikir untuk tidak melanjutkan dunia ini karna gak sanggup.

Tapi pheo berpikir lagi, pheo gak bisa berenti begitu aja. Hampir 2 tahun terjun di ffn dan pheo pikir pheo masih ingin ngelanjutin dunia ini, meski kebagi sama dunia nyata pheo.

Alasan lain, pheo minta maaf kalo pheo meng-kkeut ff Lie ini sampe disini, pheo pikir gak ada lagi yang harus dibahas dan pheo gak ingin kembali php, jadi pheo memutuskan chapternya berakhir disini.

Semoga readers semua bisa suka dengan ending ceritanya.

Pheo pasti akan tetap mengeluarkan karya2 baru, pheo harap readers-nim masih setia menunggu karya pheo yang abal-abal ini.

Terima kasih untuk semua pembaca, pe-review yang sudah setia menanti ff ini bahkan ada yang mengirimkan pesan pribadi, pheo menghargai itu meski pheo belum bisa menyebutkan satu persatu. Terima kasih banyak semuanya...

Nd last, siapapun yang mau berteman sama pheo, mungkin bisa memfollow pheo dilaman akun instagram dan wattpad.

Sebenernya ada rencana untuk pindah ke wattpad, tapi pheo masih mempertimbangkan. Jadi untuk sementara, pheo akan hiatus dulu.. okay? Pheo akan kembali secepatnya ..

Sayonara readers-nim, sampai jumpa di ff selanjutnya

Instagram : deviarodivan

Wattpad : devioh_

.

.

.

Oh Pheonix

2018