WARNING : CHAPTER INI SANGAT PANJANG, TYPO IS ALWAYS~~
Akan sedikit membosankan, maaf jika mengecewakan..
Chap 8C
BGM : Saranghae – Jin BTS
Closer – Oh My Girl
Happy reading guys~~ :*
Jadwal pameran sudah semakin dekat. Hari ini akan diadakan GR sebelum pameran benar-benar berlangsung. GR akan dilakukan pukul 10 pagi dan Kyungsoo masih di rumah tentu saja. Para pegawainya mengatakan jika sisa baju sudah dibawa ke tempat pameran dari kemarin. Bahkan Yeri mengabarkan jika Kyungsoo tidak perlu buru-buru ke tempat pameran karena Yeri akan datang lebih dulu untuk mengeceknya.
Lovy sedang bermanja-manja dipangkuan grandpanya karena masih sedikit marah dengan Kyungsoo karena ia dibawa pulang dan tidak jadi menginap di apartemen Sehun uncle. Kyungsoo bahkan harus merayu Lovy saat meminta gadis itu untuk memperagakan salah satu busana di pameran nanti. Permintaan Sehun karena Lovy akan sangat cocok memperagakan desain andalan Kyungsoo begitu alasannya. Dan Lovy dengan mudah mengiyakan ketika Sehun yang berbicara dengan gadis itu di telepon kemarin.
"Ada yang menganggu pikiranmu sayang?" Baekhyun duduk di sebelah Kyungsoo yang sedang termenung di meja makan.
"Hmm, tidak eomma aku baik-baik saja" jawab Kyungsoo dengan memaksa seulas senyum.
"Aku sudah menjadi eommamu lebih dari 20 tahun jadi aku tahu putriku sedang berbohong atau tidak" Baekhyun memberikan usapan lembut di punggung putrinya.
"Hanya sedang berpikir apa semua akan baik-baik saja" Kyungsoo menyandarkan kepalanya di pundak sang eomma.
"Semua akan baik-baik saja. Bersiap-siaplah sudah pukul 9 biar eomma yang membantu Lovy bersiap" Kyungsoo menutup matanya sebentar menikmati kecupan di dahinya dari sang ibu. Ibu memanglah tempat paling mujarab jika untuk menenangkan diri.
Kyungsoo menyeret kakinya menuju kamarnya dengan sedikit malas. Dia sangat gugup dan beberapa hari ini kejadian dengan Sehun tempo hari cukup menganggunya. Sepeninggalan Kyungsoo, Baekhyun membawa Lovy untuk bersiap.
Kyungsoo turun bersama Lovy saat appanya juga sudah bersiap. Hari ini Chanyeol memaksa untuk mengantar Kyungsoo dan Lovy. Setelah mendengar cerita Baekhyun bahwa Kyungsoo sedang gugup Chanyeol melarang Kyungsoo yang awalnya akan membawa mobil sendiri. Chanyeol juga meminta Kyungsoo untuk minta jemput jika sudah selesai nanti. Lovy menolak duduk dengan Kyungsoo dan memilih duduk di kursi depan di samping Chanyeol. Lovy yang marah akan sangat mirip dengan Kyungsoo. Lovy boleh memiliki wajah mirip sang appa tapi jika sifat Kyungsoo mewariskan seluruhnya ke Lovy berserta warna kulit tentu saja.
"Kyung, kau baik-baik saja sayang?" tanya sang appa, pertanyaan yang persis seperti eommanya.
"Hmm, Iam fine" jawab Kyungsoo pendek
"Di saat-saat seperti ini kau memang harus fokus sayang, akan banyak kendala yang datang tiba-tiba. Semua akan baik-baik saja, appa tau kau gugup untuk pameran perdanamu tapi bukan berarti meminta maaf pada Lovy kau lupakan sayang" Kyungsoo menundukkan kepalanya mendengar ucapan sang appa. Kyungsoo baru sadar sejak kejadian itu dia belum mengucapkan maaf dan menjelaskan sesuatu pada Lovy.
"Kendala itu tidak hanya datang dari luar tapi juga bisa datang dari dalam dirimu sendiri Kyungie. Aku yakin anak appa paham maksud appa, jangan memendamnya sendiri sayang ada appa dan eomma yang siap mendengarkanmu"
"Aku akan menceritakan semuanya saat pameranku selesai appa, aku akan menfokuskan untuk pameranku dulu" akhirnya Kyungsoo bersuara membuat Chanyeol menarik ujung bibirnya menjadi sebuah senyuman.
"Hmm, lakukan yang terbaik sayang" sekali lagi Chanyeol menyemangati putrinya. Kyungsoo hanya mengangguk mengiyakan.
Chanyeol mengantar Kyungsoo dan Lovy hanya sampai depan gedung Coex Convention & Exhibition Center. Kyungsoo memeluk appanya sebentar sebelum Chanyeol benar-benar pergi. Kyungsoo selalu bersyukur bahwa dirinya selalu di kelilingi orang-orang yang menyayanginya. Kyungsoo mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Lovy yang baru masih melambaikan tangannya pada Chanyeol.
"Lovy-ya.." Lovy menoleh dan melihat mommynya.
"Lovy masih marah dengan mommy?" Kyungsoo mengarahkan pandangan Lovy kepadanya saat gadis itu mulai mengabaikan Kyungsoo.
"Lovy tau kenapa mommy membawa Lovy pulang malam itu karena Sehun uncle ada urusan mendadak. Mommy tidak mungkin meninggalkan Lovy sendiri begitu juga Sehun uncle. Jadi mommy membawa Lovy pulang" Kyungsoo mencoba menjelaskan kepada putrinya yang masih saja bungkam.
"Lovy-yaa~~ maafkan mommy heum?" Lovy hanya mengangguk tapi masih enggan menatap Kyungsoo, Lovy memilih untuk menunduk.
"Lovy tidak ikhlas memaafkan mommy. Hari ini dan besok mommy benar-benar meminta bantuan Lovy. Lovy harus membantu mommy untuk memakai gaun rancangan mommy dan melakukan fashion show. Lovy-yaa..." belum selesai Kyungsoo berbicara Lovy sudah menubruknya dan memeluknya erat.
"Mommy Lovy maafkan" lirih Lovy membuat Kyungsoo tersenyum. Kyungsoo memberikan kecupan sayang di kening gadisnya. Lovy bahkan membalasnya dengan memberikan kecupan di pipi Kyungsoo.
"Lovy mau memakai baju mommy asalkan Lovy harus cantik" Lovy mengandeng tangan Kyungsoo dan mengajak Kyungsoo untuk segera memasuki gedun g Coex.
Lovy melepaskan genggaman di tangan Kyungsoo begitu mata elangnya menangkap sosok dengan setelan jas kantor yang sedang berbicara dengan seseorang. Gadis itu berlari dan langsung memeluk sosok itu. Kyungsoo yang tertinggal di belakang hanya bisa tersenyum melihat putrinya yang sangat antusias jika sudah bertemu dengan Wu Sehun. Iya sosok itu adalah Sehun.
"Aku tidak tahu harus iri atau tidak, tapi kalian berdua seperti memiliki radar sendiri" kata Kyungsoo begitu jaraknya dan Sehun sudah dekat. Orang yang berbicara dengan Sehun sudah pergi semenjak kedatangan Lovy.
"Noona benar kami memiliki ikatan batin yang kuat" Sehun mengusak rambut Lovy yang saat ini sedang berdiri di samping Sehun.
"Terserah kau saja" balas Kyungsoo pendek namun tersenyum
"Lovy-ya, kita akan kesana. Lovy harus mencoba berjalan disana" tunjuk Kyungsoo pada catwalk yang berada ditengah-tengah ruangan itu. Lovy mengangguk dan mengandeng tangan ibunya meninggalkan Sehun begitu saja. Tapi baru beberapa langkah gadis itu menoleh melihat Sehun yang saat ini sedang sibuk dengan ponselnya.
"Uncleee, unclee you must see mee" teriak Lovy membuat Sehun tersenyum dan mengacungkan jempol.
Lovy melakukan dengan sangat baik gadis itu membuat beberapa staff dan beberapa model yang datang dalam proses GR gemas terkecuali Wu Sehun yang sekarang sudah seperti fanboy seorang Kim Lovely. Bahkan Sehun langsung menculik Lovy setelah gadis itu selesai dengan sesinya. Kyungsoo sempat panik dan mendesah lega begitu Sehun mengatakan bahwa Lovy sedang bersamanya membeli es krim. GR Lovy sengaja di dahulukan sebelum gadis itu kehilangan moodnya.
Kyungsoo masih mengurus beberapa model yang lain saat Lovy kembali bersama Sehun. Suasana begitu ramai dengan banyaknya para staff, model serta para desaigner yang tergabung dengan pameran tersebut. Musik yang memilki beat cepat diputar sebagai latar para model yang sedang berlenggak lenggok. Kyungsoo yang sedang berkonsentrasi dengan daftar bajunya menoleh ke belakang saat Yeri memintanya menoleh ke belakang. Kyungsoo benar-benar terpaku melihat apa yang ia lihat. Kalian ingin tahu?
Ada Lovy dan Sehun.
Menari.
Yup, lagu yang di putar merupakan lagu salah satu girlgroup yang sedang populer saat ini. Lovy mengikuti gerakan persis seperti gerakan dance yang asli, dengan Sehun yang juga mengikutinya. Pria itu melupakan tangan terlukanya. Saat lagu sudah tidak di reff, Lovy dan Sehun akan kompak menari dengan freestyle.
"Mereka sangat lucu eonni" ucap Yeri mengomentari Lovy dan Sehun yang sepertinya benar-benar tidak peduli sedang dimana mereka berada. Kyungsoo melihat sekelilingnya dan menemukan semua mata memandang ke arah partner in crime itu.
Buah tetaplah buah, buah tidak mungkin jauh dari pohonnya memang. Kyungsoo harus menerimanya. Bagaimanapun Lovy juga milik Kim Jongin ada darah laki-laki itu pada diri Lovy. Kim Jongin sangat pandai menari dan Lovy menurun soal kemampuan itu. Satu lagu sudah habis dan tepuk tangan riuh terdengar di telinga Kyungsoo. Lovy dan Sehun sudah bertos ria. Kyungsoo ikut bertepuk tangan dan menampilkan senyumnya.
"Waah mereka sangat lucu dan serasi"
"Apakah itu putri tuan Wu?"
"Bukankah itu putri salah satu desaigner kalau tidak salah namanya Park Kyungsoo"
"Benarkah? Apa Wu Sehun dan Park Kyungsoo sepasang kekasih?"
"Park Kyungsoo itu seorang janda, beruntungnya ia mendapatkan tuan Wu yang masih perjaka"
"Apa dia memakai ilmu sihir?"
"Aku menyukai pasangan calon ayah dan calon putri itu"
Kyungsoo mendengar semuanya, Kyungsoo mendengar bisik-bisik yang ada disana saat dirinya lewat. Kyungsoo memang memutuskan untuk berjalan ke belakang panggung yang otomatis melewati banyak orang. Terserah orang mau menilainya apa, yang ada di otak Kyungsoo sekarang adalah Lovy yang terlalu dekat dengan Wu Sehun. Bahkan gadis itu menyukai apa yang Sehun sukai. Mulai dari makanan dan sekarang bakat dancenya. Kyungsoo belum mengetahui semua tentang Sehun namun melihat gerakan mereka tadi seperti Sehun dan Lovy sudah sering berlatih bersama. Kyungsoo tidak tahu harus marah atau justru senang. Kyungsoo menepis jauh-jauh pemikiran pemikiran aneh yang muncul di otakknya. Kyungsoo memilih kembali fokus dengan pameran yang sudah di depan mata.
Kyungsoo ingin segera menyelesaikannya dan segera pulang. Membawa Lovy pulang ke rumah.
~AfterRain~
Sementara itu Sehun terus memperhatikan Kyungsoo dari jauh. Sehun juga mendengar desas desus tentang dirinya dan Kyungsoo. Setelah menari bersama Lovy, Sehun memang mengajak Lovy menjauh dari penglihatan orang-orang. Lantai 2 dimana Sehun bisa melihat Kyungsoo dari atas. Lovy duduk di sebelahnya asik dengan game di tabnya. Sehun juga melakukan pekerjaannya beberapa kali para asistennya akan mendatanginya untuk melaporkan atau menanyakan sesuatu. Namun tetap saja dia memiliki banyak waktu untuk mengamati seseorang yang akhir-akhir ini menyita perhatiannya. Sehun bisa melihat semuanya, bagaimana tubuh mungil itu bergerak dengan lincah. Senyum berbentuk hati yang selalu singgah jika ia puas dengan para modelnya. Sehun menikmati itu.
Sehun melambaikan tangannya begitu pandangan Kyungsoo menyapu ke lantai atas. Kyungsoo menjauh dari kerumunan dan menaiki eskalator menuju lantai 2. Sehun masih terus mengawasi wanita cantik itu. Hingga Kyungsoo berhenti tepat di depannya.
"Sudah selesai?" tanya Sehun, Kyungsoo mengangguk.
"Aku akan langsung setelah ini, terimakasih sudah menjaga Lovy untukku" Kyungsoo tersenyum seadanya. Kyungsoo mendekati Lovy dan mengajak gadis itu pulang. Kyungsoo merapikan baju dan barang-barang Lovy kemudian meminta gadis itu untuk berpamitan dengan Sehun.
"Uncle, Lovy pulang dulu.. Byee" Pamit Lovy digandengan Kyungsoo, Sehun hanya mengangguk dan membalas lambaian tangan Lovy.
Dua sosok yang berada di pandangan Sehun semakin menjauh. Sehun menghela nafas semakin sadar bahwa Kyungsoo menghindarinya. Lamunan Sehun buyar ketika pundaknya di tepuk seseorang. Kakak iparnya sudah tersenyum kepadanya.
"Kau harus sabar aku sudah pernah bilang tidak mudah mendapatkan Kyungie" Sehun bengong mendengar ucapan kakak iparnya itu. Bagaimana kakaknya bisa ada disini dan tiba-tiba sudah membahas tentang Kyungsoo.
"Apa kau bingung darimana aku tahu?" Sehun mengangguk
"Oh ayolah semuanya tertulis jelas di jidatmu Wu Sehun. Pintar sedikit makanya" ledek Yixing.
"Noona kenapa bisa disini?"
"Kau lupa noona kan juga memiliki andil dalam pameran ini, heii aku ini bagian publikasi"
"Oh baiklah" Sehun berdiri dari duduknya dan mengajak Yixing untuk kembali ke kantor. Acara GR belum selesai memang tapi Sehun sudah bisa meninggalkannya.
"Kau menyatakan perasaanmu padanya?" selidik Yixing lagi saat mereka berada di dalam mobil.
"Jia tidak ikut?" Sehun mengalihkan pembicaraan.
"Jawab pertanyaanku Wu Sehun jangan mengalihkan pembicaraan"
"Noona memataiku ya? Kenapa noona tahu semuanya sih?" Sehun tidak terima
"Sudah ku bilang semuanya terlihat jelas boy, apa jawabannya?" rupanya Yixing belum menyerah.
"Dia tidak menjawab dan pergi begitu saja. Apa aku terlalu cepat noona?" Yixing tersenyum mendengar dongsaeng kesayangannya akhirnya bercerita juga. Sebenarnya Yixing tidak tahu ia hanya menebak eh ternyata berhasil.
"Kau bisa mencoba lagi nanti Sehunna, tidak menurutku tidak terlalu cepat jika kau lama maka akan basi dan Kyungsoo bisa mengartikannya berbeda"
"Mengartikan berbeda?" Sehun menoleh ke arah kakak iparnya meminta penjelasan.
"Kau pasti memberikan perhatian yang lebih padanya kan?" Sehun mengangguk
"Kyungsoo bisa mengartikan bahwa perhatianmu itu bukan apa-apa jika kau tidak cepat menyatakan perasaanmu. Jika sudah begini Kyungsoo akan berfikir bahwa kau sebelumnya sudah memberi sinyal. Kyungsoo itu kurang peka jadi ya memang butuh yang to the point. Kau pasti menggunakan Lovy untuk mendekati Kyungsoo kan?" Sekali lagi Sehun mengangguk
"Sudah ku tebak, orang seperti Kyungsoo memang akan mementingkan anaknya dan kau mengambil langkah yang tepat"
"Soal Lovy aku memang serius menyayanginya noona terlepas dari aku menyukai Kyungsoo noona. Gadis itu membuatku jatuh cinta" Sehun tersenyum mengucapkannya tentu saja dibayangannya ada Lovy dengan segala tingkah lucu.
"Baguslah kalau begitu, menurutku kau hanya perlu bersabar Hunna. Buat Kyungsoo percaya padamu dan tidak mendengarkan komentar orang tentang hubungan kalian. Itu tidak mudah tentu saja" Yixing menepuk bahu Sehun beberapa kali untuk memberi semangat.
"Terimakasih noona, aku akan terus berjuang" Balas Sehun masih dengan senyum manisnya. Senyum yang hanya orang tertentu bisa melihatnya.
~AfterRain~
Pameran dibuka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Kyungsoo sudah berangkat lebih dahulu tentu saja. Kyungsoo datang setengah jam sebelum acara, namun Kyungsoo bisa bernafas lega ketika Yeri dan beberapa pegawainya bisa mengurusnya dengan baik. Lovy akan tampil nanti malam dan Kyungsoo bersikeras merias dan mendandani putrinya sendiri. Lovy akan tampil di pembukaan dan penutupan untuk fashion show Lovely Studio. Kyungsoo menghadirkan 15 design baju ibu dan anaknya. Jangan lupakan beberapa design yang dipamerkan di stannya.
Kyungsoo sudah tidak segugup kemarin bahkan Kyungsoo merasa lebih baik. Hari ini akan berjalan baik-baik saja seperti ucapan orang tuanya. Kyungsoo hanya harus fokus itu saran orang tuanya. Kyungsoo tampil menawan dengan dress warna merah maroon yang menempel sempurna di tubuh indahnya. Baju ia yang dipakai Kyungsoo merupakan salah satu designya yang memang ia design khusus.
Pameran di buka setelah Wu Yifan selaku pemilik perusahaan Wufan Group memberikan sekaligus membuka pameran tersebut. Pameran ini akan berjalan 2 hari. Namun Kyungsoo hanya akan hadir di pameran hari pertama sesuai dengan rencana. Kyungsoo belum melihat Sehun sama sekali hari ini hanya tadi saat Sehun memberikan sedikit sambutan. Pembukaan berjalan dengan lancar dimana para pengunjung yang datangpun lumayan banyak.
Kyungsoo sedang melayani salah satu pengunjung berniat akan memesan sebuah design saat pundaknya di tepuk seseorang. Kyungsoo tersenyum sekilas meminta orang itu menunggu sebentar. Kyungsoo mengangguk ketika orang itu memintanya naik ke lantai 2. Setelah melayani pengunjung Kyungsoo meninggalkan stannya dan menuju ke lantai 2. Di tempat duduk yang sama dan di tempat yang sama Kyungsoo melihat seseorang dengan balutan jas biru sedang berdiri memunginya.
"Heii" sapa Kyungsoo yang membuat orang itu berbalik dan tersenyum. Kyungsoo menerima kopi yang disodorkan sosok di depannya.
"Ada apa?" tanya Kyungsoo to the point.
"Tidak, aku hanya berfikir bahwa noona butuh istirahat. Ini jam makan siang noona sudah makan?" Kyungsoo mengeleng. Sosok di depan Kyungsoo masih sama menawan.
"Belum, aku tidak sempat Sehunna. Kau sudah makan?" Sehun menggeleng
"Issh kau ini mencoba mengingatkan tapi kau sendiri belum" ledek Kyungsoo.
"Aku tidak suka makanannya" jawab Sehun yang membuat Kyungsoo mencibirnya.
"Dasar pemilih"
"Semua berjalan lancar?" Kyungsoo mengangguk
"Semoga lancar hingga acara selesai. Noona jadi berangkat ke Jepang besok?" sekali lagi Kyungsoo mengangguk.
"Aku harus kembali ke bawah. Terimakasih untuk kopinya, Sehunna. Jangan lupakan makan siangmu" Kyungsoo melambai dan meninggalkan Sehun yang masih menatapnya.
"Noona juga jangan lupa makan siang, berhenti membuatku khawatir" ucap Sehun sedikit berteriak. Kyungsoo hanya tidak menoleh namun ia tersenyum. Kyungsoo mencoba untuk tidak menjauh dari Sehun dia tidak ingin Sehun merasa Kyungsoo menghindarinya. Jika soal bermain peran Kyungsoo memang ahli.
~AfterRain~
Tepat pukul 6 petang Lovy datang bersama kedua orang tua Kyungsoo. Gadis itu langsung memeluk ibunya begitu melihat Kyungsoo di stannya. Kyungsoo menghampiri orang tuanya sebentar sebelum meninggalkannya untuk merias Lovy. Lovy duduk di salah satu kursi di ruang make up. Gadis itu tidak banyak bicara hanya bersenandung kecil yang membuat Kyungsoo yakin bahwa gadisnya dalam keadaan mood yang bagus.
"Mommy" ucap Lovy saat Kyungsoo sudah mulai memoleskan bedak tipis di wajah cantiknya.
"Iya sayang"
"Uncle Sehun ada?" Kyungsoo mengangguk.
"Lovy ingin bertemu uncle Sehun" pinta Lovy.
"Nanti ya sayang setelah Lovy tampil Lovy boleh menemui uncle Sehun. Uncle Sehun juga masih sibuk sekarang" hibur Kyungsoo, Lovy mengangguk imut.
Tidak butuh waktu lama untuk merias Lovy karena make up yang digunakanpun sangat natural. Hanya untuk pemanis wajah Lovy yang memang sudah manis. Lovy bergabung bersama model cilik lainnya. Gadis itu sekarang cepat dan mudah berinteraksi dengan orang lain. Dan Kyungsoo menyukai hal itu. Kyungsoo menganti dressnya dengan gaun malam tanpa lengan dengan panjang sampai mata kaki. Warnanya biru sama dengan baju milik Lovy nanti saat di akhir fashion Show. Kyungsoo juga akan naik untuk memberikan sedikit speech.
Pukul 7 acara fashion show di mulai, butik Kyungsoo tampil nomer 2. Lovy muncul dengan dress warna biru untuk tema dress non formal anak-anak. Pekikan heboh karena gemas terus terdengar hingga Lovy kembali masuk ke , Kyungsoo memang harus rela putrinya nanti akan menjadi public figur bakatnya memang sudah terlihat dari dulu.
Setelah Lovy beberapa model Kyungsoo keluar berlenggak lenggok dengan berbagai tema pakaian. Hingga di pertunjukkan terakhir Kyungsoo berjalan bersama Lovy dengan memakai gaun yang sama untuk tema busana pesta. Kyungsoo menerima sebuket bunga dari salah satu pengunjung saat ia akan memberi sambutan. Jangan lupakan pekikan gemas yang senantiasa hadir untuk Kim Lovely.
Setelah acara fashion Show Kyungsoo bergabung bersama dengan orang tuanya untuk melihat busana karya designer yang lain. Lovy menarik-narik ujung gaun Kyungsoo menanyakan dimana Uncle Sehunnya. Kyungsoo sendiri tidak tahu dimana Sehun.
"Coba kau hubungi dia Kyung" saran sang appa diangguki oleh Kyungsoo.
Lovy memekik saat matanya di tutup tiba-tiba. Ulah Sehun tentu saja mengerjai Lovy yang hampir menangis mencari Sehun. Gadis itu segera memeluk Sehun meskipun hanya kakinya.
"Uncle kenapa lama sekali?" keluh Lovy mempoutkan bibirnya.
"You miss me princess?" Lovy mengangguk, Sehun melayangkan satu ciuman di pipi Lovy. Baekhyun dan Chanyeol yang melihat adegan itu pertama kali sedikit terkejut namun mereka bahagia. Berbeda dengan Kyungsoo yang pura-pura tidak memperhatikan.
Kyungsoo dan keluarga menikmati acara tersebut dengan tenang sebelum Lovy merengek minta pulang. Chanyeol dan Baekhyun pergi setelah menerima telepon dari kolega yang lain. Akhirnya Sehun menawarkan diri untuk mengantar Kyungsoo pulang. Kyungsoo mengangguk. Kyungsoo meninggalkan pameran setelah memberitahu para karyawannya.
Kyungsoo dan Sehun dengan Lovy yang mengandeng tangan Uncle Sehun berjalan menuju parkiran. Kejadian itu tak luput dari tatapan para tamu dan beberapa jepret foto dari wartawan yang masih ada disana.
"Kau yakin bisa menyetir Sehunna? Tanganmu sudah baik-baik saja?" tanya Kyungsoo bergitu melihat Sehun masuk ke kursi kemudi.
"Sudah jauuh lebih baik noona tenang saja, besok gips ini akan segera di lepas" jelas Sehun membuat Kyungsoo akhirnya duduk di sebelah dengan Lovy yang terduduk di pangkuannya.
Sehun dan Kyungsoo memulai perjalanan mereka dengan obrolan ringan seputar acara pameran. Lovy bahkan sampai tertidur di pangkuan mommynya. Hingga akhirnya mereka diam saat kehabisan bahan. Suasan a di mobil yang sangat tenang membuat Sehun akhirnya memutuskan untuk melakukannya sekarang.
"Noona" panggil Sehun pada Kyungsoo di sebelahnya.
"Hmm" jawab Kyungsoo pendek.
"Soal waktu itu aku serius" Kyungsoo menghela nafasnya begitu menyadari bahwa pembicaraan ini akan kembali kepada hari itu, hari dimana Sehun menyatakan perasaannya.
"Aku benar-benar menyukaimu, aku tidak peduli jika kau janda dengan satu anak" Sehun menoleh ke arah Kyungsoo yang memandang lurus ke depan.
"Sehunna, kau tahu kan kegagalan hubunganku adalah hubungan pernikahan?. Tidak mudah bagiku memulai lagi dan jika aku harus memulainya lagi aku tidak akan berhubungan dengan lelaki yang lebih muda dariku. Aku tidak dengan anak kecil" ucap Kyungsoo tenang.
"Aku bukan anak kecil noona aku hanya lebih muda 3 tahun darimu" Sehun tentu saja tidak terima dengan alasan Kyungsoo. Enak saja dia dibilang anak kecil.
"Sehunna, ada banyak gadis di luar sana. Aku rasa perasaanmu itu hanya sementara, apa yang kau cari dari janda sepertiku? Kau tidak malu dengan teman-temanmu? Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku Sehunna" Kyungsoo masih mencoba tenang dengan memeluk Lovy yang tertidur dipangkuannya makin erat.
"Tau apa noona soal pantas dan tidak pantas untukku? Akupun tidak bisa mengatur perasaanku. Aku mencintai noona tidak peduli komentar orang lain soal kita yang aku pedulikan bahwa aku mencintai noona dan itu serius bukan bercanda" balas Sehun jengkel.
"Kau hanya perlu mencoba Sehunna dengan gadis lain. Aku yakin perasaanmu ini hanya sementara" Kyungsoo melepas seatbeltnya bersiap untuk turun ketika mobil Sehun sudah menepi di depan rumahnya. Sehun mencekal tangan Kyungsoo sebelum Kyungsoo berhasil membuka pintu.
Kyungsoo membulatkan matanya saat bibirnya menabrak sesuatu yang kenyal dan basah. Sehun menciumnya. Kyungsoo tidak menolak juga tidak membalas hanya diam membiarkan Sehun melumat bibirnya lembut. Kyungsoo menutup matanya melepaskan segala ego barang beberapa detik. Kyungsoo membuka matanya ketika Sehun berhenti dan beralih mengecup kening Kyungsoo.
"Saranghae" ucap Sehun tanpa suara namun Kyungsoo paham. Sekali lagi Kyungsoo masih diam dan melepaskan tangan Sehun yang mengenggam lembut tangannya.
Kyungsoo memperbaiki posisi Lovy dan keluar dari mobil tanpa mengucapkan apapun. Meninggalkan Sehun yang menunduk dalam.
TBC
Haii.. aku kembali dengan FF geje ini.
Jika ada yang bertanya kok makin nggak jelas sih?
Maaf, ini semua sesuai bayangan dan draft yang sudah ku buat
Kok lama sih nggak update?
Aku kehilangan mood serta feel yang berakhir dengan 2 chapter ini menjadi seperti ini. Mengecewakan yaa?. (Hah never ending revisi guys lo pada ntar pasti ngalamin)
Kok Hunsoo momentnya kurang sweet?
Udah di bilang aku kehilangan mood dan aku sedang tidak dalam mood so sweet so sweetan, bukan si 2 chap ini lebih banyak di ambil dari seginya si Lovy. Kyungsoo hanya pengamat. Aku mencoba nonjolin familynya
Chap 8 kok pake a,b,c sih kek pilihan ganda?
Yee suka-suka deeh..kekeke Soalnya panjaang ya ampun 10k lbih keknya jadinya malah dibagi padahal nggak ngaruh.
Kok alurnya cepet, momennya juga dikit?
Chap depan isinya jongin semua dan chap depan lagi end. Udah kek gitu draftnya aku takut kalian makin iiuuhh kalo panjang-panjang.
Seneng amat sih bikin panjang-panjang?
Karena inti chap ini kek begini gak bakal nyambung ke chap depan. Juga sebagai permintaan maaf karena ngaret.
Jongin kok gak nongol sama sekali sih?
Jongin lagi pacaran jadi gak nongol long weekend an dia. Hihihi Karna chap 8 isinya emang Cuma hunsoo. Gagal tapi ya momentnya, ah yang penting inti dari chap 8 terselesaikan.
Sehun kok udah nyatain perasaannya aja sih?
Sesuain moment mereka bareng. Habis pameran belum tentu mereka deket soalnya gak dalam satu kerjaan. Udah dijelasin yixing juga tadi kalo kelamaan ntar jamuran di ambil orang mampus. Hehehe kan nyatain doang jadiannya kan belom.. wleee :p
Sorry ya kalo sarannya bikin tersinggung.
Nope aku orangnya seloow.. lagian ku juga sudah punya haters jadi ya ku senang menerima kritik dan saran. Kadang ku ngetik gak teliti dan buru-buru malah seneng di komen. Ntar kalo ada waktu gue edit sekarang apa adanya dulu yaa.. :v
Kenapa updatenya selalu malam ato dini hari sih?
Karena aku Cuma punya kuota malem yang melimpah ruah. :v Najisun keliatan banget kalo miskin.
Tumben nggak minta review?.
Review seikhlasnya aja mah gue :" ada yang review syukur kagak yaudah. Ada yang baca aja gue udah bersyukur.
Fast update yaa?
Nggak janji aku. Aku akan usahakan niih ku kasih 2 chap padahal besok pagi gue bimbingan. Elaah malah curhat.
Oke see you next chap. Kalian boleh demo kalo misalnya kecewa sama 2 chap ini..
Byee..
26092016
2.17 WIB
sweetsugarvee
