Kyuwook Fanfiction
Disclaimer : Kyuwook sama sekali bukan
milik aku :3 tapi mereka milik Tuhan YME ,
milik SM Entertaiment , dan Orang Tua nya.
Pair : Kyuwook, slight Kyumin
Warning : OOC ,Crack Pair, GS, Typo(s)
Rated : T
Genre : Romance/ hurt / comfort
Ff pertama jadi harap maklum aja ya kalau
banyak kekurangan
Dont copas oke ;)
DLDR~

ENDING ^^

Musim semi yang indah dengan dedaunan yang berjatuhan di taman membuat semua mahluk hidup bahagia, termasuk manusia-manusia yang saat ini sedang duduk bersantai atau berjalan-jalan.

Ryeowook wanita anggun yang kini menjadi pekerja di salah satu perusahaan milik ayahnya, saat ini sedang menikmati liburan yang ia dapat karena telah melaksanakan tugas yang biasa di kerjakan secara rutin di kantor, berjalan dengan pelan sambil menikmati angin yang menyapa wajahnya.

Ryeowook memutuskan untuk mendudukan dirinya di salah satu kedai di taman itu. Memesan ice cream jumbo favoritnya dengan mata yang menjelajah kemana-kemana seperti orang yang sedang mencari sesuatu.

"Terima kasih"

Ucap Ryeowook dengan senyuman saat ice cream yang di tunggu-tunggunya telah siap untuk dinikmati. Dengan lembut menyuapkan benda lumer itu ke mulutnya. Sebelum menyendok untuk kedua kalinya ada suara dari arah belakang yang memanggilnya dengan lembut.

"Ryeowook~"

Ryeowook tertegun dengan suara berat orang itu, membuatnya terpaku dan menjatuhkan sendok yang di pegangnya.

Dan orang yang memanggil itu menepuk bahunya pelan, supaya wanita yang bernama Ryeowook membalikkan badannya.

Ryeowook lalu membalikan badan mengahadap sang pemanggil saat merasakan tepukan itu. Dan terbelalak saat melihat orang itu.

"Donghae oppa~" Ucap Ryeowook lirih hampir tidak terdengar oleh indera pendengaran Donghae.

"Ne.. Bagaimana kabarmu Ryeowookie? Bolehkah oppa duduk disini?" Tanya Donghae dengan lembut.

Ryeowook tidak menjawab , dia masih terpaku dalam pikirannya sendiri. 'Aku pikir itu Kyuhyun, kenapa aku mendengar suara itu' Inner Ryeowook lalu menundukkan kepalanya. Sungguh dia sangat merindukan namja tampan yang masih di cintainya sampai saat ini.

"Kie~ .. Ryeowookie.. "

"Ahh .. Ne oppa? Mianhe aku tidak mendengarkan oppa. Barusan oppa bertanya apa?" Tanya Ryeowook disertai senyuman tipisnya.

"Oppa bertanya , apa oppa boleh duduk disini bersama mu atau tidak? Kebetulan oppa juga sedang menunggu seseorang."

"Ten..Tentu boleh oppa, silahkan duduk."

Donghae mengambil posisi duduk tapat berhadapan dengan Ryeowook , memilih mengamati Ryeowook yang terlihat tidak semangat dan mengaduk-aduk ice creamnya.

"Bagaimana kabarmu Wookie-ah?" Donghae mengawali percakapan diantara mereka.

"Aku baik oppa, oppa sendiri bagaimana? Dan kabar istri oppa? Eumm ..." Ryeowook mencoba mengingat-ingat nama istri Donghae "Eunhyuk-ss-" Tanya Ryeowook dengan menggaruk pipinya salah tingkah.

Donghae tersenyum menawan "Dia sangat baik Ryeowookie, Eunhyuk juga sedang mengandung anakku"

"Woahhhh oppa hebat, ahhh aku tidak menyangka oppa akan menjadi ayah di usia oppa yang sangat muda kkkk~" Ucap Ryeowook sambil terkekeh.

"Haha kau ini, lalu kapan kau akan menjadi umma eum? Ingat umurmu Ryeowook-ah" Donghae berujar sambil menyeringai jahil ke arah Ryeowook membuat Ryeowook mempoutkan bibirnya imut.

"Aku .. Aku masih ingin sendiri oppa." Lirih Ryeowook sambil membuang arah pandangan ka arah pejalan kaki yang berjalan di depan kedai itu.

Selama Donghae dan Ryeowook berbincang. Seorang lelaki tampan dengan pakaian santainya berjalan ke arah dua orang itu.

Lelaki tersebut berhenti tepat di belakang Ryeowook. Tersenyum lembut saat matanya melihat rambut hitam panjang itu menari-nari karena tiupan angin dan sang empu sedang tertawa.

"Choi Ryeowook~" Panggil lelaki itu dengan suara berat nan lantang.

Ryeowook dengan reflek langsung membalikan kepalanya ke belakang guna melihat siapa yang memanggilnya. Matanya yang memang agak bulat menjadi lebih bulat lagi saat matanya terkunci dengan mata dark brown sang pemanggil.

Dengan bibir bergetar Ryeowook bergumam meyakin kan dirinya sendiri "Kyuhyun~ .." Panggilnya lirih, air matanya tiba-tiba menetes , membuat Kyuhyun ingin sekali medekap tubuh mungil itu. Memeluknya dengan erat seperti yang dia mimpikan selama ini.

Ryeowook berjalan mendekati Kyuhyun, memeluk erat tubuh yang beraroma maskulin itu. Menangis sepuasnya , guna menghilangkan rasa rindu yang begitu menyesakkan dadanya. Memelukanya seperti tiada hari esok lagi. Menyebut namanya seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.

Kyuhyun juga membalas pelukan Ryeowook tak kalah erat, mengecup puncak kepala Ryeowook. Dengan senyum yang tak lepas dari bibinya menyenandungkan kalimat 'aku merindukan mu Wook-ah.'

~~ lailatulwookie~~

Dua tahun berlalu begitu cepat saat mereka menjalani kesibukannya masing-masing.

Dua tahun yang membuat Ryeowook dan Kyuhyun terpisah.

Dua tahun yang begitu menyiksa bagi keduanya, karena tidak bisa saling berkomunikasi karena kesibukan masing-masing.

Dua tahun yang menjadi pelajaran untuk Kyuhyun, bahwa sekuat apapun dia mencoba melupakan Ryeowook, dia akan semakin mengingatnya dan semakin mencintainya.

Dan dua tahun yang lalu pula , awal perpisahan mereka..

'Aku akan ke Canada selama dua tahun Wookie.. Mungkin belajar melupakan kisah pahit kita. Aku , kau dan Minnie.'

'Tapi...'

'Aku ingin kau berjanji satu hal untukku.'

Ryeowook menatap kedalam mata Kyuhyun, menyelami mata indah yang membuatnya semakin jatuh terposok pada lelaki ini.

'Jika perasaan kita selama dua tahun tidak berubah, apa... Apakah kau mau mengulang kisah kita dengan cerita yang lebih baik lagi, mengulang dari awal bukan dengan perjodohan.. Tapi.. Dengan cinta.'

Ryeowook diam, masih memikirkan perkataan Kyuhyun. Kali ini dia ingin memikirkan semuanya dengan serius. Tidak ingin kesalahan di masa lalu terulang kembali.

Masih saling menatap, Ryeowook tersenyum, tangannya yang halus dia gunakan untuk menggenggam tangan besar Kyuhyun. Dia tidak menjawab melainkan hanya anggukan yang dia layangkan untuk Kyuhyun.

~~ lailatulwookie~~

Hari ini tepat tanggal 21 Juni 2015 hari , tanggal ulang tahun Ryeowook dan tepat di malam ini pertunangan Kyuhyun dan Ryeowook di laksanakan.

Kyuhyun dan Ryeowook saling melemparkan senyum, menatap dengan penuh cinta. Sesekali Kyuhyun memeluk Ryeowook dan membisikan kata 'saranghae' di telinga Ryeowook dan membuat wanita itu harus memalingkan wajahnya yang memerah karena terus di goda oleh tunanganya.

"Kyuuu~ sudahlah.. Jangan menggodaku terus." Keluh Ryeowook pada Kyuhyun yang masih saja menggodanya dengan kata-kata gombal.

Seakan tuli Kyuhyun masih terus menggoda Ryeowook dan tidak memperdulikan rengekan-rengekan yang keluar dari bibir mungil wanitanya.

Ohhh lihatlah Ryeowook yang sudah benar-benar kesal, terlihat dari bibir pinknya yang sudah maju beberapa centi, membuat Kyuhyun gemas dan mengecup berkali-kali bibir mungil itu.

Wajah-wajah bahagia juga sangat terlihat pada ke dua keluarga Choi dan Cho itu.

Heechul dan Kibum menangis terharu saat melihat anak-anak mereka kini bertunangan, tanpa paksaan seperti dulu.

"Oppa~ anak kita sangat cantik bukan? Lihatlah senyumnya itu." Ucap Kibum pada Siwon dan memeluk suaminya itu bersandar pada dada bidang sang suami yang masih terlihat tampan meskipun usianya tak lagi muda.

"Ne, putri kita memang yang tercantik, Sungminie cantik juga tentu saja, dia juga putri kita." Ujar Siwon.

"Ne tentu saja oppa."

Siwon dan Kibum mengawasi putrinya yang masih saja di ganggu oleh Kyuhyun. Membuat mereka benar-benar di landa bahagia.

~~ lailatulwookie~~

"Wook-ah, apa kau bahagia?" Tanya Kyuhyun dengan memainkan jari-jari Ryeowook yang ada di genggamannya. Saat ini mereka sedang bersantai di kamar Kyuhyun.

Ryeowook mengenyritkan kedua alisnya karena bingung dengan pertanyaan Kyuhyun.

"Apa maksudmu Kyu~, apa... aku tidak terlihat bahagia saat ini?"

"Tidak ... Hanya saja aku takut kau menyesal.. karena kita telah bertunangan, dulu ak..aku sempat menyakitimu dan aku takut kau masih terluka sampai sekarang." Jujur Kyuhyun, dan melesakkan wajahnya ke dada Ryeowook guna mendengarkan irama detak jantung wanitanya yang bisa membuat hatinya tenang.

Ryeowook tersenyum saat melihat tingkah manja Kyuhyun saat bersamanya. Mengusap rambut Kyuhyun yang terasa lembut di tanganya dan dengan lembut pula Ryeowook menjawab
"Asalkan aku denganmu , aku akan selalu bahagia Kyu."

"Terima kasih Wookie.. Aku mencintaimu .. Sangat."

Kyuhyun menengadahkan kepalanya untuk menatap caramel eyes Ryeowook, mengeliminasi jarak yang tercipta sampai bibir keduanya bersatu.

Kyuhyun memposisikan tubuhnya ,menarik tubuh Ryeowook dan menidurkannya di posisi bawah dan membiarkan tanganya berpindah posisi menahan tengkuk Ryeowook guna memperdalam ciumannya.

Ciuman yang awalnya lembut itu semakin berubah menjadi ciuman bergairah, Kyuhyun membiarkan tangannya bekerja sesuai nalurinya. Membuat Ryeowook frustasi menghadapi gelombang nikmat yang di berikan Kyuhyun.

Membiarkan Kyuhyun malam ini menguasainya, membawanya ke dalam kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Tangan-tangan terampil itu membuat Ryeowook berteriak penuh nikmat dan seakan-akan meminta lebih.

"Aakkhhh~ ssshhh~ sakit Kyuuhhh~"

Pekikan kesakitan dari mulut Ryeowook membuat Kyuhyun merasa kasihan. "Mianhe sayang, apa kau ingin kita berhenti saja?" Tanya Kyuhyun lembut, sambil mengusap keringat yang membasahi rambut wanitanya.

"Tidak Kyu~ lanjutkan saja, aku akan menahannya."

Mendapat persetujuan dari Ryeowook, Kyuhyun tidak menyia-nyiakan kesempatan, di genggamnya dengan erat tangan Ryeowook seolah memberi kekuatan. Dengan perlahan Kyuhyun membuat Ryeowook melayang dengan kenikmatan yang mereka buat. Membuat Ryeowook selalu menyanyikan melodi indah untuk Kyuhyun.

~~ lailatulwookie~~

"Dengan ini saya nyatakan kalian sah menjadi sepasang suami istri" Ujar sang pendeta yang meresmikan hubungan dua anak adam itu pagi ini.

Kyuhyun melihat ke samping ke arah Ryeowook, lalu membuka dengan pelan cadar yang menutupi kecantikan dilihatnya kini Ryeowook meneteskan air mata dan di hapus oleh jari-jari milik Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum bahagia, lalu mendekatkan bibirnya ke kening Ryeowook mengecupnya dengan sarat kelembutan, membuat Ryeowook memejamkan matanya menikmari ciuman dari Kyuhyun, lalu Kyuhyun mengecup sekilas bibir ranum yang berwarna pink alami itu.

"Saranghae istriku ,Cho Ryeowook."

Ryeowook tersenyum dan merasa sangat bahagia sampai air mata terus menetes dengan menatap Kyuhyunnya, suaminya, ayah dari anaknya.

"Nado saranghae suamiku , Cho Kyuhyun."

Hari ini di dalam gereja yang di hias begitu indah menjadi saksi Cho Kyuhyun menikahi Choi Ryeowook. Dengan menjadikan wanita dengan senyum indah itu miliknya yang utuh dan tak ada seorangpun yang dapat merebutnya dari sisinya.

Puluhan jemaat yang hadir juga menangis penuh haru saat melihat dua anak adam itu kini sah menjadi suami - istri . Begitupun Cho Heechul tersenyum sambil menangis. 'Kau memang menantu umma Wookie, umma menyayangimu sayang~. Akhirnya kalian bersatu dengan cinta.' Heecul berkata dalam hati dan memeluk suami tercintanya.

"Kau bahagia Chullie? Menantu yang kau idam-idamkan akhirnya benar-benar menjadi menantumu?" Tanya Hanggeng dengan mengelus punggung istrinya yang masih menangis. Heechul hanya mengguk dan tersenyum.

~~ lailatulwookie~~

"Sehunnie~ jangan bermain di dapur sayang, umma sedang memasak." Ujar wanita dengan apron berwarna merah maroon yang membungkus tubuhnya, membuat tubuhnya yang memang sudah mungil terlihat semakin mungil dan menggemaskan.

Ryeowook -wanita tadi- menggendong anaknya yang baru saja bisa berjalan meskipun kadang jatuh. Menekan hidung mungil balita itu. Membuat sang anak memekik dan mempoutkan bibirnya imut mirip sang ayah.

"Aighoo~ baby-ya~ jangan bermain disini, ini bukan tempat bermain sayang.. Sehun bermain bersama appa saja ne."

Ryeowook membawa anaknya menjauhi dapur, dan memberikan sang anak pada appanya yang masih fokus pada acara sepak bola di televisi.

"Kyu~, tolong temani Sehun, aku sedang memasak katanya nanti sore appa dan umma akan berkunjung."

Kyuhyun langsung berdiri dan mengambil Sehun lalu menggendongnya. "Anak appa yang tampan, kenapa kau ke dapur eoh? Disini saja bersama appa ne."

Sehun yang merasa sudah tidak di gendong Ryeowook lagi, akhirnya menangis dan menggerak-gerakkan kakinya, tanda jika dia menolak dengan sang appa dan ingin bersama ummanya.

"Mmaaa~ hukss~ mmaaa~."
Balita dengan rambut ikal yang tebal dan bibir mungil yang berwarna pink yang di wariskan oleh ummanya itu terus menangis memanggil sang umma, berharap ummanya menggendongnya lagi.

"Sehunna kenapa menangis eum? Bersama appa saja ne." Kyuhyun terus merayu Sehun agar tidak menangis. Tapi tetap saja balita itu tetap menangis.

"Mma~..." Teriaknya dengan tangan mungil yang di arahkan pada Ryeowook.

Ryeowook yang menatap Sehun yang bertingkah menggemaskan membuatnya mencubit pipi tembamnya, lalu memutuskan untuk menggendong Sehun dan mengajaknya memasak.

Kyuhyun yang memang sudah tidak fokus lagi pada acara televisinya memutuskan mengikuti Ryeowook ke dapur guna membantu Ryeowook.

"Wook-ah, biarkan aku saja yang membantumu memasak. Kau yang memberitahu bumbu-bumbunya saja sambil menggendong Sehun." Ujar Kyuhyun.

Dan begitulah jika Sehun -anak Kyuhyun dan Ryeowook- sedang manja pada ummanya. Pada akhirnya Kyuhyun yang akan membantu pekerjaan Ryeowook.

"Lihat appamu Sehunna, dia seperti orang yang pandai memasak saja kkk~ padahal appamu tak bisa apa-apa." Uja Ryeowook menggoda Kyuhyun dengan gaya seolah sedang berbisik dengan anak mungilnya.

"Appamu ini bisa apapun sehunna, jangan dengarkan umma mu ne." Bela Kyuhyun, menjelaskan pada Sehun dengan mata yang sengaja di lebarkan membuat Ryeowook dan Sehun tertawa melihatnya.

"Ahahaha~ sudah Kyu~."

"Ppaa~ ppaa~ ." Ujar Sehun dengan suara yang khas balita mungil.

"Apa sayang? Kau ingin gendong appa eoh?"

"Ppaa~."

Kyuhyun dan Ryeowook bahagia melihat anaknya yang kini sedang tersenyum dan berbicara apapun yang bisa di ucapkannya , membuat mereka berdua gemas sendiri pada Sehun. Dengan begini Kyuhyun bisa merasakan waktunya tak sia-sia karena dia bisa menikmatinya bersama dua malaikat yang di cintainya seumur hidupnya.

"Terima kasih Ryeowookie~, aku mencintamu sayangku~"

"Aku juga mencintaimu Kyu~."

Dan mereka saling berbagi pelukan hangat, dengan Sehun mungilnya yang berada di tengah sedang mengusap-usapkan tangan kecilnya di pipi appa dan ummanya.

End

Haiiii~ lama banget yaaa kita ga jumpa , ada kali 4 bulannn kkkk~ ... Mianhe aku baru lanjutttt... Aku kemarin bener-bener gak bisa lanjut gegara banyak hal :( mian miann... #sujud"

Dannn ini aku dateng bawa chappie endingnya ... Maaf kalo endingnya kurang sreg di hati (?) Kkkk~

Ughhh …. Terimakasih banyak buat yang udah ripiu …. Aku gak bisa sebutin sekarang , mungkin nanti pas mau update ff MLS mianhe ne ^^