Title : Past, Now and Future

Author : V.D_Cho

Cast : Tao, Kris dan teman-teman ^^

Genre : Fantasy, Romance, Drama

Type : GS

Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^

V.D Entertainment

.

.

Proudly Present

.

.

:::Past, Now and Future:::

.

.

.

Chapter 10 : The War I

.

.

.

Dimasa lalu, namanya adalah Goo Hee Su. Dia kekasihku yang sangat tampan, baik, sedikit dingin namun perhatian…

.

Sekarang, namanya adalah Wu Yifan. Dia tetap menjadi kekasihku, meski dunia kami berbeda…

.

Dimasa depan, namanya adalah Kris Wu. Wajahnya sangat mirip dengan kekasihku. Orangnya sangat dingin dan cuek juga tertutup. Meski begitu, dia peduli padaku. Dan dia bukan kekasihku. Belum…

.

.

.

Perkenalkan, namaku adalah Huang Zitao. Usia 22 tahun. Saat ini aku tinggal di Korea Selatan, tepatnya di Seoul bersama adikku Sehun. Kedua orang tuaku sudah hidup dengan tenang di surga sana sejak usiaku 10 tahun. Pekerjaanku?

Aku adalah seorang Time Traveler…

.

.

.

Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah tindakan…

"Mereka tidak boleh bertemu! Tao masa lalu dan Tao masa depan. Mereka berdua tidak boleh bertemu! Apapun, lakukan apapun. Cegah agar hal itu tidak terjadi,"

"Sayangnya, kau sudah terlambat. Nah, apa kau siap bertemu dengan dirimu, Huang?"

"Nickhun, berhenti!"

"Terlambat,"

"Zitao!"

Seberkas cahaya menyilaukan muncul kala Tao bertemu dengan dirinya yang hidup dimasa depan. Seketika semuanya menjadi kacau, dirinya dimasa depan tampak terkejut saat melihat satu sama lain sebelum akhirnya menghilang tak berbekas seolah-olah tak pernah ada sebelumnya. Tao sendiri terpental cukup jauh sehingga punggungnya menghantam dinding salah satu bangunan disekitar.

Pelanggaran terbesar telah terjadi. Tao tidak seharusnya bertemu atau dipertemukan oleh dirinya yang lain. Tapi Nickhun melakukannya.

Disaat semua orang berusaha untuk mendapatkan kesadaran mereka kembali, Kris telah lebih dahulu berlari pada Tao dan merengkuh gadis itu dalam pelukannya. Mengabaikan fakta bahwa tubuh Tao semakin lama semakin memudar seperti sebuah hologram rusak. Yixing menyusul mereka dan ikut bersimpuh disebelah Kris.

"Yixing,"

"Aku tahu,"

"Lakukan apapun. Kumohon!"

Yixing menggeleng, "Tidak bisa. Itu hampir tidak mungkin untuk dilakukan. Aku tidak sehebat itu," Yixing berujar lirih.

Kris meraung frustasi dengan Tao yang semakin melemah keadaannya. Demi apapun, ia tidak akan membiarkan gadisnya pergi dan menghilang begitu saja.

"Kris…"

"Ya, Zi?"

Tao tersenyum tipis, "Aku mencintaimu. Kalau kita bisa bertemu lagi dikehidupan yang selanjutnya, aku berjanji semuanya akan berubah. Kita akan bersama,"

"Tidak, tidak! Zi, bertahanlah!"

"Yixing, lakukan sesuatu!"

:::Past, Now and Future:::

"Kenapa kau membiarkannya?"

"Apa?"

"Semuanya. Mereka tidak seharusnya diperbolehkan untuk bertemu. Sekarang Tao sudah mulai mengetahui masa depannya sedikit demi sedikit. Itu menyalahi aturan waktu. Masa depan seharusnya tetap menjadi rahasia hingga saatnya tiba,"

"Aku hanya penasaran. Kira-kira, apa dengan begini masa depan mereka semua akan berubah atau tidak,"

"Kau lucu sekali, kau bahkan tidak perlu benar-benar melakukan hal ini untuk mengetahuinya,"

"Memang. Tapi sepertinya menonton secara langsung lebih menyenangkan. Selagi mereka berdua tidak bertemu dalam satu waktu dan tempat yang sama, semuanya akan baik-baik saja,"

"Sang Waktu akan marah besar padamu kalau ia sampai mengetahui hal ini,"

"Aku tahu. Sudahlah, lebih baik kau diam disini dan ikut menonton bersamaku atau pergi saja. Aku tidak ingin mendengarkan ocehanmu itu lagi. Mengganggu konsentrasiku,"

"Aku pergi saja. Aku tidak ingin dikira sebagai partner-in-crime mu,"

"Terserahlah,"

"Victoria Song, Huang Zitao, walaupun kalian tidak menginginkan hal ini terjadi, namun perseteruan antara moyang terdahulu kalianlah yang menjadikan hal ini sebagai benang takdir tanpa akhir. Aku hanya sedikit membantu untuk memutus benang takdir itu. Sisanya, terserah pada kalian…"

:::Past, Now and Future:::

Year 2017,

"… Qian, dia adalah diriku dimasa lalu. Dia yang mengirimkan semua surat-surat itu dan sebelum penyerangan itu terjadi, aku sudah berhasil mengungkap rahasia dalam surat-surat itu. Victoria, dia sudah merencanakan hal ini sejak lama. Victoria adalah seorang future viewer. Tidak seperti Sehun yang bisa melihat ke dua arah, Victoria hanya bisa melihat masa depan. Dan jika dimasa ini pun dia melakukan hal seperti ini, berarti bisa dipastikan bahwa masa depan yang dilihatnya belum berubah meskipun sudah beberapa dekade berlalu,"

"Apakah Victoria juga yang menyebabkan Heesu meninggal?"

"Aku sangat yakin dua orang yang selalu muncul di mimpiku tentang Heesu adalah Victoria dan kekasihnya, Nickhun," ujar Tao. Chen dan Chanyeol lantas menoleh kearahnya.

"Kau bilang siapa? Nickhun?" Tanya Chanyeol.

"Ya. Nickhun. Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya ataupun melihat wajahnya. Aku hanya menebaknya berdasarkan surat Qian,"

"Nickhun adalah pemimpin para Shadow Hunter saat ini,"

"Apa!?"

"Ya. Dia muncul secara tiba-tiba dan kepemimpinan juga pindah ke dirinya secara tiba-tiba," jelas Chen.

"Berapa banyak anggota kalian sekarang?"

"Tidak banyak. Mungkin hanya 1 berbanding 5. Kita 1, mereka 5,"

"Ini tidak bagus. Kita perlu merekrut anggota baru,"

"Bagaimana? Kita tidak bisa menemukan mereka semua dalam waktu singkat,"

"Kita bisa," jawab Tao dengan santai.

"Caranya?"

Chen dan Chanyeol merasa bahwa suhu disekitar mereka menurun secara drastis saat melihat seringaian di wajah Tao.

"Pertama, kita perlu pengalihan…"

:::Past, Now and Future:::

.

.

Semua sudah digariskan oleh takdir.

Aku percaya hal itu.

Tapi sepertinya bermain-main sedikit dengan waktu bukanlah masalah besar. Aku siap menerima konsekuensinya.

Takdir dibunuh atau membunuh antara aku, Kris, Victoria dan Nickhun harus segera diselesaikan.

Kami tidak mungkin terus menerus melakukan hal yang sama meski bertahun-tahun sudah berlalu. Setidaknya, jika kami dipertemukan kembali dikehidupan yang berikutnya, aku berharap kalau masa depan telah berubah.

Aku hanya ingin kisahku berakhir manis seperti kisah roman pada umumnya, tanpa ada peperangan dan pertumpahan darah.

.

.

:::Past, Now and Future:::

"Kuminta agar Xiumin dan Chen mengurus yang lain selagi kita pergi menemui Suho,"

"Baiklah, terima kasih, Chan. Ayo, sayang,"

"Ya," sahut Kris.

Tao merengek meminta agar dirinya diperbolehkan keluar dari rumah sakit secepat mungkin setelah kekuatannya kembali beberapa waktu lalu. Kris mau tak mau menyetujui keinginan kekasihnya tersebut meskipun agak sedikit ragu. Setelah mengadakan beberapa pembicaraan dengan Chen dan Chanyeol di rumah sakit tadi, mobil milik Kris dan Chanyeol melaju dijalanan kota metropolitan Seoul dengan kecepatan sedang menuju kesebuah kawasan apartemen mewah di daerah Itaewon. Setibanya disana, mereka langsung bergegas menuju ke tempat Suho.

Beberapa kali mereka menekan bel namun tak ada jawaban dari Suho.

"Suho, buka pintunya, ini aku," ujar Kris.

Mereka menunggu sekitar setengah jam sebelum akhirnya pintu dibuka oleh seorang gadis. Chanyeol yang tiba beberapa saat setelah Kris dan Tao, nyaris saja mendobrak masuk saking bosannya menunggu.

"Yixing!?"

"Hai, teman-teman…"

:::Past, Now and Future:::

"Jadi, kita akan memanggil mereka kemari? Bagaimana caranya? Tidak mungkin Tao sendirian yang bekerja," Ujar Suho.

"Memang, karenanya, kita akan mencari Luhan dan bibi Fanny,"

Chanyeol menggeleng, "Kita juga butuh Kai. Tidak mungkin bibimu dan Luhan bisa tiba disini tepat waktu jika menggunakan pesawat,"

"Apa maksudmu? Pesawat? Luhan tidak berada di Korea?"

"Luhan dan Sehun yang sekarang tinggal di Amerika,"

"Kenapa?"

"Pengobatan. Sehun mengalami luka serius yang mengharuskannya berobat kesana. Tapi, sekarang dia sudah sembuh, kau tenang saja,"

"Sehun terluka?"

Seketika Tao menjadi bimbang. Jika dia melibatkan mereka, inilah yang harus ia terima, ia harus melihat mereka terluka. Bisa kah? Sanggup kah dia?

–Tidak

"Tao, aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang. Tapi tidak ada waktu untuk mengatur ulang rencana,"

"Tapi…"

"Bukan karena dirimu. Dia mengalami kecelakaan mobil,"

"Zi, kami bersamamu, selalu. Kau tahu, 'kan?" Tao mengangguk, membenarkan perkataan Kris. Dia menghela nafasnya pelan.

"Baiklah, kalau begitu, aku butuh Yixing, Suho, Xiumin, Chen, dan juga dirimu, Chan,"

"Untuk apa?"

"Kita akan melakukan sesuatu pada Kris,"

"Aku?" Kris menunjuk dirinya sendiri.

"Kapan akan kita lakukan?"

"Malam ini,"

"Baik. Persiapkan dirimu, Kris," Suho menepuk bahu sepupunya tersebut sebelum meninggalkan ruang tamu bersama Yixing.

"Kalian akan melakukan apa?"

"Transfer kekuatan…"

:::Past, Now and Future:::

Year 2014,

Malam hari tiba.

Jongin dan Sehun –yang baru saja pulih dari demamnya menepati janji mereka untuk membongkar kolam renang malam itu juga ditemani oleh Yifan, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo setelah sebelumnya menguras air didalamnya. Dengan beberapa alat yang mereka miliki, mereka mulai menghancurkan sisi kolam renang Sehun.

"Hyung, apa kau tidak memiliki informasi detail tentang dimana pastinya kerangkamu berada?" Tanya Jongin.

"Tidak. Dia hanya memberitahuku bahwa kerangka itu ada di kolam renang," Jawab Yifan.

"Jadi, kita harus membongkar semuanya?"

"Sepertinya, maafkan aku. Aku ingin membantu kalau aku bisa. Tapi belakangan ini, bahkan untuk memegang buku saja aku tidak bisa,"

"Tak apa, hyung. Kami akan melakukannya,"

"Noona, kau merasakan atau melihat sesuatu tidak?" Kali ini Sehun yang bertanya pada Baekhyun. Baekhyun mengamati seluruh lantai dasar kolam dengan teliti. Mencoba mencari petunjuk, "Kalian sudah berada di bagian yang tepat. Aku merasakan ada sesuatu disana,"

"Okay!"

"Ah, rasanya aneh jika malam-malam begini kita menonton dua orang yang sedang menggali kubur seperti ini," gumam Luhan.

"Eonni," Kyungsoo bersuara, "Jangan bicara seperti itu, aku takut…"

Luhan tertawa dan membawa Kyungsoo kepelukannya, "Tak apa, Soo. Kami disini bersamamu,"

Ngomong-ngomong, Kyungsoo juga baru sadar dua jam yang lalu dari pingsannya.

Sehun dan Jongin terus menggali hingga akhirnya sekop yang digunakan oleh Jongin mengenai sesuatu hingga menimbulkan suara semacam retakan.

"Apa itu?"

"Tidak tahu. Mungkinkah…"

Sehun dan Jongin semakin mempercepat proses penggalian mereka hingga akhirnya terlihat sebuah kerangka manusia yang masih utuh. Jongin dan Sehun baru saja ingin berkomentar saat tiba-tiba suara petir menggelegar dan bergemuruh dilangit diikuti dengan angin kencang yang bertiup entah dari arah mana, membuat keduanya berjengit kaget, sementara para gadis memekik dengan suara nyaring.

"Apa yang terjadi?"

Kemudian, tiba-tiba saja, tubuh Jongin dan Sehun terpental jauh hingga menghantam dinding kolam renang dengan cukup kuat. Erangan tak pelak keluar dari mulut keduanya.

"Jongin!"

"Sehun!"

"Yifan, apa yang terjadi?"

"Aku tidak tahu…"

"Yifan…" Qian muncul dan membuat kaget semua yang ada disana tak terkecuali Sehun dikarenakan wajah Qian yang sangat mirip dengan Tao. Untuk pertama kalinya, ia bisa melihat makhluk astral seperti Qian. Hanya Qian, dia tetap tidak bisa melihat Yifan.

"Apa yang kau lakukan disini, Qian?"

"Tak ada waktu untuk menjelaskan. Sekarang, kita harus memindahkan kerangkamu itu ke tempat yang aman. Victoria akan menggunakannya untuk media melakukan eksorsis paksa terhadap dirimu," Ujar Qian yang lagi-lagi membuat kaget semua orang.

"Makhluk halus seperti kalian tidak bisa melakukan itu," kilah Baekhyun.

"Bisa. Jika ada manusia yang membantunya. Dan dalam kasus ini, dia adalah orang yang akan melakukannya," Qian menunjuk kearah Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam. Semuanya memandang kearah Kyungsoo, meminta penjelasan padanya, namun Kyungsoo hanya diam. Sedetik kemudian, dia terjatuh dengan posisi berlutut sebelum akhirnya berdiri dengan kepala tertunduk.

"Aku akan menggunakannya. Menggunakan kemampuannya, untuk mengeksorsis Yifan. Lalu, Zitao akan melupakan segalanya tentang Yifan dan Heesu," Kyungsoo berkata dengan suara rendah menyeramkan.

"Victoria!" teriak Yifan dan Qian bersamaan.

Kyungsoo mengangkat kepalanya. Sorot matanya yang biasanya redup akibat rasa takut berlebihan, kini berganti dengan sorot mata yang tajam dan mengancam. Raut wajahnya juga menegas dan ia sama sekali tidak terlihat seperti Kyungsoo yang mereka kenal.

"Siapa Victoria?"

"Kakak kembarku. Dia yang menjadi penyebab semua ini," Ujar Qian.

"Keluar dari tubuh adikku, wanita sialan!" Bentak Baekhyun. Dia berusaha untuk menggapai Kyungsoo, namun dirinya malah dihantam oleh sesuatu yang tak kasat mata, menyebabkan dirinya terpukul mundur beberapa langkah. Sementara itu, Luhan mencoba untuk membantu Jongin dan Sehun bangkit setelah insiden tadi.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Yifan.

"Kau dan Huang Zitao, mati. Karena sebelum kalian benar-benar lenyap untuk selamanya, aku dan Nickhun tidak akan pernah bisa tenang!"

"Victoria, hentikan!"

"Terlambat…"

Kyungsoo ambruk diikuti dengan hilangnya seluruh kerangka Yifan dalam sekejap mata.

"Oh tidak… ini buruk…"

:::Past, Now and Future:::

Year 2017,

"Mereka mulai bergerak,"

"Biarkan. Kita juga akan segera menyamakan kedudukan dengan mereka,"

"Siapkan semua anggotamu, Junho. Kita akan melakukan penyerangan secepatnya,"

"Ya. Itu gampang,"

"Wooyoung, kembalilah mematai-matai mereka. Jangan sampai lengah,"

"Okay,"

Pria yang dipanggil Wooyoung tadi langsung menghilang dari tempatnya dalam sekejap.

"Vic, kita akan menang. Tidak usah terlalu tegang,"

"Tidak, Nick. Kali ini berbeda. Aku merasakan ada sesuatu yang besar yang akan muncul…"

"Apa?"

"Entahlah. Tapi yang pasti, setelah ini, takdir kita akan berubah…"

:::Past, Now and Future:::

Pagi hari di kediaman Suho. Semuanya terasa sangat ramai karena mereka memiliki beberapa orang tamu. Diantaranya Kai, Tifanny, Sehun dan juga Luhan (note: mereka semua berasal dari tahun 2017, beberapa didatangkan dengan bantuan dari Kai). Tentu saja, ada adegan sedikit mengharukan antara Sehun dan Tao, karena beberapa hari tak bertemu dengan adiknya tersebut membuatnya rindu sekali dengan Sehun. Tapi, selebihnya sama saja.

"Jadi, sekarang kita akan memanggil mereka kemari?"

"Ya. Kita akan lakukan semua yang bisa kita lakukan secepatnya. Aku punya firasat kalau kita akan menerima serangan dadakan,"

Yang lain mengangguk setuju dengan ucapan Tao. Mereka juga menambahkan, bahwa mereka memiliki beberapa kenalan yang mungkin bisa membantu.

Sekitar tiga jam waktu yang mereka habiskan untuk mengumpulkan semua bala bantuan yang bisa mereka dapatkan. Sesegera mungkin mereka menyiapkan rencana diselingi dengan beberapa candaan agar pertemuan mereka tidak terlalu kaku. Mereka membawa semua orang yang bisa mereka ajak untuk membantu mereka.

"Yap! Semuanya sudah hampir siap. Aku dan Kris akan pergi kesuatu tempat dulu. Kabari aku jika ada informasi terbaru dari J-min," Tao berujar sembari menarik tangan Kris.

"Kita mau kemana?" tanya Kris.

"Rahasia. Ikuti saja petunjukku," ujar Tao, "Kita akan melakukan sesuatu untuk menjaga agar tubuhmu bisa bertahan nanti,"

"Huh?"

Dan pembicaraan singkat itu diakhiri dengan tawa misterius Tao.

Sepeninggalan Tao dan Kris, Suho dan yang lainnya melanjutkan pembicaraan mereka.

"Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelumnya. Pertama, Victoria hanya bisa melihat masa depan. Kita bisa memanfaatkan hal itu. Lalu, kita membutuhkan seorang mata-mata. Seorang shape-shifter, tapi kita tidak bisa meminta Chanyeol untuk pasti sudah mengenali pola Chanyeol,"

"Taehyung adalah seorang shape-shifter. Tapi saat ini dia sedang berada di Jepang," ujar Baekhyun, "Astaga! Bagaimana bisa kita melupakannya?" gerutu Baekhyun.

"Kai…"

"Aku berangkat, bibi Fanny!" ujar Kai. Sedetik kemudian, dia menghilang dari hadapan semua orang. Tapi, hal itu tak berlangsung lama, karena Kai kembali beberapa detik kemudian tanpa siapapun bersamanya.

"Mana Taehyung?"

"Begini, aku tidak tahu bagaimana wajahnya Taehyung itu dan Jepang itu luas! Berikan aku alamat konkrit beserta fotonya," jelas Kai.

Baekhyun mengobrak-abrik isi tasnya untuk menemukan ponselnya. Setelah ketemu, ia segera mencari folder tempat foto-foto Taehyung tersimpan. Ia kemudian menunjukkan foto tersebut pada Kai. Seketika mata Kai melotot saat melihat foto Taehyung.

"Noona ingin mengajak anak tk berperang?!" pekiknya.

Baekhyun menyeringai, "Alamatnya akan ku kirimkan sekarang. Tugasmu hanya menjemputnya,"

"Ta-tapi… dia…"

"Jemput saja, Kai. Taehyungs itu orangnya tidak terduga," ujar Sehun.

Merasa tak ada gunanya memprotes perkataan Baekhyun dan Sehun, setelah menerima alamat Taehyung, ia segera berteleportasi untuk menjemput Taehyun di Jepang. Setengah jam berlalu, namun Kai masih belum kembali. Sehun hendak menghubungi Kai, namun batal karena Kai telah menghubunginya terlebih dahulu.

"…"

"Berapa banyak?"

"…"

"Baiklah. Akan kusampaikan pada Tae,"

Sehun meletakkan ponselnya di meja, "Tae, Kai memintamu untuk kesana. Dia tidak bisa membawa 6 orang sekaligus kemari,"

Taemin, gadis yang merupakan kembaran dari Kai tersebut, mengangguk samar lalu segera menyusul Kai.

"Sekarang, kita hanya perlu tempat yang luas, namun tersembunyi dari umum untuk melakukan transfer,"

:::Past, Now and Future:::

Malam hari di kota Seoul tampak begitu indah dengan langit yang di penuhi bintang-bintang yang menggantung dilangit di temani sang rembulan yang bersinar begitu terang. Malam itu akan terlihat lebih indah saat di lihat atap gedung pencakar langit seperti yang dilakukan seorang gadis berambut panjang yang tak lain adalah Tao. Bibir kucing itu melengkung ke atas menampakkan senyum yang begitu menawan.

"Zi," panggil seorang pemuda bertubuh tegap dari arah belakang. Yang di panggilpun menoleh kepalanya ke sumber suara.

"Sebenarnya kita akan melakukan apa?" Tao yang sedang memandang langit itu hanya tertawa kecil, sehingga pemuda bertubuh tegap itu mengangkat alisnya sebelah.

"Kenapa?" Kris bertanya kepada sang gadis yang masih tertawa kecil, belum ada tanda-tanda bahwa sang gadis ingin menghentikan tawanya.

"Bukan apa-apa. Aku hanya berpikir ini lucu. Pertemuan pertama kita –maksudku, Heesu, Yifan dan dirimu, Kris, selalu saja berawal dengan cara yang menyebalkan. Tapi entah kenapa, aku bisa menyukaimu karena itu,"

Tao masih tersenyum, begitupun dengan Kris yang mau tak mau ikut tersenyum. Tao kembali memandangi langit malam dengan Kris yang merengkuh pinggangnyanya dari belakang.

"Jika dilihat dari sini, langitnya terasa sangat dekat. Tapi tetap saja, sebenarnya mereka jauh. Ayah dan ibuku ada disana. Apa nanti kalau kita kalah, aku akan kesana juga?"

"Kau tidak akan kemana-mana, Zi,"

"Aku akan menyalamatkan kita semua. Masa lalu kelam itu tidak boleh terulang lagi. Aku tidak pernah tahu bagaimana jadinya nanti. Bahkan Sehun tidak bisa melihat apapun. Andai saja aku daang lebih cepat, mungkin ini semua bisa dicegah,"

"Jangan menganggap bahwa semua adalah tanggung jawabmu sendiri, Zi. Kita semua terlibat disini, bukan karenamu. Kami akan selalu bersamamu, sayang,"

"Aku tahu,"

"Katamu kita akan melakukan sesuatu. Apa yang akan kita lakukan?"

"Tidak ada," jawab Tao, "Transfer itu sama sekali tidak akan menyakitimu selama kau bisa menerimanya dengan baik. Aku mengajakmu untuk menikmati sisa waktu yang ada,"

"Waktu kita panjang, Zi. Kita akan bersama untuk waktu yang lama,"

Tao membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leher Kris sementara tangan Kris masih mendekap Tao.

"Kris…"

"Hm?"

"Cium aku…"

Kris tertawa mendengar permintaan Tao. Tanpa perlu waktu yang lama, kedua bibir tersebut bertemu. Dan ditengah ciuman mereka, Tao meneteskan airmatanya.

:::Past, Now and Future:::

"Sayang! Ingat kalau dirimu sedang hamil," Chanyeol merasa jantungnya berdetak berkali-kali lipat lebih cepat saat melihat Baekhyun yang berlari menuju pintu apartemen Suho untuk membukakan pintu. Baekhyun seolah tak sadar dengan keadaannya yang sedang hamil 6 bulan lebih itu.

"Maafkan aku sayang," cengir Baekhyun.

Pintu terbuka, menampakkan pasangan Kris dan Tao yang baru saja kembali.

"Kami kembali,"

"Apa kau membawa pesananku?"

"Strawberry short cake pesanan ibu hamil," Tao memberikan sebuah kotak kue berukuran sedang pada Baekhyun yang disambut dengan riang oleh Baekhyun mereka bertiga masuk, keadaan apartemen Suho tampak lengang.

"Kemana semua orang?" tanya Kris.

"Mereka pergi. Sebagaian berpatroli, beberapa ada yang keluar karena urusan masing-masing. Suho dan Yixing pergi mencari makan malam. Hanya kami berdua yang ada disini. Kalian sudah makan malam?"

Tao dan Kris mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Chanyeol.

"Tengah malam nanti kita akan pergi ke lokasi untuk melakukan transfer kekuatanmu,"

:::Past, Now and Future:::

"Tidak ada tanda-tanda dari mata-mata Nickhun saat ini," lapor Xiumin.

"Jadi, kita pergi sekarang?"

"Ayo…"

:::Past, Now and Future:::

Year 2014,

Kyungsoo masih belum sadarkan diri setelah tadi tubuhnya sempat dirasuki oleh Victoria. Semua yang berada disana masih terkejut dengan kenyataan bahwa selama ini Victoria memanfaatkan Kyungsoo untuk membantunya. Tak ada yang menyalahkan Kyungsoo karena mereka tahu pasti Kyungsoo telah di hasut oleh Victoria dengan berbagai macam cerita dan alasan. Kyungsoo tidak mungkin bersedia begitu saja untuk membantu Victoria. Saat ini, mereka sangat membutuhkan Kyungsoo untuk bangun dan menceritakan semua yang telah disampaikan Victoria padanya.

Sementara itu, di tempat lain, Yifan dan Qian pergi melakukan pengejaran hampir seharian penuh terhadap Victoria yang membawa kabur kerangka milik Yifan. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Victoria tanpa adanya seorang eksorsis dipihaknya. Untuk itulah mereka mengejar Victoria.

Yifan dan Qian tiba disebuah lorong diantara dua buah bangunan. Mereka melihat Victoria melewati lorong buntu itu dengan menembus temboknya, mereka mengikutinya dan tiba disebuah hutan belantara. Mereka sama sekali tidak mengenali daerah hutan tersebut.

"Bagaimana ini? Kita lanjutkan?" tanya Yifan.

"Lanjutkan saja. Kita sudah sejauh ini," jawab Qian.

Mereka menyusuri hutan tersebut dengan perlahan untuk mengetahui keberadaan Victoria. Tapi, ditengah jalan, Yifan tiba-tiba merintih dan terjatuh.

"Yifan, kenapa?"

"Arghh!"

"Yifan, apa yang terjadi?"

"Qian, pergi sekarang!" ujar Yifan.

"Apa yang terjadi? Aku tidak akan meninggalkanmu,"

"Pergi sekarang, Qian!"

Qian tak punya pilihan selain meninggalkan Yifan seperti yang disuruh oleh Yifan. Qian menjauh dari Yifan, kembali menuju ke tempat awal mereka. Qian sempat menoleh kebelakang untuk melihat keadaan Yifan.

Qian mematung ditempatnya. Yifan terlihat melayang tinggi dari permukaan tanah dan matanya tertutup, kemudian, secara perlahan, tubuh Yifan menghilang dari pandangan Qian. Digantikan dengan cahaya putih yang sangat terang. Berikutnya, yang Qian tahu hanyalah keheningan yang menyelimutinya. Yifan menghilang. Pikiran terburuk yang ada pada Qian hanyalah bahwa Yifan oleh dieksorsis oleh seseorang yang berada dipihak Victoria.

"Yi-Yifan…"

:::Past, Now and Future:::

Year 2017,

Tao tersentak dalam tidurnya dan terbangun tiba-tiba. Selagi menunggu waktu untuk melakukan transfer pada Kris, Tao diperintahkan Kris untuk beristirahat sebentar, maka dari itu Tao tidur. Namun baru sebentar dia terlelap, perasaan tidak enak menyerangnya. Air matanya keluar begitu saja tanpa diperintah, tapi tak ada isakkan dari Tao. Pandangan Tao kosong dan tangannya terkepal kuat dengan sendirinya.

"Yifan…"

Tao menoleh kearah pintu kamar saat pintu tersebut terbuka. Yixing berdiri diambang pintu dengan raut panik.

"Kau menangis Tao?"

Tao menghapus airmatanya, "Tidak. Ada apa Yixing?"

"Dirimu yang lain… diculik oleh anggotanya Nickhun,"

"Apa?!"

"Kami baru saja mendapat informasinya dari J-Min tadi. Ia tidak bisa banyak melawan dan menyelamatkan Tao yang itu, karena Shadow Hunter yang menjadi lawannya sangat banyak. Dia juga tidak sempat memanggil bantuan karena hal itu," terang Yixing.

"Dimana Kris?"

"Di ruang tamu bersama yang lain,"

"Kita pergi ketempat itu sekarang. Tidak ada waktu lagi. Salahku karena aku melupakan hal terpenting,"

:::Past, Now and Future:::

Tao's P.O.V

Diriku yang hidup ditahun 2017 tidak lagi memiliki kekuatan seperti yang bisa kulakukan saat ini. Karena hal itu, aku mengira dengan membiarkannya sendiri, mereka tidak akan mengganggunya karena diriku yang itu tidak akan berguna dalam perang nanti. Tapi perkiraanku salah. Sepertinya mereka tahu kalau kami tidak boleh bertemu dan memanfaatkan hal itu. Mereka pasti akan menggunakan 'diriku' yang itu untuk mematikan pergerakanku nantinya. Sekarang apa yang harus kulakukan?

Pekerjaan akan bertambah karena aku harus membebaskan diriku yang itu. Sudah lama aku tak menggunakan 'itu', haruskah kulakukan sekali lagi? Tapi itu akan menguras banyak tenaga dan mereka pasti menyembunyikan diriku yang itu disuatu tempat yang tidak mudah ditemukan.

Sial!

Dari semuanya, kenapa harus aku yang mengalami hal seperti ini?

Sejak awal aku sama sekali tidak menginginkan memiliki kemampuan seperti ini. Dikejar-kejar. Memiliki takdir tiada putus untuk saling membunuh untuk mempertahankan kehidupan kami. Seharusnya aku tidak pergi ketahun itu. seharusnya aku tidak perlu bertemu dengan Heesu, Yifan dan Kris. Seharusnya aku tidak memiliki kekuatan ini. Pasti hal seperti ini tak akan terjadi.

Aku sendiri tidak tahu apa yang menjadikan kami –aku, Kris, Victoria dan Nichkun– harus menjalani hidup seperti ini disetiap kehidupan kami. Andai saja ada seseorang yang bisa menceritakannya padaku, aku pastikan aku akan meluruskan masalah ini sehingga tak perlu ada yang menjadi korban lagi.

"Hei…"

Aku menoleh ke sekeliling saat mendengar sebuah suara memanggilku.

"Apa yang kau cari, sayang?" tanya Kris yang sedang menyetir.

"Ada yang memanggilku barusan,"

"Berhenti mencari. Kau tak akan bisa menemukanku. Dengarkan saja baik-baik,"

"Aku akan memperlihatkan sesuatu padamu,"

Dalam sekejap, penglihatanku semuanya berubah…

End Tao's P.O.V

:::Past, Now and Future:::

"Ini… dimana?"

"Disuatu tempat. Berpuluh-puluh tahun yang lalu,"

"Kau siapa?"

"Bukan siapa-siapa. Kau ingin menghentikan semua ini 'kan?"

Zitao bingung harus menjawab apa. dia tidak tahu apakah pria yang berada dihadapannya saat ini adalah musuh atau teman. Setelah mengetahui bahwa dirinya yang berada di tahun 2017 telah diculik, Tao merasa bahwa ia harus mewaspadai semuanya. Bahkan ia menyuruh J-min secara diam-diam untuk mengawasi anggota mereka yang ada. Ia tidak mau ada shapeshifter selain Chanyeol dan Taehyung berada diantara mereka. Menyamar untuk mendapatkan informasi dari mereka dan melaporkannya ke pihak Victoria.

"Aku tidak berada dipihak manapun. Kau bisa sedikit tenang tentang hal itu,"

"Sedikit?"

"Ya, karena aku menunjukkan sesuatu padamu, tentu aku juga harus menunjukkan sesuatu pada Victoria. Kalian berdua adalah pusat dari semua ini. Aku harus berlaku adil, 'kan?"

"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku?"

Pria dihadapannya tersenyum miring, "Asal mula dari semua ini. Kau pikir ini mulai terjadi sejak zamannya Heesu dan Qian? Kau salah. Ini sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lamanya sebelum kalian akhirnya terlahir kembali sebagai reinkarnasi dari moyang kalian,"

Tanpa banyak bertanya, Tao langsung menyergah pria itu dengan sebuah kalimat,"Tunjukkan padaku!"

:::Past, Now and Future:::

Year 2014,

"Kyungsoo, bangunlah…" Baekhyun terus menggumamkan kalimat yang sama secara berulang-ulang. Tangannya menggenggam erat tangan Kyungsoo yang masih belum sadarkan diri. Di sisi lain, Luhan, Sehun dan Kai juga sedang berusaha mencari cara untuk menyadarkan Kyungsoo.

Beberapa saat kemudian, akhirnya kesadaran Kyungsoo kembali, "Eonni…" panggilnya sesaat setalah ia membuka matanya.

"Ya, Kyungsoo? Syukurlah kau sudah sadar,"

"Maafkan aku. Saat itu aku tidak tahu kalau Victoria itu jahat. Dia mengatakan padaku bahwa Tao akan berada dalam bahaya jika Yifan berada di dekatnya. Victoria bilang aku bisa membantu dengan mengeksorsis Yifan. Tapi saat aku tahu bahwa Yifan tidak seperti yang dikatakan oleh Victoria, aku mulai mengurangi kontak dengan Victoria. Tapi aku tetap tidak bisa menghindarinya saat dia muncul dihadapanku. Dia terlalu kuat dan menakutkan. Maafkan aku…"

Kyungsoo hampir menangis jika Kai tidak memeluknya dan menenangkannya.

"Bukan salahmu, Kyung. Tidak ada yang menyalahkanmu. Ya, 'kan?" ujar Kai yang diangguki oleh yang lainnya.

"Teman-teman…"

Semua kepala yang ada disana langsung menoleh kearah asal suara yang tak lain adalah milik Qian.

"Yifan sudah tidak ada..."

"Apa!?"

"Mereka berhasil. Jika mereka juga berhasil mengeksorsisku, maka yang tersisa hanyalah Zitao dan Kris. Mereka harus selamat apapun yang terjadi. Jika tidak, maka ini akan berlanjut dikehidupan yang berikutnya…"

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Luhan.

Baekhyun memejamkan matanya dan menghela nafas. Ia mulai lelah dengan semua ini.

"Tidak ada cara lain," kata Baekhyun bersamaan dengan ia membuka matanya, semua mata kini terfokus padanya, sementara Baekhyun menatap Qian.

"Qian, aku akan membantumu bertransisi kealam berikutnya sekarang. Setidaknya kau aman jika sudah berada disana. Bagaimana?"

Qian tersenyum, "Aku setuju denganmu,"

"Baiklah, aku akan mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan. Kai, Kyungsoo, dan Luhan, karena kalian bisa melihat makhluk astral, aku minta agar kalian waspada dengan sekeliling. Katakan padaku jika ada sesuatu yang ganjil. Sedangkan dirimu, Sehun, cobalah untuk menerawang ke masa depan. Qian, ikut aku,"

:::Past, Now and Future:::

Year 2017,

Sebuah lingkaran magis telah dibuat di tengah-tengah atap bangunan tak terpakai di selatan daerang Myeongdong. Pilar pelindung tak kasat mata pun sudah di siapkan oleh Yixing agar orang luar tak mengetahui kegiatan yang mereka lakukan. Disana telah berkumpul Suho, Yixing, Chanyeol, Chen, Xiumin, Kris dan Tao. Namun Tao masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Yixing sudah mengatakan pada yang lain bahwa Tao baik-baik saja dan mereka hanya perlu menunggu Tao untuk sadar.

Waktu berlalu dengan lambat. Tao tersentak kemudian terbangun di pangkuan Kris. Kepalanya terasa pusing dan pandangannya masih agak berbayang.

"Aku baik-baik saja," katanya sebelum ada yang menanyakan kondisinya. Kris membantunya berdiri. Tao menggenggam jemari Kris dengan erat.

"Ingat perkataanku? Ini tidak akan sakit selama kau bisa menerimanya dengan baik. Rileks kan dirimu dan kosongkan pikiranmu. Semua yang harus dilakukan hanyalah menutup matamu selama prosesi ini berlangsung," jelas Tao pada Kris. Ia memberikan sebuah kecupan singkat dibibir Kris sebagai penyemangat kemudian meminta agar Kris berdiri ditengah-tengah lingkaran magis tersebut sementara dia dan yang lainnya berdiri mengitari bagian luar lingkaran.

"Kita mulai,"

Warna mata Yixing seketika berubah menjadi putih keabu-abuan. Ia menatap ke langit dengan kedua tangan terbentak di kanan dan kirinya. Sebuah energi transparan menyelimuti Kris.

"Yixing akan menahannya. Kita mulai dari dirimu, Xiu eonni,"

Xiumin mengangguk kemudian mengarahkan tangannya keatas. Sebuah sinar berwarna biru muda menyilaukan keluar dari tangannya, menuju keatas, lalu memantul kembali dan ikut bergabung dengan pilar energi milik Yixing yang mengelilingi Kris.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Chen, Suho, kemudian Chanyeol. Setelah semua kekuatan menyatu dengan pilar, kini giliran Tao yang mengatur kecepatan dari semua kekuatan itu untuk masuk ke tubuh Kris. Ia tidak bisa melakukannya terlalu cepat atau terlalu lambat.

Setengah jam kemudian, semua kekuatan telah berhasil ditransfer kepada Kris. Yixing melepaskan pilarnya, dan seketika itu pula tubuh Kris limbung. Chen dan Chanyeol dengan sigap menahannya dan membaringkannya perlahan.

"Sekarang kita hanya perlu menunggu reaksinya,"

"Semoga saja tak ada penolakan,"

"Ya. Kami harus bertahan kali ini…"

:::Past, Now and Future:::

.

.

.

To Be Continue…

Author's Note:

Grey cuma mau bilang satu hal aja.

Maaf atas keterlambatan atau update yang memakan waktu super duper lama ini dan ini NO EDIT.

Semoga kalian ga bosan sama ceritanya karena dua chapter lagi, ff ini bakalan officialy end aka tamat.

Jangan lupa review and see ya at next chapter