Yo, minna! Setelah sekian lama akhirnya saya nongol juga. #bruk bruk bruk kena pukul readers semua. Gomen, telat updatenya # sangat terlambat tahu! Katanya dua minggu lagi! dasar!
Hehehe gomen. Lagi-lagi masalah yang sama. Tugas sekolah #alasan!. Hehehe… Kembali ke ff. oke berdasarkan sran para readers dan reviewer, saya putuskan fict ini DISCONTINUED
#plak. Hehhe bercanda. Mulai chapter ini, saya akan memindahkan balesan reviewnya di bawah. Gomen kalau belum bisa ngebales reviewer yang login. Karena saya males njalaninya #bilang aja kalo bokek dan gaptek aja, thor! Jangan disembunyiin!. Sssshhhttt! Jangan dibicarain,dong. Raders, olimpiadeku gagal! Jadi kecewa deh. Tapi gak papa, sekarang langsung ke cerita.
SSS Rank Secret
Disclaimer : Naruto n other chara© Masashi Kishimoto
This ficts © punya saya terinspirasi dari salah satu ficts dari senpai pppeppermint
Genre : Tragedy , Humor, Adventure.
Warning: fem!naru , good!kyuubi , OC , OOC , gaje , abal ,TYPO ,EYD perlu bimbingan , semi canon , author pemula
Summary :
Naruto bertemu dengan seseorang yang menceritakan padanya sebuah rahasia rank SSS yang hanya diketahui oleh tiga orang. Siapa sajakah mereka? Dan apa rahasia itu?
"…." (percakapan manusia / orang)
'….' (monolog)
"…" (perkataan bijuu / jutsu)
Chapter 10 : Kebenaran
~Naruto's place~
"kenapa, Sasuke? Kenapa kau begitu berambisi untuk membalas dendam, hah?" teriak Naruto kesal.
"karena balas dendam adalah alasan mengapa aku hidup. apa urusanmu 0engatur hidupku, Hah!" teriak Sasuke dingin.
"apakah tidak ada alasan lain hah? Sasuke?" teriak Naruto lagi.
"menyingkirlah dari sini atau kau akan kubunuh!" kata Sasuke dingin sedingin kutub utara(?)
"aku tidak akan menyingkir sebelum membawamu pulang, Sasuke!" teriak Naruto.t
"cih!" decih Sasuke. Kemudian ia membuat chidori di lengan kirinya. Tak mau kalah, Naruto membuat rasenggan. Kemudian mereka melaju dan bersiap menubrukkan dua jutsu mematikan tersebut. Dan… yak sedikit lagi, giring kekanan dioper ke maldini dan jebret gooool!… Stop! Kok malah kayak komentator sepak bola, sih? Balik ke cerita.
'JLEB' terdengar suara benda tertusuk dan semua orang disana terbelalak. Ternyata benda yang tertusuk itu adalah…..
"Naruto!" teriak Kurama, Naruko, Attakai, Konan dan Jiraiya. Semua orang yang mendengar teriakan empat orang tadi semakin melebarkan matanya. 'mereka memanggilnya Naruto?' pikir semua orang di sana tak terkecuali Sasuke.
"Naruto?" beo Sasuke. Sementara Naruto yang tertembus dada sebelah kanannya hanya tersenyum. Sasuke sedikit terkejut dengan respon Naruto.
"baka! Kenapa kau menghilangkan rasengganmu ?" sambung Sasuke yang sudah sadar dari keterkejutannya.
"kau juga. uhuk uhuk.. kenapa kau menggeser titik seranganmu ?" tanya Naruto kembali dengan entengnya.
"kenapa? Kenapa kau melakukan sejauh ini ? bahkan saat semua mencoba membunuhku, kenapa kau tetap saja mencoba menyadarkanku ?" tanya Sasuke tanpa menjawab pertanyaan Naruto tadi.
"itu uhuk… uhuk.. sudah jelas, Sasuke. Karena uhuk kau… adalah ikatan pertamaku uhuk..uhuk. dan aku uhuk akan terus menjaga ikatan itu uhuk.. karena itu adalah uhuk uhuk jalan ninjaku, ttebayo!" jawab Naruto mantap. Kemudian Sasuke menarik tangannya yang menembus dada Naruto.
"lalu…, kenapa kau melakukan ini? Hah? Bukankah kau bercita-cita menjadi Hokage? Seharusnya kau tidak perlu mengorbankan nyawamu sia-sia ditanganku, dobe!" teriak Sasuke.
"memang aku ingin menjadi Hokage.. tapi uhuk uhuk… seseorang yang tidak mampu menyelamatkan temannya tidak pantas menjadi Hokage! Dan aku hanya ingin… uhuk uhuk kau dapat melihat luka dihatiku. Hatiku uhuk uhuk sakit, Sasuke." Jeda sejenak, tanpa sadar Naruto menitihkan air mata.
"saat melihatmu uhuk uhuk semakin tenggelam kedalam kegelapan hatimu. Dan aku uhuk uhuk juga berharap uhuk uhuk Kau dapat mengoabati uhuk uhuk luka dihatiku ini, Sasuke. Aku pasti membawamu pulang! Untuk menepati perkataanku. Dan itu adalah uhuk uhuk jalan ninjaku!" sambung Naruto kemudian memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"lahir tanpa seorang orang tua uhuk uhuk, hidup dibenci seluruh penduduk desa, tidak dianggap keberadaannya seperti sampah. Memang menyedihkan hidupku ini. Dan sekarang… uhuk uhuk mati ditangan teman sendiri. Hahaha" ucap Naruto lagi dengan nada sendu. Kemudian ia menggenggam tangan Sasuke.
"tanganmu… jauh bertambah besar, ya, Sasuke." Ucap Naruto seraya memejamkan matanya. Sasuke langsung panik dengan keadaan ini dia berulang kali memanggil-manggil nama Naruto sembari mengguncang-guncang tubuh yang ter kulai lemas itu. Namun kelopak mata Naruto tidak juga terbuka. Tiba-tiba… 'bugh'. Tubuh Sasuke terpental karena sebuah pukulan dan hantaman sebuah pedang berduri (Samehada) yang sangat kuat hingga harus berhenti dengan menabrak 5 pohon sekaligus.
"apa yang kau lakukan pada Naruto, hah!" teriak Naruko dan Kurama marah.
"Naruto! Kumohon bangunlah! Bangunlah untuk orang yang menyayangimu!" teriak Naruko histeris.
" baru saja hiks hiks aku bersamamu, Naruto. Mengapa kau pergi secepat ini?" tanya Naruko pada tubuh Naruto.
"Aaaarggghhh! Jika bukan karena Naruto. Aku tidak akan mau menginjakkan kakiku di desa terkutuk ini. Namun nyatanya.. mengapa malah desa ini yang mengambil Naruto!" teriak Kurama marah. Kemudian ledakan chakra yang luar biasa terjadi. tubuh Kurama terselimuti chakra merah pekat kehitaman. Lalu ditangannya muncul sebuah bijuudama raksasa yang lebih besar ratusan kali dari tubuhnya.
"seharusnya desa ini sudah hancur dari dulu!" teriak Kurama seraya besiap melesat kan bijuudama supernya itu.
"jangan.. Kura nii! Uhuk uhuk. Banyak orang yang tidak bersalah akan mati jika kau menghancurkan Konoha. Uhuk aku masih menyayangi mereka. Jadi jangan hancurkan desa ini." Kata Naruto kemudian hilang kesadaran.
"gyah! Kalau bukan karena Naruto, sudah pasti hancur desa ini!" teriak Kurama frustasi. Kemudian Jiraiya datang dan langsung membopong tubuh Naruto.
"bertahanlah, Naruto." Gumam Jiraiya. Kemudian mereka berlima (Naruko, Kurama, Konan, Jiraiya dan Attakai melesat pergi.
"mereka akan kemana?" tanya Tsunade lirih entah kepada siapa. Kemudian semua orang menoleh untuk mendapati orang yang bertanggung jawab atas kejadian ini telah menghilang. Kemudian Hariken memulai pembicaraan setelah beberapa saat tadi hening sejenak.
"jadi, kapan kita akan membentuk aliansi, Tsunade-sama?" tanya Hariken.
"aku juga tidak tahu. Mungkin kita akan menunggu desa lain menawari kita." Jawab Tsunade.
"baiklah kalau begitu." Kata Miyazaki.
"sekarang kita harus memperbaiki desa ini lagi." kata Sizune. Yamato yang mendengarnya langsung memucat karena teringat akan pengalamannya pasca penyeragan pain.
"jangan bilang jika ini adalah tugasku?" tanya Yamato cemas.
"siapa lagi?" jawab Tsunade enteng dan dijawab helaan nafas berat dari Yamato.
"ini akan jadi hari terberat dalam hidupku" gumam Yamato miris
~Attakai'sHouse~
Sekarang mereka berlima telah sampai di rumah milik Attakai. Kemudian Jiraiya membaringkan Naruto di ranjangnya. Lalu Naruko mulai mengobati Naruto dengan kemampuan ninjutsu medisnya yang lumayan.
"bagaiman keadaannya, Naruko?" tanya semuanya kompak dengan nada cemas level dewa. Dan dijawab gelengan Naruko.
"ini hiks diluar kemampuanku. Lukanya sangat parah." Jelas Naruko sambil menangis.
"apa boleh buat. Aku akan kembali ke tubuh Naruto dan menyembuhkannya langsung dari dalam." Kata Kurama.
"apa kamu yakin, Kurama?" tanya Konan.
"ini demi keselamatan Naruto" jawab Kurama mantap. Kemudian Kurama merapal segel macan dan berucap 'kai' dan tubuhnya langsung menghilang dengan kepulan asap. Kemudian tubuh Naruto diselimuti chakra merah yang sangat pekat dan semakin pekat saja. Kemudian luka menganga di tubuhnya menutup dengan cepat.
"hanya ini yang bisa aku lakukan. selanjutnya kita hanya bisa menunggu" akta Kurama yang telah menguasai tubuh Naruto. Mereka tidak sadar jika ada orang yang mengawasi mereka. Mungkin karena panik.
"jadi disini kau bersembunyi, dobe-chan," gumam orang tadi yan ternyata adalah Sasu-teme. # author di chidori Sasuke. Balik kecerita.
Kenapa Sasuke kok bisa tahu? Jawabannya ini.
~FLASHBACK ON~
"bertahanlah, Naruto." Gumam Jiraiya. Kemudian mereka berempat (Naruko, Kurama, Jiraiya dan Attakai melesat pergi.
Tim Taka Sasuke melihat kelengahan Konoha memutuskan untuk kabur juga. kemudian mereka langsung menghilang dari desa. Namun saat di depan gerbang desa, Sasuke berhenti.
"ada apa Sasuke?" tanya Juugo.
"hn, kalian duluan. Aku ada urusan." Kata Sasuke. Mereka hanya menurut perintah Sasuke dan meninggalkan Sasuke sendiri. Kemudian sebuah semyuman yang jarang terjadi hingga menyebabkan sebuah petir menyambar(?) . Lalu ia mengikuti jejak darah yang ditinggalkan oleh Naruto. Hingga ia sampai di sebuah mansion yang cukup luas. Tanpa sadar kakinya melangkah sendiri memasuki rumah tersebut..
~FLASHBACK OFF~
Kemudian Sasuke langsung menghilang. Kembali kerumah Attakai. Attakai merasakan sebuah chakra asing di rumahnya.
"ehem. Aku ada sedikit masalah kecil. Kalian disini dulu." Setelah mengucapkan itu Attakai langsung menghilang. Dan dia sekarang langsung nongol didepan Sasuke (digampar Attakai).
"wah wah wah. Ternyata sang Uchiha, ya. Tak kusangka kau sampai repot-repot dating ke kediamanku yang sederhana ini." Ujar Attakai dingin.
"ck, bukan urusanmu." Sahut Sasuke datar.
"apa tujuanmu kemari, huh? Apa kau belum puas menlukai, Naruto hah! luar maupun dalam! Hah~ Uchiha dan Senju memang tidak bisa berdamai." bentak Attakai marah. Sasuke akan beranjak pergi, namun tertahan karena serangan taijutsu dari Attakai.
"jangan berharap bisa lari dariku setelah kau bermain-main denganku, Uchiha!" bentak Attakai lagi sambil terus menyerang Sasuke. Kemudian Sasuke menutup matanya sejenak lalu membukanya. Nampaklah mangekyo sharingan Sasuke.
"Amaterasu" gumam Sasuke. Kemudian muncullah api hitam yang membakar tubuh Attakai. Namun setelah itu, tubuh itu langsung berubah menjadi seonggok batang kayu yang masih dibakar api amaterasu Sasuke. 'kawarimi, heh?' batin Sasuke. Sedetik setelah itu muncul ratusan kunai berwarna ungu yang menerjangnya namun masih dapat dihindari Sasuke. 'hampir saja. Jutsu apa itu' batin Sasuke.
"sudah kubilang kau tidak akan bisa menghindar dariku." Ucap Attakai lalu merapal segel tangan lagi.
"Shoton :Suishō no arashi sōin !" teriak Attakai bersamaan dengan munculnya ombak pasir Kristal yang bersiap menerjang Sasuke. Dengan sigap Sasuke membuat susano'o dan melindunginya dari serangan Attakai barusan.
"heh, Susano;'o, ya?" ucap Attakai remeh. Kemudian ia merapal serangkaian segel tangan yang lebih rumit dari yang tadi.
"Shoton :shōryuudan no jutsu" teriak Attakai lagi. kemudian muncul naga yang terbuat dari Kristal yang sangat besar. Susano'o dan naga Kristal tersebut berhadapan. Kemudian keduanya saling mneyerang. Sasuke yang lelah dengan pertarungan ini akhirnya mengeluarkan kekuatan penuhnya. Susano'o nya terselimuti baju zirah dan bersiap menyerang Attakai lagi. attakai yang merasakan firasat buruk mengambil jarak. Dan melesatlah anak panah Susano'o Sasuke. 'cepat sekali' batin Attakai. Karena tidak sempat menghindar, akhirnya Attakai menggunakan naga kristalnya sebagai perisai. Alhasil naga tesebut hancur berkeping-keping. Setelah debu kristal yang menghalangi Attakai menghilang, yang terlihat sekarang adalah dua Attakai yang identik. Kemudian salah satu dari mereka menyerang Sasuke. Gerakan mereka sama cepatnya. Namun entah mengapa gerakan Attakai lebih lambat dari sebelumnya. Akhirnya Sasuke dapat menebas Attakai dengan Kusanaginya. Namun sesaat kemudian, muncullah kunai-kunai Kristal yang menghujaminya. Sasuke dapat terselamatkan karena efek dari Susano'onya. Kemudian ia mengalihkan perhatiannya ke arah Attakai yang satu. Dan tampaklah disana Attakai sedang duduk bersila. Namun ada yang aneh dengannya. Seperti ada warna hitam semacam eye shadow (sennin mode warnanya disebut apa, sih? Saya lupa) melingkari matanya. Setelah itu ia membuka matanya. Dan tampaklah iris emas dengan pupil menyempit vertikal. Lalu dengan cepat ia sudah sampai dihadapan Sauke dan bersiap memukul Sasuke. Namun niatnya terhenti saat api Amaterasu menghalanginya. Tak kehabisan akal, Attakai berpindah kebelakang. Namun hasilnya tetap sama, titik pukulnya terhalang Amaterasu. Dengan sekejap sudah muncul sebuah balok Kristal dan perlahan Kristal tersebut menjadi seperti dirinya. 'shoton bunshin. Dia bukan orang sembarangan.' Batin Sasuke waspada. Setelah Attakai mengeluarkan bunshin kristalnya. Ia kembali menyerang Sasuke sedangkan bunshinnya bermeditasi. Attakai terus menerus menyerang Sasuke dengan gerakan cepat, namun Sasuke juga tak kalah cepat mencegah serangan Attakai dan Attakai tidak jarang mengeluarkan jutsu kristalnya. Namun hanya dapat menyentuh kerasnya Susano'o. Sasuke yang sejak tadi hanya bertahan, mulai meyerag dengan panah Susano'onya. Kali ini panah tersebut diselimuti Amaterasu dan lebih cepat lesatanya dari yang tadi. Attakai sampai dibuat berkeringat dingin meskipun ia sudah memasuki sennin mode. Dengan cepat ia memejamkan matanya dan sekaran di wajahnya Nampak garis-garis melengkung yang rumit berwarna hitam. Dan di dahinya muncul sebuah lingkaran. Setelah membuka matanya, ia langsung menghilang dari tempatnya.
"dimana dia? Depan tidak ada, belakang tidak ada, kanan-kiri juga tidak ada, atas juga tidak ada." Gumam Sasuke.
"kalau begitu dari bawah!" gumam Sasuke panic disertai munculnya Kristal raksasa yang bersiap menghancurkannya. Namun Sasuke belum bisa bernafas lega karena muncul Attakai di belakangnya dan memukul punggungnya dengan telak. Sasuke yang mendapat serangan super Attakai kembali terlempar hingga 25 meter. Ia menyeka darah segar di sudut bibirnya. Kemudian ia mengaktifkan Susano'onya dan Susano'o itu terselimuti seluruhnya oleh Amaterasu.
"bagaimana kau mengatasi yang satu ini, orang tua!" teriak Sasuke. Kemudian ia menembakkan panah Susano'onya yang juga terselimuti Amaterasu secara brutal ke arah Attakai.
"gawat! Aku tidak bisa menghindar. Hanya satu cara untuk selamat." Gumam Attakai. Sasuke menyeringai melihat kepanikan Attakai
"Shoton : Shoryuuheki!" teriak Attakai dan muncul dinding kristal didepannya dan melindunginya dari serangan Sasuke. Melihat kesempatan kabur tersebut Sasuke tidak membuang kesempatannya dan kabur. 'aku harus kembali dulu. Mataku hamper buta. Ck, kuso!' umpat Sasuke dalam hati. Saat debu yang menghalangi penglihatan Attakai menghilang, Attakai hanya berdecak kesal karena buruannya telah kabur. "pengecut!" umpatnya. Kemudian ia memutuskan untuk masuk kembali kerumahnya. Tentunya setelah memasang kekkai yang kuat.
"ada apa, jii-san?" tanya Naruko.
"hanya urusan kecil." Jawab Attakai santai. Naruko yang mendengarnya hanya menghela nafas panjang. Sudah kebiasaan.
TIME SKIP
Satu minggu sudah berlalu. Namun Naruto belum sadar juga dan juga sudah seminggu Naruko selalu menemani Naruto dan bercerita apapun yang di laluinya. Berharap Naruto mendengar ocehannya dan segera bangun dari tidur panjangnya. Hal ini membuat semuanya semakin khawatir. Naruko sudah mulai putus asa.
"jika begini akhirnya, aku pasti tidak akan ke desa itu." ujar Naruko lirih.
"Naruto, bangunlah! Onegai, Naruto!" lirih Naruko. Beberapa detik kemudian terdengarlah erangan dari sang empu yang ditunggu-tunggu.
"Naruto?" tanya Naruko.
"aku dimana?" Naruto malah balik bertanya. Tanpa menjawab pertanyaan Naruto, Naruko langsung berhambur memeluk Naruto.
"Naruto, akhirnya kau bangun! Hiks hiks.. kau membuatku takut, Naruto! Jangan pernah meninggalkanku! Kumohon hiks hiks" ucap Naruko menangis terharu. Naruto tersenyum lembut menatap kakak kembarnya. 'inikah yang dinamakan kasih sayang seorang kakak?' batin Naruto.
"hai', Ruko nee. Naru janji." Jawab Naruto lembut. Naruko semakin mengeratkan pelukannya tak ingin kehilangan Naruto lagi. lima belas menit berlalu dengan adegan melankolis tersebut. Naruto akhirnya berkata setelah lima belas menit tadi hening.
"Ru..kho nee. Lhe… phas khan. She shak!" kata Naruto tersendat-sendat. Naruko sedikit melonggarkan pelukannya namun masih memeluk Naruto sedangkan Naruto, ia langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
"emmm… Ruko nee." Panggil Naruto.
"hmm" hanya itu respon dari Naruko.
"tolong lepaskan aku. Aku lapar." Kata Naruto polos sambil memegangi perutnya. Naruko yang gemas dengan Naruto langsung mencubit pipi chubby Naruto.
"kau lucu sekali, Naruto" ujar Naruko gemas masih mencubit pipi Naruto.
"awh awh awh swa kwit Rwukwo nwee" kata Naruto gak jelas. kemudian Naruko melepaskan cubitan mautnya. Setelahnya Naruto malah pasang muka cemberut.
"hey hey! Jangan pasang muka itu! apa kau mau aku cubit lagi?" tanya Naruko makin gemas. Naruto malah makin cemberut saja. Naruko menghela nafas.
"hah~ kau tidak jadi makan, Naru-chan?" tanya Naruko setelah menghela nafas lagi. Naruto langsung menghilangkan muka cemberutnya dan tergantikan wajah cemerlang dan berbinar-binar.
"hari ini makan ramen, ya!" seru Naruto bersemangat.
"tidak." Jawab Naruko singkat. Naruto cemberut lagi.
"tapi aku kan sudah lama tidak makan ramen," rengek Naruto.
"kau itu baru sadar Naruto, tidak baik makan ramen." Nasehat Naruko.
"pokoknya aku mau ramen! Aku gak mau makan selain ramen!" teriak Naruto keras kepala.
"hah~ ya sudah…" terdengar helaan nafas panjang Naruko dan Naruto yang bersorak ria.
"tapi hanya hari ini, selanjutnya kamu hanya boleh makan ramen dua minggu sekali!" sambung Naruko tegas dan terdengar nada yang menunjukkan tanpa penolakan. Naruto sedikit tak terima dengan peraturan Naruko, namun ia sudah lapar sekali jadi ia hanya menurut saja. Kemudian mereka keluar dari kamar Naruto dan menuju ke ruang makan. Disana sudah ada Konan, Attakai dan Jiraiya (hoy! Hoy! Hoy! Author, kenapa selalu gue yang desebut belakangan?) yang menunggu. Mereka sudah tahu Naruto telah sadar akibat suara teriakan cempreng Naruto.
"ohayou, Naru-chan" sapa Konan.
"ohayou, Konan-nee" balas Naruto. Kemudian Naruto duduk di kursinya sementara Naruko masuk kedapur. Setelah beberapa saat Naruko keluar dan membawa satu mangkuk ramen.
"yey, ramen!" teriak Naruto semangat. Kemudian Naruko menaruh mangkuk berisi ramen tersebut didepan Naruto lalu dia duduk di kursinya.
"itadakimasu!" seru mereka bersamaan. Setelah itu Naruto langsung melahap ramennya dengan cepat sedangkan yang lainnya memakan sup miso buatan Naruko dengan perlahan.
"jangan makan cepat-cepat, Naru-chan!" tegur Attakai. Namun tak digubris oleh Naruto yang masih tetap memakan ramennya dengan lahap. Attakai akhirnya hanya menghela nafas panjang memaklumi kelakuan Naruto. Dalam hitungan menit saja, Naruto sudah menghabiskan ramennya.
"tambah lagi ramennya, Ruko nee!" seru Naruto.
"tidak ada tambah-tambahan. Jatahmu hanya satu, Naru-chan." Jawab Naruko.
"tapi.." belum sempat Naruto melanjutkan kata-katanya, perkataanya sudah terlebih dahulu dipotong oleh Jiraiya.
"sudah turuti saja, Naruto. Kalau kau masih lapar makan saja sup miso itu!" perintah Jiraiya. Akhirnya dengan berat hati Naruto menuruti saja. Setelah itu. acara makan pagi itupun dihabiskan dengan celotehan dan pertengkaran Naruto dan Naruko yang tidak jelas apa yang dipermasalahkan.
"oh, ya. Dari tadi aku tidak melihat Kurama nii, dimana dia?" tanya Naruto.
"D… dia… sudah kembali ketubuhmu untuk mengobatimu minggu lalu." Jawab Naruko ragu.
"benarkah?" tanya Naruto innocent dan dijawab anggukan lemah dari Naruko. Tanpa diduga Naruto malah menyeringai diatas paras cantiknya.
"yosh! Sekarang saatnya" seru Naruto sambil merapal beberapa segel tangan.
"hey Naruto! Jangan bercanda! Kau bisa menghancurkan rumah ini, baka!" maki Jiraiya yang tahu segel apa yang Naruto rapal. Namun makian Jiraiya tidak digubris oleh Naruto yang masih merapal segel tersebut.
"fuin kuchiyose: Kurama!" gumam Naruto sembari menapakkan tangannya ke lantai. Lalu mengepullah asap yang cukup tebal. Setelah menghilang, muncullah seekor rubah kecil berbulu putih yang imut.
"kyaaa, kaawaaii!" teriak histeris Naruto, Naruko, dan Konan dengan mata yang berbinar-binar. Sementara rubah itu hanya mendengus sebal.
"Kura nii lebih lucu dalam wujud ini." Puji Naruto. Kurama yang mendengarnya menggeram sebal. 'apa? Lucu? Enak saja!' batin Kurama dongkol. 'kenapa dulu aku mengatakannya pada Naruto tentang ini?' batin Kurama menyesal. Bayangkan saja dengan tubuh kecilmu, dippeluk oleh tiga wanita sekaligus. Kalo author sih, ehem sueger! #plak.
"hey, bisa lepaskan aku?" tanya kurama.
"kya, dia bisa bicara! Kaaawaaiii!" seru ketiganya lagi dan semakin mempererat pelukannya. Kurama menyesali perbuatannya barusan. Bukannya dilepaskan malah semakin erat saja pelukannya. Akhirnya ia membentuk segel macan.
"kai" ucap Kurama kemudian menghilang dalam kepulan asap.
"yah, kok hilang, sih?" seru Konan dan duo Naru kompak.
"akan kupanggil lagi!" seru Naruto. Belum sempat ia menyelesaikan segel tangannya, ia sudah dihentikan dengan genggaman tangan Jiraiya.
"sudahlah, kasihan si Kurama. Kalau dia tidak suka tidak usah dipaksa." Nasehat Jiraiya.
"ah, Jii-san gak seru!" sahut Naruko.
"hey, apa kamu nggak tega lihat Kurama kejepit seperti tadi?" tanya Attakai.
"hah~ baiklah Jii-san" seru Konan. Kemudian acara sarapan pagi tersebut dilanjutkan dengan dihiasi candaan yang didominasai oleh Naruto.
Seminggu berlalu sejak siumannya Naruto. Sekararng ada yang Nampak beda dari salah seorang keluarga Naruto. Naruko. Entah mengapa ia terlihat sangat overprotektif terhadap Naruto. Bahkan kalau mau ketoilet pun dia tungguin. Ckckck dasar Sis-com! #Naruko: idiiih terserah gue dong! Ini kan gara-gara si pantat ayam!
Naruto merasa jengah juga akhirnya karena selalu dibuntuti Naruko setiap saat. Saat makan malam inipun juga sama, saat Naruto hendak membantu memasak malah dilarang Naruko karena alasan nanti kalau Naruto kebakar. Alasan macam apa itu? batin Naruto.
"ne, Ruko nee." Panggil Naruto.
"hm?" respon Naruko.
"ano… Naru kok merasa kayak Ruko nee seperti membuntuti Naru terus, ya." Ujar Naruto.
"oh.. itu. ya, memang nee-chan membuntutimu terus. Mau mastiin kamu baik-baik saja atau tidak." Sahut Naruko.
"tapi kok sampai ketoilet aja masak ditungguin, sih?" tanya Naruto agak sebel.
"itu karena nee-chan takut karena kecerobohanmu itu." jawab Naruko enteng.
"pokoknya Naru tidak mau tahu. Ruko nee jangan buntuti Naru terus! Risih tahu" kata Naruto.
"kalau nee-chan tidak mau gimana?" tantang Naruko.
"kalau nee-chan tidak mau nnnngggg Naru nggak bakal ngomong sama nee-chan selama seminggu titik." Jawab Naruto.
"sudahlah Naruto. Nee-chan mu itu keras kepala sekali kalau sudah memutuskan sesuatu. Biarkan saja." Ujar Attakai.
"tidak. Naru tidak mau dibuntuti terus sama nee-chan. Tidak nyaman tahu dibuntuti setiap saat dan tempat. Huh!" ujar Naruto ngambek.
"ancamanmu nggak bakal berguna kalau Naruko sudah memutuskan sesuatu." Jelas Attakai.
"biarin. Pokoknya Naru tidak bakal ngomong sama nee-chan seminggu kalau nee-chan masih membuntuti Naru." Seru Naruto ngotot. Diluar dugaan, wajah Naruko langsung memucat. 'apa? Seminggu tidak berbicara sama Naru-chan? Yang benar saja? Satu hari tidak bicara aja tidak enak, apalagi seminggu?' batin Naruko gusar. Dengan berat hati akhirnya ia memenuhi permintaan adik perempuannya itu.
"hah~ aku mengalah. Aku tidak bakal buntuti kamu lagi, kok." Kata Naruko tidak rela.
"yey!" sorak Naruto. kemudian makan malam mereka dilanjutkan.
"oh iya, Naru-chan. Besok kita latihan lagi sennin mode level dua. Jadi bersiaplah. Dan Konan-chan, besok kamu mau kembali ke Amegakure?" ucap Attakai setelah beberapa saat hening.
"iya, aku ingin menjenguk rumahku dan temanku." Ucap Konan.
"Nagato dan Yahiko nii, ya Konan nee?" tanya Naruto dan dijawab anggukan pelan dari Konan.
"apa perlu diantar Jiraiya-chan?" tanya Attakai.
"tidak perlu, jii-san. Nanti merepotkan. Lagi pula aku kan bisa jaga diriku sendiri." Jawab Konan.
"baiklah, lain kali bawa temanmu tadi, ya." Ucap Attakai yang membuat Konan sedikit tersentak. Kemudian ia hanya mengangguk lemah.
"emmm.. jii-san. Ngomong-ngomong, apa nama tempat kita latihan dulu? Yang kolam itu, apa punya nama? Apa namanya?" tanya Naruto bertubi-tubi.
"nama kolam itu adalah kolam kebenaran. Nama yang bagus, kan?" jawab Attakai.
"Hm" sahut Naruto mengerti.
"baiklah kalau begitu. Oyasumi minna!" sahut Attakai yang sudah selesai makan malam dan beranjak masuk kedalam kamar.
"oyasuminasai, jii-san" sahut NaruNaru bebarengan.
"hoaahm kalau begitu aku tidur dulu, Naru-chan, Naruko, Jiraiya-sensei. oyasumi" Ucap Konan sambil menguap. Kemudian semuanya kembali ke kamara masing-masing untuk tidur.
Keesokan harinya
Pagi itu matahari bersinar cerah. Burung berkicau riang dan penghuni rumah attakai sudah bangun semua. Karena dini hari tadi Konan sudah berangkat kembali ke Ame. Jadi semuanya bangun untuk mengucapkan salam perpisahan. Sekarang mereka tampak sedang sarapan. Setelah sarapan, mereka langsung menuju ketempat rahasia Atakai yang dulu.
"nah, Naruto. Silahkan kau coba lagi." ucap Attakai.
"Ganbatte. Naruto!" seru Naruko memberi semangat. Naruto hanya tersenyum lebar mendengarnya. Kemudian ia melakukan ritual yang sama seperti sebelumnya.
"berapa kalipun kau mencoba, kau tidak akan mampu mengalahkanku. "
"yo, yami! Lama tidak bertemu." Kata Naruto menyapa.
"apa yang sedang kau rencanakan? Aku tidak merasakan keberadaanmu disini." Ucap Yami Naruto dingin.
"aku tidak merencanakan apapun. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Ngomong-ngomong, inikan kolam kebenaran. Aku akan berkonsentrasi untuk menunjukkannya." Ucap Naruto seraya menggenggam telapak tangannya sendiri. Kemudian muncullah huruf kanji diatas Naruto. Yami Naruto terbelalak sebentar melihatnya.
"ini adalah tanda tanganku, peristiwa di kedai ramen saat itu." ucap Naruto lagi.
FLASHBACK
"Uzumaki Naruto. sang Pahlawan Konoha. Bolehkah aku meminta tanda tanganmu?" tanya seorang pengunjung kedai ichiraku.
"oh, ya. Anakku sangat mengagumimu. Bolehkah aku mendapatkan tanda tanganmu? Anakku pasti sangat senang nanti." Tanya pengunjung lainnya.
"ehehehehe… aku tidak terbiasa dengan semua ini." Ucap Naruto sambil merona.
"huh?" respon kedua pengunjung yang ternyata dua orang chunin Konoha tersebut bingung.
"… dan sebenarnya.. aku belum punya tanda tangan." Jawab Naruto masih malu-malu.
FLASHBACK END
"apa peduliku dengan semua itu. apa kau lupa saat mereka memperlakukan kita dulu, mereka mengabaikan kita, mengacuhkan, memukul, mencaci, bahkan ingin membunuh kita! Apa kau lupa dengan semua itu? apa kau masih mempercayai mereka serelah apa yang mereka lakukan kepada kita?" bentak Yami Naruto.
"benar, mereka memang melakukan itu kepada kita. aku masih mempercayai mereka. Namun, sebelum aku mempercayai orang lain. Ada seseorang yang harus kupercayai dahulu. Aku harus mempercayai diriku sendiri, ttebayo. Ero-sennin, Attakai jii-san, sensei alis tebal, alis tebal, paman gurita. Mereka mempercayai diri mereka sendiri. Mereka tidak ragu akan pilihan mereka." Ucap Naruto mantap. Teringat tentang masa lalunya membuat luka lama terbuka kembali.
"hiks hiks hiks kau tahu? Sakit sekali rasanya? Hiks hiks. Lalu untuk apa aku disini? Apa aku hanya menjadi kutukan untukmu?" tanya Yami Naruto keras sambil tetap menangis.
"berkatmu aku bertambah kuat. Atas bantuanmu aku bisa sampai sejauh ini. Kau mengajariku tentang rasa sakit yang akan membimbingku." Jawab Naruto lirih.
"lalu aku harus melakukan apa sekarang hah!" teriak Yami Naruto sembari berlari menerjang Naruto.
"oh, itu mudah." Kata Naruto santai.
'bruk'
"kau tinggal menjadi diriku saja. Karena kau adalah aku. Terimakasih atas segalanya sampai sekarang." Bisik Naruto ditelinga Yami Naruto lembut. Perlahan tubuh Yami Naruto yang menegang perlahan releks siring dengan menghilangnya wujudnya.
"arigatou, Yami" lirih Naruto. Kemudian ia kembali kealam nyata dan Naruko yang melihatnya bersorak kegirangan
"kau berhasil, Naruto!" teriak Naruko.
"yosh" respon Naruto yang pastinya sambil nyengir kuda.
"baiklah. Sekarang kita akan memulai tahap kedua latihan ini" ucap Attakai dengan nada serius. Otomatis Naruto dan Naruko juga ikut serius. Kemudian Attakai berjalan ketempat Naruto. Kemudian ia memutar kakinya kekanan dan tiba-tiba air didepannya terbelah dan menunjukkan sebuah lorong bawahtanah yang hanya disinari obor. 'hah? Tempat rahasia lagi?' batin Naruto dan Naruko shock. Memang ada berapa ruang rahasia dirumah Attakai ini, ya. Hanya tuhan dan Attakai yang tahu.
"ayo" perintah Attakai. Kemudian mereka masuk kelorong tersebut hingga mencapai dasarnya. Betapa terkejutnya mereka mendapati ruangan yang sama luasnya dengan ruangan tadi masih dengan relief-relief rikudou sennin dan sejarah shinobi namun ada satu dinding yang menutupinya dan sebuah patung kepala singa di dinding tersebut ditambah patung-patung tanpa kepala disekelilingnya. 'bahkan sama luasnya' batin Naruto kagum. 'aku tak tahu jika jii-san mempunyai ruangan seindah ini' batin Naruko juga kagum.
"nah, Naruto. Sekarang giliranmu dahulu. Masukkan kepalamu pada patung kepala itu. jika tidak ada kegelapan dihatimu, maka pintu itu akan terbuka lebar. Namun jika ada sedikit saja kegelapan dihatimu, maka patung itu akan mencabik kepalamu. Patung-patung disini bukan hanya hiasan saja, itu adalah tubuh para Senju terpilih yang gagal melewati pintu ini" kata Attakai panjang lebar. Seketika itu Naruto dan Naruko menelan ludah dan Naruto juga memegangi lehernya.
"terlalu berbahaya. biarkan aku saja, Naruto" ucap Naruko akhirnya.
"tidak bisa, Naruko". Pintu ini hanya bisa dibuka oleh para jinchuriki atau keturunan Senju asli. Jadi kau tidak akan bisa membukanya." Potong Attakai.
"kalau begitu pakai kagebunshin." Ucap Naruko lagi.
"cara bodoh seperti itu tidak akan berguna juga. tempat ini suci dan dijaga leluhur Senju secara turun-temurun." Kata Attakai lagi.
"kalau begitu tidak usah saja, Naruto. Ini ter.." ucap Naruko terpotong
"tidak apa-apa, Ruko nee. Aku akan baik-baik saja. Lagipula, kita datang kesini untuk berlatih senjutsu level dua, bukan?" potong Naruto. Kemudian ia memasukkan kepalanya ke mulut patung tersebut. Keringat dingin mengucur dari dahi Naruko. Jeda sejenak, tiba-tiba terdengar teriakan Naruto.
"aaaarrrrrrggggghhhhh" teriak Naruto keras. Mendengarnya Naruko panik.
"Naruto!" teriak Naruko. Namun tidak dijawab Naruto.
Tzuzuku!
Yo! Bagaimana ceritanya? Masihkah kambuh penyakit saya? Apa fict ini jelek? Bagus? Keren? Gaje? Oh iya, saya menerima kritik, saran, flame, dan apapun itu. gomen kalau molor puuuuooooool updatenya. oke, mari kita lihat balasan reviewnya.
Arramsye. Ryudyezavfiin :
Ya, lama gak jumpa. Yoroshiku!
Oke! Akan saya pijarkan maha karya seniku. Yaitu #Deidara: ledakan! Blar! Blar! Blar! Author gosong. Iya, arramsye-san juga kobarkan api masa mudanya, ya! *cliiiing…..* arigatou reviewnya!
Nauchi Kirika – chan :
Arigatou, Nauchi-san. Ini lanjutanya. Gomen baru update setelah dua minggu #readers: ini sudah lebih dari DUA MINGGU TAHU! DUA MINGGU!. Oke, terus read n review, ya! Arigatou reviewnya!
Kai anbu(chapter 5) :
Halo juga . hehehe gomen banyak misstyponya. Tapi tenang, kalau chapter 6 keatas saya rasa sudah lebih berkurang. Dan saya usahakan diperbaiki.
Arigatou sarannya anbu-san. Akan saya usahakan agar fict ini lebih baik kedepannya. Arigatou reviewnya!
Mitsuka sakurai :
Wah! Arigatou mitsuka-san. Gak pa pa. ini lanjutannya.
Yondaime Namikaze Fadil :
Hehehe…. Gomen. Soalnya biar lebih penasaran #plak (bilang aja kalo gak tahu harus diputus dimana!). oke ini lanjutannya. Arigatou reviewnya!
Akira No Shikigawa :
Gomen… di chapter ini kayaknya SasuNarunya juga sedikit. Mungkin chapter berikutnya akan saya tambah. Ini lanjutannya. Arigatou reviewnya!
Tsunayoshi yuzuru :
Attakai itu OC. Gomen kalo belum dituliskan di warning. Mungkin kedepannya ada banyak OC. Mungkin. Akan saya usahakan lebih dipanjangkan ceritanya. Oke, ini lanjutannya. Arigatou reviewnya!
Hime koyuki 099 :
Hehehe.. gomen. Saya memang sudah akut penyakitnya. Kalo dibilang ,sih sudah stadium akhir #bugh ! chapter ini SasuNaru nya gak bakal saya putus,kok. Ya kan? Tenang #halah! Arigatou reviewnya!
monkey D nico :
ya! Ini lanjutannya. Arigatou reviewnya!
Blue-senpai :
Udah baca kan? Sasukenya gak mati, kok. Kalo mati, kasihan Naru-chan, kan. Dan sasuke masih kabur terus. Masih malu dengan Naru-chan. Oke, ini lanjutannya n Arigatou reviewnya!
EstrellaNamikaze :
Hehehe…# nyali author di kutuk dong, nanti yang lanjutin nih fict siapa? Gomen baru update. Akan saya usahakan update kilat. Terima kasih, ya ambulance nya. Tepat waktu sekali datangnya. Sasuke nggak sadar yang dilawan Naruto karena yang selama ini dikenalnya sebagai Naruto itu laki-laki. Jadi nggak nyadar, deh. Trus dia kan dingin kayak kutub selatan # di amaterasu Sasuke. Jadi nggak peduli, deh. Dan ya. Kurama akan pakai mode kyuubi. Namkun masih dalam bentuk manusia. Cuma diselimuti chakra merah saja. Arigatou reviewnya!
Kirika No Karin :
Heh? Gak bisa login? Saya juga pernah mengalaminya, Kirika-san. Itu juga menjadi penyebab saya telat update juga selain tugas sekolah. Hehehe.
Arigatou Kirika-san. Memang, kalau dingat-ingat ff ini memang mirip dengan ff yang lainnya. Tapi saya mengusahakan agar alur dan ceritanya melenceng jauh dari ff yang lain. Dan yang pasti akan semakin mebuat perbedaan yang berwarna tentunya. Gyahahaha #plak. Hehehe. Arigatou reviewnya.
Konoha robiie :
Oke! Ini lanjutannya, gih! Happy reading and arigatou reviewnya!
Rizki sabaku :
Oke! Ini kelanjutannya! Tetap menunggu kelanjutannya, ya! Arigatou reviewnya!
Dan kakato senju
Oke! Arigatou pujian and reviewnya! Mantaaaaaaaaaaaap
Fitri haruno :
Arigatou, fitri-san. Keep read and review, ya! Arigatou reviewnya!
Namikaze anwar :
Whoooa arigatou anwar-san. Cerita ini menarik tho? Nggak nyangka. Arigatou reviewnya!
Anbo fox :
Oke! Saya usahakan update kilat! Arigatou reviewnya!
Gazebo botak :
Oke! Banyak yang bilang RukoSame nya seru. Arigatou reviewnya!
Ranzi uzumaki :
Hehehe gomen. Ini lanjutannya! Arigatou reviewnya!
Dobe usuratonkachi:
Oke akan saya usahakan, ttebayo! Arigatou reviewnya!
Nidaime anzhar :
Oke ini lanjutannya! Arigatou reviewnya!
Nitya-chan :
Oke, ini lanjutannya! Arigatou reviaewnya!
Luka :
Hahaha g.. gomen kalau ngegantung. jadi kebiasaan. #plak.
Oke terus baca, ya. Arigatou reviewnya!
Kakuzu no koruptor:
Hahaha. Mungkin Kakuzu akan muncul dua atau tiga chapter kedepan. Dan mungkin akan mempunyai peranan penting. Ups! Malah bikin spoiler, deh. Hehehe. Arigatou reviewnya!
Menma uzumaki :
Oke! Akan saya usahakan mengungguli yondaime, ttebayo! #heleh! 'Dug'. Arigatou reviewnya!
Rian shimura :
Oke ini lanjutannya! Arigatou reviewnya!
Amra akatsuki :
Hehehe. Arigatou amra-san. # author melayang 'plak' keep read and review, ya. Arigatou reviewnya!
Haruno sakura :
Di chapter ini Sasuke kayaknya nggak baik deh. Biar tahu rasa ditinggal Naru-chan. Gyahahahaha *gila*. Arigatou reviewnya!
Rio ryuu :
hehehe arigatou rio-san. Nih lanjutannya. Arigatou reviewnya!
guest :
oke! Saya usahakan update kilat dengan semangat masa muda! *cliiing* silau! Arigatou reviewnya!
Jaka jekek :
Arigatou jaka-san. Hahhaa gomen. Dikit,ya Naruto and Sasukenya? Tenang, di chapter ini SasuNaru mendominasi, kok. Arigatou reviewnya!
Andi namikaze :
Ya, mulai saat ini saya hanya membalas review yang tidak login di fictsnya. Yang login saya balas lewat PM. Arigatou reviewnya!
Lela chubbi :
Oke ini lanjutan ceritanya moga memuaskan. Arigatou reviewnya!
Raffi no rinnegan :
oke ini update-nya! Arigatou reviewnya!
siti fatimah :
kalau dichaoter ini kayaknya tidak, deha. Mungkin harus disucikan ama Hidan kali. Hahaha. Arigatou reviewnya!
minato uzumaki :
wokeh. Chap ini juga ada pertarungannya, lho. Semoga puas. Arigatou reviewnya!
Dewii permatasari :
Seruu? Di chap ini ada pertarungannya juga semoga puas. Arigatou reviewnya!
Ending ambarwati :
Oke, ini lanjutannya. Jempol satunya minjem tetangga, ya. Hahaha. Arigatou reviewnya!
Ariyanto :
Oke, saya usahakan update kilat! Arigatou reviewnya!
Hefi susianti :
Oke, ini lanjutannya! Arigatou reviewnya!
Aditya :
Itu akan dijawab chapter depan(11). Oke, arigatou reviewnya!
Lilik musholikin :
Oke! Saya juga kasihan sama si ikan asin #disamehada Kisame. Hahaha. Arigatou reviewnya!
Putro nugroho :
oke! SasuNaru nggak ada battlenya kaena saya kasihan mereka! (halah! ngomong aja kalo nggak bisa!). arigatou reviewnya!
Hatake ramadhan :
Jawabannya ada dichap ini. Gomen kalau tidak jelas. Munggkin kepalak. Hahaha. Arigatou reviewnya!
Nantikan chapter selanjutnya!
A/N: yo! Gomen lemot updatenya! Seperti biasa selalu sibuk dengan segunung tugas sekolah. Hahaha. Oke bagaimana ceritanya? Seru? Lucu? Tegang? Gaje? Jelek? Lalu, bagaimana nasib Naruto selanjutnya, ya? Review n review please! See you next chapter!
SSS Rank Secret
Yellow Uzumaki
