Yo Minna-san! Akhirnya Saya kembali. Trim buat kalian yang udah review. Minna, kayaknya chap ini ada eronya dikit. Ide yang muncul di kepala saya gitu-gitu mulu lho, jadi daripada saya membuang-buang waktu untuk kulakan ide, lebih baik saya turuti ide ero itu, maaf ya minna. Baiklah, sekarang saya akan membalas review kalian.

ainun. anissa : Nissa-chan, boleh tanya gak? Bura-emon itu apa ya? Saya beneran gak tahu nih. Tapi trims udah review.

hime koyuki 099 : Oke senpai. Nih udah lanjut. Trims udah review.

KirikaNoKarin : Kalau menurut saya, jadinya es campur(?). gak usah ditanggepin jawaban ngaco tadi. Oh ya, trims udah review.

Vin'DieseL No Giza : Bra itu pakaian dalam wanita. Kalau gak salah nama lainnya –XX – (disensor). Saya malu menjelaskannya. Ya udah, trims udah review.

Penggemar : Hahahaha….trims udah memuji saya. Sama-sama(?), saya juga senang berbagi cerita. Trims udah review.

Guest : Gomen ya. Tapi Trims udah memberitahu saya, jadi saya bisa banyak belajar. Trims udah review.

Guest : Maaf. Kalau yang itu saya gak bisa menerima. Karena saya sudah bikin pairnya. Tapi I.A. saya akan membuat pair seperti itu di fic lain. Trims udah review.

Rey : Trims pujiannya. Ya saya akan melanjutkan fic ini. Moga-moga ampe bubar. Trims udah review.

Oke…gak usah banyak omos lagi, lanjut ke cerita.

Kehidupan baru Naruto

Naruto n' chara lain ©Masashi senpai

This fic ©me terinspirasi dari this is what I called happiness & the fouth greatshinobi world war

Genre :Adventure & Romance secuil humor

Warning :Abal,gaje,typo gentayangan author newbie

Hari ini adalah hari salah satu hari terburuk dalam hidup Naruto. Bagaimana tidak, dijadikan tempat tidur oleh orang yang sedang sedih(kelihatannya), diinterograsi oleh teman sendiri, dan terakhir, dipaksa menggunakan sesuatu yang tidak diinginkan. Bayangkanlah sendiri jika anda diperlakukan.

" Sudahlah….Naru-chan. Jangan ngambek terus!" Pinta Konan(Tapi kok kayak merintah ya…#Konan: biarin! Suka-suka gue! Author dibungkus pake koran bekas.) " Huh." Naruto masih ngambek. " Ayolah, Naru-chan….." Pinta Konan sekarang dengan nada memohon. Naruto masih memalingkan wajahnya dari Konan sambil menggembungkan pipinya. Dan….Konan berusaha keras menahan dirinya untuk menerkam Naruto. " Naru-chhaaannnn…" Panggil Konan. Naruto yang dipanggil menengok ke Konan dan bersiap akan memalingkan wajahnya lagi. Namun saat ia melihat wajah Konan ia mendadak memucat. Ia merasakan firasat buruk. BUGH. " Lll…lepaskan Konan-nee!" Pinta Naruto. Namun bukannya melepaskan, Konan malah semakin mencengkeram tubuh Naruto. " Ughh…ss..s..sakit Konan-nee…." Kini suara Naruto sudah terputus-putus. " aku tidak akan melepaskannya sebelum kau berhenti ngambek lagi." Kata Konan di sela pelukan -cengkraman-nya. " Bb..b..baiklah, lepaskan aku." Pinta Naruto. Kemudian cengkraman Konan mulai melonggar dan akhirnya lepas. " Memang apa salahny sih, pakai bra Naru-chan." Ucap Konan kemudian. " memakainya sih aku nggak apa-apa. Tapi kalau cara memakainya seperti tadi, itu masalahnya." Jawab Naruto. " memangnya kenapa? Aku, kan hanya mau membantumu. Katanya kamu nggak bisa pakai bra." Balas Konan. " membantu? Bukankah tadi kau memaksaku? Lagipula kan aku malu…" balas Naruto tak mau kalah. " Apa? Kau malu? Kita kan sama-sama perempuan? Kenapa harus malu?" tanya Konan bingung. Mungkin kalau Konan tau apa isi hati Naruto, ia akan mengerti. " karena kamu adalah orang pertama yang melihat tubuh baruku ini." Kata Naruto tanpa pikir panjang. Konan menyeringai. Naruto yang menyadarinya bergidik ngeri. " benarkah? Berarti aku beruntung dong, bisa melihat tubuhmu yang indah itu." Goda Konan pada Naruto. Naruto yang digoda wajahnya memerah. " oh..tapi kulihat, dadamu itu bagus, Naru-chan. Padat, berisi dan kenyal. Pasti nanti banyak lelaki yang menyukaimu Naru-chan." Goda Konan lagi. Wajah Naruto semakin memerah. " Naru-chan, wajahmu persis tomat. Itu semakin membuatmu seksi lho." Kali ini Konan sudah kelewatan. Dan reaksi naruto adalah…..

" KONAN NO HENTAI, ERO, MESUM!" teriak Naruto. Konan tertawa terbahak-bahak. Sekarang Konan benar-benar OOC. " baiklah Naruto. Aku akan memberitahumu apa yang ingin kukatakan padamu." Ucap Konan mulai serius. Terlihat dari cara dia memanggil Naruto tidak dengan sebutan " Naru-chan". Naruto juga serius mendengarkannya. " Pertama, tubuh Nagato telah dicuri oleh Madara. Aku berusaha menghentikannya, tapi kekuatannya terlalu kuat, jadi aku kalah darinya. Beruntung ada seseorang yang menolongku saat aku akan terbunuh olehnya. Dan sepertinya, Rinnengan milik Nagato dicuri oleh Madara." Ucap Konan. Mata Naruto membulat mendengar tubuh Nagato dicuri. Ia mengepalkan tangannya. " apakah Konan-nee tahu siapa yang menolong kakak?" tanya Naruto. " itulah yang membuatku bingung, Naruto. Saat aku ditolong olehnya, aku dalam keadaan tidak sadar. Saat aku sadar, aku sudah berada di gua perbatasan Konoha." Jawab Konan. Naruto menundukkan kepalanya. Konan pikir, Naruto sedang murung. Namun kenyataannya, Naruto sedang bicara pada Kurama tentang siapa yang menolong Konan. " to…Naruto….hei Naruto." Panggilan Konan menyadarkan Naruto dari aktivitasnya berkomunikasi dengan Kurama. " Apa?" Konan geleng-geleng kepala. Ia berfikir kalau Naruto tak memperhatikannya tadi. " Baiklah…yang kedua, aku akan megajukan permintaan kepada Hokage untuk memasukkanku ke dalam ANBU Konoha, itu sih kalau dia mau." Lanjut Konan. " Benarkah? Asyik! Aku jadi tak kesepian lagi dong. Horeeee!" teriak Naruto girang. " Tapi itu kalau mereka mau, Naruto. Tapi kalau mereka tidak mau aku akan pergi." Jelas Konan. " yah…Konan-nee, tapi jangan khawatir, aku akan membuat mereka menerimamu." Ucap Naruto meyakinkan Konan. Mendengarnya Konan tersenyum lembut. " Arigatou, Naruto." Ucap Konan sembari memeluk Naruto. Setelah 1 menit mereka berhenti berpelukan. " Naru-chan, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu. Kau kan teman wanita pertamaku, jadi aku akan bercerita banyak padamu." Ucap Konan setelahnya. Naruto hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. " dari mana ya… kita mulai. Oh ya, kita mulai dari sini saja. Aku sebenarnya kesepian di Akatsuki. Karena aku satu-satunya member perempuan, Pein itu orangnya cuek dan yang paling parah, dia suka novel ero buatan Jiraya. Ini hanya aku dan kau yang tahu lho. Sedangkan Kakuzu, dia hanya menghitung uang, kalau tidak, mengih hutang, pokoknya di otaknya hanya ada unag, uang dan uang. lain halnya dengan Zetzu. Kalau waktu senggang, ia pasti bicara sama pohon-pohon sekitar markas. Seperti orang gila saja. Deidara orangnya selalu membuat bom-bom baru tak bergunanya, Sasori sibuk merawat bonekanya, tapi kadang ia mau memberiku salah satu boneka miliknya. Setelah itu, ia kembali berkutat dengan bonekanya lagi. Kisame sibuk mengobrol dengan hiu-hiu peliharaannya. Itachi ternyata orangnya aneh, kupikir ia sadis, karena telah membunuh klannya sendiri, tapi begitu melihat foto keluarganya, ia menangis berguling-guling, yang paling membuatku risih itu Hidan…" Naruto tersentak saat mendengar nama itu. Orang yang menyebabkan penderitaan ibunya. " Aku terganggu oleh celotehannya yang tidak jelas, upacara inilah, pengorbanan inilah, inilah…itulah….ugh…aku pusing mendengarnya. Parahnya lagi, ia sering menusukkan senjatanya ke tubuhnya sendiri. Ugh…rasanya aku mau muntah….bla…bla…bla…" Konan terus saja mengoceh, Naruto memikirkan kata-kata Konan tadi. ' kalau Kaa-san melahirkan anak dari hidan….' Naruto membayangkan seorang anak berrambut merah, sedang menusuk-nusuk dirinya sendiri. Dan menawarinya mencobanya. ' kyaaaaaaaaa' teriak Naruto di dalam batinnya. ' untung saja, Kaa-san tak jadi diperkosa, kalau samapai hal itu terjadi, kyaaa.' Naruto teriak dalam batinnya lagi. " Pein itu suka denganku, jadi ia sangat sayang padaku, tapi saat aku menyakiti hatinya, ia akn pundung selama berjam-jam tanpa berbicara apapun, dan itu membuatku gila. Kakuzu itu sangat pelit sekali.( wuiiih pelit banget tuh.) dipinjami uang beberapa saja, sudah memelas setengah mati, kurasa kami salah memilihnya sebagai bendahara di Akatsuki. Hidan kalau direbut kalung anehnya pasti ia akan berteriak-teriak tak jelas dan akhirnya ia mengurung diri di kamarnya. Deidara walaupun tanah liat dijauhkan darinya, namun, ia tetap saja nekat mencarinya dan akhirnya markas kami akn berakhir menjadi kenangan. Itachi selalu bereksperimen dengan sharingannya, dan bersikap dingin seperti Uchiha lainnya. Kisame kalau dimasak ikannya untuk menjadi lauk pasti akan mogok makan dan semakin menjaga ikan-ikan bodohnya itu. Padahal itu salah Kakuzu karena tidak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli makan. Hah….kupikir teman-teman satu organisasiku itu tidak waras." Ucap Konan setelah berkata panjang lebar. Sedangkan Naruto hanya sweatdroop. ' tak kusangka orang yang mengacaukan dunia shinobi segila itu.' Batin Naruto. Dan hari itu ditutup oleh ocehan Konan dan pikiran melayang Naruto. Tanpa disadari oleh mereka berdua. Dua sosok laki-laki misterius di atap rumah. Laki-laki pertama dengan jubah hitam dan memiliki sebuah kalung aneh. " sialan kau Konan." Desis Pria itu. " memangya kenapa? Kau malu Rahasiamu dibongkar seseorang?" ucap seseorang disebelah pria itu. " bukan urusanmu." Ucapnya sarkastik. Kemudian kedua orang itu menghilang dengan shunsin ala mereka. Berubah menjadi kumpulan gagak dan menjadi titik air yang beterbangan. " sampai jumpa lagi, imoutou!"

Keesokan Paginya

TOK…TOK….TOK….

" Iya, sebentar." Ucap Naruto dari dalam. Naruto membuka pintu dan mendapati dua ANBU datang ke rumahnya. " Naruto-san, anda diminta menghadiri rapat di aula jam 8. Dan ajak pula Akatsuki itu." Ucap seorang ANBU kemudian mereka menghilang. DEG. Jantung Naruto berdegup kencang. ' hari ini….oh Kami-sama, berilah aku kekuatan.' Batin Naruto. Kemudian Naruto menuju dapur. Sampai disana, ia melihat Konan sedang memasak. " Konan-nee. Kita akan menghadiri rapat jam 8." Ucap Naruto. " apa kau sudah menyiapkan mentalmu, Naru-chan?" tanya Konan. " sudah pastinya. Aku merasa bersalah pada teman-teman." Jawab Naruto semangat, kemudian murung. " baiklah, kita berangkat jam setengah 8." Ucap Kona tak menyadari wajah murung Naruto. Namun, Naruto kembali bersemangat saat Konan mengtakan kalimatnya tadi. " Tapi, Konan jangan pakai jubah itu. Nanti dikira musuh." Kata Naruto memperingatkan. " ya." Balas Konan singkat.

Di Ruang Rapat

Di sebuah ruangan yang luas, dan tertata rapi kursi-kursi dan ditemani meja panjang nan besar. Ya, inilah aula desa Konoha. " baiklah….semua sudah berkumpul. Aku akan memulai acara ini. Rapat membahas kepulangan Naruto dan kedatangan Akatsuki di Konoha." Kata seorang wanita. " Naruto, jelaskan kenapa kau meninggalkan desa?" lanjutnya. " sebenarnya aku pergi ke Koneha untuk menenangkan diri. Aku tidak siap menerima perubahan mendadak seperti ini." Kata Naruto jujur. " tapi Naruto, tindakanmu itu bisa membuatmu menjadi missing-nin, walaupun kau pahlawan desa, kau tak bisa berbuat seenaknya." Ucap Hiashi datar. " aku malu, paman. Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku." Ucap Naruo membela diri. " tapi bukan begitu caranya. Memang apa beratnya, mengakui dirimu itu perempuan." Balas Koharu tak berperasaan. Naruto menitikkan air mata. Tsunade, Konan, teman-teman Naruto dan pemimpin klan yang menghadiri rapat tersebut terperanjat oleh penuturan Hotaru. Tiba-tiba tubuh Naruto dielimuti chakra merah. Kemudian pupil Naruto berubah menjadi merah dan irisnya menyempit. Dan akhirnya, Kurama menguasai tubuh Naruto. " jaga mulutmu orang tua! Kau tak tau rasanya bagaimana. Apa bisa? Kau berubah menjadi bentuk lain yang jauh berbeda dari dirimu dan megatakan semua itu baik-baik saja, dasar sekali lagi. Jika kau menyakiti Naruto lagi, maka aku tak segan-segan membunuhmu. Atu lebih parrahnya lagi….." perkataan Kurama menggantung. " Akan. Kuhancurkan. Konoha. Seperti. Waktu. Dulu." Ucap Kurama mengancam. Sedang Hotaru masih dalam ekspresi datar, namun sebenarnya ia terkejut dan takut. " Hotaru-sama, jika aku menyarankan, kurasa yang dialami Naruto itu memang berat, mungkin kita akan melakukan hal yang sama jika kita berada pada posisinya. Selain itu, jasanya kepada Konoha sangatlah besar, mulai dari invasi Pein, kemudian penyerangan Sasuke. Dan ingat. Konoha telah memberikannya rasa ketakutan yang seharusnya tidak ia terima pada saat ia kecil, bisa saja jika ia menaruh dendam pada Konoha, kemudian ia menghancurkan Konoha., jika hal itu terjadi… mungkin Konoha akan lebih menyedihkan dari ini, dan kemungkinan terparah adalah…... Konoha hanya akan tinggal nama….." ucap Hiashi dengan jeda yang cukup lama. "Namun, ia malah membantu Konoha menangani serangan Sasuke." Ujar Hiashi. " Bagaimana bisa bocah seprtinya menghancurkan konoha sendirian, jangan bercanda Hiashi." Ucap Koharu meremehkan. " ck. Mendokusai…. Kau terlalu menyombongkan dirimu itu Koharu-sama,sampai-sampai kau lupa dengan tingkat kemampuanmu. Dia itu Naruto, pahlawan Konoha yang menyelamatkan Konoha dari serangan mematikan dari Pein. Itu berarti kemampuannya berada di atas kemampuan Pein. Ingat…ia dapat melakukan kagebunshin, itu membuat dirinya menjadi sangat banyak dengan kemampuan sangat jauh diatas rata-rata genin, ditambah chakra kyuubi yang tidak terbatas, membuat bunshin itu bertambah lebih kuat. Dari sini saja sudah terlihat bagaimana perbedaan kekuatan ninja Konoha dengan Naruto. Dan ketika pertarungan itu, dia mengeluarkan kuchiyose mengerikan yaitu Kyuubi. Secara jumlah dan kemampuan, kita kalah telak. Namun ia malah membantu Konoha meredakan serangan Sasuke." Jelas Shikaku. Kemdian ruangan itu menjadi ramai oleh pembicaraan orang yang mengikuti rapat, apa yang dijelaskan oleh ketua klan Nara itu benar. Konoha kalah telak dengan Naruto, baik jumlah maupun kemampuan. Mereka merasa bersalah atas tindakan mereka terhadap gadis yang saat ini tak sadarkan diri setelah tubuhnya diambil alih oleh Kurama."Baiklah…kalau begitu, aku nyatakan Naruto dibatalkan statusnya menjadi missing-nin. Kemudian, apa yang ingin kau katakan, Nona?" kata Hotaru memutuskan kemudian bertanya pada Konan. " Aku hanya menawarkan kepada Konoha, untuk memasukkanku kedalam squad ANBUnya. Itu sih kalian mau, tapi jika tidak aku akan pergi. Pikirkanlah baik-baik." Jawab Konan. " Apa kau bilang? Setelah kau menghancurkan Konoha hingga rata dengan tanah, kau menawarkan kami untuk memasukkanmu menjadi ANBU? Gila kamu!" Bentak Civillian council kepada Konan. " tadi sudah kubilang jika kalian mau menerimaku. Apa kalian tuli, hah!" bentak Konan tak mau kalah. " tentu saja kami menolak!" ucap civilian council serempak. " Harap tenang, tuan Shikaku akan memberikan pendapatnya." Ucap Tsunade menenangkan. Kemudian semuanya kembali tenang. " ehm…baiklah…menurut pendapatku, kurasa kita bisa menerimanya. Pertama, dia pastinya ninja yang kuat, karena bergabung dengan Akatsuki, tak usah perlu bukti karena kalian sudah merasakannya. Kedua, ia bisa menjadi sumber informasi untuk kita mengenai akatsuki." Ucap Shikaku.. kemudian seisi ruangan itu ramai karena orang-orang yang mempertimbangkan argument dari Shikaku, dan hasilnya sama. Ini adalah kesempatan untuk menumpas Akatsuki. " Baiklah, mungkin jawaban kalian adalah 'ya'. Jika seperti itu aku akan mengangkatnya menjadi salah satu bagian dari ANBU. Dengan ini kunyatakan rapat ditutup." Ucap Tsunade.

Setelah Rapat

" Maafkan kami yang tak mengerti dirimu, Naruto. Aku menyesal melakukannya." Ucap Sakura minta maaf. " tak masalah, Sakura-chan. Aku mengerti." Balas Naruto. " minna! Bagaiman kalau kita merayakan kepulangan Naruto dan bergabungnya Konan-nee dengan mandi di pemandian air hangat, aku dengar air hangat dapat menenangkan pikiran yang kacau. Bagaimana, Naruto?" ucap Kiba. " Minna! Ada kabar buruk. Sasuke abur dari penjara. Hal ini baru diketahui saat ia akan diadili. Mereka mengelabui penjaga dengan bunshin yang sangat mirip dengan mereka. Anehnya lagi, bunshin itu ternyata makhluk aneh berwarna putih." Ucap seorang pemuda berambut mangkok dan beralis tebal. DEG. Naruto tersentak. ' apa yang kau inginkan, Sasuke?'

T

O

B

E

Continue

Gimana? Serukah? Gajekah? Jelekkah? Lucukah? Siapa yang menolong Konan saat melawan Madara/Tobi? Siapa orang misterius yang mengawasi Konan dan Naruto? Dan apakah Naruto menyetujui rencana Kiba setelah adanya berita kaburnya Sasuke?Jawab aja di review.

Sekian. Maaf kalau banyak typo.

Review please