.
Curcol: Huee~~… akhirnya kelar juga! Gomen kalo telat, minna! Abisnya ada satu dan lain hal yang mengganggu! Ini juga saya begadang supaya bisa selesai hari ini juga. Tapi, berhubung ternyata saya ga tau alamat email resmi yang dipakai, saya jadi tidak bisa langsung mengupdatenya sekarang dan hjarus menunggu besok pagi buat konfirmasi dulu… (T_T)
Di chapter ini, saya tidak bisa 'menambahkan' masalah baru karena saat ini saya 'kekurangan ide' dan abis dipake bwat project lain. Jadilah saya Cuma bermain melankolis melalui pendekatan individu chara! Semoga kalian menikmatinya!
On to the story!
Go Figure It Out!
Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki
.
Chapter 10: Why Now?
By: Seithr-Kairy (id: 847059)
.
.
.
—Dengan Yami—
'Gelap sekali di sini…'batin yami waspada.
Dia tidak percaya bahwa ada yang seperti ini di dalam mansion Kaiba yang serba-super-canggih. Kalau yang ada di sini jebakan yang serba elektronik bin hi-tech sih, masuk akal! Eh, yang ada malah jebakan yang 'old-fashioned' kaya gini! Mana yang kena malah temen sendiri lagi! Ini 'kan base utamanya the Kaiba's?! Perusahaan super-multi-bilioner yang hampir tiap tahunnya mengeluarkan produk terbaru yang lebih hebring dari sebelumnya baik itu dalam hal game, alat elektronik, maupun program software sekuriti terkini?
Benar-benar sulit dipercaya! Seperti bukan dia saja.
Eh, bentar dulu… dipikir-pikir lagi, mungkin justru itulah tujuannya memasang jebakan ini. Buat sesuatu yang tak terduga supaya penyusup yang lengah bakal terperosok! Wala~h… Kaiba... Kaiba.. sempat-sempatnya dia mikir ke situ ya? Tapi, itu berarti, dia punya humour-sense yang parah bin aneh juga. Sadis euy…
Kaya'nya untung juga Atem ga' jadi tunangannya Kaiba deh. Coba bayangin aja kalo ternyata berhasil menarik perhatiannya berarti selamanya bakal dibikin menderita ama dia! [1]
'Hii! Udah ah. Ngapain juga aku jadi mikir tentang hal itu terlalu jauh? Aku di sini kan buat nyari Aibou! Bukan buat mikir tentang hal-hal yang 'mungkin' terjadi! Bagaimanapun juga, Aibou adalah tanggung jawabku! Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja saat ini. Apalagi setelah aku tahu, apa yang dipikirkan Aibou selama ini. Aku—'
Isi pikiran Atem seketika putih.
'Maafkan aku, Aibou! Aku ini benar-benar Yami yang tak tahu diri! Bodohnya aku sampai-sampai tidak pernah memperhatikan tentang hal itu darimu! Aku—'
Sudahlah. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Lagipula, Kaiba sudah akan menjadi milik orang lain, kan? Yang bisa Atem lakukan saat ini hanyalah menemukan Hikari-nya. Dirinya yang seorang lagi. Seseorang yang telah mengorbankan banyak hal sehingga aku bisa tetap ada di sini saat ini meskipun mungkin selamanya ia tidak akan dapat membalas perasaanya seperti yang diinginkan.
Atem merasa berhutang budi padanya untuk selamanya berada di sisinya. Dan jika disuruh memilih antara seseorang yang amat ia sayangi dengan Aibou, tanpa pikir panjang ia akan memilih jawaban kedua. Ia akan tetap memilih Aibou kapan pun, dimana pun, dan dalam situasi apapun.
Karena Aibou adalah segalanya baginya.
Ya… mungkin inilah jalan yang terbaik.
.
.
—Dengan Yugi—
'Sigh…. Apa yang sedang kulakukan di sini?' pikir sang Hikari-yang-kabur-dan-jatuh-dalam-jebakan-kemudian tersesat-entah-dimana-sebelum-akhirnya-terduduk-ke capean-sendiri. 'Seharusnya aku mencari jalan keluar dari sini secepatnya. Tapi—'
Dia teringat kejadian yang membuatnya kabur tanpa memperhatikan jalan lagi. dahinya mengernyit lalu melingkarkan kedua tangannya pada kedua kakinya yang dilipat. 'Aku mau pulang! Tau begini, lebih baik tak usah datang saja sekalian! Yami…."
"Di sini rupanya kau, Aibou." sebuah suara yang amat dikenalnya menyapa. Yugi yang terkejut hanya bisa melongo ketika dilihatnya Yami sudah berdiri di sampingnya.
"Heh! Sedang apa kau duduk terus-terusan? Ayo berdiri! Bajumu jadi kotor tuh!" perintah Yami sambil tersenyum kecil. Kata-kata itu sudah cukup untuk membuat Yugi tersadar dari pikirannya yang melayang tak tentu arah.
"Ya.. Yami! Ke-kenapa kau ada disini?! Bukankah kau seharusnya berada di tempat lain?!" sembur Yugi dengan wajah panik. "Pergi sana!" tolaknya.
"Dia pasti sedang menunggumu, kan?" tambah si Hikari dengan suara getir. Namun, 'jawaban' yang diterimanya membuat matanya terbelalak.
Yami merangkulnya!
"Jangan mengatakan hal yang bodoh! Kalau kau pikir aku akan meninggalkanmu karena orang lain, kau salah besar! Karena bagaimanapun juga, kau adalah aibou-ku yang tak tergantikan." ucap Yami dengan nada serius.
Yugi tercengang dibuatnya. Namun, bukan berarti dia tidak bisa menangkap makna tersirat dari kata-kata dirinya yang lain itu. Yami memang bilang kalau dia tidak akan meninggalkannya, namun tidak sekalipun dia menegaskan bahwa itu berarti dia akan membalas perasaannya. Satidaknya, tidak sekarang.
Sang Hikari menghela nafas dalam hati sambil berpikir bahwa ini bukanlah solusi yang terbaik bagi mereka semua. Setidaknya, ini tidak adil bagi Yami. Namun Hikari-pharaoh itu tidak peduli. Hanya untuk kali ini saja, dia ingin bersikap egois. Saat ini dia telah mendapat kesempatan untuk mendapatkan Yami seperti yang diinginkannya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Sudah tenang sekarang, Aibou?" bisik sang yami yang hanya dijawab dengan anggukan kecil tanpa suara, "Kalau begitu, ayo kita kembali ke atas. Teman-teman yang lain pasti khawatir jika kita berdiam di sini lebih lama. Ya?"
"Ya. Aku sudah siap" kata Yugi perlahan. Dan bersamaan dengan kata-kata itu, bayangan-bayangan yang ada di sekitar mulai bergerak menyelubungi mereka hingga menutupi keduanya dengan sempurna—sebelum perlahan-lahan kembali memudar dan menghilang.
Keduanya tidak lagi berada di tempat mereka berdiri kurang dari semenit yang lalu.
.
.
—Dengan Kaiba—
'Dasar BODOH!' maki Kaiba sulung dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya jengkel.
Saat ini dia sedang berada dalam sebuah ruangan kosong yang terdekat dengan ruang pesta sambil berjalan bolak-balik tiada henti dan hal ini sudah berlangsung cukup lama. Ya—sejak 'insiden' yang melibatkan dirinya dan rivalnya itu.
Setelah Yami menghilang, Kaiba yang satu ini tiba-tiba saja berbalik arah dan pergi dengan tergesa-gesa tanpa mempedulikan sekitarnya. Karena, sungguh tidak etis bagi seorang Kaiba untuk tampil kurang dari sempurna di muka umum.
'Kenapa baru sekarang?!' umpatnya, 'Kalau saja hal ini terjadi lebih dari tiga bulan yang lalu, pasti hasilnya akan sama sekali berbeda!' sesalnya lagi.
"Selama ini kukira dia tidak tertarik untuk memulai hubungan dengan siapapun, dan hanya ada satu orang yang selalu jadi pusat perhatiannya. Dan orang itu jelas-jelas bukan dirinya. Mana mungkin aku tahu kalau dia tertarik?" ucapnya lirih.
Karena itu Kaiba sudah memutuskan untuk menyerah dan mengalihkan perhatiannya pada orang lain sampai-sampai dia menyelenggarakan pesta yang gila-gilaan seperti ini. Untuk memastikan bahwa orang pilihannya itu sadar dan yakin bahwa dirinya serius untuk menghabiskan sisa hidup bersama.
Dia kan, seorang Kaiba. Apapun yang diinginkannya—selama hal itu bisa dibeli, dia akan melakukan yang terbaik. Tapi, karena itu pula dia tidak bisa bertindak sembarangan. Dia telah mengumumkan secara terang-terangan pada pers bahwa dia dan calon pendampingnya akan bertunangan secepatnya. Dia tidak bisa seenaknya membatalkan semua ini begitu saja, kan?
Pantang bagi seorang Kaiba untuk menelan ludah sendiri. Karena itu, apapun yang terjadi setelah ini, dia tidak akan mundur. Segala sesuatunya akan tetap berjalan sesuai rencana. Yah… mungkin inilah pilihan yang terbaik.
To Be Continued…
Catatan:
* A.k.a Syndrom 'Akiisme', red. (O_O)! (_")! Scary! ;P!
Ada tambahan gratis dari author sebagai permintaan maaf atas keterlambatan update. Tapi apa boleh buat, panggilan dari dunia nyata memang kejam dan selalu minta untuk didahulukan… (;;;_ _)!
.
.
OMAKE:
—Dengan Bandit Keith—
'DHUASSAARRR! Nase~b… Naseb…
Begini nih jadinya kalo berhubungan dengan orang kaya atawa terkenal yang ngakunya jenius!' rutuk sang duelist bule sambil mencak-mencak di tempat.
'Mereka smua bener-bener kaga' ada nyang waras! Ya nggak si 'Bayi Gede' Pegasus dan obsesinya pada kartun, Nggak si 'Raja Duel' yang terobsesi pada 'Heart of Cards' yang SAMA SEKALI ga' jelas bin mustahal, ee~h.. Skarang malah si 'Dirut yang Slalu Cemberut' yang ktularan nyelenehnya! Aduh Nyaa~k… Dosa apa inyong di kehidupan yang lalu sampai-sampai bisa terjerumus dalam kesesatan ini! Huh! Liat aja! Inyong pastiin si muka manyun ntu dapet 'kecelakaan' mendadak sebelum matahari terbit besok pagi atau nama nyong bukan Bandit Keith! MWAHAHAHA!'
.
.
—Dengan Bakura cs—
"Hehehehehe… London, here I come~~!" nyanyi si pencuri makam yang kegirangan dengan hadiah 'keberuntungan' yang akan didapatkannya.
"Oy! Maling Kuburan! Kau tidak akan lupa untuk mengajak kami, kan?" tembak dua orang yang sepintas terlihat seperti pinang dibelah dua itu menyeringai sebelum buru-buru masang tampang 'imut tak berdosa' yang kalo author boleh jujur bakal bikin bayi termanis nan anteng jadi menangis meraung-raung sekali melihatnya.
Mendengar panggilan duo-rusuh itu, Bakura segera berbalik sambil pasang tampang 'berani-mendekat-tanggung-sendiri-prosesi-pengubur an-anda.
"Heh! babeh kuncen dan papi kuncen, enak aja lo mo minta-minta! Kaya' gua dong… USAHA!" makinya. Meskipun si author sendiri ga' yakin kalo yang dilakukannya baru-baru ini termasuk kategori 'berusaha'.
"—Lagian, kalian kemana aja sih, ga' keliatan dari awal?" Tanya Bakura yang akhirnya penasaran.
Mendengar hal itu, air muka duo-pengacau itu langsung berubah sambil mengeluarkan aura pembunuh, "Jangan ungkit-ungkit itu lagi!" bentak mereka bersamaan.
"Gimana mau berusaha kalo kesempatan aja kagak dikasih?!" maki keduanya sambil melotot.
"Author-author sebelumnya benar-benar Raja Tega deh! Masa' kami yang notabene adalah antagonis ter-cool, ter-calm and confidence di fandom ini bisa terlupakan sih?! Kamu masih mending 'Kura. Bisa muncul _DAN_ melakukan adegan yang udah pasti spesialisasinya kamu. Lha~~… KAMI?!" racau si kembar-dari-neraka itu gak jelas juntrungannya.
"Ma~..Ka~..Nya~….. kali ini kami bertindak duluan untuk memastikan bahwa kami akan muncul meskipun hanya sekali ini saja." Tambah si pasangan yami-hikari ter-ngga' stabil itu sambil tersenyum iblis.
"Oh?" sambut Bakura sambil menaikkan alisnya dan mengganti posisi tubuhnya agar bisa mendengarkan dengan lebih baik.
"Katakan padaku, APA yang kalian lakukan pada spesies makhluk yang suka banget mencampuri urusan kita itu? Kuharap dia dapat balasan yang setimpal atas tindakan spesies mereka yang suka sekali mengatur-atur kehidupan kita?" tambahnya dengan tenang sambil mengeluarkan pisau lipatnya dari saku sembari menelitinya dengan seksama seakan-akan baru pertama kali dia melihat benda di tangannya itu sebelum mengiris tipis jari telunjuknya ketika dia telah menyelesaikan kalimatnya yang terakhir dan melihat dengan asyiknya ketika darah merahnya mulai keluar setetes demi setetes.
Si duo-psycho cuma geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan 'kenalan terdekat' mereka itu. Dan banyak orang bilang kalo mereka gak waras. Dibandingkan dengan mereka, Bakura ditambah blood bisa jadi resep standar untuk menguji kewarasan seseorang! Merinding bulu kuduk mereka mengingat apa yang terjadi kalo Bakura ngeliat darah. Hiu aja kalah dalam mendeteksi adanya bau darah kalo dibandingkan dengan Bakura!
"Yah… gak penting juga si~h… kami mungkin 'cuma' memastikan bahwa dia akan selalu kehabisan suplai kafein kesayangannya itu selama dia tidak memenuhi tuntutan kami…" jawab keduanya sambil ngeles.
Dan di suatu tempat di antah berantah masih terdengar suara sayatan memilukan yang meratapi "precious"nya yang 'dibantai' oleh tag-team yami-hikari yang tidak mengenal kata ampun dan belas kasihan.
.
.
.
A/N:
Malik&Marik: "Oy! Author ga guna yang mudah linglung! Masa bagian kita-kita nampang Cuma sgitu doank?! Mana gajhe gitu lagi!"
Kairy: "Diem luh kuncen-kuncen bakayaro! Kau pikir aku tidak akan membalas kalian setelah apa yang kalian lakukan pada my precious?! Masih untung kalian kagak jadi modar! Ingat, kami ini spesies unggul! Kami punya 'The Absolut Power of an Author!' MWAHAHAHA! We Rule The Worlds and Universes!
Catatan kaki si pengarang:
(GigiGemeletuk) AAAAHHHH! Kenapa smua karakternya jadi pada psycho smua sieh? Da yang punya nomor psikiater? Kayanya beberapa sekrup Kai lepas neh abis nulis ini….. (T-T) (Sweatdrop) Aarghh! (_")!
Last A/N:
Sigh… harusnya chapter ni bisa lebih panjang lagi~…. Sayang aku dah ga sempet mikir lagi….. Skali lagi, gomen atas keterlambatan ini, minna! Spertinya hanya aku yang tek bisa masuk deadline, y? (TT_TT) Hauuuuuuuu~~~~~….
Ooo~kay sodara-sodara! Tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu kita semua. Yaitu acara DOOOO~~RRRRR PRIZE!
Nah! Siapakah yang (tidak) beruntung kali ini?! (-Ngitung dengan Cap-Cip-Cup-) Jeng Jreeeee~~~nggggg!
Berdasarkan ramalan 'Mbah Romo', the Tag shall goes to~~~~~~~~~~…
RYUDOU AI! Selamat! Selamat! Andalah yang beruntung kali ini!
Remaining author(s) and authoress(es):
Aki kadaoga / Nfra / Seithr-Kairy
