Balas Review! :D
Honey Sho: Aduh, panjang amat! ^^'
Rose: "Aku nggak ngerti salahku dimana!" *pundung.*
Me: *sweatdrop.*
Well, Thanks for Review! :D
RIVAIFURUYA: Hmm, mungkin? *plak!* Yah, terima kasih telah me-Review! :D
Happy Reading! :D
Thundy Shocka selaku Narator di sini mempersembahkan Part 9 dari fic 'Rose Absurd Day'!
~Perdebatan~
"Kau yang salah, Kambing!" seru Rose kesal.
"Apa?! Enak aja! Jelas-jelas ini semua salahmu, tau!" balas Mathias sengit.
"Yang benar aja! Kau yang lebih dulu, kan?!" bentak Rose tak mau kalah.
"Oy, jelas sekali kau yang mulai! Sekarang lihat apa yang telah kau perbuat!" gertak Mathias frustasi.
"Kau yang membuatnya menangis!" teriak Rose sewot.
"Enak aja! Itu KAU!" bantah Mathias kagak nyelow.
"Kau!"
"Kau!"
"Salahmu, Kambing!"
"KAU, GADIS SIALAN!"
"Kau!"
"Kau!"
"KAU YANG MEMBUATNYA MENGINGAT GIRO!" pekik mereka berdua bersamaan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAARGH!"
Rose dan Mathias pun segera berhenti berdebat dan menengok ke arah Luthias yang terlihat sangat menyedihkan dengan wajah yang sangat gusar dan rambut yang sama berantakannya dengan surai singa.
Gawat!
"KALAU KALIAN BERDEBAT TERUS, LEBIH BAIK AKU KE RUMAH IDHAM SAJA!" pekik Luthias emosi sambil membereskan barang-barangnya yang berupa sebuah tombak dan juga kumpulan buku koleksinya.
Catatan dari Thundy sang Narator: Please, deh! Gue kagak tau mereka berdebat soal apa, tapi kayaknya yang paling kasihan di sini Luthias, deh!
~Cantik~
"Katie, kau kagak ada cantik-cantiknya deh!" kata Rose sambil meminum tehnya di ruang makan.
Katie pun terdiam dan langsung masuk ke dalam kamarnya yang sukses membuat Rose bingung sambil membatin, 'Mau apa dia?'
Setelah lima belas menit menunggu, akhirnya Katie keluar sambil mengenakan gaun untuk acara nikahan.
"Rose, udah cantik belum?" tanya Katie dengan nada menggoda.
Rose pun hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa sampai Mathias dan Ryder datang menghampiri mereka.
"Katie? Kamu ngapain pakai gaun? Memangnya siapa yang ngajakin kamu ke kondangan?" tanya Ryder sweatdrop.
Catatan dari Thundy sang Narator: Jujur, aku pengen ngakak bayangin ekspresi Katie pas Ryder nanyain itu!
~Pertengkaran~
"Aku mau kau jujur, Sepupu!" kata Lance sambil menatap Ancle dengan marah, sementara sepupunya juga tidak mau kalah membalas tatapan pemuda itu.
Rose, Matt, Natalie, Anna, dan Mathias pun hanya bisa takut melihat kedua saudara sepupu yang udah mulai berantem tersebut.
"Aku sudah jujur, Lance!" balas Ancle sambil ngasih tatapan tajam.
Tapi Lance tidak mau percaya dan langsung melempari gadis itu dengan buku tebal seberat 2 kilogram.
"Kau yang mengambil licorice dari Emil-san untukku, kan?!"
Catatan dari Thundy sang Narator: Oh, iya! Bagi yang belum tau, kadang Lance dan Ancle kalau berantem soal hal yang kagak penting itu bisa bikin repot!
To Be Continue...
Review! :D
