~Be My Sweet Darling~
KyuMin
YAOI
^^ Happy Reading ^^
Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/MATURE CONTENT
DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^
.
Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-
.
.
.
.
*Chapter sebelumnya*
.
Lelaki tampan itu masih sibuk dengan laptopnya. Setelah selesai merekam segala aktivitasnya, ia menonton sebentar hasilnya. Ia terkekeh ketika melihat ekspresi Sungmin saat ia salah menyusun kalimatnya. Betapa lucuny ia..
Setelah rekamannya selesai ia tonton, ia langsung menutup koneksi videonya dan segera mengklik menu google chrome di layar laptopnya. Setelah menampilkan layar google, ia membuka emailnya dan segera melampirkan video itu pada seseorang. Ia tersenyum puas. Tak lupa untuk memberikan kata-kata untuk sang penerima email.
"Semoga ia menyukainya." Ucapnya bahagia.
.
~Chapter 10~
.
.
PING!
Sebuah bunyi dentingan dari laptopnya tentu membuatnya sedikit kaget. Ia sedang bercengkrama dengan istri tercintanya. Duduk tenang di ruang tamu yang menghubungkan langsung dengan ruangan kerjanya. Lelaki paruh baya itu sedikit bergeser untuk meraih laptopnya yang di taruh di atas meja kerjanya. Sang istri hanya bisa melirik dan terus memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh suami tercintanya.
Saat mata itu melihat dari siapa email itu masuk pun menyunggingkan senyum khas-nya. Dengan perasaan senang, ia membawa laptopnya untuk ia tunjukan pada sang istri cantiknya. Dengan rasa penasaran, sang istri pun bergeser untuk mempersilahkan suaminya agar bisa duduk di sampingnya.
"Ada apa yeobo? Kau terlihat senang." Instruksi sang istri pada suaminya.
"Bukan apa-apa." Jawabnya sedikit menyembunyikan rona senangnya.
"Kau membuatku penasaran~"
Tak ada jawaban dari tuan Cho atas pernyataan sang istri. Hanya ada kerlingan nakal dan senyum tersembunyi yang terlihat dari wajah tuanya. Lelaki itu sedang menunggu download-an-nya dari email yang baru saja di terima. Setelah download-an-nya selesai, ia pun mengklik icon panah yang ada di pojok kanan layar laptopnya. Membuka hasil download-nya dan segera menunjukannya pada sang istri.
"Bersiaplah Nae yeobo~" Ucapnya bahagia mengecup pucuk kepala sang istri dan mengklik icon play di laptop itu.
Nyonya Cho sangat terkesiap ketika melihat layar laptop milik suaminya. Terdapat Sungmin disana. Sedang duduk. Bersama dengan putra kesayangannya. Ia melirik lelaki yang sedang duduk di sebelahnya.
"Apakah ini email dari Kyuhyun?" Tanya-nya penuh haru seraya mengklik icon pause di laptop itu.
Tuan Cho mengangguk. "Yeah~ untuk mu…" Jelasnya. "Apa kau tau, judul email yang ia lampirkan untuk kita?"
Otomatis nyonya Cho menggeleng.
"Perkembangan Sungmin kita,"
"Benarkah yeobo?"
"Ya..lihatlah sampai habis."
Wanita paruh baya itu kembali mengklik icon play di laptop itu. Ia kembali menyaksikan apa yang sempat tertunda tadi. Perkembangan Sungmin di video itu. Dan video itu di buat sengaja oleh Kyuhyun. Oh Tuhan! Betapa bahagianya nyonya Cho…
Memperhatikan Sungmin yang sedang kebingungan ketika diajak bermain teka-teki oleh Kyuhyun. Sejenak nyonya Cho tertawa saat Sungmin menjawab semuanya dengan sangat polosnya. Matanya masih tertutup perban. Sedikit rasa iba lahir di benaknya. Kasian Sungmin….
Tapi seketika ia melotot saat perlakuan vulgar terlihat di video itu. Kyuhyun dengan berani mengecup bibir Sungmin dengan sayang. Memeluk tubuh sintal kekasihnya itu dengan rasa kebanggaan. Nyonya Cho melirik suaminya. Sang suami hanya bisa mengangkat bahu dan terbahak-bahak.
"Itulah anak kita. Sedikit tidak sabaran." Ucap tuan Cho
Tak ada jawaban yang berarti dari nyonya Cho. Hanya kekehan khas-nya lah yang terdengar.
'Sedikit demi sedikit ia mulai sembuh Kyuhyun-ah…berkat kesabaran mu terhadap Sungmin dan berkat semangat Sungmin untuk sembuh. Ia pun ingin berjuang bersama-sama dengan kalian.'
.
.
.
Suara cuitan burung gereja jadi bunyi terindah di pagi hari selain nyanyian dari suara sang eomma. Sungmin terbangun lebih dulu dari Kyuhyun. Tubuh meringkuknya merasakan sesuatu yang mengeras lagi dari belakang tubuhnya seperti kemarin pagi di balkon apartemen Kyuhyun. Ia merasa geli. Benda itu seakan menusuk tubuh bagian belakangnya. Geli dan membuat ia tak bisa diam. Bolehkan ia menyentuhnya? Tapi apakah Kyuhyun akan marah? Mengingat kemarin ia melarang keras untuk menyentuh benda keras itu.
Tangan Sungmin masih ada di perutnya. Melingkari lengan Kyuhyun yang masih tetap melingkar disana dari semalam—mungkin. Lelaki manis itu tidak ingat kapan ia bisa ada di ranjang empuk kamar Kyuhyun. Yang ia ingat, ia berada di ruang bermain di caffee sang eomma.
Terserah dengan itu, tangan Sungmin sudah gatal. Ia sangat penasaran dengan benda keras yang mengganggu belakang tubuhnya. Ia ingin menyentuhnya. Ia ingin sekali tau itu apa. Dan tanpa berfikir panjang, tangan indahnya ia luncurkan ke benda itu. Menyentuhnya perlahan dan merabanya sedikit. Mulai dari ujungnya sampai ke pangkalnya.
Ketika tangan itu sudah mendarat, Ia mulai memijatnya perlahan dan berfikir, Apa ini? Kenapa begitu keras dan sedikit menggelitik peredaran darah di telapak tangannya. Benda itu memang keras tapi terasa seperti jelly-jelly. Sungmin jadi semakin penasaran. Di lepaskanlah tangan nakalnya dari benda itu dan dengan perlahan, ia pun menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit tanpa berniat membangunkan Kyuhyun. Ketika jarak tubuhnya sedikit jauh dari Kyuhyun, ia pun membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan tubuh Kyuhyun yang sedang tertidur lelap. Dirasa ia sudah pas, ia pun kembali melancarkan aksinya. Menyentuh benda itu dari luar permukaan celana tidur Kyuhyun. Di gesekkan kedua telapak tangannya di benda itu keatas kebawah secara halus dan perlahan. Sungmin sedikit geli saat ia merasakan benda itu semakin keras dan besar. Bahkan nafas Kyuhyun terasa semakin memburu menerpa pucuk kepalanya.
Pergerakan Sungmin masih belum berakhir. Ia masih tetap menggesekan tangannya di benda itu. Sebenarnya ia menyesal karena masih belum bisa melihat. Ia sangat penasaran dengan wujud nyata dari benda kenyal ini. Tapi apa boleh buat…kalaupun sudah sembuh, ia pasti tidak akan diizinkan melihat benda lucu ini. Lucu? Oke~ anggap saja seperti itu.
Kembali pada pergerakan nakal Sungmin, nafas Kyuhyun semakin semakin berat. Ia mulai membuka mulutnya dan sedikit bergumam dalam tidurnya. Benda itupun semakin membesar dan sangat panas. Apa yang akan terjadi Sungmin tidak tau. Tapi ia suka memegang benda itu. Ia tidak bisa melepaskan benda itu. Sampai akhirnya cairan hangat keluar dari permukaan celana Kyuhyun dan membuat Sungmin bangun dari tidurnya kemudian berteriak seraya melepaskan tangannya yang sedikit terciprat cairan Kyuhyun yang merembes keluar.
"YA! Kenapa Kyunnie malah mengompol! Jorok sekali! Ishh!" Teriak Sungmin tiba-tiba. Membuat si pemilik benda kenyal itu terbangun dan menatap tak percaya kearah tangan Sungmin yang menggenggam erat ereksinya.
"Ya! Kyunnie tidak mengompol!" Kyuhyun mengelak. Jelas-jelas celananya basah.
"Tapi tangan Mingie jadi basah setelah mengusap celana Kyunnie!"
Kyuhyun membelalak. Dengan wajah bodohnya ia pun menatap horror celana tidurnya. Dan mengutuk dirinya sendiri. 'Sialan! Celana ku basah' Jeritnya dalam hati.
Dengan wajah bodohnya, sebenarnya Kyuhyun ingin menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia klimaks hanya dengan sentuhan dan gesekan kecil dari tangan Sungmin. Padahal biasanya menunggunya klimaks itu tidak dengan waktu yang sebentar. Membutuhkan hampir satu setengah jam. Tapi pagi ini apa? Ia klimaks dengan begitu mudahnya. Tidak masalah sebenarnya. Ia tidak perlu melakukan solo untuk pagi ini. Sungmin sudah membantunya. Sedikit-demi sedikit si manis sudah belajar mengerti dirinya. Bagus bukan? Dasar Cho Kyuhyun bodoh!
"Kyunnie! Kenapa diam! Tangan Mingie jadi lengket, kan! Bersihkan! Bau!" Sungmin pun memprotes tak suka. Tangannya terasa lengket dan tentu bau. Bukan bau air pipis. Tapi bau khas cairan miliknya. Kyuhyun terkekeh saat Sungmin menggibas-gibaskan tangannya ke udara mengakibatkan cairan lengket itu semakin mengeras.
"Arraso Mingie….kajja bangun. sekalian kita harus melakukan terapi matahari pagimu sayang~"
Dengan sedikit kaki yang gemetar—sehabis klimaks—, Kyuhyun pun berdiri dan mengambil handuknya. Membuka celana tidurnya dan celana dalamnya untuk segera menggantinya dengan yang lain agar tak menganggu Sungmin. Setelah selesai mengganti semuanya, ia pun berdiri tepat di hadapan Sungmin yang sudah duduk di sisi ranjang king size milik Kyuhyun. Menunggu sang pangeran menjemputnya. Tentu!
Perlahan namun pasti, Kyuhyun dengan hati-hati menggendong tubuh Sungmin ala bridal kearah kamar mandi. Menurunkannya tepat di depan wastafel dan membasuh telapak tangan kotornya dengan sabun. Cairan Kyuhyun yang mengering d permukaan tangan Sungmin sangat terlihat sexy. Apalagi jika cairan itu mengering di tubuh mulus lelaki manis ini. Hust! Cukup Cho Kyuhyun!
Setelah selesai membersihkan tangannya, Kyuhyun kembali menggendong Sungmin menuju balkon apartemennya. Mempertemukan si manis dengan cahaya mentari segar di pagi yang cerah ini.
"Ucapkan selamat pagi untuk pagi yang cerah ini Mingie~"
Sungmin tersenyum dan menampilkan gigi putih berderetnya. "Selamat pagi Kyunnie dan selamat pagi Noona matahari." Katanya dengan nada yang memang terdengar menggemaskan.
Kyuhyun tersenyum dan mengecup pipi bulat kekqasih manisnya ini. "Selamat pagi juga untuk kekasihku tersayang~" Ucapnya seraya memeluk tubuh Sungmin mesra dari arah belakang.
"Ayo seperti biasa Mingie harus merentangkan tangan Mingie dan merasakan hangatnya pagi ini." Jelas Kyuhyun lagi.
Ya~ seperti biasanya. Kyuhyun akan terus melakukan ini untuk Sungmin. Untuk terapi kesembuhan kekasih tercintanya ini. Sudah hari kedua dari yang di perintahkan oleh Dokter yang mengurus Sungmin. dan ini berjalan dengan baik. Sangat baik malah. Kyuhyun begitu senang melakukan apapun untuk Sungmin.
Sudah hampir lima belas menit mereka diluar. Ini waktunya untuk masuk kedalam. Karena cahaya matahari menjelang siang sebenarnya tidak bagus untuk kulit putih susu milik Sungmin. lelaki manis itu perlu membersihkan tubuhnya dan sarapan juga.
"Waktu mu untuk mandi sayang~" Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.
Sungmin mengangguk. "Ne Kyunnie…"
Dengan manja, Sungmin mengangkat tangannya dan bersiap untuk masuk dalam gendongan pangerannya. Ia suka sekali saat Kyuhyun menggendongnya. Sangat menyenangkan ketika punggung Kyuhyun menempel erat di dadanya.
Setelah sampai di kamar mandi, Kyuhyun menurunkan Sungmin dari gendongan punggungnya dan menuntun Sungmin untuk mendekat kearah bathub yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Membuka baju Sungmin dan celana Sungmin dengan perlahan. Lelaki tampan itu pun merona saat mengingat kejadian tadi pagi di kamarnya. Sungmin harus tau jika itu perbuatan mesum. Ketika jari lentiknya meraba ereksinya dengan sangat halus dan intens. Coba saja saat itu Kyuhyun sudah sadar. Bukan sedang bermimpi.
"Kyunnie~ kenapa diam saja….Kyunnie dimana?"
Kyuhyun tersadar. Bodohnya dia. "Ah maaf sayang~ Kyunnie di bawah sedang merapikan celana Mingie dulu."
Sekiranya sudah rapih, Kyuhyun membawa pakaian kotor itu ke mesin pencuci pakaian. Ia kembali lagi pada Sungmin yang masih tetap berdiri. Dengan sangat penuh kasih sayang, Kyuhyun membalutkan bathrobe ke tubuh Sungmin lalu menuntun lelaki manisnya untuk duduk di atas kursi kecil di sebelah bathub. Kyuhyun langsung berdiri setelah menuntun Sungmin untuk duduk dan menyalakan air hangat ke dalam bathub. Menaburi bathub itu dengan sabun aroma therapy strawberry. Kesukaan Sungmin.
"Strawberry ya Kyunnie~?" Tanya Sungmin.
Kyuhyun tersenyum dan membawa tangan Sungmin untuk menyentuh air hangatnya. "Coba ambil airnya dan hirup baunya. Apakah Mingie mnyukainya?"
"Mingie tau…ini strawberry, Kyunnie!"
"Iya sayang~ strawberry." Kyuhyun terkekeh. Sungmin sudah banyak protes sekarang, hihihihi. "Baiklah airnya sudah lumayan penuh. Busanya sudah banyak. Waktumu untuk mandi sayang~"
"Sungmin tersenyum riang. "Ne Kyunnie…"
"Buka dulu bathrobenya."
Dengan sangat tidak sabaran, Sungmin segera membuka bathrobenya dan meluncurkan tubuhnya ke dalam bathub. Lelaki strawberry itu sudah polos di hadapannya. Siap untuk melebur dengan busa-busa di bathub itu.
"Hati-hati sayang~" Ucap Kyuhyun membantu Sungmin untuk segera memasuki bathubnya.
Dan setelah Sungmin memasuki bathubnya, ia pun tersenyum dan menarik nafas dalam. "Harumnya Kyunnie~~~ " Ucapnya senang. "Hangatttt" Lanjutnya lagi seraya mengusap pundaknya dengan air hangat dari bathub itu.
Kyuhyun yang melihat itu tentu terkikik geli. kekasihnya memang sangat butuh bimbingan. Ia yakin jika Sungmin bukanlah keterbelakangan mental. Mungkin ada sesuatu hal yang membuat ia bisa jadi seperti ini.
"Mingie suka? Hati-hati. Jangan sampai mengenai perban mu sayang~"
"Sangat suka! Terimakasih Kyunnie~~~"
"Kalau begitu, biarkan Kyunnie membersihkan tubuh Mingie." Ujar Kyuhyun seraya membawa handuk putih yang berada di tangannya untuk mengusap tubuh putihnya.
Dengan sabar dan penuh perhatian, pemuda tampan itupun mengusap tubuh kekasihnya ini dengan sangat intens. Mengelap semua celah yang tak terlihat di tubuh Sungmin. Mulai dari tengkuk sampai ujung jempol kakinya. Walaupun Sungmin berbaring di bathub, tapi itu tak menghalangi Kyuhyun untuk membersihkan tubuh kekasihnya itu.
Setelah selesai berendam, Kyuhyun pun membawa tubuh Sungmin untuk berdiri dan meraih shower di tempat berbeda. Menyalakan airnya dan membasuhkan air itu ketubuh sintal Sungmin. Walaupun perban itu masih menutupi mata Sungmin, tapi itu tak akan membuat Kyuhyun menghentikan pekerjaannya. Sungmin itu tanggung jawabnya. Ia tidak bisa lepas tanggung jawabnya begitu saja.
Berendam sudah, membasuh sudah, dan sekarang waktunya untuk membersihkan rambut Sungmin. tentu Kyuhyun sudah menyiapkan semuanya. Menarik kursi sofa khusus untuk membersihkan rambut.
"Pakai bathrobe Mingie lagi. Dan waktunya untuk membersihkan rambutmu." Ucapnya lembut.
Sungmin mengangguk. "Ne Kyunnie…"
Dituntunnya Sungmin menuju kursi sofa untuk membersihkan rambut. Menyandarkan punggungnya di kepala kursi dan membuat kepalanya harus menengadah. Perbannya harus di buka terlebih dahulu.
"Perbannya harus dibuka. Mungkin hanya dibagian mata saja yang tidak Kyunnie buka. Jadi Mingie tidak boleh memaksa mata Mingie untuk terbuka ya."
Sungmin mengangguk lagi. Diurus oleh Kyuhyun memang sangat menyenangkan. Lihat saja, ia begitu menikmatinya, bukan?
ketika sudah selesai, Kyuhyun pun segera membahasi rambut Sungmin dengan shower air hangat. Menaburi shampoo harum kesukaan Sungmin di telapak tangannya sebanyak mungkin agar Sungmin merasa tenang. Dirasa cukup, ia pun langsung memijat kepala Sungmin dengan hati-hati agar tak mengenai sekitar mata dan telinganya.
Sudah selesai menggosok dan memijat kepala Sungmin, Kyuhyun pun segera membasuhkan air hangat lagi ke kepala Sungmin. Membasuh sebersih mungkin agar taka da satu pun busa yang tersisa. Kyuhyun pun mengambil handuk kering lagi. Membungkus rambut hitam itu dengan handuk agar cepat kering. Ia segera membantu Sungmin berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Menyiapkan pakaian untuk Sungmin dan juga membuat sarapan.
.
.
.
.
.
"Apakah Mingie sudah merasa segar? Mingie-ku harum sekali." Ucap Kyuhyun menggoda.
"Iya~ Mingie merasa sangat segar, Kyunnie~"
Mereka sudah berada di meja makan. Menyiapkan sarapan pagi untuk sang kekasih. Oh ya~ Kyuhyun lupa sesuatu. Ia lupa kameranya. Ia harus memasang kameranya untuk merekam dan mengabadikan moment pagi ini dan menyerahkannya pada seseorang disana. Dengan cekatan, ia pun mengambil kameranya yang berada di kamar tidurnya.
Semuanya ada dua buah. Dan itu sudah terpasang sempurna di counter dapurnya. Kenapa banyak sekali? Tentu saja Kyuhyun tidak bodoh. Lelaki itu menginginkan dua kamera itu bekerja. Yang satu untuk merekam kegiatan mereka dan yang satu lagi untuk memotret kegiatan mereka setiap satu menit sekali. Pintar bukan? Tapi tidak! Bukan hanya dua yang terpasang. Ada satu lagi yang ia pegang di tangannya. Lelaki ini benar-benar!
"Mau waffle selai strawberry?" Tawar Kyuhyun.
"Mau!" Teriak Sungmin sembari menggebrak meja dengan tangannya yang menggenggam garpu dan pisau pemotong.
"Tunggu 10 menit lagi manis." Ujar Kyuhyun dan di lanjutkan dengan kegiatannya membuat dua buah waffle untu sarapannya pagi ini.
Setelah sepuluh menit berlalu, akhirnya waffle yang di buat Kyuhyun selesai. Dua buah waffle sudah tertata rapih di atas piring sarapannya. Dengan hiasan strawberry dan wafer gulung diatasnya. Terlihat menggiurkan bukan?
Sebenarnya Kyuhyun bukan lelaki yang rajin memasak jika bukan untuk dirinya sendiri. Tidak ada pujian selama ia memasak. Selalu saja ada hal yang kurang. Bahkan berlebihan. Tapi lain halnya untuk Sungmin. ia akan mencoba semual hal yang Sungmin sukai. Menyeimbangkan semuanya. Ia rela melakukan apapun untuk Sungmin. apapun! Ingat itu!
Dengan mini handy di tangan kirinya, Kyuhyun mulai merekam segalanya. Saat pertama waffle itu siap untuk di hidangkan dan di berikan ke hadapan Sungmin. ia terus merekam. Walaupun ia juga harus makan, ia pun tetap merekam.
"Mingie….aaaaaaaaang~" Ucap Kyuhyun seraya membawa sendok berisi waffle coklat kemulut Sungmin. Dengan semangat Sungmin melahap semuanya dan meninggalkan jejak coklat di sisi bibirnya. Kyuhyun terkekeh dan mendekatkan mini handy itu ke bibir indah Sungmin.
"Berantakan sekali bibirmu sayang~" Katanya lagi dan segera di lanjutkan dengan sebuah jilatan singkat di sudut bibir itu.
Sungmin sempat diam. Ia masih sedikit shock. Dan Kyuhyun hanya bisa menepuk pelipisna cukup keras. Bodoh! Bahkan semua kamera sedang menyala. Tapi bagaimana lagi. Coklat dan bibir Sungmin begitu menggoda. Ia seakan di panggil untuk mendekat. Mengecup bibr itu lagi.
"Kyunnie~~~" Panggil Sungmin. tangannya ia letakan diujung baju Kyuhyun. Menariknya perlahan meminta perhatian
"Ya sayang?"
"Mingie mau lagi…"
DAR!
Seperti balon hijau yang meletus di setiap perayaan ulang tahun Kyuhyun terhenyak. Ia lupa jika Sungmin sangat menyukai saat ia mencium bibirnya. Apalagi jika ada ice cream dan mungkin coklat atau strawberry yang kira-kira terasa semakin enak untuk di hisap.
"Apa sayang? Mingie mau apa?" Kyuhyun berusaha untuk setenang mungkin. Padahal hatinya begitu bersorak gembira.
"Mingie mau lagi…cium Mingie lagi, ne?" Pinta Sungmin.
Kyuhyun meneguk salivanya. Ia tidak bisa mengatakan 'tidak' karena Sungmin pasti akan mengamuk dan menangis. "Ba-baiklah…tapi jangan lama-lama."
Sungmin mengangguk antusias. Ia sangat suka saat Kyuhyun menciumnya. Sangat menyenangkan dan terasa seperti jelly-jelly.
Dengan perlahan Kyuhyun menarik pipi bulat kekasih manisnya itu agar wajahnya mengarah padanya. Lelaki tampan itu sempat melupakan mini handy yang berada di tangannya dan beberapa kamera yang terpasang ON di meja counternya. Tanpa menghiraukan itu, Kyuhyun segera memiringkan wajahnya dan langsung mempertemukan bibir mereka secara lembut dan penuh perasaan.
Rasa waffle selai strawberry dan coklat bercampur disana. Kyuhyunlah yang menguasai semua pergerakannya. Sungmin hanya bisa menerima.
Bibir itu terus menguasai. Ke kiri dan ke kanan. Menghisap dan menjilat semua yang berada di sana. Tanpa terasa itu semakin intens dan menggairahkan. Kyuhyun semakin berani ketika lidahnya mulai menjelajahi rongga mulut Sungmin. mengabsen semua penghuni rongga itu seakan mengucapkan say hello. Lengan Sungmin yang tadinya menganggur, kini diarahkan oleh Kyuhyun untuk melingkar di lehernya. Membuat mereka semakin berhadapan dan rapat. Kyuhyun juga tak bisa mengontrol semuanya. Saat tangannya membawa tubuh Sungmin untuk duduk berhadapan di pangkuannya. Itu Sungguh di luar nalarnya. Ia sudah terpancing dan Sungmin pun tak bisa menghentikan ini semua.
Setelah berhasil membawa tubuh Sungmin untuk duduk di pangkuannya dan menghadapnya, kini tangannya mulai berani untuk sekedar menghusap punggung mulus itu dari luar kaus biru Sungmin. membuat ia mengerang cukup berat. Kyuhyun harus benar-benar mengontrol semuanya sebelum ia membuat Sungmin takut dengan hal selanjutnya. Tapi ini sulit. Kyuhyun begitu menginginkan Sungmin.
Berhasil menghusap punggung itu, akhirnya tangan itu dengan nakal memberanikan diri untuk masuk dan membelai punggung itu dengan nyata. Kulit dengan kulit…ahh~ kenapa begitu halus? Ini adalah candu.
Lampu merah dari kamera yang ada di konternya terus merekam dan memotret setiap satu menit sekali. Tentu kegiatannya ini terekam dan terpotret. Kyuhyun tidak takut. Tentu saja! Itu kamera miliknya.
Tangan Sungmin kini meremas rambut Kyuhyun. Ia sudah cukup sesak untuk ciumannya kali ini. Dan di lepaskan lah tautan itu.
"Hhaahh~" Kyuhyun bernafas berat dan menyatukan kening mereka. Nafas Sungmin pun sama memburunya dengan Kyuhyun.
"Jangan dilanjutkan sayang~ bahaya." Katanya dengan terengah.
Tanpa jawaban yang terlontar, Sungmin malah memeluk leher Kyuhyun erat. Dan berbisik kecil. Membuat Kyuhyun membelalak tak percaya. Lelaki itu, kekaish menisnya itu mengatakan kalau ia mencintainya. Kyuhyun sulit menjawab. Hanya balasan pelukan semakin erat di tubuh Sungmin.
DING DONG!
Dentingan bel bunyi lumayan sangat keras. Mengakibatkan pelukan Kyuhyun sedikit mengendurdi tubuh Sungmin. "Sayang~ ada tamu. Lebih baik Mingie turun dan lanjutkan makannya. Kyunnie mau membuka pintu sebentar, ne" Bisik Kyuhyun dan di balas anggukan oleh Sungmin.
Dengan perlahan Kyuhyun pun membantu Sungmin untuk duduk di kursi makannya. Dan segera beranjak untuk membuka pintu. Cukup kaget saat melihat siapa yang datang. Calon mertuanya sedang berdiri di depan pintu dan tersenyum lembut padanya.
"Selamat pagi Kyuhyun-ah…boleh aku masuk."
Kyuhyun yang tadinya masih melamun akhirnya pun tersadar. "Ah selamat pagi eommanim." Kyuhyun memeluk dan mencium eomma Sungmin. "Maaf silahkan masuk." Lanjutnya lagi.
Dengan langkah pasti, eomma Sungmin melangkahkan kakinya ke ruang tamu apartement Kyuhyun. Mencari putra Specialnya.
"Dimana Sungmin, Kyu?"
Kyuhyun tersenyum dan menunjuk Sungmin yang sedang asik memakan wafflenya di meja makan.
"Sedang sarapan, eommanim."
Eomma Sungmin tersenyum dan berjalan mengarahkan kakinya kearah Sungmin. lalu segera duduk di samping Sungmin. pemuda itu pun menghentikan acara makannya. Dan menghirup aroma lain dari wafflenya.
"Kyunnie! Mingie mencium wangi eomma disini! Apakah eomma yang datang?" Teriak Sungmin antusias.
Tentu eomma Sungmin terkekeh dan segera merengkuh tubuh putra specialnya itu.
"Minnie benar~ eomma disini sayang~"
Sungmin membalas pelukannya. "Eomma!"
Setelah puas memeluk putra specialnya, eomma Sungmin kembali mengajak Sungmin untuk berbincang.
"Sedang sarapan, eoh? Semangat sekali. Dan…eum…Minnie harum sekali." Katanya eomma Sunggmin setelah mencium pipi Sungmin.
"Hihihi…Mingie sudah mandi."
Eomma Sungmin menoleh kearah Kyuhyun. Ia seakan menanyakan kebenarannya. Dan tentu di balas anggukan canggung dari Kyuhyun.
"Kita harus bicara Kyuhyun-ah."
"Ne eommanim."
Kyuhyun menundukan kepalanya. Ia sebenarnya merasa takut saat melihat ekspresi eomma Sungmin. tapi, ia salah…
Eomma Sungmin tersenyum kearahnya dan mengangguk. Tapi tiba-tiba matanya mulai berputar ke sekeliling dapurnya.
"Eh? Banyak kamera disini? Apa yang terjadi?"
"Aku melakukan rekaman untuk perkembangan Sungmin eommanim."
Eomma Sungmin menatap penasaran. "Benarkah? Boleh ku lihat videonya."
"Te—" Ucapannya terpotong. Kyuhyun ingat. Jika kamera itu tidak hanya berdiam sja disana. Tapi merekam semua kegiatan Sungmin juga Kyuhyun.
"Te? Te apa?"
"Bu-bukan apa-apa eommanim. Tapi maaf, aku belum bisa menunjukannya pada eommanim. Ini akan jadi surprise." Sedikit berbohong tidak masalah bukan?
"Oh..ya~ tidak apa-apa."
Setelah selesai sarapan dan asik berbincang, mereka pun melanjutkan kembali perbincangannya diruang tv. Ruangan yang terdapat puluhan bahkan ratusan foto-foto Sungmin. Tadinya ruangan ini terlihat kaku saat foto Sungmin tak menghiasainya.
"Ruangan yang indah Kyuhyun-ah."
Kyuhyun hanya bisa tersenyum seraya membawa tubuh Sungmin untuk duduk bersandar di kursinya dan di susul ia yang duduk di samping Sungmin. eomma Sungmin di kursi single di hadapannya.
"Karena Sungmin, eommanim."
Eomma Sungmin menatap Kyuhyun. "Oh ya?"
Kyuhyun mengangguk pasti.
"Sebenarnya aku tidak bisa belama-lama disini. Hanya ingin melihat Sungmin sebelum pergi ke caffe."
"Kami berencana akan pergi ke caffe tadinya. Kalau begitu bisakah kita berangkat bersama eommanim?"
"Tentu saja Kyuhyun-ah~ kita bisa pergi bersama."
"Terimakasih eommanim. Kajja sayang~ kita harus ke caffe eomma.."
Sungmin pun terlihat antusias.
.
.
.
.
Tak lama perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai. Kyuhyun yang duduk di kursi mengemudi segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk eomma Sungmin. Ia pun tak lupa untuk membantu Sungmin untuk keluar dari kursi penumpang. Dengan hati-hati, Kyuhyun pun menuntun kekasih manisnya itu agar tidak membentur pintu mobil.
Setelah berhasil keluar, ia pun izin pamit untuk pergi ke taman yang tak jauh dari caffe eomma Sungmin. tentu eomma Sungmin mengizinkan. Selama ada Kyuhyun eomma Sungmin akan selalu percaya terhadapnya.
Taman itu tak jauh dari sana. Hanya menyebrangi jalan raya saja taman itu sudah terlihat. Taman ini adalah taman penuh kenangan bagi dirinya. Ditaman inilah ia melihat sang pujaan hati sedang bermain. Tak pernah menyangka jika ia akan mencintai seseorang seperti Sungmin. ia sangat bersyukur dalam hidupnya.
"Nah sayang~ duduklah…udara disini sangat segar bukan?" Kata Kyuhyun seraya mengelus lembut pipi bulat milik kekasih manisnya.
Sungmin mengangguk mengiyakan. Ia bisa merasakan angina sejuk yang menerpa melewati tubuh sintalnya. Bahkan ia bisa dengan jelas mendengar nyanyian burung gereja yang sedang asyik berdendang.
"Ne Kyunnie~ ini sangat segar… Mingie suka sekali angina di taman ini. Selalu saja membuat Mingie ingin berlari ke air mancur disana."
Pemuda tampan itu terkekeh disaat Sungmin mulai bercerita dengan apa yang ia sukai. Mini handy yang tadinya berada di kantung coatnya, kini sudah terpasang rapih di tangan kanannya. Siap untuk merekam semua hal yang akan di ucapkan dan di lakukan Sungmin.
"Apa Mingie suka sekali di potret oleh Kyunnie?"
Tentu saja anggukan antusias di dapatkan oleh Kyuhyun. Pemuda manis itu sangat suka ketika Kyunnie-nya memotretnya tanpa henti. Kyuhyun sangat tahu dirinya. Ia tidak pernah mengenakan blitch saat memotretnya. Karena blitch sangatlah mengganggu.
"Kalau begitu, jangan pernah berhenti untuk tersenyum ya sayang~"
"Ne Kyunnie…"
Kyuhyun tersenyum. Ia begitu bahagia memiliki Sungmin disisinya. Bagaimana jika itu bukanlah Sungmin? bagaimana jika Sungmin tidak seperti ini? Akankah mereka di pertemukan dengan cara yang berbeda? Entahlah. Ia tak sempat memikirkan hal itu. Hanya ada Sungmin di kepalanya saat ini.
Pip pip pip…
Bunyi telepon brengsek itu pun menghancurkan semuanya. Dengan jengah Kyuhyun pun melirik siapa ID caller di ponselnya. Dan dia pun memuter bola matanya saat tahu itu adalah Hyung mesumnya.
"Mingie tunggu sebentar ne. Kyunnie mau angkat telepon sebentar. Jangan kemana-mana. Duduk disini saja." Ucapnya memperingatkan. Sungmin pun hanya bisa mengangguk patuh.
Setelah beberapa menit Kyuhyun mengangkat teleponnya, lelaki itu pun tampak kesal dengan si pemanggil. Ia mengeluarkan semua sumpah serapah yang ia pelajari selama ini. Kenapa harus menelpon disaat penting seperti ini? Bahkan tadi sedang indah-indahnya dengan Sungmin. dasar Cho Mesum!
Saat ia kembali ke kursi dimana Sungmin sedang duduk manis pun harus terkaget tak percaya!
Sungmin…kekasih manisnya…dia…dia tidak ada disana…dia menghilang….bagaimana?!
Demi tuhan Kyuhyun panic! Ia sangat panic saat tak menemukan Sungmin disana. Berulang kali ia memejamkan mata dan kembali menatap kursi itu, tapi tetap saja tak ada Sungmin disana. Ia pun segera mencari disekitar sana. Semoga saja Sungmin hanya pergi tak jauh dari taman itu. Tapi apa? Semua sia-sia. Kyuhyun sudah mencari kemanapun. Tapi tetap saja Sungmin tak di temukan. Harus kah ia menelpon Siwon? Atau eomma Sungmin? tapi itu adalah tindakan bodoh! Bisa saja eomma Sungmin mengomelinya karena tidak becus menjaga Sungmin.
Apa yang harus ia lakukan? ia terlihat frustasi
"Mingie! DIMANA KAU?!" Teriak Kyuhyun putus asa.
.
.
.
.
TBC~
.
Hai ^^ long time no see guys :) Rhea is back with baby Mingie ^^ maaf sekali untuk update yang sangat, sangat sangat, saaaaaangat lambat. bukannya apa-apa, Rhea cuman masih sibuk. maaf sekali membuat teman-teman kesal terhadap Rhea, tapi sungguh Rhea tidak bermaksud membuat teman-teman menunggu.
oh ya teman teman maaf ya... mungkin ada beberapa FF yang ga bakal Rhea share disini. Rhea kurang percaya diri dengan hasil fanfic itu sebenarnya. tapi terimakasih untuk responnya. Rhea akan meneruskan fic itu mungkin di blog pribadi Rhea. ^^
be my sweet darling akan terus Rhea lanjutkan. walaupun alurnya jadi semakin ga jelas tapi Rhea harap teman teman maasih mau menunggu dan membacanya.
terimakasih untuk semuanya ^^
kalian bisa menghubungi Rhea di FB atau twitter Rhea ^^
Thank you :)
maaf ya untuk typo yang menumpuk kkk~
see u next chap guys~~
.
RheaCho | 17 Januari 2014
