_Growing Pain_

Sungmin PoV

Aku terbangun dari tidur saat merasakan tubuhku ditarik paksa oleh Kyuhyun. Pria yang ku kenal sebagai suami ku itu menghujami ku dengan ciuman kasarnya. Berulang kali aku berusaha melepaskan diri dengan berteriak namun bibirku terbungkam oleh bibirnya.

Aku berusaha untuk bergerak tapi kondisi tubuhku yang belum pulih pasca kecelakan hebat yang menimpaku mengundurkan niatku. Kyuhyun terus menghujaniku dengan kecupan-kecupannya. Awalnya aku mengira jika ini adalah pelampiasannya karena selama beberapa minggu ini 'kebutuhannya' tidak bisa aku penuhi, namun semakin ke sini, gerakannya terasa kasar, penuh nafsu. Ini membuatku bingung.

Sikapnya berbeda sekali dengan yang ia tunjukkan selama ini padaku…

Nafasku pun terasa sesak, antara sadar dan tidak, kepanikan tiba-tiba saja melandaku. Ingin rasanya melawan namun tenaga ku tak sebanding dengannya.

Pasrah…

Aku hanya bisa pasrah apalagi ketika merasakan kepalaku yang tiba-tiba berdenyut nyeri luar biasa, sendi-sendi otot kaki ku yang masih kaku pun ikut terasa nyeri karena Kyuhyun menghimpit tubuhku.

Sementara di atasku Kyuhyun masih melancarkan aksinya. Aku merasa jika suasana ini tak asing bagiku. Lagi, aku merasakan kepalaku berdenyut, nafasku putus-putus, dan dadaku pun kini ikut-ikutan sakit.

Aku seperti terbawa ke dalam sebuah ruang berbeda dan melihat wajah orang-orang yang berbeda pula. Kilasan-kilasan peristiwa yang tidak aku kenal pun mulai berjalan di pikiranku. Aku berteriak saat melihat adegan yang persis sama dengan apa yang di lakukan Kyuhyun padaku sekarang.

Namun teriakan ku kembali di bungkam olehnya. Aku pun merasa lelah hingga kegelapan menghampiriku tapi samar-samar aku masih bisa mendengar jika Kyuhyun memanggil manggil nama ku dengan mengucap maaf.

.

.

.

_GROWING PAIN_

Written by

hyejinpark 2015©

Disclaimer : the story and casts are belong to GOD, their families and they themselves. The idea of the story is belong to MINE pure of MIND.

Warning : GS|OOC|KYUMIN|NO bash,No Flame,Plagiat Not Allowed| DRAMA_married life|TYPO|Bad diction|Don't like? Don't read|

Rate : T

Happy reading

.

.

.

"Bagaimana menurutmu?" tanya Sungmin ketika sosok Ryeowook sudah tak tampak dari ruangan di tempatnya berada.

"Huh?" Kyuhyun merespon dengan mengerutkan keningnya, tidak mengerti.

"Ryeowook, dia gadis yang bagaimana menurutmu?" Sungmin mengulang pertanyaannya lagi pada Kyuhyun, dan membuat Kyuhyun tidak bingung, tidak mengerti mengapa tiba-tiba istrinya itu menanyakan pendapatnya tentang gadis itu.

"Ah, mengapa tiba-tiba bertanya tentangnya?" ucap Kyuhyun balik bertanya padanya.

"Tsk, kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku " Sungmin cemberut, dan Kyuhyun baru sadar jika ekpresi Sungmin yang sekarang ini benar-benar mirip dengan puterinya ketika ia sedang merajuk.

Dan tak tahan dengan ekpsresi lucu istrinya itu, Kyuhyun pun mencubit gemas bibir Sungminn yang tampak mengerucut, "Appo" rengeknya sembari mengusap bibirnya akibat kejahilan Kyuhyun barusan. Tak ayal hal tersebut membuat Kyuhyun tertawa pelan, menikmati dengan puas wajah istrinya yang terlihat manis, hingga ia pun mendaratkan ciuman yang cukup lama di bibir Sungmin.

Sungmin merona bukan main, terlebih saat ini Kyuhyun bukan hanya sekedar mencium tetapi juga melumat bibirnya dengan mesra, "Masih sakit?" tanya Kyuhyun yang menempelkan keningnya pada kening Sungmin, "AWw" dan membuat pria berteriak karena Sungmin memukul dada Kyuhyun.

"Mesum" ucap Sungmin menunduk, menyembunyikan rona pipinya…

"Kau malu ya yeobo…" dan Sungmin semakin malu lagi ketika Kyuhyun menggodanya.

"Ibu dari anak ku…" panggil Kyuhyun yang tiba-tiba memeluk Sungmin erat dan menyenderkan kepalanya di pundak istrinya tersebut, "Kyuhyun-ssi geli" Sungmin masih berusaha menghindari pria itu, "Yeobo, ada apa denganmu?" tanya Kyuhyun lagi.

"Kau belum jawab pertanyaanku yang tadi" jawab Sungmin, "Yang mana? Pendapat ku tentang Ryeowook?" Sungmin mengangguk, " Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?" tanya Kyuhyun lagi,

"Hanya ingin tahu saja" Sungmin menjawab dengan singkat dan menanti jawaban dari Kyuhyun, "Baiklah, hm.. menurut ku (jeda sejenak) dia gadis yang baik " ucap Kyuhyun mencari aman.

"Jeongmal?" tanya Sungmin lagi, lalu mengangguk setuju dengan jawaban Kyuhyun barusan, memang Sungmin akui jika gadis itu baik sebenarnya namun…

"Kyuhyun-ssi, kau tahu tidak Ryeowook ternyata punya kekasih. Tapi kekasihnya itu sering meninggalkannya sendirian. Kasihan ya…" celetuk Sungmin dan membuat suaminya yang tengah asik menciumi leher dan bahu Sungmin itu tergelak dan menghentikan aksinya.

"Siapa? Kim Ryeowook?" tanya Kyuhyun memastikan…

"Bukan, istri dari pria yang di kecani olehnya" Jawab Sungmin dan membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya.

"Eh…"

"Iya, dia berkencan dengan pria beristri" Sungmin kini berubah posisi menghadap Kyuhyun yang sedang duduk kaku di sampingnya,

"Yeobo…" panggil Kyuhyun dengan suara bergetar, "Bagaimana kau tahu?" sambungnya lagi.

"Dia yang menceritakan itu padaku" jawab Sungmin singkat.

Jujur, hati Kyuhyun tidak karuan saat mendengar jawaban Sungmin barusan. Tak terpikir dalam benaknya jika Sungmin mengetahui yang sebenarnya, jika suaminya sendiri lah yang tegah berkencan dengan gadis itu selama tiga tahun terakhir.

Kyuhyun belum siap dan belum menyediakan jawaban yang pas untuk ini, bahkan pria itu juga belum tahu ingin di bawa ke mana hubungan yang rumit ini. Di satu sisi Kyuhyun sebenarnya menyayangi Ryeowook, di sisi lain Kyuhyun juga merasa bersalah pada Sungmin dan puterinya, namun di sisi lain pula jika mengingat kembali tentang apa yang telah dilakukan ibunya Sungmin dan ayahnya terhadap Heechul membuat amarah Kyuhyun kembali membuncah.

Kyuhyun harus tegas memilih, tapi ia tahu jika ia tidak bisa bertindak seenaknya karena dalam hal ini ia dan Sungmin sudah terikat pernikahan denganya dan rumah ini. Seperti Donghae yang juga dulu sudah terikat dengan keluarga Cho. Mereka tidak akan bisa ke mana-mana selain tinggal di rumah itu.

Kyuhyun juga tidak bisa menceraikan Sungmin dan sebaliknya, Sungmin pun tidak akan bia menceraikan Kyuhyun jika tidak ingin tercoret dari daftar nama keluarga. Belum lagi para tetua keluarga Cho yang selalu mengawasi mereka.

"Huh…" Kyuhyun gamang dengan sikap yang ditujukan Sungmin barusan…

"Apakah mungkin aku jatuh dalam pesonanya?" monolog Kyuhyun saat dirinya menyadari jika aroma tubuh Sungmin sudah menjadi candu untuknya selama hampir dua bulan terakhir.

Belum lagi tingkah polah Sandeul yang selalu membuat Kyuhyun merasa bahagia. Pria kelahiran Februari itu tidak pernah tahu jika memiliki puteri bisa sangat semenyenangkan ini. Bahkan hanya melihatnya tersenyum padamu di pagi hari saja, bisa membuat mood Kyuhyun benar-benar baik.

"Andai saja mereka bertemu dengan wajar layaknya kisah cinta dalam komik, andai saja Sungmin bukan puteri dari wanita itu, andai saja…" Pikiran Kyuhyun melayang jauh, tanpa sadar ia terlalu banyak berfikir.

"Kyuhyun-ssi" panggil Sungmin dan mengaburkan lamunan Kyuhyun barusan, "Kau melamun?" tanya Sungmin cemas, Kyuhyun menggeleng ia lalu memeluk istrinya itu sekali lagi, hanya untuk menenangkan hatinya yang kacau.

Jika saja Ryeowook tidak bercerita yang macam-macam seperti yang di tanyakan Sungmin tadi…

"Aku harus mengajaknya bicara " ucap Kyuhyun,

"Nde…"

"Aku baru ingat jika aku ingin menemui seseorang, istirahatlah aku pergi sebentar" ucapnya lalu pergi begitu saja.

.

.

.

Beberapa menit setelah suaminya meninggalkan ruangan itu, tangan Sungmin yang bergetar sejak tadi ia sembunyikan di balik rok nya tak sanggup lagi ia sembunyikan. Air mata Sungmin tumpah begitu saja, seiring dengan tanginya yang sudah tak terbendung lagi.

Ia terisak…

Melepaskan semua sesak di dadanya.

Sebenarnya, Ryeowook tidak menceritakan apa-apa padanya, Sungmin hanya mengarang hal itu. Ia hanya ingin tahu bagaimana respon Kyuhyun padanya. Percakapan antara suaminya dan gadis itu masih terngiang dalam telinga,

.

.

"Oppa…"

"Oppa lelah, tidak ingin bertindak kasar padamu.

"Ku mohon, sekali ini saja kau mendengar kata-kata ku. Jadilah gadis yang baik ara…"

.

.

Selama delapan tahun merek bersama Kyuhyun bahkan tidak pernah bersikap lembut padanya, dan hanya pada gadis itu Kyuhyun bisa berucap selembut itu.

Sungmin cemburu, sangat… ia sangat cemburu dengan sikap Kyuhyun.

Ia memang berusaha untuk menutup mata selama ini, tentang sikap Kyuhyun padanya. Sikap acuhnya pada puterinya sendiri, tentang perselingkuhannya. Sungmin tahu semuanya dan ia berusaha menutup mata untuk itu semua.

Namun tentang Kyuhyun yang membawa gadis itu masuk ke dalam rumah ini, Sungmin tidak bisa menutup matanya lagi sekarang. Sudah cukup dengan segala perlakukan Kyuhyun padanya, sudah cukup dengan kebohongan yang Kyuhyun buat saat dirinya masih belum mengingat tentang semuanya.

Sungmin tak tahan lagi…

Wanita itu menangis dengan keras hingga mengagetkan bibi Byun yang kebetulan lewat.

"Nyonya muda ada apa" pekiknya panik lalu memeluk Sungmin yang tengah menangis sesunggukkan.

"Aigoo, nyonya…"

"Agghhhhhh…. Hiks…" Sungmin berteriak dalam isakan sesekali wanita itu memukul mukul dadanya yang masih sesak, berharap semua beban itu keluar.

.

_Growing Pain_

.

"Menyerahlah. Seharusnya kau sadar jika Kyuhyun selama ini hanya menganggapmu sebagai pelariannya"

"Kyuhyun pasti sudah pernah menceritakan apa yang terjadi pada ibunya padamu kan"

"Sudahlah, ku mohon jangan mengganggu keluarga ini"

.

.

Ryeowook ketakutan, sejak tadi gadis itu berusaha menutup telinganya. Karena telinga terus berdengung, melantunkan kalimat yang sama , perkataan yang Yesung katakan padanya terus terngiang dalam kepalanya.

Hari itu Yesung yang memberikan segelas air putih padanya, mengancamnya dengan kata-kata yang membuat gadis itu takut.

Ryeowook tidak mau kehilangan Kyuhyun, baginya pria itu adalah penyelamatnya dari kematian. Kyuhyun yang menyelamatkan gadis itu dari kematian, Kyuhyun juga membuatnya kembali ingin hidup. Kyuhyun lah yang mengurlurkan tangan padanya dan bersedia untuk membantu gadis itu.

"DIAM!" Jerit Ryeowook melempar cermin di hadapannya saat ini dengan benda apa saja yang berada di dekatnya sekarang.

'PRANG'

Cermin itu pun pecah berkeping-keping, sebagian bahkan mengenai kaki gadis itu hingga berdarah…

"Kyuhyun oppa sendiri yang datang dan mengulurkan tangannya padaku! Dia sendiri yang memintaku untuk tetap tinggal dan bersamanya! Kau tidak tahu apa-apa!"

Ryeowook berteriak, emosinya kembali tidak stabil, ia mulai kesulitan untuk membedakan yang mana yang nyata dan mana yang tidak.

"Kau tidak tahu apa-apa" ucapnya lagi mengulang kembali…

"ASTAGA! Kim Ryeowook apa yang kau lakukan!" Seru Kyuhyun saat mendapati gadis itu dalam kondisi yang buruk.

Niat awalnya menemui Ryeowook untuk menanyakan tentang perihal hubungannya yang di ceritakan pada Sungmin tetapi malah menemukan gadis itu dalam kondisi labil seperti itu. Ia pun mengurungkan niat awalnya tersebut.

"OPPA" panggilnya melihat Kyuhyun yang panik,

"Bukan aku, bukan aku, bukan aku" rancaunya, membuat Kyuhyun semakin tidak mengerti,

Sudah paham dengan kondisi gadis itu membuat Kyuhyun dengan sigap mencari pil-pil penenang yang rutin di minumnya.

"Gwancanha" ucap Kyuhyun mencoba membuat gadis itu lebih tenang, namun bukannya tenang Ryeowook malah melempar botol obat itu hingga isinya berserakan di lantai, "KIM RYEOWOOK!" salak Kyuhyun tidak tahan dengan sikap gadis itu yang terus memberontak.

Hening, dua anak manusia itu kini dalam keheningan dan saling menatap sampai gadis itu kembali berbicara,

"Kyuhyun oppa sendiri yang datang dan mengulurkan tangannya padaku! Oppa kau sendiri yang memintaku untuk tetap tinggal dan bersama mu dan bukan aku. Mereka tidak tahu apa-apa!"

Kepala Kyuhyun rasanya hampir pecah.

.

.

.

"Omma kenapa menangis"

Cho Sandeul mencicit ketakutan dalam gendongan Siwon yang tadi menjemputnya pulang sekolah, dan ketika pulang mendapati ibunya sedang menangis hebat dalam pelukan bibi Byun, pelayan yang sudah mengabdikan dirinya selama tiga puluh tahun hidupnya dalam rumah itu.

"Chanie-a" panggil Sungmin saat melihat puterinya di sana, "Kemari sayang sama omma" ajaknya mengulurkan tangannya. Siwon pun mendekat, memindahkan Sandeul ke pelukan ibunya.

Sungmin langsung saja memeluk gadis kecil yang terlihat ketakutan dan cemas itu dengan sangat erat, "Chanie-ah maafkan omma sayang, maafkan omma" urainya penuh air mata.

Siwon dan bibi Byun saling berpandangan satu sama lain.

"Saat saya kemari nyonya muda sudah seperti ini" ucapnya mengerti maksud pandangan Siwon.

"Nyonya terus menangis dan memanggil nama puterinya" lanjutnya kembali.

"Chanie-ah" Sungmin kembali menyebut panggilang sayang puterinya itu.

Manik tajam Siwon memincing saat mendengar Sungmin memanggil nama panggilan Sandeul barusan. Hanya Sungmin lah yang memanggil Sandeul dengan panggilan Chanie.

"Ahjumma apakah Sungmin…"

Bibi Byun menggeleng, ia hanya fokus memeluk dan memberi ketenangan pada Sungmin yang masih saja merancau tak jelas sembari memeluk gadis kecilnya. Sandeul bahkan tidak merengek sama sekali, seakan mengerti apa yang di rasakan ibunya saat ini, bocah perempuan itu hanya dia sesekali mengusap air mata yang mengalir di pipi ibunya.

"Omma jangan menangis, Chanie kan sudah di sini bersama omma" ucap gadis kecil itu.

.

.

.

"Kau sudah mengingat semuanya?" tanya Siwon saat di rasa wanita itu sudah mulai bisa tenang sekarang, Sandeul juga sudah tidur dalam pelukannya sekarang, awalnya Sungmin menggeleng namun ucapan Siwon padanya membuat wanita itu tidak bisa mengelak, "Tapi kau memanggilnya dengan nama Channie Sungmin-ah"

"Apa yang harus ku lakukan oppa, rasanya sakit sekali…"

"Sungmin-ah…"

"Aku merasa sangat bersalah pada ayah Kyuhyun dia mempercayakan puteranya padaku tapi aku tidak bisa membuatnya bahagia. Terlebih Chanie, aku bahkan tidak bisa memenuhi permintaanya untuk meluangkan waktu dengan ayahnya" ucap Sungmin sedih.

"Bukan kau yang membahagiakan Kyuhyun tapi Kyuhyun lah yang seharusnya membahagiakan kalian" Siwon kesal bukan main jika mengingat perlakukan Kyuhyun padanya.

"Anio" lirih Sungmin…

"Donghae ahjusii selama hidupnya sudah begitu baik pada aku dan ibuku. Sudah sewajarnya aku membalas kebaikannya…

"Dengan membuat hidup mu menderita? Sungmin bukan begini caranya!" Siwon kesal.

"Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menebus kesalahan ku padanya oppa" Sungmin mengelus kening berkeringat puterinya yang tengah pulas itu, " Kyuhyun-ssi… ini juga bukan maunya hingga hidupnya jadi seperti ini"

Siwon paham apa maksud Sungmin barusan. Ia juga tahu tentang cerita sebenarnya tentang keluarga bibi nya tersebut. Namun karena ini masalah aib keluarga jadilah Siwon hanya dapat tutup mulut. Bahkan Sungmin yang sejatinya hanya orang luar pun tahu tentang kejadian yang menimpa keluarga Cho sebelum suaminya itu lahir, karena Donghae sendirilah yang menceritakan itu padanya.

"Katakan!" ucap Siwon memotong ucapan Sungmin, " Katakan yang sebenarnya pada Kyuhyun" putus Siwon.

Pria tampan itu pun terkejut saat melihat Kyuhyun berada di depannya. Manik obsidian miliknya menajam, tangannya mengepal ia bahkan menggeretakkan giginya. Menatap Siwon penuh dengan geraman marah lalu beralih menatap istrinya yang tengah memangku Sandeul yang menatapnya datar.

"Kau menipu ku"

.

.

.

Tbc

.

.

.

Yang berminat REVIEW juseyo ^^ dan terima kasih sudah membaca. Maaf untuk typo.

.sign.

-hyejinpark

.

09102015

.

.

.

.