.

.

"Chami, maafkan hyung. Hyung mengikat tangan Chami begini karena hyung tak ingin Chami lari saat hyung ingin meminta maaf pada Chami. Chami tahu kalau hyung sangat sayang pada Chami kan? Karena itu hyung ingin menjelaskan pada Chami mengenai tindakan hyung semalam." ucap Yunho yang kini mendekatkan wajahnya hingga kini hanya ada jarak satu jengkal jari saja yang memisahkan wajah kakak beradik ini.

"Hyung mau..."

.

.

.

.

Even though the world will against us..

Even though this love is forbidden..

As long as you love me,

I'll fight for you..

My precious one.

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"My Hyung" chap 10

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)

Rate : M

Length : 10 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK

Warn : TYPO's! , semi-incest! , semi-pedophil! , Chibi!Min

Buat yang udah lupa jalan ceritanya (karena saking lamanya ela nggak update ini #ditimpuk) silahkan kalau mau di baca ulang dari cahp pertama biar feelnya lebih dapet #ditimpuk lagi

This is HOMIN FANFICTION. Pair utamanya adalah HOMIN. Kalau tidak suka, tidak usah baca, dan silahkan angkat kaki dari sini.

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

.

"Hyung mau..."

Namun Yunho tidak melanjutkan kata-katanya, karena kini tangannya sudah bergerak ke pinggang adiknya, dan dengan cepat ia menurunkan celana yang di pakai adiknya hingga tubuh bagian bawah adiknya terpapar jelas untuk mata mesum Yunho.

"O.O! H-hyung apa—apa yang hyung lakukan?!" seru Changmin yang langsung menggeliat berusaha melepaskan diri. Sepasang kakinya menekuk dan berusaha menutupi bagian privatnya. "Yuno hyuuuunggg.." rengek Changmin saat ia benar-benar tak bisa melepaskan dirinya.

Yunho yang mendengar adiknya merengek, malah jadi semakin bersemangat.

'Sabar sebentar Chami sayang, hyung akan mengajarimu hal yang menyenangkan..' batin Yunho yang pikirannya sudah dirasuki setan mesum.

"Ssshhh...Chami diam ya...Chami tahu kan kalau hyung tak akan menyakiti Chami.. Hyung sangat sayang pada Chami.." ucap Yunho yang kini mendekatkan wajahnya pada wajah manis Changmin. Kedua tangannya menangkup pipi gembil Changmin, dan saat Yunho melihat mata Bambi yang bulat menggemaskan itu menatapnya dengan tatapan bingung yang lugu, Yunho tanpa ba-bi-bu langsung meraup bibir penuh Changmin, dan melumatnya.

Pikiran Yunho langsung berkabut nafsu saat ia bisa kembali merasakan bibir manis Changmin. Ia menggigiti bibir manis itu dengan gemas, dan menghisapnya seperti kumbang yang menghisap nectar bunga dengan kebutuhan primal yang mendesak.

Yunho kembali menekan bibirnya ke bibir Changmin, dan melepasnya.

"..Y-yuno hyung..." panggil Changmin lemah dengan wajah sayu. Sepasang mata bambi Changmin setengah terbuka, dan menatap Yunho dengan pandangan pasrah. Dan dengan kondisi terikat seperti itu, Changmin seolah tersaji dihadapannya dalam kondisi siap untuk di santap.

Geraman rendah terdengar dari dalam tenggorokan Yunho.

Yunho mengangkat sedikit wajah Changmin, dan saat bibir yang tadi menyebut namanya itu merekah, Yunho langsung menyambut undangan tersirat itu.

Tubuh Yunho bergetar saat lidahnya memasuki mulut Changmin yang terbuka. Lidahnya langsung bergerilya dan membelai setiap sudut mulut Changmin. Tak ada satu jengkalpun terlewat olehnya.

Merasa berani, Yunho akhirnya menyapa lidah Changmin. Membelainya lembut, dan menggelitikinya. Changmin menjauh malu.

Kepala Changmin bergerak-gerak seolah berusaha menjauh, dan Yunho melepaskan ciumannya.

"Chami..."

Tubuh Changmin menggigil saat mendengar suaranya didesahkan oleh hyungnya. Dan wajahnya memerah saat melihat hyungnya berada di atas tubuhnya, menatapnya dengan pandangan aneh dan dengan nafas yang memburu.

Changmin sendiri tak sadar kalau nafasnya tersengal karena pasokan oksigennya terhenti saat Yunho mencium bibirnya.

Changmin sudah akan kembali memanggil nama hyungnya, namun ibu jari Yunho yang membelai bibir bawahnya membuatnya terdiam.

"Chami, apa kau tak suka dengan apa yang hyung lakukan barusan?" tanya Yunho sambil kembali mengelus bibir bawah Changmin. Bibir yang selalu bisa membuatnya gila dengan keinginan untuk melumatnya..menggigitnya sampai membengkak dan memerah..

Yunho mengerang saat melihat Changmin menggigit bibir bawahnya karena gugup.

"..h-hyung.." panggil Changmin yang bingung dengan tingkah Yuno hyungnya.

"Chami..apa Chami benci saat hyung melakukan ini.." Yunho mengecup sekilat sepasang bibir Changmin. "Chami benci?"

Changmin dengan cepat menggeleng.

"Kalau begini.." Yunho kembali menempelkan bibirnya ke bibir Changmin, namun kali ia menekan bibir Changmin dengan lebih kuat, dan bibirnya bergerak diatas bibir Changmin..membelainya dengan lembut, sebelum ia kembali melepasnya. "Chami benci?"

Changmin membuka sepasang mata bambinya yang tadi menutup saat bibir hyungnya mulai menekan bibirnya. Ia menggeleng lemah dengan wajah yang agak sayu.

Yunho memejamkan matanya dan berusaha menahan dirinya, sebelum ia akhirnya kembali memagut bibir Changmin, dengan lidah yang langsung membelai bibir Changmin, meminta akses untuk masuk ke mulut hangat Changmin. Sepasang bibir penuh itu terbuka saat Yunho memiringkan kepalanya untuk dapat mencium Changmin dengan lebih dalam, dan tanpa ragu lidahnya langsung menelusup ke dalam goa basah dan hangat Changmin. Yunhoi menekan bibirnya lebih kuat ke bibir Changmin dan lidahnya langsung membelai ganas seluruh sudut mulut Changmin. Dan Yunho langsung menjauhkan diri sambil kembali bertanya,"Chami benci?"

Changmin berusaha mengatur nafasnya dan ia menggeleng. Dan mengangguk.

"Wae? Kenapa Chami benci?"

Changmin berusaha mengambil oksigen yang dibutuhkan dari paru-parunya, dan mengalihkan pandangannya dari Yunho.

"Chami benci so-soalnya Chami jadi tak bisa berpikir...Chami jadi tak bisa bernafas...dan tubuh Chami jadi lemas.."

Yunho terperanjat mendengar jawaban Changmin, sebelum senyum mesum terbentuk di wajah tampannya.

"Biarpun Chami jadi lemas, tapi menyenangkan kan?" pancing Yunho.

Changmin mengangguk tanpa sadar—

Ʃ(°Δ°|||)""

—sebelum ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

Yunho terkekeh melihat rekasi lucu adiknya itu dan mengecup kilat bibir adiknya.

"Hyung suka poppo bibir Chami dan hyung suka french kiss yang membuat Chami lemas." ujar Yunho.

Changmin mengerutkan kedua alisnya mendengar ada kata-kata aneh dalam ucapan hyungnya.

"..f-furench..kissu?"

Yunho mengangguk. "Saat hyung poppo Chami sampai bikin Chami lemas, itu namanya french kiss. Dan Hyung suka melakukan french kiss dengan Chami."

Changmin mengangguk mendengar jawaban hyungnya, sebelum sepasang matanya membulat kaget.

"O.O..ja-jadi Chami...k-kissu...dengan Yuno hyung..?" tanyanya dengan wajah yang memerah imut.

Yunho tersenyum senang dan mengangguk. "Ne. Hyung kissu Chami," ucap Yunho dengan nada rendah tepat di telinga adik manisnya itu. Dan senyum senang itu berubah menjadi senyum puas saat melihat tubuh Changmin kembali bergetar akibat ucapannya.

"...kissu..."

Yunho yang mendengar gumamam Changmin, tentu saja langsung menganggap itu sebagai undangan untuk kembali mencicipi bibir manis adiknya lagi. Dan jadilah Changmin harus kembali merasa lemas dan tak bisa bernafas karena hyungnya mencium bibirnya dengan ganas.

Tubuh kecil Changmin tersentak kaget dan ia melenguh saat ia merasakan ada tangan yang menggenggam dan meremas alat kelaminnya.

Yunho melepaskan ciumannya saat mendengar lenguhan yang keluar dari tenggorokan Changmin. Ia tersenyum—atau menyeringai lebih tepatnya—dan kembali meremas benda mungil di tangan kanannya.

"..ngghhh! h—hyung..."

"Enak, Chami?" tanya Yunho yang selain meremas, kini jemarinya menggenggam penis kecil Changmin, dan menggerakkan tangannya ke atas dan kebawah.

"A—ah! m—mmhhhh..."

Yunho menyeringai mesum saat melihat reaksi Changmin.

"Apa Chami ingat saat hyung membuat Chami mengompol?" tanya Yunho kembali berbisik di telinga Changmin sambil tangannya memanja penis kecil adiknya yang terasa mulai mengeras dalam genggamannya.

"...ah AH...nggghhhh..."

Yunho menjilat bibirnya melihat tubuh Changmin yang menggelinjang karena kegiatan yang di lakukan tangannya. Sepasang mata bambi itu memejam nikmat, dan sepasang bibir penuh yang selalu menggoda Yunho itu kini merekah dengan desahan-desahan yang berhamburan.

"Waktu itu..dan saat hyung di dalam kamar...juga saat ini...yang hyung lakukan namanya adalah masturbasi.." bisik Yunho dengan suara rendah yang sarat akan nafsu tertahan. Semua desahan yang terus meluncur tanpa henti dari bibir adiknya itu jelas membuat Yunho-junior terbangun dari tidurnya.

"...h-hyu—ngghhhh...ah ah..hyung henti—hentikan...mmhhhh..."

"Kenapa harus berhenti, Chami? Ini enak kan rasanya? Membuat tubuh menggelinjang karena rasanya nikmat, dan ada sengatan-sengatan listrik yang menjalar dan semakin merangsang kenikmatan.." gumam Yunho sambil menggigit gemas cuping telinga Changmin dan mengemutnya.

"A-Ah! ah ah ah..nggggg..."

Tubuh mungil Changmin terus bergerak-gerak gelisah ke segala arah, dan tanpa sadar Changmin menggerakkan pinggulnya ke atas karena sekarang ini benak polos bocah berusia delapan tahun itu benar-benar kosong dan hanya insting yang menggerakkan setiap tindakannya.

Dan tubuh Changmin bergerak semakin liar saat ujung jari Yunho mulai bermain dengan ujung kepala alat kelaminnya. Yunho menekan-nekan lubang kecil yang ada disana, dan menggeseknya, sebelum ia kembali mengocok penis kecil yang keras itu. Erangan, desahan dan lenguhan menggoda terus meluncur menemani setiap gerakan tangan Yunho yang memanja adik manisnya.

"..a-ah..hyung...hyung...ah...ngghhh..."

"Waeyo Chami? Apa kau sudah tak kuat lagi? Padahal hyung masih asyik membantu Chami masturbasi dengan tangan hyung. Apa Chami sudah tak tahan dan ingin ejakulasi, hmm?"

Nafas Chami tercekat mendengar bisikan demi bisikan rendah yang digumamkan hyungnya. Ia tak sepenuhnya mengerti setiap kata yang terucap dari bibir hyungnya, namun tubuhnya memanas seiring kata demi kata itu terucap. Pikirannya semakin melayang tak terkendali, dan tubuhnya terus-menerus menyalurkan alira-aliran listrik yang membuatnya gemetaran menahan nikmat yang berpusat pada bagian tubuh yang di mainkan oleh tangan hyungnya.

"Jangan ditahan Chami. Keluarkan saja. Lepaskan dan keluarkan semuanya."

Gigitan di telinga sensitifnya...Genggaman yang semakin ketat di bagian tubuhnya yang menegang tak terkendali, suara yang berbisik rendah...

"..a-ah..Yuno hyuungggg..!"

Yunho menggeram mendengar Changmin menyerukan namanya saat puncak kenikmatan melandanya, dan dengan tatapan lapar ia mereguk setiap detail pelepasan kenikmatan adiknya itu. Ia melihat bagaimana kepala Changmin mendongak ke atas dan memperlihatkan leher putih susunya. Ia memperhatikan bagaimana sepasang bibir itu terbuka lebar dan meneriakkan namanya. Ia menatap cairan yang kental yang masih berwarna putih bening di tangannya. Dan ia merekam setiap inchi tubuh Changmin yang bergetar penuh nikmat dalam ingatannya.

Yunho melepaskan alat kelamin adiknya yang sudah melemas, dan membawa tangannya yang penuh cairan kental bening ke mulutnya.

"...Yuno hyung..."

Panggilan lirih itu membuat Yunho menunduk dan menemukan sepasang mata Bambi itu menatapnya dengan tatapan sayu yang lelah.

Dengan seringai nakal, Yunho menunjukkan jarinya yang basah, dan menjilatnya. "Hmmm...air mani-mu rasanya manis Chami. Seperti dirimu."

"...hyuuungggg..." rengek Changmin lemah dengan wajahnya yang kini benar-benar memerah.

Yunho menjilati cairan di tangannya sampai bersih, dan mengecup pipi adiknya yang memerah. "Kau lelah kan Chami? Tidurlah." ucap Yunho yang langsung di angguki oleh Changmin.

Bocah delapan tahun itu memejamkan mata, dan kantuk langsung menyergap dirinya yang kelelahan itu.

Namun sebelum ia benar-benar terlelap, ia mendengar suara hyungnya.

"Ah Chami, tadi rasanya enak kan? Nanti hyung mau melakukannya lagi. Boleh ya, Chami?"

Dan ditengah-tengah kesadarannya yang perlahan mulai menghilang, ia menggumam.

"Ne hyung. Chami juga mau lagi...enak.."

.

.

.

.

.

Dan bocah delapan tahun itu tak pernah mendengar desisan puas yang meluncur dari bibir Yunho.

"Tahap pertama sukses."

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

Setelah kejadian itu, setiap sepulang dari Rumah Sakit menjenguk Umma mereka, Yunho kembali memberikan handjob pada adiknya. Dan setiap hari pula, ia berusaha membuat Changmin lepas dari cangkang rasa malu, dan keluar dari zona polosnya. Jika pertama kali ia harus mengikat tangan Changmin agar adiknya itu tidak lari, untuk yang kedua ia tak perlu seekstrim itu, namun memang ia harus mengungkung adiknya dengan tubuhnya yang besar.

Dan tak hanya handjob, Yunho juga membawa laptopnya ke hadapan Changmin, dan dengan adiknya aman di pangkuannya, ia membuka web mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan primal seorang lelaki. Dan semakin lama, ia membuka koleksinya yang paling 'aman' yang ia dapat dari Heechul dan Donghae, dan menontonnya bersama Changmin.

Paling 'aman' yang dimaksud disini adalah video mesum yang hanya berisikan foreplay berupa french kiss dan handjob dalam berbagai keadaan.

Dan yang membuat Yunho tersenyum puas adalah saat dimana mereka selesai menonton video mesum 'aman' miliknya, Changmin dengan malu-malu berkata

"..hyung...C-Chami juga mau..." lirih adiknya itu sambil satu tangannya menangkup pangkal pahanya yang sepertinya menunjukkan reaksi sehabis menonton video itu.

Yunho langsung melempar adiknya ke tempat tidurnya dan tanpa basa-basi langsung memberikan handjob adiknya sambil bibirnya melumat puting susu adiknya yang juga ikut menegang.

Kebahagiaan Yunho semakin berkali lipat saat setelah selesai mencapai klimaks, tangan mungil Changmin bergerilya di tubuh Yunho, dan tangan kecil itu berhenti malu-malu di selangkangan Yunho yang menggembung.

"..h-hyung...Cha-Chami boleh..."

Dan Yunho langsung dengan senang hati menurunkan celananya, dan melepaskan Yunho junior yang sudah ereksi dan mengeluarkan precum.

"Ʃ(°Δ°|||)"

Yunho menyeringai saat ia melihat ekspresi shock di wajah adiknya saat menatap Yunho-junior.

"Waeyo Chami?" tanya Yunho sambil membuka kedua kakinya agar adiknya bisa menempatkan dirinya diantaranya.

Changmin mengggigit bibirnya dengan gugup sebelum ia menatap hyungnya malu-malu. "I-itu...k-kenapa punya hyung besar sekali..." lirih Changmin yang kembali menatap benda tegak yang ukurannya hampir tiga kali lipat dari miliknya. Pipinya seketika memerah dan ia kembali menggigit bibirnya.

"Itu karena hyung sudah besar." ucap Yunho yang meraih tangan lembut Changmin, dan meletakkannya di penisnya yang sudah panas dan menegang.

Namun adiknya itu langsung menarik tangannya dan menggigit bibirnya.

Yunho yang melihat tingkah adiknya hanya tersenyum, dan ia meraih penisnya sendiri. "Kalau Chami belum berani, tak apa-apa." ucap Yunho yang langsung mengocok penisnya sendiri sambil menatap adiknya yang bergerak-gerak gelisah didepannya.

"..sshhhh...ahhhh..Chami..."

Wajah manis Changmin yang tadi memerah, jadi semakin menjadi. Tak hanya itu, kedua telinganya pun juga kini memerah saat mendengar hyungnya mendesahkan namanya seperti itu.

"..ngghhh...Chami..ah ah..Chamingghhh..."

Suhu tubuh Changmin meningkat dan kini ia tak tahu lagi bagaimana caranya untuk bernafas. Ia tersengal dan tubuhnya gemetaran saat satu tangan Yunho mengangkat dagunya hingga ia kini menatap langsung sepasang mata kakaknya yang menggelap karena nafsu.

Dan saat Yunho mencapai klimaksnya, ia tanpa sadar ikut mengerang, dan tubuhnya langsung ambruk karena ia merasa sangat lemas.

"..hyung..." panggil Changmin yang terisak lemas.

Yunho yang melihat adiknya kelelahan secara fisik dan mental itu langsung meraupnya dalam pelukan. Ia menepuk-nepuk kepala Changmin dengan lembut.

"Chami lelah kan? Tidurlah.."

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

Heechul dan Donghae menatap sahabat mereka dengan mata memincing tajam. Pasalnya sedari tadi, sahabat mereka itu terus memandang tembok sambil tersenyum bodoh.

"Yah! Yunho!" teriak Heechul sambil menggeplak punggung Yunho dengan tidak berperi-kepunggungan sama sekali.

Orang yang namanya di panggil itu hanya mengaduh pelan sambil menatap kesal pada dua sahabatnya. "Apa sih masalah kalian?" tanyanya kesal karena lamunan mesumnya tentang Changmin jadi terganggu.

"Masalahku adalah aku benci melihat wajah bodohmu yang tersenyum bodoh sambil menatap tembok bodoh itu!" sahut Heechul dengan santai.

Melihat Yunho yang sudah akan marah mendengar jawaban Heechul, Donghae langsung merangkul pundak kokoh Yunho. "Hey, jangan marah begitu. Kami kan hanya khawatir padamu." ucap Donghae. "Jadi, ada apa denganmu belakangan ini? Kau jadi sering menatap kosong sambil senyum-senyum begitu."

Kekesalan Yunho langsung sirna saat ia kembali teringat hal-hal yang membuatnya tersenyum tadi.

"Aku sedang bahagia. Tahap pertama berjalan dengan sukses~" ucap Yunho dengan nada senang.

Heechul dan Donghae saling berpandangan bingung, sebelum akhirnya mereka ingat dengan percakapan mereka bertiga beberapa hari lalu.

"Hey, jadi kau mengikuti saran kami dan berjalan dengan baik?" tanya Heechul dengan semangat.

Yunho mengangguk senang.

"Tahap pertama sudah sukses, dan kurasa aku akan lanjut ke tahap berikutnya~"

.

.

.

~TBC~

Ela kembali bawa apdetan ff HOMIN yang sudah lama terbengkalai~~ #tebarkonfetti

Chamiiii...maafkan Ela yang sudah bikin kepolosanmu mulai hilanaaagggggg...

Tolong salahkan saja Yunho hyungmu yang mesumnya keterlaluan itu!

Hehehehe, di chap ini Chami udah tau french kiss, masturbasi, ejakulasi dan handjob (Chamiku yang imut sudah nggak polos lagiiii TT^TT)

Yadongers sudah puas belom?

Buat chap depan..hmm..ela masih belum kepikiran tahap kedua itu.

Ada saran?

Dan review please~