ONRYOO'S DEATH SING
Disclaimer : Kurobasu belongs to Tadatoshi Fujimaki
Summary : Apa isi hati Shizuku? lalu... ketika badai sudah reda
datang lagi badai yang akan
mengobrak-abrik seluruh perasaan yang akan
segera ditumpahkan...
WARNING : Bloody, Chara death, Psycho!
.
.
"Just wanna to protect you ..."
Ryota Kise
.
.
"I' m fall in her kindness and her smile ..."
Nanali Yukihina
.
"I'ts really easy to kill a brat like you all ... kids ..
Onryoo
.
.
Bila kau merasa tidak memiliki tempat untuk berpulang, kembalilah di mana pertama kali kau berasal dan temukan sejuta kenangan yang mungkin tidak sebahagia yang kau pikirkan. Kau bisa tuliskan semua luka hati maupun kesenanganmu sendiri di lembar kertas putih yang bergaris dan melintang membelah langit dan bumi, lintang horizon yang terpampang di depan matamu itulah yang akan membawamu ke dunia baru, dan kau akan melihat seperti apa kenangan mereka yang hidup untuk kebebasan dan kesungguhan demi senyum-senyum kecil yang kelak akan menjadi harta bagi mereka yang sudah tidak lagi kembali.
"Chizuru-san, buku harian ini milik adikmu?" tanya Hiroya sembari melihat-lihat sekeliling, dia merasa ada keberadaan lain selain mereka di sana.
"Iya, Shizu-chan suka menulis apapun yang dia rasakan tetapi belakang setelah dia naik kelas aku jarang melihatnya menulis" jawab Chizuru.
"Apakah kematian Kenji Kawada-san itu memang tidak pernah terkespos oleh media sekolah, maksudku tidak ada yang tahu dia meninggal dan aku bahkan tidak pernah mendengar ada kasus seperti itu" tanya Akashi, yang dia tahu Kenji adalah seorang anggota klub bela diri dan memang pernah berpacaran dengan Shizuku.
"Eh?" sekarang Chizuru yang terkejut.
"Apa di Teikou tidak pernah ada berita akan kematian adikku atau Kenji-kun? Lalu soal Aizawa?" tanya Chizuru kemudian.
"Setahuku ada kabar yang beredar 2 hari lalu Aizawa dari kelas Hiro-kun bahwa Aizawa ditemukan meninggal dalam keadaan tercekik di kamar mandi, dan kabarnya dia dan Shizuku-san ada konflik seputar hubungannya dengan Kenji-san" jawab Kuroko.
"Aku mendengar bahwa Aizawa meninggal akibat arwah Shizuku yang tidak menyukainya, padahal di sisi lain katanya mereka sempat jadi sahabat dekat…" terang Aomine.
"Jadi … orang yang membunuh Aizawa bukanlah arwah Shizuku …" tukas Midorima, tiba-tiba jendela terbuka dengan sendirinya, gebrakan jendela yang terbuka membuat Chizuru memekik dan angin langsung menyeruak masuk bersamaan dengan rintik hujan yang sudah mereda.
"A ..ada apa?" tanya Chizuru.
"Apa Onryoo lagi?" tanya Akashi siap dengan kuda-kudanya begitu pula dengan yang lainnya. Belum habis pertanyaan mereka terjawab, buku harian Shizuku terbuka dan memperlihatkan deretan tulisan kecil namun rapi di dalamnya.
Hening kemudian.
"Bukunya …" Kuroko menghambur kea rah buku harian itu dan melihat tulisan yang ada di sana, tulisan khas seorang gadis remaja yang tertata dan ditulis dengan tinta hitam.
"Kuro-cchin? Apa yang tertulis di sana?" tanya Murasakibara.
"Ini …" Kuroko membuat semua orang heran, mereka lalu duduk dan mencoba membaca apa yang ditulis Shizuku di sana.
Halaman awal berbunyi;
Senin 16 April. Akhirnya aku berhasil diterima di Teikou! Senangnya… aku harus melakukan sesuatu yang terbaik untuk semuanya demi Onee-chan yang sudah membiayaiku dan orang tuaku yang giat bekerja. Kira-kira akan seperti apa ya nanti? Apakah aku akan bertemu dengan seorang yang tampan di kelasku? Aduuh senangnya!.
"Ini tulisan pertama Shizuku saat dia baru masuk ke Teikou" ujar Midorima.
"Halaman selanjutnya juga begitu, kegembiraan yang tersampaikan dari lubuk hatinya benar-benar terlihat di sini" jawab Akashi tanpa mengalihkan pandangan pada deret serta baris-baris kalimat di buku mungli itu.
Kamis, 20 April. Kalian tahu tidak, aku ditembak oleh Kenji Kawada! Kyaaa, dia orang yang sudah lama kusukai! Tapi apa Onee-chan membolehkanku kencan?
Jumat 21 April. Aku bertemu dengan Ryota Kise, cowok aneh tapi baik hati. Dia anak yang lumayan keren dan kudengar dia model, hmmm…. Dia tampan kok tapi hubungannya dengan Kenji penuh dengan emosi. Khawatir? Tentu saja, tapi melihat mereka bertengkar membuatku ingin tertawa.
Minggu, 23 April. Pergi ke Taman Ria bersama mereka berdua, Ken dan Ryota!
Terus dan terus seperti itu, hampir sebagian halaman depan adalah kegembiraan antara Shizuku bersama Kise dan Kenji, mereka selalu pergi bersama dan selalu bahagia seolah tidak ada sesuatu yang terjadi di sana. Tapi ketika hampir menuju halaman belakang Kuroko dan yang lain menemukan kejanggalan yang ditulis oleh Shizuku, perasaan yang bahagai itu tergantikan oleh perasaan khawatir, marah, kesal, dan penuh penderitaan.
Senin, 14 Agustus. Aku tidak tahan melihat wajahnya yang mengerikan itu, dia membuatku ingin membunuhnya! Kenapa, kenapa, kenapa dia ada di sini?!
"Apakah ini perasaan Shizuku ketika mengenal si Sensei gila itu?" tanya Aomine.
"Iya, sepertinya Shinji-sensei hampir membuat dirinya tidak bisa mengenal apa yang namanya kebahagiaan" terang Chizuru dengan nada dingin, sepertinya dia benar-benar membenci Shinji walau belum diketahui pasti apakah Shinji masih bernapas atau sudah tidak ada di muka bumi ini.
Sabtu, 25 Oktober. CUKUP! JANGAN GANGGU AKU LAGI! Jangan sakiti Ken! Jangan lukai Ryota!
Aomine dan Hiroya agak bergidik melihat tulisan yang ditulis besar-besar dan tampak sangat marah itu, Kuroko tetap bergeming dan melanjutkan kegiatan membaca tulisan-tulisan yang mulai menjurus pada kekesalan.
Minggu 12 November. Guru itu memintaku putus dengan Ken, aku tidak mau tapi kalau tidak begitu… Shinji-sensei akan membunuhnya!
Senin 30 November. Maaf Ken, aku harus melakukannya dan aku tidak mau ini terjadi.
Rabu 2 Desember. Aku memberikan semua barang dari Ken pada Ryota, agar aku tidak merasa bersalah.. benar tidak?
Sabtu 14 Desember. Hari-hari yang penuh air mata, dan dia terus menerorku… apa yang harus aku lakukan? Bahkan Ryota selalu menyempatkan diri menjagaku
"Aku tidak menyangka akan jadi begini terusnya, setelah itu apa yang terjadi?" Midorima membuka cepat lembaran demi lembaran di depan Kuroko tanpa membacanya, lalu ketika itu Akashi melihat sesuatu di satu halaman agak belakang buku harian Shizuku.
"Tunggu, Shintarou" Akashi menahan tangan Midorima.
"Baca dari sini" perintah Akashi. Semua tidak mengerti, tapi hal yang akan mengejutkan bakal terungkap di halaman demi halaman buku itu.
Jumat, 13 Februari. Akhirnya setelah liburan panjang aku berhasil menjadi anak kelas 2 sekarang. dan aku mendapatkan banyak adik kelas yang manis, tapi tidak untuk kehidupanku selanjutnya.
Minggu, 14 Maret. Shinji-sensei mengajakku kencan. "Apa-apaan ini!" seru Hiroya. "Kencan?" tanya Chizuru.
Selasa 20 April. Aku semakin risih di dekatnya, apalagi Ken sepertinya tidak bisa lagi menahan emosinya, kalau begini terus apa yang akan terjadi? Aku ingin mati! Aku ingin mati…!
Rabut, 21 April. Ini tidak mungkin… tidak mungkin, dia tidak mungkin melakukan itu, tapi dia sudah… dia sudah melakukan hal itu! dia menodai semua yang ada di dalam diriku! Brengseeek!
Jumat 1 Mei, Aku menampar guru itu, aku memaki-makinya dan aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku. Apa yang harus aku katakan pada Onee-chan? Kalau aku sudah….
Selasa, 5 Mei. AKU INGIN MATI…..
Hening, dan tidak ada yang bicara, semua terlalu terkejut bahkan sampai Chizuru juga, jendela tiba-tiba kembali riuh dan sepertinya di kamar itu ada 'orang' lain yang melihat. "Aku merasa yakin, Shizuku memang ingin mati tapi dia tidak berniat bunuh diri seperti itu" celetuk Hiroya.
"Kurasa juga begitu, tapi di baliknya tidak ada apapun lagi yang tertulis" ujar Midorima. "Karena tanggal 5 Mei adalah hari kematian adikku, yang digilas kereta" tukas Chizuru membuat Kuroko dan Akashi kaget, sesuatu terbesit di kepala mereka ...
tapi sebelum mereka berdua mengambil langkah selanjutnya, suara ribut terdengar kencang sekali.
"BRAAAAKK BRAAK PRAANG!" Suara ribut terdengar dari lantai bawah, semua langsung kaget dan tanpa dikomandoi langsung berhamburan keluar dan menuju lantai bawah sementara Kuroko tetap membawa buku harian Shizuku yang dia tidak sadari adalah keberadaan Shizuku yang sedang melihatnya dari balik kamar dengan mata dingin lalu hilang dalam sekejap.
"Siapa ituu!?" teriak Aomine. Tapi tidak ada apapun, di sana hanya ada keheningan dan tidak ada tanda-tanda seorang masuk ke rumah Chizuru.
"Kyaaaa!" Chizuru berteriak melihat pintu yang rusak dan beberapa cangkir pecah berantakan di lantai tapi bukan itu yang dikagetkan Chizuru, yang gadis itu kagetkan adalah bercak darah di pintu dan dinding.
"Siapa yang melakukan ini?" tanya Midorima.
"Wuuusssshhh!" Angin besar masuk dan menghantam semua orang di dalam ruangan, sontak mereka memejamkan mata dan melindungi diri dari apapun yang datang.
"Akh! Bukunya!" seru Kuroko yang melihat buku harian itu terbang dan menghantam sofa dan tergeletak dengan posisi terbuka.
Kuroko langsung menghampiri buku harian itu karena merasa hanya itulah media yang bisa digunakan untuk bicara dengan Shizuku, Kuroko berpegangan dengan sofa dan sebisa mungkin meraih buku itu tapi sebelum tangannya meraih buku sebuah tangan yang pucat dan dingin memegang pergelangan tangan Kuroko!
"Cepatlah .. Temanmu dalam .. bahaya… dia mengejarnya … orang itu … orang itu masih hidup! Dia mengejar Ryota .. dan Nana … li …. Cepatlah ….! Selamatkan…."
Sosok yang penuh darah dan luka di kepalanya, bahkan Kuroko bisa melihat otak di dalam kepalanya yang sudah tergenang oleh darah, mata yang tidak berbentuk dan leher yang hampir putus serta mulutnya sudah bergeser ke kanan, rambut yang botak setengah itu menatap Kuroko dengan tajam.
"Shi …zu …!" Kuroko tidak bisa bicara, semua persendiannya kaku dan rasa takut menyergapnya.
Angin besar kemudian mulai berlalu dan semua melihat keadaan rumah yang sudah berantakan.
"Aduuhhh, apa itu tadi?" erang Aomine. "Tetsuya?" Akashi melihat Kuroko yang membatu sambil menggenggam buku harian itu.
"Ada apa, Tetsuya?" tanya Akashi lagi.
"Shizuku-san, ada Shizuku-san di sini, dan dia—".
"SRAAAAKKK!" buku harian di genggaman Kuroko sontak terlempar dan kembali terbuka, di sana tertulis.
"Aku tidak mati bunuh diri, Onee-chan. Dia yang membunuhku! Orang bejat itu … dan sekarang dia… sedang mencari Ryota! Dia hendak membunuhnya, cepat tolong dia!"
tulisan itu ditulis sangat berantakan tapi untung masih terbaca, tulisan yang berwarna merah yang berada di halaman sebelumnya yang kosong itu membuat semua orang bergidik.
"Tulisan mengerikan siapa ini?" tanya Murasakibara.
"KRIIIIINNNNGGG!" tiba-tiba ponsel Midorima berbunyi.
"Moshi-moshi? Ada apa Dokter Kai—".
"Shintarou-kun!? Kau di sana, syukurlah! Gawat ini keadaan darurat, dengarkan aku baik-baik,oke?" suara Dokter Kairi di seberang telepon terdengar panik dan terengah-engah.
"Tunggu-tunggu,anda kenapa Dok?" tanya Midorima.
"Mahkluk yang kau sebut Onryoo itu menyerang lagi!" seru Dokter Kairi.
"Apaa!?" Midorima tidak percaya apa yang didengarnya.
"Iya, dia datang dan merusak kaca yang ada di ruang Nanali. Aku berusaha untuk menghentikannya tapi dia terlalu licin, aku bahkan sempat tertusuk oleh belati miliknya.. ukh… dia menyerang Nanali tapi Kise-san berhasil membawa Nanali pergi ..akh…" Terang Dokter Kairi yang sekarang sedang bersandar di dekat pintu bangsal Nanali.
"Kise?! Dia sudah sadar..!? tunggu, aku tidak mengerti lantas kemana mereka pergi?" tanya Midorima semakin panik.
"Aku tidak tahu, mereka lari dan si Onryoo mengejar mereka begitu saja" jawab Dokter Kairi.
"Ck … maaf Dokter, dan terima kasih" jawab Midorima mengakhiri pembicaraanya dan langsung menutup ponsel. "Ada apa Shin-senpai?" tanya Hiroya mulai khawatir.
"Onryoo gila itu menyerang lagi" jawab Midorima. "DIMANA!?" Aomine dengan geram langsung bertanya.
"Tenang dulu, dia menyerang Nanali dan Kise menyelamatkannya" lanjut Midorima.
"Kise-kun? Dia sudah sadar?"tanya Kuroko.
"Yah sepertinya begitu.. dia menyelamatkan Nanali dan membawanya lari menghindari Onryoo tapi Dokter Kairi tidak tahu kemana mereka pergi" terang Midorima dengan wajah penuh bulir keringat.
"Kita harus menyelamatkan Nanali! Ryo-senpai juga! kemana mereka pergi?!" seru Hiroya.
"Tenang, Hiro-kun! Kita juga tidak tahu kemana mereka pergi …" Kuroko berusaha menenangkan Hiroya tetapi dirinya juga sama-sama panik, dia sangat cemas pada Kise yang baru saja koma dan tiba-tiba terbangun begitu saja.
"Tei..Kou…" sebuah suara yang menggema di ruangan membuat mereka semua terkejut bukan main.
"Si..siapa itu!?" teriak Aomine. "Shizu-chan?" tanya Chizuru yang sedari tadi membisu.
"Tei..kou…" sekali lagi suara itu menggema.
"Mereka bertiga pasti ke Teikou!" seru Akashi. "Huh?" semua melihat Akashi.
"Shizuku-san, kau ada di sini kan? Kalau begitu .. mereka pasti ke Teikou kan?" seru Akashi entah dia berbicara pada siapa.
"Kalau Aka-cchin sudah yakin begitu, pasti mereka ke sana!" sahut Murasakibara.
"Baiklah, ayo ke sana!" jawab Kuroko.
"Aku ikut! Aku harus memastikan kalau semua yang terjadi bukan karena adikku bunuh diri!" ujar Chizuru.
"Baiklah, ayo!" komando Akashi lalu mereka semua menghambur dan berlari ke Teikou, dari rumah Chizuru ke Teikou memang memakan waktu tetapi mereka berusaha secepat yang mereka bisa agar dapat menyelamatkan Kise dan Nanali.
"Kise-kun, Nanali .. bertahanlah dan semoga kalian selamat" batin Kuroko sambil terus berdoa agar teman sekaligus rekan timnya tidak mendapat hal yang buruk.
"Ossshh! Ayo kita pergi ke Teikou!" seru Aomine menyemangati.
"AAAAH!" mereka semua berseru dan semangat menyatu dan saling melebur.
.
.
"I can't let you die Kise-kun ..!"
Kuroko Tetsuya
.
.
Di sisi lain,Kise dan Nanali sedang berada di lantai 2 sekolah. Mereka sedang berada di perpustakaan. "Kise-nii?" Nanali bisa merasakan suhu tubuh Kise yang sepertinya meninggi dan gemetaran.
"Tidak apa-apa kok, aku akan menjagamu jadi tetaplah di sampingku" bisik Kise dengan segala kekuatan yang dia punya, dan segala kekuatan untuk tersenyum dan mendekap tubuh gadis kecil yang penuh perban itu di tangannya, Nanali merasakan dekapan tangan Kise yang sangat erat .. seolah-olah tangannya tidak akan melepaskannya.
"Iya" Nanali membenamkan wajahnya kepelukan Kise dan tetap memegang erat baju pemuda itu di tengah terror yang melanda mereka.
Apakah mereka berhasil keluar dari sekolah dan keluar dari jeratan Onryoo? Bagaimana nasib mereka semua? Takdir apa yang menunggu?
benarkah Shinji masih hidup?...
.
"We are your friend and we'll protect you life"
Aomine Daiki
.
.
TO BE KONTINYUU~
Yahaaa akirnya mendapat refrensi deeh! yaampun yaampun
aku kaget melihat apa yang akan terjadi,...
masalahnya next chapter akan banyak kekerasan di sana...
sekilas emang agak gaje ya? tapi yah ga apa-apa
moga readers suka! oke deh minna
R^R yeaah XD
