.
Little Thing Called Love
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story by : Pinky Rain
Pairing : Sasuke x Sakura
Warning : AU, maybe OOC, gak jelas, ntah cerita macam apa ini, ide pasaran, typo(s)
Rated : T
Don't Like Don't Read
.
.
.
Basketball
.
Duk duk duk
"Kau harus bisa mempertahankan bola dari musuh Sakura." suara Sasuke bergema di telinga Sakura. Oh, Kami-sama. Hanya mendengar suaranya saja sudah membuat Sakura kehilangan konsentrasi. Lalu bagaimana dia bisa mempertahankan bola yang kini sedang ia drible itu?
"Kau harus konsentrasi Sakura." bisik Sasuke di telinga Sakura. Pemuda itu melirik sekilas sang kekasih yang sedang men-drible bola dengan wajah yang merona. Seringai licik menghiasi wajahnya ketika sebuah gagasan terlintas di kepala jeniusnya.
Cup
Dan terlepaslah bola dari tangan Sakura. Dia terpaku dan untuk sesaat hanya bisa mengerjap-erjapkan matanya. Apa ini? Sasuke baru saja mencium pipi kanannya.
"Sa—Sasuke-kun." gumam Sakura setelah berhasil menguasai dirinya dari keterkejutan.
"Apa? Kan sudah kubilang kau harus konsentrasi. Sekarang bolamu ada di tanganku." kata Sasuke tanpa dosa sembari memperlihatkan bola di tangannya.
Sakura masih terdiam dan itu membuat Sasuke tersenyum puas melihatnya.
"Menjaga konsentrasi saat mempertahankan bola itu sangat penting Sakura. Kalau tidak, lawan akan dengan mudah merebutnya darimu. Sekarang bola ini ada padaku, kau harus bisa merebutnya dariku." kata Sasuke mulai men-drible bola.
Sakura segera mendekat untuk merebut bola dari Sasuke. Sudah dua hari ini dia belajar bermain basket semenjak dia meminta kekasihnya itu untuk mengajarinya. Dia sudah mulai mengerti teknik-teknik dalam permainan basket. Tapi sangatlah sulit berkontrasi dengan Sasuke didekatnya. Oh, pacarnya itu begitu menawan bahkan saat dia berkeringat.
Sakura menemukan celah untuk merebut bola dari tangan Sasuke, dan dia bersiap untuk memanfaatkannya. Dia mengulurkan tangan hendak merebut bola—
Cup
Gerakannya terhenti. Tubuhnya kembali terpaku. Lagi-lagi Sasuke menciumnya, namun kali ini pipi kirinyalah yang menjadi korban.
"Sasuke-kun." hardik Sakura. Sepertinya dia mulai Sadar kalau Sasuke sedang mempermainkannya.
"Apa?" tanya Sasuke cuek tanpa dosa.
"Bagaimana aku bisa konsentrasi kalau kau melakukan itu?" tunjuk Sakura kesal.
"Siapa suruh kau begitu dekat. Bibirku tidak sengaja melakukannya." kilah Sasuke.
Sakura cemberut. Jelas Sasuke sengaja melakukannya untuk mengacaukan konsentrasi Sakura dan tentu saja untuk mencuri kesempatan. Sasuke menyeringai puas. Dia tidak mungkin melewatkan kesempatan emas itu kan.
"Sekali lagi. Kali ini aku akan merebut bola itu darimu, Sasuke." tantang Sakura. Sasuke hanya mengangkat bahu, dan kembali men-drible bolanya.
Kali ini Sakura berkonsentrasi penuh untuk merebut bola dari Sasuke. Tidak akan dia biarkan pacarnya yang menawan itu mengganggu konsentrasinya. Tapi, oh Kami-sama. Dia begitu seksi dengan wajah dan tubuh yang penuh keringat.
"Konsentrasi Sakura! Konsentrasi!"
Sakura mengingatkan diri sendiri.
Sasuke lengah, dan Sakura berhasil merebut bolanya.
"Bagus." bangganya.
Sakura segera berlari menuju ring. Sasuke tentu saja tidak akan membiarkannya. Dia segera mengejar Sakura, dan ketika gadis itu melompat, dia pun ikut melompat hadapan Sakura, menghalangi jalannya. Sasuke menyeringai.
Cup
Bola terlepas. Tubuh Sakura mendarat kembali dengan dirinya yang terpaku. Sial. Dia kecolongan lagi.
"Sasuke!" amuknya.
"Aku tidak bermaksud menciummu. Siapa suruh jidatmu itu begitu lebar. Bibirku tanpa sengaja mendarat di sana." Sasuke berkilah.
"Kau sengaja!" tunjuk Sakura tak terima. Meski dia tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia begitu senang sampai-sampai ingin menari keliling lapangan basket.
Sasuke menghela napas. Sedikit merasa bersalah karena bertindak curang. Tapi egonya merasa puas, sehingga rasa bersalah itu dengan mudah tersingkirkan.
Melihat wajah cemberut Sakura, dia segera menghampiri kekasihnya itu.
"Baiklah aku minta maaf. Sebagai permintaan maafku—"
Sasuke menangkup wajah Sakura dalam kedua tangannya dan mendaratkan ciuman singkat di bibir mungil itu. Setelahnya dia melepaskan tangkupannya dan berdiri agak menjauh untuk melihat wajah Sakura.
Tak perlu ditanya lagi bagaimana ekspresinya saat ini. Dia hanya terdiam dengan tubuh tak bergerak. Masih mencerna apa yang terjadi.
"Sa—Sasuke, apa yang kau—" ucapan Sakura tergagap.
"Kenapa? Kau tidak suka dengan permintaan maafku? Baiklah aku ambil lagi."
Dan dengan begitu, Sasuke kembali menangkup wajah Sakura dan mengecup bibirnya.
Sasuke menyapukan tangannya di rambut pantat ayamnya, kemudian berkata, "Sudah sore. Sebaiknya kita segera pulang." dia berbalik hendak mengambil tasnya di tepi lapangan.
Grep
Langkah Sasuke terhenti ketika dia merasakan sebuah cengkeraman di ujung baju seragamnya yang tak dimasukkan. Dia menolehkan kepalanya di balik punggungnya.
"Lagi." gumam Sakura sembari menundukkan kepala.
Sasuke membalikkan badan. Memandang Sakura dengan kening berkerut.
"Cium aku," Sakura mengangkat kepalanya, manatap onyx Sasuke, "Lagi." katanya.
Dan, Sakura memejamkan matanya ketika Sasuke kembali menangkupkan tangannya di wajah gadis itu dan menghapus jarak di antara mereka.
"Kami-sama. Kuharap waktu berhenti saat ini juga."
Mohon Sakura ketika merasakan bibir hangat Sasuke melumat lembut bibirnya.
.
.
.
.
Aku lupa kemarin siapa yg request adegan SasuSaku main basket. Pokoknya chap ini aku persembahkan untuk mu :)
Akhir kata sampai jumpa, I LOVE YOU FULL :D
