Chap 10: Clash of King: Changing!

.

Disclaimer: Ichie Ishibumi and Masashi Kishimoto
Idea: AoiKishi
Genre: Adventure, Humor, Friendship, (sedikit)Mistery
Rating: T+ (-M)
Warning: OOC, Typo, AU
Pair: (Naruto x Hinata x Kurama) (Sasuke x Sakura+?) (Shikamaru x Temari+?) (Issei x Harem?)

'. . . .' = Mind
". . . ." = Speak

.

.

.

.

.

"GARA-GARA KAU AKU GAGAL MENGALAHKAN SHIKA DIPUTARAN LAP TERAKHIR!"

Teriak Naruto dengan lantang ditengah-tengah puluhan ribu pasukan musuh, sementara pukulan tangan kananya menhujam keras di wajah Kokabiel. Dengan background 'sebagian besar' Fallen dan Cerberus terluka karena Holy Spear hasil buatan mereka sendiri malah muncul tepat diatas langit, kemudian jatuh menghujani tubuh mereka.

.

.

Begitu Naruto muncul diudara, pertarungan sengit yang tak terelakkan pun langsung dimulai.

Switch yang berhasil dilakukan Naruto sebelumnya kepada puluhan ribu tombak cahaya berhasil membunuh sekitar 19.000-an Fallen Angel kelas rendah dan 24.000-an Cerberus. Sebagian besar dari lainya juga mendapatkan luka-luka karena Holy Spear.

Tapi, ada pula Fallen Angel dan Cerberus yang tidak terluka sama sekali, karena adanya Fallen atau Cerberus lain yang mendapatkan luka sebagai ganti dari mereka (posisi Fallen dan Cerberus berlapis-lapis, jadi tidak semua lapisan yang terkena serangan balik Naruto)

Naruto yang 'masih' marah dan terbawa emosi bertarung melawan sisa musuh (sekitar 55.000an Fallen, dan 75.000an Cerberus).

Dengan lihainya, Naruto terus melakukan [Switch] teleportasi dengan memfokuskan pukulan, dan tendanganya kearah Kokabiel. Sampai-sampai sang Fallen Angel tidak bisa mencari jarak untuk memunculkan Holy Spear Raksasa miliknya.

Tidak peduli lawanya memiliki sayap sepuluh, delapan, enam, empat, atau dua. Naruto terus mengamuk tanpa mempedulikan hal yang tidak penting seperti itu.

Ketika Kokabiel hendak menebas Naruto dengan Holy Spear yang dimunculkanya ditangan, tiba-tiba saja Naruto menghilang, dan random Fallen yang menggantikan tempat Naruto menjadi sasaran tebasan Kokabiel. Sementara Naruto, kembali muncul diatas Kokabiel dan melancarkan Roundhouse Kick ke kepalanya.

Ketika Fallen lain mengarahkan tombak cahaya mereka kepada Naruto, dengan menggunakan [Switch] malah Kokabiel yang terkena serangan itu. (Naru men-Switch tombak)

Lalu, ketika Kokabiel yang sudah terluka berusaha kembali menjauh dari Naruto, dimana saat itu Kokabiel melihat Naruto mengarahkan tendanganya kearah Fallen lain, namun tiba-tiba saja tendang itu bersarang kepelipisnya. Karena Naruto kembali melakukan Switch dalam sekejap dan muncul disamping Kokabiel.

Untunglah, saat ini Kokabiel sudah menggunakan Armor elemen cahaya miliknya. Seandainya tidak, sudah beberapa saat yang lalu dia kehilangan kesadaran atau bahkan nyawanya.

Kokabeil mendapat luka parah akibat pukulan diwajah karena serangan kejutan pertama Naruto juga luka lain yang muncul ditubuhnya akibat terkena Holy Spear (milik Fallen lain) semakin bertambah.

Kedua kaki, tangan kiri dan bahu kananya tertusuk Holy Spear, namun dengan insting sebagai veteran dari the Great War, Kokabiel masih bisa menghindari serangan kearah jantung dan organ vital lainya.

Tubuhnya berhasil ditembus Holy Spear, karena Holy Armornya tidak memiliki pertahanan terhadap serangan element holy lainya.

'Shit! Bocah Devil orange ini, benar-benar berbahaya! Sejak tadi, bagian-bagian vital saja yang diincarnya. Tapi, karena hal itu pulalah aku bisa mempredeksi daerah mana yang akan dia serang.'

Pengalaman Kokabiel hidup sebagai veteran perang dan pernah melawan orang-orang yang jauh lebih hebat dari Naruto, serta pengalaman ribuan tahun akhirnya membuahkan hasil.

Sayangnya, walapun Kokabiel berhasil mempredeksi incaran target Naruto. Menghindarinya bukanlah hal yang mudah!

Teleportasi bukanlah gerakan super cepat yang memiliki pola dan arah gerak, melainkan sihir yang membuat pengguna bisa muncul dari tempat menuju tempat lain yang tidak diketahui.

Naruto kembali mengarahkan seranganya kewajahnya dan berusaha ditangkis Kokabiel, namun malah tengkuk belakang Kokabiel yang kena. Lalu ketika dia berbalik, malah bagian bawah tubuhnya yang diincar.

"Parahnya lagi, otongku juga menjadi sasaran! Kalau bukan karena refleks, aku sudah mati beberapa saat lalu. Devil gila macam apa dia!' batin Kokabiel yang sibuk (berusaha) menghindari serangan Naruto dan menangkis Holy Spear yang masih muncul tiba-tiba mengincar tubuhnya.

Untunglah, Kokabiel masih bisa menangkis sebagian besar serangan bertubi-tubi itu

Kokabiel kemudian berteriak:

"Hentikan serangan kalian! Apa kalian tidak melihat? Dia bisa memindahkan arah dari serang-"

Dhuess!

Kali ini mulut dan hidung Kokabiel yang mendapat tendangan dari Naruto yang matanya masih kalap karena dendam 'Game'nya.

Untunglah Fallen lain yang mendengar perintah Kokabiel menyadari apa yang terjadi, sehingga menghentikan serangan mereka.

'Ohok, Sialan!'

"Gunakan kekkai untuk melindungiku-!"

TINGG!

Akhirnya kemaluan Kokabiel yang sebelumnya sudah berapa kali menjadi sasaran, mendapatkan tendangan keras dari Naruto dari belakang tubuhnya.

Tapi, karena Armor Element cahaya yang masih melindunginya, Kokabiel bisa bertahan (meskipun menahan sakit teramat sakit, hingga raut wajahnya menjadi sangat teramat menyedihkan)

Mendengar perintah Kokabiel, para Fallen sayap 6 lainya berusaha membuat Kekkai secepat mereka.

Namun, sekali lagi, Naruto dengan mudah menembusnya.

Dengan cara menswitch tubuhnya kearah salah satu Fallen yang berada disudut, dimana Kekkai belum terbentuk sempurna, lalu melakukan [Rider Kick] kepadanya. Sehingga konsentrasinya dalam membuat formasi Kekkai kacau dan batal sesaat.

Dalam waktu sesaat itulah kembali Naruto 'berusaha' menyerang tengkuk dan kemaluan Kokabiel (lagi).

Setelahnya, Naruto kembali menswitch dirinya menjauh menuju beberapa Fallen lainya yang berusaha membuat beberapa kekkai sekaligus, dan kembali menggagalkanya.

Naruto tidak cukup bodoh untuk membiarkan dirinya terperangkap didalam Kekkai. Naruto masih sadar kalau dia terkurung didalamnya, maka manuvernya akan terbatas.

Selain itu, dia dikelilingi oleh pengguna holy element, kelemahan terbesar bangsa Devil. Salah sedikit, dia bisa terluka, kesakitan, bahkan mati!

Dan Kokabiel bukanlah Final Boss sembarangan yang bisa takluk dengan mudah.

Buktinya, meskipun Naruto sudah memukul Kokabiel berkali kali sampai tanganya sendiri terluka, meskipun Naruto sudah menendangnya berkali-kali, meskipun Naruto sudah mengarahkan tusukkan dari banyak Holy Spear yang lain kearah vital. Kokabiel masih bisa bertahan dari banyak luka seperti itu.

'Ini sangat memalukan, bisa-bisanya satu orang Devil mengacaukan seluruh formasi para veteran perang. Ini tidak masuk akal! Bahkan, membentuk satu kekkai cahaya pun tidak berhasil dilakukan!'

"Jangan gunakan tombak cahaya, kalahkan dia dengan kekuatan fisi-"

Buehk!

Kali ini, tiba-tiba muncul seorang Fallen Angel bersayap 6 juga berotot besar yang tanpa sengaja pukulan miliknya dipindah arahkan pada wajah Kokabiel dengan [Switch] milik Naruto.

Dan kekacauanpun kembali berlangsung.

Dengan perlindungan dari beberapa Fallen Angel tingkat tinggi (bersayap 8) akhirnya Kokabiel berhasil meminum Phoenix Tear. Satu detik, sebelum akhinya Naruto bisa mendapatkan celah dan memulai kembali penyerangan tanpa ampunya.

Naruto terus melakukan combo serangan, menghindar, juga menteleport beberapa Fallen Angel dan Cerberus, membuat mereka kembali saling menyerang dan menggigit.

Satu persatu Fallen dan Cerberus menjadi korban Naruto.

Namun, kali ini jumlah korban jauh lebih sedikit daripada beberapa saat sebelumnya. Karena para Fallen tidak menggunakan Holy Spear mereka lagi. Sehingga, Naruto kehilangan satu-satunya senjata yang bisa digunakan untuk membunuh.

Meski demikian, dendam kegagalan kalah dalam main game dimana satu-satunya kesempatan menang melawan Shika menghilang begitu saja masih membekas didada Naruto. Dia masih belum puas dengan amukanya!

Meskipun dengan tangan kosong yang tidak memiliki kekuatan besar seperti Sakura, dan tidak memilik kecepatan gerak seperti Hinata, ataupun tidak memiliki sihir-sihir keren seperti Kurama, dan Sasuke. Naruto masih bisa membuat leher-leher musuh patah dengan tanganya sendiri atau dengan bantuan kekuatan serangan Fallen lain maupun gigitan Cerberus yang di pindah/teleportnya.

Seandainya Naruto membawa senjata, tentu akan sangat banyak korban disisi Fallen. Dimana para Fallen yang tidak memiliki pengalaman bertarung atau mereka yang merupakan Fallen kelas rendahan bisa dengan mudah mendapati tubuh mereka dalam keadaan kehilangan leher, tangan, atau kaki dengan sekejap.

Fallen kelas rendah, bukanlah lawan untuk [Assasin Jenius] yang bisa membunuh tanpa ampun seperti Naruto.

.

.

Sementara itu, disaat-saat Naruto lagi terfokus dalam amukanya.

Tepat disamping gunung es padat buatan Sona dan Kurama (setinggi 250 meter lebar 140 meter) terdapat kelompok Devil muda yang memasang bermacam raut wajah yang berbeda.

Sona dan Rias hanya menghela nafas dan berkata dalam hati: 'Haahh~... Akhirnya, siidiot/sibodoh ini datang juga'

Hinata memasang mata berbinar-binar melihat aksi Naruto dengan ekor yang melambai-lambai. 'Kyaaa! Majuu Naruto kun! Hajar mereka!'

Disamping Hinata terdapat Kurama. Meskipun beberapa detik yang lalu dia juga mengumpat Naruto dengan kata-kata yang sama seperti Rias dan Sona, saat ini dia memasang raut wajah lega.

"Hah.. seperinya sia-sia aja kita membuat gunung es ini" ucap Kurama

'Meskipun aku cukup yakin bisa keluar hidup-hidup dari hujan Holy Spear sebelumnya dengan gunung es buatan kami berdua. Masih ada kemungkinan aku atau devil lainya mendapatkan luka akibat ledakan radiasi berpuluh tombak berukuran besar. Syukurlah dia datang. Padahal hampir saja aku (terpaksa) menyuruh Hinata untuk meminta bantuan karena keadaan kritis yang tidak dikira-kira ini' batin Kurama

Sakura, Sasuke, Issei, Asia dan sisa Peerage lainya dan para utusan gereja yang belum kenal betul dengan Naruto hanya bisa membuka dan menutupkan mulut mereka dengan mata melebar menyaksikan kejadian Absurb dihadapan mereka.

Para Fallen dan Cerberus berjatuhan dan terlempar dari langit menuju kota Kuoh, layaknya gerombolan lalat yang kena semprot pestisida (Baygon).

.

"Oii..., daripada bengong, lebih baik kita bersiap-siap lari dari sini! Tidak mungkin kita bisa selamat melawan pasukan sebesar itu." Ucap Shika memecah kesunyian, seraya mengamati puluhan Ribu Fallen lainya yang tersebar dengan wajah tercengang.

Ternyata para Fallen juga masih merasa tidak percaya dengan amukan tiba-tiba dari Devil berkepala Orange yang datang tanpa adanya tanda-tanda sedikitpun.

"Ah! Shikaa! Dari mana saja kau selama ini! Kya-!" teriak Sakura (marah) yang berlari hendak memukul Shika, namun dia malah terjerembab ketanah, karena salah satu kakinya didilit bayangan hitam Shikamaru.

"Hmm, benar juga! Dengan sihir [Shadow Shell] milikmu, kemungkinan besar kita bisa menembus Kekkai, lalu meminta bantuan dari luar" Ucap Kurama teringat akan kemampuan bayangan Shika yang memiliki Element Null Magic (membatalkan sihir)

"Kau benar Kurama! Ini kesempatan kita untuk kabur, sementara Naruto mencuri perhatian dari para Fallen. Semuanya bersiap! Kita akan melarikan diri setelah ini" komando Sona kepada peeragenya.

"Kalian para pengikut gereja, apakah kalian ingin membawa teman-teman kalian yang terluka?" tanya Rias, dan langsung diberi jawaban otomasis dengan anggukan dari Xenovia dan Irina.

"Baikah, Koneko chan! Bisakah kau mengantarkan mereka berdua? Sekaligus menjemput Kiba dan Gasper yang masih ada disekolah?" perintah Rias, sementara koneko menganguk, mendekat kearah dua pengikut gereja, lalu menghilang dalam lingkaran sihir menuju lingkaran sihir lain yang sudah terpasang ruangan klub penelitian ilmu gaib.

.

"Eh? Eh? Eh? EEEEEH? Kenapa kita harus lari? Bukankah Naruto senpai sudah mengambil alih keadaan?" tanya Issei yang kebingan dengan perbuatan Sona, Rias dan Kurama yang tiba-tiba kembali serius.

'Kenapa kita harus meninggalkan Naruto-san/Naruto-kun/Naruto Senpai?' inilah pertanyaan yang dikepala beberapa Devil lainya.

"Kau pikir berapa jumlah energi sihir yang digunakan Naruto untuk menteleportkan puluhan ribu tombak cahaya barusan (diawal kemunculanya)? Sementara formasi pasukan musuh porak poranda, dan mereka masih terfokus dengan Naruto. Pilihan yang paling tepat adalah melarikan diri!" jelas Shikamaru dengan nada cueknya.

"Itu benar, meskipun aku yakin Naruto tidak akan mati ditengah keramaian musuh untuk sementara ini. Itu tidak berlaku bagi kita yang sudah kehabisan banyak stamina dan sihir. Kalau mereka menyerang sekarang, ada kemungkinan besar beberapa diantara kita yang tidak bisa diselamatkan" jelas Rias mengisyaratkan kepada teman-teman mereka yang ada digedung sekolah.

Selain itu, Rias dan Sona cukup percaya dengan dengan kemampuan Naruto.

Meskipun, affinitas atau kecocokan sihir element dimensi Naruto jauh lebih rendah dari Kakaknya, Nagato Windstrom ataupun ayahnya Minato Windstrom. Dalam soal kreatifitas, melarikan diri (terbiasa dari kecil) dan manuver, Naruto tidak akan kalah!

Setelah mendengar penjelasan Rias, Sona dan penuturan Shikamaru, para Devil menelan ludah mereka, merasakan kekhawatiran dan ketakutan. Bagaimanapun juga, yang dilawan adalah puluhan ribu pasukan musuh. Mana mungkin seorang diri bisa menang. (ini Logic)

Beberapa saat kemudian, Koneko kembali dengan dua Devil yang diletakkan layaknya karung beras di kedua pundaknya, sementara Sai dan Kiba digendong oleh Xenovia, juga Tenten digendong oleh Irina.

"Hmm, untunglah kalian tepat waktu, sepertinya sudah mencapai batas waktunya. Padahal, kuharap dia bisa menahan para gagak dalam waktu yang lebih lama." ucap Shika seraya mengamati amukan Naruto.

"Waktunya apa? Melarikan diri?" tanya Issei.

Zapp! Bruk!

Namun, Shika tidak perlu menjawab pertanyaan Issei, karena Naruto tiba-tiba muncul dengan Switch (teleport instant) miliknya dan langsung terjatuh lemah ditanah.

"E-EEEEEEH? Naruto senpai! Kenapa kau ada disini?" tanya Asia yang langsung mendekati dan berusaha membantu mendirikan Naruto.

Sementara beberapa Devil yang lain juga kebingungan. Kenapa sang Hero tengah malam ini jatuh dihadapan mereka? Bukankah dia seharusnya masih sibuk melawan musuh?

"Shi-shi-Shika. A-aku kehabisan e-energ-"

Dhuarr!

Dan Naruto pun langsung mendapat tembakan api tepat diwajah oleh Kurama yang lagi marah.

"Kyaah! Naruto senpai!" teriak Asia panik.

"INILAH YANG TIDAK KUSUKA DARI KEBIASAAN BURUKNYA!" bentak Kurama dengan keras.

"Hahh..~ salah satu kebiasaan buruk Naruto lainya, ialah: Setelah mengamuk, dia akan menjadi terlalu fokus akan beberapa hal dan bertingkah seperti berserker yang tak terhentikan sampai dia kehabisan tenaga atau puas mengamuk" ucap Sona menggeleng-gelengkan kepalanya.

'Hmm, benar juga. Dicerita Rias sebelumnya Naruto kan pingsan setelah mengamuk dikediaman Gremory diwaktu kecil. Apa artinya hal seperti ini juga terjadi, ketika Naruto menyelamatkan Hinata?' batin Sakura

"Paling tidak, jumlah Cerberus dan Fallen Angel berkurang cukup banyak" ucap Rias seraya melihat kearah para Fallen yang memasang muka sangar, Marah! Murka! Bingung? Marah! Takut? Murka! Bingung? Marah! Murka! (lagi)

Para Fallen tidak terima, bisa-bisanya mereka dibikin repot oleh hanya satu orang yang bahkan tidak menggunakan senjata.

"Ok, sepertinya sudah saatnya kita lari. Momo! Gendong Naruto dan Sasuke!" Perintah Sona seraya langsung berlari mengikuti Hinata yang ternyata sudah mendahului mereka (bersiap menebas Cerberus yang mendekat)

"Roger, Sona sama!" ucap Rook dari peerage Sona yang bernama Hanakai Momo, dia pun meletakkan Sasuke dan Naruto dikedua bahunya mengikuti contoh Koneko (layaknya karung), kemudian berlari menyusul yang lainya.

Sesaat setelah Sasuke dan Naruto digendong, kembali 48.042 Fallen melemparkan Holy Spear mereka. (mereka berkurang kembali dari 55.000an)

Saat ini, sudah banyak Fallen kelas rendah yang terbunuh karena hujan Holy Spear dan amukan Naruto. Sementara para Elit Fallen hanya sedikit yang menjadi korban, itupun karena mereka ceroboh atau tidak beruntung.

64.012 cerberus yang tersisa pun mulai berjatuhan turun menuju kota. (mereka juga kembali berkurang)

Sepertinya para Fallen sudah melepas sihir melayang mereka pada cerberus, dan menjatuhkan mereka kekota untuk menghalangi para Devil yang berusaha lari.

Rumah-rumah dan bangunan kota pun bertambah hancur akibat kejatuhan tubuh besar Cerberus. Damage yang bertambah setelah sebelumnya hancur akibat kejatuhan Holy Spear nyasar milik para Fallen yang Naruto teleportkan.

Kelompok Devil inipun berusaha bergerak secepat mungkin menuju dinding barier terdekat, sekaligus berusaha melawan para Cerberus yang mengarah pada mereka.

Meski didaerah yang dilewati para Devil, ramai dengan raungan para cerberus dan hujan tombak cahaya, di bagian/daerah kota Kuoh lainya sangatlah hening dari kebisingan.

Saat ini, kota Kuoh terlihat seperti kota mati.

Sunyi senyap.

Mobil-mobil terhenti dijalan, sebagian saling menabrak.

Banyak sumber asap dari berbagai tempat diseluruh kota akibat kebarakan dari tabrakan atau kecelakan api lainya.

Juga terdapat banyak puing-puing bangunan dan darah berceceran dimana-mana.

Jumlah manusia yang menjadi korban sepertinya sangat banyak.

"Para penduduk, apa yang terjadi pada mereka? Kenapa tidak ada yang melarikan diri?" tanya Hyuudo Issei bingung. Terbesit rasa marah dimatanya menatap sekitar, seraya sesekali menembakkan Dragon Shoot mini kearah Holy Spear sekaligus Fallen yang terbang diatas.

Meskipun keluarga Issei dan keluarga Peerage Sona lainya sudah diselamatkan oleh para Familiar, melihat manusia lain yang mati bukanlah pemandangan yang indah.

"Ini karena efek Kekkai, selain mahluk supernatural yang memiliki energi sihir yang tinggi, sepertinya semuanya akan kehilangan kesadaranya. Karena itulah tidak terjadi kekacauan dikota" jelas Kurama seraya menangkis salah satu Holy Spear kecil yang mengarah kepadanya dengan tombak es kecil.

Saat ini Kurama hanya bisa menangkis dan mengubah arah dari Holy Spear dengan sihir es miliknya. ini terjadi karena hampir semua sihinya telah digunakan untuk membuat gunung es bersama Sona.

"Kenapa kita tidak menyelamatkan mereka? Sona Kaicho!" ucap Saji Genshiro yang baru-baru ini menjadi Devil juga merasa marah. Meskipun dia merasa sedikit takut, karena seandainya dia tidak menjadi Devil. Kemungkinan dialah yang saat ini berada dibawah salah satu reruntuhan bangunan.

"I-Itu.. Karena.." Sona tidak melanjutkan perkataanya, karena tidak ingin menyakiti perasaan perasaan Peeragenya lebih jauh. Saat ini kondisinya sama seperti Kurama, hanya bisa bertahan melawan hujan Holy Spear.

"Kalian, terlalu naive Saji, Issei! Ini adalah perang yang dibawa oleh para gagak sialan itu, bukan permainan seperti rating game. Kau pikir mereka peduli dengan manusia? Selain itu, bukankan ini lebih baik. Manusia yang mati tidak perlu merasakan ketakutan dan penderitaan disaat nyawa mereka hilang" jelas Shikamaru seraya menggunakan sihir [Shadow Shell] miliknya dengan memunculkan puluhan sulur/tentakel hitam besar setebal tiang listrik.

Puluhan tentakel bayangan Shikamaru menangkis Holy Spear raksasa dan beberapa Cerberus serta Fallen yang mulai mendekat.

Kali ini, para Fallen mulai menyerang dari jarak dekat secara frontal.

'Mereka mengubah taktik berperang mereka. Dan sepertinya, hujan Holy Spear barusan hanya untuk mengetes apakah Naruto masih bisa menggunakan sihir Switch (teleportasi instan) miliknya?'pikir Shikamaru, seraya memasang wajah masam.

Ternyata para Fallen lebih bersiaga dari sebelumnya.

Ini hal yang wajar, ketika mereka sebelumya dikejutkan dengan serangan tiba-tiba dari Naruto. Dan itu artinya, melakukan serangan kejutan kepada mereka, akan benar-benar semakin sulit kali ini.

Tidak ada pilihan lain, melarikan diri adalah hal yang lebih tepat.

Disisi lain, Hinata, Sakura , Akeno, dan beberapa Devil lain yang masih memiliki stamina, sihir dan tidak terluka. Mereka bekerja sama menahan serangan dari para Fallen dan Cerberus yang semakin banyak mendekat kearah mereka.

.

"GRRRRR! Berani-beraninya bocah orange itu mempermalukanku! Kali ini, aku tidak akan dikejutkan dengan cara yang sama! Dan kupastikan, kali ini akulah yang akan membunuhmu dan teman-temanmu!" geram Kokabiel.

"Orochimaru(sudan minum Phoenix Tear), Yamato, Anko, Guren! Bawa pasukan kalian untuk mengepung bocah-bocah Devil itu. Waspadalah terhadap serangan kejutan lainya. Kali ini kita akan menyiksa mereka sebelum membunuhnya! Kematian singkat tidaklah cukup untuk menghapus dosa mereka!" perintah Kokabiel.

""""Baik, Kokabiel-sama!"""" jawab mereka berempat.

"Sebagian dari kalian, cari Fallen yang masih bisa diselamatkan, dan berikan perawatan. Kali ini akupun juga akan turun langsung melawan Devil-Devil menjijikan itu!" ucap Kokabiel

""""""""""""""Siap! Laksanakan Kokabiel-sama! """"""""""""""

Para elit Fallen yang tersisa pun berpencar.

Orochimaru, Yamato, Anko, dan Guren masing-masing membawa pasukan mereka. Mereka berempat akan menyerang para Devil dari 4 arah yang berbeda

Sementara Kokabiel akan menyerang dari atas.

Saatnya berburu Devil!

.

.

{Oi, Sasuke. Kau tahu, saat ini rasanya salah satu kakiku bersentuhan dengan dada Momo chan loh. Kau juga merasakanya bukan?} bisik Naruto yang saat ini kepalanya dan dua tanganya yang menjuntai lemah berada dipunggung Momo, sementara bagian bawahnya dan kakinya berada di sisi depan tubuh gadis berambut albino ini.

Meskipun kelelahan, dan tidak bisa menggerakan badan karena kehabisan sihir. Naruto masih sadar, dan bisa main bisik-bisikan dengan Sasuke.

Lalu, setelah mendengar suara kecil Naruto, Sasuke yang juga dalam posisi tubuh yang sama akhirnya tersadara dari lamunanya.

{Sialan kau Naruto! aku begini gara-gara kau! Seandainya kau tiba lebih awal! Aku masih bisa bertarung bersama yang lain!}

{Oi, oi, oi, kau melemparkan kesalahan padaku teme?! Seharunya akulah yang marah kepadamu, karena kau tidak becus melindungi Hinata, Kurama, dan Sakura!}

Sasuke beberapa saat yang lalu melamunkan ingatan tentang kemampuan Naruto yang mengerikan. Dimana Naruto bisa membunuh dengan mudahnya. Sasuke juga merasa risih karena dirinya yang masih sangat lemah. Bahkan saat ini Shikamaru, Kurama, Hinata, dan Sakura masih bisa bertahan melawan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak.

{. . . .} Sasuke terdiam

{. . . .} Naruto juga terdiam.

{Ngomong-ngomong, aku juga merasakan dada empuk milik Momo kok.} jawab Sasuke datar dengan sedikit blushing.

{Hohoho! Benar bukan? Bentuknya yang bulat dan elastis bergesekkan dengan paha kaki kiriku menimbulkan rasa-}

Dhuak! Dhuak!

Kepala Naruto dan Sasuke menjadi benjol karena dihadiahi pukulan ringan dari Koneko yang memasang wajah datar berlari dibelakang Momo (yang tidak mendengar bisikan NaruSasu).

"Hentai!" ucap Koneko dengan datar. (Yokai kan memiliki indra pendengar dan penciuman yang lebih tajam dari manusia seperti Momo)

.

.

Sementara itu, pelarian para Devil mulai berjalan dengan sangat lambat. Karena saat ini mereka terkepung disegala arah.

'Ugh! Saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah bertahan!' batin Rias seraya menembakkan Power of Destructionya kearah para Fallen yang lepas dari serangan Shikamaru, Sakura dan Hinata.

Saat ini, Rias, Sona, Issei, Tsubaki, Akeno, dan beberapa peerage Sona lainya melindungi Momo, Koneko, Saji dan Asia yang membawa orang-orang yang tidak bisa bergerak. (saat ini (Inuzuka) Kiba dan Sai digendong dikedua bahu Saji. Adapun Tenten berada dipunggung Asia)

Sementara itu, Xenovia, Irina, Sakura, Hinata, Shikamaru dan yang lainya melawan serta menghabisi para Fallen yang berusaha mendekat.

'Shit! Tidak ada habis-habisnya!' batin Shika, seraya dengan lihainya menggerakan puluhan tentakelnya menepis, menusuk, menghempaskan para Fallen, Holy Spear dan Cerberus yang berusaha mendekat.

'Ugh.. bagaimana caranya Naruto bisa menghadapi puluhan ribu Fallen dan cerberus ini secara bersamaan? Ternyata ini benar-benar sulit!' batin Sakura, seraya mengenggam tanganya yang sudah dibalut holy element. Lalu memukul seorang Fallen dengan keras kearah para Fallen yang lain. Kemudian memukulkanya lagi ketanah untuk menghamburkan pijakan musuh. Diikuti dengan memukul beberapa bongkahan jalan aspal yang sebelumya terlempar diudara, membuatnya terpecah melesat cepat kearah musuh. Seakan-akan peluru shotgun yang ditembakkan.

'Kali ini giliranku yang melindungi Naruto kun!' batin Hinata yang berada didalam senjutsu Youkai Cat mode miliknya.

Dengan satu tebasan super cepat. Angin tajam menghempas kan dan membelah beberapa tubuh Fallen dan Cerberus. Kemudian Hinata melakukanya lagi.. lagi, lagi, dan lagii!

Terdengar teriakan para musuh dan darah yang berasal dari potongan tubuh membanjiri udara.

Gerakan Hinata yang sangat cepat, menebas, menebas dan terus menebas musuh yang ada disekitarnya hingga dirinya bermandikan darah musuh.

.

Namun, kemenangan ini hanya sementara.

Karena tiba-tiba saja muncul bayangan hitam cepat menuju kearah Hinata.

'Akan kutebas!' batin Hinata mantap, seraya mengarahkan pedang samurainya kearah bayang dengan super cepat.

Prak.. prang!

Namun, pedang yang dialiri senjutsu itu patah setelah menabrak benda yang terbuat dari holy element yang berkali-kali jauh lebih padat dari normalnya.

Slassassshh!

"KYAAAAA!"

Kali ini, Hinata lah mendapat tebasan lebar memanjang dari dada menuju perutnya.

"Hinata cha-" dan teriakan Sakura tertahan, karena mendapati orang yang sangat dikenalnya berada didepan Hinata yang terluka.

Kokabiel dengan sepuluh sayap terbentang lebar sedangmengenggam Holy Spear super padat diarahkan kepada Hinata. Kali ini Kokabiel berniat menebas leher Hinata.

Pandangan Sakura kembali memerah!

"TAK AKAN KUMAAFKA-!" teriakan Sakura terhenti.

Karena, pada detik itu juga dua bayangan hitam milik Shikamaru mengikat kaki Sakura dan Hinata bersamaan, lalu menariknya dengan cepat, kemudian melemparkan keduanya kearah Asia dan yang lainya yang berada diposisi tengah.

Gara-gara tentakel [Shadow Shell] Shikamaru inilah, tebasan Kokabiel hanya mengenai dan membelah permukaan aspal sehingga menjadi lubang besar.

"Hahh~... Jangan bodoh Sakura! Kalau kau berlari sambil marah seperti itu. Bukanya menyelamatkan Hinata, malahan kau yang juga ikut terbunuh. Kalian ini merepotkan saja!"

Mendapati buruanya lepas, Kokabiel pun mengarahkan Holy Spear setengah Sword miliknya kearah Shikamaru, sekaligus memberikan pandangan marah yang teramat.

"Kau! Berani-beraninya menganggu urusanku!"

"Hei, kalau yang kau maksud dengan 'urusamu' itu melukai teman-temanku. Tentu saja aku akan ikut campur. Dan meskipun ini merepotkan, mau tidak mau aku juga akan meladeni kalian" ucap Shikamaru.

'Padahal aku mau menyimpan energiku untuk melobangi dinding Kekkai nantinya. Tapi. karena keadaan berubah menjadi sangat genting, terpaksa aku melawan balik.'

"Heh, teruslah berkata sombong! Kalian sudah hampir kalah, kenapa tidak meneyerahkan dua adik maou itu saja padaku. Aku berjanji, setelah itu akan melepaskan kalian" ucap Kokabiel.

Dan benar saja, Xenovia, Irina, Akeno, Issei, Koneko, dan peerage Sona berada diujung kekalahan karena serangan puluhan ribu Fallen, saat ini mereka hanya bisa bertahan.

Seandainya bukan bantuan tentakel bayangan padat milik Shikamaru yang selalu melindungi mereka disaat kritis, kemungkinan besar salah satu dari mereka sudah kehilangan anggota badan atau mati.

Shikamaru lah alasan para Devil muda ini masih hidup sampai sekarang. Karena puluhan tentakel bayangan padat miliknya saat ini dalam mode 'fokus' untuk melindungi/bertahan.

"Baaaaaa~ka! Kau pikir, aku tipe orang yang bisa dibohongi? Jangan remehkan peerage Naruto Windstrom! Kami tidak akan jatuh sebelum melawan musuhku dengan segenap tenaga!"

Diakhir ucapanya, Shikamaru melepasa limitter energi sihirnya.

Kemudian, muncullah beratus-ratus gelombang tentakel hitam [Shadow Shell] disekitar bayangan tubuh Shikamaru.

Tentakel-tentakel lancip ini, menyebar kesegala arah memenuhi arena pertempuran layaknya Tsunami bayangan hitam. (Seperti jurus ular-ular kecil Orochimaru, tapi ukuran tentakel Shika lebih besar)

Meskipun Shikamaru pemalas. Tapi tidak bisa dipungkiri, dialah Half Vampire-Devil dengan dua buah [Mutant Bishop] didalam tubuhnya.

Dialah pemilik energi sihir terbanyak di peerage Naruto, dan satu-satunya orang yang bisa menyeimbangi Naruto dalam 'Real Fight'.

Memang, selama latihan Shika, Naruto, dan Kurama terlihat imbang.

Karena dua anak lelaki ini tidak mungkin melukai anak gadis dan teman mereka.

Tapi, bagi mereka berdua yang sejak awal bertemu menyatakan rival satu sama lain. Dan pernah bertarung dengan niat saling membunuh. Tentu keduanya bisa mengukur kemampuan masing-masing. Juga bisa saling mempercayai akan kekuatan masing-masing.

Ketika Shikamaru benar-benar serius, dia sama bahayanya dengan Naruto yang memakai 'senjata', bertarung dalam keadaan bisa berfikir jernih (tanpa terbawa emosi) dan memiliki niat serius bertarung melawan musuh.

Selain itu, kalau musuh menyerang dengan mengandalkan jumlah, Shikamaru tidak akan kalah!

"Heh, Bersiaplah untuk mati gagak sialan!"

Dan pertarungan sengit antara ratusan tentakel padat milik Shikamaru melawan Fallen + Cerberus pun dimulai.

.

.

.

.

Sementara itu, pandangan Naruto tidak terrfokus pada keadaan sekitar, dimana Shadow Shell milik Shikamaru mengamuk disegala arah, menghancurkan bangunan, membelah tanah, menusuk beberapa Cerberus sekaligus, melilit leher Fallen, menghempaskan tubuh para Fallen, mengamuk layaknya hewan buas (anaconda) terhadap mangsanya (sekaligus menangkis Holy Spear yang diarahkan kedekat teman-temanya)

Dia juga tidak menyadari, bahwa Kokabiel dan Shikamaru berhadap-hadapan dan menghamburkan apapun yang ada disekitar mereka berdua.

Saat ini, Naruto yang sebelumnya masih sempat bercanda dengan Sasuke, takut, terkejut dan memfokuskan dirinya melihat darah mengalir keluar dari luka lebar ditubuh Hinata yang sedang dipeluk Sakura.

'Darah... Hinata... terluka?'

Sekilas Naruto melihat Kurama dan Asia yang bergegas menggunakan sihir [Healing] mereka kepada Hinata yang keadaanya semakin kritis karena luka yang menganga lebar, kehilangan banyak darah dan efek racun holy element pada tubuh Devil,.

Sepertinya luka yang didapat Hinata sangatlah dalam, sampai-sampai dia menjadi kehilangan kesadaran dengan tubuhnya yang pucat. Seandainya Hinata sadar, mungkin saat ini dia berteriak kesaktian.

Meskipun luka mulai menutup, darah merah gelap pekat masih terus mengalir menggenangi aspal retak.

'Darah... keluargaku... terluka?'

'Darah... Darah... Darah... Darah... Darah... Darah...'

'Darah... Darah... Darah... Darah... Darah... Darah... Darah... Darah... Kematian!'

Deg!

Tiba-tiba saja dunia 'terhenti' disekitar Naruto tanpa disadariya.

'A-aku lemah! Aku masih membiarkan teman-temanku terluka! Aku terlalu percaya diri dengan kekuatan teman-temanku!'

'Aku-aku-aku melakukanya lagi!'

'Aku pikir, semua akan terkendali selama Shikamaru masih didekatku'

'Aku pikir, semua akan baik-baik saja selama Sakura masih bisa bertarung'

'Aku pikir, semua akan menyenangkan selama Hinata chan masih disiku'

'Aku pikir, semua akan ramai selama Kurama-nee menemaniku'

'Aku pikir, semua akan aman selama Sasuke masih hidup'

'Aku... Aku...'

[Naru-chan? Sudah lama kita tidak bertemu]

'Aku...'

[Naru-chan! Kau tidak mendengarku?]

'Aku... aku masih lema-Ohoek!'

Tiba-tiba saja seorang gadis kecil memukul perut Naruto dengan tangan kecilnya sangat keras (sepertinya?), sampai-sampai tanah, udara, dan pemandangan dunia sekitar retak kemudian terhambur berkeping-keping! Layaknya serpihan kaca yang pecah dihempaskan kelantai.

Menyisakan Naruto berada dikegelapan yang dipenuhi dengan serpihan kepingan dunia nyata yang terhambur disana-sini.

'Uhuk! Uhuk! Uhuk! Nee chan...? Uhuk! Ke-kenapa kau memukulku dengan keras? Uhuk! Uhuk!'

[Soalnya dari tadi kau tidak memperhatikan sekelilingmu]

'E-eh? Ma-maaf, a-aku tidak sadar. Ternyata aku kembali ke'tempat' ini ya?' tanya Naruto yang berusaha melihat kesekitar dunia yang gelap pekat tanpa ada cahaya sedikitpun.

(entah kenapa dia bisa melihat tubuhnya dan gadis kecil dihadapanya)

[Hahh~, seperti biasa... Apa yang membuatmu sampai kehilangan fokus dengan emosi tidak stabil kali ini?]

'A-aku kembali membuat temanku terluka. Ka-karena aku masih lemah'

[Hmm.., ternyata terjadi hal yang cukup serius seperti ini ya?]

'. . . .'

[Jadi, Apa yang akan kau lakukan sekarang?]

'A-aku...'

[Apa kali ini, kau ingin meminjam kekuatanku? (lagi)]

'. . . .'

[Apa jawabanmu Naruto?]

'Tapi, Nee chan bilang, kalau aku menggunakan kekuatanmu, aku akan kehilangan sebagian ingatanku'

[Tentu, setiap kekuatan ada bayaranya]

'Apakah artinya aku juga melupakan kejadian hari ini? Dimana aku gagal melindungi teman-temanku?'

[Hah~... setiap kali kau meminjam kekuatanku, pasti kau selalu bertanya akan hal ini.]

'Itu artinya..'

[Ya, tentu saja kau akan melupakanya]

'Tapi..., A-aku tidak ingin melupakan kegagalan yang pernah kulakukan! Entah kenapa, aku merasa bersalah setiap kali berfikir. Sudah berapa banyak orang terdekatku yang telah terluka? Tapi tidak kuingat sama sekali!'

[Hm, kau tidak perlu berfikir hal yang rumit seperti itu. Yang kau perlukan adalah bertambah kuat. Dengan begitu, orang yang berharga untukmu tidak akan ada yang terluka. Dan tentunya kau tidak memerlukan kekuatanku lagi lain kali.] senyum gadis kecil

'. . . . .'

[Bagaimana?]

'Baiklah! Aku mohon, pinjamkan aku kekuatanmu, nee chan'

[Tentu!] senyum manis menyeramkan dari gadis kecil itu (kali ini)

Prik prik prik prik!

Pecahan dari dunia nyata yang berserakan disekitar kegelapan mulai terkumpul kembali.

Sedikit demi sedikit, kegelapan tanpa ujung digantikan dengan pemandangan dunia nyata yang mulai terbentuk dari pecahan.

.

.

.

.

Seperti yang sudah diketahui, [Shadow Shell] yang merupakan sihir original dari keluarga Shikamaru memiliki dasar element kegelapan dengan type Anti-Sihir yang menghapus atau membatalkan sihir lain.

Shikamaru, dengan ratusan tentakel lancip [Shadow Shell] miliknya bisa menangkis sekaligus menyerang ribuan Fallen yang bersuaha mendekati teman-temanya.

Lalu, karena saat ini mereka berada didaratan, ruang gerak bagi penyerang dan yang diserang pun menjadi terbatas.

Dengan lihai/liciknya, Shikamaru membuat sebagian tentakel-tentakel miliknya untuk melakukan serangan lewat bawah tanah, lalu menyerang tubuh para Fallen dari belakang.

Sementara tubuh asli Shika melawan 4 komandan pasukan Fallen dan Kokabiel.

Sebenarnya, Kokabiel dan beberapa Fallen lain ingin langsung saja meledakan semua Devil ini sekaligus dengan Holy Spear raksasa mereka. Namun, kalau melakukanya sekarang, akan banyak korban dari sisi mereka yang ikut menjadi korban.

Selain itu, membentuk dan melemparkan Holy Spear sangat lah sulit pada 'saat dan jarak' seperti ini. Dimana tentakel hitam lancip berusaha menyerang mereka dari berbagai arah.

'Hosh-hosh-hosh... meskipun energi sihirku masih banyak, mengendalikan ratusan [Shadow Shell: Pierching Mode] ini sangatlah susah!' batin Shika seraya menggunakan 6 tentakelnya membentuk dinding dihadapanya untuk menahan serangan Orochimaru, sekaligus beberapa bayangan lainya muncul dari bawah tubuh Orochimaru, melesat menuju kepala orochimaru, namun berhasil dihindari.

'Ugh! Kalau seperti ini teru-' Shikamaru terhenti dari kesibukan berfikirnya. Karena tiba-tiba saja, gelombang Aura yang mengerikan menyapu seluruh arena peperangan (kota Kuoh).

Tidak hanya Shika yang merasakan aura 'aneh/mengerikan/ganjil' ini.

Semua mata terfokus kepada tubuh Naruto yang berdiri lemas (layaknya boneka tali) dengan kedua mata tertutup.

Meskipun dia terlihat sangat lemah saat itu dan bisa menjadi sasaran empuk serangan. Entah kenapa, pikiran semua Fallen berteriak kalau mendekati bocang orange itu adalah bunuh diri!

Naruto yang seharusnya kehabisan energi sihir, memunculkan aura hitam yang kemudian membentuk lingkaran kecil (seperti kelereng) didepan tubuhnya.

"Tak akan kubiarkan!" Kokabiel yang sadar bahwa ada yang saaaaangat tidak beres terjadi didunia ini, langsung melesat kearah Naruto dengan pedang cahaya miliknya.

Menghiraukan Devil lain yang berusaha menghalangi jalanya. Bahkan, petinggi Fallen lain tidak sempat melarang usaha Kokabiel.

Saat ini semuanya Fallen, dan Devil, merasakan ketakutan yang sangat pekat yang muncul dari ubuk hati mereka masing-masing.

Meskipun dihantui ketakutan yang besar. Tujuan Kokabiel saat ini satu! Tidak akan membiarkan keganjilan atau apapun muncul kedunia ini menggagalkan usahanya yang sudah berpuluh tahun ini dia rencanakan.

Entah kenapa, menurut instingnya bola bulat kecil itu memiliki level bahaya yang jauh lebih utama dari apapun yang pernah dihadapinya saat ini.

Dengan kecepatan super kilat Kokabiel sudah ada di hadapan Naruto, bersiap menebaskan pedangnya pada tubuh naruto, namun bulatan aneh itu bergerak melindungi pemiliknya dari arah tebasan Kokabiel. (Kokabiel berhasil mendekat setelah menebas puluhan tentakel Shikamaru yang menghalangi, dan menepis tubuh Sakura juga Kurama kesamping (yang semunya dilakukan tidak sampai 2 detik) )

"RAAAAAAAH!" Teriak Kokabiel berniat menebas bola kecil itu bersama Devil rambut orange itu dengan pedang tombak cahaya miliknya.

Zapp!

Tiba-tiba Kokabiel mendapati dirinya berada dilangit dengan bola kecil yang berhasil ditebasnya.

Bukan, kalau diperhatikan lagi, pedang element cahaya super padat milik Kokabiel hanya tersisa setenganya. Apa memang dari awal Kokabiel membuat pedang element cahaya sependek itu?

Namun Kokabiel tidak memiliki waktu luang untuk berfikir yang aneh-aneh, karena dalam sejejap saja bulatan kecil itu membesar sehingga mengenai/melahap tubuhnya.

'. . . . . . .'

.

.

Sasuke bingung, kenapa semua orang menatap Naruto? Apa ada yang salah dengan tubuh berdiri sempoyonganya itu?

Itulah yang terlintas dipikiran Sasuke sesaat.

Dialah Devil yang berada paling dekat dengan Naruto, karena sebelumnya keduanya sama-sama kehabisan energi sihir.

Tapi, entah kenapa, tiba-tiba keadaan berubah drastis menjadi aneh.

Tepat, setelah Kurama nee dan Asia berhasil menghentikan pendarahan Hinata. Tiba-tiba saja hampir semua orang melihat dengan raut wajah ketakutan kearah Naruto yang berdiri dan mulai mengumpulkan aura hitam disekelilingya membentuk sebuah bola kecil.

'Memangnya kenapa dengan kelereng hitam itu?'

Terlebih seorang pemimpin musuh yang kalau tidak salah bernama kobil... Errr kokbel, errr.. koktail itu berteriak sesuatu?

'Hn? Apa dia pernah menyebut namanya saat perang berlangsung?' batin Sasuke.

Sasuke cuma mendengar namanya sekilas/samar dan kurang memperhatikan pembicaraan dari Kurama, Rias dan Sona.

Selain itu, karena musuh tidak memperkenalkan diri, jadi wajar saja kalau dia selalu menyebut mereka dengan sebuatan: 'Fallen yang ini', 'Fallen yang itu', 'Fallen A', 'Fallen B', 'Fallen Oppai', 'Fallen Butt', 'Fallen Bitch', 'Fallen ular?' dsb, tanpa mempedulikan nama mereka.

'Sepertinya aku mulai ketularan sifar malas Shika' batin Sasuke dengan nada datar (Facepalm)

[Namanya adalah Kokabiel Sasuke!]

'Eh? Kenapa kau muncul sekarang Kirin chan-sama?'

[Pssst... diam dan perhatikan didepanmu!]

'Hn?'

Tiba-tiba saja, pemimpin Fallen itu melaju dengan sangat cepat kearah Naruto, tidak mempedulikan Shika, Kurama, dan Sakura yang berusaha menghalanginya.

(Sasuke juga hendak melindungi Naruto, namun tubuhnya masih tidak bisa digerakkan)

Dan setelah berhadapan dengan Naruto, si koktail ini menebaskan pedangnya, namun tiba-tiba dia bersama bola kecil menghilang dan muncul diudara

'Sepertinya Naruto menggunakan sihir [Swtich] miliknya'

Lalu, tanpa ada ledakan yang keren seperti sihir milik Kurama nee atau Holy Spear para Fallen, dalam sekejap bulatan kecil hitam pekat itu membesar sesaat, membuat koktabell terkena radius daerah bola yang mengembang besar tiba-tiba itu. Dan...

Dan..

Dan...

Dan...

Dan?

'Hmm.. rasanya aku melihat sesuatu diatas sana sebelumnya?' batin Sasuke yang masih melihat langit yang kosong.

'Hmmm...'

Kemudian... tiba-tiba saja muncul rasa sakit yang teramat membanjiri kepalanya

"AAARRRRRHGGHHH!" teriak Sasuke kesakitan.

Namun, tidak ada yang merespon teriakan nyaringnya.

Dalam usaha menahan rasa sakitnya, dengan pandangan yang mulai kabur, dia melihat kesekitar. Mendapati Sakura, Kurama, Rias, Sona, dan lainya tidak bergerak sama sekali. (bahkan para Fallen)

Awan, asap, dedaunan, angin, suara dan semuanya tidak bergerak sedikit pun saat itu.

Seolah-olah, dunia membeku dihadapanya.

"AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRHGGGGGGHHHHHHHH-"

Sasuke tidak sempat memikirkan lebih lanjut, karena rasa sakit teramat yang menyerang kepalanya. Sampai, dia pun kehilangan kesadaranya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kriiiing! Kriiiiiing! Kriiiiiiing!

Ceklek!

Sasuke pun, bangun dari tidurnya setelah mematikan alarm.

Melakukan ritual paginya, sarapan, berkemas.

Dan dia pun pergi menuju sekolah melalui portal [seal teleportation] yang yang beberapa bulan yang lalu akhirnya dipasang Naruto didalam lemarinya. Sehingga dia tidak perlu repot-repot melakukan perjalanan jauh merepotkan antara Akiba dan Kuoh.

Setelah masuk melewati portal yang mengubungkan lemari apartement dan dapur ruang Klub Kebudayaan dan Seni. Seperti biasanya, Sasuke bersiap membuat sarapan untuk anggota yang lain.

Setelah selesai masak, Hinata yang sebelumnya ikut bantu-bantu ditengah proses masak, kembali membantunya menyiapkan makanan di meja dapur ruangan klub.

"Hinata-chan, kau bisa panggil Kuu-nee dan Sakura di ruang tamu. Biar aku yang membangunkan Shika dan Naruto"

"Baik Sasuke kun!" senyum Angel Hinata dipagi hari.

.

Dan Sasuke pun mulai berjalan kearah kamar Naruto dan Shika.

'Hmmm... sepertinya ada yang aneh? Aku merasa ada yang janggal. Hmm...' pikir Sasuke dalam jalanya.

Namun, tiba-tiba Sasuke terhenti didepan sofa yang biasanya dipakai Naru dan Shika bermain game, disana ada selebaran poster besar berwarna.

Sasukepun mengambilnya, dan mulai membaca.

"Hadirilah! Festival terbesar abad ini: The Great War yang ke 23. Festival yang hanya dilakukan seratus tahun sekali. Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Beruntunglah kalian yang ada digenereasi ini. Kalian para pemuda yan.."

Sasuke pun membaca selebaran itu dengan teliti.

Ringkasnya, satu bulan lagi, di kota Kuoh dan kota tetangga- Fuyuki, kebetulan mendapat kesempatan sebagai tempat diadakanya Festival super meriah yang diadakan hanya seratus tahun sekali selama 23 hari berturut-turut!

Terdapat banyak event dan lomba.

Sasuke hanya tertarik dengan lomba masak, fotografi dan turnamen yang bertema "Young Devils Gathering". Dimana dia dan teman-teman satu klubnya (peerage Naruto) akan bertarung melawan Devil, Fallen, Angel, Youkai, Heroes dan lainya dengan sistem [Team Match]

'Tunggu, dari mana aku mengetahui bahwa Naruto akan ikut serta dalam festival itu? Um... sepertinya dia mengatakanya dua hari yang lalu'

'Dan... tunggu... ada yang salah! Kenapa Devil, Fallen, dan lainya mengikuti turnament? Bukankah seharusnya mereka bermusuhan? ?'

'Tunggu, menurut salah satu ingatanku yang lain, manusia, dan makhluk supernatural sudah melakukan Turnamen ini sebagai ganti dari perselisihan antar ras. Sehingga tidak terjadi perang'

'Tunggu, seharusnya kan perang besar (the Great War) terjadi seribu tahun yang lalu?'

'Dan.. tunggu... tunggu...!'

'Argggggghhh!'

Tiba-tiba saja Sasuke merasakan sakit yang teramat sangat dikepalanya. Semakin berusaha mengingat akan khayalan, ilusi, atau imajinasi tentang ingatan-ingatan aneh yang saling bertentangan itu. Semakin sakit kepalanya!

"Oi! Sasuke, kenapa kau memegang kepalamu?" tanya rambut nanas menghampiri Sasuke seraya menguap lebar.

"Bukanya sudah jelas? Sasuke pasti terlalu banyak mengahapal pelajaran. Soalnya, satu hari lagi kan diadakan ujian semester pertama untuk kelas tiga?" jawab rambut duren yang berjalan di samping kepala nanas seraya mengucek matanya.

"E-EEEEEHH?!" mendengar kata ujian semester, Sasuke pun fokus kembali dengan dunia nyata.

'SHIT! Itu benar! Aku lupa! Ada ujian semester yang lebih penting!' batin Sasuke.

"Ok! Aku mengambil buku dulu!"

"Oi! Oi! Oi! Bukanya ini waktu sarapan? Lagipula untuk apa belajar saat ujian semester. Kan kau sudah mempelajarinya setiap hari. Pasti kau mengingatnya dengan mudah kan? Benarkan Naruto?"

"Ya, aku juga tidak belajar. Entah kenapa tiba-tiba saja aku selalu teringat akan pelajaran atau bacaan yang pernah kubaca ketika menjawab soal. Selebihnya aku hanya mengunakan logic untuk menjawab"

"Hahhh..~ aku bukan seperti kalian yang memiliki otak aneh! Hahh~… Baiklah, sepertinya pada gadis juga sudah menunggu. Ayo sarapan!" akhirnya Sasuke pun menyerah menghadapi Naruto dan Shikamaru

.

Dan seperti pagi-pagi sebelumnya, Klub Kebudayaan dan Seni melakukan kegiatan harian mereka. Ada yang main game (Naru Shika), baca buku (Sasu), makan cemilan dan nonton Tv (Saku Kura Hina). Tentu itu dilakukan mereka setelah belajar dikelas.

.

.

.

.

.

'Hm.. ketika aku mengingat kata Koktail, rasanya aku merasakan de ja vu? Hmm... Entahlah?'

.

.

( To be Countinued )

.

.

OMAKE!

Issei Paralel one: Mungkin ada yang ingat dengan parody (Genos dan Meteor dari OnePunchMan) dibawah ini?

Ketika Holy Spear Full Power Kokabiel hendak jatuh Ke Kuoh Academy, Sona, Rias, dan Kurama melemparkan sihir terkuat mereka. Issei pun tidak akan kalah, dia akan menembakkan Dragon Shoot Full Power milikinya.

"Draig! Pinjamkan aku kekuatanmu!"

[Roger Aibo, kita tunjukkan hasil latihanmu selama sebulan ini]

'Fallen sialan, kenapa melempar benda sebesar ini pada kami! Aku masih belum ingin mati! Aku belum berhasil mendapatkan Bucho(Rias) Oppai! Akan kutunjukkan latihan kerasku selama ini! Aku tidak menerima kegagalan! Akan kuhancurkan benda raksasa putih itu untuk mendapatkan Oppai milik Bucho! Yang kuperlukan hanya mengerahkan semua kekuatanku untuk satu tembakkan ini!' batin Issei mantap, sesaat sebelum menembakkan seranganya

"Dragon Shoooot!" teriak Issei seraya menembakkan full power jurus andalanya yang lebih besar dari serangan Rias, dan Sona.

"Orryaaaahhh!"

'Urgghh! Apakah seranganku berhasil mendorongnya?' batin Issei melihat seranganya dan teman-temanya masih berusaha mendorong Holy Spear Raksasa itu.

[Benar Issei! Kurasa Holy Spearnya berhasil terdorong!]

'Benarkah?' tanya harap Issei

Namun, terlihat Holy Spear yang mulai sedikit turun mendekat.

[Oh, tidak. ternyata hanya imajinasiku saja] ucap Draid datar.

'Oi! Dasar Naga Bodoh!'

[Siapa yang kau panggil bodoh, Bocah Mesum!]

Karena kehilangan fokus, Dragon shoot Issei pun gagal, sehingga akhirnya Holy Spear Raksasa berhasil jatuh.

Bad End: Game Over

.

.

Naruto Paralel two: Seriuslah, kalau kau berada ditengah perang!

Zapp! Bruk!

Naruto tiba-tiba muncul dengan Switch miliknya dan langsung terjaruh lemah ditanah.

"Oi.. Oi.. Oi...! Naruto! Kau bercanda kan? Apa ini yang terjadi setelah kau melompat sok keren beberapa saat yang lalu?!" ucap Shika seraya menggelengkan kepalanya kearah Naruto.

"Shi-shi-Shika. A-aku serahkan sisanya padamu."

"Haaahh~! Aku tidak ingin melakukan hal merepotkan seperti ini. Salahmu juga yang langsung melompat tanpa pikir"

"Ma-maaf Shika, aku terbawa emosi. A-aku sangat syok saat.. saat.. saat.. huaa... satu-satunya kesampatanku menang telah hilang... Dan... dan... a-a-aku akan mati ditangan Temari nee ketika pulang ke rumah nanti! Bagaimana ini Shika.. huaa... aku belum mau mati!"

"Hahh... Ya sudah, hitung-hitung kau sudah memberikan 3 foto yang awesome secara gratis, aku akan membantumu kali ini. Lebih baik kau bergabung saja dengan Sasuke dipojok sana. Dia juga tidak bisa bergerak karena melakukan hal bodoh."

Naruto mengangguk dan mengalirkan air mata terima kasihnya, kemudian ngesot kearah Sasuke.

"Halo Sas, kau tidak bisa bergerak? Haha.. kasihan deh"

"Durian Sialan! Kau juga tidak bisa bergerak kan?" balas Sasuke dengan death glare.

"Aku bisa ngesot kok! Kau saja yang iri karena tidak bisa bergerak sedikitpun. Haha!" ejek Naruto.

"GRRR... setelah aku sembuh, orang yang pertama yang kuhajar adalah kau!"

"Hahaha... coba saja Teme!"

"Awas kau Dobe!"

Dhuarr!

Tiba-tiba saja Holy Spear sebesar bus nyasar menghantam mereka berdua. Dan dua orang bodoh pun mati.

Bad End: Game Over

.

.

.

.

.

SBS TIME:

.

Q: Apakah fic ini akan seperti Curse of Kyuubi yang memiliki banyak paralel?
A: Jawabanya tidak! Tidak! Dan tidak!

(ini Spoiler) Fic ini memiliki aturan 'terbalik' dengan Fic Curse of Kyuubi. Dengan kata lain di fic ini, karena suatu hal tidak ada paralel atau kemungkinan dari dunia lain! Jadi hanya ada 'satu dunia' yang 'tidak bisa' menghasilkan paralel. Omake cuma sebagai hiburan aja. Hehe..

.

Q: Kenapa Shika dan lain tidak menggunakan teleportasi untuk melarikan diri?
A: Um, kalau tidak salah, Teleportasi sihir hanya bisa digunakan ditempat yang sudah tersedia lingkaran sihir lainya sebagai penanda. Buktinya para Devil hanya bisa melakukan teleportasi kepada manusia yang memiliki Pamflet lingkaran sihir. Karena itulah si 'Priest Valper' mau repot-repot membawa lingkaran sihir dibalik jubahnya.

Dan, Seandainya Naruto tidak mengamuk, mungkin mereka bisa melarikan diri dengan beberapa kali melakukan [Switch] (batas jarak 500m). Hanya orang sekaliber Minato Windstrom yang memiliki afinitas tinggi terhadap element Dimensi, bisa dengan bebas melakukan teleportasi tanpa bantuan lingkaran sihir. (atau membuat lingkaran sihir instant) Asalkan dia pernah mengunjungi atau memiliki memori/ingatan tempat itu sebelumnya.

.

Q: Bagaimana keadaan keluarga Issei dan Saji dan peerage half Human Sona lainya?
A: Oh, mereka sudah diselamatkan oleh Familiar Peerage Rias dan Sona yang sebelumnya mendapat tugas patroli mencari lingakaran sihir yang bisa meledakkan satu kota. Ketika perang berlangsung, mereka bersembunyi di sewer kota Kuoh. Bagaimanapun juga, Familiar hanya memiliki kekuatan sedikit lebih kuat dari manusia normal.

.

Q: Um, kapan Update?
A: Maaf, saya nggak terlalu suka bikin fic yang perchapter pendek. Jadi makan waktu dalam pembuatanya. Sebagai gantinya saya usahakan per chap cukup panjang. (kalau seandainya pendek, cuma sebagai interlude/Filler). Apa kalian lebih suka yang lebih pendek?

.

Q: Kekuatan Naruto yang serius?
A: Akhirnya kejawab pada chap ini. Bagaimanapun juga, Naruto memiliki kemampuan tubuh Devil yang terbatas. Seperti jumlah Energi Sihir, kekuatan, kecepatan, dan Affinitas Sihir. Kalau sempat, nanti ane bisa kasih lihat perbedaanya dengan The Awesome One: Nagato-sama!

Maaf, Kishi berusaha bikin fic ini dengan Logic yang solid. Jadi cuma bisa menang dengan trik dan faktor kejutan. Beda dengan fic DxD satunya yang main charanya Broken dan terlihat Over Power (meskipun dia manusia biasa). Haha..

.

Q: Humor vs Action?
A: Hmm.. ane usahakan seimbang. Maaf, ane penggemar gintama, jadi suka-suka nyeleneh gitu. Maaf dan harap maklum. Kuku!

.

Q: Vali diculik?
A: Eerrr... entahlah? Hahaha! Kayaknya iye. Siapa penculiknya masih beluk diketahui. Tapi tenang aja, siVali bersama Ophis hime-chan. Mungkin karena berada disituasi yang tidak tepat, Vali juga ikut diculik oleh Pedophile yang ngincer Ophis. (Bcanda)

.

Q: Sasuke pake jurus Dragon Slayer?
A: Um, iya! Soalnya original kekuatan Kirin cuma mengeluarkan listrik muatan tinggi, tidak ada nama atau sejenisnya.

Jadi, sasuke memberikan nama ulang pada jurus-jurusnya. Dia terisipirasi nama jurus setelah (direkomendasikan naruShika) membaca berbagai macam manga. Kishi sengaja membuatnya supaya para pembaca yang familiar mudah mengetahui jurus arau gerakanya. Sepertinya manga-manga yang menjadi inspirasi jurus sasuke disebutkan di chap sebelumnya. Jadi akan Kishi ingetin lagi: Fairy Wing, One Peace, Fish Cake, Fate Dragon dan err... sepertinya kishi juga lupa. Gomen!

.

Q: Bagaimana dengan Arc lainya?
A: Um, akan berurutan. Setelah ini, dari chap depan akan

dimulai dengan [Shikamaru Arc : Young Devils Gathering],

kemudian [Kurama Arc: Kyoto School Trip] (bertemu dengan loly fox!).

berikutnya [Hinata Arc: ?] ada saran?

dan terakhir [Naruto Arc: E.N.D]

Tapi sepertinya sebagian dari Heroes Faction akan muncul di arc depan.

.

Q: Apa Kishi tidak terlalu detail bikin ceritanya?
A: Oh, maaf. Kishi beberapa chap lalu memang mengalami perubahan cara penulisan. Karena saat itu Kishi lagi suka baca fic dengan detail yang jelas dan words yang banyak. Tapi di fic ini udah mendingan kan? Udah Kishi singkat kembali. Maaf merepotkan kalian.

.

Q: Pertemuan tiga Fraksi?
A: Hm.., mungkin akan sedikit beda dari yang ada di canon. Mungkin di chap depan? Atau depanya lagi?

.

Q: Melawan 666? Trixera?
A: Well, sepertinya naruto yang sekarang bakalan kalah. Tapi, mungkin ada kejutan seperti sasuke dan lainya?

.

.

.

.

.

.

.

.

Ok, Terima kasih kepada teman-teman yang masih sedia memberikan masukan, membaca, menulis review, bagi-bagi informasi, nge-PM, nge-Favorite, dan nge-Follow fic ini!

Kalau ada pertanyaan atau apapun yang ada dipikiran kalian. Silakan tulis lewat PM atau Review. See ya later..

.

Recomendasi Light Novel dari Kishi:
Tate no Yuusha
Konjiki no Moji Tsukai