Setelah Hiatus selama kurang lebih 2 tahun, aku memutuskan untuk kembali dan mencoba mencuri hati para readers dengan update dari fict ini. Jujur sebenernya aku pengen update dari dulu tapi karena urusan ini itu di dunia nyata, jadi aku menunda nya. Sekarang aku sudah terbebas dari 1 kewajiban di dunia nyata yakni kuliah, maka insya allah fict ini bisa ku urus kembali. ~Hanabi~

Ada pesan dari Sakura sahabat ku, seharusnya memang fict ini di buat berdua Cuma karena dia baru saja ditinggal oleh beberapa senior nya di kantor, jadilah waktunya tersita begitu banyak untuk urusan kantor saja. Dia meminta maaf kepada readers karena tidak bisa melanjutkan menulis fict ini.

.

.

.

"Aku tahu kau ingin membunuhku sayang, tapi maafkan aku. Aku belum ingin mati"

"Naruto-kun, Maaf kan aku, aku sudah banyak sekali membebanimu, bahkan sekarang aku tega berniat membunuhmu. Naruto kumohon bunuhlah aku! Aku tidak ingin membunuhmu, tetapi aku sedang menjadi musuhmu saat ini"

Mendengar perkataan Hinata, Naruto tersadar bahwa ilusi yang dibuat oleh Asmodeus tidak bisa mengubah perasaan cinta seseorang. Ia hanya bisa mengendalikan pikirannya saja. Naruto kemudian memeluk Hinata dan meneteskan air matanya.

Hinata pun meneteskan air matanya tetapi tangannya yang masih memegang pisau menikam Naruto dari belakang.

Chapter 9 : Cinta dan Nafsu Part 02

Naruto kemudian mematung dan seketika mulutnya mengeluakran darah, tikaman Hinata membuat Naruto terluka di bagian belakang. Tetapi Naruto kemudian tersenyum dan berkata :

"Hinata, aku tidak pernah merasa bahwa kau adalah beban untukku, kau adalah harta yang paling berharga yang ku punya. Meski kau mencoba membunuhku, aku akan tetap memaafkanmu"

"Naruto-kun, di dalam lemari ada kotak obat, ambilah untuk mengobati luka yang ku buat ini setelah kau membunuhku. Dalam ilusi ini ada wujud asli dari Asmodeus yang bersemayam. Mungkin aku adalah salah satu dari kemungkinan wujud asli itu. Jadi … kumohon bunuhlah aku Naruto-kun!"

"Hinata, Maafkan aku! Aku berjanji akan kembali dan menyelamatkanmu."

Naruto kemudian mencabut pisau yang tertancap di punggunya, meski ditahan oleh Hinata, jelas sekali kekuatan Naruto lebih unggul. Lalu pisau tersebut dihunuskan ke perut Hinata. Kemudian mereka berciuman seolah itu adalah ciuman terakhir yang mereka rasakan.

Tusukan itu tepat menghujam jantung Hinata, darah yang bercucuran dari hasil tusukan dan mulut Hinata sejenak membuat Naruto tertegun dan menjadi lemah, apalagi tangisan Hinata yang pecah di pelukannya makin membuatnya lemah. Tak bertahan lama Naruto mencoba menyadarkan diri, dia tidak mau lagi terbawa alunan ilusi cinta Asmodeus.

"Arrrggghhh, sialan kau Bocah"

Tempat pertarungan kembali berubah, setelah Naruto berhasil melawan ilusi cinta yang melibatkan Hinata, kini Naruto berada di tengah hutan, ingatannya berputar ke masa lalu hutan ini adalah tempatnya berlatih dulu Bersama Tim 7.

"Apa yang akan kau tampilkan Monster sialan"

Kewaspaadan nya meningkat 4 kali lipat, dia tahu Asmodeus belum mengakhiri ilusi nya. Naruto melihat 2 sosok yang mungkin akan menjadi ujian cinta nya selanjutnya. Di pandang nya lekat-lekat kedua sosok itu, safir nya sukses membulat total, Uzumaki Himawari dan Uzumaki Boruto adalah ujian Naruto selanjutnya.

"Boruto, Himawari"

"Papa, Hima sangaat rindu dengan papa" gadis kecil itu berlari menghampiri Naruto dengan riang nya

"oiy Kuso Oyaji, selain bermalas-malasan di gedung Hokage ternyata kau juga sering bermain-main di hutan"

Naruto mengelus lembut surai indigo sang putri bungsu, tapi kali dia tidak akan menghilangkan sedikitpun kewaspadaan nya. Berusaha menghancurkan asmodeus tanpa menyisakan sedikitpun emosi yang tertinggal di hati nya.

Sreet

Sebuah tusukan hampir saja menggores tubuh kekar Naruto, Himawari mencoba menyerang dengan mimik muka yang sangat Naruto benci. Jujur saja ilusi ini memang sedikit membuatnya lemah tapi Naruto tidak mau menyerah begitu saja. Serangan demi serangan di hindari oleh Naruto, tapi belum ada satupun serangan yang di balas nya.

"Papa, cepat bunuh Hima. Hima sudah Lelah, dan Hima tidak ingin menyakiti ayah"

"papa mengerti-ttebayo"

Saat Naruto hendak melancarkan serangan, dia melupakan satu lagi sosok yang bertarung dengan nya.

"Rasengaaaan"

Serangan yang mendadak itu berhasil membuat sang Jinchuriki Kurama menghindar. Tak di sangka kedua anaknya bisa begitu merepotkan nya. Sebuah emosi tak tega muncul dalam benak nya yang paling dalam, lagi-lagi Naruto harus mati-matian menepis perasaan itu. Dia harus segera menyelesaikan pertarungan ini.

"Cepat tikam Hima papa" seruan yang putri

"Baka oyaji, bunuh aku dulu cepat. Akulah sosok Asmodeus yang asli, sementara wujud Hima adalah Eve-san" kini ganti Boruto yang menyeru

Situasi ini membuat Naruto bingung. Bagaimana dia bisa lupa dengan sosok Eve-san. Wanita yang di berikan janji akan di selamatkan oleh Naruto. Perkataan mana yang harus dia percaya. Kebimbangan hatinya bertambah besar, ujian ini sungguh sulit di lalui.

Naruto hanya memandang kedua anaknya berdebat, mereka merengek dan meminta Naruto untuk membunuhnya, jika saja bukan di dalam ilusi Naruto pasti langsung berteriak.

"Apa yang harus ku lakukan-ttebayo"

"hoy Naruto jangan bimbang. Pikirkan dengan tenang" Kurama berusaha menyadarkan Naruto

"Selama kau berpikir, aku akan menjaga mu Gaki" Son Goku di gerbang berperan aktif dalam membantu Naruto

Sambil berpikir Naruto mengisi tenaga senjutsu nya, dia berencana untuk menghadapi Asmodeus dengan mode Sannin nya. Kembali Naruto terfokus pada kedua anaknya, dia mulai melancarkan serangan pertamanya di lemparnya 2 kunai ke sembarang arah. Boruto yang menyadari hal itu segera menghentikan debatan dengan Himawari.

Futon : Rasen Shuriken

Naruto melemparkan rasengan nya kearah Boruto, tentulah serangan mendadak ini membuatnya berusaha menghindar, belum sempat berpikir Naruto tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan memegangi Boruto dengan tangan Kurama. Mau tidak mau dia harus terkena serangan telak itu.

"Baka Oyaji, haha kau memilih target yang salah"

Meski sudah mati-matian menahan perasaan cinta nya, ternyata Naruto masih harus menelan pil pahit pasalnya dia salah sasaran. Ujian Cintanya kali ini salah, dirinya memilih target yang salah. Perlahan tempatnya berpijak kembali berubah dan suara tawa puas menggelegar di telinga Naruto.

"HAHAHA"

Monster besar itu tengah mentertawakan keputusan Naruto, safir nya memandang getir kala melihat sesosok perempuan yang tengah kesakitan, "Naruto-san tidak usah pikirkan aku, kau harus fokus melawan Asmodeus."

"Gomen Eve-san, aku tidak bisa melindungi mu sesuai dengan janjiku"

"Ie, kau Sudah berjuang sekuat tenaga. Sekarang kau harus menghabisi Asmodeus berjanjilah kembali padaku"

Meski berat rasanya, Naruto pun mengangguk yakin. Sudah tugasnya mengalahkan monster yang tengah tertawa di hadapan nya.

"Hoi Jalang, berani nya kau berbicara seperti itu. Rasakan akibatnya" Asmodeus tiba-tiba saja menarik Eve, layaknya sebuah makanan dia memakan perempuan itu.

"Naruto-san, jangan mendekat biarlah. Aku pantas mendapatkan ini karena dosa-dosa ku dulu terlalu banyak. Aku tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, yang ku tahu hanya nafsu saja. Bahkan aku menghianati orang yang benar-benar tulus mencintaiku hanya demi nafsu. Jika saja aku di beri kesempatan ingin rasanya aku mencintai seseorang, dan hidup sekali lagi dengan penuh cinta. Naruto-kun maaf, ternyata aku mencintai mu. Selamat tinggal Naruto-kun, semoga kau berhasil mengalahkan Asmodeus"

Kata-kata terakhir Eve bagaikan menohoknya, lidahnya kelu. Jika saja dia tidak salah mungkin perempuan itu bisa dia selamatkan. Eve menjadi santapan kekuatan bagi Asmodeus, meskipun kekuatan monster itu tak sepenuhnya kembali.

Naruto pun sudah mempersiapkan tenaga nya, entah mengapa di tempat ini Naruto bisa menggunakan seluruh chakra nya selain dari mode Sannin. Asmodeus masih memandangnya dengan tatapan remeh, tentu hal itu membuat Naruto semakin ingin melenyapkan monster besar di hadapan nya.

"cerita tentangmu sudah tamat bocah, tidak ada lagi yang berhasil melewati gerbang yang kujaga selain bocah sialan itu"

Perkataan Asmodues melekat di telinga nya, tidak pernah terpikir kalau dirinya akan kalah disini dan misinya berhenti disini.

Tajuu Kage Bunshin no Jutsu

Naruto memulai serangannya dengan membuat ribuan clone dalam mode Sannin. Dengan kunai special yang sudah di lapisi segel Hiraishin, ribuan clone itu menebar kunai nya. Naruto siap untuk mengkombinasikan Jutsu-jutsu nya dengan Hirashin no Jutsu.

Senpou : Odama Rasengan

Tubuh aslinya mulai melancarkan serangan pertama nya, dengan beberapa clone yang menjadikan diri mereka tameng agar pusaran angin besar itu dapat memberikan damage serangan yang berarti. Sepengalaman Naruto selama berada di gerbang ini, monster-monster tersebut tidak bisa di lawan hanya dengan Jutsu biasa, harus dengan Sannin mode. Bahkan Kurama melawan Satan dengan bantuan Senjutsu.

Pusaran bola chakra nan besar itu mampu menyulitkan Asmodeus, tubuh besarnya hanya dapat menahan setengah dari total serangan.

"ARRRGGHH, BOCAH SIALAN"

Berulang-ulang Asmodeus ucapkan kalimat tersebut, Naruto benar-benar menyudutkan nya. Sebuah serangan sederhana dengan cara yang sederhana pula. Sedetik nya Naruto merasakan aura yang semakin menghitam dari Asmodues, monster itu sudah serius sepertinya.

Asmodeus membentuk bola hitam besar mirip dengan bijuu dama, selagi dia mengumpulkannya pecahan diri nya membendung Naruto agar tidak menyerang dan menganggu konsentrasi nya.

Black Boom,

Bola besar itu akhirnya berhasil di lepaskan, ribuan clone yang di buat Naruto hilang dalam sekejap. Serangan itu tampak mematikan, segera saja Naruto berubah ke Mode Bijuu, mode bijuu nya agak sedikit berubah, membentuk aura merah seperti lava dengan bentuk Kera berekor 4.

"Jangan meremehkan ku Asmodeus"

Son Goku yang kali ini muncul untuk membantu Naruto. Sekuat tenaga Son Goku menahan Black Boom milik Asmodeus.

"Naruto, aku akan menjauh sedikit. Siapkan jutsu mu yang tadi tentu tambahkan Senjutsu juga"

Naruto mengangguk paham, tangan Bijuu nya mengadah ke atas menciptakan pusaran angin berbentuk Shuriken yang di lapisi lava milik Son Goku.

Senpou : Yoton Rasenshuriken

Meski Black Boom berhasil di hentikan, akan tetapi Boom itu meledak ke segala arah dan menciptakan suasana yang kian mencekam. Naruto berlindung di balik chakra Son Goku sehingga tidak membuat tubuhnya hancur.

"Sekarang Naruto!"

Di balik asap yang mengepul, 10 bayangan Naruto datang Bersama 10 pusaran bola angin.

Senpou : Chou Odama Rasentarengan

Meski hanya 10 dampak serangan yang di hasilkan Naruto cukup besar. Mampu membuat tubuh besar Asmodeus terkulai lemah. Pertarungan dengan tubuh utama Asmodeus rasanya harus menghabiskan banyak sekali chakra. Untunglah Naruto memiliki Chakra Rikudo Sennin dan 9 Bijuu.

Dari gerak gerik nya Naruto tahu betul Asmodeus terluka cukup besar, tapi dia tak mau buru-buru untuk melakukan penyegelan terhadap monster yang mewakili dosa hawa nafsu itu. Dia masih menunggu, Asmodeus adalah salah satu yang terlicik.

Bersambung….

Pertarungan sengit ini masih akan berlanjut…..

Maaf banget gak bisa di update lagi selama ini di karenakan kesibukan yang tiada henti, namun akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliah ku Yeeaaay ^,^ Luluuuuss .. sekarang fict ini bisa di lanjut lagi. Semoga bisa lancaaar terus nih update nyaa…

Terima kasih banyak yang sudah review aku tidak bisa membalas satu persatu, tapi aku seneng banget atas tanggapan positif maupun negative nyaa.

Arigatou Gozaimasu …