THIS IS LOVE( GS)
Cast :
Kim Jongin
Do Kyungsoo
All member of EXO
Other cast is Fiction
Rated : M
Senyum tak pernah pudar dari bibir Kyungsoo maupun Jongin, bahkan jemari keduanya terus tertaut semenjak dari taman sampai kini keduanya tengah berada disebuah studio foto untuk pengambilan gambar. Walaupun mereka sudah menikah tapi mereka belum punya foto pernikahan di rumah mereka. Jadi Jongin sengaja mengajak Kyungsoo untuk ke butik, memilih beberapa wedding dress kemudian membawanya ke studio foto untuk mengabadikan moment mereka dengan berbagai gaya.
Mereka beranjak untuk pulang setelah menyelesaikan sesi pemotretan sederhana itu. Kyungsoo masih mengenakan gaun terakhir yang ia pakai saat pemotretan tadi, gaun selutut warna peach dengan bahan brokat yang terlihat sangat cantik. Begitu pula Jongin, ia masih mengenakan tuxedo dengan warna senada. Kyungsoo mengira mereka akan langsung pulang karena kini mereka melalui jalan yang menuju rumah mereka, tapi ternyata Jongin menghentikan mobilnya di sebuah gereja kecil yang ada di lingkungan itu. Begitu turun dari mobil, Jongin langsung menggandeng tangan Kyungsoo untuk di ajak masuk ke dalam gereja yang sepi, hanya ada pendeta dan beberapa suster saja yang sedang melakukan aktifitas mereka.
"Kita memang sudah menikah secara sah menurut aturan pemerintah tapi kita belum mengucapkan janji suci pernikahan. Agar pernikahan kita sempurna, kita akan melakukannya sekarang"Jongin berkata setelah mereka sampai di depan altar yang ada di gereja itu.
Kyungsoo hanya memberikan anggukan yang di sertai senyuman manisnya untuk membalas perkataan Jongin.
Janji suci terucap dengan lancar dari bibir Jongin maupun Kyungso dan acara pemberkatan sederhana itu di lanjutkan dengan pemasangan cincin yang memang telah di persiapkan oleh Jongin sebelumnya. Entah kapan Jongin membeli cincin itu karena seingat Kyungsoo mereka tidak singgah di toko perhiasan tadi. Mungkin Jongin sudah mempersiapkan sebelumnya, Jongin benar-benar penuh kejutan hari ini.
Selama ini mereka hanya memakai cincin saat mereka menghadiri acara resmi saja. Dan mulai hari ini keduanya akan selalu memakai cicin itu setiap saat karena cincin itu adalah lambang status mereka sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya.
.
Hari sudah malam ketika keduanya sampai di rumah, hari yang sangat panjang dan penuh kejutan untuk Kyungsoo yang membuat senyum terus mengembang dari bibir heartshapenya.
"Sayang aku lapar, kita pesan makanan saja ya untuk makan malam"Jongin berkata setelah menghabiskan sebotol air putih yang di ambilnya dari lemari pendingin.
"Kenapa harus pesan? aku akan memasak, masih ada bahan makanan di kulkas"Kyungsoo menghampiri Jongin setelah meletakkan tas belanjaan di dalam kamar.
"Andwe nanti kau lelah. Masih ada yang harus kita lakukan sayang, jadi kau harus menyimpan tenagamu untuk nanti"
"Apa yang akan kita lakukan?"Kyungsoo bertanya dengan tampang polosnya membuat Jongin gemas dan langsung memeluk tubuh mungil kesayanganya itu.
"Rahasia, kau akan tahu nanti. Sekarang kau mandi dulu, dan aku akan menunggu pengantar makanan datang"Jongin mengusak rambut Kyungsoo kemudian memberikan kecupan di dahi sebelum Kyungsoo pergi kekamar mandi.
Mereka menikmati makan malam itu dengan lahap, sepertinya mereka sangat lapar setelah beragam aktifitas yang mereka lakukan sepanjang sore hingga malam ini. Jongin memutuskan untuk langsung makan tanpa mandi terlebih dahulu seperti apa yang Kyungsoo lakukan.
Setelah selesai makan dan bersantai sebentar barulah Jongin menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sedangkan Kyungsoo sudah berada di tempat tidur, bersandar di kepala ranjang seraya memainkan ponselnya, membalas beberapa pesan chat dari Baekhyun setelah siang tadi Kyungsoo mengirim fotonya ketika ia tengah berjalan-jalan di Shibuya. Kyungsoo juga menceritakan semua hal bahagia yang terjadi hari ini yang di sambut ucapan selamat oleh sang sahabat.
"Sedang apa sayang?"Jongin menghampiri Kyungsoo seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, sedangkan tubuhnya hanya tertutupi oleh bathrobe yang membuatnya terlihat sexy.
"Kau sudah selesai?, aku sedang membalas pesan chat dari Baekhyun. Mereka mengucapkan selamat untuk kita"
Kyungsoo meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian setengah berdiri dengan lututnya di belakang Jongin, jemari mungilnya menggantikan jemari Jongin yang tengah sibuk mengusak rambut basahnya dengan handuk.
"Mereka?"
"Baekhyun sedang bersama dengan Chanyeol sekarang"Kyungsoo menjawab di sela kegiatanya mengeringkan rambut Jongin.
Jongin langsung naik ke tempat tidur begitu rambutnya sudah cukup kering, memerangkap tubuh mungil Kyungsoo di bawahnya seraya memberikan ciuman mesra di bibir hearthshapenya.
"Aku sudah siapkan piyama sayang, tidak di pakai dulu?"Kyungsoo mengusap lembut pipi Jongin setelah keduanya mengakhiri ciuman mereka.
"Tidak, buat apa pakai piyama kalau nantinya akan di lepas lagi"Jongin kembali memberikan kecupan singkat setelah mengatakanya seraya memberikan kerlingan mata yang cukup menggoda.
"Eoh"hanya itu yang keluar dari bibir Kyungsoo, ia masih mencerna kata-kata yang di ucapkan oleh sang suami.
"Ini malam pertama kita sayang"
"Malam pertama"Kyungsoo berucap lirih.
"Malam ini aku akan menjadikanmu milikku sepenuhnya, aku akan menyempurnakan pernikahan kita"Jongin memberikan kecupan di puncak kepala Kyungsoo sebelum melanjutkan perkataanya "akhirnya penantianku berakhir juga sayang, aku akan menyentuhmu sepenuhnya dengan cinta, kita akan melebur menjadi satu atas nama cinta bukan sekedar nafsu semata, itulah alasanku menundanya selama ini"Jongin menatap mata bulat yang kini terlihat berkaca-kaca dan tak lama kemudian kristal bening mengalir membasahi pipi chubby itu.
"Mianhae Jongin, aku sudah berprasangka buruk padamu"Kyungsoo berucap di sela isakan haru setelah mendengar jawaban manis yang Jongin ungkapkan atas pertanyaan yang ada di benaknya selama ini.
"Jangan menangis di malam bahagia kita sayang, semuanya sudah berlalu dan kini saatnya kita memulai hari yang bahagia tanpa adanya air mata kesedihan seperti sebelumnya" Jongin mengusap air mata Kyungsoo dengan ibu jarinya.
"Aku mencintaimu, Kim Jongin"Kyungsoo menatap lekat kedalam manik hitam yang kini juga tengah menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu, Do Kyungsoo"Jongin membalas perkataan sang istri sebelum memberikan kecupan tanda cinta di puncak kepalanya.
Kecupan tanda cinta itu sekaligus menandakan awal di mulainya malam pertama mereka. Kini keduanya tengah tenggelam dalam ciuman mesra yang berangsur menjadi ciuman panas. Bibir mereka terus menempel, saling menghisap tanpa jeda. Tak hanya jadi pihak yang pasif, Kyungsoo berusaha untuk mengimbangi sang suami dengan membuka bibirnya dan membiarkan suaminya mengecap apa yang ada di dalamnya.
"Eunghmmmmh"
Lenguhan tertahan Kyungsoo mulai terdengar seiring panasnya pergumulan bibir mereka dan hal itu membuat Jongin semakin bersemangat untuk menuju ke pergerakan selanjutnya. Kini bibir Jongin telah turun menuju leher putih Kyungsoo mengecup seluruh bagian kulit putih itu untuk kemudian mengukir tanda merah keunguan di sana.
Kyungsoo hanya mampu memejamkan matanya seraya menggigit kecil bibirnya menahan desahan yang sebenarnya ingin terus terlontar dari bibir mungilnya saat Jongin memanjakan tubuhnya saat itu. Terlebih kini tangan terampil Jongin mulai membuka kancing piyama yang di kenakan Kyungsoo untuk selanjutnya menangkup bulatan kenyal dengan pucuk yang sudah mulai mengeras di bagian dada Kyungsoo. Awalnya hanya mengusap tapi lama-lama usapan itu berubah menjadi remasan lembut agak sedikit nakal.
"Jonginieehhhhhhh"
Kyungsoo tak mampu lagi menahan desahannya ketika bibir Jongin sudah berada di puncak dadanya, mengisap kuat serta memainkan nipple mungil itu dengan lidahnya. Sebelah tangan Jongin juga terus memilin nipple yang lainnya seolah tak ingin membiarkan bagian dada itu terbengkalai begitu saja. Jongin melakukan hal itu bergantian dan berulang kali selama beberapa saat membuat namanya terus terucap dari bibir Kyungsoo melalui lenguhannya.
Mereka kembali menikmati ciuman panas yang terasa lebih intim karena kini keduanya dalam keadaan hampir polos. Hanya celana dalam saja yang masih tersisa menutupi bagian intim tubuh mereka. Itupun mungkin hanya sebentar karena jemari Jongin sudah mulai masuk ke dalam celana yang membungkus organ intim Kyungsoo yang kini mulai sedikit basah akibat foreplay yang tengah mereka lakukan. Dalam sekejap saja kini Kyungsoo sudah polos, kulit putih yang melapisi tubuhnya sudah penuh dengan bercak merah hasil karya Jongin yang terus membubuhkan kiss mark di setiap jengkal tubuh Kyungsoo.
"Sudah siap sayang?"Jongin berbisik seraya menatap wajah cantik yang merona merah dengan peluh yang mulai membasahi kening dan pipi chubbynya.
Kyungsoo hanya memberikan anggukan untuk menjawab pertanyaan Jongin, kalau harus jujur sebenarnya ia merasa agak sedikit gugup dan juga takut karena menurut bukuyang ia baca maupun apa yang pernah di lihatnya dalam film, hubungan intim untuk pertama kali itu akan terasa sakit.
"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang, tapi jika masih terasa sakit kau bisa melampiaskan rasa sakitmu pada tubuhku"
Jongin berkata sebelum memberikan kecupan lembut di puncak kepala Kyungsoo. Ia tahu kegugupan yang tengah melanda sang istri, karenanya ia berusaha untuk membuat Kyungsoo nyaman dengan memberikan kecupan dan ciuman hangat agar nantinya bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan Kyungsoo karena kegiatan intim yang akan mereka lakukan untuk pertama kalinya.
Jongin telah membuka kain terakhir yang menutupi organ vitalnya yang berukuran jumbo, dan kini terpampang jelas tubuh sexy Jongin yang membuat Kyungsoo terpana hingga mata bulatnya tak berkedip sedikitpun seolah mengagumi pahatan sempurna di hadapannya.
Kyungsoo tersadar dari lamunan singkatnya ketika Jongin mulai bergerak untuk mempersiapkan kegiatan inti mereka dengan membuka lebar paha Kyungsoo hingga membuat organ kewanitaan Kyungsoo terbuka, siap untuk menerima kejantanan Jongin yang kini mulai menyapa dengan cara menggesek lebut dengan ujungnya.
Kyungsoo hanya mampu menggigit bibir bawahnya merasakan sesuatu yang menggelitik dalam dirinya. Dan melihat hal itu tanpa menunggu lama Jongin langsung meraup bibir Kyungsoo untuk di pagut mesra seperti biasanya. Pagutan lembut itu mampu membuat Kyungsoo terlena sampai ia tak menyadari kini Jongin tengah mulai menggerakkan kejantanannya untuk menembus dinding kewanitaanya dengan sekali hentakan.
"Ahhhhhhh, Jonginnnnn sakit… hiks,hiks,hiks"Kyungsoo merasakan perih yang teramat sangat pada organ kewanitaanya seiring cairan merah yang juga menetes di sprei putih yang menjadi saksi bahwa kini ia telah sempurna menjadi istri dari Kim Jongin.
"Mianhae sayang"Jongin berbisik lirih seraya memberikan kecupan lembut di bibir kyungsoo untuk menenangkannya.
Jongin menghapus air mata yang membasahi pipi chubby Kyungsoo dengan jarinya, di tatapnya wajah cantik itu sebelum ia memberikan kecupan-kecupan ringan untuk kemudian kembali meraup bibir hearthshape Kyungsoo yang sudah mulai membengkak .
Mereka kembali terlarut dalam ciuman mesra, dan Jongin berusaha untuk kembali menyentuh titik-titik sensitive Kyungsoo untuk mengalihkan rasa sakit. Ia terus memagut bibir dan juga kembali meremas buah dada Kyungsoo serta memilin nipplenya yang membuat Kyungsoo kembali melenguh tertahan dalam ciumannya. Dan setelah mendengar lenguhan Kyungsoo, Jongin kini mulai menggerakkan bagian pinggulnya yang sejak tadi hanya diam saat ia masih berusaha menenangkan Kyungsoo.
Jongin menarik kenjantanannya perlahan untuk kemudian menghujamkannya kembali dengan gerakan yang lembut. Sedikit terasa sulit tapi begitu nikmat karena kewanitaan Kyungsoo yang masih sempit seolah mencengkeram erat kejantananya.
"Ahhh….sak-ahh….ahhh"
Tautan bibir mereka terlepas, desahan kesakitan masih terdengar dari bibir Kyungsoo tapi Jongin tak bisa menahannya lagi. Ia terus menggerakkan pinggulnya dan mulai menambah kecepatan.
"Eunghhh…Jonginnn….ahhh…eunghhh"
Desahan nikmat mulai terdengar dari bibir Kyungsoo seiring hujaman kejantanan Jongin yang tepat mengenai titik sensitive di organ kewaitaannya dan hal itu membuat Jongin semakin bersemangat untuk terus menghujam organ kewanitaan Kyungsoo dengan keras dan cepat.
"Eunghh…ahhh…eunghhh" Kyungsoo mulai merasakan kenikmatan dari kegiatan mereka dengan terus melenguh.
"Sayang…oughhh…ahhh" Jongin juga mulai mengeluarkan desahan suara beratnya menandakan bahwa ia juga sangat menikmati kegiatan intim mereka.
Desahan mereka masih terus bersahutan selama beberapa saat, sampai akhirnya Jongin merasakan kejantananya yang semakin membesar dan berkedut di dalam sana, hampir siap memuntahkan cairannya. Begitu pula Kyungsoo yang sudah merasa tak mampu lagi menahan cairan yang hampir keluar dari organ kewanitaanya.
"Jong…inn…ak—ku..eumhhhh"Kyungsoo tak melanjutkan perkataanya karena Jongin telah meraup bibirnya.
"Bersama sayang, kita nikmati puncak ini bersama-sama, tunggu sebentar lagi"
Setelah menyelesaikan perkataanya Jongin kembali menggerakkan pinggulnya untuk menghujamkan kejantananya ke dalam organ kewanitaan Kyungsoo dengan semakin kuat, hingga pada tiga tusukan terakhir….
"Jonginnnnnnn…..ahhhhhhhhh"
"Kyungsoo sayanggg….ahhhhhh"
Lenguhan panjang keduanya menandakan bahwa mereka telah sama-sama mencapai puncak yang mereka daki malam itu. Cairan cinta mereka melebur menjadi satu di dalam gua hangat Kyungsoo hingga meluber membasahi paha dalamnya karena tak tertampung saking banyaknya.
"Saranghae, Kyungsoo" Jongin memberikan kecupan lembut di puncak kepala Kyungsoo setelah ia menetralkan pernafasannya untuk kemudian melepas menyatuan organ intim mereka.
"Aku juga mencintaimu, Jongin" Kyungsoo hanya membalas prnyataan Jongin dalam hati karena ia masih sibuk menetralkan nafasnya yang masih tersengal pasca pencapaiannya beberapa saat yang lalu.
Kyungsoo langsung tertidur karena kelelahan, sedangkan Jongin masih terjaga seraya menatap wajah damai istrinya yang tengah tertidur dengan senyuman yang terus tersungging dari bibirnya.
Sebenarnya ia masih ingin menikmati hangatnya malam itu dengan kegiatan intim tapi melihat Kyungsoo yang kelelahan seperti saat ini, ia tak tega dan lebih memilih untuk membiarkan istrinya beristirahat. Dan tak lama kemudian, ia juga menyusul sang istri untuk menuju ke alam mimpinya.
.
Hari masih gelap dan dinginnya udara pagi masih terasa menusuk di kulit, masih jam 4 pagi saat itu. Kyungsoo telah terjaga untuk menatap seseorang yang tengah terlelap sambil mendekap tubuh mungilnya erat memberikan kehangatan yang kini menjadi candu untuknya. Dengan gerakan perlahan Kyungsoo bergerak untuk memberikan kecupan lembut di pipi dan juga bibir Jongin yang masih terlelap dalam tidurnya.
Rona merah menghiasi pipi chubby Kyungsoo saat kegiatan panas semalam kembali memenuhi ingatanya. Tersenyum malu-malu seraya memejamkan mata tanpa menyadari ada sepasang mata yang tengah menatap dengan senyum simpul terukir indah di bibir tebalnya. Akhirnya sebuah kecupan singkat di bibir membuyarkan lamunan Kyungsoo.
"Masih gelap sayang, kenapa sudah bangun heum?"Jongin berucap setelah mendaratkan kecupan sambil membelai rambut panjang Kyungsoo yang terasa sedikit basah karena keringat semalam.
"Entahlah, aku terbangun dan tidak mengantuk lagi. Mian, aku tidak bermaksud membangunkanmu"Kyungsoo menatap Jongin, jemari mungilnya mengusap pipi sang suami dengan penuh kelembutan.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita melakukan olahraga pagi saja"
"Tidak mau, aku malas turun dari tempat tidur lagi pula udaranya masih dingin diluar"
"Kita tidak harus turun dari tempat tidur untuk melakukan olahraga pagi,sayang"Jongin berkata seraya merubah posisinya dengan mengurung tubuh mungil Kyungsoo di bawahnya.
Kyungsoo hanya tersipu saat mengetahui maksud perkataan suaminya. Tanpa menunggu lama keduanya telah memulai sesi pemanasan untuk olahraga pagi mereka dengan ciuman hangat dan mesra. Lenguhan dan desahan mesra mengalun mengiringi detik dan menit yang berjalan selanjutnya hingga fajar pagi menampakkan cahayanya.
.
.
Mata bulat itu terusik oleh sinar matahari yang menembus melalui celah jendela kamar, sengatan panasnya juga mulai menimbulkan keringat di badan mungil yang masih terbalut oleh selimut tebal. Kyungsoo membuka matanya, mengedarkan pandanganya mencari sang suami yang tak ada lagi di sampingnya.
"Sudah bangun, sayang?"
Jongin menyapa setelah keluar dari kamar mandi, penampilanya terlihat segar walaupun ia hanya mengenakan kaos oblong warna putih dan juga boxer tapi tak mengurangi kadar ketampanannya.
"Eoh, kau sudah bangun rupanya" balas Kyungsoo seraya bangun dari posisinya untuk duduk dengan bersandar di kepala ranjang, masih dengan berbalut selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih naked.
"Mau mandi?, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu"Jongin berucap setelah mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala sang istri yang kemudian di balas oleh dengan aggukan tanda persetujuannya.
Jongin menggendong Kyungsoo ala bridal untuk menuju ke kamar mandi, awalnya Kyungsoo bersikeras menolak dan hendak berjalan sendiri tapi saat ia mencoba bergerak turun dari tempat tidur tanpa sengaja rintihan keluar dari bibirnya saat merasakan nyeri di sekitar organ intimnya. Akhirnya Kyungsoo menurut saja saat Jongin menggendongnya, walaupun sebanarnya ia sangat malu dengan keadaannya yang masih full naked saat itu.
Setelah mengantarkan Kyungsoo ke kamar mandi, Jongin bergerak untuk merapikan tempat tidur mereka yang berantakan. Mengganti sprei dan selimut yang kotor karena aktifitas malam mereka, setelah itu ia bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan yang lebih tepatnya adalah makan siang dengan menu sarapan karena saat itu sudah hampir jam sebelas siang.
Jongin tengah menata makanan di meja, yang berupa empat potong roti bakar isi coklat, dua gelas susu serta satu mangkuk besar potongan apel dan juga strawberry. Ia tersenyum sambil memandang hasil karnyanya, hari ini ia ingin memanjakan sang istri.
"Sudah selesai, sayang"Jongin membalik badanya saat lengan mungil Kyungsoo melingkari pingganya.
"Harusnya tadi kau bangunkan aku, jadi kau tidak repot menyiapkan sarapan dan juga berbenah kamar seperti ini"Kyungsoo berkata seraya mengerucutkan bibirnya membuatnya terlihat semakin imut.
"Hari ini aku ingin memanjakanmu sayang, jadi aku akan menggantikan semua tugasmu kecuali memasak karena aku benar-benar tidak bisa untuk itu. Nah, sekarang ayo kita makan"
Jongin membawa Kyungsoo untuk duduk di meja makan, menikmati makan siang dengan menu yang seharusnya adalah menu sarapan sederhana buatan Jongin. Dan setelah itu mereka menikmati waktu santai dengan menonton televisi sambil menikmati potongan buah segar. Beberapa saat kemudian Jongin kembali ke dapur karena Kyungsoo ingin minum jus strawberry saat melihat iklan di tv yang menampilkan segarnya jus strawberry jika di nikmati saat musim panas seperti saat itu. Sebenarnya Kyungsoo ingin membuatnya sendiri tapi Jongin melarangnya, jadilah ia hanya menunggu dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya melihat Jongin sibuk berkutat dengan alat dapur untuk membuatkan jus.
Ketika tengah asyik dengan kegiatannya tiba-tiba ponsel Kyungsoo bergetar dan terlihat tanda panggilan video dari sang mertua terlihat di lapar ponselnya. Dengan cepat Kyungsoo menggeser icon di ponselnya untuk menjawab panggilan video tersebut.
"Hallo eomma, apa kabar?"Kyungsoo melambaikan tanganya di depan ponsel yang menampilkan wajah Ny. Kim yang tengah tersenyum saat melihat wajahnya.
"Halo sayang, eomma baik-baik saja. Bagaimana kabarmu di sana?"
"Aku dan Jongin baik saja eomma"
"Apa Jongin masih sibuk sampai tak membawamu pergi jalan-jalan selama kalian di sana?"
"Tidak eomma, Jongin sudah menyelesaikan pekerjaanya di sini dan kemarin kami sudah berjalan-jalan ke Shibuya jadi hari ini kami memutuskan untuk beristirahat"
"Hari ini Kyungsoo sedang tak boleh banyak bergerak eomma jadi aku menyuruhnya untuk diam saja di rumah"Jongin langsung bergabung dengan obrolan setelah meletakkan jus di meja.
"Kenapa? Apa Kyungsoo sakit?"Wajah Ny. Kim terlihat cemas mendengar ucapan Jongin
"Eoh, ti-dak eomma"Kyungsoo menjawab dengan terbata.
"Kenapa bilang seperti itu pada eomma Jongin, aku malu"Kyungsoo mengalihkan pandanganya pada Jongin, berbicara dengan mempoutkan bibirnya.
Bukannya menjawab Jongin malah memberikan kecupan singkat untuk kemudian berlari menghindar dari amarah Kyungsoo karena telah menggodanya.
"Jonginnnnn"teriakan Kyungsoo terdengar, sebelum ia tersadar dan akhirnya menutup mulut saat mengingat ia belum mengahiri panggilan dari sang mertua.
"Eomma mianhae, Jongin menggodaku"tanpa sadar Kyungsoo merajuk yang membaut sang mertua tersenyum melihat tingakahnya.
"Gwaencanhayeo sayang, Jongin memang seperti itu"
"Eomma, ingin di bawakan apa untuk oleh-oleh nanti? Besok kami akan bebelanja sebelum pulang"
"Eomma tidak ingin apa-apa sayang, yang penting kalian pulang dengan selamat dan jangan lupa datang ke rumah setelah pulang nanti, eomma merindukan kalian"
"Ne arraseo, eomma"
Jawaban Kyungsoo mengahkiri obrolan menantu dan mertua siang itu, dan setelah itu Kyungsoo langsung menyusul Jongin menuju ke kamar menikmati siang menjelang sore itu dengan mengobrol dan juga bercanda.
.
.
Hari sudah malam, setelah memasak dan makan malam bersama pasangan pengantin baru itu kembali menikmati malam panas di atas ranjang. Keduanya tengah berciuman panas di mana kini Kyungsoo tengah berada di atas pangkuan Jongin yang duduk bersandar di kepala ranjang. Keduanya dalam kondisi naked, bibir bertaut, dada menempel, dan organ intimpun menyatu. Setelah puas berciuman Jongin kemudian membantu Kyungsoo untuk menggerakkan tubuh mungilnya naik turun, desahan terus mengalun dari bibir keduanya.
"Eunghhh Jonginnnnhhh"
Kyungsoo melenguh saat mencapai puncaknya, tubuh lemasnya menyandar di bahu tegap Jongin. Hubungan intim dengan posisi seperti itu membuat Kyungsoo dengan mudah mencapai puncak karena kejantanan Jongin bisa masuk sangat dalam dan langsung mengenai titik sensitive organ intimnya.
Jongin merebahkan tubuh mungil Kyungsoo yang masih mentralkan pernafasan pasca pencapaian pertamanya, tanpa melepaskan penyatuan organ intim mereka. Jongin belum mencapai puncaknya jadi kini Jongin kembali merangsang Kyungsoo dengan cara meremas dan menghisap nipple mungil Kyungsoo yang kini agak sedikit membengkak setelah di mainkannya sejak foreplay tadi.
"Jongiinnn, eunghhhh"
Lenguhan mulai terdengar dan itu artinya Kyungsoo telah siap untuk kembali menerima hujaman kejantanan Jongin. Tanpa menunggu lama Jongin langsung menggerakkan pinggulnya naik turun.
"Ohhh..sayang…nghhh..sssh..ohh"
Jongin mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa saat tanpa di sangka Kyungsoo menggerakkan pinggulnya untuk mengimbangi gerakan Jongin.
Tanpa orang tahu sebenarnya beberapa waktu yang lalu saat hubungan intim mereka masih sebatas foreplay, Kyungsoo sering membawa buku tentang pengetahuan sex, ia juga menonton beberapa film dengan adegan ranjang di dalamnya. Bukan untuk kesenangan semata, Kyungsoo melakukan itu untuk belajar agar dia bisa memuaskan sang suami seperti apa yang coba di lakukanya sekarang ini.
"Kyungsoo…ahh…enak sekaliih sayang…eghhh"
"Jongin…ahhh….cepp-att…aku..ahhh"
Kyungsoo tak mampu lagi berkata ketika Jongin mengabulkan permintaannya dengan bergerak semakin cepat menghujamkan kejantanannya di dalam organ kewanitaan Kyungsoo. Hingga tak lama kemudian lenguhan panjang terdengar dari bibir keduanya yang menandakan bahwa mereka telah mencapai puncaknya bersama-sama.
"Kau hebat sayang, gomawo. Aku mencintaimu"Jongin memberikan kecupan sebelum melepas penyatuan mereka.
"Aku juga mencintaimu Jongin"Kyungsoo menjawab lirih diantara kegiatannya menetralkan nafas yang masih tersengal pasca pencapaian keduanya.
Tak lama kemudian keduanya mulai terlelap dengan posisi saling berpelukan seperti biasanya hingga pagi menjelang. Kegiatan intim di malam kedua itu terasa sangat luar biasa hingga mereka cukup puas hanya dengan melakukannya satu kali.
.
Mentari pagi menyapa dua insan yang masih terbungkus di dalam selimut tebal hingga salah satu dari mereka kini mulai bergerak karena terusik oleh cahaya pagi yang menembus kamar mereka. Kyungsoo bergerak perlahan untuk turun dari tempat tidur setelah sebelumnya memberikan ciuman lembut di pipi Jongin yang masih terlelap dalam mimpinya. Setelah memakai celana dalam dan juga baju yang terlihat kebesaran di bandannya yang merupakan baju milik Jongin, Kyungsoo melangkah menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, beberapa masakan telah tersedia di meja makan. Senyum terlihat dari bibir hearthshape Kyungsoo manandakan bahwa ia puas dengan hasil karyanya. Setelah itu Kyungsoo kembali ke dapur untuk membesihkan beberapa alat masak dan berniat untuk mandi setelahnya kemudian membangunkan sang suami jika ia sudah rapi nanti. Tapi sepertinya rencana Kyungsoo tak berjalan dengan lancar saat lengan kekar Jongin telah melingkar di pinggang rampingnya.
"Oh, kau sudah bangun sayang"Kyungsoo mengusap lengan Jongin seraya menempelkan pipinya pada pipi Jongin yang kini menumpukan dagunya di pundak Kyungsoo.
"He'em, kau bangun pagi sekali sayang. Memang tidak lelah eum?"
"Tidak, aku sangat segar dan bersemangat saat bangun tadi, apalagi kalau sudah mandi nanti pasti akan terasa lebih segar"
"Kalau begitu kita mandi bersama saja ya agar menghemat waktu dari pada bergantian, bukankah kau bilang ingin berbelanja setelah sarapan nanti?"
"Baiklah, aku akan menyelesaikan ini dulu sebentar lalu kita mandi"
Kyungsoo melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi dengan Jongin tetap memeluknya posesif, walaupun agak sedikit susah bergerak tapi Kyungsoo menikmati posisi itu. Setelah kegiatan dapurnya selesai mereka langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang masih lengket akibat aktifitas malam mereka.
.
Keduanya telah berpakaian rapi setelah menyelesaikan acara mandi bersama, dan kini mereka tengah menikmati sarapan yang telah di persiapkan oleh Kyungsoo beberapa saat yang lalu.
"Makanannya dingin"Kyungsoo berkata seraya mempoutkan bibirnya imut.
"Tidak apa-apa, masih enak untuk di makan"Jongin membalas di sertai kekehan samar dari bibirnya.
"Harusnya kita mandi saja tadi agar tidak terlalu lama"
"Memang siapa yang menggodaku saat di kamar mandi tadi heum?"Jongin tersenyum menggoda sang istri yang kini tertunduk malu mengingat kegiatan intim mereka saat di kamar mandi tadi.
"Sudah jangan mengingatkanya, aku malu"Kyungsoo berbisik lirih seraya terus menundukkan kepalanya karena malu.
"Aigoo, istriku manis sekali sich"Jongin hanya terkekeh melihat tingkah imut istri tercintanya.
Setelah menikmati sarapan, keduanya langsung menuju ke pusat kota Tokyo untuk jalan-jalan sebentar kemudian berbelanja oleh-oleh. Setelah itu mereka mampir ke sebuah restoran dan langsung pulang setelah selesai menikmati makan siang.
Sesampainya di rumah mereka langsung beristirahat sebentar sebelum di sibukkan dengan acara packing karena mereka akan pulang ke Seoul malam nanti. Lelah sich tapi mau bagaimana lagi, jatah liburan mereka sudah habis, dan mereka harus segera pulang untuk kembali menjalani aktifitas mereka seperti sebelumnya. Walaupun liburan ini terasa singkat tapi itu sangat berarti untuk Kyungsoo maupun Jongin. Mungkin bisa di bilang, keduanya menikmati bulan madu singkat dan sederhana tapi tetap terasa romantis dan sangat berkesan.
TeBeCe
Maaf telat banget update chap 10 ini, leppy ku ngambek dan harus di bawa ke servis. Untuk ga parah jadi bisa cepet selesai dan bisa nulis lagi dech...#curhatdikit.
Chap dengan full NC moga aja pada suka, mungkin agak lebay bahasanya karena aku ga bisa bikin NC yang to the point gitu. Mohon di maklumi ya…
Oh ya chap 9 udah aku revisi ya, setelah aku baca kemarin ternyata banyak kata yang hilang di postingan chap 9 karena aku kurang teliti membacanya sebelum posting. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya….
Makasih untuk yang udah ninggalin review di chap sebelumnya….
Sorry for typo and happy reading….
