Mian kalo cerita geje,, typo & alur kecepetan~XD

review please.. =3

Semakin banyak review, akan semakin cepat Rerepublish chapter berikutnya.^^ Soalnya ff ini uda Rere ketik sampai tamat, tinggal dipublish..hehe XD

Enjoy it!

DLDR!

Ide cerita berasal seutuhnya dari otak Rere~Kalau ada kesamaan dengan FF laen, adalah ketidaksengajaan~~

.::My (Un)Perfect Life::.

Author::Redz Zaoldyeck

Cast:Kim Ryeowook(yeoja),Cho Kyuhyun,Lee Sungmin(yeoja),Jessica, Tan Yesung, Lee Eunhyuk (yeoja), Choi Kibum (yeoja), Lee Donghae, Choi Siwon dll

Pair::YeWook of course^^

Genre:Hurt/Drama,Love,OOC,Transgender,

Rate: T

Summary:Harta, Kasih sayang orang tua, Pacar yang perfect sama dengan kehidupan yang yang sempurna. Dan itulah yang dimiliki oleh Ryeowook. Bagaimana jadinya kalau kehidupan sempurnanya berubah 180 derajat dimulai dengan putusnya ia dengan Kyu,ummanya yang hamil lagi& sang bos,Yesung yg super duper menyebalkan!

==================Redz Zaoldyeck Present================================

CHAPTER 9

Masak?Apa yang harus kumasak? Aku kan tidak bisa masak?! ingat! Waktu di tempat halmeoni kan Hyukie mengajariku memasak telor. Aku akan memasak telor dadar saja, itu kan mudah!

Sesampai dirumah, aku segera menuju dapur. Sambil mengingat-ingat apa saja yang Hyukie ajarkan, aku mulai mempraktekan membuat telor.

"Ahjussi duduk saja, aku akan antarkan makanannya setelah selesai" Kataku pada ahjussi yang berdiri sekitar 1 meter dariku.

"Tidak. Ahjussi menyuruhku menjagamu jadi aku harus menjagamu"

"Tenanglah, aku tidak akan terluka hanya karena memasak"

"Aku bukan mengkhawatirkan dirimu tapi aku mengkhawatirkan dapurku. Kalau aku tidak menjagamu, kau bisa membuat dapurku berantakan"

"Huh, ahjussi menyebalkan!"

Aku mengacuhkan ahjussi dan mulai memecahkan telor dan mengocoknya. Tidak lupa aku menambahkan garam pada telor tersebut. Selanjutnya tinggal menunggu minyak panas dan menuangkan telor tersebut.

"Hei anak manja, kau tidak mencicipi rasanya dulu?"

"Mencicipi? Ini kan masih mentah"

"Coba kau cicipi dulu rasanya..sedikit saja"

Aku mencelupkan jari telunjukku dan menjilatinya. Manis! Lho? Harusnya terasa asin, kenapa manis?

"Kau salah memasukkan garam. Yang kau masukkan itu gula" ucap ahjussi

Jinja?!Pabbo!Pabbo!Pabbo! Aku memalukan diriku sendiri! Ahjussi menyebalkan ini pasti akan mengejekku!

"Sudahlah, kau duduk saja. Biar aku yang memasak"

Akupun meninggalkan ahjussi dan duduk diruang makan. Sekitar 15 menit kemudian tercium aroma sedap..dan muncullah ahjussi dengan dua piring penuh nasi goreng

"Malam ini makan ini saja."

Akupun segera mencicipi nasi goreng buatan ahjussi. Kalau rasanya aneh aku akan mengejeknya. Hmm~yummy! Rasanya enak!Aku suka!

"Bagaimana? Enak kan?"

"Biasa saja"

"Setidaknya lebih enak dari pada telor manis buatanmu"

"Berhentilah mengejekku"

"Haha.. Anak manja tidak bisa masak, ya" kata ahjussi sambil mencubit pipiku

"Kenapa sie ahjussi suka sekali mencubit pipiku?"

"Karena kamu lucu"

Lucu?Aku lucu? Apanya yang lucu? Ini pertama kali ada yang mengatakan kalau aku lucu. Biasanya Kyunie mengatakan kalau aku cantik..atau manis...

Kyuhyun...Kenapa aku jadi teringat padanya?Akh..Lupakan!Lupakan! Aku harus melupakan Kyu! Kyu sudah menjadi milik orang lain! Aku tidak boleh memikirkannya, itu hal yang sia-sia!

Selesai makan, aku duduk di sofa diruang tengah dan menonton tv. Besok hari Sabtu dan perusahaan libur. Jadi aku dapat tidur malam dan bangun siang.

"Ini untukmu" kata ahjussi sambil menyerahkan sesuatu.

Aku membukanya dan di dalamnya terdapat sim card baru.

"Kau meminta nomor baru kan?"

Aku mengangguk. Aku meminta appa membelikanku nomor baru beberapa hari yang lalu. Aku berpikir untuk mengganti nomorku agar aku dapat terlepas dari Kyuhyun dan Sungmin.

"Itu sudah ku belikan"

"Ne...gomawo"

Aku melihat nomor yang tertera pada case sim card tersebut. Digit terakhirnya nomor kesukaanku, 2929. Ini kebetulan atau ahjussi ini sengaja memilihnya untukku?

"Kenapa hanya dilihat? Kau tidak ingin memakainya?"

"Akan ku pakai kok"

Aku segera masuk ke kamarku dan memasangkan sim card tersebut ke dalam handphoneku. Sudah lama aku tidak memegang handphoneku. Aku memutuskan hubungan dengan teman-teman lamaku. Melalui facebook, twitter dan email, teman-teman menanyakan kabarku terutama Sungmin. Tapi hatiku masih sakit dengan perbuatan Sungmin dan Kyu.

Drrrtt...

Nomor tidak dikenal memanggil. Siapa?

"Yoboseyo"

"Hei anak manja, ini aku. Save nomorku ya"

Klik! Telepon terputus.

Aku mensave nomor tersebut dengan nama Yesung Ahjussi... hihi..

Kira-kira ahjussi mensave nomorku dengan nama apa ya?

***********************************JR************* ********************

Tok tok tok

"Wookiw bangun!"

Enngh.. Ini kan hari Sabtu, aku kan libur. Kenapa ahjussi membangunkanku pagi-pagi? Dengan langkah malas aku membuka pintu kamarku.

"Wae?"

"Cepat bangun dan mandi! Hari ini kau harus membersihkan rumah"

"Hah?Kenapa harus aku?"

"Karena kau kan nganggur. Sana! Cepat mandi!" kata ahjussi sambil mendorongku menuju ke kamar mandi.

Dengan terpaksa aku masuk kamar mandi dan segera mandi. Setelah selesai, kulihat ahjussi menungguku di depan kamarku.

"Aku sudah menyiapkan peralatannya dibawah. Kau tinggal menggunakannya saja."

"Ahjussi, kenapa tidak membayar pembantu untuk membersihkan rumah?"

" perlu pembantu untuk membersihkan rumah. Aku tidak suka ada orang asing masuk kerumah!"

"Tapi aku tidak mau menyapu dan mengepel lantai"

"Aku tidak menerima bantahan. Cepat sapu dan pel lantainya!"

"Kenapa bukan ahjussi saja?"

"Aku sibuk. Banyak hal penting yang harus kukerjakan. Selamat bekerja anak manja" kata ahjussi sebelum masuk ke kamarnya

"AHJUSSI MENYEBALKAN!"

"Kalau kau tidak mau melakukannya,aku tidak akan memasak makanan untukmu" kata ahjussi dari dalam kamar.

"Huh,menyebalkan!"

Dengan terpaksa aku mulai menyapu. Andai appa memberiku uang maka aku tidak mungkin mengandalkan ahjussi untuk membelikan makanan untukku. Yah, dari pada aku tidak dapat makan, lebih baik aku melakukannya. Padahal dirumahku sendiri saja aku belum pernah menyapu, apalagi mengepel. Kalau menyapu sie, aku dulu melakukannya sewaktu tugas piket. Tapi kalau mengepel lantai, ini pertama kalinya.

Selesai! Aku telah selesai menyapu lantai. Sekarang tinggal mengepel lantai. Tapi, bagaimana caranya? Masa aku harus bertanya kepada ahjussi? Dia pasti akan mengejekku. Hmm, aku akan melakukan seperti yang bibi pembantu lakukan.

Aku mencoba mengingat apa yang bibi pembantu lakukan. Aku mengambil ember yang telah disiapkan ahjussi lalu mengisinya dengan air dan sabun, memasukan lap pel dan mulai mengepel lantai.

Kurasakan kalau tubuhku sudah mulai lelah. Padahal aku masih belum menyapu dan mengepel lantai atas. Aku duduk di pinggir tangga dengan niat hanya untuk beristirahat sebentar.

"Hei anak manja, kenapa duduk disini?Sudah selesai?" kata ahjussi dari ujung tangga

"Belum, aku hanya istirahat"

Ahjussi turun dan melihat hasil pekerjaanku

"Mwo?Kenapa lantainya jadi basah semua?"

"Namanya juga baru di pel jadi pasti masih basah"

"Tapi ini bukan basah lagi namanya. Tapi banjir"

"Yang penting aku sudah mengepel lantainya. Kalau ahjussi tidak suka kenapa tidak ahjussi saja yang mengepel?"

"Aku sibuk."

"Cih,dasar menyebalkan!"

"Hei,maksudku itu baik. Kalau lantainya sebasah ini, nanti kamu bisa jatuh kepleset"

"Tidak mungkin. Aku tidak secereboh itu"

"Terserah kau tidak tanggung jawab kalau sampai kau jatuh"
"Aku juga tidak butuh tanggung jawab ahjussi"

Setelah berkata seperti itu, ahjussi kembali kekamarnya.

Cih, dasar ahjussi menyebalkan! Sok sibuk! Dia pasti sedang bersantai dikamarnya sedangkan aku harus banjir keringat gara-gara mengepel lantai.
Aku mengambil lap pel dan ember disebelahku dan berniat untuk melanjutkan mengepel lantai. Tiba-tiba...

"Hwaa"

Bruk! Byur!

"WOOKIE!"

"Ugh...appo..."

Aku mengelus pantatku yang mencium lantai. Secara tidak sengaja aku jatuh terpleset dan jatuh. Seluruh air didalam emberpun tumpah.

"Wookiw, gwaenchana?" tanya ahjussi yang tiba-tiba sudah berada disebelahku.

"Sa..kit.."

"Aku sudah memperingatkan, kenapa tidak hati-hati"

"Jangan memarahiku, aku kan sedang kesakitan"

"Gyaa"

Ahjussi mengendongku ala bridal style dan membawaku ke kamar mandi. Ahjussi mengelap tangan dan kakiku dengan handuk basah dan mengelapnya kembali dengan handuk kering. Setelah itu ia mengendongku kembali dan membawaku kekamarku.

Ahjussi...Kenapa jadi baik sekali padaku? Apa karena ia merasa bersalah telah menyuruhku membersihkan rumah sehingga aku jadi seperti ini?

"Bajumu basah,cepat ganti" setelah berkata seperti itu, ahjussi meninggalkanku.

Akupun segera mengganti bajuku. Selesai mengganti baju, seseorang mengetuk pintu kamarku.

Tok tok tok

"Masuk, tidak di kunci." Kataku

"Ini, oleskan di bagian tubuhmu yang sakit" kata ahjussi sambil menyerahkan sebotol salep padaku

"Ahjussi...Gomawo.."

"Ne"

Setelah itu ahjussi meninggalkanku.

Setelah memakai salep, aku keluar untuk mengembalikan salep. Kulihat ternyata ahjussi yang melanjutkan pekerjaanku mengepel lantai. Aku mengurungkan niatku dan kembali masuk kekamar.

Ahjussi..Gomawo.. Gara-gara kecerobohanku selain harus mengurusku, akhirnya ahjussi juga lah yang harus membersihkan rumah...

Malam harinya, aku mengajak ahjussi untuk makan diluar dan kamipun pergi menuju ke salah satu rumah makan.

"Hei anak manja, kau sudah sembuh?"

"Hmm.. Ahjussi tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku. Hanya sedikit memar saja kok"

"Siapa yang mengkhawatirkanmu?Kalau kau sudah sembuh, minggu depan kau lah yang harus membersihkan rumah."

"Huh, ahjussi menyebalkan!"

"Aku kan sibuk"

"Sibuk? Ahjussi kan tidak melakukan apapun, hanya mencoret-coret saja"

"Aku tidak hanya mencoret-coret tapi mendesain. Bulan depan aku harus mengumpulkan 30 desain baju untuk diikut sertakan dalam kompetisi. Kalau terpilih, baju buatanku akan di tampilkan dalam pergelaran di Paris"

"Heh?Jinja?"

"Tentu saja. Setiap tahun aku selalu berpartisipasi dalam acara itu."

"Pakaian seperti apa yang ahjussi buat?"

"Hmm.. Berbeda-beda, tergantung temanya. Tahun kemarin tentang SPECIAL MOMENT sedangkan tahun ini temanya adalah BEAUTY. "

"Ouw..Aku kira ahjussi hanya mencoret-coret yang tidak penting"

"Aku sibuk bekerja tau!"

"Oya, bagaimana dengan kostum waitress toko Cherry? Kapan akan dibuat?"

"Besok akan segera dibuat, tapi sepertinya Zhoumi sudah mulai membuatnya"

"Zhoumi oppa? Rajin sekali.."

"Ya, tadi pagi ia mengabari bahwa malam ini ia akan lembur untuk membuatnya"

"Lembur?Kenapa ahjussi tidak ikut lembur?"

"Aku masih bisa mengerjakannya Senin, untuk apa aku lembur hari ini. Zhoumi akan cuti selama 5 hari mulai dari hari Senin."

"Cuti?Kenapa?"

" Ia ingin mengunjungi orang tuanya."

"Hmm.. Berarti minggu depan tidak ada Zhoumi oppa dong?"

"Ne, waeyo?"

"Aku lebih senang makan siang dengan Zhoumi oppa dari pada dengan ahjussi"

"Kau kira aku senang menunggumu makan?Kau makan dengan sangat lambat"

"Aku menikmati makanan, tidak seperti ahjussi yang makan dengan sangat cepat seperti orang kelaparan"

"Mwo?Bagiku waktu itu sangat berharga. Masih banyak yang harus kukerjakan selain menghabiskan waktu untuk makan."

"Sok sibuk!"

"Kau itu kan anak manja, tidak tahu betapa susahnya mencari uang"

"Tapi aku kan sekarang juga sudah mulai bekerja"

"Baiklah, hari Senin kau harus ikut aku bekerja membuat seragam waitress. Kau akan rasakan susahnya bekerja"

"Baik, aku tidak takut"

Akan aku buktikan kalau aku bukan anak manja dan bisa bekerja!

TBC~~

Mian chaper kali ini pendek~~.

Review please^^