Starring : Yachi and OC

Warning : Kuroo is a dork. Fight me if you think he isn't :3

~o~o~

About Tetsu

Selfie

~o~o~

Semua alat gambar sudah rapi, Hitoka menghempaskan badannya ke kasur, terlentang pasrah. Tangannya meraba-raba sekitar bantal, mencari keberadaan ponsel yang ia letakkan di situ. Anak itu berguling tengkurap, mengangkat kepalanya malas untuk mencari lagi ponselnya dibantu dengan penglihatan. Tidak ada.

Duduk bersila di atas kasur, Hitoka mulai meneliti seisi kamar. Ponsel ia temukan di kasur seberang, dalam genggaman tangan Ami—teman sekamarnya. Ami tampak serius berpikir dengan mata terfokus pada layar dengan lockscreen foto Hitoka bersama dua adik Tetsurou.

Hitoka menguap. "Kau sedang apa, Ami?"

"Ini, aku sedang menebak-nebak password untuk membuka ponselm—UWA! KAU SUDAH SELESAI NUGAS?!" Ami terkejut. Ponsel Hitoka lepas dari tangannya, jatuh dengan membalan kecil di atas kasurnya.

Hitoka meninggalkan kasurnya, lalu duduk bergabung di atas kasur Ami. Dia tekan tombol kunci, lalu ia usap layar ke atas menggunakan jempolnya. Ponsel langsung terbuka.

"Aku gak pake password, kok."

Ami ingin lompat dari jendela, rasanya.

"Mau apa memang?"

"Aku penasaran tentangmu dan Mr. Kuroo." Ami menggaruk kepalanya. "Boleh?"

"Penasaran tentang kami atau tentang Kak Tetsurou saja?" Hitoka menyeringai usil. Gadis itu tertawa saat Ami salah tingkah.

"Jangan mau tertipu dengan penampilan formalnya. Dia itu aneh. Usil. Suka malu-maluin."

Ami mengernyit. "Masa sih? Tapi pas di seminar tempo hari kelihatan berwibawa banget! Berkharisma! Keren pokoknya!"

"Bisa tanya Kak Tooru kalau tidak percaya. Kak Tetsurou ini anehnya jangan ditanya!" Hitoka membuka galeri ponselnya, lalu mengisyaratkan agar Ami mendekat. "Kumplitnya di laptop sih. Tapi yang paling berkesan masih kusimpan di sini. Lihat sendiri, deh!"

Ami menatap layar tanpa berkedip. Di sana, ia bisa melihat potret dengan background bangunan eropa yang tertata indah. Objek foto sedang menatap kamera dengan mata menyipit disertai cengiran lebar. Kaos polos dan celana boxer membungkus tubuhnya, ditambah kain hijau tua yang diikatkan di leher sebagai pengganti jubah. Satu tangannya memegang sapu.

Hogwarts zaman now—begitulah bunyi kalimat yang tertera di bagian kiri bawah foto.

Ami tertawa lepas. Baik karena ironi maupun kekonyolan foto itu sendiri. Kalau ada yang menyebarkan foto ini, Ami optimis tidak akan ada yang mengira jika konsultan bisnis muda dan terkenal di luar negeri itu dengan objek foto adalah orang yang sama. Karena Ami pun begitu.

"Kak Tetsurou mengirimnya di hari ke-3 dia di Inggris." Hitoka mengusap layar ke samping, mengganti foto yang ditampilkan. "Yang ini di bulan kedua, kalau tidak salah."

Kali ini, Tetsurou berada di sebuah restoran bergaya entah Jepang atau China. Ekspresi wajahnya komikal—bibir dimanyunkan agar mie putih bagai kumis tidak jatuh dari sana. Kedua tangannya menahan mangkok kecil di kepala agar tampak seperti telinga. Dia meniru tokoh Master Shifu dari serial Kungfu Panda.

Inner Peace!

Ami mendengus geli. "Lanjut!"

Foto yang selanjutnya ditampilkan, ekspresi Tetsurou terlihat panik. Ia tampak kesulitan menahan pegangan di tembok tinggi.

Help me!

"Ini editan?" tanya Ami.

"Bukan." Hitoka mengibaskan tangannya. "Itu Kak Tetsurou tengkurap di Jembatan Westminster. Waktu pertama kali ke sana, foto itu yang dia kirimkan padaku."

"Serius? Kocak lah!" Ami tertawa. "Lanjut, lanjut!"

Ayo nyalakan kembang api!

Melihat foto selanjutnya, Ami melotot horor. Tetsurou sedang memegang benda berbentuk tabung berwarna merah dengan sumbu panjang. "Itu bom?!"

Hitoka mengekeh. "Bukan. Itu lilin."

Ami bergubrak ria. "Ini pas tahun baru?" tebaknya.

Hitoka mengangguk. Ia mengganti lagi foto.

Tetsurou memeluk laptop hitam dengan tangan kirinya, lalu mengacungkan es krim berwarna kekuningan dengan tangan kanan. Di belakangnya, Gedung Fakultas Matematika Cambridge berdiri megah.

Liberty Cambridge Version.

"Apaan banget dah!" Ami tertawa terpingkal-pingkal.

"Apa kataku!" Hitoka terkikik.

Ami mengusap layar ponsel Hitoka, mengganti lagi foto yang ditampilkan. Tetsurou sedang berada di supermarket. Dia menggenggam lobak seperti sebuah pedang.

Demi Galaksi!

"Itu maksudnya lightsaber?"

"Iya."

"Bffft. Gak malu apa dia?"

"Bukan Tetsurou Kuroo kalau tidak malu-maluin, kata Kak Tooru tuh."

Foto selanjutnya menampilkan seorang satpam yang tampak berlari. Badan Tetsurou cuma tampak sebagian dan yang jelas terlihat adalah dia membawa bungkusan cukup besar berisi banyak boneka.

RUN FOR LIFE!

"Dia gak maling, kan?" Ami bertanya ragu.

Hitoka tertawa hambar. "Itu dari arkade. Semua boneka dia dapat dari claw machine. Sudah tiga tempat melarang dia main, kalau tidak salah?"

"Sesuatu banget ya, Mr. Kuroo." Ami kehabisan kata-kata.

Hitoka tertawa. "Ini belum semua. Dibandingkan chat, dia lebih sering mengirimiku selfie dan foto-foto seperti ini sebagai caranya memberi kabar."

"Lagi, lagi!"

Mereka menghabiskan malam itu mengorek galeri Hitoka disertai kronologis cerita di balik fotonya.