My Lover is Mermaid!

Author: Lynhart Lanscard

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance/Humor

Pairing: NaruHina

Chapter 10 : This is a Vacation Right?

Setelah perjalanan yang melelahkan selama 2 jam yang membuat bokong pegal dan rasa bosan yang sangat hebat, akhirnya mereka berhasil sampai ke tujuan liburan mereka, Pantai Suna. Setelah mengepak dan menurunkan barang mereka langsung hangat disambut oleh pemilik penginapan Kazemaru Sabaku dan istrinya, Karura Sabaku.

"Lama tak berjumpa Minato, Kushina," sapa Kazemaru ramah.

"Haha, iya sudah berapa tahun ya Senpai?" balas Minato.

"Wah Karura-Senpai makin cantik saja! Bagaimana kabarnya?" Kushina juga ikut menyapa.

"Kau bisa saja Kushina-chan, bagaimana kalau kita mengobrol dulu setelah sekian lama? Biar nanti Gaara yang mengurus semuanya. Gaara!" panggil Karura pada anak bungsunya Sabaku Gaara.

"Ya Kaa-san! Ada apa?" jawab Gaara agak berteriak.

"Bisakah kau menunjukkan kamar pada tamu-tamu kita? Kaa-san dan Tou-san agak sibuk sekarang!"

"Hah? Kan ada Aniki dan Nee-san, kenapa tidak suruh mereka saja? Aku sedang sibuk!"

"Kalau kau tidak mau membantu akan kubuang game kesayanganmu itu, sayang," ancam Karura dengan nada yang tak biasa.

"Ba...baik Kaa-san! Aku akan segera kesana!" jawab Gaara yang terburu-buru meninggalkan gamenya.

Akhirnya dengan terpaksa Gaara membantu Naruto dan kawan-kawan membawakan barang bawaan mereka dan menunjukkan kamar mereka masing-masing, sementara Minato, Kushina, Karura, dan Kazemaru asyik membicarakan masa lalu mereka saat masa kuliah dulu.

"Kau ternyata masih takut saja pada ibumu Gaara," goda Naruto.

"Seperti kau tidak saja Naruto," kata Sasuke tenang.

"Diam kau Teme!"

"Huh! Ternyata kau juga sama! Ngomong-ngomong kalian ngapain kesini? Bukannya orang-orang kota seperti kalian senangnya menikmati liburan sambil jalan-jalan ke Mall?" tanya Gaara yang sudah berbaik hati mengantarkan mereka ke kamar masing-masing.

"Enak saja! Kami juga butuh refreshing tahu! Oh iya bagaimana kalau kau ikut ke pantai?" tawar Naruto.

"Aah tidak... aku sedang malas, lebih baik cepat pergi sana nanti pantainya sudah penuh dengan orang. Aku hanya ingin menyelesaikan gameku saja," tolak Gaara.

"Huh, yasudah kalau begitu tapi jangan menyesal ya?"

"Aku takkan menyesal dan menarik kata-kataku," Gaara mengakhiri percakapan mereka sambil berlalu pergi menuju kamarnya.

Setelah semuanya berganti dengan pakaian renang dan bersiap-siap, maka sekarang saatnya menuju ke pantai. Dengan tak sabar mereka semua berlari dengan penuh semangat menuju pantai, sudah pasti yang di depan Hinata, setelah itu Naruto, Sakura, Sasuke, Ino dan Sai.

"Waa laut! Laut Naruto-kun! Sudah lama kau tidak melihat laut, aku jadi rindu dengan rumah" teriak Hinata kesenangan.

"Ano, apa rumahmu dulu di dekat laut Hinata?" tanya Sakura penasaran.

"Rumahku..." sebelum Hinata menyelesaikan kalimatnya Naruto buru-buru menutup mulutnya.

"Rumahnya di pantai kok Sakura-chan! Benarkan Hinata?" ucap Naruto sambil mengedipkan matanya pada Hinata.

"Matamu kenapa Naruto-kun? Kemasukan pasir ya?" tanya Hinata polos.

"Dia ini benar-benar bodoh!" batin Naruto kesal.

~ My Lover is Mermaid!~

Panatai memang menjadi tempat yang indah untuk menikmati liburan musim panas, terlihat mereka semua menikmatinya. Sasuke dan Sakura berjalan di pinggir pantai sambil mencari kerang, baik itu untuk hiasan maupun dikumpulkan untuk dimakan. Sai nampak tenang menikmati waktunya melukis sambil ditemani Ino yang terus berceloteh tanpa berhenti, sesekali Sai menanggapinya takut mood Ino rusak yang nantinya mengakibatkan kegagalannya membuat lukisan.

Sementara di dekat kedua pasangan itu, terlihat Naruto tengah berbaring di pasir, sementara Hinata menutupi semua tubuhnya dengan pasir. Setelah pasir di tubug Naruto cukup banyak Hinata mulai membuatn ya menjadi kastil.

"Hinata, bisa tidak kau membuat kastilmu itu di tempat lain? Aku sedang menikmati waktuku berjemur," ucap Naruto sopan.

"Hee, bukannya lebih menarik kalau seperti ini. Nanti kalau airnya sudah pasang, kastilnya akan terendam air seperti yang ada di buku dongeng Naruto-kun," Hinata mencoba mewujudkan imajinasinya yang cukup berbahaya.

"Kalau itu terjadi aku akan mati bodoh!"

"Hehe, aku kan cuma bercanda Naruto-kun," Hinata tertawa.

"Aku yakin kau pasti tadi serius ingin menjadikanku pondasi kastilmu itu," ujar Naruto tak percaya.

Sedang asyiknya bercakap-cakap tiba-tiba Gaara datang berlari menghampiri Naruto dan tak sengaja menginjak dan menghancurkan istana Hinata.

"Kyaa! Istana pasirku yang indah!" teriak Hinata melihat istananya yang hancur berantakan.

"Naruto! Sembunyikan aku cepat!" Gaara nampak terengah-engah berbicara, sepertinya dia habis berlari menghindari sesuatu.

"He? Katanya kau tak mau ke pantai apapun yang terjadi? Lalu kenapa aku harus menyembunyikanmu?"

"Sudahlah itu tak penting! Yang penting sekarang cepat sembunyikan aku, kalau tidak nanti nyawaku melayang!" ucap Gaara serius.

"Memang siapa yang mengejarmu?" tanya Sakura yang ikut penasaran.

"Sudah itu tak penting! Sekarang cepat sembunyikan aku!"

Naruto yang ikut panik melihat wajah Gaara yang seperti itu langsung mencari-cari tempat bersembunyi untuk temannya itu, namun karena panik dia jadi tak bisa berpikir apa-apa.

"Ayolah Naruto! Cepatlah berpikir! Waktuku tak banyaka lagi!" desak Gaara.

"Kalau kau bicara seperti itu aku jadi malah tak bisa berpikir tahu!"

"Ck! Apa kalian semua tak punya ide? Ayolah kumohon bantu aku!"

"Maaf aku tak tertarik dengan masalahmu," ucap Sasuke dingin.

"Aduh kalau ditanya seperti itu aku malah jadi bingung," Sakura juga nampak bingung.

"Lebih baik kau hadapi saja orang itu dengan senyumanmu, pasti dia memaafkanmu," saran Sai.

"Ide yang bagus Sai-kun!" sahut Ino.

"Kalau itu kulakukan hal yang lebih buruk akan terjadi tahu! Sudahlah aku bersembunyi di balik karang itu saja, tapi ingat apapun yang terjadi kalian jangan bilang kepada siapapun!" Gaara langsung berlari menuju batuan karang-karang besar yang terletak agak jauh dari tempat Naruto dan kawan-kawan.

Tak lama setelah Gaara bersembunyi datang seorang gadis berambut coklat pendek yang menghampiri mereka dengan nafas yang terengah-engah, nampaknya dia habis berlari habis-habisan

"Ano, apa kalian melihat seorang anak lelaki berambut merah yang berlari ke arah sini?" tanya gadis itu.

"Maksudmu Gaara?" Ino keceplosan menyebut nama Gaara.

"Iya! Kok kalian tahu Gaara? Ayo cepat katan dimana dia? Aku punya janji penting dengannya!" celoteh gadis itu.

"Berisik! Kalau kau mencarinya, dia sedang bersembunyi di balik batuan itu. Lebih baik kau kesana daripada menggangguku!" kata Sasuke yang kesal mendengar celotehan gadis itu.

Tanpa diberitahu dua kali sang gadis langsung berlari dengan kecepatan layaknya seekor cheetah yang sedang mengejar mangsanya menuju ke arah Gaara bersembunyi.

"Gaara-kun! Akhirnya kau menemukanmu!" ucap gadis itu riang.

"Ma...Matsuri! Kenapa kau bisa tahu aku ada di sini? Siapa yang memberitahumu!"

"Salah satu temanmu di sana," ujar Matsuri sambil menunjuk ke arah Naruto dan teman-teman.

Gaara langsung berlari ke arah mereka dan berkata, "Siapa orang brengsek di antara kalian yang memberitahu tempat persembunyianku!"

"Aku orang brengsek yang kau maksud, habisnya gadismu itu terlau berisik dang menggangguku. Lalu, kau mau apa?" tantang Sasuke.

"Akan kubuat perhitungan denganmu chicken head !"

"Kau yang kuhajar duluan rambut aneh!"

Dan pancaran aura yang membara terlihat diantara mereka disertai dengan efek petir yang menyambar-nyambar dan kilatan listrik di antara kedua mata mereka. Sepertinya mereka akan bertarung. Namun sebelum mereka memulainya, Matsuri sudah menarik lengan Gaara dengan kekuatan yang luar biasa dan membawanya pergi.

"Tu...tunggu Matsuri! Lepaskan aku! Aku ingin membuat perhitungan dengannya!"

"Tidak bisa Gaara-kun, bukannya kau sudah berjanji akan mengajakku kencan jika aku berhasil mengalahkanmu saat main game."

"Hah? Iya ta...tapi maksudku bu...bukan sekarang..."

"Janji adalah janji! Kita akan pergi sekarang!" potong Matsuri tanpa menghirukan ocehan Gaara yang memohon untuk melepaskannya.

"Wah manisnya! Aku ingin seperti pasangan itu!" kata Ino dan Sakura kompak.

"Manis dimananya!" batin Sasuke dan Sai yang tak kalah kompak.

Sementara Hinata masih terpuruk meratapi kastil pasirnya yang hancur berantakan akibat ulah Gaara tadi, Naruto yang tak tega melihatnya langsung menghiburnya.

"Sudahlah Hinata, itu kan hanya istana pasir biasa. Kau bisa membuatnya lagi kan?"

"Ta...tapi ini kan hasil terbaikku Naruto-kun," isak Hinata. "Aku takkan bisa membuat yang sebagus ini lagi."

"Sudahlah jangan menangis lagi, aku akan membantu membuatnya."

"Hontou! Arigatou Naruto-kun!" Hinata kini berwajah cerah. "Ah aku lupa, apa kau ingat hadiah yang kita menangkan saat kontes bakat beberapa hari yang lalu?"

"Iya, figure Shinobi Shippuden limited edition kan?"

"Aku membawanya dan menaruhnya ke dalam istana pasir yang kubuat tadi, tapi tadi istananya sudah diinjak mungkin figurenya juga sudah hancur Naruto-kun," ujar Hinata tanpa wajah berdosa sama sekali.

"TIDAK! Kembali kesini kau Gaara! Akan kubuat kau mengganti figureku yang sudah kau rusak!" teriak Naruto yang kini mengejar pasangan Gaara dan Matsuri yang sudah "asyik" dengan kencan mereka.

~ My Lover is Mermaid!~

Setelah bermain di pantai cukup lama Naruto dan kawan-kawan kembali ke penginapan untuk menghilangkan rasa lelah mereka sehabis bermain tadi, walaupun kelelahan nampaknya masih ada sisa semangat mereka untuk menjalani liburan yang menyenangkan ini. Para wanita berendam di onsen duluan, sedangkan para lelaki kini berada di ruang hiburan.

"Wah ada meja ping-pong! Ayo kita bermain Sasuke, Sai!" tantang Naruto bersemangat.

"Hah tidak aku sedang malas, lagipula itu bukan permainan yang bisa dilakukan 3 orang," tukasnya datar.

"Aku akan menjadi orang keempat!" tiba-tiba Gaara muncul dengan pandangan menuju ke arah Sasuke, matanya mengatakan "Aku menantangmu!".

"Oh, si bocah berambut aneh yang suka membuat janji kosong pada perempuan ingin menantangku hah?" ucap Sasuke angkuh. "Oke, aku terima tantanganmu! Aku dan Naruto akan menjadi tim, sementara kau berpasangan dengan Sai, bagaimana?"

"Aku setuju!"

"Hei tunggu dulu, aku punya peraturan yang membuat game kali ini tambah menarik," Sai tersenyum misterius.

"Katakan."

"Begini, bagaimana kalau kita selingi game kali ini dengan kuis? Si pemain hanya boleh memukul jika sudah menjawab pertanyaan yang disepakati di awal game. Contohnya nama-nama tokoh sejarah Jepang dan lain-lain, set akan berakhir jika salah satu pemain tidak bisa menjawab pertanyaan yang disepakati. Dan pemain yang berhasil menjawab sebelum pemain yang gagal berhak untuk mengajukan pertanyaannya di set berikutnya. Permainan berakhir apabila ada pemain yang sudah menyatakan dirinya tak sanggup dan pemenangnya yang mendapatkan poin terbanyak, bagaimana apa kalian setuju?" Sai menjelaskan aturan permainan game kali ini.

"SETUJU!" teriak Sasuke dan Gaara bersemangat sementara Naruto hanya bisa melongo tak mengerti sedikitpun penjelasan dari Sai.

"Kutambahkan sekali lagi, permainan ini tak mengenal tim. Jadi baik siapapun yang mendapat poin, itu hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk tim. Dan pemenangnya berhak menyuruh yang kalah untuk melakukan sesuai keinginannya," terang Sai sekali lagi

"Ano, bisa kau ulangi sekali lagi penjelasanmu tadi?" tanyanya dengan tampang tak berdosa.

~ My Lover is Mermaid!~

Permainan pun berjalan, kesempatan pertama di berikan kepada Sai selaku penggagas ide permainan kali ini.

"Yosh! Ayo kita mulai! Pertama, nama-nama para pemimpin dunia! Presiden Amerika, Barrack Obama!" Sai memukul ke arah Sasuke.

"Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma!" Sasuke membalas pukulan yang diterimanya ke arah Gaara.

"Boleh juga kau Uchiha, tapi seranganmu tak berguna! Presiden Austria, Heinz Fischer!" Gaara mensmash ke arah Naruto yang masih bengong.

PLOK! Bola mendarat ke arah muka Naruto yang masih bengong.

"Hei kalian! Apa soalnya tidak terlalu sulit!" protesnya.

"Hee, ini kan pengetahuan umum Naruto. Masa begitu saja kau tidak tahu? Kau ini anak SMA bukan sih?" balas Sai sambil tersenyum. "Kedudukannya 1 poin untuk semua kecuali Naruto, berikutnya giliran Gaara-kun yang memberikan pertanyaan."

"Hehe, tamat riwayatmu Uchiha! Nama-nama rasi bintang! Andromeda!" pukulan Gaara melayang dengan cepat ke arah Sasuke.

"Orion!" balas Sasuke ke arah Sai.

"Phoenix! Ayo Naruto jawab pertanyaannya!" seru Sai menyemangati.

"A...Aquarius!" ucapnya terbata-bata.

"Cancer!" Gaara membalas pukulan Naruto dengan kecepatan yang sulit dipercaya.

"Pegasus," ucap Sasuke datar.

"Lyra!"

"Le...Leo!"

"Hydra!"

"Aries!"

PLUK! Kali ini Sai yang tak bisa menjawab pertanyaannya, dengan tersenyum dia berkata,"Hah, kali ini aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Jadi sekarang semua bertambah satu poin minus aku, sekarang yang memimpin adalah Sasuke dan Gaara dengan 2 poin, dibawahnya ada aku dan Naruto yang sama-sama memegang 1 poin. Yosh, berikutnya Sasuke."

"Akan kuberi pertanyaan yang kau tidak akan bisa menjawabnya Gaara, nama-nama tempat wisata di Konoha! Museum Sejarah Konoha" ucap Sasuke lantang sambil menservis ke arah Sai.

"Galeri Seni Konoha!" balas Sai tak mau kalah.

"Ichiraku Ramen!" Naruto dengan lantang menjawab pertanyaan yang diajukan.

Pluk! Bola kini tak bergerak di tempat Gaara, dia sudah kehabisan akal untuk menjawab pertanyaanya karena dia sendiri belum pernah ke Konoha

"Sungguh memalukan kalah dari Naruto, Gaara," ejek Sasuke.

"DIAM KAU! Dasar curang! Licik! Aku kan tidak pernah ke Konoha!" umpat Gaara kesal.

"Licik darimana? Aku hanya memberi pertanyaan yang wajar, salahmu sendiri tidak mengetahui jawaban pertanyaan tersebut," Sasuke kini memimpin 3 poin dari teman-temannya.

"Hehe, sekarang giliranku! Akan kubuat set ini jadi milikku!" seru Naruto bersemangat. "Berikutnya, sebutkan nama-nama tokoh novel Icha-Icha Tactics yang dibuat kakekku! Rokuro!" jawab Naruto lantang sambil menservis ke arah Sai, namun Sai hanya diam tak bisa memukul karena tak tahu jawabannya.

"Hoi baka! Pertanyaaan macam apa itu? Mana kami tahu novel mesum yang dibuat kakekmu itu?" sembur Sasuke.

"Tidak Sasuke, ini pertanyaan yang wajar dan adil. Lanjutkan Naruto!" seru Sai.

"Hehe, pertanyaan ini juga takkan bisa kalian jawab! Sebutkan nama gadis yang kalian sukai! Hinata!" teriak Naruto nyaring, namun bola yang dipukul tidak dibalas oleh Sai dan suasana menjadi hening.

"Aku menyerah," ucap Sai.

"Aku juga," Gaara mengikuti.

"Aku tak tahu jawabannya," Sasuke juga menyerah.

"Hehe, kalau begitu aku pemenangnya!" seru Naruto gembira.

"Tak kusangka kau mengakui kau menyukainya Naruto, padahal kupikir kau orang yang akan menyembunyikan perasaanmu walau sudah terlihat jelas di wajahmu kau menyukainya," tukas Sai.

"Itulah Naruto," timpal Gaara

"Berisik! Jangan bilang pada yang lain atau aku akan menghajar kalian!"

"Tak kupercaya aku kalah dari si bodoh ini! Sialan!" maki Sasuke kesal.

"Nah jadi apa perintahmu Naruto?" tanya Sai.

"Tentu saja...mengintip pemandian perempuan!" ucap Naruto lantang.

"HAH?" mereka bertiga kaget dengan suksesnya.

~ My Lover is Mermaid!~

"Oi kau benar-benar mau melakukan ini Naruto? Gadis-gadis itu akan membunuh kita!" kata Sai.

"Tenang saja Sai, aku tidak akan ketahuan. Nah sekarang apa kalian mau ikut atau tidak?"

"Sudahlah aku tidak ikutan!" tolak Sai.

"Aku juga," sahut Sasuke.

"Begitu juga aku," timpal Gaara.

"Yah kalau begitu apa gunanya kita main game tadi! Baik! Kalau kalian tidak mau ikut tapi jangan salahkan aku kalau kalian tidak bisa melihat sesuatu yang menarik ya!"

"Ba...baiklah aku ikut, tapi aku hanya memastikan kau tidak mengintip Ino-san. A...aku hanya ingin menjaganya!" ujar Sai

"Aku ikut hanya untuk mandi saja, bukan untuk mengintip Sakura!" Sasuke berkata sambil berblushing.

"Aku tidak ingin mengintip Matsuri! Hanya untuk membersihkan onsen kok!" Gaara juga ikut-ikutan.

"Dasar kalian ini munafik! Terserah kalian sajalah," jawab Naruto sambil lalu.

Akhirnya mereka berempat sampai ke pemandian, setelah menyiapkan semua peralatannya Naruto memulai aksinya dengan cepat. Dengan pelan tapi pasti dia melubangi dinding pembatas pemandian antara laki-laki dan perempuan.

"Ok persiapan sudah siap! Waktunya mengintip! Wah luar biasa!" seru Naruto bersemangat.

"Minggir sebentar aku mau lihat!" Sasuke mendorong Naruto menjauh.

"Tidak aku dulu!" Gaara juga tak mau kalah.

"Hoi kalian hentikan! Nanti dindingnya jebol!" Naruto mencoba memberi peringatan, namun sayang dinding pemabatasnya keburu jebol dan terlihatlah pemandangan yang indah. Ternyata yang menempati bagian perempuan sekarang adalah para lansia alias nenek berumur 50 tahunan.

"Kyaa! Hentai!" teriak salah seorang nenek sambil melempar ember.

"Bocah mesum!" teriak yang lain.

"Tu...tunggu dulu! Ini salah paham! Kami tidak bermaksud mengintip kok!" ucap Naruto sambil menghindari lemparan ember, namun sayang satu ember sudah mendarat tepat di wajahnya.

"Hoi! Ayo kabur cepat!" kata Sasuke panik.

Akhirnya mereka semua berhasil menghindari lemparan maut para nenek yang marah-marah tersebut. Setelah kelelahan berlari akhirnya mereka berhenti untuk mengambil nafas.

"Huh! Sialan! Nenek itu melemparku dengan ember!"

"Kau masih lebih baik! Bagaimana jika mereka melapor pada ayahku nanti? Aku bisa digantung!" Gaara bingung meratapi nasibnya nanti.

"Ini semua karena ide gilamu itu Naruto!" Sasuke langsung menyalahkan Naruto.

"Tapi kalian menyetujui untuk mengintip para cewek juga kan!" Naruto tak mau disalahkan begitu saja.

Tiba-tiba terasa aura hitam yang menyeramkan dari arah belakang mereka, Sakura, Ino, Hinata, dan Matsuri sudah bersiap-siap untuk menghajar mereka.

"Ooh kukira ada ribut-ribut apa, ternyata Hentai-san sedang berusaha mengintip para nenek yang sedang mandi ya? Memalukan Gaara-kun," ucap Matsuri dengan nada dingin.

"A...ano Matsuri...itu salah paham..."

"Kau benar Matsuri-chan, sangat rendah sekali. Kau ikutan Sai-kun?" Ino kini bertanya pada Sai dengan tatapan dingin.

"Te...tentu saja tidak Ino-san! Ini semua ulah Naruto yang ingin mengintip, benar kan Sasuke?"

"Be...benar!"

"Teme! Kurang ajar kalian! Melimpahkan kesalahan padaku! Padahal kalian semua bersemangat mengintip para gadis!"

"Jadi ternyata kalian ingin mengintip kami ya? Bersiaplah untuk hukuman kalian!" Sakura menatap mereka semua tanpa belas kasihan.

"Naruto-kun no echi!" Hinata bahkan ikutan mengatai Naruto.

"Hi...Hinata ini salah paham!"

"Nah semuanya terimalah hukuman kalian!" teriak para gadis.

"TIDAK!" dan saat itu juga benar-benar menjadi pengalaman mengerikan bagi para cowok, apakah ini layak disebut liburan?

Chapter 10 EnD

Hah, gomen saya baru bisa update sekarang, trus kemarin sayah salah upload dokumen lagi (T_T) jadi yang keposting malah chap 9. Dasar dodol! Terimakasih para reader setia yang sudah menunggu fanfic ini #kayak ada yang nunggu aja :P Balas review aja deh.

PinkBuble : Ok deh lain kali akan saya buat Sakura ma Ino ga galak-galak amat.

KarinHyuuga : Mungkin di chapter terakhir baru ketauan