Gangsta ©Indiah Rahmawati

T+ (M) | All Member BangtanBoys | All Bangtan Couple

Its Just a Fanfiction by. Me

Sehun sampai di American Hospital of Paris Jungkook dan juga Taehyung langsung diberi perawatan, terutama Taehyung, ia mendapat banyak luka ditubuhnya. Sehun hanya bisa menunggu dan berharap mereka semua baik-baik saja digudang itu, dan Chanyeol sadar akan perbuatannya. Tak lama Dokter mendatangi Sehun "pria dengan luka kepala tak mengalami banyak luka, hanya terngoraknya retak, tapi ia akan baik-baik saja. Satu lagi punya banyak luka, kami terkejut ia punya tingkat pemulihan yang hebat, tak ada satu pun yang retak ditulangnya"

Sehun cukup terkejut Taehyung baik-baik saja dari semua pukulan itu "mereka akan baik kan, dok?"

"pasti..." Dokter mengangguk itu membuat Sehun bernafas lega. Sang dokter pergi, dan mengizinkan Sehun melihat keduanya, tapi ia memilih tinggal disana dan menunggu yang lain. Tak lama ia melihat sebuah mobil ambulans datang kelihatannya ia membawa pasien baru. Sehun dengan sekilat obrolan panic mereka

"kedua kakinya tertembak! Dan ia mengalami pendarahan yang cukup banyak!"

"cepat siapkan ruang oprasi dan siapkan banyak kantong darah!"

"baik!"

Sehun menatap mereka membawa pasien, ia tak melihat wajahnya kerena para suster menghalangi pandangannya, Sehun tak peduli, ia mencoba menghubungi Suho.

SKIP

Dokter pribadi Jin berhasil mengeluarkan kedua peluru dari punggung Jin, Namjoon menyaksikan dalam diam saat Dokter itu menyelesaikan pekerjaannya didalam mobil yang sedang melaju menuju rumah sakit. Dokter itu memberi perban pada tubuh Jin, dan membaringkannya dengan benar. "dia baik-baik saja, peluru itu tak sampai jantungnya" jelasnya

Namjoon mengangguk "Terima kasih" Namjoon membungkuk.

"Ini sudah tugasku merawat tuan muda" jelasnya kembali. Ia menatap Jin tertidur dengan pulas, lalu menatap Namjoon "kau juga bekerja dengan keras, tuan Namjoon"

Namjoon terkejut, dan menatap pria yang sudah menjadi dokter Jin sejak Jin kecil "yang ku lakukan bukan hal besar, melindungi Jinseok sudah cukup untukku. Tapi meliatnya selalu seperti ini beberapa hari ini, aku tak bisa memaafkan diriku sendiri" Namjoon menatap Jin

"jangan khawatir tuan muda orang yang kuat, banyak hal yang sudah menimpanya. Melihat dari semua luka dipunggungnya kau pasti mengertikan?" Namjoon terdiam mendengarnya, Jin adalah anak sah, tapi ia diperlakukan seperti anak haram. Namjoon sangat megingatnya, saat Jin hanya bisa terduduk diam menerima semua pukulan itu, bahkan saat Namjoon datang ia masih bisa tersenyum cerah dan mengatakan tak apa-apa. Namjoon menggetarkan giginya, menjauhkan Jin dari pria 'Brengsek' itu adalah tugasnya sejak awal, ia tak mau Jin menderita lagi. "Tapi kelihatannya Tuan sudah mengetahuinya"

Namjoon menatapnya "apa?"

"Dari kejadian Konkuk, Banyak tersebar gossip, bahkan sampai kemeja parlemen. Ruangan itu menjadi sangat ribut karenanya, isu tentang kalian mulai dipertanyakan. Lebih baik jangan terima urusan polisi lagi, meski itu untuk teman kalian" jelas sang doctor, itu membuat Namjoon terdiam. Setelah semuanya, akan berbahaya megikuti alur kepolisisan, ia tau harus mengawasi seseorang tapi mendekati orang itu sama saja menyerahkan Jin begitu saja. Namjoon hanya bisa mengangguk mengerti. Tiba-tiba telfon Namjoon berdering

"ya?" Namjoon mengangkatnya "apa?!"

.

.

On American Hospital of Paris

Jungkook perlahan membuka matanya, ia ada diruang rawat. Jungkook merasakan perban melilit kepalanya, ia hanya bisa bernafas lega. Sekarang ia harus mencari ruang rawat Taehyung, Jungkook tak menemukan ponselnya dimana pun

Kkkssss

Suara aneh muncul dikeheningan, seperti suara pisau yang digores didinding. Jungkook terdiam, suara itu semakin mendekat kerahnya. Jungkook dengan cepat bersempunyi dibalik pintu, sebuah bayangan hitam melewati kamarnyadari balik jendela, jantung Jungkook bertedah kencang. Bayangan itu menggores jendela dengan sesuatu yang tajam, perasaan Jungkook mulai memburuk. Bayangan itu lewat begitu saja, Jungkook sedikit bernafas lega, tapi itu semakin memburuk ketika tak terdengar langkah kaki kembali

BRAK!

Jungkook terlempar, Pintu terbuka, dan seseorang berdiri disana dengan sebuah pisau. Jungkook terkejut, Chanyeol disana dengan pisau penuh darah, dan kaki perban yang sudah merah. Ia benar-benar tak karuan, seperti orang gila "ketemu juga..."

"Yak! Apa kau sudah gila!" teriak Jungkook

"kau yang memulai semua ini" Chanyeol berlari kearahnya, dengan cepat Jungkook mengelak dan membalik kasur rawatnya. Chanyeol melompat kearah kasur, tapi dengan cepat Jungkook melewatinya dan mendorong kasur tersebut sehingga Chanyeol tertimpa olehnya. Jungkook berhasil melewati pintu dan segera menutupnya, "..!" Jungkook terkejut setengah mati melihat lorong rumah sakit, para dokter dan suster terbaring bersimbah darah dilantai, bahkan bekas telapak kaki Chanyeol masih membekas dilantai

"AAARGH!"

Jungkook terkejut, ia dengan cepat berlari menuju tempat lain. Ia terus berlari sampai dilobi rumah sakit, suasana benar-benar sepi dan ini sudah menjelang malam. Jungkook tertidur cukup lama, sampai keadaan semakin memburuk. "Jungkook-ah..." Jungkook menengok kebelakang Sehun, Ia menyeret kakinya mendekati Jungkook "la... ri..."

"A-apa?! Aku tak mungkin_"

"pergi!" Sehun membeku, sebuah pisau menembus dadanya, Jungkook terkejut. Tubuh Sehun terjatuh saat pisau itu dilepas dari dadanya. Chanyeol disana, ia sudah benar-benar jadi Psychophat gila sekarang.

Jungkook menarik nafas panjang "Jadi... kau berfikir aku akan takut?" tanya Jungkook. Ia meraih sepatunya dan menarik pisau lipat yang ia simpan disana "kau benar-benar butuh banyak obat" Jungkook mengeluarkan pisaunya

"ehehe... kau mulai berani. Kau yakin akan membunuhku? Disini banyak cctv" kata Chanyeol. Kakinya sudah membusuk tapi ia memaksakan diri untuk tetap berjalan saat ini

Jungkook tersenyum "teriakan Sehun bukan untukku. Tapi untukmu..." Pandangan Jungkook menajam. Chanyeol tampak kesal, ia berlari kearah Jungkook, mengayunkan pisaunya kesembarang arah. Jungkook menghindar mengarahkan pisaunya tepat mengenai lengan kanan Chanyeol. Dengan cepat Chanyeol menyerangnya, tapi Jungkook kembali menghindar dan mundur kebelakang. Chanyeol menarik pisau Jungkook dari lengan kanannya, ia belari kearah Jungkook. Tapi dalam 3 langkah tubuh Chanyeol ambruk, Jungkook tersenyum.

"a-apa..." Chanyeol tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya

Jungkook membungkuk "suka Succinylcholine1-nya?" Chanyeol berusaha keras menatap Jungkook "yah, aku menambah dosisnya dua kali lipat. Tapi tenang saja, kami punya obat untuk memulihkanmu" Jungkook bangkit dan berjala mendekati pisau lipatnya yang berlumuran darah. Chanyeol sadar, pisau itu berisi obat pelumpuhnya.

"a-apa... yang..." Chanyeol memaksakan dirinya bicara

Jungkook tertawa pelan "ini bagian dari rencana" Jungkook tersenyum, ia menarik lengan baju yang ia kenakan, lalu menarik benda kecil yang sudah ada disana sejak awal ia bertemu dengan mereka. Sebuah alat pelacak "Aku memberikanmu rekamannya, dan berhasil. Tapi bukan hanya itu rencananya disini, sejak awal memang tugasku membuatmu jadi gila, dengan begitu kau akan terus berusaha membunuhku dan membuat kami bisa memindahkan Taehyung dan Jimin hyung ketempat yang aman. Suho hyung juga cuma umpan" Saat itu Namjoon dan Jin mendatanginya, dan mereka berdua bersiap disana dibelakang Suho, dengan pistol dibelakang punggung tegap Suho. "rencana awalnya membuatmu menyerah jadi kami bisa megikatmu, tapi itu berubah jadi reoni berdarah, iya kan?"

Chanyeol terkejut, ia ingat ia menusuk Suho saat itu, lalu menembak Kai. Sekarang ia menyesalinya, bukankah sudah sangat terlambat? "dan karena itu kami menjalankan rencana kedua. Tak kusangka Sehun sangat pintar dan menemukan semua rencana kami" Sehun berteriak, bukan untuk Jungkook tapi untuk Chanyeol, ia sudah melihat semuanya, Sehun melihat semua pasien dipindahkan begitu juga dengan Taehyung. Dan ia melihat Yoongi disana, Sehun mendengar segalanya, ini adalah sebuah rencana untuk menjebak mereka semua. Tapi Chanyeol tak mau mendengarkannya

"k-kau!" Chanyeol penuh dengan emosi saat ini

"kau membunuh beberapa dokter kami, itu sangat buruk. Tapi yang lebih buruk... kau menembak Jin hyung" Jungkook membungkuk menatap Chanyeol. Tiba-tiba sebuah sepatu boot hitam muncul didepan wajah Chanyeol. Jungkook bangkit, dan menatap pria yang baru saja datang "Welcome boss" Jungkook memegang pundak Namjoon dan pergi. Yoongi dan Hoseok menunggu didepan pintu rumah sakit, lalu mereka bertiga pergi meninggalkan Namjoon

"bagaimana rasanya?" Namjoon memindahkan kakinya keatas kepala Chanyeol "kau kira, kau bisa bermain-main dengan kami" tekanan kakinya semakin berat, membuat kepala Chanyeol benar-benar mencium lantai yang keras.

"kau! Kalian!" Chanyeol mengamuk, tapi disaat yang sama ia menangis. Ia sudah membunuh ketiga temannya

"yup, kau membunuh mereka. 'Mantan' keluargamu itu" Namjoon membungkuk. "tenang, mereka belum mati, kami membantu mereka melawan masa kritis mereka. Jadi jangan khawatir" Namjoon bangkit, dan mengambil pistol yang ada disaku jaketnya

"kau... mau membunuhku... heh, lakukan..." Chanyeol tersenyum

Namjoon memiringkan dagunya "kau menjadi gila sekarang, kau butuh banyak perawatan nak" Namjoon menembaknya dengan obat bius. Sekarang Chanyeol benar-benar pingsan "kupastikan kau dapat hal lebih buruk dari ini" Namjoon memasukkan pistol biusnya dan berjalan keluar dari rumah sakit "selesaikan semuanya sekarang, dan bersihkan semuanya" Namjoon pergi dari tempat itu, dan polisi mulai berdatangan kerumah sakit tersebut

Gangsta ©Indiah Rahmawati

T+ (M) | All Member BangtanBoys | All Bangtan Couple

Two Days Later

Jimin membuka matanya, "morning" Jimin menengok dan menemukan Namjoon disana. Dengan segera ia melihat sekitar dan mengingat segalanya

"Chan_"

"sudah aman" Namjoon menjawab

"Tae?"

Namjoon bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela "dia sudah sadar kemarin, ia bersama Jungkook sekarang" Jimin bernafas lega mendengarnya "kelihatannya kau punya banyak mimpi buruk" Namjoon bersandar dan menatap Jimin "kau bangun lebih lama dari dugaanku" Yang ditatap hanya mengangkat bahunya, dan melihat perban ditangannya yang patah.

"aku punya Insomia, ingat? Jelas aku bangun lebih lama jika ada hal seperti ini" Jimin menurunkan bahuya dan menyamankan posisinya

Namjoon tertawa "yup" Namjoon perlahan maju, mengeluarkan sebuah map yang ada dijaketnya dan meletakkannya didepan Jimin "bisa aku tau soal ini?" Jimin kembali menegang, itu map yang dicari oleh Chanyeol, ia sadar Namjon sudah mengetahuinya sekarang.

Jimin melihat Namjoon "apa aku dipaksa untuk bicara?" tanya Jimin.

Namjoon kembali tertawa "aku bukan orang gila yang memaksamu untuk bicara" Namjoon beranjak pergi "kalau kau tak mau bercerita apa pun, itu tak masalah untukku" Namjoon tersenyum

Jimin terdiam "ini..." Namjoon terhenti membuka pintu "ini 3 tahun lalu... Dan berhubungan dengan kecelakaan dimana kau menemukan Yoongi hyung" Jimin menatap Namjoon. Lalu kaki namjoon melangkah dan duduk didepan Jimin "berjanjilah kau tak akan memberitau Yoongi hyung atau pun... Hoseok hyung. Dan semua orang, dan berjanjilah!" Jimin menyerahkan map itu "kau akan menyimpan ini, sehingga tak ada seorang pun menemukannya. Termasuk diriku..."

Namjoon menerimanya, ia melihat Jimin "tentu saja"

...

...

Jungkook dan Taehyung sedang menikmati udara bersama, hari menjelang sore dan matahari mulai turun. "haah... senang bisa kembali" kata Taehyung

Jungkook tersenyum "Pengobatanmu tak butuh waktu lama..." Jungkook melihat Taehyung

"nah, aku sudah biasa dipukuli oleh ayahku. Tubuh ini jadi terbiasa dengan rangsangan seperti pukulan atau hal lainnya. Sama hal nya dengan bom asap, aku sedikit melakukan percobaan pada diriku sendiri. Yah, aku mencoba membuat bom ku sendiri, dan terbiasa dengan bau Liquid." Taehyung menjelaskan kepada Jungkook. "tubuh manusia punya cara tersendiri dengan segala ransangan. Sama seperti beradaptasi, tubuh ini akan terbiasa dengan segala hal yang terjadi padanya terus menerus. Itulah mengapa aku pulih denga cepat"

Jungkook mengangguk, ia menatap langit malam "ini sudah mulai gelap" Jungkook tersenyum

"hmm..." Taehyung melihatnya.

.

Hoseok terdiam bersama Jin dan Yoongi. Taehyung dan Jungkook terduduk didepan mereka. Namjoon dan Jimin baru saja datang dan bergabung dengan mereka "ada apa ini?" tanya Namjoon. Hoseok hanya mengangkat bahunya

"mereka bilang ingin keluar" kata Hoseok

Jimin menatap mereka "kalian tinggal keluar" jawab Jimin

"bukan itu" Taehyung angkat suara "i-I mean... its Paris! Tempat paling romantic, iya... tapi juga termasuk bar, club jalanan, bir, dan balap mobil. Apa kita tak bisa kesana bersenang-senang?" jelas Taehyung.

"Tapi Tae, kau hampir terbunuh, Jimin juga" jelas Jin. Well, ia juga tapi ia bersumpah pada mereka semua ia baik-baik saja.

"tetap saja" Taehyung membungkuk sedih.

Namjoon melihatnya dan tersenyum, ia melihat kearah barat menatap jendela. Memang benar, mungkin ini romantic dipagi hari tapi akan jauh berbeda pada malam. "bagaimana Jimin-ah? Kau mau ikut?" tanya Namjoon membuat semuanya terkejut.

Jimin terkejut, lalu tersenyum. "tanganku patah, jadi aku cuma bisa minum" jelas Jimin

"Joon-ah! Kau setuju?!" Jin bangkit dari duduknya menatap Namjoon

"Taehyung ada benarnya, dan lagi memang kita semua hampir mati. Tapi merasakan kehidupan kembali bukan hal buruk kan?" tanya Namjoon. Jin menhela nafas berat, jika Namjoon putuskan begitu ia hanya bisa menurut.

"aku siapkan mobil" Yoongi bangkit dari duduknya dan mengambil kunci. Jimin mengikutinya, sambil menepuk pundak Taehyung

"aku memilih naik motorku" Hoseok ikut bangkit dan mengambil kunci motornya. Taehyung dan Jungkook melihat satu-sama lain dan setelahnya bersorak senang atas kemenangan mereka.

SKIP

Kumpulan manusia ada disini, sebuah jalanan pinggir kota yang penuh dengan mobil-mobil mewah. Gadis-gadis dengan pakaian super mini menari mengikuti alunan music yang sedang diputar, mereka meliukkan tubuh mereka, memamerkan dada dan bokong besar milik mereka. Beberapa gadis menggesekkan tubuh mereka pada mobil yang mereka suka, serta menggoda pria yang memiliki mobil tersebut. Para Pria hanya berkumpul menikmati minuman dan memanjakan mata mereka dengan para gadis seksi, mereka juga mengagumi mobil masing-masing.

Sebuah mobil sport hitam muncul bersama dengan dua motor sport hitam dan biru tua. Pintu mobil terbuka, pengemudi mala mini adalah Jin. Celana panjang hitam dengan sepatu Coklat tua, baju rapi lengkap dengan jaket kulit hitam, semua wanita menatap malaikat yag baru saja keluar dari mobil. Kedua disamping pengemudi ada Yoongi, celana biru dengan sobekan dilutut, baju biru tua dan jaket hitam biasa. Lalu tiga orang lainnya, Taehyung, Jimin dan Jungkook.

Taehyung datang dengan celana panjang hitam, sepatu hitam, setelah baju putih yang dimasukkan dengan kerah bermotif ular yang sangat ia suka, lalu jaket biru tua melapisi penampilannya. Jungkook mengenakan, celana Kargo hitam, baju putih berbalut jaket Boomber hitam dengan dalam putih, lalu sepatu Timberland yang selalu ia suka. Dan Jimin mengenakan celana jeans panjang hitam yang robek dibagian lutut, Baju putih, dan jaket Boomber hijau dengan dalam oren menyala.

Hoseok melepas helm-nya dan merapikan rambutnya. Celana jeans panjang hitam, Kaos putih, dan jaket bermotif loreng hitam dan hijau tua. Dan Namjoon adalah pengendara motor kedua, ia melepas helm-nya, ia mengenakan setelah baju putih lengkap dengan celana panjang, dan jaket Boomber panjang menjadi pelengkapnya.

Semua mata tertuju pada ketujuh orang yang baru saja datang. Beberapa orang mengenal mengenal mereka, orang-orang paling dicari FBI, terutama Jimin dan Namjoon, mereka masuk salah satu dari 10 buronan paling dicari saat ini. "a-yo boss!" Seorang pria berkulit hitam mendekati Namjoon dan member lain. "Really happy you here again..." katanya

"well, we're here to having fun" Jawab Namjoon

"what are you waiting for?! Hey! DJ!" Pria itu melihat Dj yang sedang memutar music "Trun up the music bro!" Dj mengangguk dan music menjadi lebih bersemangat dari sebelumnya, membuat semua bersorak. Pria itu mendapatkan dua botol menuman dari temannya, ia menerimanya dan memberikan salah satu pada Namjoon "this place always open for you and your guys, Boss" Kata pria tersebut

"thanks..." Namjoon tersenyum dan menerima botol minumannya. Namjoon berbalik pada teman-temannya, "istirahat sejenak. Pastikan untuk tak mabuk karena harus ada yang mengemudi" semua tersenyum, Hoseok hanya memperhatikan dari motornya, ia sama sekali tak beranjak dari sana. Hoseok tak terlalu suka minum, ia akan menikmati melihat mobil-mobil mewah yang ada didepannya.

Jungkook mendapat botol birnya dan meminumnya, ia bisa lihat para gadis melihatnya dan mulai menari didepannya untuk membuatnya tertarik, tapi Jungkook tak bergetar. Ia tetap dia duduk dikursi dekat meja bundar, menatap langit malam. Jungkook menengok Jin dan Namjoon yang sedang mengobrol dengan pria kulit hitam yang menyambut mereka tadi, didepan mobil pria tersebut, Kalau tak salah itu salah satu kenalan mereka. Paris adalah Negara pertama yang ia datangi setelah bergabung, dan ia ingat Namjoon bertemu dengan pria tersebut, tapi Jungkook tak mengenalnya dengan jelas.

Disisi lain Yoongi melihat-lihat mobil yang ada "Like that?" Yoongi tersebut, seorang pria berambut pirang mendekatinya "its can defed a millitary jet, actually" jelasnya

"You put more turbo on it. Its fast but it can burn on the same time, So you make the turbo have different key to open" Yoongi melanjutkan, sambil membuka bagian depan mobil yang merupakan bagian mesin mobil

Pria itu tersenyum "You really have eagle eye, don't you?" Ia sedikit mendekati Yoongi, dan Yoongi hanya bisa tersenyum "I'm really wanna know your name, cause they never know your personal information." Ia menatap lekukan tubuh Yoongi dari atas sampai bawah

"and never know..."

Jimin muncul dan menarik Yoongi mendekatinya. Pria itu terkejut melihat Jimin "he it's a secret, you can call him X if you want. Or I can make X symbol on your eye..." Jimin berkata dengan tajam, serta terdapat sebuah senyuman dingin disana

Pria itu tersenyum "clam dude. You don't want to hurt yourself even more, right?" Pria itu melihat perban ditangan Jimin, itu membuat Jimin makin kesal. Pria itu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. Yoongi hanya menghela nafas dan meninggalkan Jimin "T-tunggu dulu, hyung!"

Hoseok memperhatikan mereka dari jauh, ia tersenyum tipis melhatnya. Hoseok melihat Taehyung mengobrol dengan Dj, Taehyung benar-benar suka hal berbau music elektro. Hoseok kembali tersenyum, ia memang tak bisa lakukan hal banyak disebuah Party jalanan seperti ini, Ia sudah putuskan tak minum-minum lagi, ia hanya menikmati Wine. Hoseok menarik nafas panjang dan menghembuskannya kembali

"hey! Shadow"

Hoseok menengok ia menemukan seorang pria asia yang sangat ia kenal "Hi, Youngjae. Kau juga berlibur ke Paris?" Tanya Hoseok, ia mendapat HighHive dari Pria bernama Youngjae itu.

"yup" Youngjae berdiri disamping Hoseok.

"kau mencari Yongguk, iya kan?" Tanya Hoseok menatap Youngjae

Youngjae hanya tersenyum dan menunduk "yah... aku sudah mencarinya. Tapi aku belum menemukannya" jelasnya, ia bersandar pada motor Hoseok

"bagaimana dengan Jepang, informanku mengatakan ia disana" Hoseok kembali menatap langit malam

Youngjae hanya menggeleng, "ia sudah pindah" Youngjae tersenyum pahit, Ia berharap menemukan Yongguk tapi hasilnya nihil, sama sekali tak ada informasi soal dirinya "tapi aku tak akan menorah mencarinya" Youngjae menatap Hoseok, mereka tersenyum dan kembali ber-HighFive.

"hey! You! Shadow"

Hoseok dan Youngjae menengok, sebuah mobil berjalan berhenti disamping mereka, seorang pria berkuit hitam ada dibagian pengemudi, menatap Hoseok dari jendela "wanna try some speed huh?" tanya pria tersebut.

Hoseok menatap Youngjae, dan yang ditatap tersenyum dan memegang pundak Hoseok. Lalu beralu pergi dari sana, Hoseok masih menatapnya lalu tersenyum, ia kembali pada pria tadi "but, I'm just use my black horse" Hoseok turun dari motornya dan menunjukya

"heuh, are you sure?"

"yes, he the best one" kata Hoseok.

Pria itu tersenyum, ia sepertiya meragukan Hoseok dengan motornya. "you can get my car bro, so I can get your horse" Pria itu tersenyum miring

Hoseok tersenyum "okay... just watch"

Semua menjadi ramai memperhatika mereka. Jungkook bangkit dari duduknya dan bergabung dengan Jimin dan Yoongi, Namjoon dan Jin sama sama tersenyum dan melihat kerumunan orang. Taehyung melihatnya dan meminta bergantian dengan Dj, Taehyung menaikkan tempo lagunya dan semua mulai menjadi ramai. Hoseok memakai helmnya, dan menyalakan motornya, mereka berpindah kejalan dan bersiap disana. Pria tadi memprofokasinya dengan menekan gas mobilnya, Hoseok hanya diam dan terus memanaskan motornya.

Seorang wanita berambut pirang, mengenakan baju yang memperlihatkan pinggang ramping, dan celana pendek diatas lutut. Ia berdiri ditengah-tengah jalan "willing?" Ia menunjuk mobil, pria itu kembali menekan gasnya kembali "Prêt?" Wanita itu menunjuk Hoseok, dan Hoseok segera menutup kaca helmnya, wanita itu menaikkan tangannya "Commencez!" Wanita itu menurunkan tangannya

Pria itu langsung melajukan mobil lebh dulu, dan Hoseok ada dibelakangnya. Semua bersorak begitu mereka pergi. Hoseok ada dibelakang, kecepatannya terus naik, Ia bahkan tak menunjukkan tanda-tanda untuk menge-rem. Mobil didepannya terus menatapnya dari spion mobil, Pria itu tampak senang mengetahui Hoseok ada dibelakangnya. Mereka sampai dibelokan menuju kota, Mobil itu belok dengan mulus, ia kembali melihat Hoseok

Hoseok menaikkan kecepatannya, dan berbelok hingga bannya menimbulkan suara nyaring. Pria itu terkejut Hoseok sama sekali tak menurunkan kecepatannya, ia tak mau kalah. Mobilnya mulai naik menuju 80 km/jam. Hoseok ada dibelakang, dan mulai menaikkan kecepatan. Mereka berdua sampai dikota, beberapa hacker mematikan lampu lalu lintas dan mengganti semuanya menjadi hijau. Mobil masih melaju kencang, dan sebuah mobil lewat begitu saja karena pengemudinya terkejut lampu lalulintas berubah begitu saja.

Mobil itu memutar stir, dan sedikit menabrak. Mobil yang lewat terkejut dan membuatnya menghalangi jalan, Hoseok menaikkan gasnya. Ia berbelok melewati mobil yang hampir menutup jalannya dengan kecepatan tinggi, lalu melaju secepat kilat mengejar lawannya. Pria ini melihat Hoseok dengan panic, "he really fast isn't it?" Pria itu mengambil handphonennya "yup, do it dude"

Hoseok mengejar, ia menambah kecepeatannya menjadi 120. Ia melewati mobil tersebut dan langsung mengebut dijalan, Hoseok terus menambah kecepatan, ia berbelok menuju jalan satu arah, dan mobil-mobil disana melaju dengan cepat. Tiba-tiba sebuah mobil membelok menabrak mobil lain, mobil belakang tak bisa menginjak remnya membuatnya ikut menabrak dan mendorong mobil didepannya terbalik, mobil yang menabrak langsung melarikan diri. Pria tadi tersenyum dan memilih jalur lain, Hoseok terus melaju kencang, ia melewati mobil-mobil yang berhenti, Ia terus menambah kecepatannya. Hoseok menaikkan bagian depan motornya, membuat motor itu berjalan dengan satu roda, lalu ia menaiki mobil yang terbalik dijalan dan menaikkan kecepatannya. Hoseok melayang diangkasa, semua yang melhat hanya takjub tak percaya. Hoseok masih melayang, ia sudah menghitungnya, jika dengan sudut tadi. Ia pasti mendarat di...

BRAAK!

Mobil pertama yang membuat kecelakaan, mobil itu langsung berhenti dan Hoseok kembali menaikkan gasnya dan ada dijalan lagi. Hoseok tau ini pasti ulang lawannya, tapi itu tak mungkin menghentikannya. Hoseok terus melaju, ia mulai naik menjadi 180 km/jam.

Digaris Start sekaligus Finish, orang-orang melihat mobil yang datang, mereka bisa pastikan kalau ia pemenangnya. Semua mulai bekumpul untuk merayakan pemenang. Pria itu menurunkan kaca mobilnya dan mengeluarkan tangannya merayakan kemenangannya. "I'm win! I'm_" Sebuah motor tiba-tiba melewatinya dan melewati garis finish lebih dulu.

"UWOOOO!/KYAAA!"

Semua bersorak, mendekati pengendara motor yang melepas helmnya, Hoseok tersenyum sambil merapikan rambutnya. Pria tadi sudah berhenti, dan keluar dari mobil tidak percaya. Semua bersorak untuk Hoseok, Dan Hoseok hanya diam bangkit dari motornya dan meletakkan helmnya. Pria tadi keluar dari mobilya dan mendatangi Hoseok, "so... I'm lose "

Hoseok hanya tersenyum, pria itu menyerahkan kunci mobilnya. Hoseok menatapnya, lalu menerimanya. Ia melihatnya selama beberapa menit dan mengembalikannya "I don't want it, you can keep it"

"but, the deal?"

"I'm never say 'deal'. and I don't really like take something from anyone except for money. Your honor remains with you" Hoseok tersenyum, pria itu sangat terkejut. Ia menerima kembali kuncinya dan tersenyum. Ia mengulurkan tangannya pada Hoseok

"nick storn. If you need me, just call me" Mereka berdua bersalaman, dan semua orang bersorak untuk mereka. Hoseok mengangguk mengerti dan berjalan keluar, ia melihat Taehyung dan Jungkook yang menikmati minuman mereka. Hoseok bergabung dan duduk disamping Jungkook

"kenapa hyung tak mengambilnya" tanya Jungkook

"bukan kah aku sudah katakan, aku hanya tertarik pada uang" jawab Hoseok, ia mengambil sebuah botol minuman, Hoseok membukanya dengan tangan kosong. Ia meminumnya begitu tutupnya terbuka.

"kenapa?" Taehyung bertanya

"hmm?" Hoseok menatap Taehyung

"kenapa? Kenapa hanya uang? Memangnya mau hyung apakan semua uang itu? selama ini aku tak pernah melihatmu membeli sesuatu" Taehyung menatap hyung nya itu dengan pandangan yang penuh pertanyaan. Jungkook juga penasaran, ia juga belum pernah melihat Hoseok membeli sesuatu yang mahal, semua pakaiannya berharga standar dan tak lebih dari 1,5 juta.

Hoseok terdiam, ia meletakkan minumannya. "apa itu penting?" Tatapa Hoseok membuat Taehyung terdiam, Pria yang lebih tua setahun dari Taehyung itu pergi meninggalkan mereka berdua dalam diam. Hoseok berjalan menuju tempat gelap, pinggiran kota merupakan jalan kosong dan hutam kecil, tempat sering digunakan pasangan muda memulai hubungan gelap mereka atau perta seperti malam ini. Hoseok sampai didepan pepohonan, ia menyandarkan punggungnya pada salah satu pohon dan menatap orang-orang yang berpesta didepannya.

Tubuh Hoseok perlahan jatuh, dan ia terduduk disana. Ia menghela nafas panjang, Ia tau ada yang sedang melakukan sex liar dibelakangnya, tapi ia berpura-pura tak mendengarnya. Hoseok kembali terfikir, alasannya selama ini hanya tertarik dengan uang, OCD –nya, dan ketikdak tertarikannya pada tubuh wanita ataupun pria, menjadikannya dunia disekitarnya abu-abu, hanya karena satu kejadian. Hoseok tak pernah berfikir apa yang ada disekitarnya penting, selama ini uang jadi satu satunya sesuatu yang berwarna dimatanya, sesuatu yang selalu mencekiknya. Satu hal, hanya butuh satu alasan sampai seluruh hidupnya menjadi abu-abu, ia bahkan tak bisa bedakan mana yang benar atau salah. Satu hal yang terus membuatnya stress, dan selama dua tahun jatuh dalam obat-obatan.

"A-ahaha... aku memang hanya mengumpulkannya. Aku memang bodoh, iya kan?" Hoseok tertawa pada dirinya sendiri, ia sudah berhenti dan sembuh tapi OCD dan keinginannya mengumpulkan semua kertas kosong itu tak pernah hilang. Kehidupannya yang abu-abu, sedikit berwarna hitam hanya dengan mengumpulkan semua kertas itu. Selama ia mengumpulkannya ia akan selalu terfikir untuk membeli semua obat itu, dan itu membuat dunianya tak hanya abu-abu, warna hitam itu akan tetap dipikirannya, dan itu membuatnya nyaman, meski ia tau ia semakin gila memikirkannya.

"jangan salahkan aku, kau yang membuat semua ini terjadi... mama" Hoseok menatap langit malam, perlahan matanya mulai menutup dan sekitarnya menjadi gelap

TBC OR END?

Gangsta ©Indiah Rahmawati

Just Review. Its now on Wattpad too : Indiah612

NB:

Yahoo! I-M back! Maaf karena sudah membuat kalian menunggu lama, tapi ini bulan-bulan terakhir Author ada diSMK, jadi Author lagi fokus dengan ujian. Maaf ya semuanya~ tenang Author akan tetap mengupdate semua fanfic Author jadi mohon bersabar yaa~ Terima kasih sudah membaca dan tetap setia menunggu update-tan!