'apa ini yang ingin sungmin noona bicarakan padaku? Bicara kalau dia akan mencampakkanku? Tapi bagaimana dengan hubungan yang kita jalani tiga tahun ini' pikir kyuhyun kalut
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, membiarkan air mata makin membasahi wajahnya. Membiarkan air mata dan hujan mewakili hatinya yang tersakiti
-Hi.. My Sweetheart!-
-Pairing :
Cho KyuHyun (N) (20th)
Lee SungMin (Y) (20th)
Choi Siwon (N) (22th)
And other cast
-Chapter : 1 of ? -
-Warning : Genderswitch(GS), typo(s), etc-
-Disclaimer : mereka semua milik Tuhan, keluarga dan diri mereka sendiri-
_remake dari drama dengan judul yang sama_
Chapter 10
Lotte hotel seoul
"bukankah kyuhyun bilang akan membawa yeoja itu ke kita. Kenapa sampai sekarang belum datang juga" ujar leeteuk cemas menatap langit yang mulai gelap
"mungkin dia terlalu terkejut karena pengakuan kyuhyun" seru ryeowook
"apa maksudnya?"
Ryeowook tersenyum melihat eonni-nya yang tidak tau masalah cinta
"eonni, kau tidak mengerti cinta, jika seseorang ingin menikah, biasanya yang satu lagi akan ragu. Walau tidak terlalu mengerti kenapa, tapi ada beberapa orang terlalu banyak memikirkan banyak hal, seperti kau" ujar ryeowook menjelaskan
Leeteuk menatap ryeowook menuntut penjelasan
"dulu demi membesarkan kyuhyun, kau menolak semua lamaran laki-laki" seru ryeowook
"wanita cerdas sepertiku, dengan begini jauh lebih tenang" ujar leeteuk yang dihadiahi tatapan malas dari ryeowook
TING TONG
"ah! Kyuhyun sudah pulang" seru ryeowook senang dan langsung berlari untuk membuka pintu
Senyum senang ryeowook menghilang menjadi bingung karena kyuhyun datang dengan wajah sembab
"mana yeoja itu?" tanya ryeowook
Kyuhyun mengulum bibirnya, dia ingin sekali mengatakannya tapi dia benar-benar tidak kuat jika mengatakannya dia pasti akan menangis lagi
Leeteuk yang merasa tidak beres, segera menuju pintu melihat keadaan kyuhyun
"ssuu-sungmin noona tidak datang hiks.. aku membawa cincin ini dan menunggunya, tapi dia tetap tidak datang.. hiks.. aku menelponnya, tapi eommanya yang mengangkatnya. Eomma-nya bilang hiks dia akan menikah di jepang.. kenapa bisa hiks seperti ini noonaaa? Hiks hiks" ujar kyuhyun kembali menangis
Ryeowook dan leeteuk yang menjaga kyuhyun dari kecil jadi ikutan sedih dan merasa ingin menangis. Ini adalah cinta pertama kyuhyun, tapi dia malah mendapatkan kenyataan yang menyakitkan ini
Leeteuk memeluk kyuhyun, menenangkannya
"gwenchana.. tidak apa-apa.." ujar leeteuk menahan tangis menepuk-nepuk punggung kyuhyun. Sedangkan kyuhyun semakin menangis kencang di bahu leeteuk. Ryeowook yang melihatnya ikut menangis
.
.
"semuanya, besok upacara kelulusan kalian. Hari ini adalah hari terakhir kita belajar. Aku ingin semua murid maju mengatakan perasaan kalian selama belajar disini" ujar park songsaengnim
Semua murid tersenyum mendengarnya. Berbeda dengan kyuhyun yang terus melirik ke bangku kosong di belakangnya. Bangku lee sungmin
"awal belajar disini, aku tidak mengerti. Sering menindas siswa lain, semoga mereka bisa memaafkan kelakuanku selama ini" –yonghwa-
"aku akhirnya lulus! Aku sangat menghargai persahabatan dengan semuanya di universitas ini. Lain hari aku pasti bisa melakukan banyak hal, dan akan mengurangi kecerewetanku. Menjadi seorang yang berguna" –minho-
"pelajaranku bisa dibilang tidak cukup baik. Bisa lulus dengan lancar. Aku bahkan tidak memikirkannya. Terima kasih semuanya. Kalian semua sangat hebat dan aku juga hebat" –changmin-
Kyuhyun maju ke depan begitu gilirannya,
"aku datang dari incheon, belajar disini adalah impianku. Impian belajar mandiri. Kalian juga adalah bagian dari impianku. Aku sangat senang mengenal kalian. Aku tidak akan melupakan kalian. Disini aku juga menemukan impianku yang satu lagi-"
"AAAH! LEE SUNGMIN" jawab semua orang sebelum kyuhyun menjelaskan
"ne!" seru kyuhyun sedih. "sungmin noona adalah impianku, tapi aku tidak bisa menemukannya. Kemarin hari ulang tahunnya, dia berjanji akan bertemu denganku. Tapi, dia tidak muncul. Jika kalian melihatnya, tolong bantu aku bilang padanya bahwa aku sedang mencarinya. Karena masih banyak yang ingin kukatakan padanya" lanjutnya sendu
Semua orang yang di kelasku itu menatap kyuhyun sedih. Seakan bisa merasakan kesedihan kyuhyun dari kata-kata yang diucapkannya
.
.
"dalang, haruskah kau menangis seperti itu?" tanya changmin begitu mereka duduk-duduk di taman universitas mereka. "dia mungkin ada sesuatu yang harus dikerjakan, makanya dia tidak datang"
"benar, dia pasti akan datang di acara kelulusan" seru minho
"eomma-nya bilang dia akan menikah di jepang" gumam kyuhyun
"aish! Dia mungkin sedang bercanda, kau tidak perlu memasukkan ke hati" ujar minho menyemangati kyuhyun
"benar, kau tau kan sungmin itu seperti apa. Dia pasti usil padamu. Lagipula itu resiko jika kau berpacaran dengannya"
"ne! Dia mungkin menggunakan acara kelulusan besok, dia sedang liburan lalu mengagetkanmu"
"liburan?" ulang kyuhyun "dia liburan kenapa tidak mengajakku, malah menakutiku. Benar-benar keterlaluan, nanti di acara kelulusan aku akan bilang padanya dia tidak boleh seperti itu" lanjut kyuhyun mempercayai ucapan ChangHo
.
.
Acara kelulusan
Semua orang menyambut suka cita kelulusan mereka. Bahkan yonghwa dan shindong yang tidak akrab dengan ChangHo sekarang malah saling tertawa. Dulu semua orang yang saling bermusuhan sekarang saling berteman. Tapi hanya satu orang yang tidak bahagia
Kyuhyun memandang sendu air yang ada di danau universitas. Hari ini acara kelulusan, dan dia menanti kehadiran sungmin, harapannya semakin pupus kala sungmin tidak datang bahkan sampai acara ini berakhir
.
Seoul hospital
Dokter menyatakan sungmin mengalami pendarahan yang cukup parah di kepalanya. Mengatakan kalau sungmin koma
Di ruang UGD itu, kepala sungmin dibalut dengan perban sekujur tubuhnya juga dilakukan hal yang sama, mungkin sungmin akan dikira sudah mati jika alat cek jantung itu tidak berbunyi, yang menandakan sungmin masih hidup
Sungmin menggerakkan pelan –sangat pelan- jarinya. Ia berusaha membuka sedikit matanya, tapi begitu dibuka akan tertutup lagi begitu juga seterusnya
Mulutnya bergerak seakan mengucapkan sesuatu yang sangat pelan namun lemah
'dalang... tunggu aku'
Hanya 2 kata itu yang terus sungmin ucapkan di alam bawah sadarnya
.
.
Leeteuk menghampiri kyuhyun yang berdiri di samping danau, dia sedih melihat kyuhyun bersedih
Leeteuk menggoyang-goyangkan kyuhyun menyadarkannya dari lamunan
Kyuhyun hanya menatap datar leeteuk, leeteuk menepuk-nepuk bahu kyuhyun. menyampaikan padanya kalau semua akan baik-baik saja
"dalang" panggil seohyun saat ia dan kedua temannya melihat kyuhyun berdiri berdua dengan seorang yeoja paruh baya
"selamat ya! Semoga setelah lulus semuanya berjalan lancar" seru seohyun tersenyum begitu kyuhyun menatapnya
"gomawo" ujar kyuhyun memasang senyum lebarnya tapi terkesan terpaksa
"permisi, apa kau eonni-nya dalang?" tanya seohyun pada leeteuk
"kau seohyun kan?" ujar leeteuk heboh. "terima kasih karena menjaga dalang selama ini"
"tidak masalah, appa bilang jika melihat eonni, appa harap eonni datang ke ruangannya dan berbincang-bincang"
Leeteuk menoleh ke kyuhyun yang kembali melamun
"hei, aku pergi dulu mengucapkan terima kasih ke kepala sekolah" ujar leeteuk yang hanya dibalas tatapan sekilas dari kyuhyun
"permisi tanya, kantor kepala sekolah dimana ya?" tanya leeteuk ke seohyun
"taeyeon akan mengantar eonni kesana" ujar seohyun menatap taeyeon
"kajja eonni!" seru taeyeon tersenyum mengantar leeteuk ke tempat tujuan
"dalang, jangan bersedih lagi" mohon seohyun begitu leeteuk tidak terlihat
"bagaimana kau tau?" tanya kyuhyun menatap seohyun datar
"kami sudah dengar semuanya!" seru tiffany. "acara kelulusan hari ini, lee sungmin tidak datang, aku dengar dia hilang"
"ada yang bilang dia akan menikah di jepang, kau pasti bersedih karena masalah ini" lanjut tiffany
Kyuhyun hanya menunduk sedih
"dalang, kami sudah pernah bilang padamu, lee sungmin bukan orang yang baik. Tapi kau sama sekali tidak mendengarkan" ujar seohyun
"aku tidak tau, aku hanya merasa sungmin noona tidak seperti yang kalian katakan" jawab kyuhyun
"sadarlah lin dalang!" seru tiffany keras. "yeojachingu-mu, lee sungmin, wanita yang menyukai uang. Dia tidak serius denganmu. Aku bahkan merasa karena dia membenci kami, tidak membiarkanmu berteman dengan kami. Kau sudah salah mencintai orang" lanjutnya emosi
"dalang, kau jangan bersedih lagi. Hari ini kelulusanmu. Dulu karena lee sungmin hubungan kita tidak terlalu baik, aku harap setelah lulus kita masih berteman" ujar seohyun
"gomawo" kyuhyun menundukkan sedikit kepalanya pada tiffany dan seohyun
Seohyun tersenyum pada kyuhyun, lalu mengajak tiffany untuk pergi menyusul taeyeon.
"haa~ kyuhyun-ah" panggil ryeowook yang dari tadi hanya melihat dari jauh
Kyuhyun menoleh pada noons yang menjadi panutannya. Ryeowook merupakan tempat keluh kesah kyuhyun, dia juga yang mengajarkan hal-hal yang bijaksana pada kyuhyun
"cepat pergi" lanjut ryeowook
"apa?" tanya kyuhyun tidak mengerti
"kau tau, sekarang yang tidak boleh kau lakukan adalah bersedih disini. Kau harus mencari jawaban yang sebenarnya. Menghadapinya dengan berani"
Kyuhyun dia menatap ryeowook
"atau kau ingin menunggu dia muncul sendiri di hadapanmu? Bagaimana jika dia benar-benar tidak muncul. Apa kau takut jika mencarinya, dia akan mengatakan kalau dia tidak menginginkanmu lagi?"
"mungkin iya" gumam kyuhyun
"kau sudah dewasa, kau harus berani menghadapinya. Walaupun kenyataannya menyedihkan" ujar ryeowook tersenyum tipis
"aku..."
"apa kau tau rumahnya?"
"aku tau"
"kau akan meninggalkan seoul, tapi jangan pergi dari sini sebelum kau tau dengan jelas" nasehat ryeowook. "mungkin, yeoja itu tidak meninggalkanmu, mungkin dia masih ada di seoul"
"tidak peduli apa dia masih disini atau tidak. Kau harus berusaha untuk mengetahuinya dengan kemampuanmu sendiri" lanjut ryeowook
"pergilah kyuhyun-ah, jangan melepas impianmu atau kau akan menyesal" tambah ryeowook
Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat dan tersenyum, dia bersemangat sekarang. 'benar kata ryeowook eonni aku harus mencari tau kebenarannya' pikir kyuhyun
"jangan melepas impianku. aku akan pergi mencarinya" seru kyuhyun
Kyuhyun menyerahkan ijazahnya pada ryeowook dan berlari kencang menuju rumah sungmin
.
.
Kyuhyun pov
Benar, aku tidak akan melepaskan impian terakhirku. Aku tidak akan pergi sebelum mengetahui kebenarannya.
Aku akan mencari jawabannya. Aku mempercayai sungmin noona tidak akan mencampakkan ku seperti ini.
Aku terus berlari tidak peduli jika nafasku akan habis, begitu sampai aku segera menggedor pintu dengan tergesa-gesa
TOK TOK TOK TOK TOK
CKLEK
"ahjumma aku mau tanya apa sungmin noona ada?" tanyaku pada yeoja paruh baya yang membuka pintu
"bukankah aku sudah bilang padamu, dia sudah pergi ke jepang" jawab ahjumma yang kuyakini adalah eomma sungmin
"sungmin noona tidak mungkin pergi tanpa mengatakan apapun padaku ahjumma. Kumohon, izinkan aku bertemu dengannya" mohonku
"dia benar-benar tidak ada di rumah, jika tidak percaya kau boleh memanggilnya"
Aku segera masuk ke dalam rumah dan mulai berteriak seperti orang gila
"SUNGMIN NOONA! JIKA KAU DENGAR JAWAB AKU SUNGMIN NOONA!"
"sudah.. sudah.." ujar ahjumma santai menyender di dinding
"ahjumma, apa kau tau cara menghubungi sungmin noona di jepang? Jika kau tau, tolong beritau aku, ada hal yang harus kukatakan padanya" mohonku mulai putus asa
"kau pernah memikirkannya tidak? Mengapa sungmin meninggalkanmu tanpa mengucapkan apa-apa?" seru ahjumma memandang tidak suka padaku. "karena dia tidak ingin bersamamu lagi, kau baginya hanya orang yang bisa disuruh-suruh selama universitas. Sekarang dia sudah lulus, dia tidak membutuhkanmu lagi"
"yang dia butuhkan seorang suami kaya yang bisa memberikan kebahagiaan padanya" lanjut ahjumma membuatku makin sedih
"aku bisa! Aku bisa membuatnya bahagia!" jawabku berusaha meyakinkannya
"ck! ck! ck! ck! Aku paling tidak suka mendengar orang miskin bicara seperti itu. Lihatlah dirimu sendiri sebelum mengatakannya"
"aku tidak percaya sungmin noona bisa melakukan hal ini. Jika aku tidak mendengar langsung dari sungmin noona aku tidak akan percaya" jawabku tertahan
"baik. Kau tidak percaya kan? Aku akan memberikan buktinya padamu" ujar ahjumma kemudian masuk ke dalam rumah, setelah itu dia kembali lagi membawa buku catatan dan menyerahkannya padaku
Aku membuka halaman yang ditunjukkan ahjumma
'eomma, aku tau kau melakukan ini demi kebaikanku. Orang miskin seperti lin dalang benar-benar tidak berharga untukku. Aku akan berpisah dengan dalang dan bertunangan dengan orang yang kau pilih. Malam ini aku ada urusan, jangan menungguku pulang. –sungmin-'
Betapa shocknya aku saat membacanya, aku membeku. Aku ingin tidak mempercayai ini semua. Tapi ini benar-benar tulisan sungmin noona, bahkan tertulis namanya di bawah. Aku menggigit bibir bawahku berusaha menahan tangisanku
"kau sudah percaya kan? Dia sekarang di jepang mempersiapkan pernikahannya" ujar ahjumma yang terasa samar di telingaku sekarang. Dia mengambil catatan laknat itu dari tanganku
"kami sekeluarga juga berencana akan pindah mengikuti sungmin" lanjutnya
Dia lalu memukul daun pintu di belakangku, seolah menyadarkanku dari rasa shock sekaligus menyuruhku untuk pergi.
BLAM
Aku berusaha untuk tidak menangis. Aku mulai berjalan perlahan. Berjalan seolah jiwaku tidak ada di ragaku.
Langkahku terhenti saat merasa menemukan benda yang kukenal di tempat sampah. Boneka pink panther
'jika suatu hari, aku membuangnya, kau harus mempersiapkan dirimu'
Aku semakin tidak bisa menahan tangisku. Air mata tanpa permisi sudah mengalir di pipiku. Aku mengulum bibir bawahku meredakan isak tangisku
'persiapan hati? Apa ini tandanya kau membuangku?' pikirku sedih
Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat, berlari sekuat tenaga yang ku bisa. Aku hanya ingin melupakan.
Di saat aku berlari, hujan turun membasahi bumi. Hujan ini kembali mewakili hatiku yang sedang bersedih, berusaha menutup air mata yang tidak berhenti menetes di pipiku
Aku berhenti di tempat janjianku dengan sungmin noona, bianglala besar yang berdiri dengan indahnya membuatku mengingat kenangan indah yang sekarang menyakitkan
Aku menatap cincin yang ada di tanganku. Memandangnya dengan nanar
'jika kau orang kaya orang kaya aku tidak perlu bertunangan'
'yeojachingu-mu, lee sungmin, wanita yang menyukai uang'
'karena aku hanya bisa dengan orang kaya'
'kau sudah salah mencintai orang'
'aku mencintai orang kaya! Memangnya kenapa!'
Aku jatuh berlutut di bawah derasnya hujan mengingat kata-kata semua orang yang sekarang menyadarkanku
Kenangan selama 3 tahun yang membahagiakan itu, entah kenapa sekarang terasa menyakitkan. Aku tidak menyangka, percintaan bisa membuat orang terluka sampai seperti ini. Mulai sekarang aku tidak akan serius menjalin percintaan. AKU TIDAK MAU LAGI!
Aku menatap cincin di tanganku dengan tajam. Mengepalkan tanganku dengan kuat. Membuangnya sekuat tenagaku di sungai ini
Kyuhyun pov end
Kyuhyun merasa dia sudah tidak bisa mengeluarkan air mata lagi saking kecewanya ia terhadap sungmin
Kyuhyun melepas kacamata nerd-nya. Menunjukkan kedua matanya yang berkilat marah
Dia bertekat dia tidak akan pernah memaafkan sungmin!
.
.
.
3 tahun kemudian, at incheon
'sukira' 89,1 coolfm
"apa kau pernah merasakan sakit hati?" ujar suara manis yang sedang duduk menjadi dj di siaran radio nasional incheon.
"apa kau membenci seseorang yang mematahkan hatimu?" tanya dj pada sang pendengar dengan lirih
"kau membencinya karena tidak pernah memungkinkanmu untuk mencintai orang lain, Melupakan kemampuan untuk mencintai seseorang. Tapi selama apapun kau berpikir tentang kekecewaanmu, orang itu mungkin jauh lebih kecewa? Kau tidak tau mungkin bahwa dia selalu berusaha untuk mencarimu dan berkata padamu mengenai masalah dia tidak bisa datang padamu waktu itu.
"meskipun.. seluruh dunia melarangnya. Aku tetap ingin bersamamu! Hei kepala jamur jika kau mendengar suaraku, kau pasti tau siapa aku. Aku di incheon, Aku tidak tau apakah kau ada di kota ini, tapi aku sedang mencarimu" ujar sang suara manis
Dia menarik nafasnya berusaha mengatur emosinya
"aku dj sweety. Hari ini sukira berakhir disini. Sampai bertemu di waktu yang sama besok" ujar sungmin menutup siaran radionya
Dia melirik ke arah kaca dan menemukan siwon tersenyum melambaikan tangannya, membuatnya ikut tersenyum
.
.
"apa ini?" tanya sungmin menegakkan badannya yang tadinya sedang duduk bersantai menatap kertas kecil di tangan siwon
"tanda tangan" jawab siwon santai. "kau sudah menjadi dj di sukira selama tiga bulan dan sudah disukai pendengar, semuanya ingin tau siapa dj sweety sebenarnya" (bayangkan penampilan siwon di mv happiness sekarang)
Sungmin tersenyum senang mendengarnya
"jika aku tidak memintamu tanda tangan sekarang, aku takut nantinya kau akan melupakanku" lanjut siwon bercanda
"berdasarkan bagaimana pekerjaan yang kudapatkan karena siwon oppa" sungmin mengambil kertas dan pulpen di tangan siwon dan memulai menggores kertas itu dengan tanda tangannya
"ini untuk siwon oppa yang menyebalkan" ujar sungmin menyerahkan kertas itu ke siwon
"jika pendengar tau bahwa imajinasi dj sweety yang punya suara manis selalu berkata kasar tiap harinya. Imajinasi mereka pasti akan hancur" ujar siwon menyindir
"itu bagus" ujar sungmin tertawa kecil. "aku tidak ingin diganggu oleh fans gila"
"apa kau sedang membicarakanku?"
"ne! Kau adalah fans gila nomor satuku. Oppa!" ujar sungmin sok serius membuat siwon tertawa kecil. "kenapa kau disini hari ini?"
"untuk membicarakan iklan baru dengan stasiun radiomu dan juga.." siwon memasukkan kertas tanda tangan sungmin ke tasnya
"untuk merayakannya denganmu" lanjut siwon
"merayakan?" ulang sungmin bingung. "kau sudah merayakan hari pertamaku sebagai DJ. Kita merayakan apa hari ini?"
"merayakan seratus hari dirimu sebagai DJ" ujar siwon polos
Sungmin tersenyum lebar melihat betapa perhatian siwon padanya. Sungmin saja tidak menghitung harinya
"dan.. kau masih ingat berapa lama kita berteman?" lanjut siwon menaikkan sebelah alisnya
"high school 3 tahun, universitas 4 tahun, setelah lulus 3 tahun.. ya! Kita sudah berteman selama 10 tahun" jawab sungmin heboh setelah mengingatnya
"kau ingin kembali ke masa 10 tahun yang lalu?"tanya siwon misterius
Sungmin hanya membalas dengan senyum lebar tanda penasaran
.
.
"ketua, ini sangat tidak adil" seru yeoja bernama eunhyuk aka lee hyuk jae. "dua orang melawanmu seorang diri"
"jangan cerewet! Simpan tenagamu untuk melawanku" seru siwon yang berdiri di arena pertandingan taekwondo.
Jadi beginilah maksud siwon kembali ke masa 10 tahun yang lalu. Kembali menjadi murid taekwondo seperti pertama mereka bertemu
Mereka bertiga –eunhyuk, siwon, dan seorang namja bernama donghae- saling membungkuk untuk memulai pertandingan
eunhyuk maju duluan menyerang siwon, tapi langsung ditangkis siwon dan dibantingnya eunhyuk. Tak lama setelah itu donghae berlari dan mencengkram kerah baju taekwondo siwon *author ga tau namanya* berusaha untuk membanting siwon. Tapi dengan pengalaman yang siwon punya. Siwon segera membantingnya ke belakang
"selama ketua tidak ada disini. Kenapa kalian tidak bertambah kemampuannya" seru siwon keras walaupun senyum tak luntur dari wajahnya. Donghae dan eunhyuk hanya meringis menahan sakit
"aku akan melawanmu" seru sungmin yang sedari tadi duduk melihat
"baiklah. Aturan lama kita, yang kalah harus mendengarkan yang menang" ujar siwon
"huh! Siapa takut!"
"kita sepakat?"
Sungmin tersenyum menanggapinya
.
Siwon dan sungmin berdiri berhadapan di tengah arena tanding. Mereka saling membungkuk hormat satu sama lain
Siwon segera berlari dan mencengkram kerah baju sungmin, begitu juga yang dilakukan sungmin. mereka terus berada di posisi seperti itu seakan mencari celah untuk dijatuhkan. Sungmin bersiap akan membanting siwon. Tapi siwon segera membalik tangan sungmin dan membantingnya kemudian menindih perut sungmin dengan badannya yang tiduran ke samping *ngerti ga?*
"kau kalah" ujar siwon, sungmin hanya tertawa kecil. Dia memang tidak pernah menang melawan siwon
"kau berhutang janji padaku" lanjut siwon
.
.
"ketua kau sangat mengagumkan! Kau harus sering kemari untuk memberikan kami bimbingan" seru eunhyuk saat mereka sedang istirahat
"eunhyuk, jika kau mengatakan itu, sungmin eonni-mu tidak akan berani datang lagi" ujar siwon mengejek sungmin
"ketuamu punya niat buruk. Memecahkan hubungan antara kau dan aku" balas sungmin
"oh iya, eonni kebanyakan teman sekelasku senang mendengar siaran sukira" ujar eunhyuk senang
"jinjja!?" balas sungmin tak kalah senang
"ne!"
Donghae yang ada pertanyaan dengan siwon segera menarik siwon menjauh dari dua yeoja yang mulai membicarakan tentang teman sekelas yang menjadi penggemar sukira
"ketua, bisakah kau ajari aku agar aku bisa sehebat dirimu?" seru donghae
"apa kau ingin bertanding?" tanya siwon
"tidak. Aku ingin mencari pacar!"
"kau ini!" siwon memukul pelan donghae, memasang wajah sok marah
"lalu, kenapa ketua masuk klub taekwondo? Untuk bertanding?"
"aku juga untuk cari pacar" jawab siwon membuat donghae sweatdrop
"jinjja!" tanya donghae kaget. "berapa banyak yang kau dapat?" tanya donghae kepo
"sangat buruk. Aku dari dulu mencoba mendapatkannya, tapi belum berhasil mendapatkannya" bisik siwon melirik sungmin
"apa kau membicarakan sungmin noona?" bisik donghae yang sadar lirikan siwon
Siwon menatap tajam donghae, mencengkram kerah bajunya
"jangan bilang kau menyukai sungmin juga!?"
"aniyo! Yeoja yang aku mau sedikit mirip dengan sungmin noona" jawab donghae melirik yeoja di samping sungmin
Siwon melihat satu-satunya yeoja yang ada di samping sungmin
"eunhyuk?" tanya siwon melepas cengkramannya.
"ne!" jawab donghae malu-malu
"dia seperti sungmin" bisik siwon menepuk bahu donghae. "susah didapatkan. Kau harus berusaha"
.
.
Setelah selesai latihan Siwon dan sungmin berjalan di area sekitar dermaga melihat pemandangan indah lautan disana.
"sudah lama sekali aku ingin kembali ke sekolah. Apa kau ingin kembali?" sungmin menatap siwon yang melihat ke arah kapal yang berlayar
"jika aku punya waktu. Aku akan kesana dan memberikan dukungan pada mereka" jawab siwon
"kau kembali berlatih. Sudah wajar jika kau menang. Ini tidak adil" protes sungmin
"perjanjian tetap perjanjian" ujar siwon menatap sungmin jahil
"sebenarnya apa yang ada di pikiranmu?" ujar sungmin
Siwon menghela nafas kembali melihat pemandangan di depannya
"mengingat masa sekolah. Kita suka datang ke dermaga cinta ini" seru siwon mengalihkan pembicaraan
"tentu saja aku ingat dan kita selalu berkata 'kita senior dan junior, bukan yeojachingu dan namjachingu. Datang ke dermaga cinta sangatlah aneh' "seru sungmin tertawa mengingatnya
Siwon hanya tersenyum tipis
"jadi.. aku ingin kita mengujungi dermaga cinta tidak jadi aneh lagi" seru siwon memandang langit, padahal jantungnya berdetak cepat saat mengatakan ini
"apa maksudmu?" tanya sungmin berpura-pura tidak mengerti
"aku ingin kau jadi yeojachingu-ku" ujar siwon menatap serius sungmin yang sekarang terlihat lebih dewasa sejak ditinggal kyuhyun
Semenjak kyuhyun pergi, sungmin merubah gaya rambutnya menjadi diurai, rambutnya kembali menjadi warna aslinya-hitam- dan dia juga tidak memakai pakaian yang seperti rocker lagi. Hanya celana jeans dan kaos tanpa lengan. Seperti yeoja pada umumnya
Sungmin menundukkan kepalanya sedih
"oppa.." ujar sungmin tak enak hati
Siwon yang tau sungmin akan menolaknya –lagi-. Kembali memandang langit
"enam tahun yang lalu di seoul. Aku sudah ingin mengganti hubungan kita" ujar siwon pelan. "aku berharap kata 'oppa' untuk keluarga. Berubah menjadi 'oppa' untuk orang yang dicintai. Tapi selama 10 tahun nada 'oppa' itu tidak pernah berubah"
"aku sedikit sedih karena seakan berharap kau memanggilku 'oppa' seperti yeojachingu yang lain" lanjut siwon, tertawa miris
Sungmin semakin menundukkan kepalanya, dia tidak bermaksud begitu
Siwon menatap dalam sungmin
"apa kau tidak menyukaiku sedikitpun?" tanya siwon. Sungmin menatap siwon sedih. "tidak sedikitpun?" tanya siwon lagi
"bukan begitu oppa" gumam sungmin. "aku menyukaimu, tapi.." sungmin tidak berani melanjutkan
Siwon hanya diam dia sudah bisa menebak kelanjutan kata-kata sungmin
"tapi kau belum bisa melupakan lin dalang" ujar siwon mengungkapkan pikirannya. Siwon sangat kesal sekarang
Sungmin hanya diam
"bahkan sejak kau jadi DJ di siaran sukira, kau terus mencarinya melalui radio. Jika dia ingin mencarimu, dia sudah muncul sejak lama"
"hentikan!"
"tiga tahun" ujar siwon mengabaikan ucapan sungmin. "mungkin lin dalang sudah menikah dan punya anak. Melupakanmu sepenuhnya"
Siwon menatap sungmin penuh arti
"apakah kau akan tetap bertahan?" lanjutnya
"aku menyuruhmu untuk berhenti" ucap sungmin datar
Siwon menghela nafas dan mengalihkan pandangannya ke arah lain
"orang yang tidak adil justru kau" lirih siwon "penyesalan selalu di akhir, kebanyakan orang mengenang masa lalu mereka dan tidak menghargai sekitar mereka."
Sungmin menunduk memikirkan perkataan siwon
"kau membiarkan orang yang menghilang tinggal di hatimu, bagaimana aku bisa bersaing?" uujar siwon kembali menatap sungmin yang menunduk "aku berharap, bahkan lebih dari dirimu, bahwa lin dalang akan muncul, jadi aku bisa bertarung secara terbuka dengannya"
"tidak seperti ini, kalah tanpa sempat berjuang" lanjut siwon
Sungmin menatap dalam siwon
"orang bilang, berapa lama kau mencintai seseorang maka selama itu juga kau bisa melupakannya" ujar siwon . "kau sudah bersama dalang 3 tahun, sekarang sudah lebih dari 3 tahun. Kau sudah harus melupakannya"
Sungmin hanya diam mendengarkan membuat siwon menghela nafas
"bisakah meminta kepala jamur itu pindah dari hatimu? Jika dia tidak bisa pindah, aku akan membantumu memindahkannya"ujar siwon tersenyum menatap sungmin yang masih diam
.
.
sungmin memasuki rumah-nya dengan lunglai. ia memandang sekeliling rumah ini dan berhenti pada boneka pink panther di meja nakas
Flashback on
"sungmin kau mau kemana? Kau sekarang tidak boleh pergi kemana-mana" cegah mrs. Lee pada sungmin yang sudah berdiri berniat pergi dari rumah sakit dengan perban di sekujur tubuhnya
"aku mau pergi mencari dalang!" ujar sungmin berusaha melepaskan kedua tangan eomma-nya, karena kondisinya yang lemah, ia tidak bisa melakukan gerakan yang padahal bisa sungmin lakukan dengan mudah
"kau pergi mencarinya pun, tidak ada gunanya" seru mrs. Lee mencoba menahan gerakan sungmin yang meronta. "kemarin adalah acara kelulusan, dia sudah pergi"
Sungmin berhenti meronta begitu mendengar ucapan yeoja yang mengaku eomma-nya itu
"dia tidak akan pergi! Dia pasti mencemaskanku, aku mau pergi mencarinya" seru sungmin tidak percaya
Sungmin kembali meronta
"dia sudah mencarimu! Aku memberitahunya kalau kau pergi ke jepang untuk mempersiapkan pernikahan" seru mrs. Lee yang membuat sungmin kembali berhenti meronta. "kau tidak akan bertemu dengannya"
Jika tadi sungmin berhenti meronta karena kaget, sekarang bercampur dengan amarah. Sungmin menatap benci pada eomma-nya
"KENAPA KAU MENGATAKAN ITU!" teriak sungmin mengabaikan jika mereka sedang di rumah sakit
"jika aku tidak seperti itu, dia tidak akan melepaskanmu" seru mrs. Lee ikutan frustasi
Sungmin menangis menatap eomma-nya yang sangat keterlaluan
"sungmin, namjachingu-mu dulu, dia bangkrut, eomma tidak mengizinkanmu bersamanya kau juga menangis. Tapi kau masih bisa mencintai lin dalang. Kau tenang saja, kau pasti bisa mencintai yang lain" ujar mrs. Lee santai
"AKU TIDAK MAU!" bentak sungmin menghempaskan tangan eomma-nya
"AKU TIDAK TAHAN DENGAN KELUARGA INI" mrs. Lee terdiam mendengar bentakan sungmin. "dulu aku masih kecil tidak bisa melawanmu, sekarang aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri. Tidak masalah jika kau mengusir dalang, AKU AKAN MENCARINYA! JANGAN PERNAH MENGHALANGIKU"
"sungmin-ah... jangan begini"
"LEPASKAN AKU!"
.
Setelah berhasil membujuk sungmin walaupun akibatnya sungmin tidak mau berbicara lagi pada mrs. Lee, sungmin akhirnya boleh pulang 3 bulan kemudian setelah dinyatakan benar-benar sembuh
Tidak sengaja, sungmin melihat boneka pink panther pemberian kyuhyun berada di tempat sampah, sungmin yakin itu pasti ulah eomma-nya. Ia segera berlari kesana, dan mengambil bonekanya, mengelusnya sayang
'kepala jamur kau sebenarnya dimana?' batin sungmin menahan tangis
'pink panther, aku tidak keinginan membuangmu, bantulah aku menemukan tuanmu, aku bukannya tidak ingin bersamanya. Aku tidak bermaksud meninggalkannya. Aku tidak ingin mencampakkannya' pikir sungmin mulai menangis, di belakangnya mrs. Lee hanya menatapnya bosan
Flasback end
Sungmin pov
Aku memegang boneka pink panther, menatapnya penuh emosi. sesekali aku mengusap air mata yang jatuh saat tadi memikirkan dalang
"kepala jamur, sudah 3 tahun dan kau masih belum muncul juga di hadapanku. Kau pasti mati!" seruku emosi pada pink panther. "kau dari awal juga sudah mati 100 kali"
Aku menatap sekeliling rumah sederhana ini.
"aku tinggal di rumah ini sendirian, barang milikmu hanya boneka pink panther dan selembar foto waktu kita ke lotte world. Yang lain adalah punya siwon oppa"
Aku menggigit bibir bawahku, berusaha meredam tangisanku
"tiga tahun yang lalu, orang tuaku bercerai. aku pulang ke incheon untuk mencarimu
"waktu itu, aku hanya kenal siwon oppa, dia yang membantuku semuanya. Membuatku punya tempat tinggal setelah pergi ke incheon.
"dia tau aku masih belum menemukan pekerjaan, juga tidak punya uang. Dia sengaja bilang tidak suka makan sendirian, makanya membeli makanan dan datang kesini makan bersamaku.
"dia tau harga diriku tinggi, lalu diam-diam memberikan uang padaku. Waktu tanganku memegang cek kosong. Aku tau semua itu kehangatan siwon oppa.
"dia juga sampai menemaniku pergi mencarimu, kekecewaan datang satu-per satu saat aku mencarimu, aku tidak punya harapan lagi,dan mulai menerima kau benar-benar hilang dari hidupku. Aku mulai berusaha melewati hidupku sendiri. Dan disana tidak ada dirimu, Cuma ada siwon oppa"
Sungmin pov end
.
.
Moobit cafe
"aku sudah bilang pada bos kalian, dia adalah kepala toko kalian yang baru" ujar siwon menujuk sungmin yang sedang membungkuk memberi salam
"panggil aku sungmin noona/eonni saja" seru sungmin tersenyum
"waah! Sungmin noona, kau sangat seksi" ujar seorang namja bernama hankyung yang bekerja disana. "apa kau punya kekasih? Boleh aku mendaftar?"
PLAK
"apa yang kau pikirkan, sana bersihkan cafe!" ujar sungmin setelah berhasil memukul kepala hankyung
"kau berani sekali mengejar yeojachingu siwon oppa?" seru heechul –pelayan wanita satu-satunya-
"heechul jangan bicara yang tidak-tidak" peringat siwon
"siwon oppa, kami mengenalmu sejak lama, kau tidak pernah membawa yeoja menemui kami" ujar heechul
Siwon tertawa kecil mendengarnya, sungmin tersenyum kaku
"jika dia bukan pacarmu. Siapa dia?" tanya heechul
"hyung, kau punya selera yang bagus" seru zhoumi tersenyum lebar
.
.
Siwon datang ke rumah sungmin malam-malam, ingin menjenguk sungmin.
TING TONG
Sungmin menggerakkan pelan tubuhnya lemas, berusaha untuk bangun. Dengan lemah sungmin bangkit dari kasurnya dan membuka pintu
"aku tadi pergi , mereka bilang kau sedang tidak enak badan? Ada apa?" ujar siwon duduk di samping kasur sungmin setelah menarik kursi untuk dia duduki tentunya
"gwenchana, hanya sedikit demam" jawab sungmin lemah
Siwon menempelkan punggung tangannya ke dahi sungmin, mengukur suhu tubuhnya
"sangat panas seperti ini kau masih bilang baik-baik saja? Berbaring" siwon membaringkan sungmin pelan ke kasur dan menarik selimut untuknya
Siwon ke dapur menuangkan air putih di gelas untuk sungmin, sekaligus membuat kopi untuknya
Siwon terus mengompres sungmin, meskipun sungmin sudah tidur, sesekali dia meminum kopinya untuk membuatnya terjaga. Tapi apa daya seorang manusia, siwon mulai tertidur di kursi sambil memegang kain kompres untuk sungmin sekitar jam 3 pagi
Sungmin membuka sedikit matanya begitu cahaya pagi mengusik tidurnya. Dia merasa lebih baik sekarang. Kemudian dia menemukan siwon yang tertidur tidak nyaman di kursinya
Sungmin menatap siwon sendu, ternyata dia jauh lebih baik karena siwon menjaganya begitu pikir sungmin
malamnya
Sungmin pov
Aku melihat fotoku dan dalang tiga tahun yang lalu, foto yang sangat bahagia
Oppa benar, sudah tiga tahun.. orang tidak bisa hidup dii masa lalu. Ini tidak seperti lee sungmin. tidak seperti sungmin noona si kepala jamur
Aku memasukkan foto itu ke kotak bersama dengan foto-foto dan benda kenanganku dengan dalang
Aku mengambil benda terakhir yang sangat kusayang. Boneka pink panther. Boneka si kepala jamur. Memandangnya sendu
Pink panther, aku akan melepasmu pergi
Kepala jamur, kau harus pindah dari hatiku sekarang
Aku menutup kotak itu dengan sedih, menutup kenanganku dengan kepala jamur
sungmin pov end
.
.
'sukira' 89,1 coolfm
"pendengar yang mengikuti sukira, kalian semua tau aku mencari si kepala jamur. Tapi kemarin seseorang menyadarkanku" ujar sungmin mengingat kembali ucapan siwon
"mungkin kepala jamur, tidak pernah ingin bertemu denganku lagi"
Sungmin diam sejenak mengumpulkan keberaniannya
"jadi, aku akan mengeluarkannya dari hatiku dan mulai menerima yang baru untuk masuk"
Sungmin menghela nafas dan tersenyum tipis
"terakhir, aku hanya ingin memberitahunya. Tidak peduli dimanapun kau berada aku harap kau bahagia"
Sungmin mengklik lagu super junior M – good bye my love
Di lain sisi, siwon yang sedang mengendarai mobil mendengar semua ucapan sungmin di radio, dia tersenyum karena sungmin sudah mulai membuka hatinya
.
.
Sebuah lamborghini veneno berhenti di depan lobi hotel bintang lima incheon, seorang namja tampan berkemeja merah dan jas pink, celana ungu, dan sepatu putih keluar dari mobil mewah itu
Dia berjalan memasuki hotel menuju lantai atas tempat restoran dalam hotel itu berada. Semua yeoja mulai memperhatikannya sejak ia keluar dari mobil
Begitu memasuki lift, sang namja yang ternyata cho kyuhyun memberikan smirk kepada semua yeoja lobi. Sontak saja semua yang ada di lobi langsung pingsan seketika. *bayangkan kyuhyun disini seperti di drama musikal 'the three musketeer'*
Kyuhyun memasuki restoran yang terlihat sepi karena sudah ia sewa. Seorang pelayan yeoja membungkuk saat kyuhyun melewatinya, terlihat rona merah di pipnya saat kyuhyun membalasnya dengan senyuman.
Kyuhyun duduk di depan yeoja cantik yang memasang wajah cemberut
"mianhe, aku telat" jawab kyuhyun santai masih memberikan senyuman tampannya pada sang yeoja
"aku tidak peduli, kau harus membayarnya" balas yeoja itu
"tidak masalah"
CTIK
Seorang pelayan yeoja tadi mendatangi kyuhyun dengan sebuah kotak begitu kyuhyun menjetikkan jarinya
Kyuhyun menyerahkan kotak beludru biru itu pada sang yeoja
Dengan penasaran sang yeoja membuka kotak itu yang ternyata kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat kalung mewah yang rantainya dipasangi berlian yang cukup besar. Sangat indah sekaligus berkelas
"omo! Benar kalung berlian yang besar" sang yeoja menatap kyuhyun tak percaya. "ini pasti sangat mahal"
"aku tidak tau. Aku tidak melihat harganya. Mungkin sekitar.. 3 miliar won" jawab kyuhyun santai seolah seperti membeli hal yang biasa
"3 miliar won?" kaget sang yeoja berambut ikal coklat sebahu.
"ini hanya hal kecil. Asalkan kau senang" jawab kyuhyun tertawa pelan
"aku suka berlian" yeoja itu menatap kyuhyun berbinar, melupakan rasa sebalnya tadi. "tapi, aku lebih menyukaimu. Lalu apa kau menyukaiku?"
Kyuhyun tersenyum padanya
"aku suka" jawab kyuhyun tak serius. "jika aku tidak suka, kenapa aku mau bersamamu?"
"lalu apa yang kau suka dariku?"
"karena kau cantik" sang yeoja merona dan tersenyum malu mendengar jawaban kyuhyun, ia menutup kotak perhiasan itu dan menatap kyuhyun serius
"lalu kapan kau akan membawaku menemui keluargamu?"
"keluarga?"
Sang yeoja mengangguk senang
"kenapa kau mau bertemu keluargaku?" tanya kyuhyun membuat sang yeoja bingung
"apa kau tidak ingin memperkenalkanku pada keluargamu?"
Kyuhyun tertawa kecil mendengarnya
"christina, kita hanya pacaran bukan mau menikah"jawab kyuhyun dengan nada menyebalkan
"kau tidak ingin menikahiku?" seru christina. "lalu kenapa kau memberikanku hadiah mahal?" lanjutnya kesal
"itu membuatku senang, kau senang aku senang. Semuanya senang" jawab kyuhyun tersenyum santai
"memberikanku kalung berlian seharga 3 miliar hanya supaya senang?"
"ne! Hanya 3 miliar, hampir tidak ada apa-apanya untukku. Bahkan jika aku membuangnya, tidak ada masalah" ujar kyuhyun seolah uang bukan jadi masalah untuknya
"tidakkah kau berpikir, mengeluarkan sedikit uang untuk kebahagiaan itu layak?" lanjut kyuhyun
"jadi, kau tidak serius denganku?" lirih christina
Kyuhyun mendengus tidak percaya
"serius?" tanya kyuhyun di sela tawanya. "saat dua orang bersama mulai serius, lebih baik kita hindari"
"selama seseorang serius, artinya hubungan harus diakhiri" lanjutnya santai
DDRTT DRRTT DRRTT
"tapi.."
"maaf aku ada telpon" ujar kyuhyun mengangkat telponnya.
Klik
"yoboseyo? Tina?"
'...'
"tentu saja aku merindukanmu"
'...'
"aku punya waktu, jika kau yang minta aku selalu punya waktu"
'...'
"baiklah, kita akan bertemu di tempat biasa"
'...'
"MUUACH"
klik
kyuhyun memasukkan kembali telponnya dan menatap santai christina yang sedari tadi mendengar percakapan kyuhyun dengan sedih
"maaf, aku masih harus melakukan hal lain" ujar kyuhyun seperti tidak terjadi apa-apa. "aku pergi"
"kyuhyun!" christina segera memeluk kyuhyun dari belakang saat kyuhyun mau pergi
"jangan pergi" mohonnya. "jangan memperlakukan aku seperti ini" lanjutnya menangis
Kyuhyun melepas pelukan christina pelan dan berbalik tersenyum pada christina
"jangan menangis" kyuhyun mengusap air mata christina. "dengar baik-baik. Tidak ada layak ditangisi, kau bisa melakukan apapun saat kau jatuh cinta, hanya jangan sedih. Selama kau ingat, bahwa aku pernah menyukaimu, itu sudah cukup bagus"
CUP
Kyuhyun mencium pipi basah christina pelan dan pergi dari restoran itu
.
Kyuhyun memasuki mobil mewahnya pelan bersamaan dengan panggilan masuk dari sekertaris-nya di handphonenya
klik
"ada apa?"
'pelanggan mengajukan keberatan karena bentuk toilet baru perusahaan dan sudah berargumen dengan sajangnim'
"baiklah, aku akan kembali segera. Jangan biarkan mereka bertengkar"
'ne kwajangnim'
klik
.
.
Stasiun radio 89,1 coolfm
"sungmin eonni, hari ini beberapa pendengar akan melakukan beberapa panggilan" seru yeoja yang mengatur siaran sukira "dan seorang pendengar meminta untuk menyatakan cinta-nya pada sang yeojachingu"
"baiklah, terima kasih" jawab sungmin tersenyum lalu kembali ke ruang siaran memulai sukira
.
.
Kyuhyun menarik ryeowook dari butik menuju mobilnya dengan tergesa-gesa. Dia membuka pintu penumpang depan dan memasukkan ryeowook kesana, dan dia segera menuju kursi pengemudi. Dia benar-benar dikejar waktu
"apa yang begitu penting? Tidak bisakah kita pergi nanti?" seru ryeowook sambil memasang seatbeltnya, dia sedikit kesal karena kyuhyun mengganggu shoopingnya
"tidak bisa ini sudah jam 3" seru kyuhyun cepat memasang seatbeltnya. "atau orang lain akan kehilangan hidupnya"
"haaa~ kenapa begitu penuh misteri. Jinjja!" keluh ryeowook
"omo, hampir jam 4" seru kyuhyun saat melihat jam tangannya. Kyuhyun segera menancap gasnya, lalu mengemudi dengan agak cepat
Kyuhyun memutar radio di mobilnya, dia mendengarkan siaran radio sukira, 89,1cool fm
"eh dengar!" ujar kyuhyun ke eonni-nya
'wookie-ku yang paling cantik di dunia, tanpamu aku akan mati, aku benar-benar akan mati' ujar seorang namja di radio, ryeowook membelalakkan matanya mendengar suara namja ini, dia tau suara ini, suara mantan namjachingu-nya
'tidak benar-benar mati. jika kau tidak mencintaiku, aku pikir aku tidak akan pernah bisa mencintai yang lain!'
Kyuhyun membuka sedikit mulutnya tidak percaya akan kata-kata berlebihan sang namja bernama yesung itu.
'wookie, aku akan menunggumu disini, sampai hari dimana kau akan kembali padakuuuu'
"ini benar-benar menggelikan" ujar ryeowook dengan ekspresi ngeri, "berapa umurnya? Masih memainkan permainan ini?"
"dan kau menolongnya?!" tanya ryeowook kesal
Kyuhyun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan
'baiklah, terima kasih untuk tuan kim'
"eonni, kami hanya..."
DEG
Ucapan kyuhyun terhenti saat bersamaan dia mendengar suara DJ radio itu
Kyuhyun menolehkan perlahan ke radio seolah tidak percaya akan yang ia dengar
'aku harap nona wookie mendengar pengakuan cinta tuan kim,dan akan memberikannya kesempatan lain, gomawo tuan kim. Gomawo, jangan bersedih. Dalam kehidupan,ada banyak hal sekali kehilangan, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Terutama cinta. Aku dj sweety, sukira akan berakhir hari ini, kita akan bertemu lagi besok'
Kyuhyun membeku mendengar suara itu. Dia sangat mengenal suara itu, dia tidak akan pernah melupakan suara manis nan indah yang bisa membuatnya melayang. Suara orang yang ia cintai sampai saat ini sekaligus ia benci. Lee sungmin
t.b.c
bagaimana dengan chap ini?
Mianhe jika masih ada typo(s) :(
Thanks to readers, new readers, and silent readers :)
Last words, review pleasee... ;)
