Lightsaberhun present
.
.
.
belongs to author
.
.
HUNHAN
.
.
.
.
Chapter 10
Sehun dan luhan sedang berbincang-bincang dengan chanyeol aerin tiffany dan taeyeon. Mereka sangat senang bisa membantu luhan keluar dari masalahnya, luhan juga begitu, tapi sebenarnya masih ada yang menggangu pikiran luhan,
"luhan" aerin memanggil, luhan membalasnya dengan tatapan lalu tersenyum
"ada yang ingin bertemu denganmu, tiffany akan mengantarmu menemuinya" kata aerin sambil menyengol lengan tiffany
tiffany tersenyum, "ayo luhan" ujar tiffany sambil menarik lengan luhan namun luhan menahan dan berkata "s-sehun begaimana?"
tiffany menaruh tagannya di jidatnya lalu membalas "yaampun,kau sepertinya memang tidak bisa dipisahkan dengannya, tenang saja sehun akan kupastikan menunggumu disini, akan kupastikan bahkan 1cm pun ia tak boleh bergerak,puas?" lalu luhan tersenyum dan menggangguk,lalu mereka berlalu dari sana
Tiffany membawa luhan melewati kastil,lalu kepekarangan kastil yang luas, luhan pikir luhan diajak ke halaman belakangnya saja, tapi nyata sekarang ia malah pergi tambah jauh dengan tiffany, ia melewati hutan, tapi hutan itu tidak seram, hutan itu banyak dipenuhi kunang-kunang, hutan itu jauh dari kata menyeramkan, jadi luhan merasa bahaya takkan menghampirinya, lagipula sekarang ini ia bersama tiffany.
Mereka sampai di sebuah tembok besar tembok itu sudah tertutupi oleh tanaman merambat, di tengah tengahnya terdapat pintu kayu kecil bulat dengan gagang hitamnya, luhan bertanya
"apa kita sudah sampai?" tanya luhan, tiffany mengangguk lalu berkata,
"luhan kau tahu, jika dunia kegelapan saja punya tempat untuk menemui roh / arwah ya bisa dibilang begitu, kami disni juga mempunyai tempat seperti itu, tapi bedanya disini hanya tempat-tempat orang-orang baik hati saja"
"ohh begitu, lalu untuk apa aku dibawa kemari? apa selain roh jahat,roh baik juga menginginkan tubuhku?! kumohon lebih baik aku mati saja,dari pada hharus menyerahkan tubuhku pada orang lain" kata luhan sambil mau beranjak pergi ,tiffany hanya mengelenggelengkan kepalanya,
"dasar kau ini, selalu berpikiran aneh, mana mungkin ada orang baik yang melakukan itu padamu, jika ada namanya bukan orang baik" balas tiffany sambil menjitak kepala luhan,
Luhan yang masi memegangi kepalanya yang baru dijitak tiffany, bertanya lagi
"lalu untuk apa kau membawaku kemari?"
"kau harus bertemu dengannya,cepat masuk sana, aku akan menunggu disini" jawab tiffany
"loh? bukannya kau akan menemaniku kedalam?"
"ish ish ish tidak tidak,disini, aku disini saja, sekarang masuk" kata tiffany sambil menjulurkan lidahnya,luhan mendelik lalu masuk kedalam pintu itu
Saat ia masuk, silau cahaya putih menembus matanya, hingga matanya harus terpejam
Luhan pov
Yaampun ini silau sekali, memang dunia yang sangat terbalik, di sebelah aku tidak bisa melihat apapun karna gelap, disini karna terang,tapi tunggu, kurasa cahaya itu mulai meredup lalu kemudia aku tak merasa cahaya itu menembus mataku yang masih tertutup,bahkan tertutup saja cahayanya masih bisa kelihatan.
Aku membuka mataku,aku melihat kolam ah lebih tepatnya lagi danau kecil, tapi tidak terlalu kecil, dengan bunga-bunga indah disekelilingku, rumput yang kuinjak ini sangat bersih rasanya sayang sekali aku harus menginjaknya, ku dekati danau itu, melihat cerminan diriku diatas air itu,aku juga melihat ikan-ikan yang takpernah kulihat diduniaku disini lebih tepat untuk dijadikan tempat impian jika kau sedang bermimpi, akan lebih baik kau bermain disini, lalu tak lama aku mendengar
"luhan?itu kau?" aku menengok mendapatkan pria paruh baya ,mukanya masih terlihat awet muda cukup tampan mungkin bila seusianya,taklama aku kemudian melihat kebelakang pria itu ,seorang wanita seumuran dengannya sedang menghampirinya lalu berkata "yeobo?sudah bertemu?cantik hmm?" pria itu mengangguk
tunggu aku sepertinya... "EOMMA!" aku berteriak lalu langsung berlari menghampirinya lalu memeluknya , eommaku hanya tertawa
"eomma aku merindukanmu" eommaku menjawab "aku juga"
kudengar pria disebelah eommaku berkata "jadi aku tidak?"
aku harus menjawab apa,kenal dengannya saja tidak, aku hanya tersenyum memaksa, lalu eommaku tertawa dan berkata
"ia pasti tidak mengenalmu, bertemu saja tidak pernah"
"ah kau benar, kalau begitu luhan perkenalkan namaku adalah, xi joohyun, a-y-a-h-m-u"
luhan rasanya seperti dibanting oleh kenyataan, sekarang harapan dapat bertemu ayahnya dapat terbalaskan,
"a-ayah ku?" joohyun menganguk kemudian melanjutkan "jadi masih tidak merindukanku?"
kemudian luhan juga berhambur kepelukan joohyun lalu berkata "appa kau tau appa adalah ucapan yang paling kusukai mulai saat ini, aku ini sangat ingin bertemu appa, jika aku bbisa mencari appa, akan kucari appa bahkan berjalan kaki keliling dunia pun bukan masalah, appa aku harus berterimakasih atas hidupku , karena appa aku masih ada sekarang,terimakasih appa terimakasih "
appanya mendengar itu sangat terharu,luhan kemabli bicara sambil melepas pelukannya
"maafkan aku appa dulu aku sempat membencimu,karna- aku berpikir appa meninggalkan eomma dan aku sendirian"
"tidak apa-apa nak ,aku mengerti,lagipula sekarang kau sudah menyayangiku"
luhan mengangguk,
"tapi bukankah katanya, appa merelakan hidup apppa untukku, appa kan hantu, lalu bagaimana bisa appa merelakan hidupku,maksudku, aku tidak mengerti,mengapa appa bisa disni?dan bersama eomma pula?" appanya hanya tersenyum membalas,
"aku merelakan hidupku yang menjadi 'hantu' agar bisa diambil olehmu, tapi syaratnya, kau tetap harus mengubah dirimu sendiri menjadi manusia, dan kurasa sekarang itu memang sudah terjadi,karena sehun bukan? jadi aku hanya merelakan hidupku yang itu saja, lagipula aku ini sudah menjadi hantu, mana bisa hantu (orang yang sudah mati) lalu mati lagi, lalu aku dipindahkan kesini, agar bisa bersama eommamu, sebenarnya aku hanya disiksa sebentar saja untuk pindah kemari, itu tidak menyakitkan tenang saja" kemudian ia mengelus surai coklat luhan
"kalau begitu appa eomma ayo kita pulang, sehun pasti senang melihat kalian"
senyum di wajah keduanya langsung luntur sejenak,
"maafkan kami ,tapi kami tidak bisa kembali,seperti kata ayhmu tadi orang yang suda mati mana bisa mati lagi, apalagi untuk idup, inilah tempat dimana kami seharusnya sekarang,maafkan kami luhan,tapi walaupun kita beda dunia, kami terus bersamamu ko tenang saja" kata eomma luhan lirih
luhan kemudian menangis lagi, "tapi nanti aku pasti akan bertemu kalian lagi bukan?" kata luhan dengan pandangan memohon
"tentu, jika yang di atas mengizinkan" kemudian mereka berpelukan ,
"sekarang kau harus kembali luhan, mungkin teman-temanmu sudah lama menunggu" kemudian eomma dan appa luhan bersamaan mencium pipi kiri dan kanan luhan
dan appanya berkata "jangan khawatir, waktu aku membawa kita bersama-sama lagi" lalu tersenyum,kemudian luhan pun meninggalkan mereka dan keluar dari tempat itu, menemukan tiffany, sedang mencoba menangkap kunang-kunang , menuut luhan tiffany mmemang orang tidak ada kerjaan, tapi tiffany juga orang yang lucu dan perhatian , tiffany yang menyadari kehadiran luhan ,menghampiri luhan kemudian mengajak luhan untuk kembali.
.
.
.
.
Sehun dan luhan kini sedang berada di belakang rumahnya, mereka sudah kembali tadi pagi dari dunia beda 'dimensi' itu, sekarang mereka sedanng mengadakan pertemuan orang-orang terdekat,ya tidak jauh jauh hanya dengan eomma sehun,kyungsoo,kai,bibi jung, mereka membicarakan tentang masa kecil sehun dan luhan, kyungsoo tertawa paling keras ketika mendengar,eomma sehun bercerita bahwa dulu sehun saat masih kecil dan mengikuti kelas olahraga berenang di tk nya sehun membawa handuk eommanya yang berwarna pink, karena waktu itu handuk-handuknya sedang dicuci, dan saat sehun masuk kedalam toilet pria ,seorang pria berkata padanay bahwa 'nak toilet anak perempuan disebelah' saat itu sehun langsung teriak kalau ia itu laki-laki,
sehun yang mendengar itu mendecih lalu berkata "saat itu kan aku sedang marah karena disangka seorang yeoja,apa pria itu tidak bisa mengenali seorang pria tampan,aku benar-benar heran" luhan hanya tertawa dan menggeleng gelengkan kepalanya,bibi jung juga sama
eomma sehun lalu kembali bercerita, hingga sehun memanggilnya "eomma" semua yang ada disana melihatnya, eomma sehun menjawabnya dengan anggukan
"eomma aku ingin-"
"ingin apa?"
"m-me-n-ni-kah" semua yang ada disana serentak membulatkan matanya
eomma sehun mendekati sehun lalu memelototinya kemudian berkata
"hey oh sehun apa yang kau bicarakan?menikah?d-dengan siapa? kau ingin menikah diumurmu yang segini?"
kata eommanya pelan tapi masih bisa didengar seluruh orang disana,
sementara luhan ia sedang dalam kondisi pikiran yang sangat tidak karuan ia benar-benar ingin menendang sehun,lagi pula sehun ingin menikah dengan siapa -kesal luhan
sehun membalas eommanya "i-iya menikan tentu saja,memangnya aku salah?aku ingin menikah,lagipula umurku ini sudah 25 tahun, apa aku tidak boleh menikah? yasudah tidak usah menikah saja selamanya" eommanya langsung menjitak kepala sehun tapi ia juga ingin anaknya menikah tapi kan harus dibicarakan dengan suaminya dulu
"dasar anak nakal, kau ini ingin menikah dengan siapa hah?memangnya yakin ada yang mau?" kata eommanya ,sementara bibi jung dan kyungsoo langsung tertawa,begitu juga kai , kai baru tertawa kali ini,karena menurutnya kali ini benar-benar lucu, oh sehun? tidak laku ?ayolah
sehun memandang luhan kemudian menghampirinya, semua orang mengikuti arah sehun, sehun mengambil tangan luhan lalu, menggengamnya dan berkata
"dengan luhan, aku tidak mau yang lain,hanya dengan luhan" luhan hanya memandang sehun dengan tatapan terharu kemudian ia memeluk sehun,ia menyembunyikan wajah malunya di dada sehun, sehun hanya terkekeh lalu bertanya pada luhan 'di depan semua orang yang ada disana'
"dulu yang aku tanyakan pertamakali, adalah ,'apa kau mau menjadi temanku' , lalu teman kecilku yang menyimpan perasaan padaku ini telah membuatku luluh dan jatuh hati padanya hingga yang kedua kali aku bertanya 'apa kau mau menjadi pacarku' tapi sekarang, aku ingin membuatnya menjadi milikku aku juga tidak mau berpisah dengannya, aku tahu ini juga terlalu cepat tapi ini yang ketiga kalinya aku 'maukah kau menikah denganku,luhan?"
Luhan meneteskann airmata lalu ia mengangguk dan kembali memeluk sehun, hingga suara eomma sehun membuyarkan semuanya
"memang kata siapa kau akan menikah anak nakal" katanya sambil menghampiri sehun,luhan hanya diam dan berpikiran macam-macam, apa eomma sehuntidak menyetujinya? -pikiran luhan
sementara sehun hanya melihat eommanya tidak percaya
kemudian eomma sehun tertawa dan berkata ,
"aku kan harus bicara pada suamiku dulu,untuk menyiapkan pernikahan kalian,haha lihatlah mukamu anak-anak nakal" kata eomma sehun lalu ia melanjutkan
"kalian berpikir aku tidak akan menyetujui kalian begitu? bahkan aku sangat setuju jika anak nakal ini menikah dengan luhan, aku tidak bisa jika membayangkan ia jatuh ketangan orang yang salah,kalau luhan kan aku sudah kenal,jadi oh sehun kapan kau mau menikah?" tanyanya
sehun langsung tersenyum bahagia, luhan juga ,tapi senyum luhan langsung hilang dan digantikan dengan ekspresi terkejut ,ketika sehun berkata
"minggu depan,aku ingin minggu depan" eomma sehun yang mendengarnya langsung tersenyum evil dan berkata
"eoh putraku sudah tidak sabar yaa" lalu nyonya oh menaik turunkan alisnya, sementara luhan hanya menundukkan kepalanya malu mukanya sudah memerah mendengar ucapan eomma sehun.
END
.
.
.
Epilog
1 bulan kemudian
Luhan sedang berada di rumahnya, kini rumahnya dijadikan rumahnya bersama sehun, luhan tidak mau pindah dari sana, baginya rumahnya ini adalah kenang-kenangan terakhirnya bersama eommanya, sehunpun mengerti, mereka tinggal bersama karena mereka sudah menikah 1 bulan yang lalu,
Luhan sekarang ingin mengunjungi ke rumah eommanya, eomma mertuanya lebih tepatnya, ia merasa bosan dirumah sendirian, karena sehun sekarang bekerja di perusahaan ayahnya, ayahnya menyuruhnya menjadi suami yang bertanggung jawab,itu syaratnya agar bisa menikah dengan luhan.
"eommaaaa" panggil luhan
"eoh luhan kenapa hmm?" eomma sehun datang menghampiri luhan
"tidak apa-apa ko aku hanya bosan sendirian di rumah" eomma luhan mengangguk lalu melihat wajah luhan ada yang salah dengan wajah nya
"kau pucat, sakit?" tanyanya ,luhan menggeleng,
"tadi aku membersihkan halaman belakang rumah, aku cuma kelelahan saja"
"ohh gitu, kau bosan? kita jalan-jalan saja yuk!"
luhan mengangguk semangat dan berkata "aku akan bersiap-siap" lalu eommanya membalas "oke kutunggku nanti didepan, hanya 10 menit oke?"
kuhan kemudian mengangkat tangannya menaikkan jempolnya,
10 menit kemudian luhan sudah siap dan mereka pergi jalan-jalan , mereka pergi ke tempat perbelanjaan, mereka terus mengelilingi mall itu selama 4jam,eommanya melihat luhan sekarang benar-benar pucat ia berpikir, apa luhan selelah itu, ia kemudian bertanya
"lu apa kau baik-baik saja?" tanyanya
"tidak tahu eomma,tadi aku hanya lelah sekarang aku benar-benar pu-" luhan sudah pingsan, nyonya oh segera meminta bantuan agar membawa luhan keparkiran ,lalu ia membanya ke rumah sakit, tak lupa ia juga segera menghubungi sehun
Kini nyonya oh sedang menunggu luhan yang diperikasa dokter diruangannya, kemudian sehun datang dengan keadaa panik dan bertanya,
"eomma luhan mana?mengapa ia bisa pingsan?apa ia baik baik saja?" bertubi-tubi
"eomma tidak tahu, ia bilang ia kelelahan tadi, lalu tiba-tiba pingsan,sekarang kita tunggu dokter saja ya"
kemudian orang yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar, dan tersenyum
"keluarga oh luhan?" mereka berdua segera menganggukan kepalanya dan sehun berkata
"saya suaminya, dia kenapa? apa baik-baik saja?"
"istri anda baik-baik saja, ia hanya kelelahan, tapi itu wajar karena istri anda sedang mengandung"
sehun yang mendengarnya terkejut dan bertanya "mengandung?h-hamil?"
dokter itu mengangguk dan mengatakan "selamat tuan oh, dan anda juga bisa bertemu istri anda di dalam"
sehun segera mengangguk lalu mengucaokan terimkasih,dan segera masuk kedalam ruangan diikuti dengan eommanya,
saat masuk kedalam, ia melihat luhan segang berusaha menyenderkan dirinya di kepala ranjang,sehun membantunya ,luhan bertanya
"sehun apa aku bbaik-baik saja?aku sakit apa?" sehun terkekeh dan menjawab
"tidak kau tidak sakit,kau baik-baik saja ,tidak perlu khawatir oke" luhan bingung dnegan tigkah sehun
"bagaimana tidak sakit, aku ini baru saja pingsan, kau bilang tidak sakit" eomma sehun yang mendengarnya juga terkekeh menahan tawa dipikiran eomma sehun hanya 'jadi mereka sudah melakukannya' lalu tersenyum evil (eommanya yaampun-_-)
"tentu saja itu wajar, ibu hamil kan memang seperti itu" luhan terkejut dengan apa yang sehun katakan,
"j-jangan bercanda sehun,itu tidak lucu"
"aku tidak bercanda apalagi berbohong, kau ini tidak sakit tapi hamil" ujar sehun sambil mencubit hidung luhan, luhan kemudian menangis, sehun segera membawa luhan kepelukannya, dan berkata "terimakasih, aku mencintaimu,luhan",luhan pun mengangguk memeluk sehun lebih erat lagi.
.
.
.
End
Udah end ko udh selesai, bahgia kan,sehunnya gamati
cepet banget ya perasaan
maaf ya kalo jelek ceritanya,tidak memuaskan, maaf ya
yang ga ngerti juga
oh iya kemaren aku sempet cek chap 9 itu typo bertebaran
maaf juga yaa, aku nulisnya cepet-cepet, soalnya harus banget selesai 2 jam
makasih yang udah review, di doain ketemu exo ko,mau didoain ketemu siapa lagi sini #bukarequetsnih
cerita ini emang gaje, haha,nanti in sha allah bikin cerita lain, kalo dapet ide lagi
dah
