Disclaimer © Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha X Sakura Haruno X Itachi Uchiha X Sai
(SasuSaku x SakuItha x SakuSai dan beberapa pairing lainnya)
Rate: T – M
Genre: Drama, Friendship, Family, Romance maybe, Hurt/Comfort and Angst.
Summary: Apa yang ada di pikiran kalian jika dihadapkan dengan angka 18? Apakah percintaan? Pemberontakan? Kenakalan? Perselingkuhan? Mimpi yang besar? Menyakiti diri sendiri? Atau kah persahabatan? Ini kisah mereka! Kisah para Ahli Waris.
Warning: OOC, pembashingan seluruh chara yang ada di fic ini maybe, beberapa scene saya ambil dari beberapa drama baik itu drama Korea, drama Mandarin, Thailand, novel, teenlit, komik ataupun anime yang cocok untuk diletakkan dalam fic ini, tidak bermaksud menyinggung para sosialita maupun kalangan kelas atas, fic ini hanya fiksi mohon jangan dianggap serius.
Note: Aku membuat kesalahan dichapter 3, dimana dichapter tersebut aku salah mengatakan bahwa Sakura merupakan anak semata wayang, aku lupa kalau di chapter selanjutnya akan ada karakter yang sudah meninggal, dimana karakter tersebut adalah Haruno Sara yang merupakan kakak dari Sakura.
18
Mansion Haruno
Semenjak kedatanganku ke Konoha, setelah pulang dari makam hari ini, untuk pertama kalinya aku memasuki salah satu kamar yang ada di mansion, kamar yang dulunya di tempati oleh kakakku Haruno Sara, penerus sebenarnya dari Klan Haruno tapi takdir berkata lain beban itu akhirnya harus aku tanggung.
Hidupku mungkin tidak akan serumit ini, aku tidak harus menjalankan tradisi Klan yang mengharuskan keturunan Haruno langsung memiliki tiga tunangan dari Klan Uchiha hingga sampai batas usia menikah, dari tiga keturunan Uchiha salah satunya akan menjadi pendampingku.
Aku membenci tradisi ini, saat aku di London aku memiliki keinginan untuk merubah tradisi ini, aku tidak mengerti kenapa sebuah ikatan pernikahan harus diatur oleh sebuah tradisi hingga kejadian tiga tahun yang lalu menamparku, ini bukan hanya sebuah tradisi biasa tapi ini menyangkut masa depan Klan dan hidup orang banyak, terkesan angkuh bukan? Seolah-olah hidup orang lain tergantung dari masa depan para Klan Bangsawan tapi itulah kenyataannya yang sayangnya tidak ingin dimengerti oleh Haruno Sara.
Ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan kamar ini, beberapa berkas yang dari tadi kupegang kuletakkan diatas meja belajar, berkas dari kepolisian dan berkas hasil penyelidikan dari seseorang yang kupercaya, berkas yang berisi kejadian dan beberapa catatan penting kematian Haruno Sara.
Dari awal aku merasa memang ada yang salah dari kecelakaan itu karena sehari sebelum kecelakaan itu terjadi aku sedang berada di Konoha tepatnya di Villa Klan Haruno bersamanya.
"Kau tahu Sakura, aku selalu iri dengan hidupmu, kau begitu bebas, kedua orang tua kita bahkan para tetua tidak pernah sekalipun mengekangmu, kau begitu hidup, semua orang menyukaimu. Itu membuatku ingin tahu apa yang akan terjadi jika kamu berada di posisiku."
Kalimat itu sudah menjadi kaset yang selalu berputar di kepalaku, aku sangat yakin dengan semua kecurigaanku bahwa kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa tapi kesengajaan yang dilakukan oleh Sara-nee sendiri. Hanya saja sudah berapa lama dia mempersiapkan skenario ini?
Langkah kakiku berhenti di sebuah room yang berisikan pakaiannya.
"Sakura ... aku akan memberi tahumu dimana aku menyimpan barang-barang pentingku." Katanya dan menuntunku kesebuah pojok di dalam ruang pakaiannya, disana Sara menggeser dinding tersebut dan terlihatlah sebuah kotak penyimpanan.
Ku geser dinding tersebut, dalam hatiku terus bertanya-tanya apakah di dalam sana ada hal yang bisa menjawab semua spekulasiku selama ini.
"Dan aku selalu menggunakan password 2012" Katanya lagi.
Tanganku menekan empat digit angka 2012, apa empat angka ini juga merupakan jawaban? 2012 adalah tahun kematiannya.
Tanganku mengambil apa yang ada didalam kotak tersebut, sebuah buku harian yang diatasnya terdapat selembar kertas.
Sakura ... Aku tahu kau pasti tidak akan percaya dengan apa yang terjadi denganku, kau adalah orang yang pintar dan kritis, ini akan menjawab semua pertanyaanmu.
Aku menyayangimu tapi aku juga membencimu.
Sara
18
Hotel Zeus
Tempat ini tidak asing bagiku, sejak kecil aku, keluargaku bahkan seluruh keturunan para Klan Bangsawan sangat familiar dengan hotel ini, diantara para keturunan klan selain pemiliknya dan keturunannya akulah yang paling sering kesini.
Ini dikarenakan anak dari pemilik hotel yaitu Hyuga Neji adalah tunanganku, sama halnya dengan pertunangan para klan bangsawan lainnya pertunanganku pun juga diatur oleh para tetua tapi mungkin ada sedikit perbedaannya saat pengaturan itu mulai dibicarakan aku meminta tepatnya memohon agar aku ditunangkan dengan keturunan Klan Hyuga, saat aku berumur 8 tahun aku sudah memiliki ketertarikan khusus terhadap Neji tepatnya kejadian dimana Neji memberikan saputangannya yang sampai sekarang masih kusimpan.
Langkahku berhenti di depan pintu kantor atau ruang kerjanya, umur kami yang sudah mencapai 18 tahun dimana umur segitu merupakan umur kedewasaan yang mewajibkan kami mulai belajar menjadi penerus klan masing-masing, kami sekolah sekaligus bekerja.
Samar-samar aku mendengar suara dari dalam ruang kerja Neji.
"Neji-kun ... emhhh ... jangan diteruskan"
"Kenapa? Kau tidak menginginkanku? Kau tahu itu melukai perasaanku"
"Aku menginginkanmu, sangat! Tapi kita di kantor dan aku sedang bekerja bagaimana kalau karyawan lain melihatnya? Apa yang akan mereka pikirkan tentang aku? Aku hanya seorang office girls di hotel ini dan semua orang juga tahu kau sudah bertunangan."
"Tenten ... kau tahu persis aku hanya menginginkanmu"
"Aku tahu dan kamu pun tahu aku tidak pernah bisa menolakmu, aku mencintaimu"
"Aku juga." Jawabnya
"Aku akan bersabar Neji-kun sampai saat itu tiba, aku akan menunggumu."
"Hm ... Tidak akan lama lagi sampai semua jatuh ketanganku, aku akan memiliki kekuasaan dan bila saat itu terjadi hal yang pertama kulakukan adalah memilikimu selamanya dalam sebuah ikatan resmi."
"Aku percaya itu tapi bagaimana dengan tunanganmu?" Tanyanya.
"Kau tenang saja, semua aku yang akan mengurusnya."
Aku hanya mampu memejamkan mataku, aku tak sanggup mendengar percakapan mereka lebih dari ini, aku sudah tahu bahkan sudah sangat lama tahu, sejak aku melihat wanita itu, aku tahu wanita itu akan menjadi gangguan dalam hubungan kami atau akulah yang menjadi pengganggu dalam hubungan mereka? Mengingat hubungan mereka lebih dulu terjalin sebelum pertunanganku, salah satu alasan kenapa aku sampai memohon kepada para tetua.
Aku terus berlari, menuruni setiap tangga, mungkin dengan berlari dan membuat diri sendiri lelah akan menghapus sesak yang kurasakan, aku bahkan tak tahu langkahku menuntunku kemana, aku hanya terus berlari hingga ...
Bruuuk ... aku jatuh! Tersandung oleh kakiku sendiri, tangisku pecah, aku bahkan tidak peduli sedang berada dimana, aku tetap pada posisi jatuhku, tiarap.
"Apa yang sedang kau lakukan dengan posisi seperti itu, Ino?"
18
Aku tidak pernah benar-benar menikmati indahnya kota Konoha, bahkan saat ini pun aku hanya berjalan-jalan saja, menghilangkan kekesalanku karena melihat beberapa luka cakaran dipunggung saudaraku, langkahku menuntunku sampai ke dalam hotel Zeus menuju sebuah ruang gym, mungkin sedikit olahraga akan menjernihkan pikiranku, pikirku.
Langkahku berhenti saat kulihat orang yang sangat kukenal berlari melewatiku, itu menggangguku, bukan karena ia melewatiku dan tak menyapaku biar bagaimanapun aku adalah keturunan Klan Bangsawan Murni yang berada di level atas darinya tapi karena raut wajahnya.
Aku berbalik bermaksud mengikutinya dan disinilah aku berada di taman belakang hotel Zeus, berjalan terus hingga kakiku berada tepat di depannya, melihat posisinya yang tiarap seperti ini, aku bisa menebak kalau tadi dia tersandung.
Aku bisa mendengar isakannya yang lolos dari mulutnya, ku menghela napasku, sejujurnya situasi seperti ini adalah hal yang paling tidak kusukai.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan posisi seperti itu Ino?" Tanyaku.
Yamanaka Ino mendongakkan kepalanya, wajahnya benar-benar terlihat menyedihkan tapi saat melihat siapa yang berada dihadapannya raut wajahnya berubah menjadi angkuh.
"Apa kau tidak bisa melihat?" Jawabnya sinis, berusaha untuk berdiri tapi "Uch ..." suara rintihan kesakitan keluar dari mulut pedasnya.
"Berlari seperti tadi kemudian terjatuh tentu saja akan membuat kakimu keseleo dan terluka apalagi dengan heels setinggi itu?" Kataku sambil membantunya berdiri.
Dia tidak menolak bantuanku, mungkin karena sadar akan kondisinya, ku tuntun dia ke bangku yang ada di taman ini.
"Ini ... Setidaknya kau bersihkan wajahmu itu, kalau kau pulang dalam keadaan seperti itu orang akan mengira kau korban pelecehan seksual" Ku sodorkan saputangan kearahnya.
Dia mendengus walaupun akhirnya dia mengambil saputangan ditanganku, membersihkan jejak air mata diwajahnya.
"Hah ... Kau selalu menemukanku dengan kondisi seperti ini, menyedihkan." Katanya.
"Hm ... Mungkin aku kena kutuk." Jawabku dan dihadiahi dengan dengusannya lagi.
"Kau tidak memiliki kosakata yang sopan."
"Apa yang kau lakukan dengan posisi tadi? Apa bajumu robek lagi?" Tanyaku.
"Tidak, aku hanya mendengar sesuatu yang menyakitkan." Jawabnya.
"Nejikah?"
Dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kau harus berjuang seperti itu? Bukankah sudah jelas Neji hanya menyukai si Level E itu?"
Kami semua tahu dengan jelas hubungan seperti apa yang terjalin antara Neji dan Ino dan juga seseorang yang disukai Neji yang sayangnya wanita itu bukan dari Klan Bangsawan.
"Kau sendiri bagaimana? Kenapa kau juga harus berjuang seperti itu? Harus bersaing dengan saudaramu sendiri untuk mendapatkan Haruno Sakura?" Tanyanya balik.
Ku hela napasku "Kau benar, sepertinya aku tidak berhak mempertanyakan hal itu padamu karena jawabannya sudah sangat jelas, tapi kau yakin kau benar-benar mencintai Neji?"
"Sama sepertimu Sai, buatmu hanya ada Sakura dan buatku hanya ada Neji, aku hanya melihat Neji dimataku."
"Semakin kita dewasa semakin rumit saja hidup kita. Sudahlah ... Lebih baik kau pulang, aku akan mengantarmu." Tawarku.
18
"Sai, ini tidak apa-apa?" Tanyaku kepada Sai saat kami berdua menuju Mansion Yamanaka, dimana Mansionku letaknya tidak jauh dari Hotel Zeus atau bisa dibilang Mansion Yamanaka, Hyuga dan Sabaku berada dikomplek yang sama.
"Maksudnya?" Tanyanya balik.
"Situasi kita saat ini, apa kau tidak merasa orang-orang sedang memperhatikan kita?"
"Kalau orang-orang benar memperhatikan kita, maka mereka pasti tahu alasan kenapa saat ini kau berada di punggungku. Luka dilututmu terlihat sangat jelas kau tahu! Dan kau yakin tidak ingin aku mengantarmu kerumah sakit?".
"Tidak perlu, aku hanya ingin pulang."
"Yah ... Lukamu juga tidak terlalu parah, aku sangat mampu mengobatinya." Katanya sombong.
"Kau dan Sakura memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan kalau sudah berbicara tentang dunia medis."
"Hm ..."
"Sakura sangat menyukai dunia medis, dulu dia selalu bilang asal dia bisa mendapatkan hak kepemimpinan terhadap Rumah Sakit Haruno yang lainnya dia tidak peduli tapi semenjak kejadian itu ..." Tanpa kuteruskan kalimatku, kurasa Sai sangat paham apa yang kumaksud.
"Lusa pertunanganmu dengan Sakura, kau tahu Sai! Harusnya saat ini aku bersama Neji ke Boutique Yamanaka untuk mengambil pakaian kami yang akan kami pakai pada malam pertunanganmu tapi aku malah harus kembali sakit hati. Padahal aku sudah sangat lama tahu tapi kenapa masih saja terasa sakit" Lanjutku dengan lirih.
"Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan harapan. Kita sudah sampai Ino, aku akan mengantarmu sampai dalam dan mengobati lukamu, kalau kau mengizinkanku masuk tentunya." Pintanya
"Masuk saja, kau sendiri tahu aku tinggal sendirian tentunya para maid tidak dihitung." Jawabku.
Mansion ini tadinya cukup ramai, aku tinggal bersama tousan dan kaasanku kehidupanku sebelumnya tidaklah seperti ini, sepi. Sampai kematian kaasanku 1 tahun yang lalu mengubah segalanya, seminggu setelah acara pertunanganku kaasan meninggal dunia karena penyakit kanker yang sudah sangat lama dideritanya, ini cukup membuatku terpukul mengingat hubunganku dengan kaasan sangat dekat tapi yang lebih membuatku terpukul, kecewa dan sangat marah adalah apa yang telah dilakukan tousanku sehari setelah kematian kaasan.
Pemakamannya yang masih sangat basah ternodai dengan perbuatan tousanku yang membuatnya harus diusir dari Klan Yamanaka.
"Ino sayang ... Cinta itu egois."
"Ya, tousan. Cinta itu memang egois tapi cintamu terhadap wanita itu tidak pernah bisa aku terima" Batinku.
TBC
Hal yang menyakitkan ketika kamu kehilangan seseorang adalah kenyataan bahwa dia tidak berusaha untuk mempertahankan hubungan kalian.
Reviewnya plisss ^_^
