Slytherin

A/N: makasih buat Reviewnya sekarang Author blas satu - satu ya

Yu11: makasih buat reviewnya.. ini chapter lanjutanya

Guest (orang): Gak bermaksud menyinggung tapi saya gak ngikutin naruto ama crossover dan gak begitu suka Naruto .. kalo Fairy tail masih bisa

Hanazawa Kay: pada dasarnya Harry punya darah Black dan Gryffindor jadi ya gitu

Stenzvania: makasih

Welly Deviana: Hermione ama Harry jadi kakak adik kok

Ys-Dreamer: Yeah

Kereta yang ditumpangi oleh sempat berhenti sesaat karena dementor. "Pasti gara - gara Sirius Black"kata Blaise "Tapi Hadrian setahu ku mantra patronus adalah mantra tingkat tinggi". Hadrian tertawa. "Benar, Tapi aku kasus istimewa"jawab Hadrian.

Hadrian dan Draconica pun kembali ke kopartemen mereka. Mereka bergantian memakai seragam asrama masing - masing. Lavender tengah memuji kuku - kuku Hermione sedangkan Hadrian dan Neville membahasa Wiggentree dengan Draconica yang menyandar pada Hadrian saat pintu kopartemen terbuka, menampilkan Fred dan George Weasley. "Halo"kata mereka bersamaan. "Kami ingin memberikan selamat"kata Fred.

"Atas apa yang kalian lakukan pada Ron, ia pantas mendapatkannya"balas George.

"Aku yakin warna rambut pelangi adalah yang terbaik"sambut Fred.

Hadrian mengangguk dan tersenyum. "Aku tidak aka diam saja kalau ada yang menindas orang lain"jawab Hadrian. "Tenang saja, kami hanya membuat lelucon dan menindas orang yang pantas ditindas"jawab George. Kedua kembar Weasley pun kembali ke kopartemen mereka.

"Kembar Weasley memang jahil tetapi mereka memiliki moral yang tinggi sama seperti Bill dan Charlie. "jelas Neville.

"Ada gosip yang mengatakan bahwa, selain Ron dan Ginny bukanlah anak dari Molly."sambung Lavender.

"Ah jadi, Molly Prewett memakai amorentia itu benar dan melakukan sesuatu pada istri pertama Tuan Weasley itu benar"tanya Neville.

"Bagaimana hubungan asrama Ron dan Ginny?"tanya Hadrian membuat Draconica bingung. "Apa hubungannya Ian?"tanya Draconica. Hermione tersenyum. "Karena jika Ron dan Ginny dibuat saat Arthur memakai ramuan cinta, Mereka berdua tidak akan bisa merasakan cinta. Itu hukumnya"jawab Hermione. Lavender,Draconica dan Neville mengangguk tanda mengerti.

"Cinta anugrah dan semua orang bisa merasakannya"jawab Hadrian. Kini ganti Hermione menjawabnya. "Aku mengenal seseorang yang begitu dicintai banyak orang namun ia tidak mendapatkan cinta dari gadis yang ia cintai"jawab Hadrian "ah kita sudah sampai"

Kastil Hogwarts terlihat indah pada malam hari. Hadrian dan yang lain menggunakan kereta yang ditarik oleh therstal,mahluk yang hanya bisa dilihat oleh orang yang bersentuhan dengan kematian. Dalam hal ini, Keluarga Dursleylah yang menjadi pengalaman kematiannya. Hadrian membantu Draconica dan Hermione menaiki kereta, Sementara Neville membantu Lavender.

"Bisa dipastikan, bahwa Dumbledore akan mengumumkan kehadiranku sebagai Harry James Potter Black. Mengingat ia membutuhkan untuk menjadi senjata melawan pangeran kegelapan"kata Hadrian.

"Aku ingin tahu bagaimana wajah komunitas sihir mengingat pahlawan mereka berada di Slytherin. "kata Draconica. "dan tidak berniat ikut campur urusan perang ini"

Hermione tersenyum. Harry atau Hadrian bukanlah pion yang mudah lebih tertarik mengamati dan melindungi orang - orangnya. "Lord Potter, Aku berniat mengajukan aliansi denganmu"kata Neville sebagai ahli waris Longbottom "kau akan mendapat surat resmi dari nenekku secepatnya." Hadrian mengangguk.

Hadrian bersikap tenang saat memasuki dan duduk disebelah Draconica. Ia sengaja menurunkan glamour yang ia pasang untuk menutupi bekas luka sambaran petirnya. Hadrian sadar banyak mata yang memandangnya dari pihak guru maupun murid. Ia hanya mencium tangan Draconica dan mendengarkan kata - kata tunangannya mengenai Profesor baru. Yang bisa dipastikan adalah seorang werewolf, karena ia harus menguasai insting alaminya untuk menyerang.

Remus Lupin, guru ilmu pertahanan hitam yang baru memperhatikan Hadrian sejak memasuki aula besar. Matanya tertuju pada bekas luka berbentuk sambaran petir, ia bisa langsung tahu bahwa anak laki - laki itu adalah Harry, anak baptisnya namun instingnya juga mengatakan bahwa anak baptisnya itu juga musuh alami dari werewolf. 'Harry apa kau vampire?'batin Remus.

Seusai penyortiran, kepala sekolah memulai pidatonya mengenai dementor, memperkenalkan dua guru baru Hagrid dan Lupin serta memberitahu bahwa Harry Potter sudah bergabung dengan mereka. Pernyataan terakhir mengundang banyak siswa maupun siswi memandang ke arah Hadrian. " Pindahkan mata kalian ke tempat lain. Hadrian tunanganku"kata Draconica galak. "Dia benar - benar manis kalau marah"kata Hadrian membuat meja Slytherin menampilkan seringai mereka.