Beberapa hari kemudian, chanyeol dan baekhyun menaiki mobil dan pergi ke Bundang. Ini adalah kali pertama sejak serangan kepiting itu. Chanyeol dan baekhyun telah sampai di Bundang lalu masuk ke kamar Nyonya Park untuk saling berbagi kabar. Ketika Chanyeol meninggalkan tempatnya sebentar dan meninggalkan mereka berdua sendirian, Nyonya Park bertanya pada Baekhyun dengan nada khawatir.
"Sekarang sudah tidak apa apa??"
"Ya, maafkan aku sudah membuat ibu khawatir."
"Bagaimana kau makan kepiting padahal kau tahu kalau kau alergi?"
"Karena sedang memikirkan yang lain, aku jadi tidak berhati hati"
Baekhyun dengan ragu ragu mengakhiri kalimatnya. Oleh karena Nyonya Park lebih banyak memahami Seung won dibandingkan chanyeol, hanya berbincang berdua seperti ini membuat baekhyun merasa sangat gugup.
"Seung won, berikan sebentar tangan kananmu"
"Baik"
Walaupun cuma sebentar, Nyonya Park memeriksa dengan seksama dan teliti tangan baekhyun. Kemudian dengan lirih berkata
"Kau akan hidup dengan baik, tak usah khawatir"
"Terimakasih"
Untuk menunjukkan rasa terimakasih, baekhyun menundukkan kepalanya pada Nyonya Park. Saat itu pintu terbuka lalu chanyeol masuk.
"Ibu, ada panggilan mendadak dari kantor. Sepertinya kami harus pergi sekarang. Maaf. Seung won, bersiaplah."
Merasa sedikit ada keanehan, chanyeol dengan ekspresi bingung lalu memandang secara bergantian pada kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Chanyeol, tidak bisakah kau pergi sendiri dan membiarkan seung won tinggal lebih lama denganku?"
"Ya, tapi..."
Entah mengapa chanyeol menunjukkan ekspresi tidak rela sambil menatap wajah istrinya. Tentu saja baekhyun sangat ingin ikut pulang bersama chanyeol, tetapi ia sadat tidak mungkin menolak permintaan Nyonya Park. Ia pun memohon pengertian chanyeol.
"Baiklah, kau bisa pulang lebih dulu. Aku akan menemani ibu sebentar lagi, baru pulang ke rumah."
"Terimakasih Seung won."
Nyonya park tersenyum pada baekhyun.
"Baiklah kalau begitu. Ibu, aku pergi dulu"
chanyeol menyelesaikan perkataannya dan langsung terburu buru pergi. Baekhyun selesai mengantar chanyeol pergi sampai depan pintu, kembali masuk ke rumah. Tidak seperti sebelumnya, Nyonya park memandangi wanita di hadapannya dengan sorot mata dingin dam tegas.
"Mendekatlah"
Baekhyun tak tahu pasti apa penyebabnya, tetapi hatinya terus menerus berdegup kencang. Selangkah demi selangkah ia mendekati tempat tidur Nyonya park. Baekhyun langsung menutupi kedua tangannya yang lagi lagi gemetaran karena merasa gugup.
"Ada apa denganmu akhir akhir ini, tingkah lakumu lain dari biasanya.. seakan kau orang lain"
Deg...
"Kau tahu, aku akan memberikanmu satu pertanyaan yang hanya diketahui oleh seung won, bisa tolong bawakan majalah yang ada di ujung sana." Baekhyun berjalan pelan mengambil majalah yang ditunjuk Nyonya park dan memberikan majalah itu padanya.
"Katakan padaku, siapa wanita ini.."
Mendengar pertanyaan bernada interogasi dari Nyoya park, ia mencoba mencari jawaban, berusaha menggali jawaban tepat.
"Apa itu kenalan ibu ?"
Nyonya park menggeleng pelan.
"Orang yang ada di majalah itu tak lain adalah wajah ibumu yang sudah meninggal. Apa ada anak yang tidak mengenali wajah ibu kandungnya sendiri ?? Sejak kedatanganmu beberapa waktu lalu aku sudah merasa ada yang janggal.. benar ini wajah seung won tapi bagaimana mungkin perkataan dan tingkah lakumu seperti orang lain. Apa yang terjadi padamu, sungguh aku tak dapat mempercayai hal ini.."
Jantung baekhyun berdegup kencang, baekhyun mengigit bibirnya. haruskah aku menceritakan pada Nyonya Park ? Situasinya sudah seperti ini, apa lebih baik aku bocorkan padanya tapi apakah dia akan percaya."Ibu, ibu mungkin tak percaya apa yang akan ku ceritakan ini tapi aku akan memulainya dengan meyakinkan ibu bahwa tidak ada satu pun kebohongan mengenai hal yang akan aku ceritakan ini. Sebenarnya, aku adalah mahasiswa bernama Byun baekhyun, aku memang bukan seung won noona. Suatu hari saat aku terbangun dari rumah sakit, semua orang memanggilku dengan sebutan 'Nyonya'. Saat itu aku berpikir kalau aku salah dengar tapi ternyata ada yang berbeda, tubuhku tertukar. Itulah yang terjadi dan seung won noona ada di dalam tubuhku"
Nyonya park mendengarkan dengan seksama cerita baekhyun namun dengan ekspresi tidak percaya, kemudian memotong pembicaraan.
"Noona?? apa ragamu dulu seorang laki laki?"
"Iya, bu. Laki laki." Baekhyun menganggukan kepalanya pelan pelan sambil memandangi Nyonya park, Nyonya park memincingkan matanya dan menatap baekhyun dengan segala kecurigaan. Mustahil untuk percaya dengan hal hal seperti itu.
"Ibu, ibu harus percaya. ini adalah kenyataan, sungguh ! ini bukanlah kebohongan."
Untuk beberapa saat Nyonya park hanya menampakkan ekspresi tak percaya dan penuh dengan tanda tanya.
"Tolong, percaya padaku bu. Sekarang aku akan menelepon Seung won noona. Kalau ibu berbicara dengan noona, ibu akan percaya padaku kan??"
"Baiklah. Kalau begitu coba panggil seung won"
Nyonya park tidak ingin percaya. Namun, ia memutuskan untuk lebih dulu mengikuti ucapan baekhyun. Memang ada hal hal yang umumnya terjadi dan ada hal hal yang sulit diterima akal sehat. Akan tetapi, ia juga ingin melihat sendiri jika memang benar ada kejadian roh yang tertukar. Baekhyun dengan cepat menelepon seung won, suara seung won yang terdengar dari fitur loud speaker pun juga terdengar gugup dab terburu buru seperti suara baekhyun.
(Ibu tahu? baiklah. Aku berada di tempat yang dekat dengan bundang, sebentar lagi aku sampai disana. Tunggu sebentar )
"Sebentar lagi seung won noona akan sampai"
Baekhyun menutup telepon dan berbicara pada Nyonya park. Akan tetapi karena masih tak memahami dan mempercayai situasi yang sedang terjadi, tatapan nyonya park terlihat penuh kecemasan.
Waktu berlalu dan akhirnya seung won sampai di mansion di bundang. segera setelah seung won memasuki ruangan, ia dan nyonya park saling berhadap hadapan dengan wajah tenang.
"Ibu.."
"Apa kau benar benar seung won ?? Kenapa wajah kalian nampak serupa ??"
Seung won menggenggam tangan wanita itu dan menangis tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Nyonya park yang menunjukkan ekspresi kebingungan memandang seung won dengan wajah lembut.
"Seung won, benarkah itu kau ??"
"Ya, bu. Ini aku.." seung won menganggukan kepala sambil terisak.
"Ketika ulang tahunku yang lalu, hadiah apa yang kau berikan padaku.."
"Kreutzer sonata karya beethoven dan sebuah buku dengan judul yang sama"
Seung won menjawab pertanyaan nyonya park
"Lalu, apa yang aku katakan setelah aku membaca buku itu."
"Ibu berkata ' Meskipun aku menyebut itu sebagai buku harian cinta yang gila tapi passion yang dimiliki laki laki itu, luar biasa'
Nyonya park menghela nafas sambil memejamkan mata, mendengar jawaban seung won. Ada keheningan melanda di antara tiga orang tersebut. Beberapa saat kemudian Nyonya park membuka matanya.
"Benarkah kau ini seung won"
"Ya ibu, ini aku seung won."
.
.
TBC yaa, sy lagi demam ni sisa tahun baru semalam. Miaan...Nanti lanjut lagi setelah baikan.
gomawo princess princess ku :))))))))
