Oh no!
Chanyeol - Baekhyun
"Chanyeolie~" lelaki mungil bermata sipit itu menghampiri lelaki tinggi bermata bulat yang sedang fokus menonton televisi.
Lelaki tinggi yang bernama Chanyeol itu hanya meliriknya lalu kembali fokus pada televisi.
"Aishh, Chanyeol!" Lelaki mungil itu menghentakkan kakinya kesal lalu merebut remote yang sejak tadi di pegang Chanyeol. Kemudian menekan tombol off.
Putaran bola mata malas Chanyeol berikan setelahnya.
"Berikan remote nya."
"Tidak!"
"Oh ayolah."
"Cium aku dulu baru aku berikan remote ini."
"Tidak! Sudah cepat berikan remote nya!" Chanyeol sedikit menaikan nada suaranya. Membuat lelaki mungil dihadapannya berkaca-kaca.
"Chanyeolie membentakku? Chanyeolie sudah tidak mencintaiku? Hiks"
"Hah.." helaan nafas Chanyeol keluarkan dengan keras. Keningnya ia pijat memutar. 'Lagi' pikirnya.
"Chanyeolie jahat! Baekhyunie membenci Chanyeolie!" Lelaki mungil itu beranjak dari duduknya.
"Ya! Byun Eunhyun! Berhentilah berpura-pura menjadi Baekhyun. Dan Baekhyun, berhentilah mengujiku."
Lelaki mungil itu terdiam di tempatnya sedang lelaki mungil lainnya keluar dari tempat persembunyiannya sejak tadi dengan wajah tak bersahabat.
"Eunhyun, kembalilah ke apartementmu, Leeyeol sudah pasti menunggumu disana."
Lelaki mungil yang bernama Eunhyun itu mencebikkan bibirnya. Melangkah keluar dari apartemen Chanyeol dan Baekhyun. "Kau tak menyenangkan, Chanyeol." Katanya.
Sedang Chanyeol hanya memutar bola matanya. Lelaki mungil lainnya yang kini sudah duduk di samping Chanyeol bergumam tak jelas.
"Baekhyunie.. Mau berapa kali lagi kau mengujiku?"
Baekhyun hanya memberikan cengiran sebagai jawabannya.
"Aku mencintaimu." Mengecup bibir Chanyeol sekali lalu beranjak menuju kamar mereka.
"Aku lebih mencintaimu. Dan ingatlah sayang, hukuman menantimu karena telah mengujiku lagi."
Baekhyun kaku ditempatnya. Seharusnya Baekhyun ingat, menguji Chanyeol dengan meminta saudara kembarnya, Eunhyun berpura-pura menjadi dirinya, adalah kesalahan yang berat.
"Oh, tidak. Aku punya kelas pagi besok." Bisik Baekhyun.
