Disclaimer © Masashi Kishimoto

Uzumaki D. Naruto © Ryusuke Akairyuu (Ganti Pen Name)

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship.

Pair : Akan muncul dengan sendirinya.

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan dan maksa, Ide Pasaran (mungkin), OOC, OC, StrongNaru, Semi-DarkNaru, Alive-MinaKushi – Etc..

Summary : Dengan alasan tidak memiliki chakra dan saudara kembarnya yang merupakan seorang Jinchuriki membuat Naruto diabaikan oleh orang tuanya. Namun pertemuannya dengan seseorang mungkin akan merubah hal tersebut.


Chapter 10 : Chunin Exam Part II

Tahap ke-2 Ujian Chunin sudah berlangsung selama dua setengah hari. Langit di atas Hutan Kematian mulai berubah menjadi jingga menandakan bahwa senja hampir tiba. Naruto dan Kuroko masih terus berlari ke arah barat.

Beberapa menit kemudian akhirnya ia tiba di tempat Tim Shikamaru bersama kedua rekannya Chouji dan Ino. Mereka bertiga tengah beristirahat di bawah akar berukuran besar salah satu pohon berukuran besar di Hutan Kematian.

"Yo Shika ... bagaimana harimu?" Shikamaru dan kedua rekannya langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Naruto berjalan menghampiri mereka.

"Merepotkan!" Shikamaru menjawab sapaan dari sahabatnya itu dengan malasnya. "Kau sendiri bagaimana? ... dimana mahluk astral itu?" Tanya Shikamaru sambil mengedarkan pandangannya.

"Disini!" Kuroko tiba-tiba saja muncul dari balik Naruto dengan wajah datarnya.

Satu-satunya perempuan di Tim Shikamaru bernama Yamanaka Ino yang melihat anak berambut biru muda langsung membatin. "Kawaiiii!" Nampaknya wajah Kuroko yang menurut Ino itu imut dengan tatapan kosongnya.

"Siapa dia Shikamaru?" Ino menunjuk Kuroko sambil menoleh ke arah Shikamaru, nampaknya anak dari Inoichi itu sedikit tertarik dengan pemilik Kekkai Genkai Meiton itu.

Shikamaru menaikkan alis melihat Ino tiba-tiba saja tertarik dengan laki-laki selain Sasuke dan Menma. "Kuroko Tetsuya ... sahabatku dan Naruto." Shikmaru akhirnya memperkenalkan Kuroko masih dengan nada malasnya seperti biasa.

"Kalian memegang gulungan apa?" Tanya Naruto to the point dengan nada datarnya agar mereka bisa cepat-cepat meninggalkan hutan ini.

"Langit ... memangnya ada apa?" Shikamaru mengeluarkan sebuah gulungan bertuliskan 'langit' dari dalam kantong shinobi miliknya. mendengar hal tersebut Naruto tersenyum tipis kemudian mengangguk kepada Kuroko.

"Tangkap!" Anak berambut biru muda itu melempar sebuah gulungan bertuliskan 'Bumi' ke arah Shikamaru yang berhasil ditangkap dengan baik dengan tangan kanan anak pemalas tersebut.

"I-Itu!" Chouji dan Ino melebarkan mata mereka ketika melihat gulungan yang dilemparkan oleh Naruto yang ternyata adalah pasangan dari gulungan yang tim mereka bawa.

"K-Kenapa kau ... memberikan kami gulungan milikmu?" Tanya Ino yang tidak habis pikir kenapa Naruto memberikan pasangan gulungan milik mereka. Namun pertanyaan Ino langsung terjawab ketika Kuroko kembali mengeluarkan dua gulungan bertuliskan 'Langit' dan 'Bumi'.

"Bagaimana ... kalian berdua bisa memiliki tiga gulungan?" Tanya Chouji.

"Dasar bodoh ... tentu saja mereka berdua merebutnya dari tim lain Chouji." Anak berbadan err ... gemuk itu pun mengangguk setelah Shikamaru memberikan jawaban atas pertanyaannya yang menurut Shikamaru adalah sebuah pertanyaan bodoh.

"Ayo!" Naruto dan Kuroko beranjak dari tempat mereka dan tujuan mereka adalah menara yang berada di tengah-tengah hutan kematian.

"Aku tahu kalian pasti bertanya-tanya ... bagaimana Naruto mendapatkan tiga gulungan. " Chouji dan Ino menganggukkan kepala mereka antusias. "Sahabatku itu ... memang tidak memiliki chakra ... tetapi ia mempunyai kekuatan aneh di dalam tubuhnya." Shikamaru menatap punggung sahabatnya yang bertengger tiga Katana kramat milik si Pirang itu.

"Ayo ... aku segera keluar dari hutan merepotkan ini." Gumam Shikamaru dengan nada malasnya kemudian beranjak mengikuti Naruto dan Kuroko yang sudah berjalan menjauh. Chouji dan Ino mengangguk secara bersamaan lalu mengikuti Shikamaru.

.


Skip Time

Karena hari mulai menghitam menandakan bahwa malam sudah tiba. Naruto, Kuroko dan Tim 10 memutuskan untuk beristirahat di tempat biasa yaitu sebuah celah yang tercipta dari akar-akar pohon Hutan Kematian yang sangat besar.

"Jarak menara dari tempat kita sekarang adalah 5 km ... jadi aku pastikan jika tidak halangan ... besok kita sudah sampai disana." Naruto yang duduk di samping kiri Kuroko dan di depannya adalah sebuah api unggun dan tim 10.

Mereka semua mengangguk mengerti kecuali satu-satunya perempuan disana. Perempuan itu atau Ino kini menatap intens Naruto, jujur Ino benar-benar tidak menyangka si pirang itu bertambah err... tampan setelah meninggalkan desa selama beberapa minggu. Ia juga sangat jarang bertatap muka dengan Naruto ketika masih di Akademi karena ia selalu berfokus pada Sasuke dan Menma.

"Hei ... apa ada yang aneh dengan wajahku?" Naruto yang mulai risih terus-terusan ditatap intens oleh Ino akhirnya menegur dengan nada datar ke perempuan bermata Aquamarine itu.

Ino yang mendengar teguran dari Naruto langsung menggeleng pelan. "Eehhh ... tidak ada kok!" Ino langsung gelalapan dan tidak tahu mau beralasan. "Kyaaaa ... aku tak menyangka ternyata Naruto itu tampan juga." Inner Ino langsung meledak-ledak dengan mata berbentuk love-love.

Naruto membuang nafas kasar. Ia tahu perempuan di depannya ini tertarik padanya karena tatapan itu terlihat seperti saat Ino maupun Sakura menatap Sasuke dan Menma yang notabene kedua kunoichi itu sukai. Salahkan otak cerdasnya yang mampu memproses hal ini dengan cepat. "Merepotkan." Batin Naruto.

"Oh iya Naruto ... selama kau diluar desa ... apa saja yang kau lakukan?" Tanya Chouji.

"Memburu Missing-nin." Chouji dan Ino langsung menatap Kuroko dengan mata membulat yang baru saja menjawab pertanyaan dari Chouji.

Sedangkan Naruto kembali harus menghela nafasnya melihat Kuroko yang menjawabnya tanpa berpikir dulu."Dasar mahluk astral ... setidaknya berbohongnlah sedikit ... jalan-jalan kek, mengunjungi desa-desa lain kek ... dasar merepotkan." Pikirnya.

"I-Itu artinya kalian berdua ... membunuhnya Missing-nin buruan kalian, 'kan?" Tanya Chouji lagi.

"Tidak! ... kami hanya mengunjungi desa-desa lain ... mahluk astral ini nglantur!" Naruto berujar demikian masih dengan nada datarnya sambil menjitak kepala Kuroko yang duduk di samping kirinya.

"Ya itu benar!" Kuroko yang tahu kenapa mengatakan hal itu pun membenarkan dirinya kalau dia hanya berbohong yang membuat Naruto langsung lega.

"Apa kau tahu Naruto ... kemarin Menma dan timnya diserang oleh Oto-nin." Shikamaru yang juga mengerti keadaan langsung mengalihkan topik pembicaraan. Namun tampaknya topik yang dipilih Shikamaru mungkin akan memperkeruh keadaan.

Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Apa urusannya denganku ... lagipula dia itu anak dari Yondaime-Hokage ... pasti ia dan timnya bisa mengatasinya dengan mudah." Naruto membalas perkataan Shikamaru dengan datarnya.

"Apa katamu Naruto ... Menma-kun itu adik kembarmu ... dan kenapa kau tidak memanggil Hokage-sama dengan sebutan To-"

Ino langsung menghentikan perkataannya ketika Naruto menatap tajam ke arahnya. "Mereka bukan lagi keluargaku! ... jadi untuk apa aku peduli pada Menma-sama sang pahlawan Desa Konoha itu." Ujar Naruto dengan nada datar ditambah ekspresi dingin miliknya.

"Sudah! ... sebaiknya kalian beristirahat ... biar aku yang pertama berjaga!" Naruto langsung bangkit dari acara duduknya kemudian berjalan keluar.

Sepeninggal Naruto, Shikamaru menoleh ke arah Ino dengan tatapan yang sama tajamnya dengan Naruto. "Kuharap kau tidak mengatakan hal-hal menyangkut mantan keluarga Naruto lagi ... kalau tidak mau terjadi apa-apa!" Ino mengangguk pelan karena ketakutan karena ini kali pertama ia melihat Shikamaru menatap tajam ke arahnya ditambah perkataan yang mengandung sedikit emosi.

Setelah berkata demikian, Shikamaru kembali memasang ekspresi malasnya sambil menguap. Ia lalu merebahkan tubuhnya. Ino, Chouji dan Kuroko pun ikut merebahkan tubuhnya mereka di dekat api unggun agar tidak kedinginan ataupun diserang oleh nyamuk and the geng yang dari tadi mengganggu perbincangan mereka.


Keesokan harinya. Naruto, Kuroko dan Tim 10 akhirnya tiba di menara di pusat Hutan Kematian. Perjalan mereka memakan waktu lima jam karena Chouji yang sering berhenti karena kelalahan dan juga ada sedikit hambatan tidak terduga dari Naruto yang melakukan sesuatu. Sesampainya disana, kedua tim itu langsung berpisah karena Tim 10 diajak Asuma untuk ke ruangan di menara itu.

"Jadi Baa-chan ... apa kami sudah boleh keluar dari kegiatan bodoh ini?" Naruto langsung membuka suara sepeninggal Tim 10. Tsunade merespon dengan gelengan pelan yang membuat Naruto kembali menghela nafas karena gelengan itu berarti tidak.

"Memangnya kenapa ... lagipula apa tujuanku dan Kuroko mengikuti kegiatan bodoh ini!" Kali ini nada suara Naruto sedikit meninggi karena ia benar-benar tidak habis pikir dengan Sannin di depannya ini.

"Itu karena aku ingin ... Hokage bodoh dan keluarganya itu menyesal!" Jawab Tsunade.

"Dan aku berjanji jika kalian berhasil mencapai final ... aku akan berhenti bermain judi!" Tambah Tsunade.

Naruto menyipitkan matanya. Ayolah mana bisa seorang Tsunade yang dikenal sebagai penjudi ulung yang tidak pernah menang ingin berhenti melakukan hal itu jika ia dan Kuroko berhasil mencapai final. Itulah yang dipikirkan Naruto saat ini. "Benarkah?" Tanyanya memastikan.

Tsunade mengangguk mantab sambil tersenyum. Naruto dan Kuroko pun ikut tersenyum karena dari raut wajah serta senyuman dari orang yang mereka telah anggap sebagai ibu (nenek) tidak memperlihatkan kebohongan sedikit pun.

"Oh iya ... kenapa kalian terlambat? Kudengar dari Shika ... kalian sebenarnya hanya berjara 5 km dari sini?" Tanya Tsunade.

"Itu karena ..." Kuroko menoleh ke Naruto yang memasang wajah datarnya. "... Naruto-kun menyelamatkan seseorang!" Sambung Kuroko membuat Tsunade menaikkan alisnya.

"Kau ..." Tsunade menunjuk Naruto dengan raut wajah penasaran, karena setahunya Naruto ogah-ogahan jika hal itu tidak menyangkut orang-orang terdekatnya. "... menyelamatkan seseorang? ... kalau boleh tahu siapa itu?" Tanya Tsunade penuh rasa penasaran.

"Ayolah! ... Apa salahnya membantu seseorang ... lagipula ia dalam keadaan darurat." Jawab Naruto datar yang mencoba mengelak dari Tsunade yang berusaha mengintrogasinya.

"Sudahlah ... jangan bahas itu." Naruto menguap bosan lalu beranjak meninggalkan keduanya. "Aku mau beristirahat ... jadi bisa tolong beritahu dimana tempat beristiratnya Baa-chan!" Tambah anak berambut pirang jabrik itu berhenti dan menoleh ke arah belakang.

Tsunade menghela nafas sedangkan Kuroko langsung berjalan untuk menyusul cahaya. "Apa yang kau sembunyikan Naru-chan ... sangat jarang kau membantu seseorang yang bukan orang terdekatmu apalagi tidak kau kenal." Batin Tsunade bertanya-tanya siapa gerangan orang yang Naruto bantu itu.

.


Skip Time

Keesokan harinya beberapa Tim dari Konoha termasuk Tim 7 yang didalamnya adalah Namikaze Menma, Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura. Mereka saat ini berkumpul di depan pintu masuk ke dalam menara dan didepan mereka adalah Jounin pembimbing tim mereka, Hatake Kakashi, Shinobi yang dikenal dengan sifat terlambatnya.

"Jujur saja ... aku kecewa pada kalian bertiga ... tim kita adalah tim yang diprediksikan tiba yang pertama di menara ini ... tetapi kalian malah tiba saat batas waktunya tinggal satu hari." Ceramah Kakashi pada anggota timnya. Menma dan Sakura hanya menghela nafas sedangkan Sasuke yang menurut dirinya adalah seorang Uchiha yang seharusnya yang terhebat mendecih tidak suka.

"Kami melawan banyak sekali tim dari desa lain Kakashi-sensei!" Bela Sakura agar mereka tidak medapat ceramah panjang lebar lagi dari Jounin berambut silver di depannya mereka.

"Ano ... Kakashi-sensei!" Jounin berambut silver itu menoleh ke arah Menma yang tiba-tiba menyebut namanya. "Tim dari mana yang pertama tiba ... Kakashi-sensei?" Tanya Menma entah kenapa ia merasa penasaran dengan tim yang pertama tiba di menara ini.

Kakashi langsung menampilkan eye smile-nya. "Tim 10 dan ... Naruto serta rekannya!"

"Nii-san dan ... Shi-Shikamaru?" Kakashi mengangguk masih dengan eye smile andalannya.

"Bagaimana mungkin anak yang tidak memiliki chakra itu bisa sampai pertama kali ... diikuti Shikamaru yang malas-malasan dan timnya." Ujar Sasuke dengan arogan.

"Ya itu benar ... aku tidak percaya Ino-pig dan timnya bisa sampai disini secepat itu." Timpal Sakura membenarkan perkataan dari Sasuke.

"Kalian benar-benar hanya menilai buku dari sampul saja rupanya ... dan kenapa Shikamaru bisa sampai secara bersamaan dengan Naruto ... itu karena mereka berdua adalah sahabat." Jelas Kakashi lalu melangkahkan kakinya dari depan ketiga Genin yang menurutnya itu sangat merepotkan. "Ayo ... kalian cuman punya waktu satu hari untuk beristirahat."

"Kuharapa di tahap berikutnya ... lawanku adalah Naruto!" Gumam Sasuke dingin. Nampaknya bocah Uchiha ini sangat terobsesi untuk melawan sang Pengguna DF yang merupakan tokoh utama cerita ini.

"Apa maksudmu Teme? ... kenapa kau ingin sekali melawan Nii-san?" Tanya Menma yang tidak habis pikir kenapa sahabatnya ini ingin sekali melawan Kakaknya, Naruto.

"Benar Sasuke-kun? ... kenapa kau ingin sekali melawannya?" Kunoichi berambut gulali rekan setimnya pun ikut penasaran dan menanyakan hal yang sama dengan Menma.

"Bukan urusan kalian!" Jawab Sasuke datar. Menma mendungus kesal sama halnya dengan Sakura walaupun dengusan Kunoichi itu tidak terlalu keras.

Ketiga Genin itu pun berjalan memasuki menara tujuan akhir dari tahap kedua untuk beristirahat tubuh mereka untuk melanjutkan ke tahap ketiga nantinya.

.


Skip Time

Akhirnya tahap kedua pun selesai menyisahkan 23 peserta yang terbagi atas 8 Tim. Tahap dua berhasil mengeleminasi banyak peserta karena sulitnya mencapai menara dalam waktu 5 hari ditambah lagi harus mencari dua gulungan. Seluruh peserta yang telah berhasil kini berkumpul di tempat yang akan menjadi tempat pelaksanaan tahap ketiga. Seluruh peserta tampak berbaris sesuai dengan tim mereka masing-masing. Di depan mereka terlihat tiga orang yaitu Sandaime-Hokage, Yondaime-Hokage dan Gekko Hayate.

Sementara di tribun yang disediakan untuk penonton. Beberapa Jounin Konoha terlihat memandangi satu persatu peserta yang lolos. Namun ketika pandangan mereka tertuju pada Naruto dan Kuroko yang berada di barisan paling depan. Mereka langsung memasang wajah meremehkan.

"Aku tak menyangka kalau bocah yang tidak memiliki chakra itu bisa lolos dari tahap kedua."

"Ya itu benar ... aku juga tidak menyangkanya!"

Tsunade, Shizune dan Shisui yang mengenakan pakaian Anbu miliknya. Langsung menoleh ke arah Jounin-Jounin itu karena mendengar nama Naruto diperbincangkan.

"Lihat saja nanti ... bagaiman ekspresi mereka ketika melihat Naru-chan beraksi." Gumam Tsunade, dua orang disampingnya pun mengangguk membenarkan perkataan dari Sannin itu.

Kembali ke tengah arena dimana Yondaime-Hokage yaitu Namikaze Minato terus memperhatikan dua sosok yang dari tadi tidak memandang kedepan melainkan saling berbicara sama lain dengan wajah datar mereka seolah tidk memperhatikan bahwa di depan mereka ada dua orang penting dari desa Konohagakure. Hiruzen yang mendapati Minato terus-terusan memandangi Naruto langsung berdehem pelan untuk memperingatkan Minato bahwa tahap ketiga akan segera dimulai.

Minato yang mendengar deheman pelan dari Sandaime, mengangguk paham. "Pertama-tama saya selaku Yondaime-Hokage mengucapkan selamat pada kalian semua ... karena telah sampai sejauh ini dalam ujian Chunin tahun ini."

"Untuk tahap ketiga ... kali ini kalian tidak diuji bersama tim kalian ... atau lebih tepatnya ujian kali ini adalah sistem individual." Lanjut Minato kemudian melirik ke arah Hayate yang berdiri di samping kiri Hiruzen. "Selanjutnya Genko Hayate akan menjelaskannya secara detail." Tambah Minato.

Duo Hokage itu lalu meninggalkan area yang nantinya menjadi tempat tahap ketiga dilaksanakan. Setelah kepergian keduanya. Pertama Hayate memberitahukan apa ada yang ingin mengundurkan diri. Seorang Genin berambut putih pun menganngat tangan dan mengatakan bahwa ia tidak dapat melanjutkannya karena mengalami cedera.

Naruto menyipitkan matanya ketika mendapati gelagat dari genin yang mengundurkan diri yang namanya adalah Yakushi Kabuto. "Ada chakra milik mahluk menjijikan itu di dalam tubuhnya ... sepertinya ada yang aneh disini." Batin Naruto.

"Baiklah! ... jika tidak ada lagi yang ingin mengundurkan diri." Hayate berbalik ke arah sebuah layar LCD besar yang terpasang di atas monumen dua lengan yang membentuk sebuah Handseal. "Tahap ketiga akan aku mulai ... tolong perhatikan layar yang berada disana ... dua peserta yang namanya kan muncul diharapkan tinggal di tengah arena ... sedangkan yang lain menuju tempat yang disediakan untuk kalian."

Seluruh peserta dan Jounin pembimbing dari pserta langsung menoleh ke arah layar LCD yang mulai mengacak nama-nama peserta hingga akhirnya berhenti dan menampilkan dua nama yang akan bertanding.

.

Skip Time beberapa Pertarungan

Setelah beberapa Pertarungan selesai. Seluruh peserta yang namanya belum muncul kembali menoleh ke arah layar LCD tersebut. Dan tak berselang lama akhirnya dua nama yang muncul. Tsunade dan Shizune yang melihat salah satu nama di LCD tersebut langsung tersenyum.

"Pertadingan selanjutnya ... Akaidou Kaito (OC) melawan Kuroko Tetsuya!"

Bletak!

Naruto yang menyadari Kuroko tidak memperhatikan namanya muncul. Langsung menjitak kepala sahabatnya yang berdiri samping kirinya. "Mahluk astral ... sekarang giliranmu!" Kata Naruto.

"Tidak usah pake jitakan juga Naruto-kun!" Balas Kuroko datar sambil mengelus-ngelus kepalanya.

Setelah itu Kuroko langsung beranjak dari tempatnya menuju tangga menuju ke bawah. Kuroko berjalan dengan santainya tanpa disadari oleh orang-orang yang dilewatinya.

"Dimana lawannya woe! ... kami belum bertanding ... gugurkan saja dia kalau tidak ada!" Kata salah Genin yang tidak menyadari kalau Kuroko sudah berada di arena. Beberapa orang pun mengangguk mengiyakan pernyataan orang itu.

"Anoo ... aku sudah ada disini!" Kata Kuroko datar sambil mengangkat tangannya yang ternyata sudah berdiri di depan lawannya.

.

.

.

"EHHHHHH!" Semua orang langsung terkejut minus beberapa orang yang memang sudah mengetahui hal ini.

"S-sejak kapan ia ada disana." Batin beberapa orang.

"Jadi itu teman Naruto ... kudengar dari Sandaime ia memiliki Kekkai Genkai aneh." Gumam Minato. Orang-orang yang berada di dekatnya pun menoleh ke arah Yondaime itu.

"Kekkai Genkai aneh? ... dan dia teman Naruto?" Tanya Jounin berambut model mangkok yang memakai spandex hijau. Kakashi yang berada di samping mengangguk mengiyakan.

Kembali ke arena pertarungan. Hayate menoleh ke arah dua peserta itu secara bergantin dan dibalas dengan anggukan. "HAJIME!" Teriaknya.

Mendengar perkataan dari Hayate, Kaito selaku lawan Kuroko langsung berlari dengan kecepatan Genin ke arah anak berambut biru muda yang sudah memasang kuda-kuda asal-asalan miliknya yang membuat penonton bertanya-tanya.

"Terima ini!" Kaito menggunakan kaki kirinya sebagai rem kemudian mengarah sebuah pukulan tangan kiri lurus ke arah wajah Kuroko.

Kuroko menghindari dengan baik pukulan itu dengan memiringkan kepalanya ke kiri. Sambil memiringkan kepalanya, anak berambut biru itu menarik kaki kanannya kebelakang dan sedetik kemudian langsung mengankatnya. Ia bermaksud menghantamkan lututnya ke perut Kaito.

Tak!

Ryuji dengan cepat langsung menangkap lutut kanan Kuroko dengan tangan kanannya. "Serangan yang lemah!" Gumamnya merehkan.

"Arigatou ... telah menangkapnya." Ujar Kuroko datar membuat Kaito menaikkan alisnya karena Kuroko malah berterima kasih telah menangkap lutut kanannya.

Duagh!

Sebuah pukulan tangan kiri yang tidak terduga langsung menghantam wajah Kaito yang membuatnya terlempar kebelakang namun berhasil memperbaiki posisinya. "Cih! Ternyata lututnya tadi berguna untuk menyibukkan kedua tanganku." Batinnya setelah menyadari maksud Kuroko kenapa berterimah kasih padanya saat menangkap lututnya.

Kaito lalu mengeluarkan tiga kunai dari kantong shinobi miliknya. setelah itu ia langsung berlari ke arah Kuroko yang masih belum beranjak dari tempatnya namun anak itu sudah menyiapkan satu kunai di tangan kirinya. Setelah mengeleminasi jaraknya dengan Kuroko, Kaito langsung melempar dua kunai yang ia pegang.

Trank! Trank!

Kuroko menahan kedua kunai itu dengan kunai yang ia pegang, ia kemudia berlari dengan kecepatan miliknya menuju Kaito yang juga berlari ke arahnya.

Trank!

Keduanya melompat ke udara secara bersamaan dan membenturkan kedua kunai milik mereka di depan wajah. Kaito sedikit terkejut ketika melihat tatapan kosong milik Kuroko yang diarahkan padanya.

Tap! Tap!

Keduanya mendarat secara bersamaan namun kunai mereka masih dalam keadaan bertemu. Adu Taijutsu dan Kenjutsu menggunakan masing-masing kunai mereka pun terjadi selama beberapa menit. Hingga akhirnya Kuroko mulai lelah yang memang stamina tubuhnya bisa dibilang di bawah rata-rata.

"Entah kenapa aku melihat gerakan anak itu (Kuroko) cukup pelan dibanding lawannya tetapi kenapa ia bisa menandingi gerakan dari lawannya yang cepat." Gumam Minato yang melihat pertarungan keduanya.

"Itu mungkin saja karena Naru-chan pernah melatihnya ... aku pun juga berpikiran begitu Minato." Balas Hiruzen yang berada di samping Minato.

Kembali ke pertarungan. Kuroko yang terlihat bernafas dengan cepat sambil menyingkirkan tetesan keringat di keningnya berkata. "Sebaiknya aku menggunakan Meiton sekarang kalau tidak staminaku akan habis." Batinnya.

"Cih! ... apa hanya itu kemampuanmu!" Kata Kaito yang terdengar meremehkan. Namun Kuroko hanya membalasnya dengan gelengan pelan kemudian berkata. "Apa? ... aku tidak mendengarnya!"

"Baiklah! ... aku akan segera mengakhirinya." Gumam Kaito sambil merapalkan sebuah Handseal, ia lalu menarik nafas dalam-dalam.

"Katon : Ryuuka no Jutsu!"

Sebuah semburan api berintensitas kecil yang berbentuk kepala naga langsung Kaito semburkan ke arah Kuroko. Pengguna Meiton itu langsung melompat ke kiri sambil melempar kunai yang dari tadi ia pegang.

Tap!

Kuroko mendarat dengan baik dan sedangkan Kaito hanya memiringkan kepalanya ke kiri untuk menghindari lemparan kunai Kuroko, namun saat ia memiringkan kepalanya ternyata Kuroko menipiskan hawa keberadaan dan tekanan chakranya sambil berlari memutar menuju kebelakang Kaito.

"Dimana dia?" Tanya Kaito sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan lawannya.

"Disini!"

Kaito melebarkan matanya ketika mendengar suara datar dari arah belakang. Ia langsung berbalik dan melebarkan matanya kembali ketika melihat gumpalan berwarna hitam keunguan mulai tercipta di tangan kiri Kuroko yang siap dihantamkan ke arahnya.

Sama halnya dengan Kaito, semua orang pun melebarkan mata mereka minus Naruto, Tsunade, Hiruzen, Shizune, dan Shisui ketika melihat Kuroko sudah berada di belakang Kaito dan juga gumpalan hitam keunguan di tangan kiri anak berambut biru itu.

"Apa itu?" Tanya beberapa diantara mereka.

"Jadi itu Kekkei Genkai miliknya?" Tanya Minato yang dibalas anggukan oleh Hiruzen. Begitu pula Gai yang bertanya hal sama kepada Kakashi.

Kembali ke pertarungan dimana Kuroko sudah mengarahkan tangan kiri dimana terdapat Meiton berbentuk gumpala kecil. "Meiton!"

Srek!

Kaito memiringkan tubuhnya namun lengan kiri bagian atasnya terkena gumpalan hitam tersebut. Karena pakaian yang kenakan tidak memiliki lengan alhasil sebuah bercak hitam pun muncul di lengannya. Dengan cepat ia langsung melompat mundur menjauh dari Kuroko.

"Meiton?" Tanya beberapa penonton untuk kesekian kalianya karena baru pertama kali mendengarnya.

"Aku kira apa i-" Perkataan Kaito langsung terhentik ketika merasakan nyeri yang amat menyiksa di bagian lengan yang terkena Meiton milik Kuroko. "AAARRRRGGGHHHH ... apa yang kau lakukan pada lenganku brengsek!" Ucapnya sambil memegang lengan kirinya sambil meringis kesakitan.

"Tentu saja menyerangmu!" Balas Kuroko datar kemudian berlari ke arah Kaito dengan kecepatan miliknya.

Kaito hendak melompat menjauh namun rasa nyeri yang amat sakit membuatnya sulit bergerak hasilnya Kuroko sudah berada di depannya.

Sreet! Puk!

Kuroko menggunakan kaki kirinya sebagai rem kemudian menempelkan tangan kanannya di perut Kaito sambil bergumam pelan. "Meiton : Surūyami Gensui!"

Kaito melebarkan matanya dan tidak lupa beberapa keringat dingin mulai menetes di keningnya. Gumpalan kecil saja rasanya sesakit ini apalagi jika sekarang karena tangan Kuroko menempel di perutnya, pikirnya.

"AAAARGGGGGHHHHHHH!" Teriakan memilikan pun terdengar nyaring dari mulut Kaito.

Ternyata Meiton yang dilancarkan Kuroko menembus kain baju yang ia gunakan karena ia menipiskan aliran Meiton miliknya sehingga mampu menembus lewat sela-sela jahitan baju milik Kaiton.

Bruuk!

Kaito langsung ambruk sambil memegang bagian perutnya. Sedangkan Kuroko masih dalam posisi memajukan tangan kananya dan di telapaknya terlihat sesuatu seperti asap yang sangat tipis mengepul keluar.

"Pemenangnya Kuroko Tetsuya!" Kata Hayate. Beberapa penonton menghiraukan perkataan Hayate dan berfokus pada Kaito yang sudah terlegak di lantai memengang perutnya sambil merengis kesakitan bagaikan ditusuk ratusan kunai.

"Apa yang sebenarnya anak itu lakukan ... ia hanya menempelkan tangannya tapi lawannya kesakitan seperti itu." Gumam Kurenai yang berdiri bersama Tim dan Jounin lainnya.

"Hinata! ... coba gunakan Byakugan milikmu dan lihat apa yang terjadi padanya!" Perintah Asuma yang berdiri di samping Kurenai. Hinata mengangguk paham. "Byakugan!"

Hinata langsung melebarkan mata sambil menutup mulutnya. Melihat reaksi dari Hinata, orang-orang di sekitarnya langsung pensaran. "Apa yang terjadi Hinata?" Tanya Kiba.

"D-Di ba-gian perutnya a-da se-suatu yang menempel dan sesuatu itu mengandung chakra!" Jawabnya lalu menonaktifkan Byakugan miliknya.

"Singkatnya ... teman Naruto itu adalah manusia yang bisa menciptakan racun yang menyebabkan rasa nyeri yang amat sakit ... efeknya nyerinya hanya bisa menghilang jika menggunakan salep buatan Tsunade, Shizune dan Naruto ... atau menunggu selama tiga jam!" Jelas Hiruzen yang menghampiri mereka diikuti Minato.

Semuanya langsung syok mendengar efek dari Meiton milik Kuroko. Bahkan Shino yang mempunyai serangga beracun pun ikut syok karena serangga racunnya tidak sampai segitunya.

Sementara itu di tengah arena. Ninja medis yang berusaha mengobati bagian perut dari Kaito yang bajunya sudah dirobek dan memperlihatkan sebuah bercak hitam pada perutnya.

"AARRRRGGGHHHH!" Kaito tidak henti-hentinya meraung kesakitan terkena Meiton milik Kuroko. Sedangkan ninja Medis yang mengobatinya sudah kebingungan karena bercak itu tidak hilang-hilang.

"Shizune! ... sebaiknya kau bantu mereka!" Perintah Tsunade dibalas anggukan oleh Shizune.

Asisten Tsunade itu langsung melompat turun. Orang-orang yang melihat dan sudah mengetahui tentang Meiton milik Kuroko langsung bernafas lega. "Oleskan ini pada perutnya!" Shizune memberikan sebuah salep. Salah satu Ninja medis menerima salep tersebut sementara ninja medis yang lain langsung membawa Kaito menuju ruang perawatan.

Bletak!

Untuk kedua kalinya Kuroko harus mendapatkan sebuah jitakan dan kali ini ia dapat dari Shizune yang merupakan kakak angkatnya dan Naruto. "Kubilang jangan terlalu banyak!" Kata Shizune. Kuroko hanya mengangguk dengan tanpa tidak berdosanya. Keduanya pun kembali ke tempat Naruto, Tsunade dan Shisui.

.

Skip Time

Setelah beberapa pertarungan termasuk Pertarungan Menma melawan OC yang saya tidak perlu tulis karena nantinya memakan banyak word. Kini semua mata peserta yang belum bertanding kembali tertuju pada layar LCD. Tak berselang lama dua nama kembali muncul. Kedua orang yang namanya muncul pun menyeringai.

"Pertarungan selanjutnya : Inuzuka Kiba melawan Uzumaki D. Naruto!"

"Akhirnya tiba juga giliran kita Akamaru!" Gumam Kiba sambil menyeringai karena menurutnya ia akan menang mudah karena lawannya adalah Naruto yang tidak mempunyai chakra. Anjing putih yang bertengger di atas kepalanya pun menggonggong membalasnya.

"Cih! Kenapa bukan aku yang melawannya!" Umpat Sasuke kesal karena ia amat sangat ingin melawan Naruto yang membuat Kakashi menghela nafas.

"Tenang saja Sasuke! ... aku akan menendang bokongnya untukmu!" Kata Kiba sambil menoleh ke arah Uchiha itu.

"Apa kau akan menggunakan kubahmu itu Naruto?" Tanya Tsunade pada Naruto yang hendak beranjak dari tempatnya.

"Kita lihat saja nanti!" Jawab Naruto datar lalu melanjutkan langkahnya. Saat ia berjalan melewati Yondaime-Hokage samar-samar ia mendengarkan sebuah kalimat yang membuatnya risih. "Berjuanglah Naru!."

Dengan berat hati Naruto bergumam pelan agar Hokage muda itu tidak kecewa. Itu ia lakukan agar Hokage itu tidak terpuruk karena Naruto terus mengabaikannya walaupun anak itu belum sepenuhnya memaafkannya. Naruto terus melangkah dan mengabaikan tatapan meremahkan serta tatapan sinis dari shinobi-shinobi Konoha kecuali beberapa orang.

"Menyerahlah Naruto ... kau tidak mempunyai chakra sementara aku punya!" Kata Kiba dengan nada meremehkan. Minato dan Menma yang mendengarkan ejekan dari Kiba tersentak karena hal itulah yang membuat mereka mengabaikan Naruto.

"Wasit! ... apa membawa peliharaan itu diperbolehkan?" Tanya Naruto menghiraukan perkataan dari Kiba. Hayate selaku wasit pun mengangguk mengiyakan. "Coba kutahu ... aku akan membawa Ton-ton kemarin." Tambah Naruto membuat Kiba sedikit kesal.

"Jangan menghiraukan aku brengsek!" Teriak Kiba diikuti gonggongan oleh Akamaru.

Hayate lalu menoleh ke arah kedua peserta secara bergantian dan dibalas anggukan langusng meneriakan kata mulai. Mendengar hal tersebut Naruto langsung mencabut Shuushui dari sarung yang melekat di punggungnya. Sementara Kiba langsung memasang posisi untuk menyerang.

"Apa yang kau tunggun Kiba! ... sebuah undangan." Kata Naruto tenang. Namun bagi Kiba yang mudah terpancing emosinya mendengar hal itu seperti sebuah tantangan.

Kiba langsung berlari dengan kecepatan tercepatnya ke arah Naruto yang kini memegang Shuushui dengan tangan kanannya. Sesampainya di depan Naruto, Kiba mencoba mencakar wajah Naruto dengan tangan kananya, namun anak berambut pirang itu langsung memundurkan wajahnya sambil mengarahkan Shuushui ke perut Kiba.

"Hanya itu?" Kiba melompat ke samping sambil berujar demikian.

Setelah mendarat, Akamaru langsung melompat ke atas punggung Kiba yang berposisi seperti seekor anjing. "Jūjin Bunshin!" Gumamnya sambil melakukan Handseal.

Pooft!

Akamaru yang berada di atas punggung Kiba langsung berubah menjadi kloning Kiba dengan posisi bertumpuk di atas majikannya. "Kau akan merasakan kombinasi dari kami ... Naruto!"

Akamaru melompat turun dan bersamaan dengan itu keduanya langsung berlari ke arah Naruto dengan gaya seperti anjing. Naruto memundurkan kaki kirinya untuk bersiap-siap menerima serangan dari duo itu.

"Perlihatkanlah padaku!" Tantang Naruto dengan nada yang masih tenang ditambah wajah datarnya.

Akamaru yang sampai di depan Naruto pertama langsung melompat sambil melakukan cakaran ke wajah Naruto, dengan baik Naruto menghindari cakaran itu. Namun Kenbonshoku miliknya yang sudah aktif membuat dirinya mengetahui kalau Kiba sudah berada di samping kanannya.

"Kena kau Naruto!" Kata Kiba sambil mengarahkan tangannya ke Naruto.

Syut!

Tak!

Naruto menghindari tangan Kiba untuk kedua kalinya kemudian memutar tubuhnya 180 derajat. Dengan cepat ia langsung menangkap tangan Akamaru yang sudah mendarat di samping kananya lalu mengarahkan cakaran ke punggung Naruto.

"Dua lawan satu hee!" Gumam Naruto lalu menampilkan sebuah seringai.

Akamaru dan Kiba melanjutkan serangan Taijutsu kombinasi mereka. Namun selama beberapa menit tidak ada satupun yang mengenai Naruto. berterima kasihlah pada Kenbonshoku milik si pirang itu. Beberapa Jounin Konoha terdiam melihat Naruto menghidari semua serangan dari Kiba yang berkecepatan tinggi dengan baik.

"Aku akan memberikan selamat pada Kiba jika ia berhasil mengenai Naru-chan!" Gumam Hiruzen yang dapat didengar oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.

"Apa maksud anda Sandaime-sama?" Tanya Kurenai yang merupakan Jounin pembimbing dari Kiba. "Kau tanya saja pada Shisui!" Jawab Hiruzen. Kurenai dan yang lain langsung menoleh ke arah seorang Anbu yang berdiri di samping Hiruzen.

Shisui yang mengerti maksud Hiruzen langsung membuka topeng Anbu miliknya. "Aku pernah kalah darinya tanpa menggores sedikitpun tubuhnya." Semua langsung terbelalak kaget mendengar penuturan dari Shisui. Kapten Anbu itu kalah dari anak yang tidak memiliki Chakra tanpa memberi luka apapun pada Naruto.

"I-itu bohongkan?" Tanya Asuma memastikan yang kelihatannya mulai tertarik pada perbincangan mereka. "Kalian sudah melihat buktinya ... ia mempunyai kemampuan melihat yang lebih akurat dari Sharingan."

"Lalu kenapa ia tidak menyerang Kiba!" Tanya Kurenai lagi.

"Kau lupa kalau Naruto itu seorang buangan Namikaze." Minato langsung tersentak mendengar perkataan Hiruzen. "Pasti ia sedang memikirkan sesuatu sambil menghindari serangan-serangan dari Kiba." Tambah Hiruzen.

Kembali ke pertarungan dimana Naruto yang mulai bosan akhirnya mengambil Inisiatif menyerang. "Baiklah! ... cukup main-mainnya!" Naruto memutar Shuushui dan bersamaan dengan itu, ia langsung mengayunkan Katana itu ke arah Akamaru yang melompat dari arah belakang.

Jrash!

Perut Akamaru langsung tertebas saat ia berada di udara. Dan hal itu membuat Kiba dan yang terbelalak kaget, bagaiman Naruto bisa tahu kalau Akamaru melompat ke arahnya padahal pada saat bersamaan Kiba berniat mencakar wajah Naruto. Dan yang terjadi adalah anak berambut pirang itu menghindari denga baik serangan Kiba dan secara bersaamaan menyerang Akamaru.

"AKAMARU!" Teriak Kiba.

Pooft!

Akamaru langsung meledak menjadi kepulan asap dan menampilkan wujud aslinya yaitu anjing kecil berwarna putih yang terlempar kebelakang.

"Kau akan menerima akibatnya Naruto!" Geram Kiba kemudian melompat mundur. Setelah mendarat ia langsung mengambil kuda-kuda yang terlihat ia ingin melakukan sesuatu.

Naruto mencabut Sandai Kitetsu menggunakan tangan kirinya. Ia melakukan hal ini karena melihat kuda-kuda Kiba yang sangat khas klan Inuzuka yang berarti ia akan melakukan Signature Move dari Klan itu. "Majulah ... KIBA!" Tantang Naruto.

Kiba melompat ke udara sambil memutar tubuhnya. "Tsūga!" Putaran Kiba semakin cepat hingga akhirnya terlihat seperti sebuah bor yang melesat ke arah Naruto.

Traaannnkk!

Saat Kiba hendak menyerangnya, Naruto langsung menyilangkan kedua Katana miliknya di depan badan sehingga putaran bor Kiba terhenti karena tertahan kedua Katana yang dialiri Bushosoku.

"Mu-mustahi!" Gumam beberapa shinobi Konoha yang melihat salah satu tehnik andalan klan Inuzuka ditahan hanya dengan dua Katana.

Kembali lagi ke pertarungan, Naruto sedikit terdorong kebelakang karena kuatnya dorongan dari tehnik Kiba. Tidak mau terdorong sampai dinding. Naruto sekuat tenaga langsung mengankat kedua Katana miliknya ke atas sehingga membuat Kiba terlempar ke udara dan berhenti berputar.

Tap!

Kiba mendarat di dekat Akamaru yang mulai sadar akibat tebasan dari Naruto, walaupun di bagian tubuhnya tidak ada yang tertebas karena Naruto hanya menebas bagian kulitnya ketika berwujud Kiba.

"Hanya itu?" Kata Naruto datar membuat Kiba mendecih tidak suka karena perkataan Naruto seperti sebuah ejekan karena tidak mampu mengenai Naruto.

"Ini belum berkahir brengsek!" Kiba mengeluarkan sebuah pil dan memasukkan kedalam mulut Akamaru. Sontak bulu-bulu Akamaru langsung memerah dan mengeluarkan suara khas anjing yang sedang marah. "Kau akan berakhir ... terkena serangan kombinasi andalan kami Naruto ... Jūjin Bunshin!"

Poft!

Akamaru kembali berubah menjadi Kiba. Dan tak berselang lama keduanya langsung melompat ke udara kemudian memutar tubuh mereka hingga menciptakan sebuah bor yang lebih besar dari sebelumnya karena kali ini mereka berdua melakukannya secara bersamaan. "Gatsūga!"

Dengan kecepatan yang sangat cepat bor milik Kiba langsung mengarah ke Naruto. Beberapa Jounin pun berspekulasi bahwa kali ini Naruto pasti diselesaikan oleh Kiba melihat kecepatan dari bor tersebut.

Sementara Naruto kini bersiap melakukan sesuatu dengan cara memegang erat gagang kedua Katana miliknya dengan posisi kedua bilahnya mengarah ke luar. Setelah jarak Kiba dan dirinya tereleminasi beberapa meter, Naruto langsung menyerang udara kosong didepannya.

"Nitouryuu : Nanajuu Ni Pound Hou!"

Zuiing!

Sebuah gelombang udara sekuat 72 Pound Meriam langsung mengarah menuju Kiba. Beberapa shinobi menatap horor kekuatan dari gelombang tersebut. ada juga yang terkejut karena Naruto hanya menyerang udara kosong sehingga menciptakan gelombang tersebut.

Duaar!

Gelombang udara milik Naruto dan bor Kiba langsung berbenturan, namun serangan Naruto yang sekuat sebuah meriam 72 Pound membuat bor milik Kiba kalah telat hingga membuat keduanya langsung terpental kebelakang menuju ke dinding pembatas. Sontak semua mata kembali membulat sempurna melihat kejadian barusan. Untuk kedua kalianya salah satu tehnik andalan Klan Inuzuka kembali dikalahkan hanya dengan serangan dua Katana.

Duaaar!

Ledakan cukup besar dan kepulan debu pekat pun terjadi ketika Kiba menghantam dinding dengan kerasnya. Belum sampai disitu saja, Naruto langsung berlari membawa Katana miliknya menuju kepulan asap untuk berjaga-jaga apabila Kiba masih selamat dari benturan itu.

Naruto menembus kepulan debu itu dan sebuah suara lemas dari seseorang membuat semuanya syok kecuali beberapa orang yang malah mengukir sebuah senyum tipis. "Aku menyerah!"

Setelah kepulan debu menghilang. Terlihatlah retakan besar pada dinding dan Kiba yang sudah tergeletak tidak berdaya dengan dua ujung Katana mengarah ke kepalanya. Di samping Kiba ada Akamaru yang sudah tidak sadarkan diri.

"Aku baru menggunakan dua kau sudah babak belur seperti ini ... apalagi tiga!" Gumam Naruto ditambah tatapan tajam mengintimidasi yang menbuat Kiba merinding ketakutan sambil membatin. "T-Tatapa seolah-olah sudah membunuh puluhan orang." Dan itu bukan seolah Kiba karena memang Naruto sudah membunuh puluhan Missing-nin.

.


Skip Time

Seluruh peserta berjumlah 10 yang berhasil memenangkan pertarungan mereka kini berbaris di depan Hayate yang terlihat memegang sebuah toples berisikan kertas-kertas berukuran kecil. Satu persatu dari mereka maju dan mengambil satu kertas dari dalam toples.

"Baik! ... sebutkan nomor yang kalian dapat!" Perintah Hayate setelah semuanya mendapatkan kertas mereka.

"Tujuh!" Ujar Kuroko dengan tatapan kosong miliknya.

"Delapan!" Ujar tokoh utama dalam cerita ini dengan wajah datarnya.

"Empat!" Ujar Sasuke datar.

"Satu!" Ujar Menma

"Sembilan ... mendokusei!" Ujar orang yang sudah pasti kalian ketahui.

"Tiga!" Uajr perempuan berambut pirang dikuncir empat.

"Enam!" Ujar anak yang mengenakan riasan wajah.

"Dua!" Ujar anak berambut merah bata yang membawa gentong.

"Lima!" Ujar Neji

"Sepuluh!" Ujar Shino

"Dan sekarang ... silahkan kalian lihat format di tahap selanjutnya." Ujar Hayate sambil memperlihatkan sebuah kertas yang disana terdapat format pertarungan di tahap selanjutnya.

.

.

.

.

.

.

"A-Astaga ... M-Menma dan Na-Naruto ... harus bertarung!" Minato yang berdiri di samping Hayate langsung membulatkan matanya ketika melihat format pertandingan yang tertulis di sana.

"Nii-san!" Menma tidak kalah terkejutnya ketika melihat format pertarungan selanjutnya.


4 - 7
9 - 3
8 - 1
5 - 2
6 - 10

Untuk pemenang pertandingan ke-5, ia langsung masuk ke semifinal dan menunggu pemenang dari pertarungan ke-3 dan ke-4 yang akan kembali bertarung untuk mendapatkan tiket ke semi final.

NB : Format ini tidak dapat diubah atas persetujuan dari semua pihak yang bersangkutan walaupun yang meminta adalah saya sendiri ... TTD : Yondaime-Hokage Namikaze Minato.


Sementara itu di tempat para penonton. Beberapa orang hanya memasang ekspresi biasa-biasa saja sedangkan Tsunade terlihat menyeringai melihat hal tersebut.

"Hal yang besar akan terjadi di final nanti!" Shizune mengangguk mengiyakan penuturan dari Tsunade barusan.

"Dan aku tidak membiarkan seorang pun mengubah hal tersebut." Tambah Tsunade memandang tajam Minato yang masih syok.

"Ini mungkin sudah ditakdirkan dimana anak yang diistimewakan akan bertarung dengan kakaknya sendiri yang merupakan anak yang diabaikan." Gumam Shisui kemudian mendongak ke langit-langit. "Oh Kami-sama! ... apa lagi yang sedang kau rencakan." Gumam Shisui untuk kedua kalinya.

TBC!

Saya berterimakasih kepada kalian karena telah mereview, fav dan follow Fanfic super berantakan dan Gaje ini.