Maaf untuk lama update, hehehe. Saya kewalahan karena banyak ide... u.u Akhirnya saya bisa update fanfic ini, karena ide-ide atau godaan untuk buat fic baru gak ada. xD Sekarang saatnya.. :D Sebelumnya terimakasih sudah me-review fanfic saya ini. :) Dan mudah-mudahan masih ada yang inget sama fic ini, xD
Warning: Maybe OOC, Typo(s)/Mungkin/, Alur kecepetan, Etc.
DON'T LIKE DON'T READ!
I DON'T NEED A FLAMER!
Chapter 10:Scared!
Sakura semakin mendekat, jantung Naruto semakin berdebar cepat. Naruto berusaha untuk menahannya tetapi godaan terus menghantuinya dan akhirnya, dia pun memilih untuk mendekati istrinya itu dan memeluknya erat.
"Sakura-chan, kau itu benar-benar sedang menggodaku ya," ucap Naruto dengan pipi memerah sambil meletakkan dagunya di bahu istrinya itu, Sakura terlihat bingung dengan ucapan suaminya itu,"aku mencintaimu..." tambahnya. Lalu, ia mengecup leher istrinya membuat sang istri merasa kegelian dan mendesah pelan.
"N-Naruto... a-apa yang...," Sakura mengerti, wajahnya pun seketika merah padam. Saat ia merasakan sesuatu yang dekat dengannya dan terasa sangat keras,"u-umm... N-Naruto, apa kau baik-baik saja?" tanya Sakura menatap wajah suaminya yang kini tengah memerah sama seperti dirinya sekarang ini.
Naruto pun tersenyum tipis sambil mengelus-elus rambut Sakura,"Apa aku terlihat baik-baik saja, Sakura-chan?" tanya Naruto. Dia pun menurunkan tubuh Sakura kelantai dan menindihnya,"m-maaf, Sakura-chan. Tapi aku sudah tidak tahan, sungguh." Naruto pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura, bersiap untuk mencium bibir istrinya itu. Sakura hanya pasrah karena dirinya tak kuat untuk berdiri.
"KYAAAA!" suara teriakan itu membuat kedua insan yang tengah 'berduaan' di lantai, keduanya pun melihat kearah orang yang berteriak itu. Ternyata dia adalah Naruko, adiknya Naruto yang rencananya ingin melihat keponakannya. Dia tidak mengetuk pintu karena keliatannya didalam tidak ada suara siapapun, jadinya beginilah.
"N-Naruko! K-Kenapa kau masuk!?" Naruto buru-buru berdiri dari atas tubuh Sakura dan membantu Sakura untuk berdiri dari lantai. Wajah Naruko merah padam karena untuk pertama kalinya ia melihat hal yang seperti itu secara langsung, dia pun merasa malu tak berani melihat kewajah kakak sekaligus kakak iparnya yang ternyata juga memerah seperti dirinya,"sudah tidak sopan ya." tambah Naruto, setelah keheningan tersebut.
"A-Ano... maafkan aku, nii-chan. Aku ingin melihat keponakanku." ucap Naruko sambil tetap menunduk.
Naruto pun menaikkan lengan tangannya yang sebenarnya pendek, dia pun bersiap mendekati adiknya itu, tetapi Sakura langsung menahan lengannya. Naruto pun terdiam dan menoleh kearah istrinya, Sakura menggeleng kepada Naruto,"Jangan melakukan kekerasan pada adikmu, Naruto. Dia mungkin tidak sengaja." ucap Sakura.
Naruto pun menggangguk,"Tapi Sakura-chan... tetap saja dia tak sopan kan?" tanya Naruto.
Naruko pun menaikkan kepalanya dan menghampiri keduanya,"Sakura-neechan, aku memang bersalah kok. Tidak apa-apa... hehehe." cengir Naruko pada kakak iparnya itu. Sakura hanya diam dan menghela nafasnya, tidak mengerti kenapa adik dan kakak sama-sama keras kepala.
"Naruko-chan, aku tengah malas marah-marah. Aku hanya ingin kau mengetuk pintu sebelum masuk ya!" tegas Naruto sambil memegang kedua bahu, adiknya itu. Naruko hanya mengangguk, lalu memeluk kakaknya itu.
"Maaf, telah merusak adegan mesra kalian, niichan." dibalik pelukan Naruto, dia pun tersenyum mesum. Naruto pun langsung melepaskan peluakn adiknya itu, lalu menjitak kepalanya kuat.
"Dasar mesum!" teriak Naruto.
Sakura terkejut dengan kelakukan kakak-beradik itu, ternyata Naruko adalah gadis mesum sama seperti kakaknya yang juga mesum. Sakura menghela nafas lagi, sweatdrop melihat kelakukan keduanya,"Kalian berdua sama saja ya." ucap Sakura pelan.
.
.
.
Sakura kini tengah menyiapkan makan malam untuk keluarganya ini, dia tersenyum saat melihat Naruto dan Naruko tengah bercanda tawa. Sakura benar-benar tidak pernah menyesal memilih Naruto karena ia sama sekali belum pernah mendengar rumah ini sepi kecuali saat hari ulang tahunnya. Dia menggeleng pelan lalu mengantarkan makanan ke meja makan.
"Makanan telah siap, maaf lama menunggu." ucap Sakura, Naruto dan Naruko yang tengah sibuk bercanda kini menghadap kearah Sakura lalu tersenyum menampakkan deretan gigi putih mereka.
"Tidak apa-apa." Naruto dan Naruko pun mulai memakan makanan mereka sambil sesekali Naruto mencuri pandang kearah istrinya dan Sakura dapat melihat Naruto tersenyum dengan garis-garis merah dipipinya, wanita itu hanya membalas senyuman suaminya sedangkan Naruko tengah fokus pada makan malamnya.
Setelah Sakura selesai makan, dia pun berdiri dari kursinya,"Naruto, Naruko, aku mau ke kamar dulu ya. Mau melihat Kuroi." Sakura pun meninggalkan keduanya setelah menerima anggukan dari keduanya.
Naruko juga telah selesai dari makannya, dia pun mendekat kearah kakaknya itu,"Hei, niichan. Bagaimana rasanya melakukan hal itu?" tanya Naruko pada Naruto yang wajahnya sudah memerah, memerah karena malu dan juga sedikit kekesalan karena dirinya saja belum pernah melakukan itu dengan Sakura. Tadi hampir saja berhasil tetapi dihancurkan oleh adiknya yang tiba-tiba datang.
"Rasanya... itu..."
Mata Naruko sudah berbinar, dia sudah menyiapkan catatan untuk mencatat apa yang akan dikatakan oleh kakaknya, baginya ini adalah informasi yang paling bagus karena setelah ia mendapatkannya ia bisa memberinya kepada pamannya Jiraiya, lalu mendapatkan uang dan bisa membeli hadiah untuk orang tuanya sebelum kembali kerumah.
"Ya? Ayo, niichan. Cepat katakan!"
"Rasanya..."
DUAGGH!
"Ittai!" teriak Naruko, saat Naruto menjitak kepalanya. Dia langsung mengelus-elus kepalanya itu dan memanyunkan bibirnya,"Niichan, aku pikir kau benar-benar ingin memberitauku." gerutu Naruko.
"Kau ini masih terlalu muda untuk mengetahui hal itu, baka!" teriak Naruto pada Naruko, adiknya yang mesum sama seperti dirinya dan ini akibat Jiraiya yang lalai meletakkan novelnya sehingga dibaca oleh kedua manusia ini.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian!" sela Naruto. Dan Naruko pun menjadi lemas dan tidak bersemangat, dia pun meninggalkan Naruto lalu pergi menuju kekamar dimana Sakura dan Kuroi berada, ia ingin menganggu Kuroi. Naruto hanya menatap Naruko kesal lalu dia pun menunduk sedih,'kau tau Naruko-chan? Aku bahkan sama sekali tak pernah melakukan hal itu dengan Sakura-chan dan keponakanmu itu bukan darah dagingku.' batin Naruto.
O.o.O.o.O.o
Pagi harinya di rumah keluarga Naruto terlihat sepi. Naruto dan Naruko tidak saling berbicara satu sama lain, Sakura yang tengah menyiapkan sarapan pun menjadi heran tetapi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, setelah selesai memasak makan pagi mereka. Dia pun memutuskan untuk pergi kepasar dam pastinya tanpa sepengatahuan Naruto dan Naruko, kalau masalah Kuroi dia sedang tidur.
Dia pun berjalan menuju kepasar sambil melihat pemandangan di musim semi ini, dia pun melihat kekiri dan kanan melihat bunga sakura yang indah,"Seperti sudah lama aku tidak keluar dari rumah." Sakura pun tersenyum dan melihat pasar yang sudah didepan matanya.
"Aaa... aku ingin masak sesuatu yang enak untuk Naruto dan Naruko." gumam Sakura lalu dia pun mencari tempat penjualan daging.
"Hei, berapa harga tomat ini?" Sakura pun menoleh perlahan saat mendengar suara itu, dia melihat seorang pria yang sangat ia kenali, model rambut yang tak pernah berubah itu. Dia pun berusaha untuk mempercepat langkahnya tetapi sayang pria itu menoleh kearahnya dan memasang tampang yang sama sepertinya, terkejut.
"S-Sakura...," pria itu pun mendekati Sakura dan meraih tangannya, saat wanita itu ingin melarikan diri darinya. Sang wanita pun memberontak ingin dilepaskan tetapi sang pria pun mencengkramnya kuat,"aku ingin berbicaram ayoo kita pergi dari sini." ucap pria itu, lalu menarik Sakura pergi dari tempat ini.
'Sasuke, kenapa kau muncul disini.' batin Sakura menangis.
Sasuke pun membawa Sakura ketempat yang lebih sepi sekarang ini, Sakura masih tetap memberontak. Akhirnya Sasuke pun mengcengkram kedua bahu Sakura dan mulai menatap mata Sakura tajam tetapi ketajaman tatapan itu pun menjadi luluh, dia pun memeluk Sakura,"Sakura, maafkan aku telah meninggalkanmu." bisik Sasuke.
"Tidak perlu, Sasuke. Aku sudah memaafkanmu," ucap Sakura, dia pun melepaskan pelukan Sasuke dan air matanya pun mengalir deras,"yang kuinginkan sekarang adalah pergi dari sini dan jangan pernah memperlihatkan wajahmu didepanku lagi!" bentak Sakura, air matanya mengenai pipi Sasuke.
Sasuke pun tersenyum tipis dan menyeka air mata yang berada dipipinya,"Aku tidak janji, aku lihat perutmu telah mengempis. Bagaimana tentang anak kita?" tanya Sasuke.
"Dia bukan anakmu!" bentak Sakura lagi.
"Sakura, walaupun kau tidak menerimanya tetapi dia tetaplah anakku." ucap Sasuke.
"Terserah!" Sakura pun melangkahkan kakinya dan berjalan meninggalkan Sasuke, tetapi pria itu menarik lengannya lalu mencium bibirnya sekilas, Sakura pun terdiam dan tak tau akan berbicara apa, pipinya memerah walau tak terlalu tampak dia menatap Sasuke marah,"k-kenapa?" tanya Sakura yang sekarang tengah menahan air matanya lagi.
Sasuke pun memegang kedua bahu Sakura lembut,"Sakura, walau kau telah punya suami tapi kita masihlah sepasang kekasih." ucap Sasuke.
"Tidak, Sasuke. Kita tidak punya hubungan apa-apa lagi." balas Sakura, dia melepaskan pegangan Sasuke dikedua bahunya. Dia pun melangkah pergi, meninggalkan Sasuke disitu. Pria raven itu hanya diam dan menatap punggung Sakura yang belum terlalu jauh darinya.
"Setidaknya, aku ingin tau apakah kau serius memaafkanku!" ucap Sasuke akhirnya.
Sakura pun menoleh kebelakang,"Bukankah aku sudah bilang tadi?" lalu Sakura pun pergi meninggalkan Sasuke. Sasuke pun tersenyum tipis walau tetap saja hatinya terasa sakit.
"Damn!" Sasuke memukul dinding yang berada disebelahnya hingga tangannya memerah.
.
.
.
Sakura telah selesai berbelanja di pasar walau tadi ada sedikit gangguan tetapi ia sama sekali tak berpikir bahwa pergi diam-diam itu membuat orang yang berada dirumah panik setengah mati, Naruto sampai berniat melapor ke polisi tetapi Naruko langsung mencegahnya karena Sakura belum hilang selama 24 jam. Sekarang Sakura telah sampai dirumahnya setelah 2 jam karena dia ingin membuat dirinya terlihat baik-baik saja sampai dirumah, dia ingin menutupi matanya yang memerah karena menangis tadi.
"Tadaima!" ucap Sakura membuat orang yang berada didalam rumah pun menghampirinya dan membuat seseorang memeluknya sangat erat dan Sakura merasa kesakitan dibagian perutnya.
"Sakura-chan! Kau darimana saja?" tanya Naruto yang masih memeluk istrinya itu.
"Aku... berbelanja, Naruto." jawab Sakura singkat, dia ingin menyembunyikan kesedihannya tetapi tadi hampir saja terpecah.
Naruto pun mendongakkan kepalanya,"Kau kenapa, Sakura-chan? Suaramu terdengar serak?" tanya Naruto yang mulai curiga. Dia menatap lekat mata Sakura.
Bibir Sakura bergetar, air mata pun terjatuh dari mata yang menurut Naruto indah itu yang tidak boleh menjatuhkan air mata sedikitpun walaupun air mata itu dijatuhkan untuknya, Sakura meninggalkan Naruto. Dia menutup mulutnya dan pergi menuju kekamarnya. Naruto pun membalikkan badannya dan berusaha meraih Sakura tetapi wanita itu sudah lebih dulu pergi.
"Sakura-chan! Ada apa denganmu?!" teriak Naruto kuat, dia pun mengejar Sakura menuju kekamar tetapi kamar dikunci oleh Sakura. Naruko hanya bisa melihat pemandangan yang mengiris hati itu ingin dia membantu Naruto tetapi ia takut tindakannya salah.
"Niichan, mungkin Sakura-neechan ingin sendiri dulu." ucap Naruko pada kakaknya itu, dia pun menghampirinya dan membantunya untuk duduk di sofa ruang tamu untuk menenangkan kakaknya yang tengah menangis itu, dia pun menyeduhkan teh hangat untuk kakaknya.
"Naruko-chan, arigatou." ucap Naruto pada adiknya.
Naruko pun nyegir,"Ya, douita shitamashite, niichan!" seru Naruko, walau dalam hatinya ia sama sekali tidak tahan melihat kakaknya yang tengah menangis itu. Dia pun menundukkan wajahnya sekilas lalu kembali menatap kearah Naruto sambil menunjukkan sederetan giginya, dia tengah mencoba mencari akal untuk membuat kakaknya kembali tersenyum atau kalau bisa tertawa.
Sementara, Sakura yang tengah berada didalam kamarnya tengah bersama Kuroi. Dia menangis dipipi anak itu, Kuroi juga ikut menangis lantaran ibunya menangis seperti itu,"Kuroi-chan, jangan menangis ya. Cukup ibu saja...," Sakura pun mencium pipi Kuroi, lalu tersenyum tipis. Dia pun memeluk lembut anaknya itu,'Naruto, maafkan aku.' batin Sakura.
"Niichan, apa kau tau apa yang bisa membuat Jiraiya-ojiisan tertawa?" tanya Naruko yang memulai aksinya untuk membuat kakaknya tertawa. Biasanya pria ini selalu tertawa, jika leluconnya berhubungan dengan paman Jiraiya.
"Hm... Apa?" Naruto bertanya balik, dia terlihat malas.
"Melihat gadis telanjang, hahahaha." Naruko tertawa terbahak-bahak agar membuat kakaknya ikut tertawa juga, tetapi dia menghentikan tawanya karena tak mendengar suara sedikit pun.
"Itu tidak lucu, Naruko." ucap Naruto, lalu meninggalkan Naruko. Dia kembali berusaha untuk membuat Sakura mau membuka pintu kamar mereka, sedangkan Naruko tengah menganga lebar karena gagal membuat kakaknya tertawa.
"Sakura-chan, aku mohon buka pintunya." Naruto mengedor-gedor pintu tersebut, tetapi tidak ada sahutan dari Sakura. Dia pun mulai khawatir dengan istrinya ini, dia pun mendobrak pintu kamar mereka.
BRAAK!
Pintu pun terbuka, Naruto pun menghampiri Sakura yang tengah berada di tempat tidur bersama Kuroi, anak mereka, ya. Dia pun memeluk Sakura yang tengah berbaring dengan anak mereka itu,"Sakura-chan, kau membuatku takut." ucap Naruto dengan nada yang bergetar sambil memeluk Sakura lembut dan penuh kasih sayang.
Sakura melirik kebelakang,'Naruto...' Sakura menggigit bibirnya berusaha untuk menahan isakannya. Dia pun berusaha tersenyum dan menghadap ke Naruto. Pria berambut pirang itu pun membuka matanya dan menemukan sebuah manik hijau yang indah. Dia pun tersenyum lalu menarik kepala istrinya, mencium keningnya setelah itu melumat bibirnya.
'Sakura-chan, jangan pernah buat aku takut seperti ini lagi ya.' batin Naruto.
TBC
A/N: Minna, ^^)/ Maaf, lama update ya. :Da Jangan marahi saya jika ini pendek dan kurang memuaskan... hehehe ^^a
Sebelumnya thanks for review, saya gak bisa balesin review-nya maaf ^^
Thanks for review: Guest, Dear God, ocha chan, Dzagoevali, Sishigawara, dame-an, nadya harvard, MORPH, Ku-Chan, , , ridafi chan, merisa hanka, Rosaschi-hime, KimYcha Kyuu, WaOnePWG, MuFlyin, Jaderider, meritanursyela, rianerz, chitayss, maleslogin, indoneZEA'S, Hokage enam, Kalong no Kitsune, Sakuraami Bacan, adityaisyours, Ryuza Light Uzumakiboy, Deechan- tik, dhanajaya, Soputan, Cherry Uzumaki, NS, Viva La Vida, astia aoi, dikdik717, angodess, alint2709, .indohackz, Luluk Minam Cullen, gdtop, Kay Lusyifiniyx.
Maaf kalo ada yang salah ^^
RnR, lagi?
