ANYEONG YEOROBEUN..!

I'M COME BACK AGAIN

HOPE YOU ENJOY TO READ IT

NO FLAME| NO BASHING | PLEASE COMMENT

.

Title
EIBA HIGH SCHOOL CHAPTER 10

Length
N - CHAPTER

Rating
PG-18 (T to M)

Genre
ROMANCE, ANGST, COMEDY, DRAMA, VIOLENCE, YAOI (DON'T LIKE, DON'T READ)

Author
RUKA17

CAST/Main Cast
BAEKHYUN, CHANYEOL, KAI, D.O, KRIS, TAO, LUHAN, SEHUN

Support Cast
SUHO, LAY, CHEN, MINSEOK, SUNGGYU, WOOHYUN, YONG GUK, ZELO, DAEHYUN

Disclaimer

Cast milik tuhan YME dan orang tua mereka. Saya hanya pinjam mereka untuk meramaikan FF ini.

Warning

Miss typo, alur maksa, gaje, humor garing, EYD awut-awutan

.

.

Annyeong yeorobeun! Author come back again!!

Mian..lagi-lagi ga bisa balas review..*bow

Jangan geret author ke KUA (?) *eh? -_-v

Author akhir-akhir ini sibuk ujian hehehe *curcol dikit* Jadi baru bisa update sekarang.

Okay! Author ga perlu banyak bacot ne... Jaaa…langsung aja ke cerita selanjutnya... CHENKAIDOT… ^^

.

.

.

"Aahhh…baekhyun-aahhh…sshhh…" rancau Chanyeol

"Eummm?" Baekhyun melirik pada Chanyeol

"Ahhhh…ssshhh…" desah Chanyeol

#Hayoooo reader pada mikir apa hayooo

"Akh…pelan-pelan baekhyun-ah…"

"Ini sudah pelan-pelan Channie…" ujar Baekhyun yang ternyata sedang memijit kaki Chanyeol

"Akh…ssshhhh…" rintih Chanyeol

Baekhyun menatap kearah Chanyeol, "Masih sakit eoh?"

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya," Aniyeo…rasa sakitnya sudah sedikit berkurang. Gumawo."

Baekhyun tersenyum pada Chanyeol. Chanyeol tadi memintanya untuk memijit kakinya yang lelah setelah melakukan terapi.

"Kapan kau akan melakukan terapi lagi?" tanya Baekhyun

"Waeyo?"

"Aku akan memijit kakimu lagi kalau kau merasa kelelahan," ujar Baekhyun seraya tersenyum

"Gwenchana…kau tidak perlu ikut aku setiap kali aku terapi."

"Wae? Aku hanya ingin membantu."

"Ku bilang tidak perlu," bantah Chanyeol

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Wae? Kalau hanya melihat saja bolehkan?!"

Chanyeol menghela nafasnya seraya memutar kedua bola matanya. "Haah~ terserah kau saja."

Baekhyun tersenyum kecil.

"Oh iya, kapan kau akan mulai training?"

Chanyeol menatap kedua bola mata Baekhyun. "Bulan depan."

"Secepat itu?" tanya Baekhyun kaget

Chanyeol menganggukkan kepalanya. "Setelah ujian nanti aku akan langsung mengikuti training awal selama 6 bulan."

'6 bulan yah? Selama itu kah aku tidak bisa melihatnya?' – batin Baekhyun

"Baekhyun-ah…Byun Baekhyun…" ujar Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun

"Nde?"

"Kau sedang memikirkan apa?"

"Ah..ani..aniyeo…" ujar baekhyun gelagapan

"Jeongmalyo?"

"Ah…itu…"

Chanyeol menunggu cukup lama.

"Aku lapar. Ayo kita pergi cari makan," Baekhyun mengalihkan pembicaraan seraya bangkit dari tempat duduknya.

GREP

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun. "Apa kau akan baik-baik saja selama aku tidak ada?"

"Nde?"

"Aku tanya apa kau akan baik-baik saja selama aku tidak ada?"

Baekhyun terdiam.

'Tentu aku tidak akan baik-baik saja,' – batin Baekhyun

"Baekhyun-ah…" lirih Chanyeol

"Ah…i-itu...tentu aku akan baik-baik saja. Kau tidak perlu mencemaskanku."

Chanyeol menatap kedua manik Baekhyun. Ia dapat melihat dengan jelas apa yang tersirat dari pandangan Baekhyun padanya.

"Tunggu aku."

"Nde?"

Chanyeol memperat genggamannya pada tangan Baekhyun. "Tunggu sampai aku kembali."

Baekhyun menundukkan badannya, mendekatkan dirinya pada Chanyeol yang masih setia duduk disofa.

CHU~

Baekhyun menempelkan bibirnya pada bibir Chanyeol. Ia bisa merasakan hangatnya nafas Chanyeol yang menyapu pipinya, membuat pipinya semakin merona.

"Aku akan menunggumu Park Chanyeol," ujar baekhyun setelah melepaskan panggutan mereka dan terlihat senyum merekah dibibir Chanyeol.

Chanyeol pun merengkuh pinggang namja yang memiliki postur tubuh lebih kecil darinya itu, lalu mengajaknya untuk duduk dipangkuannya. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun, menempelkan keningnya pada kening baekhyun, lalu mencium bibirnya dengan lembut. Ciuman yang lembut kini berubah menjadi sedikit agak kasar dan ada sedikit nafsu disana. Chanyeol dengan ganasnya meraup bibir mungil itu membuat sang empunya merasakan nikmatnya permainan yang diberikan seorang Park Chanyeol terhadapnya.

.

.

.

PLOK PLOK PLOK

Terdengar suara tepuk tangan. Sehun, Luhan dan juga Suho menoleh kearah sumber suara tersebut. Lebih tepatnya kearah seorang namja yang berdiri didepan pintu ruang music.

"Tao sonsaengnim," ujar Suho seraya tersenyum dan membungkukan badannya yang kemudian diikuti oleh Sehun dan Luhan

"Kalian sungguh anak yang luar biasa. Aku sebagai guru kalian sangat bangga dengan kalian," puji Tao. "Apa kalian sudah siap?"

"Tentu saja saem," timpal Sehun seraya tersenyum

Tao membalas senyuman Sehun. "Oh iya, ini untuk kalian," ujarnya seraya memberikan sebuah kantong plastic berisi minuman dan beberapa makanan kecil pada mereka. "Kalian pasti lelah."

"Waaaa…gumawoo saem," ujar Sehun

Tao melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. " Ah, aku lupa kalau aku ada janji. Silahkan kalian lanjutkan latihannya. Kalau sudah selesai, jangan lupa memberikan kunci ruang pada penjaga sekolah. Baiklah aku pergi duluan," ujar Tao seraya pergi meninggalkan mereka bertiga diruangan tersebut.

"Kita dapat makanan!" teriak Sehun yang kemudian mendapat hadiah jitakan kasih sayang dari Luhan

"Ini sudah malam Sehun-ah. Jangan berisik."

Sehun mendengus lalu mengusap-usap kepalanya. Ia kemudian segera membuka kantong plastic pemberian Tao dan mengeluarkan seluruh isi yang ada didalamnya.

"Ah iya, aku baru ingat. Aku harus pulang sekarang. Kalau tidak eommaku akan memarahiku," ujar Suho.

"Yak…kau tidak mau makan dulu eoh?" ujar Luhan

"Tidak usah. Untuk kalian saja. Aku bisa makan dirumah. Galke!" ujar Suho seraya menyambar tasnya lalu pergi meninggalkan Sehun dan Luhan berdua disana.

"Ck…anak itu mirip sekali denganmu," ujar Sehun

"Aku?" tanya Luhan

Sehun menganggukkan kepalanya. "Kalian sama-sama tidak bisa lepas dari orang tua kalian."

Luhan terdiam mendengar perkataan Sehun. "Kau benar sekali," ujar Luhan seraya tersenyum kecut

Sehun meraih puncak kepala Luhan, lalu mengacak-acak rambutnya. "Sudahlah. Jangan berwajah murung seperti itu," ujar Sehun. "Makanlah," lanjutnya seraya menyodorkan sepotong roti pada Luhan.

Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sehun menghela nafasnya. "Makanlah atau kau mau aku yang memakanmu disini?" ujar Sehun seduktif

Luhan membelalakan matanya, lalu dengan segera mengambil potongan roti yang diberikan Sehun padanya. "Iya…iya…aku makan."

Sehun hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu namjachingunya itu.

.

.

.

KEDIAMAN KELUARGA KIM

Suho melangkahkan kakinya memasukki rumah miliknya dan menaruh sepatu yang dilepasnya didekat pintu masuk.

"Aku pulang," teriak Suho

Tak ada respon. Suho lalu berpikir bahwa ibunya pasti masih sedang bekerja. Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang terletak dilantai 2. Ia melempar dengan sedikit kasar ranselnya keatas meja belajarnya, lalu merebahkan diri diatas ranjang miliknya. Ia merogoh saku jas sekolahnya dan dikeluarkannya sebuah amplop berwarna merah cerah. Desahan pun keluar dari bibir Suho ketika ia menerawang amplop tersebut. Ia pun menaruh amplop yang ditujukan untuk ibunya diatas nakas disebelah ranjang miliknya, lalu menutup matanya dengan tangannya. Ia berusaha memejamkan matanya sejenak karena lelah. Baru saja ia hendak mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, tiba-tiba terdengar suara hantaman kaca dari ruang disebelah kamarnya. Ia pun bangkit berdiri dan berlari keluar kamarnya. Dibukanya pintu kamar yang ada dihadapannya dan seketika itu juga raut mukanya berubah.

"Lay-ah," lirih Suho seraya berlari mendekati Lay yang tersungkur dilantai.

Suho mengangkat tubuh namja kurus itu dan terkejutlah dia ketika melihat darah segar yang merembes keluar dipergelangan tangan Lay.

"Lay-ah..ireonaaa..Laaayyyy.." teriak Suho seraya menepuk-nepuk pipi pucat Lay. "Lay-ah..ireonaaa..jebaaal.." isak Suho

.

.

DRAP DRAP DRAP

Terdengar suara orang yang sedang berlarian.

BRAK

Terlihat seorang wanita paruh baya membuka kasar pintu ruang pasien. Wanita tersebut terlihat berjalan dengan gontai kearah seseorang yang kini sedang berbaring diatas kasur dengan infuse dikedua tangannya.

"Lay…" lirih wanita itu, menahan air matanya.

"Inikan yang kau harapkan.. eomma.." ujar seorang namja yang berdiri disamping tenpat tidur Lay

Tatapan wanita tersebut tidak bisa lepas dari wajah Lay, anaknya yang kini terbaring lemah di Rumah Sakit.

"Kau selalu berharap seperti inikan..eomma.." ujar namja itu lagi

Wanita paruh baya itu menundukkan kepalanya dan menutup mukanya dengan tangannya. "Maafkan eomma Lay-ah," lirihnya.

Namja yang ada disamping tempat tidur Lay itu merengkuh tubuh mungil sang wanita paruh baya.

"Maafkan eomma.." ujarnya seraya menangis sesenggukan dipelukan namja itu. "Maafkan eomma Suho-ah."

.

.

.

SPECIAL DAY

"Apa kalian sudah siap?" tanya Tao

"Ne saem…" ujar Suho, Sehun dan Luhan secara serempak

"Bagus. Semoga kalian berhasil," ujar Tao seraya memberikan semangat pada murid-muridnya itu. "Hwaiting!"

Ketiga namja itu tersenyum pada Tao.

"Ok. Team selanjutnya harap standby di backstage," teriak seorang crew dan mengisyaratkan pada Suho, Sehun dan Luhan agar mereka bersiap-siap dibelakang panggung.

Dari belakang panggung terdengar suara riuh rendah para penonton yang ada didalam gedung itu. Teriakkan para penonton itu membuat Luhan sedikit gugup dan badannya bergetar.

GREP

Luhan menoleh kearah samping dan didapatinya Sehun menggenggam erat tangannya.

"Kau pasti bisa," ujar Sehun seraya tersenyum memandang lautan penonton dari backstage. Sehun menolehkan kepalanya, menatap lekat kedua manik Luhan.

CHU~

Sehun memberikan ciuman singkat dipipi Luhan. "Kita akan menari bersama Lu... Jangan takut. Aku ada disini."

Luhan mengeratkan genggamannya pada Sehun lalu mengangukkan kepalanya dan tersenyum padanya.

.

TING..TING..TING~

Terdengar dentingan piano yang mengalun indah didalam ruangan tersebut. Suara indah itu keluar dari jari-jari lentik seorang namja berpakaian serba putih yang duduk dihadapan sebuah grandpiano diatas panggung yang bisa terbilang cukup besar. Lampu sorot yang menyoroti namja yang sedang memainkan piano itu membuatnya terlihat semakin berkilauan bak seorang malaikat yang sedang memainkan musik dari surga.

I'm trap…TING~

Namja berparas malaikat itu menyanyikan sebuah lagu yang diiringi dengan alunan piano yang ia mainkan sendiri dengan lihainya. Apa kalian tahu siapa namja itu? Ya, dia Suho. Bayangkan saja Suho yang memainkan sebuah grandpiano dan menyanyikan lagu TRAP – Henry SJM

Umjigil su eobseo wae naneun mugeowojyeo gagiman hae
Ne mam guseoge nohyeojin chae nohin chae yeah
Nege dako sipeunde geujeo keomkeomhan i eodum soge
Jakku garaanja gateun gose geu gose yeah

Ne aneseo jeomjeom nan ichyeojyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan I
'm trapped I'm trapped

Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni I'm trapped I'm trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni I'm trapped I'm trapped
I'm trapped oh~ I'm trapped oh~

Terlihat seorang namja lainnya yang keluar dari arah backstage. Namja itu masuk keatas panggung seraya meliuk-liukan tubuhnya dengan lihainya. Ya, namja itu terlihat sangat lihai dalam hal menari dan orang-orang yang melihatnya tidak akan menyangka bahwa namja itu hanyalah seorang amatiran. Dimata mereka ia terlihat seperti seorang penari professional. Jika ia debut nantinya pastilah ia akan terpilih menjadi lead dance. Namja berparas rupawan dengan rambut emasnya itu berhasil menjerat hati para penonton yang melihatnya disana. Sehun, Ya..Sehun namanya.

Neowa nan ireoke dallajyeo ganeunde
Neoui kkeuchi eomneun yoksime geu yoksime
Neoraneun saejange jageun saejang ane beoryeojin sae
Naragal su jocha nan eomneunde eomneunde yeah

Ne aneseo jeomjeom nan yakhaejyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan I
'm trapped I'm trapped

Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni I'm trapped I'm trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni I'm trapped I'm trapped
I'm trapped oh~ I'm trapped oh~

I'm trapped oh~ I'm trapped yeah~

Terdengar suara falsetto yang menggaung indah dalam ruangan tersebut dan terlihat namja lainnya yang kini berdiri diatas tangga teratas panggung itu dengan lampu sorot yang tertuju padanya. Namja itu menyanyikan lagu tersebut dengan indahnya. Suara emasnya dan juga gerakkan tariannya yang tak kalah lihainya dengan Sehun membuat para penonton terkesima. Namja bersuara emas itu adalah Luhan.

Neol itgo sipeo (neol itgo sipeo) naragago sipeo (naragago sipeo)
Neol naeryeonoko (neol naeryeonoko) jayuropgo sipeo (jayuropgo sipeo)

Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni I'm trapped I'm trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni I'm trapped I'm trapped
I'm trapped oh~ I'm trapped oh~

I'm trapped oh~ ooh~ ooh~

TING..TING..TING~

Pertunjukkan itu diakhiri oleh suara dentingan piano dari Suho dan suara sorak sorai juga suara tepuk tangan yang meriah dari arah penonton.

Luhan menebarkan senyumannya kearah kursi penonton. Kini ia bisa merasakan rasanya menari diatas panggung. Ini seperti mimpi bagiku – batin Luhan. Ia tidak hanya menari disana, ia menari dengan Sehun, ya dengan Sehun dan itu adalah impiannya.

.

.

Luhan merapihkan pakaiannya. Kini ia sudah mengganti pakaian panggungnya dengan pakaian biasa.

"Apa kau sudah selesai? Ayo kita pulang. Kita harus merayakannya," ujar Sehun pada Luhan

"Yak..Sehun-ah..kita tidak menjadi juara..hanya juara 2.." ujar Luhan

Sehun lalu mengacak-acak rambut Luhan. "Yak..Memang kalau hanya menjadi juara 2, kita tidak boleh merayakannya? Bagiku kau sudah menjadi pemenangnya Luhannie.." ujarnya seraya tersenyum

Luhan terlihat masih sedikit berpikir. "Baiklah…Ayo kita rayakan.." ujarnya seraya tersenyum

Baru beberapa langkah mereka keluar dari ruang ganti, Luhan menghentikan langkahnya. Pandangannya tertuju pada sosok wanita yang kini berjarak tidak jauh darinya.

"E-e-eomma…" ucap Luhan raut wajah ketakutan

Wanita yang dipanggil eomma oleh Luhan itu datang menghampirinya.

Apa eomma melihatku tadi? Oh, tidak. Dia pasti akan memarahiku dan menceramahiku panjang lebar. Mati kau Xi Luhan – batin Luhan

"E-eomma.. bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Luhan dengan nada yang sedikit bergetar

"Aku yang memintanya datang kemari."

Luhan dan Sehun segera membalikkan badan mereka dan mendapati Tao dan Kris yang berdiri dibelakang mereka.

"Saem…" lirih Luhan

"Tao songsaenim. Terima kasih. Anda telah mengundang saya," ujar eomma Luhan

Sehun dan Luhan melihat eomma Luhan dan Tao secara bergantian dengan tatapan bingung.

Eomma Luhan mendekatkan dirinya pada Luhan dan Luhan sudah siap lahir batin kalau-kalau dia dimarahi oleh eommanya.

"Eomma bangga padamu hannie.." ujar eomma Luhan

Apa? Apa aku tidak salah dengar? – batin Luhan

"Maafkan eomma hannie.. selama ini eomma selalu melarangmu untuk menari. Eomma baru sadar bahwa kau memang benar-benar sangat berbakat," ujar eomma Luhan seraya tersenyum

"Eomma…" lirih Luhan

"Kau ingin masuk ke universitas SM kan? Eomma akan merestuinya."

Seperti melihat pelangi sehabis hujan, sungguh ini diluar dugaan Luhan. Eommanya kini menyetujuinya untuk melanjutkan studi di Universitas SM. Terima kasih Tuhan…dan tentunya hari ini adalah hari yang luar biasa bagi Luhan.

Luhan segera memeluk eommanya itu. "Gumawo eomma..saranghae.."

.

.

.

6 MONTH LATER

"Yak..dimana Kai?" tanya Yongguk

"Dia pasti sedang pergi bersama Kyungsoo," timpal Daehyun

"Yak..kalian tahu? Aku sangat kaget ketika mendengar berita bahwa mereka berdua berpacaran," ujar Sehun

"Yak..aku juga kaget mendengar bahwa kau adalah namjachingunya Luhan," balas Suho dan hal itu membuat Sehun menyunggingkan senyumannya.

"Ck…Luhannie ku…kenapa dia harus memilih orang sepertimu?" ujar Yongguk dengan raut wajah sedih

"Yak.. siapa Luhannie mu eoh Bang Yongguk?! Dia Luhannieku," timpal Sehun

Semua yang ada disana memutar bola mata mereka dengan malas. "Bakal ada perang nih…" ujar Daehyun

Zelo menoleh kearah Baekhyun yang sejak tadi duduk bersama dengan mereka. Tapi sepertinya pikirannya sedang tidak ada disana. Baekhyun terlihat memandang kearah lapangan sepak bola yang terlihat dari jendela kelasnya.

Zelo pun menepuk pundak Baekhyun. "Yak…gwenchanayo?" ujarnya

Baekhyun pun menoleh kearah Zelo. "Nde? Nan gwenchanayo…" ujar baekhyun seraya tersenyum dan kembali menatap kearah lapangan sepak bola.

Baekhyun menyipitkan bola matanya. Ia berusaha memperjelas pandangannya kearah lapangan.

GRAAKKKK

Baekhyun tiba-tiba berdiri dari bangkunya dan membuat semua orang menoleh padanya.

"Baekhyun-ah…kau kenapa?" tanya Suho

Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Suho. Ia menggeser kasar kursi miliknya dan berlarian keluar kelas.

"Ada apa dengan anak itu?" tanya Yongguk sedangkan yang lainnya hanya mengangkat bahu mereka.

Baekhyun berlarian disepanjang koridor kelas, menuruni anak tangga dari lantai teratas. Ia terlihat sangat tergesa-gesa. Kini ia memperlambat langkahnya ketika ia hampir sampai dipinggir lapangan sepak bola. Tatapannya tertuju pada sesosok namja tinggi yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

"Kau…"

"Baekhyun-ah…aku kembali…" ujar namja itu

Baekhyun tersenyum dan dengan segera berlari kearah namja jangkung itu lalu memeluknya erat.

"Selamat datang kembali Chanyeol-ah…"

.

EIBA HIGH SCHOOL END

.

Akhirnya FF ini selesai juga *lap keringet *author lebe

Mianhae readernim karena telat update *bow

Author tau..chap terakhir ini agak berantakan huhuhu *lap ingus* sebenarnya ide uda ada dari dulu tapi baru bisa tertuang dalam tulisan sekarang. Map klo chap ini bener-bener gaje. Author bingung mau buat END-nya seperti apa dan jadilah seperti ini. Agak menggantung hahahaha *tertawa epil bareng Daevil (?)

Ok…Author minta repiew lagi untuk chap terakhir ini ne…

Dan sekali lagi gumawoo buat yang uda repiew di chap sebelumnya KAMSAHABNIDA :D

Sampai jumpa lagi dengan author ketjeh yang gaje ini di FF author lainnya…mumumumu :*

KEEP HWAITING & SALAM OLAH RAGA! ^^

.

My oxygen: Shin Min Hwa, Tao bbuing bbuing, babysulaydo, supergirl, hanmin, evilkyvng, lana, jinkitao, brigitta bukan brigittiw, kisskris, reader, are, dyakuro, hanrinrin, elizabeth kim, kazuma b'tomat, Jung jisun, bysj, LevesqueXavier, kopi luwak, vickykezia23, rocketeer7, kimei135, naochan, oracle, jungsssi, park ri yeon, finky'lulu, 7D, enchris.727, AnnisaDinda, Riyoung Kim, Kyeoptafadila, Timizel, siscaMinstalove, Winterheaven, roseEXOticFRIEND.