Sebelumnya
Dengan begini, naruto resmi menjadi shinobi konoha dengan tingkatan Ryujin, gelar yang hanya bisa disematkan pada shinobi dengan kemampuan diatas kage.
Tanpa mereka semua (kecuali naruto) sadari, sesosok tubuh memperhatikan pertandingan dari awal sampai akhir, lalu menghilang ditiup angin.
DISCLAIMER : MASASHI KISIMOTO-JIISAN
Summary Dia diacuhkan hanya karena dianggap berbeda,hanya memiliki sedikit hal yang dimiliki orang-orang didesanya, bahkan keluarganya pun mengasingkannya karena kurangnya hal itu, tapi dia bersumpah, akan menjadi kuat dengan kekuatannya sendiri, dan tanpa bantuan dari siapapun termasuk orang tuanya
Chapter 8
LEGEND OF SHINOBI SAINT
Warning: kurang bisa dipahami(mungkin), abal-abal, dll
Minggu, hari libur, itulah yang ada dalam benak semua warga desa konoha, tapi, tidak dengan para shinobi, minggu ataupun bukan, mereka tetap saja harus menjalankan misi, baik yang paling mudah hingga yang mempertaruhkan nyawa. Bicara tentang mempertaruhkan nyawa, naruto baru saja kembali dari misi solo dengan tingkat SS, pergi ke desa kusagakure, tepatnya penjara Houzukijo, guna membuktikan desas desus, yang mengatakan bahwa petinggi desa mereka serta kepala penjara disana Mui, berniat membuka Gokurako no hakou, sebuah artifak kuno zaman Rikuudo Sennin, guna mengembalikan kejayaan kusagakure seperti dulu dengan menggunakan chakra Fuu, jinchuriki nanabi yang di fitnah telah melakukan percobaan pembunuhan pada salah satu petinggi desa (yang tentu saja jebakan).
Singkat cerita, susut punya susut, ternyata tujuan asli Mui adalah untuk mengeluarkan putranya yang dijadikan pengorbanan oleh dirinya sendiri guna membuka kotak hitam tersebut yang berakhir pada kegagalan dan hilangnya muku putra Mui dalam ktak tersebut. Setelah mengumpulkan intel sana-sini, naruto berhasil masuk ke penjara tersebut dengan menggunakan tekhnik Another Dimension milik Gemini Saga.
Sialnya, ketika sampai didalam, keadaan sudah sangat menjadi tidak menyenangkan, kotak tersebut sudah berhasil dikeluarkan, doble sialnya, muku yang keluar dari sana, ternyata eh ternyata telah dirasuki Satori, iblis yang terkurung dalam kotak tersebut dan memakan jiwa manusia yang masuk kesana sebagai makanan. Yang menjadi masalah bagi naruto bukanlah Satori, dia bisa membungi hanguskan satori dengan tekhinik andalan Shiryu Rozan Shouten ha, dalam sekali serang, namun yang menjadi permasalahan adalah, meskipun iblis hitam buruk rupa jelek dan menjijikkan itu bilang bahwa jiwa muku sudah hilang, namun dia masih bisa merasakan, bahwa muku belum sepenuhnya terhisap oleh makhluk tonggos yang entah kenapa giginya mencuat keluar itu.
Karena itulah, dia harus berfikir ekstra keras, bagaimana cara menghancurkan satori tanpa membunuh muku yang ada didalam sana, akhirnya setelah perjuangan batin yang hebat, dia menemukan caranya, dia meminta Mui untuk memasang segel Katon: Goukka Tenro pada Satori, setelah itu, dengan menggunakan tekhnik ciptaanya sendiri, Soul Control, dia mengendalikan jiwa muku yang ada didalam tubuh satori, dengan mengaktifkan jurus Katon: Onidoro didalam tubuh satori, membuat segel yang dipasang Mui bereaksi dan membakar tubu satori sekaligus membebaskan muku dari dalam, karena tenro hanya akan aktif pada mereka yang tubuhnya terpasang segel pengunci cakra itu.
Namun, yang membuat naruto geram adalah ketika muku sudah bebas, Satori ternyata mengirim jiwanya kedalam kotak lagi, lalu keluar dengan menggunakan tubuh baru yang masuk ke kekotak, membunuh Mui, sekaligus membunuh semua petinggi desa kusagakure. Akan tetapi, Satori yang sudah tidak menggunakan tubuh muku sebagai tawanan, membuat naruto leluasa menghajar iblis itu lalu mengakhirinya dengan Rozan Shouten ha.
Sekembalinya ke desa, dia menemukan, Kushina dan Natsumi sedang berdiri didalam ruang hokage, "permisi- oh maaf hokage-sama, kushina-sama, natsumi-san, saya akan kembali nanti" beranjak keluar namun ditahan oleh kushina, "tunggu, naruto, bisakah, kita bicara sebentar" dengan nada lirih, dan air mata yang sudah tidak dapat terbendung lagi, membuat naruto mau tidak mau, "baiklah, kushina-sama, apa ayang ingin anda bicarakan", sebenarnya naruto sudah tau, apa yang akan dibicarakan oleh 'ibunya' ini, dia adalah dewa, mendengar isi hati dan fikiran manusia bukanlah hal yang mustahil untuknya, namun dia membiarkan kushina menyampaikan maksudnya sendiri, "na-naruto, a-ap-apa kau memben-c-ci kami?", "ya, saya membenci kalian", mendengar penyataan langsung itu, membuat kushina serasa dihujam tombak, "apa tidak bisa kau memberi kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya, naruto..." minato menambahkan.
Mendengar itu, "tidak, dan tidak akan pernah" masih dengan wajah datar, naruto mengungkapkan semua yang ada dalam fikirannya secara langsung, "apa aku sudah boleh pergi?", minati tidak menjawab, "aku anggap itu iya", menutup pintu dengan pelan, lalu meninggalkan gedung hokage, menuju ichiraku ramen, jujur dia snagat lapar, rencananya, dia akan makan setelah menyampaikan laporan atas misinya, namun niatnya diurungkan ketika melihat 'keluarganya', membuat moodnya jadi buruk.
Ichiraku ramen sudah terlihat, "permisi,", ucapnya, "selamat datang, ah, naruto, aku tidak melihatmu beberapa hari ini, ada apa" teuchi bertanya, "tidak apa-apa, aku hanya baru pulang dari misi, dan lagi-, ah sudahlah, to-" belum sempat menyampaikan pesanannya, ayame langsung memotong, "ramen miso ukuran jumbo, 2 porsi tambahan narutonya yang banyak dan yang penting jangan lama" ucapnya cepat, teuchi dan naruto hanya terkekeh, "hahaha, putriku bahkan sampai mengingat pesananmu naruto, " naruto kembali terkekeh, memang benar, sebelum dia melakukan pelatihan dengan para dewa dan saint di sanctuary, dia selalu kemari untuk sekedar makan pagi atau makan malam, meskipun tidak setiap saat.
Ketika sedang asik-asiknya duduk termenung, naruto merasakan energi serupa dengan energinya, cosmo, tapi cosmo ini terasa gelap, seperti ternodai, dia melesat keluar, diluar kedai, dia mendongak keatas, hanya untuk menemukan sebuah bola api padat yang menerjang konoha, sebelum bola api itu sampai, naruto sudah meraung dan menembakkan satu-satunya tekhnik yang dia tau bisa menghentikan bola api itu
Pegasus Ryusei ken
Sebuah pukulan dia lancarkan keatas, dari pukulan itu, puluhan sinar berbentuk bola berwarna putih terbang menghantam bola api itu hingga hancur dan menghilang, menyebabkan kekacauan di pusat desa, dan menyebabkan para ANBU dari berbagai divisi, bahkan NE milik Danzo berkumpul di pusat desa, mengelilingi naruto, "naruto-sama, ada apa ini" ANBU dengan topeng burung hantu menanyakan keadaan, namun tanpa menoleh naruto memberikan perintah, "lakukan evakuasi, konoha saat ini sedang dalam keadaan siaga satu, sampaikan itu pada hokage, aku akan mengurus yang satu ini" ANBU dengan topeng kucing hendak angkat bicara, namun naruto memotongnya, "sendiri" ucapan itu begitu singkat namun tegas, ANBU tadi mengangguk dan kembali melaksanakan instruksi.
Setelah semua ANBU (termasuk NE) pergi melaksanakan evakuasi, naruto kembali mengalihkan direksinya ke langit kemudian berucap, "kau tau, tidak ada gunanya sembunyi dariku, Kagaho", beberapa detik hening, sebuah tawa membuat para ANBU yang telah selesai melaksanakan evakuasi terkejut, seorang pria yang melayang dilangit, dengan menggunakan armor berwarna hitam disertai sayap dipunggungnya, muncul entah dari mana, "hahahahaha, seperti yang diharapkan darimu, God Saint, Kamui no Naruto", pujian itu tidak lantas membuat naruto senang, malah tatapannya semakin tajam, "apa yang kau inginkan Kagaho", pria bernama Kagaho tadi tersenyum sinis, "tentu saja... membunuhmu", setelah berteriak, tiba-tiba saja sebuah gelombang kejut, mengejutkan para ANBU.
Menatap tempat naruto berdiri, mereka membulatkan mata, pria yang tadi melayang di udara kini telah berada dihadapan shinobi terkuat di Konoha itu dengan sebuah tinju teracung yang kini ditangkap naruto hanya dengan... satu jari, tinju yang menghasilkan gelombang kejut besar yang bahkan membuat mereka agak terdorong dari tempat mereka berdiri, ditahan hanya dengan satu jari telunjuk? Mereka, kembali mengingat, mengapa naruto mendapatkan gelar sebagai yang terkuat, yang bahkan melampaui sandaime hokage.
Namikaze Minato, kini tengah menatap cemas ke tengah desa, meskipun jauh namun dia bisa melihat 'putranya' tengah menahan tinjudari orang tak dikenal ber armor hitam, dia bukannya takut naruto akan terluka, walau bagaimanapun naruto adalah yang terkuat di desa ini, kalau bukan di dunia shinobi ini, tapi kali ini, lawan yang muncul sepertinya makhluk yang sama dengan tempat dimana naruto berlatih, karena itulah dia cemas.
Kembali ke naruto yang kini masih menatap tajam kagaho, sementara kagaho, yang ditatap, hanya menyeringai, berhadapan dengan makhluk seperti naruto, benar-benar membuat darahnya mendidih, dia sudah mendengarnya, bahwa pemuda berambut pirang didepannya ini, merupakan Saint dengan kekuatan tertinggi dari keseluruhan Saint yang ada di dimensi sana, bahkan menurut apa yang dia dengar, naruto merupakan Saint, yang jauh lebih kuat dari Saint legendaris Sagitarius Seiya, karena itulah dia berniat menantang pemuda ini.
Naruto sendiri, mendengar isi hati makhluk didepannya ini benar-benar geram, menyusulnya kemari hanya untuk melawannya, tanpa mengindahkan hukum perpindahan dimensi, "mereka yang berasal dari dimensi berbeda, ketika berpindah dimensi, tidak boleh membunuh makhluk dari dimensi lain, jika ia melanggar maka nyawalah taruhannya". Akan tetapi, meskipun mengetahui hal itu, kagaho masih saja datang kemari, dan menyerangnya ditempat penuh orang biasa.\
Setelah perdebatan batin yang agak alot itu, Naruto memutuskan untuk berpindah dan melawan kagaho ditempat yang luas dan tidak ada orang yang akan menajdi korban, berkonsentrasi sejenak, kemudian, tiba-tiba saja mereka menghilang, lalu
DDDUUUUAAAAARRRRRRRR
Sebuah ledakan yang berasal dari belakang bukit hokage, membuat para ANBU, shinobi dan bahkan hokage melesat kesana, ketika mereka sampai kesana, mereka melihat naruto tengah memandang tajam ke kagaho hawa disekitarnya pun benar-benar berat, disisi kagaho juga begitu, meskpiun nampak jelas terlihat kalau kagaho juga tertekan dengan aura omega yang dikeluarkan naruto.
Sedetik kemudian, naruto dan kagaho menghilang dari pandangan, lalu dari udara dentuman-dentuman keras disertai dengan gelombang kejut yang seakan-akan membelah udara menghiasi langit, para shinobi dan ANBU tidak ada yang mampu mengikuti gerakan mereka berdua, kakashi dan hiashi sudah mengaktifkan byakugan dan sharingan guna menlihat apa yang sebenarnya terjadi, namun hasilnya nihil, mereka benar-benar hanya melihat kilatan-kilatan emas dan hitam.
Disisi naruto dan kagaho, jual beli serangan masih terjadi, ketika mereka menapak ditanah, kagaho tengah mengarahkan tinjunya ke wajah naruto, namun dapat ditahan oleh pemuda pirang itu. Naruto menangkap tangan kagaho menariknya kedepan lalu menghantamkan lututnya tepat di ulu hati kagaho. 'kh, sial, dia benar-benar kuat, bahkan meski tanpa menggunakan clothnya, persis seperti yang dikatakan Dartz, kalau begini aku harus mundur'.
Ketika menapak ditanah, naruto sudah memperkirakan bahwa kagaho akan melarikan diri, dan benar saja, sebuah portal tercipta dibawah kagaho dan menelannya hingga hilang tak berbekas.
Sebuah mata merah memandang cermin, melihat pertarungan kagaho dan naruto, mata berbeda warna itu menatap tertarik, "hahahahahahaha, seperti yang diharapkan dari sang pewaris God Cloth, Kamui no Naruto, tapi tidak akan lama, akan kudapatkan cloth itu, begitu juga denganmu, Naruto-kun".
T B C
Haihaihaihaih minna-san, saya kembali, alhamdulillah saya berhasil menyelasikan ini dalam waktu dan tempo yang sesingkat-sngkatnya, saya harap pembaca sekalian tidak kecewa dengan ini, salnya actionnya masih kurang, namun pasti akan saya tambahkan insya allah, aok itu saja.
Ryuga log out.
