"Aku merasa jika 'Atmosfir' dari tubuh Pangeran itu, berbeda dari pada manusia didimensi ini!,"Jawab Shun, seketika raut wajah Noir berubah aneh.
"Artinya?!,"Tanya Noir.
"Aku curiga Jika Cao-tun bukanlah orang terlahir dari dimensi ini! Lebih tepatnya dia datang dari dimensi lain!,"Jawab Shun tajam. "Makanya aku akan benar-benar mengawasinya,"Jawab Shun.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Aku ingat tentang dunia itu
Dimana kisah sebuah buku klasik
Membawa takdirku kedataran Lily hitam
.
Note 10 -[Demam]
"Berhentilah untuk masuk seenaknya dalam kamarku!,"Kirie kembali mendengkus pada sosok lelaki berambut panjang hijau yang sedang terbaring santai diatas ranjang. Sembari menutup mata dengan muka cuek seolah ruangan itu adalah kamarnya sendiri. "Jadi kenapa kau ada disini!,"Tanya Kirie mencoba merendahkan suaranya lalu berdecak pinggang, karna ia tak mau ada orang yang mendengar percakapan mereka. Ia lalu mendekati ranjang dan duduk disana, sementara Shun masih berpose malas-malasan.
"Kau tahu aku datang dengan beberapa informasi penting?!,"Jawab Shun dengan nada datar, ia lalu membuka mata serta menatap langit-langit kamar. "Sepertinya dalam hal ini WEI menjadi salah satu target yang ingin dihancurkan oleh seseorang,"Jawab Shun.
Bola mata Kirie nampak membulat dengan cepat. "Jadi penyerangan waktu itu semua, dilakukan untuk menyerang WEI,"Tanya Kirie.
"Bisa jadi!,"Jawab Shun bangkit dari kasur dengan posisi tiduran. "Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja, ingin menyerang WEI dan melimpahkan kesalahan pada salah satu dari kelompok lain, saat lima-kelompok hadir Negara Han,"Jawab Shun sembari membuka ikatan rambutnya, dan memperlihatkan rambut panjang halus berwarna hijau-muda sedikit merapikan ikatan rambut Long-hairnya.
"Aku menduganya begitu setelah serangan Cao Pi. waktu itu juga bukanlah kebetulan,"Kirie memiringkan kepala sembari menopang dagu. "Yang sekarang menjadi pertanyaan siapa yang menyuruh orang-orang itu, untuk melukai salah satu kelompok WEI,"Jawab Kirie.
"Huuh! Dari pada memikirkan itu," Shun mendengkus lalu memandang tangan Kiri, Kirie yang masih dibaluti Kain Tamas. "Bagaimana kondisi tanganmu?,"Tanya Shun.
"Aku hanya mengalami retak tulang pada tangan kiriku! Bukan patah, aku masih bisa bergerakanya meski sedikit,"Jawab Kirie datar, lalu membuka portal Virtual Billy-nya didepan Shun Icielvision.
[NAME : KIRIE]
[PASS : XXXXXXXX]
Beberapa tampilan catatan hologram muncul dari layar, disekitar Kirie, sementara Shun mendekatkan dirinya pada Kirie untuk melihat apa yang sedang gadis itu kerjakan. "Lumayan juga kau mengumpulkan semua data serta wajah orang disekitarmu!,"Jawab Shun.
"Aku sudah berada disini selama seminggu-lebih,"Jawab Kirie, lalu tanganya mengarah pada sebuah Tab hologram yang tiba-tiba melayang diarahkan pada Shun, Tab itu langsung melebar membentuk sebuah panel persegi panjang berisi tulisan didepan wajah Shun (seperti M-word). "Aku harus berbaur dan mendapatkan informasi sekecil apa-pun, selama aku tak dicurigai aku tak masalah,"Jawab Kirie sembari memasang seulas tatapan serius, mengemukakan apa yang dipikirkanya.
"Tunggu! Sepertinya aku mengerti beberapa hal,"Jawab Shun yang tiba-tiba melebarkan matanya seolah menyadari sesuatu. "Apa jangan-jangan kau berpikir!,"Shun mengantungkan ucapanya dan Kirie mengangguk.
"Aku berkesimpulan sepertinya ini! Masalah konflik Politik untuk menjatuhkan Kelompok, serta mengambing hitamkan kelompok lain agar saling membunuh,"Jawab Kirie lalu matanya beralih pada sebuah Tab yang lain berbentuk Folder yang melayang dihadapn wajahnya, lalu telunjuknya kembali mendorong Tab itu tepat diwajah Shun membentuk sebuah catatan berisi kalimat.
"Kau masih ingat Uraian catatan yang kutemukan saat tak sengaja kudapatkan dari pelayan itu,"Jawab Kirie, sementara Shun hanya mengangguk sembari matanya memfokuskan dirinya pada panel catatan dihadapanya. "Setelah aku pindai dengan daftar itu dua-hari yang lalu, kebahasa yang kugunakan, aku jadi yakin bahwa Nama-nama dalam daftar orang-orang yang akan dibunuh dan yang akan dibunuh Didaftar itu, adalah Nama-nama orang WEI banyak disebutkan disana,"Jawab Kirie.
"Kau memang Gadisku yang pintar! Aku cukup senang keberadaanmu tidaklah membosankan!,"Jawab Shun melipat tanganya didepan dadanya, lalu tersenyum manis.
"Kuanggap itu adalah salah satu asuransi keselamatku,"Jawab Kirie lalu menghilangkan seluruh hologram disekitar mereka berdua, dan meng-off Virtual-Billy-nya. "Aku hanya ingin berusaha mengamankan hidupku, selama disini, sampai aku bisa pulang kemasa-ku,"Jawab Kirie menghelah nafas, tak nyaman.
DUARKS!
Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar pelan, dan sebuah sepuan angin datang, dari pintu kamar yang langsung terbuka, sosok Li Yingqi datang wajah benar-benar berkerut sangat, membuat Kirie langsung melirik ketempat dimana Shun terbaring, dan (Seperti biasa) Sosok Shun sudah lenyap dari tempatnya. "Kau bicara dengan siapa!,"Tanya Li Yingqi menyengit.
"Aku hanya bicara pada diriku sendiri!,"Jawab Kirie dengan pandangan datar. "Kondisiku selama seminggu disini, benar-benar tak menyenangkan.
"Aku rasa begitu!,"Li Yingqi menatap miris dan lalu mendekati ranjang Kirie dan duduk disana. "Besok! Ada acara jamuan ditaman istana, semua sudah diatur untuk pengamanan!,"Jawab Li Yingqi.
"Hah! Bukankah pesta diaula istana kemarin sudah dilakukan?,"Jawab Kirie menatap bingung. "Kenapa ada pesta lagi?!,"
"Tentu saja! Jamuan pasti tetap dilakukan selama mereka disini, karna mereka akan berada disini selama sebulan lebih,"Li Yingqi sembari terkikik.
"Baiklah!, karna kau sudah mengerti aku hari ini bermalam disini!,"Jawab Li Yingqi sembari tersenyum.
"Eh!,"
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
Suara angin nampak terdengar miris begitu sepi, sosok seorang gadis nampak berjalan keadaan tenang berdiri tampa suara ditengah lantai 'Dojo' sebuah daerah yang jauh dari pemukiman yang begitu dipenuhi banyak mayat yang tergeletak sensara dengan tubuh terpotong-potong dalam ruangan sementara gadis itu nampak diam bagai-maknekin disana dan terlihat mengatur nafasnya. "Kau masih berani menginjakan kakimu diklan ini, setelah apa yang kau lakukan,"Sosok seorang Lelaki kisaran 50-an dengan wajah yang nampak masih begitu gagah, memiliki tinggi-badan 250-cm, dengan Futo hitam\celana tampa alas kaki memasuki ruangan dengan nada datar. "Kau benar-benar Monser yang kubesarkan dengan Sukses! Namun sepertinya tali-kekangmu terlalu longar hingga melanggar perintahku," Jawab lelaki itu masih memandang, Gadis bermata hijau dengan tampilan berantakan. "Shinzu Kirie," dengan bahasa Jepang begitu kental.
Sementara Sang gadis yang dipanggil dengan 'Shinzu Kirie' hanya memandang dengan pandangan datar penuh kekosongan yang mengerikan. Bagai mana tidak sosoknya yang biasanya rapi. Saat ini hanya mengenakan kemeja-berlengan pendek putih yang nampak kusut dan berganti warna menjadi merah akibat darah yang mengering ditubuhnya. Sementara celana hitam-ketat sepaha yang dipakainya nampak terlihat begitu lengket. Boots hitam setengah-kaki nampak terlihat bagitu kaku, meski banjir darah ditubuhnya nampaknya itu tak membuat Kirie susah bergerak justru wajahnya biasa saja. "Aku datang untuk menemuinya! Jangan halangi aku,"Jawab Kirie dingin.
"Kau benar-benar Putriku yang durhaka,"Jawabnya dengan pandangan menyengit."Kau tahu ini membuatku kecewa,"Jawabnya.
"Kau masih menyebut aku yang kau anggap sebagai binatang ini!, dengan didikanmu! Dengan sebutan Putrimu, jangan membual!,"Jawab Kirie, lalu menarik tanganya kedepan sebuah Katana hitam dengan kepulan hawa hitam ditubuhnya, dengan mata hijaunya berubah menjadi merah.
"Kau datang untuk kakak angkatmu?!,"Tanyanya dengan datar, tiba-tiba sebuah senyuman sadis nampak terpapang dari wajahnya. Lalu tanganya menjetikan jarinya memanggil salah satu anak buahnya dengan sekejab sudah berada disampingnya. "Maka aku akan memenuhinya "Jawabnya, sembari tersenyum.
Ia lalu memandang dengan tatapan 'Kode' lalu sang anak Buah-mengeluar sebuah kantong berwarna Hitam-cukup besar membuat Kirie merasakan perasaan tak enak. "..." Kirie mengakat tanganya untuk tetap siaga terhadap apapun yang terjadi.
Sang Ayah tersenyum, lalu membuka perlahan bungkus kantongan hitam kain, dan mata Kirie membulat seketika saat kantong Hitam itu terbuka, darah seolah naik kekepala, tanganya gemetar, tubuhnya mulai hilang kehilangan kendali. "HAHAHAHAHA!,"Sang Ayah atau kita sebut seorang Tetua Shinzu nampak gembira amat sangat. "TUNJUKAN DIA PUTRIKU! TUNJUKAN PADAKU, WAHAI MONSTERKU! KELUARKAN DIAAA!." Tandasnya sembari tersenyum penuh bangga, sementara Kirie hanya terdiam melihat. Melihat jasat Kepala utuh yang merupakan kakak, Kakak perempuanya ditangan Ayahnya.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"AHG!,"Teriak Kirie yang terbangun secara tiba-tiba, mendapati sosok Li Yingqi sudah ada disamping ranjang lalu mengenggam kedua bahunya, yang 'Mengenjang-ngenjang' dengan nafas tersengkal sengkal.
"Hei kau kenapa!?,"Tanya Li Yingqi dengan nada cemas gadis itu lalu menatap Kirie tajam. Karna tak bereaksi sama sekali entah kenapa gadis itu jadi begini.
"A-aku baik-baik saja!,"Jawab Kirie menghelah nafas, lalu memandang wajah Li Yingqi.
"Baiklah jika begitu, bangunlah dan aku akan membersihkan serta mendandanimu tubuhmu lalu kita turun,"Jawab Li Yingqi langsung menarik Gadis itu lagi, hari akan sangat panjang.
"Baiklah Ibu,"Jawab Kirie dengan nada malas ia lalu mengikut, Kirie tahu sebentar zona menjengkelkan akan mulai lagi.
"Hoy-Hoy aku mendengar itu!, dan aku tak mengakui punya putri yang sepertimu dimasa depanku! Aku bisa tertimpa mala-petaka!,"Jawab Li Yingqi.
"Oy-Oy! Ucapanmu menyakitiku!,"Jawab Kirie muka judes, lalu mengerutkan sebelah alisnya.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
Suasana pesta yang cukup nyaman nampak ramai ditaman belakang istana, beberapa Gazebo-buatan sengaja dibuat dengan cantik beberapa hari lalu, beberapa meja panjang sengaja dipasang diarea luas yang diatasnya terdapat beraneka ragam sajian makanan, mulai dari makanan yang berat, dari bahan-bahan berkualitas tinggi, sayur mayur yang dirangaki dengan masakan siraman, tumisan, panggangan, atau dibakar. Benar-benar memanjakan mereka alias para tamu, ditambah Sake terbaik yang didatangkan setiap pabrik sake terbaik di-Han benar-benar menjadi daya tarik, ditambah rimbunan Pohon sakura yang menjatuhkan kelopak-demi kelopak ketanah, dan tumbuhan buah peach yang nampak subur benar-benar membuat kesan yang memiliki hari yang baik. "Setidaknya sebagian tamu belum tahu kejadian ini! Jadi ini hanya sebuah pengalihan bagi masalah yang sedang terjadi,"Jawab Li Yingqi dengan suara kecil, dan Kirie masih bisa mendengar ungkapan kecil tersebut.
"Ya, bisa dilihat para penjaga jauh lebih banyak! Dari biasanya,"Jawab Kirie menghelah nafas, memandang pandangan sosok para penjaga tak bersahabat yang sedang lalu-lalang disekitarnya, matanya mereka dapat menyalak tajam kesemua area.
Li Yingqi dan Kirie berjalan secara bersama-sama, mereka mengunakan warna baju berbeda. Merah-jambu untuk Dress-Yukata Li Yingqi, dengan rambut dikepang kiri kanan lalu disanggul dengan beberapa mahkota-bunga kecil membuatnya semakin menawan saja dan warna biru untuk Kirie, dan kembali lagi Li Yingqi mendandani Kirie dengan berbagai macam hiasan kepala, yang kebetulan diberikan dari Diaochan sebagai hadiah kemarin malam, sebuah gaun biru sebahu bagian atas, motif gaun jatuh dengan anggun. Namun pandangan kedua wanita itu terhenti saat memandang sosok lelaki penguna pakai Biru(WEI) dan penguna Merah (WU) dihadapan mereka, membuat keduanya menyengit memperhatikanya. "Senang sekali bertemu kalian disini!,"Jawab Pria itu, dan dia adalah Pangeran Cao Tun, bersama Lu Xun mereka nampak sangat akrab meski berbeda meski berbeda keluarga.(Note : diberbagai negara perkumpulan suatu kelompok memiliki nama yang berbeda-beda. Jepang : Klan, Barat : Keluarga besar, India : Keturunan dan China ; Keluarga Dinasty aka Keluarga).
"Mereka berteman baik!,"Bisik Li Yingqi meski berbeda kelompok dulu mereka pernah tinggal bersama dan saat diangkat oleh Yang-mulia Cao Cao pun keduanya tetap berteman, serta bersahabat akrab banyak peramal yang berkata jika dimasa depan kedua sahabat itulah yang akan mengikat tali sudara superkuat dimasa depan,"Jawab Li Yingqi panjang kali lebar, dan respont Kirie sembari mengangguk pelan.
"Hai Selamat siang Nona Kirie dan Li-Yingqi,"Jawab Cou Tun dengan pandangan ramah raut tampa formal begitu terlihat amat gentelman seolah tak ada masalah apa-pun.
"Terimakasi atas pertolonganya waktu itu!,"Bisik. Li Yingqi dengan nada berat dan begitu formal membuat Kirie menyengitkan alisnya tajam.
"Oi-Oi orang ini Niat berterimakasi tidak sih?,"Pikir Kirie memasang wajah kebingungan, namun atmosfir yang diberikan dari tubuh Li Yingqi membuat Kirie mengurungkan niat untuk berkomentar.
Tiba-tiba Saja sebuah Suara-suara disekumpulan manusia yang sedang bersulang terdengar ditengah taman yang penuh piring berisi makanan, membuat Kirie merasa penasaran mendengar keributan orang-orang sedang bergerumbul entah membahas apa.
DEG!
Mata Hijaunya membulat lebar, saat yang bersamaan Kirie mematung dengan cepat. Ia bahkan mengabaikan Li Yingqi yang menyengit serta menepuk pipinya beberapa kali untuk menyadarkanya. "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi,"Apa mungkin dewa sedang ingin membuatnya Shock ringan.
"Silahkan Tuan Shun sepertinya anda handal bermain Mayong,"Jawab Seorang penjabat yang datang dari WEI sembari menawarkanya bermain dalam sebuah bidak batu putih diatas sebuah meja dan mendapat seruan dari para tamu undangan lainya.
Sosok Shun yang nampak mengenakan sebuah Yukata berbalut Jubah zirah berwarna abu-abu yang cukup mewah untuk (seseorang berstatus bangsawan) Rambutnya sengaja panjang diurai begitu saja, membuat penampilan-nya sangat carming, Jarinya lentik nampak mengenggam sebuah Cawan Keramik dengan anggun membuat Kirie merasakan Rasa kaget Luar biasa.
"Perjalanan Jauh anda Kenegri lain! Pasti membuat anda sangat terpelajar tuan Shun,"Bisik Salah satu Penjabat nampak menghargai keberadaanya.
"Anda terlalu memuji Tuan!,"Sela Shun dengan senyuman dengan super Charming membuat beberapa Dayang, nampak berimajinasi aneh-aneh dalam artian aneh-aneh (PIP) dengan wajah layaknya bak kepiting rebus.
"Apa - Apaan ini!,"Umpat Kirie dalam Hati, Ia yang tahu sebenarnya siapa Shun hanya membulatkan matanya percaya - tidak percaya, bagaimana mungkin Shun yang notabene seorang Penyihir Waktu, yang suka pindah dimensi-kedemensi seenak hatinya, bisa punya nama didinasti Han, sejak kapan. "Apa mungkin dia memanipulasi pikiran mereka agar bisa berbaur!,"Desisnya dalam hati.
"Tuan Shun Juga sudah kembali, dari pengembaraanya keberbagai wilayah jauh dari timur dan Utara selama 5 tahun ini,"Jawab Li Yingqi sembari memandang Shun.
"Sejak kapan!,"Desis Kirie dalam hati dengan AnimeImage sebuah Bulir dipelipisnya turun dengan wajah mirisnya.
"Kudengar beliau mempelajari Sastra Klassik dan Astronomi!,"Jawab Lu Xun.
"Haha yang benar saja!,"Pikir Kirie mengeleng lalu menghelah nafas kuat, tampa disadari Li Yingqi, Lu Xu dan Cao Tun. Kirie memisahkan diri dan kakinya membawanya kehutan kecil kerajaan yang ada dibelakang, membuatnya menghelah nafas.
Suasana nyaman, daun-daun berguguran dari pohon, angin yang tenang berhembus benar-benar sangat menyenangkan, tidak ada siapa-pun yang mengawasinya baik penjaga-penjaga, sosok orang lalu lalang, Diaochan atau Li Yingqi yang turut mengekorinya. Kakinya berjalan tenang sembari memperhatikan alam, terkadang ia nampak berputar-putar seolah bermain dengan anak-angin yang memainkan rambut serta gaunya.
EH!
Kirie lalu memutar Bola matanya, saat sebuah pandanganya terlihat sosok Lu Bu tengah terduduk bersandar dibawah pohon besar, dalam mata yang terpejam. Dengan rasa penasaran cukup tinggi Kirie mendekat membuat sosok komandan itu nampak membuka sedikit kelopak matanya. "Apa mau-mu?,"Jawabnya Wados membuat Mood Kirie benar-benar kesal.
"Heeeh!,"
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"Buat apa kau kemari, menganggu istirahatku saja!,"Jawab Lu Bu dengan wajah cetus, dan membuang muka dengan pandangan acuh tak acuh.
"Aku juga Tak ada masalah denganmu,"Umpat Kirie padanya. "Sepertinya dewa, memberiku nasib buruk dengan bertemu denganmu disini!,"Umpat Kirie buang muka.
"Jadi buat apa kau berkeliaran disini sendirian,"Ucap Lu Bu tajam, lelaki berbadan raksasa dan tegap itu nampak memasang wajah tak senang.
"Memangnya kenapa kalau aku berkeliaran! Lagipula aku bukan orang yang jahat atau wanita kriminal,"Jawab Kirie, yang notabene selama ada disini memang tak pernah melakukan kejahatan (Ya begitulah :v).
"Kemarilah!,"Panggil Lu Bu melambaikan tangan. "Sebaiknya kau jalan dibayang tubuh pohon,"Jawabnya.
"Kenapa?"Tanya Kirie dengan memiringkan kepalanya.
"Aku heran kanapa seorang wanita sepertimu, bisa bilang hal paling tidak masuk akal,"Umpatnya menyengit melihat tidak pekaan wanita dihadapanya.
"Kenapa kau harus mencari masalah denganku! Berdebat denganku! Aku sama sekali tidak mengerti apa maksutmu!,"Pekiknya kesal memandang tak senang dengan wajah marah, Kirie lalu duduk tepat disamping sang komandan.
"Tak ada seorang gadis yang mau panas-panasan serta urakan seperti dirimu, "Ungkapnya "Bahkan murit-ku yang seorang Komandan pun masih bersikap sangat anggun, sebagai seorang wanita," Lu Bu berdecih membuat Kirie merasa terthok dengan keras tepat didada.(Vicky Chou : Sakitnya tuh disini).
"Terus apa masalahmu, Raksasa-merah! Mau aku menjemur tubuhku seharian, atau aku mau menjadi tukang urakan, tak akan merugikan siapa-pun,"Jawabnya dengan Super kesal.
"Berisik!,"Singungnya datar, lalu Lu Bu terlihat menutup matanya perlahan. Tiba-tiba tubunya entah tiba lunglai atau apa sosok besar itu langsung menimpa Kirie yang disampingnya.
"HOAAAHHH!,"Kirie memandang dengan wajah bingung saat itu juga saat kepala lelaki itu jatuh tepat diatas pahanya, dan masih memejamkan matanya. "Apa yang kau lakukan,"Jawab Kirie datar tampa sengaja menyentuh kepala sang Jendral dan ternyata. "Ah! Ini demam,"
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"Dimana anak itu!,"Gerutut Li Yingqi memandang kesal dengan wajah tak nyaman kakinya mencari layaknya mencari anaknya yang kabur dari tugas. Lalu matanya mencari kesana kemari.
"Li Yingqi!,"Panggil Diaochan sembari mendekati gadis itu, yang nampak masih uring-uringan serta mengabaikan dua lelaki tampan dikiri dan kanan-nyan.
"Ada apa Lady Diaochan,"Tanya Li Yingqi dengan pandangan menyengit.
"Apa kau melihat kemana tuan Komandan Lu Bu?!,"Bisiknya memandang bingung. Membuat Li Yingqi memandang aneh.
"Eh, Kalau Guru aku bahkan belum bertemu denganya sama sekali,"Bisiknya.
"Baiklah kalau begitu, aku permisi,"Jawab Diaochan dengan cepat meninggalkan tempat itu mencari seseorang.
"Li Yingqi kenapa kau malah mondar-mandir seperti itu!, Permaisuri dan putri Fenghuang mencarimu, silahkan ikut dengan saya,"Jawabnya.
"Eh!, kenapa musti sekarang,"Li Yingqi mengembungkan pipinya bersamaan langkah kaki mereka bergerak meninggalkan tempat pesta.
Sementara Shun yang awalnya nampak berbaur, dari pesta juga perlahan meniggalkan taman, untuk mengurus sesuatu, sampai dia dicegah oleh seseorang. "Buru-buru sekali anda, meninggalkan pesta ini,"Jawab orang itu sembari tersenyum ramah.
"Aku,"Jawab Shun, saat terlihat sosok Cou Tun nampak berdiri dihadapan dengan senyum penuh misteri dihadapanya. "Merasa lelah karna itu aku ingin pergi sekarang, kembali kekamar,"Jawab Shun sembari tersenyum.
"Ah begitu?!,"Tanya Cou Tun lagi lalu memiringkan kepalanya, lalu menatap seolah mencari tahu sesuatu. "Tidak apa-apa kudengar kau baru kembali dari perjalanan jauh?!,"Jawabnya.
"Ya memang benar!,"Jawabnya sembari tersenyum. "Aku memang jarang muncul dipublik, jadi wajahku tidak terlalu begitu dikenali Jadi-," Bola mata Shun membulat saat sebuah Kunai yang muncul dari langit melayang dari mana menargetkan punggung Jangkung Cao Tun sebagai Sasaran.
THANGG!
Dan tangan Shun tampak mendekati Cou Tun lalu mengibas kunai tampa disadari oleh tamu undangan. "Rupanya anda punya rasa sosial yang tinggi,"Jawab Cou Tun dengan munggut-munggut. "Tak disangka sebagai pelajar yang berpindah-pindah wilaya anda punya kemampuan silat juga, kapan-kapan seperti cocok mengajak anda latihan,"Jawab Cou tun dengan nada ramah namun terlihat jelas jika ada sesuata makna tersirat didalamnya.
"Benar-benar pintar!,"Pikir Shun menghelah nafas datar. Lalu pandanganya langsung menatap dengan pandangan sama. "Aku hanya mempelajari ilmu silat sedikit, hitung+hitung buat menjaga diri,"Utarnya sembari tersenyum, lalu pandanganya menatap Kunai yang tergeletak begitu saja sembari memberi sebuah kesimpulan. "Tak salah lagi soal Wei!,"Jawabnya dalam hati, Shun lalu memejamkan matanya, lalu mengeluarkan sebuah aura hijau-kasat mata mencari sumber, sebelum senyuman tipis muncul diwajahnya. "Oh jadi begitu,"
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"GHAAAH, mimpi apa aku semalam!,"Kini jika Sang dewa sedang menganalisa ribuan kesimpulan, dan lain lagi kondisi tokoh utama wanita kita sedang bermasalah dengan kondisi sosok jendra Lu Bu yang tiba-tiba terjatuh dalam pangkuanya karna demam.
Wajah tampan itu, nampak tenang menutup mata, ia meruntuki nasipnya yang sungguh malang atas kejadian ini. Li-Yingqi saat ini tak ada untuk membantunya, dan Shun sang dewa/penyihir atau apalah selalu muncul tampa prediksi dan muncul bagai penampakan, ia lalu melirik kekiri dan kanan tak menemukan satupun mahluk hidup(?) Ia lalu membuka Ventory-hologram miliknya toh saat ini sang komandan itu tak sadar jadi tak masalah. Ia lalu mengecek perbekalan macam apa-pun termaksut obat mulai dari suntikan, bubuk atau pil. "Apa aku harus Antipiterika, Aspirin atau Praset-,"Belum ia melanjutkan ucapanya ia memunculkan hologram sebuah suntikan dengan tatapan mantap. "Oke Antipiterika,"Ucapnya lalu mencari pergelangan tangan, dengan mencari titik kulit tipis untuk menusuk jarum pada pergelangan sang Jendral.
"Sip!, lalu bagaimana sekarang aku mengangkat beban sebesar ini,"Jawab Kirie menghelah nafas ia lalu mengubur ampas suntikan agar tidak ditemukan orang lain(bisa jadi masalah).
[30 menit kemudian]
Sudah beberapa menit berlalu dalam keheningan, ia lalu memandang langit siang yang nampaknya mulai sore, angin bersayup-sayup dengan nakal memainkan rambut panjang Kirie, dengan kondisi yang sangat luar biasa makmur, serta kesejukan dimana-mana, dimana hewan-hewan bisa bergerak dengan bebas, hutan-hutan yang tidak langkah, dan penampakan kemakmuran serta teknologi sederhana tampa perang yang memakan jiwa orang-orang tak berdosa, jujur saja Kirie merasa akan hal yang membuatnya iri, pada dunia ini.
"..."Pandanganya lalu mengarah pada Sosok Lu Bu yang masih tertidur dipahanya, menatap pria menyebalkan membawa ingatan tentang sang jendral yang awalnya menemukanya dan membawanya kekerajaan.
Ia lalu mencoba membelai helai rambut yang nampak sedikit jatuh kewajah sang lelaki, membuatnya menghelas nafas, meski berwajah tegas, serta menyeramkan ini, sejujurnya pria ini termaksut katagori tampan. Bola matanya membulat besar saat merasakan sebuah genggaman tangan menangkap basah wajah Kirie langsung memerah saat tangan besar Lu Bu mencengkram lenganya dengan lembut, dan memandang lekat wajah Kirie.
"Kirie!,"Jawab Lu Bu dengan pandangan, cukup intens padanya. Membuat Kirie cukup terkejut saat tangan Lu Bu merayap kearah wajah tepatnya kepipi kanan Kirie.
"Kau sudah Siuman Syukurlah demam-mu sudah turun dengan cepat,"Ucap Kirie tulus, dengan senyuman tampa wajah kesal yang biasanya ia tunjukan tapi merasakan kelegaan.
"Aku demam,"Tanyanya lagi. Sementara Kirie hanya mengangguk, lalu membantu pria besar itu duduk, meski agak susah memikirkan sebesar apa tuh tubuh sang lelaki, tatap saja Kirie membantunya. "Kau sudah lebih enakan,"Jawab Kirie lalu merentangkan tanganya lelah.
"..."Tak ada jawaban dari sang komandan hanya seulas senyuman tipis diwajahnya, saat memandang Kirie dengan tatapan penuh arti.
[BERSAMBUNG]
[Kamis 23 Februari 2017]
Author : Hai aku Lightning Shun, hari ini aku datang dan baru ubdate-
LuBu : *datangbawatombang* MANA KAU AUTHOER! -PIPPP!
Author : maaf atas keterlambatan super ini karna masala-
CaoTun : Kirie kau dimana!
Author : dunia nyata menjadikan saya susah mengabetnya, jadi terimakasi da-
Kirie : Nah ketemu kau authooor!
Author : dan sampai jumpa kaaabooooooorrr!
