SAMURAI FORCE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Adventure & Romance

Pair : Naruto X Hinata (Hinami)

Warning: OC (Kazehaya dan Hinami), OOC (Sai dan Sasori), AU

Summary : Dahulu kala ada sebuah era yang disebut era Samurai. Di era itu terdapat 6 katana samurai yang kuat. Pemilik ke-6 katana itu membentuk sebuah kelompok yang disebut Samurai Force. Namun tiba-tiba muncul sekelompok monster yang disebut Oni yang menyerang para Samurai. Mampukah Naruto sang pemegang katana angin bersama Samurai Force mengalahkan para Oni dan menyelamatkan era samurai?

Chapter 10 – Oni Kera yang Ganas, Son Goku

Matahari kembali bersinar di pagi ini. Di rumah Naruto, Naruto baru saja terbangun dari tidur malamnya. Dia membuka matanya perlahan. Tapi tiba-tiba dia merasa aneh dengan tubuhnya. Tubuhnya seperti ditindih sesuatu. Ditindih dengan sesuatu yang mulus dan agak berat.

"Aduh apaan yang menindihku ini, kok mulus, kenyal dan hangat begini sih...", gumam Naruto yang masih setengah sadar.

Ketika Naruto membuka selimutnya dia terkejut setengah mati.

"Waaa! Apa yang kau lakukan disini Sasame!?", teriak Naruto kaget. Ternyata Sasame tidur sambil menindih tubuh Naruto.

"Ah..Ohayo Naruto-kun..kau sudah bangun..", ujar Sasame sambil mengucek matanya.

"Ke-ke-kenapa kau bisa tidur disini?", ujar Naruto gugup dengan wajah memerah. Ternyata Sasame tak memakai baju sehelai pun.

"Aku takut tidur sendirian di penginapan. Untunglah, rumah Naruto-kun tak jauh dari penginapan, jadi aku memutuskan tidur disini..", ujar Sasame.

"Kau gila! Bagaimana kalau ada penduduk desa yang tahu kita tidur bersama? Kita pasti langsung dinikahkan!", ujar Naruto.

"Aku tak keberatan kok menikah sama Naruto-kun, malahan aku akan senang sekali", ujar Sasame manja.

"Ukkkh...lalu kenapa kau tak pakai baju?", ujar Naruto sambil memalingkan wajahnya.

"Aku memang sudah terbiasa tidur tanpa busana. Tapi tadi malam menyenangkan lho aku bisa tidur sambil memeluk tubuh Naruto-kun yang atletis itu. Kita harus sering-sering tidur bersama seperti ini", ujar Sasame.

"Kau memang sudah gila Sasame, cepat pakai bajumu! Lalu keluar dari kamarku!", ujar Naruto.

"Naruto-kun jahat! Masa aku diusir?!", ujar Sasame sambil menggembungkan pipinya.

"Aku ini sudah punya kekasih, Sasame dan juga, pria dan wanita yang belum menikah, tidak baik jika tidur bersama! Ayo cepat keluar dari kamarku!", ujar Naruto.

"Iya deh, iya deh, tapi Naruto-kun karena penasaran, kemarin aku mengintip "punya"-mu, maaf ya! Hihihi!", ujar Sasame lalu terkikik.

"Dasar gadis mesum! Keluar sana!", bentak Naruto dengan wajah memerah.

Sasame kemudian mengambil bajunya dengan cepat lalu keluar dari kamar Naruto.

Siang ini, semua anggota Samurai Force berkumpul di rumah klan Hyuuga. Neji sebagai ketua akan memberitahu informasi penting tentang misi mereka selanjutnya.

"Kita mendapat informasi bahwa sebuah pergerakan Oni yang besar muncul di desa Kumo. Mereka mulai meresahkan dan menganggu warga desa Kumo. Karena itu kita Samurai Force diminta kesana untuk mengatasi hal tersebut", ujar Neji.

"Benarkah?! Dasar oni-oni sialan! Mereka semua akan kuhabisi!", ujar Naruto geram.

"Padahal kita sudah mengalahkan buchou-nya tapi ternyata pergerakan Oni masih saja bertambah", ujar Tenten.

"Ini pasti ulah orang bernama Hidan itu, pasti dialah yang mengontrol semua ini", ujar Neji.

"Ayo kita pergi dan hentikan oni-oni sialan itu!", ujar Naruto semangat.

"Baiklah kita segera pergi", ujar Neji.

"Hai, Neji-sama!"

Kemudian setelah persiapan telah beres kini mereka siap untuk berangkat. Samurai Force telah berkumpul di gerbang desa untuk bersiap berangkat ke desa Kumo.

"Baiklah kita berangkat", ujar Neji.

Mereka semua mulai berjalan keluar dari desa. Mereka berjalan disertai obrolan-obrolan ringan. Seperti biasa Naruto menggandeng tangan Hinami dan Naruto terus menatap Hinami dengan tatapan penuh cinta. Sasame mulai cemberut dan terbesit sesuatu di pikirannya.

GREBB

"Sasame apa yang kau lakukan?", ujar Naruto kaget. Ternyata tiba-tiba Sasame juga menggandeng lengan kiri Naruto.

"Aku juga ingin menggandeng tanganmu Naruto-kun", ujar Sasame manja.

"Ta-tapi aku kan...", ujar Naruto.

"Tak apa Naruto-san, kita kan rekan, supaya lebih akrab, benar kan Sasame-san?", ujar Hinami lalu tersenyum pada Sasame.

"Umm", gumam Sasame sambil senyum. Dan jadilah Naruto menggandeng tangan Hinami dan Sasame.

"Wah-wah Naruto-san, kau hebat sekali bisa menggandeng dua gadis cantik sekaligus. Kau berbakat menjadi pemikat wanita sepertiku ini. Pemikat wanita yang tampan dan mempunyai muka yang imut", ujar Sasori dengan pose charmingnya.

Naruto Cuma tersenyum pasi dan sweatdrop mendengar perkataan Sasori.

Setelah lama berjalan mereka kini memasuki sebuah hutan yang lebat. Hutan itu adalah jalan pintas agar lebih cepat sampai di desa Kumo. Tapi tiba-tiba mereka mendengar suara-suara mencurigakan mendekati mereka.

"Suara-suara apa ini, kalian mendengarnya?", tanya Tenten.

"Benar, aku mendengarnya, suara-suara yang aneh", ujar Naruto.

SYUT...SYUT...SYUT...SYUT...

Tiba-tiba banyak tombak tajam melesat menuju ke arah Samurai Force. Mereka kaget dan langsung mengeluarkan pedang masing-masing untuk menangkisnya. Tombak-tombak itu begitu banyak berdatangan hingga mereka harus menghindar sambil menangkisnya dengan tepat.

"Sialan, tombak-tombak darimana ini?", ujar Naruto kesal.

"Tombaknya melesat tanpa henti", ujar Matsuri.

Lalu setelah banyak tombak melesat tanpa mengenai satu orang pun, serangan tombak itu berhenti dan muncullah sekelompok Oni mengepung Samurai Force. Lalu muncul seorang Oni berwujud kera yang mengerikan di tengah-tengah Oni tersebut.

"Kalian hebat bisa menghindari serangan 1000 tombak milikku itu. Kalian benar-benar Samurai Force yang mengagumkan!", ujar oni kera itu.

"Ternyata oni ya, mau apa kalian makhluk sialan?!", ujar Naruto geram.

"Perkenalkan namaku Son Goku, komandan oni no. 4, aku diperintahkan buchou oni yang baru, Hidan-sama untuk memusnahkan kalian Samurai Force!", ujar Son Goku.

"Heh, memusnahkan kami? Kalianlah yang akan musnah! Ayo maju sialan!", ujar Naruto lalu mulai menyerang.

"Pasukanku serang!", komando Son Goku lalu pasukan oni itu mulai menyerang.

Pertarungan Samurai Force dan pasukan oni milik Son Goku pun dimulai. Pertarungan berlangsung dengan sengit. Samurai Force mengeluarkan teknik-teknik andalan masing-masing. Tapi yang kesulitan menggunakan katana adalah Hinami. Dia tak tahu cara menggunakan kekuatan dari katana es itu. Sehingga dia menyerang dengan kurang efektif dan kewalahan menghadapi oni-oni itu.

"Aduh, bagaimana ya cara mengeluarkan kekuatan katana es seperti waktu itu ya?", gumam Hinami bingung.

Tapi sementara Hinami kebingungan, tiba-tiba seorang Oni menyerang Hinami dari belakang dan Hinami belum menyadarinya.

JRASH!

"Ohookk!"

Oni itu tertusuk dan langsung terkapar. Hinami kaget melihat hal itu. Ternyata Naruto berhasil menusuk oni itu sebelum oni itu melukai Hinami.

"Hinata, kau tak apa-apa?", ujar Naruto.

"Aku tak apa-apa, arigatou Naruto-san", ujar Hinami.

"Lain kali jangan lengah Hinata", ujar Naruto.

"Hai", ujar Hinami.

Mereka semua kembali bertarung. Tapi karena kehebatan Samurai Force, banyak Oni yang telah dikalahkan. Kini tersisa sedikit oni yang bertahan sementara Son Goku Cuma melihat pertarungan itu dari atas pohon.

"Kini saatnya aku turun tangan!", ujar Son Goku lalu turun dari pohon.

Son Goku langsung maju menyerang. Yang pertama diserangnya adalah Matsuri dan Sasori.

"APE'S WRATH PUNCH!"

Sebuah pukulan maut dilayangkan ke arah Sasori, tapi dengan cepat Sasori mengayunkan pedangnya membentuk sebuah teknik.

"BLACK SAND WALL!"

Sebuah dinding pasir hitam yang tebal terbentuk. Pukulan itu mengenai dinding itu tapi tak tertembus.

"Hohoho, hebat!", ujar Son Goku lalu menyerang lagi dengan pukulan mautnya itu. Kini sasarannya Matsuri. Tapi Matsuri dapat menghindarinya dan melayangkan serangan balik.

"LIGHTNING SLASH!"

Sayatan petir melesat dengan cepat ke arah Son Goku. Tapi Son Goku menangkisnya dengan tongkat tebal miliknya. Tapi tiba-tiba Son Goku menghilang dengan cepat.

"Lho kemana dia?", tanya Sasori bingung.

"Dia tiba-tiba menghilang", ujar Matsuri.

BUAKH..BUAKH...

Sasori dan Matsuri terpental jauh. Tiba-tiba Son Goku muncul dari belakang mereka dan melayangkan pukulan mautnya kepada mereka berdua. Sasori dan Matsuri terbentur di tanah dan langsung tak sadarkan diri.

"Hahahaha, rasakan itu!", ujar Son Goku sambil tertawa.

Kini Son Goku mulai membidik Neji dan Tenten yang sedang bertarung. Son Goku dengan cepat mendekati mereka dan menyerang mereka.

"APE'S WRATH KICK!"

Tendangan maut dari Son Goku kini melesat ke arah Neji dan Tenten. Tapi Neji dan Tenten dengan cepat menghindarinya dan menyerang balik.

"DOUBLE FLAME SLASH!"
"THOUSAND KNIFE BOOST!"

Serangan itu mengenai Son Goku tapi Cuma menggores sedikit lengan kirinya.

"Hahaha, serangan itu Cuma membuatku geli", ujar Son Goku dengan senyum meremehkan.

Son Goku kembali menyerang mereka berdua dengan ganas. Neji dan Tenten kewalahan menghadapinya. Akhirnya Son Goku menemukan kelengahan mereka berdua dan berhasil mendaratkan pukulan pada Neji dan Tenten. Neji dan Tenten terlempar dan mengerang kesakitan.

"Hohoho, tinggal 3 orang lagi!", ujar Son Goku lalu mulai mendekati Naruto, Sasame dan Hinami yang masih bertarung dengan Oni yang tersisa.

Son Goku datang menghampiri Naruto lalu menyerang dengan pukulan mautnya. Tapi Naruto membalas dengan teknik andalan miliknya.

"WINDWAVE SLASH!"
Pusaran angin terbentuk dari katana angin milik Naruto. Tapi Son Goku dapat menghindarinya. Sasame kemudian juga mengayunkan pedangnya membuat sebuah teknik.

"HOLY LIGHT SLASH!"

Sayatan dengan cahaya terang benderang melesat dengan cepat ke arah Son Goku. Tapi dengan cepat Son Goku menghindar dan muncul tiba-tiba di hadapan Sasame.

BUAKH...

Sasame terkena pukulan maut Son Goku di perutnya. Sasame terpental cukup jauh dan terbentur pohon hingga langsung pingsan.

"Sasame!", teriak Naruto.

"Tinggal kalian berdua!", ujar Son Goku lalu mulai menyerang Naruto dan Hinami lagi.

Son Goku menyerang Naruto dan Hinami dengan ganas. Dia seperti kera buas yang sedang marah besar. Naruto dan Hinami kewalahan menghadapi kebuasan dari Son Goku.

"Ukh sial, kera ini kuat sekali!", ujar Naruto.

"Benar, Naruto-san, kita harus menemukan cara untuk mengalahkannya", ujar Hinami.

"Sebaiknya kita menggunakan teknik kombinasi kita, Frozen Windwave Slash!", ujar Naruto.

"A..aah..i-itu...", ujar Hinami gugup.

"Waduh bagaimana ini, aku kan ngak tahu mengontrol katana es ini?", batin Hinami.

"Ayo Hinata, kita lakukan!", ujar Naruto lalu mulai mengayunkan pedangnya.

"A-ano...", ujar Hinami lalu mengangkat pedangnya juga.

"Waduh bagaimana ini? kucoba saja mengalirkan chakra anginku di pedang ini..", batin Hinami. Hinami lalu mengalirkan chakra ke pedang itu.

Setelah Hinami mengalirkan chakra ke pedang itu bukanlah es yang keluar tapi kekuatan angin yang luar biasa keluar dari pedang itu. Naruto heran melihatnya.

"Ayo Naruto-san kita serang!", ujar Hinami. Mereka berdua menyatukan pedang mereka dan terciptalah sebuah tornado angin yang luar biasa.

"Wah kekuatan angin yang luar biasa!", ujar Naruto kagum.

"SUPER TORNADO SLASH!"

Pusaran tornado yang dahsyat itu melesat dengan cepat ke arah Son Goku. Son Goku berusaha menghindar tapi karena cepatnya serangan itu akhirnya Son Goku terkena serangan itu. Tubuh Son Goku tersayat-sayat dan terlempar jauh. Serangan itu sangat kuat dan dahsyat.

"Hore! Kita berhasil!", ujar Hinami riang.

Tapi Naruto memandang Hinami dengan heran. Karena yang dikeluarkan katana es bukanlah es melainkan angin.

"Hi-Hinata, kenapa katana es-mu bisa mengeluarkan angin?", tanya Naruto.

"A..ah i-itu...", ujar Hinami gugup.

"HAHAHAHA!"

Naruto dan Hinami kaget mendengar suara tertawa tersebut. Ternyata suara tertawa tersebut berasal dari Son Goku yang sudah berdiri lagi.

"Kalian memang hebat. Sudah lama aku tak menghadapi musuh sehebat ini. Aku takkan main-main lagi. Akan kutunjukkan kekuatanku yang sebenarnya!", ujar Son Goku.

"GUAAAAAH!", teriak Son Goku.

Tubuh Son Goku mulai diselimuti aura-aura aneh yang mengerikan. Dan lama kelamaan tubuh Son Goku mulai membesar. Dan akhirnya Son Goku menjadi seekor kera raksasa. Naruto dan Hinami kaget melihat hal tersebut.

"Inilah kekuatanku yang sebenarnya!", ujar Son Goku.

"Apa-apaan ini, kenapa dia bisa jadi sebesar itu?", tanya Naruto kaget.

"Wah, jadi kera yang sangat besar", ujar Hinami.

"MATI KALIAN!", ujar Son Goku lalu maju untuk menginjak Naruto dan Hinami.

"Uwaah, kabur Hinata, kita akan diinjak!", ujar Naruto lalu mulai lari.

"Kyaaa!", teriak Hinami lalu mulai berlari.

Naruto dan Hinami terus berlari menjauh dari Son Goku tetapi Son Goku sangat gesit mengejar mereka. Naruto dan Hinami mulai kewalahan berlari. Mereka berhenti di balik pohon.

"Sial kera itu cepat sekali larinya, untung saja kita bisa lolos..hah..hah...", ujar Naruto sambil terengah-engah.

"Benar-benar kera yang ganas..hah..hah...", ujar Hinami sambil terengah-engah.

"KUDAPATKAN KALIAN!", ujar Son Goku. Son Goku muncul tiba-tiba di atas Naruto dan Hinami lalu bersiap menginjak mereka.

"WAAAAA!", teriak Naruto dan Hinami.

BUAKH!

Son Goku tiba-tiba terpental. Tiba-tiba muncul sesosok monster tengkorak dengan panah yang besar dan telah memukul Son Goku. Sosok itu diselimuti aura-aura ungu. Dan ada seseorang yang berada dalam sosok monster itu.

"Sasuke-san!", ujar Hinami.

"Hn", gumam Sasuke.

Lalu muncullah anggota Sora Kaizoku yang lain menghampiri Hinami dan Naruto.

"Hinata, Naruto, kalian tak apa-apa?", tanya Sakura.

"Aku tak apa-apa. Kenapa kalian bisa kemari?", tanya Hinami.

"Kami datang menyusulmu. Kami takut terjadi apa-apa padamu, Hinata-chan", ujar Sai.

"Arigatou, semuanya. Kami terselamatkan", ujar Hinami.

"Tak apa Hinata, kita kan rekan. Harus saling membantu!", ujar Sai.

"Fuuh, nyaris saja aku jadi gepeng. Arigatou ya Sora Kaizoku!", ujar Naruto lega.

"Ayo kita lawan dia bersama-sama!", ujar Sai.

"Yosh, Sai-senchou!", ujar Kazehaya semangat.

"Muncul lagi penganggu, akan kumusnahkan kalian semua!", ujar Son Goku geram.

"Majulah kera jelek", ujar Sasuke.

Son Goku kini bertarung sengit dengan Susano'o milik Sasuke. Susano'o menggunakan serangan panahnya untuk menyerang Son Goku sedangkan Son Goku menyerang dengan pukulan mautnya.

"Sialan, benda apa kau ini sebenarnya?!", ujar Son Goku geram.

Son Goku terus menyerang Susano'o milik Sasuke dengan kekuatan yang luar biasa. Sasuke mulai kewalahan menghadapinya. Chakranya juga mulai berkurang karena terlalu banyak menggunakan Mangekyou Sharingan.

"Sial, ini sudah hampir batasnya..", ujar Sasuke.

Susano'o Sasuke mulai melemah dan mengecil, Son Goku terus saja melayangkan pukulannya. Sasuke pun memutuskan menghilangkan Susano'o dan menghindar. Sasuke kembali berkumpul dengan kawan-kawanya.

"Sasuke-kun, kau tak apa-apa?", tanya Sakura.

"Tak apa, aku Cuma sedikit lelah saja", ujar Sasuke.

"WAHAHA MAU KEMANA KALIAN?", ujar Son Goku lalu mulai mengejar mereka.

"Wah, dia datang ayo kabur!", ujar Sai. Mereka semua berlari menghindar.

"Aduh, kalau kita berlari terus, lama kelamaan akan tertangkap. Kita harus mencari cara mengalahkannya", ujar Ino.

"Aha, aku punya ide! Bagaimana kalau kita menggunakan teknik "itu"?", ujar Sai lalu jarinya membentuk hati.

"Apa?! Aku tak mau melakukan teknik memalukan itu!", ujar Sasuke ketus.

"Ayolah Sasuke, kali ini saja! Hanya itu teknik yang bisa mengalahkannya!", ujar Sai.

"Hn", gumam Sasuke dengan muka cemberut.

"Iya-iya teknik cinta itu. Ayo-ayo kita lakukan!", ujar Ino.

Mereka berempat kini berhenti lalu berdiri di samping pasangan masing-masing. Sai bersama Ino. Sasuke bersama Sakura. Sai dan Ino memegang sebuah pistol sedangkan Sasuke dan Sakura memegang sebuah pedang. Sai dan Ino kemudian berpelukan lalu tangan kiri Sai dan tangan kanan Ino memegang pistol itu bersamaan. Sasuke dan Sakura juga melakukan hal serupa.

"Apa yang mereka lakukan? Kenapa pelukan gitu?", tanya Naruto heran.

"Itu adalah teknik terhebat Sora Kaizoku. Teknik cinta yang diciptakan Sai-senchou!", ujar Kazehaya semangat.

"Aku sangat menantikan melihat teknik ini!", ujar Hinami semangat.

SaiIno dan SasuSaku kini melompat. Lalu mereka mengalirkan chakra mereka ke pistol dan pedang itu.

"SORA KAIZOKU DOUBLE COUPLE ATTACK!"

Sebuah tembakan dan sayatan dengan energi yang sangat besar kini melesat ke arah Son Goku dengan cepat. Son Goku Cuma terpaku dan akhirnya terkena serangan itu. Serangan itu membakar dan menghancurkan tubuh Son Goku.

BUMMM...

"Hore! Kita berhasil! Cinta mengalahkan segalanya!", ujar SaiIno dan Sakura dengan semangat.

Sementara Sasuke Cuma diam dengan muka datar seperti biasanya.

Kazehaya dan Hinami kini mendekati mereka berempat sambil bertepuk tangan. Naruto juga ikut.

"Kalian hebat, akhirnya monster itu kalah!", ujar Hinami.

"Tentu saja, itukan teknik terhebat yang diciptakan Sai-senchou!", ujar Kazehaya.

"Hahahaha, itu bukan apa-apa", ujar Sai sambil tertawa.

"Sasuke-kun aku senang bisa melakukan teknik itu dengan baik denganmu", ujar Sakura sambil tersenyum.

"Hn", gumam Sasuke sambil memalingkan wajahnya.

"Ah, Sasuke kau jangan malu-malu begitu, pasti kau senang kan bisa pelukan sama Sakura-chan seperti itu?", goda Sai.

"Berisik, diam kau baka senchou!", ujar Sasuke ketus.

"Hahahaha, jangan marah dong Sasuke", ujar Sai.

"Hei sebaiknya kita menolong yang lain yang sedang terluka", ujar Naruto.

"Oh iya, ayo cepat!", ujar Hinami lalu mereka semua segera mencari dan menolong anggota Samurai Force yang terluka.

Setelah itu mereka pergi ke desa terdekat untuk beristirahat. Yang luka telah diobati dengan chakra medis milik Sakura dan Ino. Samurai Force yang terluka perlu beristirahat penuh agar bisa melanjutkan perjalanan ke desa Kumo.

Di malam hari, Naruto dan Hinami duduk di padang rumput desa tersebut. Mereka duduk sambil memandangi langit malam dengan bulan yang bersinar terang dengan indah.

"Hinata, malam ini indah sekali ya?", tanya Naruto.

"Iya, Naruto-san, sinar rembulannya begitu indah", ujar Hinami.

"Kau benar", ujar Naruto.

"Na-Naruto-san, sekali lagi terima kasih ya, tadi kau sudah menyelamatkanku, aku pasti sudah mati jika tidak ada kau", ujar Hinami.

"Tak perlu berterima kasih, Hinata. Sudah kewajibanku untuk selalu melindungimu, aku ini kan kekasihmu", ujar Naruto sambil tersenyum. Hinami membalas senyuman Naruto.

"Ta-tapi aku mau tanya soal pedangmu tadi, bagaimana bisa...ummmffh", ujar Naruto lalu terpotong karena Hinami tiba-tiba mencium bibir Naruto. Hinami mencium Naruto dengan lembut sambil memegang pipi Naruto. Naruto pun membalas ciuman Hinami. Mereka berciuman dengan mesra. Setelah mulai kehabisan nafas Hinami melepaskan ciumannya dan mengelus pipi Naruto dengan lembut.

"Itu hadiah dariku karena kau telah menyelamatkanku. Aku mencintaimu, Naruto-kun", ujar Hinami lalu tersenyum lembut.

"Hi-Hinata..aku juga sangat mencintaimu...", ujar Naruto dengan semburat merah tipis di pipinya. Naruto kemudian tersenyum lebar.

"Sini Naruto-kun, ayo tidur di pangkuanku", ujar Hinami lalu mengubah posisi duduknya dan menunjuk agar Naruto tidur di pangkuannya.

"E-eh, baiklah Hinata..", ujar Naruto lalu mulai meletakkan kepalanya di pangkuan Hinami.

Hinami kemudian menatap Naruto dengan lembut sambil mengelus-elus rambut Naruto. Naruto juga tersenyum lembut pada Hinami sambil mengelus pipi Hinami.

"Aku senang bisa memiliki kekasih secantik dirimu, Hinata. Aku adalah pria paling beruntung di dunia ini", ujar Naruto. Hinami Cuma membalas dengan senyuman.

Setelah lama berada di pangkuan Hinami akhirnya Naruto tertidur. Hinami membuang napas lega.

"Fuuh, tadi hampir saja, untung saja aku dapat dengan cepat mengambil tindakan...", ujar Hinami.

Hinami kemudian memandangi wajah Naruto dengan intens. Naruto tidur dengan wajah yang tenang dan damai. Hinami tersenyum melihatnya.

"Ternyata Otou-san waktu muda memang tampan, pantas saja Kaa-chan begitu tergila-gila padanya..", gumam Hinami.

PUKK...

"Hinami-chan.."

Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Hinami dan memanggil namanya. Hinami kaget dan cepat menoleh ke belakang.

"Oh, Sai-senchou!", ujar Hinami kaget.

"Kau tampaknya sedang mesra-mesraan dengan ayahmu ya? Hehehehe", ujar Sai sambil terkekeh.

"Hei, dia ini bukanlah Otou-sanku, Cuma mirip saja", ujar Hinami.

"Aku tahu, ini kan dimensi lain. Wajar saja jika orangnya ada yang sama", ujar Sai.

"Hinami-chan, kau tak lupa misi yang kuberikan padamu kan?", tanya Sai.

"Eh iya, aku mengerti, Sai-senchou", ujar Hinami dengan kepala tertunduk.

"Baguslah, sini kugendong Naruto kembali ke penginapan", ujar Sai lalu mulai menggendong Naruto di punggungnya.

"Tapi aku tak tega melakukan hal tersebut...", batin Hinami.

Sementara itu ada seorang pemuda yang dari tadi ternyata mengintai mereka. Orang itu sangat kaget melihat Hinami.

"Hinata, ternyata dia masih hidup...", ujar pemuda berambut merah itu dengan mata terbelalak.

To Be Continued...

Yosh Chapter 10 update! Disini Samurai Force akhirnya memulai misi mereka untuk ke desa Kumo. Mereka bertemu dengan komandan oni no. 4 yang ganas yaitu Son Goku. Tapi, untung saja ada Sora Kaizoku yang membantu dan berhasil mengalahkannya dengan teknik pasangan yang hebat itu. Juga disini ada adegan romantis antara Naruto dan Hinami. So sweet ya...#plak.

Balas review dulu:

Yondaime Namikaze Fadil: Ok! Thx buat RnR!

Nyuga totong: Ok! Thx buat RnR!

Blue-senpai: Ok, akan saya pikirkan usulnya. Ok! Thx buat RnR!

Shirosaki Kito: Ok! Thx buat RnR!

Ypratama17: Ok! Ya Hinata diganti sama Hinami disini. Kalau NaruHina dari dimensi lain kemungkinan ngak akan muncul tapi akan saya pikirkan lagi. Ok! Thx buat RnR!

Razioaray: Arigatou! Thx buat RnR!

Bunshin Anugrah ET: Ya, Gaara memang gue munculin lagi supaya lebih seru. Ya memang Samurai Force mulai curiga dengan Hinami karena sifat dan tingkahnya. Kali ini gue bocorin deh, nanti Matsuri bakalan jatuh cinta sama Kazehaya. Gaara ngak bisa cinta sama Matsuri karena dia cinta mati sama Hinata. Ya soal Militia, tunggu aja kelanjutannya. Arigatou! Thx buat RnR!

Bala-san dewa: Yah begitulah perbedaan umur mereka. Ya, Samurai Force memang sudah mulai curiga terutama Neji. Ok! Thx buat RnR!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!