Disclamer :
Naruto milik Masashi Kishimoto
Twilight Saga milik Stephenie Meyer
The SuperNatural milik Perseus Cullen
Summary : Volturi sudah memutuskan, diubah atau mati. Bella memutuskan untuk berubah. Tapi Volturi mempunyai syarat, yaitu pengawal elitnya harus ikut mereka memastikan Bella berubah, bagaimana keseharian Bella dengan pengawalnya tersebut?/ { Bad Summary }.
Genre : Supernatural, Romance, Action {Maybe}
Pair : Naruto x Bella
Rate : M
Warning : Typo, OOC, alur berantakan, Perv!Naruto, Volturi!Naruto, Setting dimulai pada akhir New Moon
" ABCD " berbicara
' ABCD ' batin
[" ABCD "] berbicara Iblis
[' ABCD '] batin WereWolves
Note : Yosh! Akhirnya saya Update kembali!.
Dan juga terima kasih yang sudah me-Review, Follow, dan Fav cerita ini. Karena kalian saya jadi bersemangat untuk melanjutkan cerita ini.
Baiklah tanpa menunggu lebih lama lagi mari kita mulai ceritanya. Enjoy. ^_^
.
RnR ya Minna ...
.
..:::STORY START:::..
Chapter 10
.
" Kau ini bertingkah sekali sih! " Ucap Alice mendesis pelan sambil melirik vampir disampingnya. Ini baru sepuluh menit sejak kelas dimulai dan dia sudah gelisah di tempat duduknya sambil menggeram rendah.
" Oh ayolah apa kau tau ini sangat membosankan " Ucap kesal Naruto sambil memelototi bukunya. Ia mendengar tawa geli dari sebelah kanan nya yang membuat nya menoleh kearahnya. Terlihat di sebelah kanan nya seorang perempuan yang dia lihat tadi di luar. Dia adalah Lauren Mallory.
" Apa nya yang lucu? " Tanya Naruto kasar dengan alis terangkat, kepalanya miring sedikit ke arah Lauren.
Lauren hanya menggeleng kan kepalanya, menaikkan sedikit alis nya dia melihat kearahnya dengan menjilat bibir nya sendiri, " Tidak, tidak ada yang lucu sama sekali "
Naruto hanya menatap nya dengan alis terangkat, " Oh begitukah, lalu kenapa kau tertawa? " Tanya Naruto kepadanya.
" Naruto! bisakah kau diam " Ucap Alice kepada Naruto.
" Apa? Aku hanya bertanya saja " Rengek Naruto. Alice yang mendengar nya hanya mendengus saja.
" Apakah kau dan Bella berpacaran? " Tanya Lauren memotong pembicaraan Naruto dan Alice.
" Ya " Ucap Naruto menjawab dengan nada acuh tak acuh.
Tapi mereka bertiga harus mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara dari depan mereka.
" Ms. Cullen, Mr. Cullen, Ms. Mallory, sepertinya nya kalian asyik mengobrol pagi ini bagaimana jika kalian menjelaskan tentang rumus rumus ini kepada seluruh teman mu? " Tanya guru didepan.
Ketiga remaja tersebut hanya menatap gurunya bertanya tanya apakah dia serius atau tidak. Guru didepan mereka atau bisa dipanggil dengan sebutan Ms. Morena pun kembali berbicara.
" Mungkin anda bisa memulai duluan Mr. Cullen " Ucap Ms. Morena. Naruto yang mendengar nama nya disebut duluan pun hanya menggeram rendah kepada wanita menjengkelkan didepan sana, memelototi buku nya segera dia membalikkan bukunya untuk menjelaskan rumusnya. ' Huh hari yang menyebalkan ' Batin Naruto.
.
Di salah satu kelas tampak seorang gadis sedang duduk termenung sambil mengayunkan kakinya. Terlihat disamping nya seorang pemuda berkulit pucat sedang membuat tugas Biologi sambil mencoba mengajak nya mengobrol. Mereka adalah Bella dan Edward.
Ya dia tidak peduli apa yang dibicarakan Edward saat ini, karena dia masih memikirkan kata kata Edward pada saat mereka masuk kelas, yaitu acara pesta dansa. Oke mungkin dia pernah mendengar nya dari Mike tapi saat itu dia memberikan alasan kalau dia akan pergi ke JacksonVille. Tapi sekarang dia kembali memikirkan kata kata itu.
Satu kata yang membuat nya terkesima. Dia merasa pasangan pesta dansa mirip dengan pernikahan massal, yang dalam konsep pernikahan itu berarti adalah selamanya. Naruto selamanya bersama dengan nya ... Oh sekarang malah dia yang tidak sabar untuk menanti acara tersebut.
Kepalanya dia jatuhkan ke meja tempat nya belajar, berharap dapat merasakan meja tersebut tapi malah tangan dingin Edward yang dia dapat. " Apa yang kau pikirkan Bella? " Tanya Edward kepada Bella.
Bella hanya diam saja mendengar nya yang membuat Edward tersenyum kecut. Hah seharusnya dia sudah tau kalau saat ini Bella sedang memikirkan Naruto.
Bella hanya mendesah lelah, sudah banyak pertanyaan yang ditanyakan Edward tapi dia tidak menjawab sama sekali karena malas. Bel akhirnya berbunyi dan membuat kelas bubar. Akhirnya pikir Bella. Dengan segera dia melepaskan tangan Edward dan menatap nya.
Edward yang melihat Bella menatapnya hanya tersenyum dan berbicara kepadanya sambil mengumpulkan barang barangnya, " Sudah waktunya istirahat Bel- " Ucapannya terhenti saat melihat dia berbicara sendirian, sepertinya Bella sudah keluar duluan.
Menggelengkan kepalanya dia dengan cepat mengemasi barang barang nya, dan mengerenyit sedikit saat melihat Jessica melambai kepadanya.
.
Tidak begitu sulit untuk menemukan pacarnya, setelah semua tidak banyak orang di Forks yang memiliki rambut pirang yang begitu cerah. Tapi segera dia berhenti berjalan saat melihat orang yang dicarinya muncul yang membuat nya tersenyum. Senyum nya menghilang seketika ketika melihat Naruto berjalan dengan susah payah melewati siswa lain diikuti dengan Alice dan Lauren. ' Mengapa mereka berjalan bersama ' pikirnya posesif.
Naruto yang sudah berhasil melewati para siswa tersebut pun melihat kedepan dan terlihat lah Bella yang menatap nya dengan tajam dan menggeram.
" Um aku akan melihat kalian nanti " Ucap Naruto kepada mereka.
" Ya sampai nanti Fishcake " Ucap Lauren yang membuat Naruto menatap nya tajam.
" Ya aku juga akan meninggalkan kalian berdua " Ucap Alice kepada Naruto, Alice menepuk bahunya. " Good luck " Sambungnya.
" A- " Naruto yang ingin berbicara harus berhenti saat melihat jika Alice sudah pergi menjauh. Naruto pun berjalan ke depan Bella dan tersenyum kepadanya.
" Aku tidak tau kau bisa menggeram seperti tadi Bella " Ucap Naruto kepada Bella.
" Aku menggeram? " Tanya Bella dengan pipi memerah. " Itu tidak mungkin, dan Fishcake? " Tanya nya dengan tatapan tajam.
" Uh itu hanya julukan saja " Gumamnya sambil menggaruk belakang kepalanya tidak gatal.
Bella mengurucutkan bibirnya dan mengetuk kan kaki nya ke tanah kesal, " Hah! Sudahlah aku tidak peduli. Ayo kita pergi dari sini " Ucap nya.
" Tapi kita masih punya tujuh periode lagi " Gumamnya bingung.
Bella hanya menyeringai kepada Naruto, " Kau mengatakan tidak ingin pergi kesekolah tapi dari yang kulihat tadi kau ingin berada disini " Ucap Bella.
" Tidak akan " Ucap nya kepada Bella, berjalan ke tempat parkir, ia berhenti sejenak dan menatap Bella, " Bagaimana jika ayah mu nanti tau tentang hal ini? " Tanya Naruto kepada Bella.
Bella memutar matanya, " Aku yang akan bertanggung jawab penuh tentang ini " Ucap nya mengejek, cekikikan melihat ekspresi Naruto yang langsung bersemangat sampai membuatnya mencium nya.
" Baiklah " Ucap Naruto setelah mereka melepaskan ciumannya. " Apa yang kita tunggu " Ucap Naruto menyeringai. " Ayo pergi! "
.
Ini bukan seperti yang dibayangkan Naruto dalam mengemudi. Dalam pikirannya ia pikir mereka akan pergi berkendara ke tempat yang bagus dan melakukan hal hal itu tapi itu tidak berjalan sesuai dengan yang ada dipikirannya saat melihat tingkah aneh Bella sekarang ini.
Sudah 20 menit mereka pergi tapi tidak ada tanda tanda Bella akan berbicara malahan dia melihat ia gelisah di kursinya dan mencengkeram tangan nya yang membuatnya agak khawatir.
" Bisakah kita pergi ke Danau Crescent? " Pinta Bella kepada Naruto.
Naruto hanya mengangguk kan kepalanya, " Tentu ... "
Bella memandang pacarnya sambil menarik narik tangan nya ringan, " Naruto? "
" Ya? "
" Aku- " Apa yang akan dia katakan? Uh Bella kau membuat ku penasaran.
" Bella apa yang salah? " Tanya Naruto sambil mengangkat tangannya memegang pinggang nya dan membawa nya kedalam ciuman lembut.
Vampir memandang gadisnya melalui sudut matanya, tangan yang memegang setir mengepal erat. Apakah ia akan putus dengannya? Sial dia tidak tau apa yang dia perbuat sampai membuat Bella seperti ini, dia menggeram pelan saat pikirannya jika Bella tidak menjadi miliknya lagi masuk ke otaknya.
" Persetan " Desisnya, ia banting setir ke hutan dan membawanya kedalam. Kembali dia banting setir kekanan dengan diiringi rem sehingga kini mobilnya berhenti dan mengabaikan ekspresi kaget Bella.
" Ap- " Ucapan Bella terhenti ketika pintu tersebut dibuka dengan kasar dan tangan Naruto yang menggapai dirinya.
" Ayolah, akan lebih cepat jika memakai cara ini " Ucap Naruto kasar.
Mengambil tubuh nya, Bella bahkan tidak punya waktu untuk berpikir tentang perilaku aneh pacarnya sebelum ia menemukan dirinya di punggungnya memegangi lehernya sambil berlari lebih cepat dari yang pernah Naruto lakukan sebelumnya.
Sedangkan dengan Naruto, dia saat sedang berpikir apakah ini yang dirasakan oleh Hinata ketika ia mengkhianatinya dulu.
Dulu dia berpikir apa itu Cinta, apakah di dunia ini ada orang yang mencintai nya? Cinta itu sendiri adalah perasaan yang sulit dipahami. Dan hanya satu satunya orang yang akan dia cintai dulu yaitu ibunya sendiri.
Dia sudah banyak mengamati interaksi manusia tentang cinta itu sendiri dan bahkan dia mencoba untuk merasakan nya tapi dia tidak sepenuhnya manusia. Dia adalah Iblis awalnya dan menjadi vampir akhirnya, ini benar benar membuat interaksi nya dengan yang lain menjadi terbatas.
Ini juga menjelaskan kenapa dia menjadi lebih halus dari pada sebelumnya, lebih posesif terhadap lawan jenis nya dan juga aroma tubuh nya yang memabukkan. Pada awalnya dia berpikir itu aromanya sendiri tapi sekarang sudah jelas bahwa Youki nya perlahan tapi pasti masuk kedalam tubuh nya agar lebih menyesuaikan dirinya dengan dia.
Bella membuatnya merasa hidup. Sehari hari dengan dia benar benar sangat indah, tidak masalah jika mereka hanya duduk di sekitar rumahnya untuk menonton film atau berlari di sekitar hutan mencari sesuatu yang bisa membuat mereka terhibur. Dia selalu punya waktu hidupnya, dia membuatnya senang, baik dalam arti spiritual dan arti fisik dan dia akan benar benar gila jika dia kehilangan Bella sekarang.
Tidak butuh waktu lama bagi pasangan itu untuk mencapi dermaga yang tidak terpakai di Danau Crescent, air disana tenang dan berwarna biru seperti biasa. Bella menatap pacarnya, mata cokelat bertemu dengan warna kuning.
Bella tidak tau bagaimana harus memulai, setelah semua ini hanya keheningan yang tercipta disana. Dia benar benar bingung ingin berkata apa, apalagi melihat sikap Naruto membuat nya menjadi diam saja.
" Aku cinta kamu " Ucap To the Point Naruto. Bella yang mendengar nya melebarkan matanya terkejut apalagi melihat ekspresi malu Naruto, dia benar benar terkejut mendengar ucapan mendadak ini.
Disisi Naruto saat ini dia benar benar ingin memukul kepalanya menjadi debu. Sialan, apa dia benar benar sudah mengatakan itu? Oh ya, dia sudah katakan. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya, karena tidak ingin Bella melihat ekspresi nya dia pun menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Sedangkan disisi Bella saat dia benar benar sangat senang didadanya saat mendengar pengakuan kecil pasangannya. Oh tidak, sepertinya dia sangat malu sampai ingin menutupi wajahnya. Bertindak cepat ia meraih kepalanya, dan menjinjit kan kakinya yang kemudian dia cium bibirnya dengan mesra, terlihat bentuk tegang nya sebelum melepaskan ciuman nya dan membawa nya kedalam pelukannya.
Tersenyum cerah kepada Naruto, dia menatap nya sambil tertawa ringan. " Aku mencintaimu juga "
" Benarkah? Sial! Tetap di belakang ku " Geramnya, bagaimana bisa ia melewatkannya ini. Ada sekitar sepuluh vampir yang datang ke arah mereka dengan begitu cepat dan jika di cium aroma nya lagi sudah dipastikan mereka adalah bayi yang baru lahir.
" Apa yang salah Naruto? " Tanya Bella panik sambil meraih kemeja bagian belakang Naruto. Tapi dia sepertinya harus tersenyum pahit mengetahui jika mungkin Naruto seperti ini karena sepertinya akan ada musuh yang datang.
Naruto menggeram rendah mencoba menghiburnya, " Jangan panik- "
" Apa maksud mu? Tentu saja aku akan panik melihat reaksi mu seperti ini " Ucap Bella memotong ucapan Naruto, terlihat napas Bella yang tidak teratur.
Naruto hanya tertawa membalas ucapannya sebelum memutar badannya dan mencium bibirnya, " Tenang Bella, aku bersama mu disini. Jangan khawatir kau hanya perlu diam disini kau mengerti? " Gumam Naruto.
" Baik " Ucap Bella lesu, tapi matanya harus melebar terkejut ketika melihat banyak vampir yang muncul dari balik pohon. Semuanya memiliki mata merah yang sangat mengintimidasi, dan juga saling memamerkan taring mereka. Bella mengambil telepon nya untuk mengirim pesan kepada Alice tapi sepertinya itu tidak diperlukan. Terlihat telepon nya yang sedikit bergetar tanda ada sebuah pesan masuk dan ternyata itu dari Alice yang mengatakan mereka sedang dalam perjalanan yang membuatnya bernapas lega.
" Berikan kami gadis itu " Perintah salah satu vampir disana.
Naruto tetap diam dan mengamati lawan lawannya, si tukang perintah itu sepertinya ketua kelompok ini. Dia pikir jika dia mengalahkan vampir itu mungkin yang lain akan mudah goyah, mereka akan mudah dikalahkan karena mereka sudah tidak mempunyai pemimpin. Tapi setelah semua, lawannya sepuluh dan dia sendiri, oke mungkin dia seorang anak Iblis terkuat dan vampir elit tapi tidak ada cara dia bisa mengalahkan mereka semua bayi yang baru lahir dengan Bella disisi nya, dia tidak ingin Bella terluka karena nya.
Dia berlari ke arah pemimpin tersebut dengan cepat yang membuat pemimpin tersebut terkejut sebelum dia harus merasakan kesakitan saat tinju Naruto mengenai wajah bayi yang baru lahir tersebut. Terlihat retakan muncul di wajah pemimpin tersebut yang membuat Naruto yang melihatnya tertawa gelap.
" Nah apa yang kalian tunggu? " Pancing Naruto, " Sebuah undangan? Cih " Sambung nya sambil menyeringai yang membuat mereka marah, mereka pun langsung berlari lebih dekat ke arah Naruto yang hanya diam saja. Mereka berpikir mereka berhasil untuk mendapatkan Bella tapi tidak akan pernah dia biarkan mereka mendapatkan Bella sebelum melangkahi nya dulu.
Naruto melapisi tangan dan tubuhnya dengan Chakra dan memukul kan nya kearah vampir didepannya yang membuat nya terlempar. Matanya melihat ke sekitar nya dengan liar mencoba melacak gerakan vampir yang lain, tapi tiba tiba Naruto berjongkok saat merasakan kehadiran vampir lain dibelakang nya yang mencoba menerjangnya. Naruto berhasil melewatinya dan Naruto yang tidak ingin menyiakan kesempatan pun langsung memukulkan tangan nya ke punggung nya yang membuat tanah dibawahnya retak. Terlihat ekspresi kesakitannya saat merasakan pukulan Naruto.
Bayi yang baru lahir yang tadi dia pukul terus berteriak dan berguling guling kesakitan yang membuat kawan vampir nya yang lain menyerang Naruto. pemimpin vampir menerkam Naruto yang membuat Naruto terjatuh tidak jauh dari Bella. Naruto memandang Bella, yang meringis ketakutan. Naruto mencoba melepaskan gigitan vampir ini tapi dia harus meraung kesakitan saat vampir yang lain menusukkan taring nya di tubuhnya.
" Naruto! " Teriak Bella khawatir, tinjunya terkepal dengan erat, dia benci kepada dirinya sendiri karena tidak berguna dan juga ia benci ketika melihat orang orang yang disayangi nya terluka hanya karena untuk menyelamatkan dirinya.
" Aku baik baik saja Bella " Ucap Naruto dengan nada berat untuk meyakinkan pacarnya. Dia melapisi tangan nya dengan Chakra yang lebih banyak dan memegang leher lawan nya dan meremas nya yang membuat leher lawannya keluar asap seperti terbakar.
Mendorong kepala pemimpin nya dari tubuhnya Naruto berusaha untuk bangun hanya untuk diserang oleh dua bayi yang baru lahir lainnya. Salah satu yang baru lahir, yaitu seorang gadis menggigit lehernya sementara yang lain berusaha untuk merobek kakinya tapi baru sedikit dia menggigit nya dia harus dihentikan oleh tendangan yang dialiri dengan Chakra.
Naruto mengerang saat racun dari bayi yang baru lahir memasuki tubuhnya, ugh kotoran ini menyengat ku pikir Naruto. Dia melirik vampir lain dan menghitung jumlah mereka, melihat jika mereka diam saja ini adalah kesempatannya mencoba kembali merebut Bella.
Naruto yang sudah selesai mengamati keadaan sekitar pun mencoba bergerak tapi Naruto terlambat karena tiba tiba saja muncul dua bayi yang baru lahir yang menukik kearahnya dan memegang lengan nya yang langsung menggigit bahunya mencoba merobek bahunya.
' Sial aku lupa kalau bayi baru lahir sangat kuat, aku tidak bisa meremehkan mereka ' pikirnya yang melupakan fakta tersebut. Naruto mencoba melepaskannya tapi dia terkejut saat dia dibawa pergi dari sana.
" Naruto! " Teriak Bella khawatir ketika melihat Naruto dibawa pergi, hatinya dipenuhi oleh rasa takut ketika melihat satu vampir yang tersisa berjalan mendekat ke arahnya. Dia tidak peduli tentang keselamatan nya, dia jauh lebih khawatir lagi kepada Naruto.
Bayi baru lahir hanya bisa tertawa riang melihat usaha sia sia dari manusia ini mencoba melarikan diri, " Victoria pasti akan bangga padaku melihat jika aku berhasil membawa mu menghadap kepada dia dan kami akan diberikan hadiah jika ini berhasil! Ha "
Bella tersentak mendengar nama yang disebutkan oleh vampir yang satu ini, terlihat wajahnya yang saat ini sudah mulai mengeras dan tanpa sadar dia sudah mengeluarkan geraman. " Naruto akan membunuhmu " Ucap nya dingin dan penuh percaya diri.
" Si bodoh itu? Kau benar benar berpikir dia akan bertahan hidup setelah melawan Coven ku? " Tanya nya dengan sinis, " Salah satu yang baru lahir saja merupakan ancaman bagaimana jika dia harus menghadapi kami yang lebih dari satu " Ucap nya mengejek, " Dia hany- " Ucapan Bayi baru lahir tersebut berhenti di tengah kalimat saat telinganya mendengar raungan tidak manusiawi dan terlihat pilar cahaya merah muncul diikuti dengan hembusan angin kencang. " Apa yang ... "
" Selamat, sekarang kau sudah benar benar membuatnya kesal " Ucap Bella gemetar. Dia tidak tau apa yang saat ini terjadi tapi dia merasa ada aliran yang kuat dari Naruto melalui dirinya dan mencoba meyakinkan dirinya sendiri jika Naruto baik baik saja. Dia pasti akan datang kembali kepadanya.
.
Naruto menatap tempat Bella yang diambil darinya dan kini tubuhnya sudah bergetar karena kemarahan nya yang sudah tidak terbendung lagi pada keberanian bayi yang baru lahir untuk mengambil pasangan nya darinya. Dia memarahi dirinya sendiri karena membiarkan ini terjadi tapi ini bukan saatnya dia membenci dirinya sendiri, ini mungkin bisa menunggu sampai ia berhasil mendapat kan Bella kembali. Dipikirannya sendiri terlintas gambar Bella yang terluka dan bahkan lebih buruk lagi adalah mati. Ia tidak ingin kehilangan Bella sekarang atau pada kenyataannya dia tidak akan pernah bisa kehilangan Bella.
Naruto menarik napas dalam, terlihat napasnya yang saat ini sudah tidak beratur sebelum ia melepaskan Chakra nya menyelubungi dirinya dan membuat tiga vampir disekitarnya terbakar.
Naruto tersenyum jahat melihat masih ada bayi baru lahir yang selamat dari gelombang Chakra nya meskipun mereka juga terluka. Chakranya terus memancar keluar darinya, panas Chakra nya menyebabkan retaknya kulit bayi baru lahir, dan membuatnya dipaksa untuk tunduk saat merasakan kekuatan luar biasa dari Naruto.
Terlihat kawah terbentuk dari setiap langkah yang Naruto ambil, berlutut didepan vampir yang tersisa dia tersenyum dan membelai pipinya sementara dengan lawannya dia saat ini sedang kesakitan saat kulitnya sedikit demi sedikit retak.
" Katakan halo kepada kematian " Ucap nya dan setelahnya tubuh vampir itu terbakar oleh Chakranya. Melihat jika dia sudah mati Naruto pun meraung sebelum ia pergi bergerak cepat ke tempat Bella.
.
Tidak butuh waktu lama bagi Naruto untuk sampai ke tempat Bella dan dia mendesah lega melihat jika dia tidak terluka. Dia mencoba untuk tenang dan mengontrol Chakranya.
" Lepaskan dia sekarang dan aku akan membiarkan mu pergi " Ucap Naruto mencoba bernegosiasi. Bella mencoba untuk memutar tubuhnya dari cengkeraman penculiknya untuk melihat kekasih hatinya dan itu berhasil. " Naruto! "
" Aku disini Bella " Ucap nya menenangkan dengan nada berat, tapi matanya mengkhianati kelembutan suaranya saat ia melotot ke arah penculik kekasihnya ini. " Aku tidak akan mengulangi nya lagi, lepaskan dia. SEKARANG " Teriak Naruto pada bagian akhir.
Sedangkan dengan bayi baru lahir ia menatap Naruto dengan ketakutan dimatanya. Jika dia berada disini itu berarti teman Coven nya sudah mati.
" Ti-tidak, jika kau maju satu langkah aku-aku akan membunuhnya " Ucap nya tergagap. Dia saat ini sedang dalam keputusan yang sanga sulit. Jika dia membiarkan gadis ini pergi maka Victoria akan membunuhnya dan jika membunuh gadis ini maka kekasih gadis ini yang akan membunuhnya. Dia sedikit melompat saat melihat Naruto berjalan satu langkah kearahnya, menyeret Bella ke depan nya dia memposisikan Bella sebagai tameng nya dengan tangan nya kini sudah berada di lehernya.
" K-Kau pikir aku bercanda?! Aku akan melakukannya, aku bersumpah. Berjalan satu langkah lagi maka aku akan mematahkan lehernya " Ucap vampir tersebut dengan gugup.
Bella menatap Naruto dengan cemas, terlihat kini matanya menjelajahi setiap tubuh Naruto apakah ada luka dan dia mendesah lega melihat jika Naruto tidak terluka terlalu parah.
Naruto menatap nya tajam dengan kemarahan di sekitar wajahnya melihat sikap pengecut vampir itu, " Sudah cukup! Biarkan dia pergi dan aku akan membiarkan kau pergi, sederhana bukan " Geramnya dengan ekor yang lainnya sudah tumbuh.
Jika vampir bisa berkeringat maka ia bersumpah ia akan berkeringat ember sekarang ini. " Bagaimana aku akan percaya kalau kau akan tetap memegang ucapanmu itu? " Tanya ragu bayi baru lahir. " Lepaskan kekuatan mu dan aku akan melihat apa- "
" Tidak. Kau akan melepaskannya sekarang " Teriak Naruto, terlihat ekor lain yang tumbuh yang membuat vampir itu ketakutan.
" Sial! Baiklah! " Serunya, Victoria akan membunuhnya untuk ini, tetapi ia akan mengatakan orang ini kepada Victoria. Menyodorkan gadis itu kepada Naruto dengan segera ia berlari dengan cepat, tidak pernah melihat kebelakang apakah vampir atau monster itu mengejarnya.
Mata Bella melebar saat ia diterbangkan oleh bayi baru lahir tersebut menuju Naruto yang saat ini masih diselubungi dengan sisi negatif dari Chakra nya. Bella hanya bisa menutup matanya menantikan rasa sakit yang akan dia rasakan. Tetapi tiba tiba saja kakinya seperti ada yang menahan nya dan ternyata yang menahan nya adalah akar yang entah tiba dari mana. Bella pun jatuh dan membuat kakinya sedikit sakit yang membuat nya menjerit.
Naruto tiba disamping nya dalam waktu singkat, Chakra negatif nya sudah menghilang tapi masih panas jika disentuh. Bella menggigit bibirnya, air mata mengalir di pipinya saat merasakan nyeri. Bella benar benar ingin menyentuh nya tapi dia sudah kapok saat pertama kali menyentuhnya dan dia tidak ingin menambah luka bakar di kedua pergelangan tangannya apalagi dia merasa nyeri juga di kaki nya.
" Sial, maafkan aku " Gumam Naruto.
" Aku tidak apa apa, aku benar benar membutuhkan mu untuk menahan ku sekarang " Ucap Bella sambil menangis. Hujan pun turun ke tanah dengan deras menembus melalui pohon pohon dan membuat Naruto sedikit mendesis saat hujan tersebut bertabrakan dengan kulit panas nya.
Hujan mendinginkan kulit Naruto dengan cepat, Naruto yang merasakan jika kulit nya sudah dingin pun tidak membuang waktu langsung menggendong Bella dalam pelukan nya. Naruto yang merasa jika Bella masih menangis pun menenangkan nya. Naruto menatap pergelangan kaki nya Bella dalam keprihatinan, terlihat kakinya yang sudah terbebas terjatuh kebawah tidak berdaya ' Sepertinya kaki Bella terkilir atau patah ' pikir Naruto. Naruto ingin segera membawa nya ke tempat Carlisle sesegera mungkin untuk memeriksa kakinya. " Bella? Sayang, aku perlu membawa mu ke tempat Carlisle untuk melihat kaki mu ini baik baik saja atau tidak " Gumam nya pelan.
Dia menggeleng dan memeluknya erat, " Tidak, apakah kita bisa tetap seperti ini hanya untuk sebentar saja? " Pinta Bella.
Naruto hanya mengangguk mendengar permintaannya. " Tentu saja bisa, apapun yang ingin kan Bella " Ucap Naruto yang setelahnya merasakan sesuatu yang bergetar di pergelangan tangannya, dia mengeluarkan ponsel Bella dari saku depan dan mengirim pesan terima kasih kepada Alice yang mengatakan kepada nya bahwa mereka akan mengurus bayi yang baru lahir.
Tangan kecil Bella menelusuri pipi berkumis Naruto. bibirnya meringkuk dalam senyum kecil sambil menyelipkan tangannya ke belakang lehernya. Dia menariknya dan menciumny perlahan. " Aku cinta kamu " Bisik Bella kepada Naruto.
Naruto hanya tersenyum mendengar nya, ia memegang nya lebih dekat dan kini Naruto bisa merasakan napas Bella. Tangannya yang besar mengambil salah satu tangan Bella yang berada dipipinya, menyelipkan jari jari mereka Naruto menciumnya lagi.
" Aku juga mencintaimu " Ucap Naruto.
.
To Be Continued
.
Halo Readers-san ketemu lagi bersama saya Perseus Cullen. Apakah ada yang kangen sama saya atau kalian hanya kangen sama Fict ini saja. Sudah lama saya hiatus akhirnya saya Update kembali nih, maaf jika para Reader-san sudah menunggu terlalu lama.
Jadi bagaimana dengan Chapter kali ini bagus kah? Jelekkah? Atau biasa biasa saja? Hm itu terserah pada Readers-san menilai nya.
Baiklah untuk di Chapter kali ini hanya menceritakan tentang keseharian Naruto dan Bella disekolah lalu mereka yang pergi keluar untuk jalan jalan walau di akhirnya bukan jalan jalan karena Naruto yang mengira Bella ingin putus dengan nya haha.
Lalu untuk pertarungan nya bagaimana apakah bagus? Maaf jika tidak bagus ya tapi saya akan mencoba untuk membuat pertarungan lebih seru lagi
Baiklah saatnya menjawab Review :
Firdaus minato : hehehe terima kasih gan.
Ahmad s syafii.9 : sip agan.
Monkey D Levi : sip ini dah lanjut gan, monggo di baca.
DeniTria : hahaha terima kasih gan dan hubungan Hinata sama Naruto itu anggap saja Naruto hanya mengajak nya kencan lalu pada beberapa harinya dia mengkhianati Hinata
Adam muhammad.980 : sip ini dah lanjut gan.
Ai no dobe : hahaha maaf hanya segini yang bisa saya buat tapi saya masih mencoba untuk memanjangkan nya kok dan terima kasih. Silahkan dibaca.
Asd : baiklah ea.
Irnaratna10 : sip ini dah lanjut kok dan terima kasih atas pujiannya.
Mungkin hanya itu yang bisa saya jawab tapi semua review para agan sudah saya baca kok. Terima kasih sudah me - Review.
Dan juga saya mohon untuk para Readers-san untuk memberi saran dan kritik pada cerita ini bagus atau tidaknya karena setidaknya saya tahu letak kesalahan saya. Jadi saya harap para reader-san yang sudah membaca tolong luangkan sedikit waktu untuk me-Review cerita ini.
RnR ya Minna Please ... { Puppy Eyes no Jutsu }
.
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan sampai ketemu di Chapter selanjutnya di The SuperNatural.
.
Saya Perseus Cullen pamit. Salam Fanfiction. ^_^
.
Perseus Cullen Log-Out
