FlashLight

Main cast :

Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Other cast :

Find yourself

...

..

.

By :

-byunnami-

.

.

.

.

.

"Hyung, kurasa kita perlu menambahkan liriknya. Bagian rapp ku sangat sedikit"

B.I menggigiti ujung pensilnya sambil membaca ulang lirik dibagian rappnya. Baekhyun yang juga sedang fokus mulai berdiri dari kursinya untuk menghampiri B.I dan coba membacanya. Memang benar, Baekhyun mendapat part sangat banyak, itu terlalu menonjol sedangkan partnernya hanya sedikit dan itu tidak akan seimbang juga terlihat jelek jika dibawakan di atas panggung.

"Apa perlu kita mencoba menyanyikanya? Bukankah kita belum mencoba bersama-sama?" tawar Baekhyun yang di angguki B.I

"Tidak buruk, ayo kita lakukan"

Mereka bernyanyi bersama, jika sebelumnya mereka menyanyi sendiri ketika berlatih kini semakin jelas ketika melakukannya secara bersama-sama, dimana letak kekurangannya sangat jelas. Baekhyun membantu untuk menuangkan beberapa lirik bagian rapp partnernya kemudian mereka mengulang untuk menyayikannya lagi, menambah dan mengurangi hingga dirasa lirik itu terdengar sempurna, tidak ada salah satu yang menonjol. Tidak peduli waktu yang mereka habiskan, perut yang berbunyi juga badan yang terasa remuk tidak di istirahatkan untuk sekedar merebahkan punggungnya.

Itu semua karna kompetisi yang sudah semakin dekat hanya tinggal menghitung hari jadi Baekhyun dan B.I memutuskan untuk memperbanyak intensitas pertemuan mereka agar siap setidaknya 90% ketika kompetisi sudah di depan mata. Mereka ingin menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Hal serupa juga terjadi di kelompok lain seperti Jongin, Sehun dan Luhan yang sering membolos untuk mencuri waktu berlatih menari namun sedikit kejadian buruk terjadi dengan kaki Luhan yang sempat cedera karena salah gerakan membuatnya jatuh dan kakinya membengkak. Kemudian ada kelompok dari pasangan Yixing dan Jongdae yang juga sudah matang persiapannya yang bahkan terlihat paling sudah siap diantara kelompok yang lainya.

Chanyeol dan Kyungsoo juga sama seperti yang lain, mereka semakin sering bersama demi kompetisi itu. Meski pria itu terlihat sering menghilang tiba tiba saat kuliah berlangsung.

"Kyungsoo, bisa ikut aku setelah jam mata kuliah ini selesai? Ada yang ingin aku bicarakan" Kyungsoo sedikit mendongak menatap Chanyeol yang berdiri di depan kursinya dengan tampang yang serius.

"Kita punya banyak waktu, Chan."

"Tapi aku tidak, Soo" Chanyeol sedikit memohon di nadanya. Kyungsoo menatapnya beberapa deik hingga bibir itu merekah dan mengangguk.

"Baiklah…sekarang duduklah sebentar lagi dosen akan masuk"

"Aku...maaf tapi aku akan bolos. Aku tunggu di atap. Aku pergi dulu"

Belum sempat Kyungsoo menghentikan chanyel pria jangkung itu sudah lebih dulu belari keluar kelas membuat helaan nafas Kyungsoo. Chanyeol memang sedikit berubah sejak beberapa waktu kebelakang dan Kyungsoo tidak tau apa yang terjadi.

Tidak hanya dengan Kyungsoo Chanyeol berubah tetapi sejak terakhir pertemuan antara Chanyeol dan Baekhyun malam itu keduanya tidak pernah bertemu lagi, Chanyeol yang tidak lagi berusaha untuk mencari Baekhyun ketika di kampus, tidak pernah menjemput dan mengantar, bahkan untuk pertemuan di kantin, begitupun dengan Baekhyun yang sudah tidak lagi berusaha untuk menghindari Chanyeol.

Karna tanpa dia menghindar Chanyeol mulai menjauh. Keduanya sama-sama fokus untuk kompetisi.

e)(o

"Kenapa tidak bilang! Tau begitu aku bisa membawa motor, sialan" umpat Jongin ketika di parkian, sedangkan Sehun hanya mendengus dan memutar bola matanya. Jongin sudah menendang ban mobil milik si albino tidak peduli jika si pemilik akan lebih marah darinya.

"Aku juga tidak tau sebelumnya bodoh. Ibu menghubungiku tiba tiba memang apa yang bisa aku lakukan? Dan kau pikir aku mau jadi anak durhaka hanya untuk teman hitamnya dan mengorbankan jatah bulananku?"

Benar mana mungkin Sehun akan memilih Jongin? Jongin itu tidak pernah membawa kendaraan sendiri karna dia selalu berangkat dan pulang bareng Sehun karna mereka searah. Tapi hari ini saat perjalanan ke parkiran ponsel Sehun bergetar dan ternyata ada panggilan dari ibunya, menyuruh Sehun untuk cepat pulang soalnya mau di suruh untuk menjemput ibunya di pasar setelah belanja.

Dan Jongin mau tidak mau akhirnya membiarkan Sehun pergi karna mengomel dan marahpun juga akan percuma, letak rumah Jongin dengan pasar berlawanan arah. Jongin kemudian menimang nimang untuk ikut pulang temannya yang lain dan nama Chanyeol terlintas, Jongin segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Chanyeol. Lima menit dan tidak ada balasan chat dari Chanyeol, panggilannya juga tidak di angkat.

"Jongin? Apa yang kau lakukan?"

"Eh…Kyungsoo hyung?"

Jongin mengedarkan pandangannya membuat Kyungsoo ikut menoleh ke belakang mencari tau apa yang adik tingkatnya itu lihat?

"Dimana Chanyeol hyung?" aaah…Jongin mencari Chanyeol karna mendapati kekasih si caplang itu sendirian.

"Dia sudah pulang sejak tadi"

"Apa? Hyung tunggu…."

Kyungsoo kembali berjalan setelah membenarkan letak kacamatanya, Jongin mempercepat langkahnya untuk menyamai Kyungsoo hingga dia sejajar dengan si kecil.

"Kalian tidak pulang bersama?" Kyungsoo menggeleng. "Kenapa?"

"Chanyeol tidak mengikuti beberapa kelas, aku tidak tau dia kemana"

Jongin berhenti tiba tiba merasa aneh Kyungsoo sebagai kekasih Chanyeol tapi tidak tau kemana kekasihnya pergi? Sedangkan Kyungsoo tidak peduli dengannya dan memilih untuk lanjut berjalan hingga disampingnya terlihat Jongin yang ikut berjalan.

"Kalau begitu kita pulang bersama saja hyung. Sehun juga meninggalkanku"

"Apa kalian pacaran?"

"He? Apa?"

"Kau dan Sehun"

"TIDAK! Aku tidak doyan orang semacam Sehun, hyung"

Jongin bergidik saat mengingat wajah Sehun melintas di kepalanya, Kyungsoo yang melihatnya tertawa merasa lucu. Bagaimana tidak, mereka berdua selalu bersama-sama dalam segala hal jadi hal wajar jika orang lain akan curiga jika Jongin mungkin saja pacaran dengan Sehun. Dan Kyungsoo rasa tidak hanya dirinya tapi beberapa orang mugkin juga sependapat.

Mereka pulang dengan berjalan kaki karna Kyungsoo bilang dia mau mampir dulu ke toko buku yang dekat dengan kampus dan Jongin memutuskan memilih untuk menemani Kyungsoo mencari buku sambil mengajaknya bicara, meskipun Kyungsoo tidak pernah benar benar peduli dan melihat Jongin, si pemilik mata doe itu lebih sibuk melihat lihat buku.

"Kyungsoo hyung, bagaimana dengan kompetisi?" mulutnya mulai berceloteh dengan tubuh yang dia sandarkan di rak buku memperhatikan Kyungsoo sambil bersedekap.

"Apanya yang bagaimana?" timpalnya masih sibuk membuka buka buku.

"Persiapanmu dan Chanyeol hyung"

"Kami siap, kurasa?"

"Hm?"

Kyungsoo hanya diam, dia tau jika jawabannya membuat Jongin bingung dan Kyungsoo tidak berniat menjawab kebingungan Jongin. Jongin tau jawaban dari sang kakak tingkat terlihat sedikit ragu dan Kyungsoo memilih meninggalkan pria sedikit gelap itu untuk berpindah ke rak yang lain. Dan Jongin kembali mengekori lagi.

"Kompetisi semakin dekat dan jujur saja aku sedikit nervous terlebih Luhan hyung masih cedera walaupun sudah mulai memulih. Tapi Luhan hyung masih belum bisa ikut latihan lagi. Berbeda dengan kalian hyung, pasti menghabiskan waktu dengan Chanyeol hyung" Jongin sedikit memasang wajah sedihnya.

"Tidak juga"

"Eh? Benarkah?" Jongin menyipitkan matanya "Aaa… tapi benar juga. Bagaimana hubungan kalian? Kenapa aku jarang melihat kalian bersama-sama ya hyung? Kalian…..tidak bertengkar, kan?"

"Apa kami terlihat bertengkar?" Kyungsoo membalik tubuhnya dan bukannya menjawab justru melempar tanya membuat Jongin menggaruk tengkuknya sedikit cengir saat menatap mata doe itu menatapnya tajam.

"Aku hanya bertanya hyung. Kita sudah lama tidak berkumpul di kantin atau keluar bersama seperti biasa kan? Dan saat aku bertemu Chanyeol hyung kau tidak ada begitu juga sebaliknya, sepeti saat ini. Yaa kupikir mungkin kalian sedang bertengkar atau bagaimana. Itu karna aku peduli dengan kalian, ok"

Kyungsoo menatapnya lama membuat Jongin mundur selangkah dan akhirnya bernafas lega saat Kyungsoo tidak berucap apapun dan melangkah ke bagian kasir. Setelah melakukan pembayaran Kyungsoo dan Jongin lanjut berjalan menuju ke halte.

"Hyung, malam minggu nanti aku dan Sehun akan pergi dengan Baekhyun hyung, dia bilang akan mentraktir kami berdua tapi aku belum tau akan kemana katanya bersenang senang sebelum kompetisi. Hehehe…. Apa kau juga punya rencana untuk kencan dengan Chanyeol hyung?"

Dan itu berhasil membuat Kyungsoo yang sejak tadi mengabaikan ocehan panjang Jongin kini berhenti berjalan dan menatap kearah si adik tingkat.

"Entah, kurasa tidak"

e)(o

"Kau latihan lagi?" mendapat anggukan membuat Luhan mengerang sambil mengusak rambutnya hingga berantakan. Pandangannya ia alihkan kearah Jongdae dan Yixing yang sejak tadi mengabaikannya kemudian Luhan meletakkan kepalanya diatas meja menghadap Baekhyun di depannya. "Di agensi anak itu lagi?" tanya Luhan dengan nada sedih. Baekhyun menghela nafas dan menoleh kemudian menganguk lagi.

"Kenapa denganmu Lu?"

"Aku iri dengan kalian" Luhan serius mengatakannya dan Baekhyun tidak harus bertanya alasannya saat Luhan menunduk menatap kakinya.

"Jangan memaksakan diri, kalau kau disuruh istirahat berarti kau harus menurutinya atau justru kau semakin parah? Kau sudah berlatih keras, kemampuan tarimu juga tidak perlu diragukan jadi jangan terlalu sedih, Lu"

Luhan menatap Baekhyun intens merasa aneh dengan kelakuan temannya satu ini. Kata katanya dengan mimik wajahnya yang serius dan perhatian seperti bukan Baekhyun yang biasanya. Jika dulu Baekhyun akan selalu bercanda menanggapi keLuhannya kini Baekhyun sudah layaknya kakak yang menasehati adiknya karna sangat mempedulikannya. Dan itu sangat aneh untuk Luhan.

"Baek?"

"Apa?"

Luhan diam, meneliti Baekhyun dengan seksama dan berfikir haruskah rasa penasaran itu dia tanyakan? Karna Luhan sudah menahannya cukup lama dan saat ini dia benar benar penasaran. Hanya tinggal mereka berdua di kelas bahkan Luhan tidak tau apakah Jongdae dan Yixing tadi pamit untuk keluar dulu atau tidak.

"Kau dan Chanyeol tidak baik baik saja kan? Jangan berbohong padaku!" Luhan segera menyela saat melihat Baekhyun sudah akan memotong kalimatnya dan mencari alasan lain. "Aku tau kalian membuat jarak. Entah darimu atau Chanyeol atau memang…kalian berdua? Yang jelas aku tidak suka dengan keadaan ini baek"

Baekhyun diam sesaat sebelum meletakkan kembali ranselnya, menatap Luhan yang masih menunggu jawabannya.

"Aku tidak tau apa yang menjadi masalah tapi kalian benar benar sangat mencolok saling menjauh"

"Lu..."

"Kalian bertengkar?"

Baekhyun diam. Dia juga tidak tau apa dia dan Chanyeol sekarang ini disebut dengan bertengkar? Dia meminta Chanyeol untuk menjauh karna dia yang takut dengan perasaannya, dia takut jatuh, dan Baekhyun takut goyah hingga membuatnya meminta Chanyeol agar saling menjauh. Karna dia masih merasa sangat pengecut.

Chanyeol hanya memintanya seperti Baekhyun yang dulu, yang selalu pria jangkung itu manjakan meski mereka seumuran tapi Baekhyun menolaknya. Karna bagi Baekhyun, menjadi Baekhyun yang dinginkan Chanyeol berarti Baekhyun akan tetap menjadi orang yang tidak akan Chanyeol lirik sebagai orang dewasa. Menjadi orang yang tidak diinginkan Chanyeol, dan itu membuat Baekhyun tidak suka.

Dan menjadi Baekhyun yang diinginkan Chanyeol itu menyakitinya.

"Kami sibuk, kau juga kan? Kita semua sedang sibuk untuk kompetisi. Dan aku tidak satu tim dengan Chanyeol lalu apa itu aneh jika aku jarang bersamanya?"

"Aku tidak melihatnya seperti itu Baek. Kalian bertemu, kita berkumpul tapi kau dan Chanyeol tetap diam, tidak saling menyapa apalagi melihat. Jangan mencari alasan Byun Baekhyun"

"Aku jelaskan pun kau juga tidak akan percaya. Sudahlah aku harus segera pergi"

"Ya! Baekhyun!"

Baekhyun berdiri di dekat pintu memperhatikan Luhan yang sedikit kesulitan dengan tongkat kruknya. Menghela nafas dan pada akhirnya Baekhyun kembali dan membantu Luhan.

"Sudah berapa kali kubilang, pulihkan dulu kakimu di rumah. Tapi kau tetap memaksakan diri"

"Diam saja kau kalau tidak mau kutanyai lagi"

Baekhyun berdecih 'Balas dendam, eh?' batinnya. Mereka berjalan pelan menyusuri Lorong yang masih saja terlihat ramai di sisi kana kiri dengan mahasiswa yang masih ada jadwal kuliah, atau sekedar main main karna malas untuk pulang lebih awal, meski sekarang sudah pukul dua siang.

"Baekhyuna!"

"Eh…?" Baekhyun dan Luhan langsung menoleh saat sebuah suara memanggil namanya.

Pria dengan tubuh jangkung dan atletis tersenyum merekah dengan tangan yang melambai dan saat dia merasa Baekhyun berhenti untuknya pria itu segera menghampirinya.

"Kenapa kau ada di fakultasku?" dan Baekhyun merutuki mulutnya yang bicara saja tidak bias di filter dengan baik. Untuknya Kris telihat tidak mempermasalahkan kalimatnya.

"Aku ada urusan dengan temanku yang juga di fakultas yang sama denganmu dan saat aku mau pergi tadi aku melihatmu, kupikir aku salah orang ternyata benar itu kau, Baekhyun"

"Tunggu, bukankah kau yang menolong Baekhyun waktu sakit itu? Aku benarkah? Kalau tidak salah kau mahasiswa transfer yang cukup terkenal karna wajah tampanmu?"

Baekhyun menggaruk tengkuknya malu dengan kelakuan temannya dan sedikit melirik kearah Kris yang tersenyum seperti memaksa karna kalimat Luhan barusan.

"Namaku Kris. Mungkin kau lupa"

"Aaaah benar, namamu Kris"

"Kalian mau pulang?" Kris bertanya untuk memastikan karna kebetulan dirinya juga akan pulang. "Aku bisa mengantar kalian"

"Benarkah?"

"Ya! Luhan"

"Aku dan Baekhyun memang akan pulang, tapi kita beda arah"

"Xi Luhan!"

"Tidak masalah, akan aku antar kalian"

Luhan mengangguk cepat dengan senang hati tidak peduli atupun protes karna cubitan Baekhyun. "Sshh diamlah Baek, memangnya kau mau mengantarku dulu baru menemui B.I dan kau terlambat latihan?" bisik Luhan yang tentu saja mampu mempengaruhi Baekhyun.

Dan Kris benar benar mengantar keduanya dan rela menjadi seperti seorang supir karna Baekhyun dan Luhan duduk dibelakang.

"Jadi Baekhyun akan ke agensi?"

"Hm, benar"

"Baekhyun harus latihan karna sebentar lagi kompetisi akan berlangsung"

"Benarkah? Apa mahasiswa lain bisa melihat acara itu?" Kris menatap keduanya melalui spion.

"Tentu saja, kau bisa melihat penampilan kami. Setauku saat itu semua kegiatan perkuliahan di liburkan. Benarkan Lu?" entah kenapa Baekhyun selalu semangat jika ada temannya yang menyakan hari H kompetisi itu. Dia ingin banyak orang melihat penampilannya.

"Benar, pengumuman ada di madding setiap fakultas. Aku sendiri yang menempelkannya sebelum kakiku cedera"

"Kalau begitu aku akan melihat penampilan kalian"

"Tentu saja kau harus datang"

Dan Kris mengantar Baekhyun terlebih dahulu karna Baekhyun terlihat terburu buru karna Baekhyun tidak hanya mempunyai janji dengan B.I tetapi juga dengan Jongin dan Sehun yang akan menjemputnya nanti malam. Dan Kris barulah mengantar Luhan yang masih terlihat seperti serang supir.

e)(o

Jongin tidak membual soal dirinya dan Sehun yang di ajak pergi oleh Baekhyun malam minggu ini. Mereka berdua menjemput Baekhyun di agensi B.I setelah mendapat pesan dari Baekhyun untuk menjemputnya setelah latihan selesai.

"Kita akan kemana sebenarnya?" Sehun menoleh ke samping bertanya pada si pengajak main yang senyum senyum mendengar Sehun bertanya kemudian merogoh ranselnya mencai sesuatu.

"Ta-daaaa…."

"Eh...bukankah itu kupon hyung?" jongn melongok ke depan melihat kertas kecil yang Baekhyun tunjukan.

"Benar. Baekbom hyung yang memberikannya"

"Coba kulihat" Jongin mengambil kupon itu dari tangan Baekhyun dan membaca setiap baris kalimat disana sampai matanya membola dengan mulut yang menganga.

"Hyung! Bukankah ini kupon untuk main billiard?" Baekhyun bersedekap sedkit sombong dengan mengangguk anggukkan kepalanya.

"SERIUS?" Sehun ikut menimpali dengan mulut yang sama menganganya dengan Jongin namun tetap fokus menyetir.

"Ya itu benar, dan itu tepat di dekat sekolah SHS kita"

"Whaaaaa"

Jongin berseru senang dan bertepuk tangan sedang Sehun masih dalam mode tidak percayanya. Tentu saja mereka dulu pernah bermain disana setelah mengumpulkan banyak uang atau menunggu dapat traktiran dan jika ingin bersabar adalah menunggu orang baik memberikan kupon. Tempat itu sangat mahal namun sesuai dengan fasilitasnya. Dan suatu keberuntungan mereka mendapatkan kupon ini setelah sekian lama sudah tidak lagi kesana.

"High five!"

Memasuki ruang billiard dan lagi ketiganya dibuat mematung dengan tempat yang berubah drastis, dulu tempat itu sangat bagus dan sekarang semakin dan semakin bagus. Jongin segera berlari dan menyentuh papan billiard kemudian mengambil stick dan bergaya seperti seorang pro membuat Baekhyun ikut menyusul dan menirukan Jongin. Sehun si ice prince bahkan tak kalah dengan kedua teman lainnya.

Mereka terlihat seperti idiot.

"Benar benar luar biasa."

"Jadi, ayo kita bertanding" Sehun berseru membuat Baekhyun dan Jongin memusatkan perhatiannya ke Sehun.

"Apa?"

"Apa kalian hanya akan main main tidak jelas saat gratisan seperti ini sangat jarang kita dapatkan? Ayolah seriuslah sedikit. Kita bukan anah SHS lagi! Ayo bertanding dan yang kalah harus mentraktir makan malam ini juga"

"Call!"

Seru Baekhyun senang berbeda dengan Jongin yang nampak protes. Tapi benar juga jika mereka main main itu sangat disayangkan jadi mereka memutuskan untuk bertanding selama dua jam kedepan.

.

.

.

Dua jam berlalu dengan mereka yang bermain dengan saling bertengkar, bagaimana bisa? Karna Baekhyun si bukan pro bermain sangat payah. Sehun dan Jongin yang memang bisa selalu memperingati Baekhyun bagaimana cara bermain yang benar dan karna mereka bertanding tentu saja harus fair tapi Baekhyun tetap tidak mau kalah dan disalahkan. Berakhir dengan Sehun yang geleng geleng kepala, membuang nafas kasar dan marah-marah sampai pria dingin itu meletakkan sticknya sedikit kasar tidak mau melanjutkan permainan lagi.

Sehun yang marah bukan sesuatu yang bagus, pria tinggi putih itu duduk di sofa dengan bersedekap sedangkan Baekhyun yang terlihat tidak peduli dengan kemarahan Sehun memilih untuk bermain dengan Jongin yang di angguki ogah ogahan. Baekhyun yang melihat cara Jongin bermain dengan malas kemudian melihat Sehun yang marah merasa permainan tidak seru sama sekali.

"Baiklah, permainan tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Tapi aku akan berbaik hati mentraktir kalian"

Tidak ada tepukan senang dengan teriakan Baekhyun, justru dengusan yang Baekhyun dengar dari dua bocah adik tingkatnya itu. Jadi Baekhyun mengeluarkan uang untuk membeli tiga bungkus jajangmyun dan menyuruh Jongin untuk membelinya. Sehun masih tidak merespon dan justru bersandar menyamankan duduknya ketika Baekhyun mendekat dan duduk mepet disampingnya. Sehun merasa Baekhyun sedang menyogok dia dan Jongin walaupun itu memang yang pria kecil itu lakukan berhasil.

Tidak lama Jongin datang dengan tiga bungkus jajangmyun dan beberapa makanan yang lain juga tiga minuman dan mereka bertiga menikmati makan malam itu dengan mulut penuh. Baekhyun memperhatikan Jongin dan Sehun yang makan dengan sangat baik dan lahap, sesuatu membuatnya bahagia melihat mereka makan dengan pipi yang menggembung begitu. Baekhyun menyenggol lengan Sehun dan saat pria itu menoleh Baekhyun mencubit pipi Sehun gemas.

"Maaf, jangan marah lagi. Oke?"

Sehun mengangguk ngangguk lucu setelah menelan makanannya dan meminum yogurtnya.

.

.

.

Setelah makan ketiganya memutuskan untuk pulang karena di kupon memang tertulis hanya dua jam, jika lebih mereka harus membayar. Sehun sudah menyerahkan kunci mobilnya ke Jongin untuk mengemudi tapi berhenti saat pintu terbuka dan dua orang lainnya datang.

Chanyeol dan Suho.

"Hyung….!"

"Oh?"

Teriak Jongin entah kenapa terlihat senang dengan senyumannya yang lebar dan segera menghampiri keduanya. Melakukan pelukan dengan Suho yang membuat Suho mengernyit melihat tingkah aneh Jongin.

Ada bermacam macam ekspresi dari kelimanya. Jongin yang nampak heboh dan senang, Sehun yang melongo, Suho yang ber 'Oh' ria dengan menatap satu satu tiga orang di dalamnya, Chanyeol yang diam berdiri di ambang pintu menatap kea rah baekyun dengan ekspresi tak terbaca dan Baekhyun yang sama seperti Chanyeol diam mematung kemdian menggigit bibir bawahnya. Chanyeol terkejut saat melihat ada Baekhyun di dalam dan setelah sekian lama mereka tidak bertemu akhirnya mereka kembali saling melihat dengan keadaan yang sangat canggung.

"Hyung apa kau tau kami disini?"

"Tidak, aku sama sekali tidak tau kalau kalian juga sedang ada disini" Jongin menarik tangan Suho dan mengajaknya duduk bersebelahan. "Kalian baru datang?" Suho mengambil onion ring yang masih tersisa cukup banyak dan melahapnya. Sehun kembali duduk begitu juga dengan Baekhyun.

"Chanyeol-ah, kemarilah apa yang kau lakukan disitu?"

"He? Ah…ya"

Chanyeol ikut duduk di dekat Baekhyun karna memang hanya itu kursi yang kosong. Hening tiba tiba. Tidak ada sapaan dari Chanyeol untuk Baekhyun atau sebaliknya. Keduanya tidak saling melihat namun tiga orang lainnya menyadari hal itu.

"Jadi kalian sudah selesai?" Suho memecah suasana aneh yang dirasakannya dan mendapati ketiganya mengangguk serempak. "Aku dan Chanyeol baru datang, ayo main lagi"

"Kupon kami hanya dua jam, hyung" Sehun menimpali membuat Suho berhenti makan.

"Apa? Jadi kalian bermain karna kupon?" dan ekspresi terkejut yang berlebihan dari Suho membuat yang lainnya menggulirkan bola matanya.

"Kau mau sombong hyung?" Baekhyun menatap tajam Suho saat bertanya.

"Ah jadi kupon itu milikmu baek? Hahaha….baiklah ayo main lagi, aku yang traktir dan ayo bertanding"

"Baekhyun hyung tidak usah ikut" Sehun segera menyela membuat Baekhyun menoleh protes.

"Benar sebaiknya Baekhyun hyung tidak ikut. Dia tidak bisa bermain dan hanya merusuh lagi pula jumlah kita ganjil. Bagaimana mau bertanding?"

Dan Baekhyun semakin kesal dengan kalimat panjang Jongin yang menghinanya. Baekhyun memundurkan kursinya dengan wajah yang merengut kesal dan pindah duduk di sofa.

"Main saja sana! Memangnya aku peduli!"

Bukannya merasa bersalah justru empat orang lainnya segera berdiri, mengambil stick dan memilih anggota, Jongin dengan Suho dan Chanyeol dengan Sehun membuat Baekhyun terabaikan. Dia kesal dan semakin kesal saat melihat Jongin dan Sehun begitu menikmati permainan dibandingkan saat dengannya tadi. Dia benar benar jengkel dan merutuki dua bocah itu.

"Awas saja, aku tidak akan lagi mentraktir kalian. Dasar pengkhianat" omelnya yang tidak akan di dengar siapapun karna suara teriakan empat orang itu lebih dominan memenuhi ruangan.

Diam diam Baekhyun menikmati permainan yang dia lihat, memang jauh berbeda dengan saat sebelumnya. Bagaimana Suho yang mulai kesal karna timnya mendapat point lebih rendah sedangkan Chanyeol yang saat mendapatkan gilirannya, pria itu akan berubah dengan serius dan begitu fokus pada bola yang diincarnya, dan saat tembakan itu berhasil membuat point lebih tinggi Chanyeol akan berteriak dan mengepalkan genggamannya kemudian melakukan tos dengan Sehun.

Ya, fokus Baekhyun berubah hanya tertuju pada Chanyeol, diam diam dia akan bertepuk tangan pelan jika Chanyeol berhasil dan ikut cemberut saat gagal. Dan Chanyeol yang serius begitu benar benar sangat tampan. Baekhyun yang terlalu fokus dengan Chanyeol tidak menyadari mata lain yang juga memperhatikannya yang kemudian berubah menyeringai.

Mereka bermain sampai tengah malam dengan tim Chanyeol Sehun yang berhasil dengan point lebih tinggi. Dan Baekhyun yang ketiduran entah sejak kapan nampak begitu nyenyak dengan posisi yang bersandar di sofa dan kepala sedikit menekuk tidak nyaman yang terlihat lelah. Baekhyun memang lelah karna dia belum mendapatkan istirahat sejak pagi karna latihan dengan B.I ditambah lelah karna bermain dan kekenyangan.

"Lihatlah, Baekhyun hyung selalu saja ketiduran. Jongin kau gendong dia biar aku yang menyetir"

"Kenapa harus aku?"

"Lalu siapa? Dia itu kecil tapi berat"

Dan mereka berdebat dengan Baekhyun yang tidak terusik sama sekali.

"Kalian pulanglah, biar aku yang mengantar Baekhyun" sebuah suara berat menengahi pedebatan Jongin dan Sehun.

"Waaaa…Chanyeol hyung kau memang yang terbaik. Sehun ayo pulang"

"Eh…..tunggu….Jongin…."

Jongin tidak mendengarkan Sehun dan langsung menarik tangan Sehun untuk keluar dari tempat billiard meninggalkan Baekhyun, Chanyeol dan Suho. Chanyeol mendekati Baekhyun dan duduk disampingnya. Dia mendengarkan semuanya dan menatap wajah tidur Baekhyun saat Jongin dan Sehun berebut tidak mau menggendong Baekhyun.

Dan itulah kesempatannya.

"Suho hyung kau pulang saja dulu"

"Lalu bagaimana denganmu, Yeol? Aku akan mengantar kalian"

Chanyeol menggeleng kemudian mengangkat Baekhyun dan menggendongnya di punggungnya.

"Arah kita berbeda, hyung. Aku akan naik taxi dengan Baekhyun. Lagipula aku ingin melihat lihat dulu lingkungan sekitar sekolahku"

"Heh…baiklah. Kau hati hati, Yeol ini sudah malam"

Chanyeol mengangguk dan Suho melambaikan tangan sebelum meninggalkannya. Chanyeol menengok kebelakang melihat wajah tidur Baekhyun yang bersandar di punggungnya dengan kedua lengan Baekhyun yang memeluk leher Chanyeol. Senyumnya merekah dan menaikkan sedikit tubuh Baekhyun menyamankan gendongannya kemudian mulai berjalan pelan dengan melawan dinginnya malam ditemani hembusan angin yang serasa menusuk tulang.

Dan Chanyeol baru menyadari ini memang sudah memasuki musim dingin. Beruntung tadi dia sempat memaKaikan jaketnya di tubuh Baekhyun jadi si mungil yang sama sekali tidak terusik itu tidak akan kedinginan.

Chanyeol terus berjalan dengan langkah ringan mengabaikan taxi-taxi yang membunyikan klakson menawarkan kendarannya namun lewat begitu saja karna Chanyeol tidak peduli seolah tuli. Chanyeol tidak berbohong ke Suho jika dia ingin berjalan sambil mengenang tempat tempat itu ketika dia dan Baekhyun masih sekolah di SHS, mereka sering berjalan disana karna jarak sekolah dengan halte cukup jauh, meski begitu mereka menikmatinya karna saat bersama tidak ada waktu yang tidak menyenangkan.

Chanyeol menarik nafas dan menghembuskannya, bukan karna beban Baekhyun di punggungnya yang membuatnya lelah, tetapi karna Chanyeol ingin mengurangi dingin di tubuhnya. Sudah memasuki musim dingin dan Chanyeol tidak terfikirkan sedikitpun akan bertemu Baekhyun disini, pulang dengan menggendongnya dan membiarkan Baekhyun kedinginan itu sangat tidak mungkin. Baekhyun tidak bisa dingin tapi menyuKai dingin padahal dia sering sakit kalau sudah kena dingin karna itu Chanyeol melepas jaketnya untuk dipaKaikan di tubuh Baekhyun.

"Kau ingat, dulu kau selalu berhenti disini kemudian duduk jongkok dengan cemberut sampai aku mengangkatmu dan menggendongmu seperti ini membuat banyak mata melihat kita aneh dan mereka seperti menyalahkanku karna tingkahmu. Sampai sekarang aku tidak paham denganmu kenapa kau melakukan itu. Dan juga kenapa kau selalu menggoda bibi Nam? Ah…Kau ingat Myoonbul? Anak kecil gendut yang selalu duduk dengan es krim yang belepotan di wajahnya, yang dulu selalu bertengkar denganmu. Sekarang dia sudah besar dan tampan. Aku jadi merindukan moment itu. Bagaimana denganmu, Baek?"

Chanyeol terkekeh saat mengingat itu, dia pernah bertemu anak remaja yang memanggilnya saat itu Chanyeol hanya mengernyit karna tidak mengenalinya sampai anak itu menyebutkan namanya, Myoonbul. Dia terus berbicara mengajak Baekhyun mengobrol meskipun tau Baekhyun tidak akan menanggapinya karna pria yang digendongnya masih saja dalam mimpinya.

Tiba tiba Chanyeol berhenti saat merasakan tangan Baekhyun yang sejak tadi melingkar di lehernya kini semakin erat membuat Chanyeol berfikir jika Baekhyun tidak nyaman jadi Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun sedikit naik dan justru yang Chanyeol rasakan adalah kepala Baekhyun yang kini begitu dekat dengan telinganya bergerak gerak menyamankan posisinya.

Chanyeol menoleh…

"Baek, kau bangun?"

Tidak ada jawaban, hanya dua lengan itu kembali mengerat di leher Chanyeol dan nafas hangat milik Baekhyun di sekitar leher dan telinganya yang begitu tenang, seolah hembusan angina tidak mengusik si kecil sama sekali. Chanyeol melanjutkan jalannya, tidak lagi bicara dan hanya terdengar suara beberapa mobil yang lewat sesekali. Semakin dingin dan dingin hingga Chanyeol sedikit bernafas berat dan menyedot hidungnya agar tidak keluar lendir, mulutnya juga mengeluarkan asap setiap dia megambil nafas dan tangannya mengerat menggendong Baekhyun.

Chanyeol hanya tidak menyadari jika Baekhyun dibelakang sana sudah membuka matanya. Terbangun saat Chanyeol mulai mengangkat tubuhnya dan mendengarkan semua apa yang Chanyeol bicarakan meski mata sabit itu tengah tertutup. Tiba tiba Chanyeol bersenandung pelan sambil terus berjalan.

I want to take the stars and give them to your eyes

I'll give you my all, My everything

Sometimes I cry afraid I might lose you

Sometimes I feel you sleeping in my arms

I promise you on the day the first snow falls

I promise you I'll be with you

I'll hold your hands wandering through the day and shout

That I LOVE YOU,

I HOPE that with our hands together

We won't be aware of the passing time.

Chanyeol tidak menyadari kalau Baekhyun yang sedari tadi sudah bangun sedang mendengarkannya bernyanyi dan entah kenapa Baekhyun merasakan Chanyeol yang bernyanyi dari hati seperti pria itu tengah mengeluarkan isi hatinya. Dan Baekhyun yang bisa melihat dengan jelas asap yang keluar dari mulut Chanyeol membuat gerakan reflek Baekhyun yang mengusap ngusap tangannya dan menyentuh kedua pipi Chanyeol membuat Chanyeol berhenti bernyanyi juga melangkah dan menengok ke arah Baekhyun yang juga menatapnya dari samping.

"Dingin kan?"

Baekhyun tersenyum dan mengulang dengan menggosok kedua tangannya kemudian meniupnya dan menempelkan lagi di pipi Chanyeol agar lebih hangat. Chanyeol yang mash menatap Baekhyun tidak bereaksi apapun hingga Baekhyun memperlihatkan senyuman manisnya yang ditujukan untuk Chanyeol yang begitu cepat menular ke pria jangkung itu yang kini tengah memejamkan matanya. Chanyeol membuka matanya dan mengangguk sambil tersenyum saat Baekhyun menekan pipi Chanyeol sampai keduanya tertawa. Chanyeol kembali berjalan.

"Akhir akhir ini aku makan banyak sekali sampai rasanya berat badanku naik banyak. Apa kau tidak keberatan Yeol?" Chanyeol menggeleng dan berkata 'Tidak' membuat Baekhyun mendengus tidak percaya. "Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri"

Chanyeol seolah menuli dan semakin mengeratkan gendongannya, berjalan santai kemudian melirik kearah Baekhyun yang menumpukan kepalanya di bahu Chanyeol. Rasanya hangat, Chanyeol menghirup nafasnya dalam dalam ketika nafas hangat Baekhyun menyentuh lehernya.

"Baek, bagaimana persiapanmu? Sudah siap untuk lusa?"

"Hm? Apa kompetisi itu yang kau maksud?"

"Iya, sepertinya kau berlatih sangat keras sampai aku tidak pernah melihatmu lagi…"

"Ya kau benar, B.I menculikku setiap hari dan mengurungku hahaha….tapi aku menikmatinya"

"Aku tidak sabar ingin melihatmu" Chanyeol bergumam pelan menyuarakan isi hatinya.

"Heiiiii kita akan sama sama melihat kan? Semua akan melihat kita"

"Tapi yang paling ingin kulihat adalah dirimu"

"Kenapa begitu?"

"Karna aku tau kau selalu luar biasa di atas panggung"

"Kau sungguh sedang memujiku Yeol?"

"Tentu saja aku akan selalu memujimu, tidak hanya itu aku akan selalu mendukungmu"

"Hehehee"

"Dan aku tau kau akan berhasil, baek"

"Kenapa hanya aku? Kau juga harus berhasil bodoh"

"Hahaha…mana bisa si bodoh ini akan berhasil? Banyak hal yang harus kuperbaiki…."

PLAK!

"Aku hanya bercanda mengataimu bodoh kenapa kau serius begitu. Aku juga tau kau pasti akan sangat luar biasa nanti, aku menantikan permainan gitarmu pasti keren apalagi dengan suara Kyungsoo yang lembut itu" Baekhyun memukul pelan Chanyeol saat dirasa pria itu terlalu serius dengan candaannya.

"Aku tidak sebekerja keras sepertimu"

"Kalau tidak si B.I itu tidak akan berhenti mengomel, jadi aku harus berlatih. Dasar bocah itu berani sekali menyuruhku begini begitu padahal aku lebih tua darinya"

Chanyeol tidak tahan untuk tidak gemas dengan Baekhyun yang cemberut begitu. Chanyeol tidak menganggap omongan Baekhyun serius tapi Chanyeol hanya sadar diri dan diingatkan dengan betapa bodohnya dirinya. Terlaru larut dengan pikirannya Chanyeol baru sadar matanya melihat ada halte tidak jauh di depan mereka. Mereka duduk di halte dengan keadaan dimana keduanya diam sampai Baekhyun menyadari tubuhnya yang hangat kemudian menoleh kearah Chanyeol yang menyatukan kedua tangannya.

"Bisnya datang"

Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan menggenggamnya saat bis berhenti kemudian duduk di bangku sedikit di belakang barulah Baekhyun melepaskan tangannya. Baekhyun duduk di dekat jendela dengan melihat kearah kaca dimana pemandangan malam terlihat hanya lampu lampu jalanan sedangkan Chanyeol ada disampingnya tengah memperhatikannya. Chanyeol melihat Baekhyun yang menguap berulang ulang dengan kepala yang terantuk di kaca beberapa kali sampai tangan besar itu dengan pelan mengambil kepala Baekhyun untuk bersandar di bahunya.

"Tidurlah"

Baekhyun merasakanya lagi, dadanya yang berdentum keras namun nyaman dan Baekhyun tidak ingin menolak atau mengangkat kepalanya menjauh terlebih saat tangannya di genggam oleh Chanyeol dengan kepala Chanyeol yang menumpu di kepala Baekhyun. Rasanya hangat sangat hangat. Baekhyun yang tadi menguap karena kantuk kini hilang begitu saja, tidak sedetikpun matanya terpejam untuk istirahat. Mereka tidak ada obrolan sama sekali, hanya diam dengan kecamuk pikiran masing masing sampai bus berhenti dan mereka turun dengan Chanyeol yang menggandeng Baekhyun kali ini. Bus turun di halte dekat komplek perumahan Baekhyun dan saat bus sudah menjauh suasana menjadi sangat canggung.

"Err…Aku bisa pulang sendiri, Yeol. Kau pulang saja ini sudah malam" Baekhyun menoleh sedikit ingin melihat ekspresi Chanyeol.

"Ini masih jauh dari rumahmu, Baek. Kau tidak tau bahaya di depan sana"

"Aku bisa menjaga diriku sendiri kok!" dia berseru karna jika bahaya yang dimaksud Chanyeol adalah orang orang nakal Baekhyun bisa mengatasinya, setidaknya Baekhyun masih ingat bagaimana menggunakan kemampuan hapkidonya.

"Benarkah?" dan balasan yang Chanyeol berikan adalah dengan nada menyindir sedikit tersenyum membuat Baekhyun jengkel.

"Iiiiisshh"

Baekhyun yang memang tadi sudah mengantuk kini kembali menguap terus terusan dan Chanyeol yang melihatnya cukup kasian hingga pria jangkung itu berhenti di depan Baekhyun dan berjongkok.

"Naiklah"

Baekhyun tidak menolak dan saat melihat Chanyeol sudah menyuguhkan punggungnya pria mungil itu langsung naik kepunggung Chanyeol dan memeluknya erat sampai pria Park itu berdiri dan membenarkan agar gendongannya nyaman. Baekhyun bersandar di punggung lebar sahabatnya itu, mengusapkan pipnya di punggung Chanyeol hingga terdengar kekehan dari Chanyeol.

"Baek, berapa berat badanmu?"

"Kenapa?" Baekhyun menjawab lemah dengan mata mulai sayup sayup menutup.

"Kenapa kau berat sekali? Punggungku rasanya mau patah"

BUGH!

"Awkh…Akhh…kenapa memukulku?"

Chanyeol protes tapi dia tertawa puas saat tau Baekhyun merengut marah karna bercandaan yang Chanyeol lontarkan, Baekhyun tidak berat justru terasa sangat ringan sampai Chanyeol menanyakan pola makan Baekhyun yang hanya terlontar di dalam hatinya.

"Menyebalkan"

Baekhyun mendengus dan menggerak gerakkan tubuhnya membuat keseimbangan Chanyeol sedikit oleng.

"Ya…Baek kita bisa jatuh, hentikan"

Baekhyun berhenti tapi sedetik kemudian Chanyeol kembali teriak…

"Aarrgh…."

Chanyeol menyentuh lehernya dan menatap Baekhyun penuh tanya dan apa yang Chanyeol dapatkan hanya Baekhyun yang menjulurkan lidahnya main main dan tertawa senang. Tidak menyadari telinga yoda yang berubah memerah, bukan karna dingin tetapi karna apa yang baru saja Baekhyun lakukan.

Baekhyun menggigit leher Chanyeol…

Puk puk

"Heh?"

"Kenapa diam. Ayo jalan, Yeol"

Chanyeol memperlihatkan dimplenya dengan senyum yang mengembang kemudian mengeratkan tangannya. Dadanya bersorak gembira tiba tiba bahkan dinginnya malam tak lagi membuatnya merasa kedinginan.

"Chanyeol…"

"Ya"

"Menyanyilah, aku ingin mendengar kau menyanyi lagi"

"Apa yang ingin kau dengar?"

"Tadi, lagu yang tadi kau nyanyikan…aku ingin mendengarnya lagi." Chanyeol diam kemudian menoleh melihat Baekhyun yang menyandarkan kepalanya di bahunya. "Lagu itu, apa kau sendiri yang menciptakannya?" Baekhyun berucap sedikit menggumam.

"Eum, bagaimana menurutmu?"

"Aku menyukainya"

"Aku hanya akan menyanyikannya untukmu"

Dan Chanyeol kembali bernyanyi sebelum mendapat respon dari Baekhyun yang tersenyum.

Rasanya sudah sangat lama dia tidak masuk kedalam kamar Baekhyun lagi sejak keduanya saling menjauh dan kali ini entah apa penyebabnya mereka mengobrol seperti tidak ada sesuatu yang terjadi diantara kedunya. Chanyeol dengan pelan menidurkan Baekhyun dan menyelimuti tubuh kecil yang nampak rapuh dan wajahnya yang lelah begitu terlihat.

Chanyeol tau Baekhyun berlatih seperti tidak mengenal waktu.

Dia menatapi wajah itu tanpa bosan, jemarinya menyentuh helai poni Baekhyun yang mengenai matanya. Entah apa yang Baekhyun pikirkan hanya saja Chanyeol merasakan hal aneh. Baekhyun memintanya untuk menjauh dan Chanyeol seolah mengabulkannya meski hati pria jangkung itu begitu berat. Namun emakin berat saat harus melhat Baekhyun memitanya dengan memohon. Dia tidak akan melepas Baekhyun namun tidak ingin menyakiti dan membuat beban untuk Baekhyun.

Dan malam ini seperti kejadian malam menyedihkan itu hanyalah sebuah ilusi yang tidak pernah ada saat dengan lembutnya Baekhyun tiba tiba menempelkan kedua telapak tangannya memberikan kehangatan untuknya. Baekhyun tersenyum, bercanda dengannya, menggenggam tangannya, menatapnya lembut.

"Selamat malam, Baekhyun-ku"

Dia berbisik pelan tepat di depan Baekhyun yang hanya berjarak beberapa centi setelah mencium kening Baekhyun. Menyelimutinya memastikan Baekhyun tidak kedinginan.

Setelah puas menatap wajah tidur Baekhyun Chanyeol beranjak dan mematikan lampu utama setelah menyalakan lampu kecil hingga tatapannya melihat boneka Rillakuma. Chanyeol ingat terakhir dia kesitu semua barang yang berKaitan dengannya tidak ada satupun dan kali ini boneka itu ada kembali, Ya boneka darinya tepat di sisi Baekhyun.

Setidaknya ada satu barang tentang dirinya yang di simpan Baekhyun dan terlihat dimatanya. Chanyeol keluar dan dengan pelan menutup pintunya.

"Selamat malam…Chanyeol"

e)(o

Jongin mengintip dari balik tirai dengan mengigiti pipi dalamnya melihat banyak kerumunan manusia juga kursi kursi merah yang terlihat mahal sudah tertata rapi di bagian paling depan. Dan tulisan 'Juri' di papan persegi itu membuat Jongin semaki memucat, detak jantungnya bekerja semakin keras. Hari ini adalah hari dimana kompetisi yang selama beberapa bulan ini menjadi topik hangat di setiap penjuru kampus terutama untuk anak anak yang masuk di kegiatan seni.

"Kai…apa yang kau lakukan?"

"Baekkie hyung lihatlah di depan sana…" Jongin menarik lengan Baekhyun tapi Baekhyun melepasnya untuk menolak adik tingkatnya itu.

"Kau mengintip?" Baekhyun menukikkan alisnya dengan menuduh Jongin dan Jongin mengangguk dengan wajah yang kelihatan gerogi.

"Hyung coba kau intip kesana" dia masih saja memaksa karna Jongin tidak ingin sendirian merasakan perasaan mendebarkan itu.

"Aku tidak mau, itu bisa menjatuhkan mentalku."

"Sedikit saja hyung ayolaaah…"

" .tidak! sudah ayo Suho hyung menyuruh kita berkumpul" Baekhyun kini yang gantian menarik Jongin untuk meninggalkan belakang panggung dan kepala Jongin masih saja menoleh kebelakng.

.

.

.

.

"Semuanya tolong merapat, Luhan kau lakukan absensi dan pastikan tidak satupun yang telat. Semua harus ada. Segera laporkan padaku dan aku akan mengurus selanjutnya."

"Baik hyung"

Luhan mengambil lembaran kertas berisi nama nama setiap grup kemudian mengabsen dan memberikan nomor urut tampil mereka. Sebenarnya Luhan juga sedikit kerempongan karna dirinya juga harus menyiapkan mental untuk tampil bersama Sehun dan Jongin nanti terlebih dia mendapat nomor urut tiga sedangkan sebagai wakil dari Suho tentu saja dia tidak bisa lepas tangung jawab. Dan konsentrasinya sedang di bagi bagi. Dia tidak tau bagaimana harus fokus di satu bagian saja.

"LUHAN!"

"Baek kau kemana saja? Kau belum melakukan absen"

"Lu gawat, ini gawat" Baekhyun berwajah merah sedang rautnya terlihat panik membuat Luhan ikut panik juga.

"Tenang baek tenang, katakan apa yang kau bilang gawat?"

"B.I…dia ada penilaian mendadak di agensinya" mata Baekhyun mulai berkaca kaca sedang Luhan membola tidak percaya.

"Bagaimana bisa mendadak?!"

"Aku tidak tau Lu…." Air matanya sudah jatuh dan Luhan yang tidak tau harus bagaiman hanya menarik Baekhyun dan memeluknya.

"Tenanglah baek, kita cari jalan keluarnya….jangan menangis"

Baekhyun diam dan hanya menangis, masalahnya adalah dia tampil setelah Luhan sedang B.I tiba tiba menghubungi dan mengabarkan hal itu tentu saja Baekhyun tidak bisa tenang.

"Ada apa dengan Baekhyun?" Suho datang dan melihat Baekhyun dan Luhan yang duduk sedangkan Baekhyun menangis sesenggukan.

"Hyung, partner Baekhyun sedang ada penilaian di agensinya khusus para tainee dan dia belum bisa datang sekarang. Dan Baekhyun harus tampil ke empat dan semua jadi seperti ini" jelas Luhan.

Sama seperti Luhan reaksi Suho justru lebih parah. Dia tidak bisa menyalahkan B.I dan memaksanya untuk datang sekarang karna resikonya juga besar untuk B.I. jika B.I datang dan meningalkan penilaian di agensinya B.I bisa mendapat final. Dia akan dikeluarkan dari agensi. Dan yang meminta B.I untuk mengikuti kompetisi membantu Baekhyun adalah dirinya.

"Luhan siapa yang tampil terakhir?"

"Tunggu sebentar, hyung" Luhan melepas tangannya dari tubuh Baekhyun dan mulai membuka lembaran dan mengecek siapa yang harus tampil terakhir. "Chanyeol dan Kyungsoo. Dia dapat giliran terakhir"

Tidak ada respon apapun dari Suho, dia langsung meninggalkan Luhan bahkan menolehpun tidak.

"Lu…"

"Tenang baek, Suho hyung pasti punya jalan keluar"

Baekhyun memang berhenti menangis tapi perasaannya tidak tenang, Luhan juga tidak tau harus bagaimana yang bisa dia lakukan hanya menenangkan sahabatnya dan ikut prihatin, Baekhyun berulang kali menghela nafas dan melihat jam sampai Suho datang lagi dengan Chanyeol disebelahnya dan wajah khawatir.

"Baek kau tidak apa-apa?"

"Chaaaan..."

Chanyeol datang dan langsung duduk disebelah Baekhyun yang kembali mewek, tubuh kecilnya kini sudah berada di dekapan Chanyeol yang sialnya dia kembali menangis.

"Tenanglah, Suho hyung sudah mengatakannya semuanya."

"Aku harus bagaimana?"

"Baekhyun dengarkan…" Suho ikut duduk diantara mereka bertiga dengan tampang serius, Baekhyun menoleh menghadap Suho masih dengan lengan Chanyeol yang memeluknya. "Aku merundingkan ini dengan Chanyeol, kalian tukar posisi. Baekhyun akan tampil terakhir sambil menunggu B.I. selama itu kita akan berusaha menghubungi B.I."

Baekhyun mendongak menghadap Chanyeol, ini bukan hal mudah untuk memutuskan. Bagaimanapun Chanyeol juga memiliki partner dan mereka datang tanpa Kyungsoo dan Baekhyun tidak tau apakah kekasih Chanyeol itu akan setuju begitu saja? Dan bagaimana jika sampai saat itu B.I juga tidak datang? Apa dia akan di diskualifikasi? Oh tidak…Baekhyun tidak bisa membayangkan itu. Dia berlatih dengan serius selama ini dan itu bukan hal mudah. Setidaknya ini mimpinya untuk tampil di hadapan seseorang yang bisa membawanya untuk mencapai mimpinya.

Chanyeol mengusap pipi Baekhyun dan mengangguk meyakinkan Baekhyun jika dirinya setuju untuk bertukar posisi dengan Baekhyun.

"Kita akan bertukar baek. Aku akan tampil lebih dulu jadi untuk sekarang kau tenanglah, jangan menangis lagi. Hm?"

"Tapi bagaimana dengan Kyungsoo?"

"Dia akan mengerti. Percayalah padaku"

"Jadi kalian belum mengatakannya? Kyungsoo belum tau?"

Suho menggeleng sedangkan Chanyeol hanya diam dan Luhan mengumpat pelan.

"Chanyeol sebaiknya kau temui Kyungsoo, Baekhyun biar disini dan mencoba menghubungi B.I denganku. Dan Suho hyung cepat beritahu ini kepada yang lain dan rubah formasi. Aku harus menyerahkan data penampilan ke setiap juri juga mc"

Luhan yang sejak tadi hanya diam mendengarkan tiba tiba berdiri bersedekap dan memerintah begitu saja, untungnya tidak ada yang mengumpatinya terutama Suho dan justru Chanyeol dan Suho segera beranjak membuat Luhan berdecih dan duduk kembali disebelah Baekhyun.

"Masih ada waktu setengah jam, baek. Yakinlah B.I akan datang" Baekhyun hanya mengangguk lemah dengan pikiran yang berkecamuk.

Dan waktu setengah jam itu sudah berlalu, bahkan penampilan pertama sudah selesai. Jongin yang terus mondar mandir di depan Baekhyun membuat Baekhyun semakin tak nyaman, pria yang selalu percaya diri dengan tariannya itu tiba tiba segugup itu bahkan Sehun dan Luhan yang bisa dikatakan masih di bawah Jongin kemampuan menarinya bisa lebih tenang. Dan Suho yang harusnya kini berada disana justru tidak nampak sosoknya sedikitpun.

"Hei…"

Baekhyun terkejut saat kedua tangannya digenggam dengan hangat, kemudian dia mengangkat kepalanya dan dihadapannya Chanyeol tengah berjongkok dan tersenyum tampan. Sejak tadi Chanyeol memang menemaninya duduk di samping Baekhyun saat pria mungil itu sedang kalut dalam pikirannya.

"Sudah kubilang jangan khawatir, kau akan berhasil. Percayalah padaku"

Baekhyun ingin tapi dia tidak bisa sebelum partnernya itu benar benar terlihat dihadapannya. Matanya mengikuti pergerakan Luhan dan Sehun yang berdiri tiba tiba.

"Chanyeol, apa mereka akan tampil?"

"Iya, sekarang giliran mereka"

"Itu berarti sebentar lagi…"

"Aku dan Kyungsoo. Dia setuju, maaf tidak memberitahumu"

Baekhyun menggeleng tidak masalah, pandangannya dia edarkan untuk mencari Kyungsoo yang memang sejak tadi tidak dilihatnya. Sebentar lagi penampilan mereka tapi Chanyeol tidak terlihat sedang bersama kekasihnya, bukankah mereka harus bersiap siap dan setidaknya merundingkan apa apa saat tampil nanti?.

"Chanyeol…"

"Oh Kyungsoo"

"Ayo siap siap"

"Hm, Baek aku bersiap siap dulu. Kau sudah janji akan melihat penampilanku kan?" Baekhyun mengangguk, "Kalau begitu untuk sekarang bisakah kau fokus di penampilanku?"

"Kau ini, aku akan melihatmu, Yeol"

Chanyeol berdiri dan menghampiri Kyungsoo yang menyerahkan gitarnya, Chanyeol dan Kyungsoo sudah berdiri di belakang tirai sambil menunggu Luhan, Jongin dan Sehun yang sedang mendapat komentar dari juri. Kyungsoo membantu Chanyeol untuk merapikan penampilan pria jangkung itu, kerahnya yang sedikit berantakan, rambut Chanyeol yang mungkin nampak kurang rapi bagi Kyungsoo kemudian melihat dari atas sampai bawah memastikan semua nampak rapi seperti apa yang Kyungsoo mau. Dan itu semua nampak jelas di hadapan Baekhyun, dia berdecih pada dirinya sendiri kemudian memukul pelan kepalanya.

"Jangan bodoh Baekhyun, iiissshhh"

"Baekhyun!"

"Eh?"

"Aku naik"

CUP!

Chanyeol sudah naik ke atas panggung meninggalkan Baekhyun yang masih berkedip kedip dengan bibir mengatup rapat. Dan banyak pasang mata yang menatap ke arahnya.

Barusan itu apa? Chanyeol menciumku?

"Ekhm…! Hei hyung, apa yang Chanyeol hyung lakukan padamu di depan kekasihnya?"

BUGH!

"Aku mau melihat penampilan mereka, ayo Lu"

Sehun dan Jongin tertawa keras melihat wajahnya Baekhyun yang merah seperti kepiting sambil menyeret tangan Luhan yang masih menetralkan nafasnya, bukan karna marah atau tersipu, tentu saja dia malu karna semua orang disana melihat bagaimana Chanyeol yang menghampiri Baekhyun dan tiba tiba mencium bibir Baekhyun dengan menangkup wajahnya. Karna semua tau siapa kekasih Park Chanyeol yang sesungguhnya dan sebagai sahabat tidak seharusnya Chanyeol menciumnya di area itu bukan?

"Jongdae, apa aku salah melihatnya tadi?"

"Tidak Yixing. Aku juga melihatnya." Yixing menoleh saat mendengar Jongdae yang terlihat santai tidak ada tampang terkejutnya seperti dirinya.

"Jongdae? Aku aku melewatkan sesuatu lagi?"

Baekhyun terus melebarkan sudut bibirnya melihat bagaimana Chanyeol di atas panggung, dia akan selalu terpesona dengan Chanyeol yang menikmati memetik gitar kesayangannya. Chanyeol dan Kyungsoo membawakan lagu yang nyaman untuk didengarkan dengan musik yang santai. Baekhyun berpikir Kyungsoo sangat beruntung karna dapat sepanggung dengan Chanyeol yang dulu dan sampai sekarangpun masih menjadi impian Baekhyun.

Suara tepuk tangan meriah terdengar sangat keras juga teriakan teriakan para penonton yang Baekhyun yakini mereka adalah fans Chanyeol. Tidak bisa dipungkiri ketampanan orang yang masih di cintainya itu sangat popular di kampusnya.

Ada tiga juri dan setiap juri memberikan komentar yang bagus, memuji suara Kyungsoo, memuji lagu ciptaan Chanyeol juga permainan gitarnya, memuji suara keduanya yang sangat pas sebagai pasangan duet. Kata terimakasih terus Chanyeol dan Kyungsoo ucapkan sampai akhirnya keduanya kembali ke backstage untuk mendapatkan sambutan meriah lainnya dari teman teman anggota seni.

"Kalian luar biasa keren, waaaah Yixing kita harus bisa lebih baik dari mereka"

Jongdae menepuk bahu Chanyeol yang tertawa sambil mengusap keringatnya kemudian Jongdae juga menyalami Kyungsoo untuk memberi selamat. Meski dirinya tidak yakin bisa sebagus Chanyeol dan Kyungsoo tapi Jongdae tetap percaya penampilannya tidak buruk.

Chanyeol menatap Baekhyun yang juga menatapnya tersenyum lebar dan tanpa berpikir panjang Chanyeol melangkah cepat untuk berbagi bahagianya bersama Baekhyun.

"BAEKHYUN HYUUUUUNG!"

Semua mata menoleh pada sumber suara hingga Baekhyun tiba tiba meneteskan airmatanya saat tubuhnya di tubruk dan memeluknya erat.

"Kenapa baru datang bodoh!"

"Maafkan aku hyung…"

"Astaga keringatmu, B.I cepat kita harus bersiap"

"Oke hyung"

Baekhyun menarik tangan B.I untuk mengganti kostum juga memberi sedikit polesan diwajah juga menata rambutnya, Luhan yang memang lebih baik melakukannya mengekor di belakang keduanya dan membantu Baekhyun.

Seseorang tersenyum miris melihat Baekhyun berlalu begitu saja tanpa ucapan selamat untuknya.

"Jangan cemburu hyung, Baekhyun hyung hanya terlalu senang dan lega partnernya datang, itu berarti dia ada kesempatan untuk tampil" Sehun merangkulnya dan mendapat decihan dari Chanyeol sebagai jawaban dan berlalu begitu saja.

.

.

.

"B.I bagaimana kau bisa datang setepat ini?" Baekhyun memulai introgasinya saat rambut depan B.I tengah Luhan jepit agar bisa memoles pria itu.

"Suho hyung datang ke agensiku dan bicara langsung dengan sajangnim kemudian timku dipanggil untuk tampil lebih dulu untuk dinilai kemudian aku diijinkan keluar dan Suho hyung yang membawaku kesini"

"Sungguh?" B.I mengangguk sedangkan Luhan dan Baekhyun saling menatap dengan mulut menganga tidak percaya Suho melakukan sejauh itu, Baekhyun terharu dengan pengorbanan Suho.

"B.I kita tampil terakhir dan sepertinya kita akan segera tampil"

"Suho hyung juga sudah memberitahu itu. Apa kita perlu berlatih sekali lagi hyung?"

Baekhyun menggeleng, dia sudah sangat senang dengan datangnya pria itu tepat waktu sebelum dia tampil. B.I datang dengan wajah lelah dan berkeringat pasti butuh istirahat juga dia, dan Baekhyun tidak ingin membuat partnernya semakin lelah setelah dirinya mendapat penilaian dari agensinya dan sekarang dia akan mendapat penilaian lagi. Baekhyun tidak bisa membayangkan seberapa lelah dan kuatnya partnernya itu.

"Ayo kalian bersiap, Jongdae dan Yixing sebentar lagi selesai dan kalian setelahnya"

.

.

.

Baekhyun, B.I dan Luhan kembali ke ruang semula, disana sudah ada Suho yang tengah meneguk air mineral dan saat melihat Baekhyun dan B.I wajahnya tersenyum dengan nafas yang masih memburu hingga sebuah jempol ia perlihatkan untuk dua pasangan yang akan tampil sebagai penutup itu.

"Jangan sia siakan keringatku dan datang menjemputmu bocah. Kalian harus tampil dengan baik"

"Ya hyung, terimakasih"

Jongdae dan Yixing sedang mendapat komentar dari juri dan tidak jauh dari Chanyeol dan Kyungsoo, komentar itu sangat bagus. Baekhyun mengedarkan pandangan mencari sosok jangkung yang tidak terlihat, Baekhyun pikir Chanyeol pergi dengan Kyungsoo tetapi Kyungsoo ada disana, duduk dengan Sehun dan Jongin.

"Mencariku?"

"Chanyeol….." Baekhyun terlonjak saat tiba tiba suara baritone berbisik di telinganya dari belakang.

"Sebentar lagi kau akan naik ke atas panggung untuk kedua kalinya. Percayalah pada dirimu bahwa kau mampu. Apa kau gugup?"

"Sangat"

"Hal wajar, aku tadi juga tapi kurasa kau akan lebih baik karna ini bukan pertama untukmu bukan?"

Baekhyun mengangguk dan saat kepalanya di usap dengan telapak tangan Chanyeol ada perasaan tenang yang sedikit mengurangi kegugupannya terlebih saat usapan dikepalanya kini berubah mengusap pipinya.

"Aku akan merekammu"

"Sungguh?"

"Aku sudah menyiapkan ini" Chanyeol menunjukkan kameranya dengan bangga.

Baekhyun senang sangat senang. Dia tau banyak yang memperhatikannya dengan Chanyeol. Baekhyun tau hanya saja hati kecilnya mengatakan untuk sekali ini saja dia ingin egois dan memonopoli sahabatnya itu. Hanya hari ini dan dia berjanji tidak akan merebut Chanyeol.

Karna itu saat namanya dan B.I di panggil oleh MC Baekhyun memeluk Chanyeol dan mencuri ciuman di bibir Chanyeol kemudian meninggalkan pria itu.

"Kau cemburu hyung?"

"Aku ingin ke toilet"

.

.

.

Baekhyun duduk di depan grand piano sedang B.I duduk di property yang di buat seperti tangga dan ketika jemari Baekhyun mulai menekan tut hitam putih itu suara B.I mulai terdengar bergantian dengan Baekhyun.

You appeared in my dream last night

I couldn't recognize you because you looked older

I was scared, it seemed like this would become my reality

I made a promise in your arms before I left

I said I would build a house and wait for you

You should've just aged but why did you age so beautifully?

Not making me able to recognize you, my mischievous mom

I missed you like crazy but couldn't see you, my love

I can go anywhere and boldly say, you are my pride

Your smile in the photo is the knife that cuts though my sadness

You became my dream, now what time do you wanna come? Tell me

I'll pick you up, my earnest person

I hope my remaining footstep

Will come to me tonight

At the end of this moment of running

No limit gon touch the sky

For me who has been dreaming

Tonight, throw it away

At the end of this moment of running

No limit gon touch the sky

Giving up my youth, I ran barefoot for three years

After saying a heartless goodbye to my family and friend

Living each day, always nervous about tomorrow

I told them to trust me, that we will succeed for sure

With the weight of not just my life but five other on my shoulders, looking for chances

I've been looking for a chance lifting them all on my shoulders

I had no choice but to throw away the pressure and failures

Now I want to see the light so I put my future on the line

The God asked me if I wasn't gonna regret this

But I answer without hesitating, why would I regret?

What's left behind this stage is either success or failure

I put my everything on line and there is no next time

My determination has no choice but to be different from others

Even if this is my last time

I will sing without regret, I will sing and sing

Yeah We Flyin tonight

Flyin tonight Flyin tonight Flyin

I hope my remaining footstep

Will come to me tonight

At the end of this moment of running

No limit gon touch the sky

For me who has been dreamed

Tonight, throw it away

At the end of this moment of running

No limit gon touch the sky

Touch the sky touch the sky touch the sky

In the passing time,

The memories become songs

In this moment, everyone touch the sky

Baekhyun menghentikan jemarinya saat di rasa seseorang sudah memeluknya dari samping, dengan tubuh bergetar. Tidak, bukan hanya B.I tapi juga dirinya yang sudah basah dengan air mata.

"Hyung, kita melakukannya…kita melakukannya hyung" Baekhyun mengangguk cepat dan balas memeluk B.I.

Dua bulan lebih mereka selalu bersama, pertama kali menjadi partner keduanya saling bercerita dan terbuka hingga ketika ada beberapa kesamaan dari merekalah lagu itu tercipta. Baekhyun yang sejak kecil ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan hanya hidup bersama Baekbom harus melalui masa masa sulit itu dimana dia ingin menunjukkan kemampuannya dan melihat ibunya tersenyum bangga dan memeluknya, bagaimana dia ingin memperlihatkan sosok Baekhyun di atas panggung untuk ayahnya yang juga seorang musisi seperti yang ayahnya inginkan. Dan semua itu belum sempat dia lakukan.

Hal yang sama yang ingin B.I lakukan, bedanya B.I masih memiliki seorang ibu yang bekerja keras untuk B.I. itulah kenapa saat lagu itu kini berhasil mereka bawakan di atas panggung emosi itu keluar begitu saja. Tidak mampu airmata itu untuk dibendung lagi. Hingga suara tepukan tangan meriah menyadarkan keduanya dan sama sama menatap kedepan. Mereka baru menyadari, saat ini mereka sedang di atas panggung, dihadapan banyak penonton dan juri professional yang berdiri memberikan tepuk tangan. Standing applause.

Satu dari impian kecilnya kini terwujud.

TBC

Anggap aja itu yang nyanyi Baek sama Hanbin yaa… wkwkwkwk

Aku memang sudah jatuh cinta dengan lagu itu sejak jaman win, untuk pertama kalinya denger. Padahal waktu itu aku jagoin team A tapi aku nangis karna team B. salah satu dari tiga lagu yang selalu bikin aku nangis kalo dengerinnya sambil nonton videonya.

Maaf menunggu lama untuk chapter ini.

26 Maret 2019 kst

Happy Birthday Kim Minseok, Happy Bornday Xiumin, and Saengil Chukkae fake maknae of EXO I hope you'll Happy as always, Don't get hurt, really love your smile, thanks a lot to be EXO member. Love You 4EVA.

Dan ayo dukung debut SOLO CHEN.