Terima kasih untuk para reader,reviewer dan teman-teman yang membantu pembuatan I Can't Let You Go dari awal hingga akhir. Benar-benar menyenangkan menulis bersama kalian. *serasa mau pisah aja. Tapi dari awal hingga akhir Popcaga sangat menikmatinya. Selamat membaca
Disclaimer : Gundam Seed bukan punya saya sepenuhnya punya Sunrise
Chapter 10
Ending story
Tubuh Athrun lunglai diatas tempat tidur. Beberapa selang sudah menancap ditubuhnya. Nafasnya lemah. Wajahnya pucat dan matanya terpejam,entah dia tidur atau tak sadarkan diri. Dokterpun masih belum bisa menentukan diagnosa yang pasti untuk Athrun. Athrun kini dirawat di Mansion Atha. Di ruangan kesehatan khusus milik Cagalli. Dengan teknologi kesehatan yang lengkap dan terbaru.
Hari telah sangat larut menjelang Pagi. Cagalli terdiam disamping Athrun, sudah beberapa jam berlalu setelah dia menyelesaikan pekerjaannya di parlemen. Cagalli menggenggam tangan Athrun pelan.
"Kenapa kau membuat dirimu terluka? Ini sudah kedua kalinya lho, kau pulang dengan tubuh penuh luka. Kau ingin membuatku mati karena serangan jantung?"
Shinn datang menghampiri Cagalli sambil membawa selimut lalu menyelimutkan ke tubuh Cagalli.
"Lady... Anda akan tidur disini?"
"Ya ... Shinn..."
"Baiklah saya akan tidur dikamar sebelah jika anda perlu sesuatu panggil saya..."
"Ya ... Shinn terima kasih"
"Jangan terlalu lelah Lady..."
"Iya..."
Shinn pergi menjauh setelah menghela nafas panjang. Dia memahami gadis yang telah 2 tahun bersamanya. Dia menghormatinya dan menyayanginya namun dia mengerti posisi gadis itu saat ini.
Cagalli memandang Athrun dengan lemas, membelai rambut biru gelap miliknya. Merapikan rambutnya yang sedikit memperhatikan bulu mata yang lentik, kulit putihnya yang lembut. Lalu Cagalli merebahkan diri disamping Athrun dengan hati-hati.
"Aku boleh tidur disini kan ? Athrun?"
Cagalli tertidur tak lama kemudian. Kira yang sedari tadi bersama mereka terdiam, memandang Cagalli dengan nanar. Menyelimutinya. Meski Cagalli tak bilang apa-apa. Dia tahu Cagalli sedang sedih, sangat sedih. Dia sering mendapati Cagalli menangis dalam tidurnya. Kira membelai rambut Cagalli dengan pelan. Kembaran yang sangat dia sayangi, dia satu-satunya keluarganya. Kira meski hidup dengan orang tua angkat dia kaya akan kasih sayang berbeda dengan Cagalli yang hanya diasuh oleh Uzumi-sama. Jadi dia minim kasih sayang sehingga Kira sangat ingin memanjakannya.
"Athrun bangunlah... Cagalli membutuhkanmu..."
POPCAGA
Shinn meminum kopinya di balkon. Lalu duduk sambil memandang laut. Kira mendekati Shinn.
"Boleh aku ikut bergabung?"
"Ya... tentu... Kira-sama. Silahkan"
"Kau tampak sedih? Kenapa?"
"Hanya memikirkan cara untuk menghibur Lady... dia tetap melakukan pekerjaannya dengan sempurna, namun begitu pekerjaannya selesai dia rapuh kembali memandang Athrun."
"Yah... Karena Cagalli memikul tanggung jawab yang besar. Dan dia tidak akan pernah melupakan hal itu, meski dia sedang terluka sekalipun."
"Tapi Lady... sedikit berubah. Dulu biasanya meski dia sangat stres dia tak akan pernah membantah kata-kataku tapi... sekarang..." Shinn menggenggam Celana panjangnya
"Dia mungkin lelah Shinn banyak hal buruk menimpa dirinya dan kami sejak kami masih keci... Ayah kami seorang ilmuan yang ingin menciptakan manusia-manusia unggul. Dan tak pernah bertemu dengan kami, Cagalli dan aku driawat terpisah, meski aku sedikit beruntung memiliki keluarga lengkap tidak seperti dia, tapi dia tak pernah sedikitpun merasa sedih. Dia tegar menghadapinya. Kehilangan orang yang dicintai membuat hidupnya menderita di usianya yang semestinya memanjakan dirinya dengan berdandan dan bersolek. Dia sudah sering ditunangkan dengan orang lain dan dengan senyum dia menerimanya. Dia dan Athrun saling mencintai aku tahu itu... namun takdir kembali memisahkan mereka sekali lagi. Aku tahu bagi Athrun, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Cagalli dihatinya. Meski Athrun tidak mengakuinya. Dan aku juga tahu Cagalli hanya akan selalu mencintai Athrun. Meski mereka terpisah jauh sekalipun. Dan Shinn, aku yakin bagi Cagalli kau adalah orang yang berharga baginya.
"Aku tahu Lady menganggapku sebagai keluarganya sendiri... dia mau memaafkanku yang dulu bahkan pernah hampir membunuhnya. Hatinya bersih aku tahu itu. Aku benci jika melihat dia menangis, dan aku akan berusaha menghilangkan apapun yang membuatnya menangis... tapi... aku tahu Lady tak akan menyukainya."
"Ya... karena kau memang keluarga kami Shinn."
"Kira-sama?" Shinn tercengang
"Cagalli selalu ingin melindungi semuanya... Cagalli memberitahuku segalanya tentangnya dan tentangmu . Jika kau penting bagi Cagalli maka kau juga penting bagiku. Kau adalah keluarga kami..."
"Terima kasih... Teima kasih Kira-sama ... aku sangat bahagia."
"Ya... Shinn..." Kira menepuk punggung Shinn
POPCAGA
Athrun membuka matanya pelan-pelan, pandangan masih kabur... dia mengedip-ngedipkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. Dirasakan lengannya terasa hangat. Dan dia bersyukur saat membuka matanya dia mendapati Cagalli disampingnya. Dia tersenyum meski bibirnya terasa nyeri karena masih ada bekas Lebam.
"Kau mengkhawatirkanku Cagalli... tidurlah kau pasti lelah?"
Athrun memandang Cagalli dengan nanar takdir mereka begitu kejam. Namun Athrun bersyukur bahwa dia memiliki rasa cinta yang nyata dan kuat menghadapi takdir yang kejam. Dia yakin dia akan merasa lebih kuat jika Cagalli menunggunya.
Cagalli membuka matanya dan didapati Athrun telah membuka matanya dan tesenyum padanya.
"Selamat pagi Cagalli..." Athrun lemas.
"Athrun? Kau sudah sadar?"
"Ya...kau pucat Cagalli... takkah kau makan dengan benar?"
Cagalli tak kuasa membendung air matanya dia memeluk athrun dan menangis sangat keras. Athrun hanya diam dan mengelus punggung Cagalli. Kira dan shinn yang baru masuk ruangan terdiam memandang dua sejoli yang sedang berpelukan. Kira dan shinn tersenyum sambil memandang mereka.
2 bulan kemudian...
Shinn dan Athrun duduk di meja admiral saling bertatapan dengan serius.
"Aku peringatkan kau jangan sampai membuat Lady menangis atau menderita karena aku akan tetap melindunginya. Jika kau berbuat sesuatu yang berbahaya aku akan membunuhmu.
"Baiklah-baiklah Shinn... aku mengerti. Dan satu hal kau jangan ikut-ikut sister complex seperti Kira meski secara hukum kau sudah menjadi keluarga Cagalli "
"Yah... yah,... kalau itu sih ..."
"Jangan pernah menggangguku saat berduaan dengan Cagalli..."
"Kau memang lelaki mesum seperti yang dikatakan Kira-sama... Aku akan melindungi Lady..."
"Dasar Kira bodoh..." Athrun kesal
"Jangan mengatai Kira-sama bodoh"
"Bahkan disini ada Shinn bodoh juga"
"Apa?" Shinn kesal
Athrun menghela nafas panjang
"Kita akan melindunginya Shinn... jadi... Mohon bantuannya dan... terima kasih telah melindungi Cagalli selama ini..."
Athrun mengulurkan tangan dengan senyum dan Shinn menggenggam tangan Athrun dan tersenyum
"Mohon kerja samanya" Athrun dan Shinn bersamaan
Mereka tertawa bersamaan.
POPCAGA
Athun dan Cagalli memandang langit sore sambil duduk di balkon kediaman Atha. Cagalli menyandarkan kepalanya di dada bidang Athrun. Athrun membelai rambut Cagalli. Memandang indah matahari terbenam.
"Kau benar-benar sudah tidak apa-apa?"
"Iya... aku sudah sembuh Cagalli ... jangan khawatir..."
"Aku ingin kau tahu sesuatu?"
"Apa Cagalli?"
"Jangan pernah terluka seperti itu lagi..."
"Aku tak bisa menjanjikan hal itu..."
"Kenapa?"
"Aku akan lakukan apapun untuk melindungimu... seperti janjiku padamu 4 tahun lalu..."
" Baiklah kalau begitu... Tapi janji satu hal lagi padaku?"
"Apa?"
"Jangan pernah pergi lagi..."
Athrun tersenyum
"Aku juga takkan pernah membiarkanmu pergi lagi..." Athrun memegang pipi Cagalli
"I am yours Princces..." tambahnya
Mata mereka dua bertemu. Perlahan keduanya menutup mata dan mendekatkan diri satu sama lain. Hingga tak terasa jarak mereka tinggal 1 cm satu sama lain. Athrun mencium bibir cagalli dengan lembut. Atrun dan Cagalli memejamkan mata menikmati ciuman mereka,setelah sekian lama saling merindu satu sama lain... matahari perlahan terbenam. Dan mereka menyatukan diri dalam pelukan hangat yang selama ini mereka nantikan.
OWARI
Terima kasih pada semua reader dan reviewer saya sangat senang menulis fic di fandom ini mohon maaf bila ada kesalahan dan kebodohan dalam menulis cerita ini. Semoga kalian mau menerima segala kekurangan saya. Sampai ketemu lagi...
