Sebulan sebelum hari pernikahan, biasanya undangan sudah disebar, terlebih untuk tamu undangan yang tinggalnya jauh, kayak Gaillard yang sekarang mendem di Jerman, Rati yang balik ke India—katanya mau ikutan audisi Utaran. Leon yang masih sibuk mengembangkan pulaunya demi klan Souryuu. Chrish dan Kenji Mitsusada yang sekarang sedang sibuk menjalani hari-harinya menjadi staff dan dosen di SIT, sampai Daigo yang entah di mana, mungkin sedang sibuk mengejar cinta Maria-sensei—atau malah nyasar di kelas bunuh-bunuhan dan sekarang tengah berusaha membunuh guru alien, entahlan. (1)
Saking stresnya Daigo ada di mana, Aichi sampai mengikat undangannya pada kaki burung merpati, lalu mengambil kaos Daigo yang yang entah mengapa bisa tertinggal di tempat Ren, kemudian memberikannya pada sang merpati yang masih anteng di ambang jendela.
"Cium ini dan berikan undangan itu pada pemilik kaos ini."
Edan, emang.
Ngomong-ngomong soal undangan, semuanya di-handle Aichi—ngelobi percetakan doang, sisanya si mas percetakan yang dengan pede merangkai kata-kata nan indah guna disematkan pada baris kalimatnya. Desainnya nggak jadi kartu Vanguard ataupun kartu ATM, jadinya semacam buku tabungan—ini idenya Emi. Gadis itu bilang, buku ATM adalah bukti kejujuran rumah-tangga yang paling valid. Maksudnya apa, entah.
Setelah ngotot desain undangannya buku ATM, Emi langsung ngacir ke kota. Ya, Aichi tahu betul adiknya mau ke mana. Hari ini kan pre-order doujinshi Ichinose Tokiyem dan Ittoki Otongnyan, duo idol tampan dari boyband Staresh itu—
Adikku fujoshi.
Kembali lagi pasal undangan, mari lihat salah satu teman yang telah menerima panggilan pesta-pesti dari pasangan pasutri muda kita.
.
.
Tung taratara tung tara~
India, awal Oktober.
"Wah, akhirnya undangan pernikahan Aichi-kun sampai juga," ucap Rati yang kini tengah rehat di tengah syuting filim Bollywood. Judulnya Serabiku Bukan Serabimu.
Wahai, anak Adam dan Hawa yang berbahagia.
"Kalimat pembukanya gitu bener," sungut Rati.
Dengan surat ini, kami mengundangmu yang tengah beruntung untuk datang ke pesta pernikahan dua insan unyu dan menggemaskan ini.
Kau bisa datang ke alamat yang tertera di lembar kedua dari kartu undangan ini. Soal transportasi, jangan khawatir. Kau bisa datang ke bandara lalu memesan tiket pulang pergi ke Jepang, tentunya dengan uangmu sendiri.
"Niat ngundang, nggak, sih?" decih Rati, ingin rasanya melempar kartu undangan nyolot ini ke tempat sampah, tapi ia urungkan. Akhirnya dibaca sampai akhir.
Tentu saja kami sangat berniat mengundangmu, wahai Nona Tapasha.
Rati mingkem. Siapa pula itu Nona Tapasha?
Merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran para tamu undangan untuk memberikan doa dan restu kepada kedua mempelai.
Rati tersenyum kecil. Akhirnya ada kalimat yang normal juga. Terbayang olehnya bagaimana bahagianya wajah Aichi, bersanding dengan pria yang paling dicintainya. Berjalan dalam pelengkung mawar sembari bergandengan tangan, menuju hidup baru, bahtera rumah tangga.
PS: bawa angpaunya yang banyak, ya.
"..."
Nun jauh di Jepang sana, Aichi kesedak sendok puding setelah memeriksa baris demi baris kalimat dalam sampel undangan yang diberikan mas percetakan. Si biru ini kejang-kejang, sekarat, dan terkapar dengan bahagia di pangkuan Toshiki. Modus, emang.
End
Hai. Haiii apa kabaar *cry*
Maaf minggu kemarin nggak update ya, saya sakit, jadi terpaksa nggak update huhu ;;; Tapi dun woreeh, karena sebentar lagi drabble ini akan menuju akhir, mari semangat mengerjakaaan xD Minggu ini kemungkinan saya update dua chapter. Terima kasih sudah mengikuti sampai siniiii xDD
Oh iya, ini balasan review bagi yang tydac log-in:
Kanato-desu: Aku juga mau kadonya xDD Enak rasanya jadi Emi, kayaknya www. Abisnya Kakak Ipar jarang bagi-bagi senyum xD sesekali boleh dong xD iya, harusnya minggu kemarin nih updatenya, tapi aku tumbang gegara sakit. Maafkan *cre*
putri sheilla: Karena Kakak Ipar begitu presyes xD Kai memang kayak kucing~ malu-malu meong 8DD yosh sudah di update, thank youuu *ketjup*
.
.
Trivia
(1) Berdasarkan Live Actionnya, Stand-Up, Vanguard. Di sana tokoh utamanya Daigo, yang ceritanya jatuh cinta sama bu guru Maria xD kalau parodi kelas bunuh-bunuhan udah tahu semualah yaaa xDD
OMAKE
Ishida Naoki memandang nanar. Undangan pesta pernikahan itu telah sampai di tangannya melalui Shingo—padahal seminggu belakangan Naoki tengah menghindari pertemuan dengan Aichi atau Kai. Ceritanya mau lari dari kenyataan.
Kokoro ini belum rela Aichi sayang telah dipinang oleh si KaIMPRET Toshiki itu.
Sayang, undangan yang dihindari malah sampai dari tangan Shingo.
Apa boleh buatlah, mau meraung sampai keriting pun, nama keluarga Aichi nanti tetaplah akan jadi Kai, bukan Ishida.
Naoki, dengan keberanian tingkat dewa, membuka perlahan undangannya. Ada sehelai saputangan rupanya. Naoki terharu, mungkin dilengkapi saputangan untuk menyeka airmata pedih akibat patah hati. Hem—good. Servisnya bagus juga.
Eh—tunggu—bentuknya segitiga.
"KURANG AJARR! INI KOLOR!" serunya, ingin melempar kolor itu ke luar jendela, tapi tak jadi. Mungkin aja ini kolor Aichi? Lumayan untuk kenang-kenangan Batinnya mulai edan saking sulitnya move-on.
Wahai, anak Adam yang tengah bercerai-berai kokoro-nya.
Dengan surat ini, kami mengundangmu yang tengah murung untuk datang ke pesta pernikahan dua insan unyu dan menggemaskan ini.
Kau bisa datang ke alamat yang tertera di lembar kedua dari kartu undangan ini. Soal transportasi, jangan khawatir. Kau bisa datang ke gedung Foo Fighter dengan hati sekuat baja dan pulang jalan kaki dengan hati berkeping-keping.
Merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran para tamu undangan untuk memberikan doa dan restu kepada kedua mempelai.
PS: Kolor itu bukan punya Sendou Aichi. Itu dibeli di Bargain Sale department store. Harap melebihkan uang angpau untuk mengganti biaya beli kolornya.
"Brengsek—" umpat Naoki sembari berurai aimata, kemudian menghapusnya dengan kolor bergambar naga itu.
.
.
RnR? 8D
