Halo... saya kembali! Kira-kira udah berapa bulan ya. Semoga masih ada yang tetap mau baca ni fanfic. Oh ya, judulnya juga saya ganti.
Oke, enjoy the story...
HEAT
Disclaimer :Masashi Kishimoto
Rate : T
Warning : AU, OOC, Typo Everywere dan tentunya humor gagal alias garing.
Chapter 10
Sai Si Komikus Shojou part 1
Pagiitu seharusnya cuaca yang cerah mengawali hari yang damai. Tapi, pagi itu ada sesuatu yang tidak normal.
Seperti hari-hari biasanya Yukari pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Ketika sudah berada di taman sekolah ada tiga orang laki-laki yang menarik perhatian orang-orang termasukdirinya. Rupanya tiga orang itu Naruto, Sai dan Sasuke.
Penampilan mereka bagaikan siswa berandalan dimana Sai dan Sasuke mengeluarkan baju seragam sperti anak berandalan pada umumnya sedangkan Naruto dia lebih hebat lagi, ia tidak hanya mengeluarkan baju seragamnya tapi dia tidak memakai seragam malahan dia memakai baju totol-totol bak macan tuutul yang siap menerkam masngsanya.
"Kami sedang membantu Sai untuk membuat rival baru yang mengancam posisi si tokoh utama. Jadi hari ini kami mau mneliti remaja berandalan yang berbahaya." Ujar Naruto sambil memasang tampang sangar ketika lewat di depan Yukari.
"Jadi jangan menyapa, ya apalagi ngajak ngobrol." Tambah Sasuke.
"Kami berandalan." Ucap Sai dengan senyuman di wajahnya yang tidak nyambung sama sekali dengan apa yang sedang di perankannya.
"Ehh?!Eehhh?! apaan?" Yukari tidak mengerti sama sekali tapi mereka bertiga masih terus jalan.
"Aku dikucilkan, ya.."
Tapi mereka bertiga tiba-tiba berhenti dan melihat ke arah Yukari sebentar dan langsung berlari kencang ke arahnya.
'Apaan nih? Nungguin kesan-kesanku..?!' batin Yukari melihat ketiga orang itu terus menatapnya.
"Heh.. aku baru tau kau membuat manga, Sai." Ujar Yukari.
"Ya, kami juga baru tau, kemarin sepulang sekolah dia datang keruang klub, waktu itu udah pulang, Yukari." Jawab Sasuke
"Jadi, kenapa harus pilih berandalan, sih?"
"Pikiranku buntu, jadi aku meminta bantuan mereka." Jawab Sai.
"Yukari, cowok yang sedikit liar itu lebih berdaya daripada Cuma yang lemah lembut dan baik, kan?" ujar Naruto masih dengan tampang sangarnya.
"Bukan anjing peliharaan, tapi anjing liar yang siap menerkam sekitar." Ucap Sasuke.
"Ya bandel, membangkang itu semua adalah roman." Tambah Naruto
'Bukannya itu kelakuaannya sendiri?' pikir Yukari.
"Jadi sebagai langkah awal untuk menjadi berandalan hari ini..."
"Kami begadang dan lupa bikin PR!" ujar Naruto dengan bangganya.
"ITU MAH, MEMBANGKANG ALA ANAK SD!" seru Yukari.
"Tambahan, hari ini aku beli lagi krim wajah padahal masih ada dan aku juga mandi selama satu jam." Ujar Sasuke.
"Itu kamu nantangin apaan sih?!"
"Dan aku juga tidak menyalakan mesin cuci padahal cerah seperti ini." Ucap Sai
"Kamu juga Sai?!
"Yukari, menurutmu yang sedikit liar itu imejnya yang bagaimana?" tanya Naruto.
"Aku? Hmm, kalo aku sihh.. ya yang paling standar itu datang terlambat, ya. Lalu membolos pelajaran dan pergi entah kemana, misalkan atap sekolah gitu, eh kalo atapnya genteng gak mungkin juga. Ya, yang seperti itulah menurutku." Jawab Yukari.
"Oke.. kalau begitu kita harus yang lebih ekstrim dari itu."ujar Naruto.
"Ya.. bukan Cuma terlambat..." kata Sasuke
"...atau bolos pelajaran..." ucap Sai
"JADI KITA GAK SEKOLAH HARI INI!" ujar mereka bertiga dengan tampang bangganya lagi.
"Itu, sih, Cuma bolos sekolah biasa!" seru Yukari lagi-lagi mengeluarkan komentar mautnya.
"Hmm... aku masih kurang paham. Begini saja, aku coba melakukan macam-macam kenakalan, kalau bagus angkat ini." Ujar Sasuke sambil menyerahkan benda seperti lolipop berbentuk hati.
"Aku mulai dari yang mainstream, ya, membolos di atas pohon. Terus nanti terjun untuk menyelamatkan si cewek." Kata sasuke yang mana tangannya sudah siap untuk memanjat.
'ohh,iya, adegan dimana cowok yang agak seram terus nolong si cewek kan bikin deg-degan...' pikir Yukari.
"Oke ...aku mulai." Sasuke mulai memanjat pohon itu, tapi baru juga naek 5 centi turun, terus seperti itu berulang-ulang.
"Sudah Sasuke kau sudah berusaha." Ujar Naruto dengan tampang iba nelihat Sasuke.
"Yang kayak begini serahkan saja padaku." Ujar Naruto dengan sombongnya.
Memang sih, Naruto bisa sampe ke atas itu juga di bantu oleh Sasuke yang bersedia punggungnya menjadi pijakan kaki Naruto yang mana sebelum berangkat tadi ia tidak sengaja menginjak tai ayam di dekat rumahnya.
"Bagaimana? Berhasil, kan!" Seru Naruto bangga dan tidak lupa tampang puas yang menempel di wajahnya.
"Eh..ah..iya..deh." Sahut Yukari Sweatdrop.
"Jadi, cowok itu selagi santai dengan keren di atas pohon seperti ini. Dia melihat si cewekyang dipanggil seniornya muncul di bawah. Kemudian laki-laki itu turun dan berkata ' sampai di situ, kalian norak sekali, main keroyokan begitu. Lalu si cewek berterima kasih kepada si cowok 'Akhirnya pergi...ng? terima kasih.' Dan si cowok pun membalsanya 'Yakin nih bilang begitu? Nanti aku bisa minta cium darimu, lho?" Naruto mensimulasikan jalan ceritanya dengan fasih, namun tidak ada respon dari orang di bawah.
"KA-KATAKAN SESUATU, DONG!" seru Naruto.
"Ngg.. itu cowok seram atau perayu kelas kakap...jadi bingung mau meresponnya." Ujar Yukari.
"DUA-DUANYA! SIAL!"
"Aku baru ingat, bagaimana kalau tipe lone wolf yang suka sendirian saja? Kan, keren tuh." Ujar Yukari.
"Benar juga!" sahut Sasuke.
"Iya, bagus tuh." Tambah Sai
"Oke! Kita misah, Saasuke, Sai!"
"Oke! Aku akan mencoba jadi berandalan yang tidur melulu sepanjang pelajaran, baiklah serahkan padaku." Ujar Sasuke yang terlihat kantung mata hitam bagaikan panda.
"NGOMONG AJA KALAU EMANG NGANTUK." sahut Naruto.
"Kalo aku, lanjut bolos saja, deh..." ujar Naruto.
"Eh!? Kenapa, nggak apa-apa, tuh, Naruto?!" tanya Yukari.
"Aku nggak pengecut seperti kalian, tahu..."
"Aku kan nggak bikin pr... bakal diamuk nanti." Jawab Naruto.
"Yaelah, Sendirinya nggak bernyali!" Sahut Yukari.
"Kau yakin, Naruto?"ucap Sai.
"Sebaiknya jangan, deh. Nanti menyesal, lho?"ujar Yukari.
"Jangan ngeremehin orang , tau... sana pergi!"
Berhubung sebentar lagi waktu pelajaran akan di mulai, akhirnya mereka bertiga pun meninggalkan Naruto di atas pohon seorang diri.
"Fuuh..."
'Akhirnya mereka pergi juga... mudah-mudahan mereka nggak sadar...dasar mereka itu... mana mungkin aku bolos Cuma karena nggak bikin pr...'
"AKU INI GAK BISA TURUN, TAHU!"
Seketika Naruto pun menyesal.
Saat dalam rasa penyesalannya Naruto melihat sebuah tas yang di lempar dari luar pagar sekolah.
"Ng? Apaan, tuh, tas?"
'Hah, jangan-jangan kayak yang di komik-komik, cewek yang terlambat dan gerbangnya sudahdi tutup jadi dia terpaksa manjat pagar, yang seperti itu?'
WUUNG... KROSAKK!
Tiba-tiba ada tas lain terbang kearah Naruto yang tepat nyagkut di dahan di sebelah kepala Naruto. Naruto hanya bengong tidak beriaksi meliahat kecepatan tas yang nyaris menubruk wajahnya itu.
Kemudian datang lagi tas-tas yang berterbangan kearah Naruto, dari mulai tas olahraga hingga tas belanjaan.
"Ah, gawat. Nyangkut semua, deh... kelewat kenceng ngelemparnya ya..." Jadi yang melemparkan tas-tas itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah cewek rambut pirang bercepol empat alias Temari.
'Gawat... cewek garang begini... bakal nendang!? Atau guncang-guncangin pohonnya...? jangan... jangan sampai!' batin Naruto
Temari mendekat kearah pohon tempat tasnya nyangkut dan juga tempat Naruto, kemudian dia duduk di bawah pohon itu, lalu langsung tidur.
'Eh, cepet amat nyerahnya!'
'Jangan tidur di tempat kayak gini, dong! Aku jadi tambah susah turun, tahu! Nih! Tasmu! Cepat ke kelas sana!'
Tapi secara refleks karena mimpi atau mengigau Temari menepis semua tas yang di jatuhkan oleh Naruto.
'JANGAN DI TEPIS, HOI! EMANG LAGI SILAT!'
'Oke,coba kujatuhkan ulat saja! Hayo, hayo! Nggak asyik buat tidur, kan pohonnya!? Ayo..ayo..ayoooo!'
Krosak! Krosak! Krosak!
Naruto terus menggoyang goyangkan dahan pohonnya. Tiba-tiba ada ulat yang jatuh di depan matanya.
"HIIIIII!" pekik Naruto, yang mau jatuhin ulatnya sendiri yang takutnya sendiri.
Krosak! Krosak!
"Ngh... apa...?" Temar akhirnya terbanguni ketika mendengar suara berisik yang di buat Naruto dan juga pekikannya tadi.
Kemudian di hadapan Temari ada cowok yang jatuh dari pohon yang sekilas keliatan keren, padahal itu Naruto yang jatoh karena takut sama ulat. Namun sayang kekerenan itu hanya sekilas karena Naruto jatuh tersunggkur mencium tanah, membuat Temari yang tadinya terpana menjadi sweatdrop.
Teriingat bahwa dia harus masuk kelas Temari langsung pergi saja meniggalkan Naruto yang masih nugging.
"Temari, kenapa kamu telat?" tanya guru yang saat itu sudah ada di kelas Temari.
"Maaf pak, saya telat karena tadi ada cowok ganteng jatuh dari pohon." Jawab Yukari.
"Kamu itu ngeledek, ya?" ujar guru itu dengan perempatan di keningnya.
.
.
REVIEW
.
.
Buset, yang awal maksa banget. Kayaknya bakal delay lagi, laptopnya kagak ada. Dan jangan lupa Review.
