Title : Trap In the Other Demension

Author : Rei Ame

Rate : T *rate paling aman *

Length : Chaptered

Cast : member Exo and other seiiring berlanjutnya FF ini.

Pairing : All Exo couple (official pair)

Genre : Fantasy berlebihan, Action(?),Drama,Romance(?),DLL

DISC : ini FF asli punya otak saya. Jika ada kesamaan adegan atau kesamaan yang lain saya mohon maaf. Mungkin itu hanya kebetulan saja. para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy berlebihan saya menjadi terwujud di FF ini. FF ini terinspirasi dari FF yang pernah saya baca disalah satu blog dan juga dari sebuah buku cerita yang saya dapat dari Mie Gemez#kkyyaa masih hobi makan mie itu#. Terimaksih kepada author dan juga buku itu. Terimaksih karena telah memberikan saya banyak Inspirasi.

Summary : sebuah kelompok camping dari sekolahnya terperangkap dalam sebuah lubang dimensi yang membuat mereka terjebak di sebuah tempat aneh atau lebih tepatnya membawa mereka ke sebuah planet yang ada diluar sistem tata surya. IT'S YAOI!.

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. OOC, Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual dan sakit kepala, tidak sesuai EYD. I told you before, if you hate YAOI, you better don't read my fanfic! Deal?

No Flame, No Bash, No SiDers

Let's Start!

Hello everi badeh ! Woy! Rei's back. Back back back*dilempartruksampah* Rei bawa FF bergenri Fantasy berlebihan nih . Mohon bantuannya agar Rei bisa memulai hobi baru ini dengan tekun(?) . OnKey!

DON'T LIKE YAOI?

.

.

.

DON'T READ

.

.

.

JUST GO AWAY!

.

.

.

Rei AmeFujoshi

.

.

.

Chapter 10

KrisTao Side

Terlihat Tao tengah duduk di sebuah kursi kayu dan di depannya terdapat meja makan yang atasnya masih kosong belum terisi apapun. Sesekali Tao melihat Kris yang sibuk krasak krusuk(?) mencari sesuatu yang bisa dimakan.

"eum...Tao, apa kau bisa masak sebelumnya?" tanya Kris membalikkan badannya menghadap Tao sambil menggaruk tengkuk belakangnya yang tak gatal.

"eh? Gege lupa? Bukankah 'dulu' aku yang membuatkan bekal untuk gege?" tanya Tao kemudian berdiri dari duduknya dan mencari sesuatu yang bisa ia masak ataupun dimakan.

"eum...hehehe kita sudah lama berpisah jadi yah...begitulah" ucap Kris kaku sambil mencoba membantu mencari sesuatu yang bisa dimakan.

Tao mulai memasak dengan bahan yang ada, sebenarnya bahan makan disini tidak berbeda dengan yang ada di bumi. Tao terlihat memotong beberapa bawang putih. Sedangkan Kris?

Ia bersi keras membantu Tao dan jadilah ia memotong bawang merah dan itu membuat Kris terus menitikkan air mata tak jarang ia sesakali menangisi bawang merah itu.

"bawang kau jahat sekali hiks... kenapa hiks...membuatku menangis eoh?!" kesal Kris terus memotong bawah dengan berlinang air mata membasahi kedua pipinya.

Tao mencoba menahan tawanya saat melihat ekspresi Kris memotong bawang. Sungguh sangat lucu padahal Kris hanya menangis saat di butuhkan. Terkahir kali ia menangis adalah 5 tahun lalu saat ia harus berpisah dengan Tao.

"jangan...hiks...tertawa Tao" ucap Kris masih tetap mencoba memotong bawang tersebut. Sungguh matanya sangat perih sekarang, bahkan ia ingin sekali membakar bawang merah itu sangkin kesalnya. Setelah 15 menit berakhir Kris berhasil memotong semua bawang itu dengan mata yang sembab.

"hiks...aku akan membakar mu hidup – hidup bawang" Kris mengumpatt sambil menghapus air matanya sambil sesekali mengumpat tak jelas. Tao yang melihat hanya menghela nafas panjang.

Tao mendekatkan wajahnya ke wajah Kris membuat Kris terkejut saat ia berhenti mengucek matanya. Wajah Tao sangat dekat. 'tampan' batin Tao saat ia melihat wajah Kris sangat dekat.

"T-Tao? Ap-mmpphh" ucapan Kris terputus saat Tao mencium bibirnya lebih dulu. Membuat Kris hampir kehilangan jantungnya karena ulah Tao. Tao melepas ciuman mereka dengan wajah yang bersemu. Aw! How a cute panda.

"eomma bilang kalau Tao menangis karena memotong bawang... eomma selalu akan mencium Tao agar tidak lagi menangis karna ulah bawang merah itu" ucap Tao polos. Sungguh kelewat polos.

"eum... Tao ma-masakanmu..." ucap Kris gugup dengan wajah memerah sambil menunjuk kuali.

"astaga! Hampir gosong! Gomawo gege" Tao dengan cepat kembali berkutat dengan kompor, kuali, de el el.

Kris lebih memilih untuk meletakkan 2 gelas air putih dan juga 1 teko tentunya. Ia menuangkannya dan meletakkannya diatas meja. Setelah selesai Kris duduk bertopang dagu di meja makan menunggu Tao selesai masak tentunya.

Setelah selesai Tao pun membawa makanannya yang sudah ia salin terlebih dahulu di 2 mangkuk dan mulai membawanya ke meja makan.

"nah... makanan sudah siap, kajja makan" ajak Tao sambil membawa nampan yang berisi makanan tentunya.

"oh ya, siapa yeoja yang tadi melukai gege? Kalau tidak salah namanya Jee Ji. Gege ada hubungan apa dengan yeoja itu?" tanya Tao bertubi – tubi sambil mengambil makanannya.

Kris terdiam, haruskah ia memberi tahu Tao tentang yeoja yang tadi datang menyerangnya?. Tidak bisa, bukankah itu adalah rahasia yang bahkan orang tak perlu tahu? Hanya orang istana saja yang mungkin dapat mengetahuinya.

Haruskah ia memberitahu Tao tentang apa yang terjadi? Tentang semuanya?. Bagaimana jika Tao langsung menangis dan meminta pulang saat ia mengetahui yang sebenarnya terjadi di sini?.

Kris menggeleng – gelengkan kepalanya mengusir pikiran buruk tentang apa yang terjadi jika anak sepolos ia mengetahui apa yang terjadi sekarang ini. Tao yang melihat hal yang dilakukan Kris pun sedikit memiringkan kepalanya dan menatap polos Kris. Aw! What a cute panda!

"eum... i-itu bisa kita bicarakan besok sekalian kita melatih keahlian mu. Bagaimana?" tawar Kris yang sebenarnya mengalihkan pembicaraan.

Tao hanya mengangguk dan kembali memakan makanannya dan Kris pun harus bersyukur karena ia merasa beruntung hari ini.

.

.

.

KaiSoo Side

"Kai... aku tak suka disini" uca Kyungsoo tiba – tiba saat mereka mulai mencari rumah yang mungkin masih layak huni. Mendengar penuturan Kyungsoo membuat Kai terdiam.

"hyung... kau tak suka bersamaku? Atau mungkin tak nyaman dengan ku? Apa kau merasa tak aman jika bersamaku eoh?!" tanya Kai seidikit dengan nada yang mulai meninggi mambuat Kyungsoo menudukkan kepalanya.

"bu-bukan be-begitu...hanya saja a-aku merindukan ke-hidupan ku di bumi Kai-ah..." jawab Kyungsoo sedikit terbata takut kalau ia salah bicara maka habislah riwayatnya.

"apa yang kau pikirkan hyung? Huft... kau tak ingin membantu kami? Hanya sekedar membantu hyung... jika semua ini berakhir maka aku akan memulangkan mu hyung" ucap Kai sedikit dengan nada yang terdengar kecewa. Dan Hello! Kyungsoo sangat sadar akan hal itu.

Kai mulai berjalan kembali dengan Kyungsoo yang jalan tertunduk di belakangnya. Yap! Kai kecewa, ia pikir Kyungsoo senang karna mengetahui bahwa ia bukan manusia biasa. Ia pikir Kyungsoo akan senang jika tetap bersama. Tapi semua hancur karena Kyungsoo yang ingin kembali.

Apakah tempat ini kurang indah baginya? Mungkin di situasi seperti ini memang sedikit menyeramkan untuk segelintir manusia biasa. But! Kyungsoo itu salah satu legenda bukan?.

"Kai-ah... kau marah padaku?" tanya Kyungsoo yang hanya dapat melihat punggung Kai. Kai berhenti berjalan sehingga membuat Kyungsoo menabrak punggung Kai.

"huh... aku tidak marah hyung, hanya saja aku sedikit kesal denganmu. Tapi karena tadi hyung bisa menggunakan keahlian mu dengan benar maka aku takkan marah padamu hyung... nah sekarang ayo cari tempat perlindungan sepertinya akan hujan" ucap Kai kembali tersenyum dan berjalan beriringan sambil memegang erat tangan Kyungsoo.

'asal kau tau hyung, kita itu sudah ditakdirkan untuk bersama bahkan sebelum kau ada di dunia ini' batin Kai tersenyum melihat wajah Kyungsoo yang terlihat begitu ceria.

"Kai... apa rumah kecil itu bisa di pakai? Jujur aku kedinginan" saran Kyungsoo yang melihat sebuah rumah kecil yang terlihat sedikit berantakan tapi mungkin masih layak huni.

Dan jadilah mereka memasuki rumah itu. Isi dalam yang sedikit berantakan dan yah dugaan mereka benar, masih layak huni.

"Kai... apa disini ada yang bisa di makan?" tanya Kyungsoo sambil menelusuri rumah tua nan kecil itu.

"entahlah hyung... ayo periksa dapurnya" usul Kai yang di angguki oleh Kyungsoo. Disana mereka menemukan beberapa bahan makanan mentah yang mungkin bisa di jadikan Kyungsoo sebagai percobaannya karena jenis bahan yang ada di depannya saja ia tak tau.

Dia hanya terbiasa memasak di bumi dan mengenal bahan makanan bumi. Tapi ada juga beberapa yang menurut Kyungsoo itu adalah bawang merah dan putih serta lobak mungkin.

"hyung aku menemukan ini" ucap Kai yang berhenti tepat di hadapan Kyungsoo sehingga tatapan mereka bertemu. Kyungsoo terbuai akan pandangan Kai, buktinya ia hanya terpaku diam.

Entah dapat dorongan dari mana, Kai memejamkan matanya dan mulai mengeleminasi jarak diantara mereka. Begitu juga dengan Kyungsoo yang memejamkan matanya. Terbawa suasana mungkin. Bingo! Kai mencium Kyungsoo tepat di bibir!.

"tetaplah disini hyung, tetaplah bersamaku hingga akhir" bisik Kai lembut saat ia menyudahi acara kissu nya. Kyungsoo terpaku dan menganggukkan kepalanya. Entahlah ia merasa sangat bahagia saat Kai mengucapkan kalimat itu. Setidaknya ia bisa berharap akan akhir yang bahagia seperti di dalam novel yang sering ia baca.

"nah, ayo masak hyung... aku sangat lapar..."rengek Kai pada Kyungsoo. Entahlah Kyungsoo sungguh sangat menyukai Kai yang seperti ini. Ternyata di hidupnya masih ada orang yang menginginkannya selain teman – temannya.

"gomawo Kai-ah" ucap Kyungsoo pelan mungkin Kai masih dapat mendengarnya karena mungkin jarak mereka yang tak terlalu jauh dan mulai memasak.

Sedangkan Kai? Dia hanya berdiri di samping Kyungsoo untuk berjaga – jaga jika saja namja imut itu membutuhkan bantuannya. Ada apa denganmu Kai? Kau selalu disamping Kyungsoo dan bahkan berani menciumnya!.

Kai terus memperhatikan Kyungsoo, 'ternyata benar kata si peramal gila itu Kyungsoo sungguh manis dan imut, aku berhutang padamu dukun...' batin Kai sambil sesekali tersenyum saat ia melihat Kyungsoo menatap intens bahan yang tak ia ketahui jenis apa.

Ow...jangan – jangan pangeran seksi kita telah jatuh hati pada namja imut ini, bahkan mungkin sebelum namja imut ini datang memasuki Exo Planet. Kai jika sudah menyukai seseorang maka jangan harap dapat pergi darinya karena ia dapat membuat mu tergila – gila padanya.

Tapi yang ini berbeda! Kyungsoo itu orang yang terbilang sederhana dan lembut bahkan pemalu, tidak mudah untuk jatuh cinta pada siapapun. Itulah yang Kai suka dari Kyungsoo.

"Kai... ada apa dengan mu? Kenapa menatapku terus?" tanya Kyungsoo saat menangkap basah Kai yang menatapnya. Kai tersenyum "kita beruntung tidak mendapat sambutan dari 3 legendaris Lord. Kita sungguh beruntung hyung" ucap Kai yang kemudian berjalan menuju ke sebuah meja makan yang tak terlalu kecil dengan 3 kursi yang tersusun di depannya.

"apa maksudmu?"

"jika mendapat sambutan dari mereka maka takkan selamat hyung... dan, hyung ayo cepat aku lapar"

"ne... tunggu sebentar" sahut Kyungsoo mulai fokus pada masakannya. Kai memejamkan matanya sambil bersandar pada sandaran kursi yang ia duduki.

'hallo... Kai lama tidak berjumpa...' sebuah kalimat muncul begitu saja di otaknya. Kai yang kaget membuka matanya dan memperhatikan sekelilingnya. Ada sesuatu yang tidak beres terjadi, ada yang menjanggal di benaknya. Kenapa suasana di sini begitu berbeda?

Bukankah Taemin sudah pergi?, kenapa ia merasa bahwa Taemin tengah bersama mereka juga di ruangan ini.

"shit!" umpat Kai dengan secepat kilat ia berdiri dan menarik Kyungsoo kedalam dekapannya dan sedikit mundur dari tempat Kyungsoo berdiri.

"hyung! Sembunyi! Palli!" ucap Kai dengan penuh penekanan sambil mendorong Kyungsoo menjauh dari tempatnya.

"shit! Taemin you bicth! Keluar atau aku yang akan kesana!" teriak Kai memperhatikan sekelilingnya.

"ck, mati kau!"

.

.

.

SuLay Side

Tepat hari ini Lay sudah 5 hari di Exo Planet dan rasanya ia baru datang kemarin(gimana sih jelasinnya?). tak terasa waktu berjalan dan Suho masih belum sadar dari tidurnya. Rein si penolong misterius berhasil mengobati Suho hanya saja membutuhkan sedikit waktu agar pengobatannya berhasil.

Tentu saja membutuhkan waktu, Rein tidak memiliki kekuatan sebesar para 12 legenda itu. Dia hanya bisa menyembuhkan sebisanya dan itu hampir memakan waktu seharian membuat gadis remaja itu tidak tidur.

Lay duduk tepat disamping ranjang Suho dan dengan setianya ia menunggu sang pujaan hati. Lay ingin saat sang kekasih sadar hal pertama yang ia lihat adalah Lay, yah hanya itu... dia sangat berharap Suho bangun dengan segera dan memulai semuanya dari awal.

"yang mulia... hehehe, sarapanmu... anda harus makan jika ingin menjadi orang pertama yang di lihat pangeran Suho saat ia terbangun. Jika kau tidak makan dan jatuh sakit, itu tidak lucu namanya" ucap gadis sedikit terkekeh mengingat ini adalah kali pertamanya ia bisa berbicara yah... pangeran Exo. sambil membawa beberapa makanan dengan sebuah kayu berbentuk persegi panjang seperti nampan.

"terimakasih Rein... jangan panggil aku 'yang mulia' cukup Lay saja" ucapnya kemudian mengambil makanannya dan mulai makan sedikit demi sedikit di tempatnya duduk.

"anda benar – benra tak ingin beranjak dari tempat anda sekarang?" tanya Rein memulai pembicaraan dengan duduk di sebuah kursi kayu yang cukup untuk satu orang.

Lay hanya menggeleng, dan menyudahi acara makannya. Dengan memebrikan piringnya pada Rein. Benar – benar tak ingin beranjak dari sana. Rein hanya tersenyum dan kemudian meletakkan benda yang ia pegang di lantai.

"jika anda mau, anda bisa menceritakan apa yang terjadi dengan kisah anada selama ini dengan pangeran" saran Rein sambil tersenyum.

"sudah kubilang panggil Laay saja. Kau bicara terlalu formal dengan ku" kesal Lay sambil menatap wajah Suho yang masih saja tidur dengan lelapnya.

"baiklah Lay... kau harus panggil aku noona" ucap rein sedikit nonformal dan terkikik geli karena perkataannya sendiri.

"noona?"

"ne noona... karena kau lebih tua dari mu 300 tahun" ucap Rein dengan senyumannya.

"mwo?! Tapi... kau terlihat lebih muda dari ku" kaget Lay. Sungguh mengerikan, gadis yang ada di depannya ini ternyata lebih tua darinya 300 tahun. Bayangkan saja gadis dengan tubuh kecil dengan rambut terurai panjang terlihat seperti anak remaja.

"aku bercanda Lay... hahahaha"

Lay sweetdroped. Rei sweetdroped, Reader sweetdroped#plaak. Ternyata hanya lelucon?.

"nah Lay ingin cerita padaku?"

Lay mengangguk dan sedikit mengambil nafas karena mungkin harus mengulang dari awal lagi.

Flash Back

3 hari sebelum penyerangan Lord.

"hyung... saat kau besar nanti apa cita – citamu hyung?" tanya seorang namja cantik yang kini tengah duduk di pinggir sebuah danau yang sangat indah. dengan seorang namja tampan dengan angel smilenya yang tengah berbaring di pinggir danau tersebut dengan paha namja cantik itu sebagai bantalannya.

"eum... aku ingin menjadi seorang pangeran Exo planet yang baik, menjadi pelindungmu dari segala sesuatu yang akan menimpa mu walau nyawa taruhannya, aku ingin selalu berada di sampingmu menjadi sandaran mu, dan aku ingin merayakan pesta pernikahan kita di hadapan MAMA dan juga Rei si nenek dukun itu" jawab Suho dengan semangat yang membara.

"cita – citamu aneh hyung, tapi terimakasih atas segalanya... tapi bukankah kau ini sudah menjadi pangeran?" tanya Lay bingung.

Dari awal ada 7 pangeran di Exo Planet, masing – masing pangeran tinggal di rumah mereka masing – masing bersama orang tua kandung mereka. MAMA mengadopsi mereka saat Rei mengatakan akan ada 12 pangeran. Dan MAMA baru mengumpulkan 7 pangeran.

Dan masalah ramalan tentang penyerangan Lord dan pecahnya batu itu memang sudah direncanakan karena ramalan atau takdir tak bisa dirubah itu pemikiran MAMA.

"aku ingin menjadi pangeran Exo planet sekaligus panegran hatimu Lay..." goda Suho sambil mecolek dagu Lay. Dan berhasil membuat Lay merona manis.

"hyung... kau dimana?!" teriak Lay saat hari penyerangan Lord. Lay mencari Suho di tengah kerumunan orang – orang yang berlarian, beretriak, dan menangis seperti dirinya. Lord membantai seluruh orang di Exo palnet, bahkan anak kecil tak berdosapun mereka bunuh.

Suasana mencekam dan sedikit gelap karena sinar bulan berubah menjadi bulan merah. "Lay!" panggil Suho mengacungkan tanganya berrharap Lay bisa menemukannya. Tapi apa mau dikata tubuhnya yang tak terlalu tinggi menyulitkannya menemukan sang kekasih.

Suho terus menerus menyelip di kerumunan orang – orang demi menemukan Laynya yang terpisah. Firasatnya buruk, ssungguh buruk tentang hari ini. Hari dimana Lord membantai semua orang.

Terlihat disana banyak pasukan Black Pearl yang membantai seluruh orang tanpa rasa ampun sedikitpun. Suho berhasil keluar dari kerumunan orang banyak dan bingo! Ia melihat Lay yang tengah mengangis dan tengah berlari kearahnya.

Di belakang Lay seseorang dengan jubah hitamnya tengah membawa sebuah tombak yang siap ia lemparkan tepat kearah Lay. Suho yang menyadari hal itu mencooba berlari dengan secepat mungkin kearah Lay.

Keringat dingin membasahi tubuhnya dan yang ada dipikirannya hanyalah cara agar Lay selamat. Sedikit lagi! Sedikit lagi Suho berhasil meraih Lay. Suho berhasil meraihnya, yah dia berhasil meraih tangan Lay dan mengganti posisi mereka dengan Lay yang didapan Suho.

"uukkhhh..."rintih Suho saat ia merasakan sesuatu menembus bagian dadanya dari belakang. Lay terpaku melihat pemandangan yang ada di hadapannya kini. "h-hyung... hiks.." lirih Lay yang melihat keadaan Suho di depan matanya.

"la-larih...Lay...uukkhh Larii" ucapan terkahir Suho sebelum ia benar – benar ambruk jatuh ketanah. Lay dengan sigap menahan tubuh Suho dan mematahkan pegangan tombak yang melukai Suho. Igin rasanya ia menarik keluar tombak itu tapi Suho akan merasakan sakit luar biasa.

"hyung... hiks... kau tak menepati janjimu" lirih Lay.

"selamat tinggal pangeran Lay" ucap orang berjubah yang masih setia berdiri di samping Lay yang tengah menangis. Ia pasrah, ia menyerah dan ingin menyusuk Suho.

"Uuukkhh..." rintih Lay ia merasakan sesuatu yang tajam menembus jantungnya. Sebelum ia menutup matanya Lay sempat tersenyum dan mengatakan 'hyung tunggu aku'.

BUGH

2 orang namja datang dan langsung mehunuskan pedangnya tepat di jantung orang berjubah hitam itu. Dan membuat orang berjubah itu tersungkur di tanah. "Key bawa pangeran Suho dan lindungi dia, dan juga berikan batu ini padanya" ucap seorang namja tampan yang kini tengah bersiap menggendong Lay di punggungnya.

"kau mau bawa kemana Pangeran Lay eoh? Jangan ceroboh Onew hyung" ucap Key dengan nada yang tersirat kekhawatiran di sana.

"aku akan melindungi anak ini dan menjalankan perintah MAMA untuk menyebarkan batu ini di tempat yang suudah di ramalkan Rei, jadi kumohon jaga dirimu" ucap Onew dan langsung pergi setelah ia menyerah sebutir batu indah pada Key.

Key pun membawa Suho pergi sejauh mungkin dan bersiap memulai ritual pembangkitan di tempat yang tertutup agar pasukan Lord tak dapat merebut batu itu.

"kumohon jaga Lay untukku hyung" batin Key dan pergi dari tempat biadap itu.

Flash Back OFF

"tapi kenapa kau bisa mengingat semua kejadian itu secara mendetail bahkan saat kau sudah mati?" tanya Rein heran.

"entahlah... saat batu ini bangun, aku mengingat kejadian yang batu ini lalui. Seperti memori yang tersimpan sendirinya. saat kau tak melihat kejadian itu maka batu itu akan memberitahu semuanya padamu" jelas Lay.

TBC~

Hhuaaaaaa jangan Timpuk Rei pake panci! Ntar D.o umma marah lo pancinya ilang :D, Mianhae... Jeongmal Mianhae.. udah updatenya lama dan mungkin ni ff gak memuaskan kali ya?. Keliatan dari yang mulai bosan ngeReview.

Gila... selama sebualn lebih gak lanjut FF, otak Rei jadi Blank! Gimana chapter ini? Rei gak yakin ama ni chapter. Rada – rada aneh gimana gitu ya... ini aja FF nya sistem YKS(Yuk Kebut Semalam)

Huah... Readers nim tolong Review dong... kadang yang Review Cuma dikit perchapter jadi Rei malas ngetik deh. Rei masih amatiran jadi butuh REVIEW kalian semua chingudeul,authordeul,de el el. Biar Rei makin semangat lanjutin Ffnya.

Balasan Review:

Xiao: annyeong chingu, disini gak ada yang namanya pembaca baru... heheh makasih pujiannya. Iya sama – sama. Ni ada chapter barunya, Review lagi ne :D

vanillamunafionik : hello juga Vani, sabar aja ntar Rei bakalan cepetan namatin ni FF kok :D. Hahaha jeongmal gomawo atas pujiannya Vani. Ne... bakalan di lanjut ampe End kok :D. Gomawo pujiannya. Kalo boleh Review lagi ne.

HunHan Forever: iya ini udah lanjut... Review lagi ne. Gomawo :D

SiscaMinstalove: Si cadel jadi mesum sejak Rei menistakan karakter thehun di ff ini. Pendek? Ni ff kependekan? Ya ampun chingu, Rei mikirnya ampe seabad dan berasa ni ff kepanjangan malah... ni dah lanjut... Review lagi ne kolo bisa yang panjang... jeongmal gomawo ne... :D

AYUhomin: iya sama – sama, wah makasih pujiannya, tapi aku pecinta Official Couple chingu :D. Nah ni dah lanjut Review lagi ne :D

Tania33424: hahahaha segitu penasarankah anda dengan ff saya? Gak pa2 berarti ni ff emang menarik. Oh ya udah Rei buat kok flashBacknya Sulay. Masih banyak lagi yang bakalan Rei buat FlashBacknya. So tunggu aja ne :D. Review lagi klo bisa :D.

Dian Deer: inget rate chingu :D, Review lagi ne :D

Ajib4ff: gomawo doanya :D, Review lagi ne :D

Nada Lim: Rein bukan orang jahat kok :D, yah... karena Cuma Rein yang selamat jadi dia bisa ketemu ama SuLay couple. Review lagi ne :D

Nurfadillah: iya gak apa kok :D disini gak yang namanya pembaca baru pembaca lama. Jadi santai aja :D Review lagi ne :D

Haruka-SMstan: naik Rate? Heum... kyaknya gak bisa... rate M ntar lagi dalam pembuatan tapi bukan di ff ini, gak apa kok... saya juga orang yadong chingu :D. Hahaha makasih pujiannya, chingu harus yakin kalo ff chingu keren. Ni dah lanjut... Review lagi ne :D.

Vicky98Amalia: Review lagi ne :D

AinesHMJ: ne... ni dah lanjut, Review lagi ne :D.