Smile
:Jisung x Minhyun:
:Wanna One:
::
Jisung tahu, sejak pertama kali Wanna One dibentuk, ada satu orang yang tampak tak begitu senang. Hwang Minhyun namanya. Namja tampan, tinggi, dan manis juga berjiwa baik itu menampilkan kesedihannya selama akhir acara. Tak ada senyum hanya air mata. Jisung tahu seberapa sedih Minhyun, namun Jisung hanya ingin Minhyun kembali tersenyum dan bangkit bersama Wanna One.
Banyak hal yang Jisung lakukan agar Minhyun mau tertawa dan tersenyum. Namun dengan begitu sempurnanya, Minhyun menggunakan topengnya. Tawa dan senyumnya adalah palsu. Jisung menyerah membujuk Minhyun menjadi Hwang Minhyun selama PD101 dimana ada Nuest bersamanya.
jisung menatap Minhyun yang duduk diam di ruang tv tengah malam dengan ponsel di tangannya. Sebuah headset terpasang menutup telinga Minhyun. Diam-diam Jisung melihat apa yang dilihat Minhyun. Dia tersenyum tipis kala Minhyun tengah melihat siaran ulang v app Nuest tentang comeback mereka dengan judul lagu 'If You'.
"Minhyunnie~" PUK! Namja manis itu terlonjak kaget, dia segera melepas headsetnya dan menatap si pelaku penepukan bahunya.
"Jisung hyung" panggilnya pelan.
"Boleh aku bergabung denganmu disini?" Minhyun mengangguk. Namun setelah Jisung duduk, keheningan melanda keduanya.
"Minhyun"
"Ne hyung?" Jisung menatap namja manis itu.
"Kenapa kau selalu berbohong?" Minhyun tersentak kaget.
"Ne? Kapan? Aku rasa aku tak pernah berbohong hyung" ujar Minhyun.
"Soal hatimu, Minhyun. Kau selalu berbohong. Kau- apa kau tak nyaman berada bersama kami?" tanya Jisung.
"E-eh? A-aku-" Minhyun menunduk, meremat ponselnya.
"Minhyunnie katakan saja" ujar Jisung.
"Aku hanya belum terbiasa berpisah dengan mereka hyung. dari kami berempat kenapa hanya aku saja yang lolos, padahal mereka juga sama bekerja kerasnya sepertiku. Malah mereka lebih dariku. Tapi kenapa hanya aku? Aku bukannya tak ingin bersama kalian, bukan hyung, aku- aku belum terbiasa. Aku belum bisa beradaptasi dengan kalian semua setelah enam tahun bersama mereka." Perasaan bersalah menyerang Minhyun. Secara tak langsung, Minhyun menolak kehadiran Wanna One.
"M-Maafkan aku hyung, Jonghyunnie juga menegurku akan sikapku, maafkan aku. Aku- aku hanya belum terbiasa-" Jisung mengangguk.
"Sudah tak usah dilanjutkan, aku paham. Yaah~ kalau aku jadi kau mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Tapi, aku harap kau mau lebih jujur lagi, Minhyunnie, dengan semua perasaan yang kau rasakan!" Minhyun menatap Jisung yang kini tengah tersenyum.
"Kau selalu tertawa dan tersenyum, namun setiap malam saat semua terlelap kau menangis. Kau kenapa menyimpannya seorang diri? Kenapa tak kau katakan saja pada kami kalau kau belum terbiasa? Kenapa tak kau katakan kalau kau rindu Nuest?" Minhyun diam.
"Jangan malu, katakan saja, aku dan yang lain tak akan marah padamu. Kami tahu posisimu, kami tahu yang kau rasakan. Sungwoon pun juga merasakan hal yang kau rasakan, tapi mungkin berbeda. Katakan saja tak usah malu, kami keluargamu juga di sini." Minhyun mengangguk.
"Maafkan aku hyung-" Jisung menggeleng.
"Harusnya aku yang minta maaf karena tak memahamimu, sudah, ini sudah sangat malam, ayo tidur, besok kita ada jadwal!" Minhyun mengangguk. Ia dan Jisung sama-sama beranjak dari tempatnya lalu pergi ke kamar masing-masing, namun-
"Minhyunnie!" Minhyun berhenti dan menatap Jisung.
"Ne?" Jisung tersenyum.
"Tersenyumlah, tersenyumlah dari hatimu lagi. Jalja!" Minhyun tertegun sesaat namun dia mengangguk kemudian.
"Ne hyung, nado jalja!" mungkin malam ini Jisung akan tidur dengan sangat nyenyak karena masalah utama yang mengganjalnya sudah selesai.
'Aku hanya ingin kau tersenyum seperti dirimu sendiri Hwang Minhyun!'
.
.
:END:
