Author : Mungkin di chapter ini hanya menggambarkan pelarian Naruto dan Sasuke dari kejaran para pasukan yang dikirim Sakura. Maaf banyak typos yang mungkin bertebaran (saia khilaf). I hope you'll like this chapter.
Warning : T rate, transgender (ada bagiannya ini), chara death, sho-Ai.
Pairing : NaruSasu, one sided SakuSasu, slight InoKiba.
Disclaimer : Charanya milik Masashi Kishimoto.
Angel Of Tears
Chapter 9
(Confession)
.
.
Flashback
"AKU MOHON SASUKE BERHENTI!" teriak Naruto sekali lagi, semua orang yang berada disana terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.
"Naruto apa-apaan kau ini!" Iruka menghampiri Naruto dan berusaha mengusirnya.
"Lepaskan aku Iruka-san!" Naruto dengan cepat menepis tangan Iruka yang menariknya.
"Sasuke … Ayo ikut aku!" kata Naruto yang tersenyum pada Sasuke sambil menjulurkan tangannya.
"Sasuke cepat kemari! Jangan ikuti kata-kata Naruto, dia itu bodoh!" kata Sakura yang kesal bercampur takut.
"Maafkan aku Sakura … " kata Sasuke yang akhirnya dia memilih untuk ikut dengan Naruto. Tanpa menunggu lagi Sasuke segera berlari menuju pintu dimana sosok Naruto tengah berdiri menanti dirinya.
"Ayo pergi Sasuke!" kata Naruto merasa senang karena Sasuke menyambut uluran tangannya.
"Ya, ayo kita pergi!" balas Sasuke dengan senyuman.
"JANGAN PERGI SASUKE!" Sakura berteriak sekencang mungkin, berharap teriakannya dapat menghentikan langkah Sasuke. Tetapi pemuda itu terus menjauh darinya dan menaiki kereta kuda bersama Naruto. Sakura akhirnya menangis kencang melihat kepergian Sasuke, calon suaminya dihari pernikahan mereka.
~o0o~
.
"Cepat kalian tangkap mereka! TANGKAP! BAGAIMANAPUN CARANYA TANGKAP DAN BAWA SASUKE KEPADAKU!" kata Sakura pada beberapa orang pengawal yang memang ada dan kebetulan sudah dipersiapkan disana.
"Baik nona Sakura!" jawab para pengawal itu dan bergegas mengejar Naruto dan Sasuke yang sudah terlebih dahulu melarikan diri.
.
"Kau benar-benar nekat Naruto!" kata Sasuke yang sekarang berada di dalam kereta bersama Naruto.
"Kau pikir aku akan diam saja?" balas Naruto sambil tersenyum melirik ke arah Sasuke yang duduk di belakangnya.
"Hahahahaha, tapi aku senang!" jawab Sasuke tertawa bahagia.
"Hahahaha padahal aku benar-benar takut setengah mati tadi! Kupikir kau akan tetap teguh pada pendirianmu dan menolak ajakanku tadi!" balas Naruto mengutarakan kecemasannya tadi.
"Aku teringat semua ucapanmu Naruto, dan aku tak ingin membohongi perasaanku sendiri!" jawab Sasuke yang akhirnya memilih untuk mengedepankan perasaannya mulai dari sekarang.
"Nah, itu baru bagus!".
Tapi pelarian mereka tentu tidak mudah. Para pengawal yang dikirim Sakura mulai datang mengejar.
"Celaka mereka mengejar kita!" Sasuke berteriak panik saat melihat beberapa pengawal berkuda mengejar mereka dengan kecepatan penuh.
"Mereka pikir bisa mengalahkanku? Berpeganganlah Sasuke, aku akan mempercepat laju keretanya!" kata Naruto mendengus kesal pada para pengawal yang keras kepala itu.
"Baiklah!" Sasuke mengangguk cepat dan segera berpegangan dengan erat. Setelah melihat Sasuke berpegangan dalam posisi aman, Naruto mempercepat laju keretanya.
~o0o~
.
Kereta kuda yang dikendarai Naruto masuk menuju hutan, para pengawal yang sejak tadi mengikutinya terbelalak begitu tau kereta kuda yang ditumpangi Sasuke menuju wilayah perbatasan iblis.
"Tenang saja Sasuke, aku yakin mereka tak akan berani menyusul kita sampai sini!" kata Naruto yang ternyata memang sengaja melarikan diri ke hutan para iblis.
"Kita tak mungkin maju masuk kedalam, bagaimana ini ketua?" tanya salah satu pengawal bertanya pada seseorang yang sepertinya merupakan pimpinan dari para pengawal itu.
"Siapkan panah kalian! Kita akan menghentikannya dengan panah!" kata sang kapten sambil memberi aba-aba pada pasukannya.
"BERSIAP! TEMBAKKKKK!" teriak kapten mereka sambil memberi aba-aba pada tangannya. Seketika puluhan atau bahkan ratusan anak panah meluncur cepat menuju kereta kuda Naruto.
"Menunduk Naruto!" teriak Sasuke yang kaget dengan kejutan anak panah itu. Dengan sigap Naruto menunduk.
"Sial, mereka menembaki kita, niat sekali mereka! Padahal sedikit lagi kita akan lolos!" umpat Naruto yang kesal, padahal tinggal sedikit lagi.
'Ayolah kumohon!' batin Naruto berdoa dan memacu keretanya lebih cepat lagi.
"Sasuke, kalau kubilang lompat, kau harus melompat ya! Aku yakin mereka pasti akan menembaki kita lagi!" kata Naruto meminta Sasuke untuk bersiap.
"Aku mengerti!" balas Sasuke yang kemudian membuka pintu kereta bersiap untuk melompat.
"SEKALI LAGI! TEMBAKKKK!" sekali lagi anak-anak panah itu diluncurkan dengan sasaran kereta kuda yang dinaiki Naruto dan Sasuke.
"Lompat sekarang Sasuke!" kata Naruto memberi aba-aba yang kemudian dia melompat turun dari kereta kuda.
"AWAS NARUTO!" Sasuke yang melihat Naruto dalam bahaya segera melindunginya dengan tubuhnya sendiri.
JLEB … JLEB!.
Beberapa anak panah itu tepat mengenai bahu dan kaki kiri Sasuke.
"Sa-sasuke!" Naruto yang menyadarinya segera menyeret masuk Sasuke ke dalam hutan.
"Mereka lolos kapten!".
"Bagaimana ini di dalam berbahaya!".
"Serahkan pada kami kapten!" ternyata pasukan bala bantuan ikut mengejar. Pasukan ini datang menggunakan kereta yang menarik kandang-kandang yang di dalamnya terdapat anjing-anjing pemburu.
"Bagus, cepat lepaskan mereka!" perintah sang kapten menyuruh untuk membuka kandang-kandang itu.
"Sasuke ayo cepat berdiri, mereka berniat mengejar kita dengan anjing pemburu!" kata Naruto membantu Sasuke berdiri.
"Aku tau … Ayo lari Naruto!" kata Sasuke berusaha berdiri meskipun dia harus menahan sakit yang teramat sangat di bahu dan kakinya.
"Cepat kejar mereka!" setelah menyuruh anjing-anjing itu mencium baju Sasuke yang sempat diberikan Sakura kepada mereka, anjing-anjing itu dengan ganas berlari memasuki hutan mengejar Sasuke dan Naruto yang ikut bersamanya.
Keduanya terus berlari sepanjang jalan, Naruto dapat berlari dengan cepat tapi Sasuke mulai terlihat lelah.
"Wof … Wof .. Wof!" terdengar suara anjing-anjing itu yang dengan cepat mengejar mereka. Bagi Naruto hal ini bukan masalah, tapi Sasuke yang sedang terluka menjadi kewalahan.
"Na-Naruto … Aku tidak akan bisa berlari lebih jauh lagi dari ini, kau pergi saja cepat!" kata Sasuke yang berlari agak tertinggal di belakang dari Naruto.
"Kau bicara apa Sasuke! Aku tidak mungkin meninggalkanmu! Ayo kita pergi sama-sama!" kata Naruto yang kemudian berlari menghampiri pemuda itu dan memapahnya untuk berlari.
"Jangan bodoh Naruto! Kita bisa sama-sama tertangkap! Kalau kau tertangkap siapa yang akan menyelamatkanku? Biarkan aku yang menjadi umpan!" kata Sasuke yang ngotot meminta Naruto untuk meninggalkannya.
"Tapi Sasuke … " Naruto tak bisa berkata apa-apa, dia benar-benar sangat bimbang.
"Tenang saja Naruto, itupun kalau mereka bisa menangkapku. Aku sudah punya rencana" kata Sasuke yang kemudian berjalan kearah tepian tebing.
"Sasuke jangan nekat! Jangan lakukan itu Sasuke! Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?" Naruto nyaris tak percaya dengan rencana Sasuke. Pemuda itu berniat melompat dari tepian tebing.
"Cepat pergi Naruto! Anjing-anjing itu sudah semakin dekat!" Sasuke mendorong Naruto dengan keras untuk menjauhi dirinya.
"Sasuke … Aku mencintaimu Sasuke!" kata Naruto secara spontan tanpa dia sadari, reflek Naruto menutup mulutnya sendiri.
'Bodoh, apa yang kukatakan barusan?' Naruto berpikir bingung kenapa kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"Kalau begitu berjanjilah untuk menemukanku Naruto … Aishiteru yo … " balas Sasuke yang tersenyum sambil menatap lekat-lekat ke Naruto.
"Aku janji! Dan berjanjilah kau harus hidup dan selamat!" teriak Naruto yang kemudian berlari meninggalkan Sasuke walaupun hatinya terasa berat.
'Aku janji Naruto … Kita pasti akan bertemu lagi' kata Sasuke dalam hati dan bersiap untuk melompat.
.
"Grrrrr … Wof … Wof!" anjing-anjing itu sudah mengepung Sasuke. Pemuda itu menatap sinis pada anjing-anjing kiriman itu.
"Kejarlah aku kalau kalian bisa!" Sasuke langsung melompat dan anjing-anjing itu ikut melompat ke bawah.
"OUUUUUF!" Naruto dapat mendengar lolongan dari anjing-anjing itu. Mungkin anjing-anjing itu ikut terperosok kedalam karena mengejar Sasuke. Dalam hati Naruto terus berdoa agar Sasuke dapat selamat.
"Hah … Hah … Hah … Sasuke … SASUKE!" Naruto berteriak sekencang mungkin yang dia bisa untuk melepaskan emosinya yang sedang tidak stabil. Dia merasa bodoh meninggalkan Sasuke, kenapa tidak dia gunakan saja kekuatannya untuk melindungi Sasuke tadi.
"NARUTO!" ternyata sosok Kiba dan Gaara muncul secara bersamaan, keduanya turun dan menghampiri Naruto.
"Kiba, Gaara!" Naruto segera berlari dan memeluk kedua temannya, kemudian pemuda itu menangis sejadi-jadinya yang dia bisa.
"Maafkan kami terlambat Naruto … " kata Kiba yang mengetahui kejadian ini lewat cermin Jiraiya, tapi mereka tetap terlambat meskipun mereka sudah berusaha datang secepat yang mereka bisa.
"Ayo kita cari Sasuke!" kata Gaara diluar dugaan Kiba dan Naruto. Kiba tak bisa memprotes, dia hanya mengangguk setuju untuk membantu.
~o0o~
.
.
"Ergh … Aku masih selamat … " Sasuke yang sempat pingsan sesaat akhirnya terbangun. Aneh, padahal dia terjatuh cukup dalam tapi dia masih selamat.
"Anjing-anjing bodoh ini pantas mati" Sasuke melihat anjing-anjing yang tadi ikut melompat mengejarnya dalam keadaan mati semua.
"Aku harus segera mencari jalan keatas" tanpa menunda waktu Sasuke berjalan meninggalkan tempatnya, walaupun dia harus berjalan dengan tertatih dia harus berhasil menemukan Naruto dan menepati janjinya.
.
"Kita sudah berputar-putar sampai tiga kali tapi tidak ada juga. Kau yakin Sasuke melompat kemari?" tanya Kiba yang mulai tak bisa diam, dia terbang kesana-kemari mencari sosok Sasuke.
"Aku yakin sekali Kiba! Tolonglah kita cari sekali lagi" kata Naruto dengan yakin.
"Ayolah, kita cari sekali Gaara" kata Gaara yang terlihat lebih sabar dari Kiba.
30 menit kemudian …
"Ah, tetap tidak ada juga Naruto!" teriak Kiba merasa frustasi dan kesal.
"Mungkin Sasuke sudah berjalan meninggalkan daerah ini Naruto. Kita cari ke tempat lain saja" kata Gaara yang juga ikut lelah mencari, hari sudah menjelang sore dan mereka belum juga menemukan Sasuke didaerah tempat dia terjatuh dan sekitarnya.
"Kurasa kau benar, mungkin dia sekarang sedang mencari jalan keatas" kata Naruto yang akhirnya mengikuti saran Gaara.
~o0o~
.
.
"Aku dimana? Tempat apa ini?" tanya Sasuke yang tanpa sadar berjalan tak tentu arah, tapi kenapa tempat yang dilihatnya kini tampak tidak asing baginya.
"Rasanya aku mengenal aroma ini … " Sasuke mencium wangi yang terasa familiar diingatannya. Dia berjalan mencari asal aroma itu.
"Wanginya berasa dari sini rupanya" kata Sasuke sambil mendekati bunga anggrek yang berwarna putih dengan aroma yang khas. Bunga-bunga itu tumbuh disekitar danau yang ada disana.
"Aku lelah sekali … Rasanya aku ingin tidur … Sebentar saja … " Sasuke yang kelelahan akhirnya kembali jatuh pingsan di dekat sebuah danau.
Tak lama Kiba berhasil menemukan Sasuke yang tergeletak tak sadarkan diri di pinggiran danau.
"Hey, Naruto, Gaara! Cepat kesini! Aku menemukan Sasuke!" kata Kiba memanggil Naruto dan Gaara.
"Sasuke! Sasuke ayo bangun!" Naruto dengan cepat merangkul tubuh pemuda itu.
"Sasuke kumohon jangan mati!" Naruto berteriak cemas berusaha membangunkan pemuda itu.
"Jangan cemas Naruto. Dia punya ketahanan tubuh yang besar. Kalau orang biasa pasti sudah mati pas terjatuh dari tebing setinggi itu". Kata Gaara mencoba menenangkan Naruto.
"Lalu kenapa Sasuke tidak bergerak Gaara?" tanya Naruto yang mulai menangisi Sasuke.
"Dia itu hanya pingsan karena kelelahan bodoh!" sambar Kiba dengan cepat, dia tidak suka melihat Naruto yang menangis seperti ini.
"Sudahlah, lebih baik kau cepat membawa Sasuke pergi dari sini. Hutan ini akan sangat berbahaya di malam hari" kata Gaara memperingati kalau mereka sekarang berada di wilayah kekuasaan para iblis, dan hal ini tentu tidak baik bagi mereka semua.
"Kami harus pergi Naruto. Maaf kami hanya bisa membantumu sampai sini saja. Jaga dirimu baik-baik", ucap Kiba yang kemudian pergi terbang bersama Gaara meninggalkan Naruto dan Sasuke.
'Kita juga harus pergi Sasuke … Terima kasih kau mau bertahan untuk ku' ucap Naruto dalam hati sambil tersenyum ketika menatap pemuda yang bernama Sasuke ini.
Akan pergi kemanakah mereka? Dan bagaimana kehidupan kedua orang berbeda ras itu selanjutnya?.
TBC …
Author : Alurnya kecepetan kah? Ah, ya Sasuke memang sedikit melankolis disini. Alasannya karena dia belum sepenuhnya ingat siapa dirinya. Dan mungkin si Sasuke ini jadi terlihat lebih lemah dibanding Naruto.
Sasuke : Lemah lo bilang? *Aktifin sharingan*.
Author : Ampun mas, jangan sweot gitu dong! Tenang aja nanti lo gue bikin kuat!.
Sasuke : Nah gitu dong! Kan gue gak terima kalau posisi gue lebih lemah dibanding Naruto.
Author : Apa kata lo dah! Enjoy this chapie.
.
.
HAPPY READ ^_^V.
