I LOVE SEOUL
Summary:
Luhan diminta untuk mencari dan membawa pulang Gege-nya yang nekat kabur ke Seoul. Berbekal sebuah alamat, nama dan segala fasilitas dari Appanya, Luhan berangkat ke Korea. Tapiㅡ dia justru betah tinggal di Seoul! 어떻게?
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Cast(s):
EXO-K (Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Kai dan Sehun), EXO-M (Xiumin, Luhan, Kris, Lay, Chen, dan Tao), and others as cameo.
Pair: HunHan. Seme!Hun, Uke!Han
Rate:Teeneger (T)
Genre: Romance, Friendship, Brothership, lil' Humor and SCHOOL LIFE.
Author: YeoSyeo
WARN!NG: Typo(s), OOC, BoysLove!
.
.
Preview Chapter
Sehun dituduh SEDANG JATUH CINTA! Disudut lain, Suho dan Yi Xing telah berciuman. Lalu, Chen dan Xiumin bermesraan seharian. Astaga cinta bertebaran dimana-mana!
Tapi, berbeda dengan Kyungsso. Dia semakin sakit hati melihat pujaan hatinya dekat dengan Luhan, dan ia menangis di balik pohon.
"Apakah dia menyukai Luhan? Apakah aku masih punya kesempatan untuk memilikinya?"
TOK TOK TOK
"Iya! Tunggu!" seru Baekhyun seraya berlari kecil menuju pintu coklat di rumah mungilnya. Ia meraih kenop pintu dan membukanya perlahan hingga iris matanya menangkap sesosok namja yang sedang menyeringai puas kearahnya.
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Chapter 10
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Namja jangkung itu mengenakan kemeja panjang berwarna putih bergaris yang ditekuk sebatas siku dengan celana panjang. Rambutnya ditata secara acak dan ia berdiri dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Chan― Chanyeol?" Baekhyun ternganga dengan mata membulat. "Ba.. Bagai―Bagaimana kau tahu rumahku?" lirih Baekhyun dengan suara pelan. Ia menundukan kepalanya.
"Apa yang tidak bisa aku lakukan. Hm?" Lelaki itu menangkupkan tangannya dikedua pipi Baekhyun agar dia bisa menatap kedua iris mata Baekhyun yang sedang memancarkan aura ketakutan, matanya berkaca-kaca.
Sebelum Baekhyun menjawab, Chanyeol berkata kembali. "Jadi.. Ini alasanmu tidak pernah mengizinkanku mengantarmu sampai depan rumah saat aku mengantarkanmu, hm? Kau malu eoh punya rumah seperti ini? Kau malu padaku, HAH?" bentak dan tanya Chanyeol bertubi-tubi tanpa memperdulikan air mata Baekhyun yang sudah mengalir perlahan-lahan. Sakit sekali saat dibentak Chanyeol.
"Hiks.. Maaf, Chan" Ibu jari Chanyeol bergerak untuk menghapus air mata namja yang sudah merebut hatinya itu.
"Jawab pertanyaanku, Baek." Sementara Baekhyun masih terus terisak dengan bibir yang bergetar.
"Hiks" Ketahuan sudah kalau dia tinggal di rumah yang sederhana. Dia bukannya malu, dia hanya takut Chanyeol akan menjauhinya saat namja itu tahu bahwa ia bukanlah orang yang kaya. Dia…hanya merasa tidak pantas bersama Chanyeol. Apakah dia salah?
"Baekhyun! Dengarkan aku!" pintah Chanyeol. Baekhyun sudah mempersiapkan mental dan fisiknya jika mulai detik ini juga ia akan dijauhi oleh Chanyeol. Baekhyun bergetar.
"Kau tidak perlu menyembunyikan hal ini dariku. Kau tidak perlu malu," Chanyeol mengelus pipi Baekhyun dengan punggung tangannya.
"Baek. Kau pikir aku akan mempermasalahkan keadaan ekonomimu? Aku ini mencintaimu, Byun Baekhyun. Aku mencintaimu dengan tulus. Aku tidak perduli jika kau bahkan gelandangan sekalipun! Aku mencintai semua tentangmu, semua yang ada dalam dirimu... Huh! Dasar babbo namja~" Chanyeol menyentil pelan dahi Baekhyun hingga membuat pemiliknya mengaduh kesakitan dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Maaf" cicit Baekhyun seraya menghapus sisa-sisa jejak air matanya sendiri. Dia hanya meminta maaf, tidak ada lanjutan seperti 'nado saranghae' yang selalu di harapkan Chanyeol.
"Aku akan memaafkanmu dengan syarat aku harus melihat isi rumahmu." Celutuk Chanyeol, lalu berjalan memasuki rumah Baekhyun yang bercat putih gading tersebut tanpa meminta izin dari pemiliknya. Baekhyun melongo melihat kelakuan Chanyeol yang seenaknya saja.
Baekhyun segera berlari menyusul Chanyeol setelah mendengar bunyi 'BRUK' dan 'MIAW' yang sangat kencang dari dalam rumahnya.
"Omona! Chanyeol!" pekik Baekhyun. Kedua tangannya membungkam mulutnya sendiri agar tidak berteriak terlalu keras. Ia menghampiri Chanyeol yang sedang meringkuk dibawah meja makan dengan muka yang dibuat sehorror mungkin. "Wae?" Baekhyun menundukan badannya agar dapat bertatapan dengan Chanyeol.
"It―itu.." telunjuk Chanyeol yang bergetar menunjuk sebuah makhluk bertubuh gembul dengan banyak bulu berwarna putih dengan kumis yang menghiasi pipi-pipi makhluk tersebut. Sebut saja, KUCING.
Dan..
"SEJAK KAPAN KAU MEMELIHARA KUCING?!" teriak Chanyeol dengan histeris.
Kedua mata bulat Chanyeol melotot sedangkan Baekhyun justru memutar kedua bola matanya dengan malas sebelum beranjak menghampiri kucing tersebut dan menggendongnya dengan senyum lima jari. "Kenalkan.. Nama kucing ini adalah Yeollie^^"
"HUH?!"
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Luhan baru saja selesai mandi. Terlihat dari handuk kuning yang membalut pinggang dan pahanya. Dia berjalan ke arah meja nakas dekat kasurnya, mengambil dan menyalakan benda persegi hitam tersebut.
You have 5 new message(s).
Mata rusanya memperhatikan satu persatu pesan tersebut. Ternyata empat dari Kai dan satu lagi dari...
Sehun?
Luhan duduk di kasurnya, dan membuka pesan dari Sehun yang berada di tengah-tengah pesan lainnya.
Setelah membaca pesan itu, alisnya menyatu.
Dimana alamatmu? * From: Oh Sehoon.
Singkat, padat, dan tidak jelas. Dengan ragu Luhan mengetikan sebuah balasan yang hampir sama singkatnya dengan SMS Sehun. Setelahnya, Luhan mengalihkan jari-jarinya ke arah pesan yang tergeletak di bagian paling bawah ponselnya. Dari Kai.
Ini nomormu 'kan, Luhan? – Tidak penting sekali.
Aku Jong In – Eum, yeah(?)
Oh ia, ini alamatnya. Jalan XXX Block X no X. Jangan lupa datang!
Dan pesan paling atas berbunyi "Aku menunggumu!"
"Huh~" Luhan merebahkan tubuhnya di atas kasur, tidak memperdulikan rambutnya yang pendek dan basah telah membasahi kasurnya juga. Dia menghela napas dan memejamkan matanya.
'Haruskah aku datang?'
Dia membuka matanya kembali dan memandangi layar ponselnya yang gelap. Teringat kalau dia belum memakai baju, ia menaruh ponselnya dan berjalan menuju lemari pakaian untuk memilah sepasang baju untuk ia kenakan.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya dia mengambil sebuah celana jeans dan baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan garis-garis hitam pekat lalu memakainya. Dia menggulung lengan bajunya hingga siku dan mengenakan jam tangan berwarna biru tua di pergelangan tangan kirinya.
Luhan berjalan ke arah cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Rambutnya terlihat sangat berantakan. Dia mengambil sisir dan sedikit gel untuk menata rambutnya.
Sekarang tatanan rambutnya justru terlihat terlalu rapi, maka ia memberinya sedikit sentuhan 'acak-acak' untuk rambutnya. Well, semua terlihat perfect! Tapi tidak dengan wajahnya yang terlalu cute untuk seorang namja.
Luhan mengarahkan telunjuknya dan mulai menoel-noel pipinya sendiri yang terlihat chubby. Dan mari kita tinggalkan kegiatan tak bermutunya.
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
"Annyeong Jong In-ssi. Ada apa gerangan tuan muda datang kemari?" seorang lelaki paruh baya, berpakaian jas rapi dengan rambut putihnya menyapa Kai yang baru saja sampai di depan Nightingale café. Café yang bernuansa damai, tentram, dan penuh cinta ini ternyata milik seorang Jong In yang urak-urakan.
"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh mengunjungi café miliku sendiri, Tn. Jung?" tanyanya sarkastik. Lelaki tadi langsung mengibaskan telapak tangannya sembari berkata "Tidak! Bukan begitu maksudku!"
"Terserah, aku mau masuk sekarang." Potong Kai. "Kalau ada yang datang mencariku, antarkan saja ke kamarku." Tambahnya sebelum benar-benar memasuki kamar VIP yang terletak dalam café.
45 menit kemudian, sang kepala pelayan café tadi benar-benar menemukan tamu untuk Tuan mudanya. Tamu itu mengaku bernama Xi Luhan dan namja paruh baya itu langsung mengantarkan Luhan ke kamar tuannya, sesuai perintah.
..
TOK TOK TOK!
Luhan terlihat celingak-celingukan di depan sebuah kamar bercat coklat tua dengan papan bertuliskan hangul Kim Jong In.
Cklek
Pintu kamar terbuka dengan lebar. Kai muncul dengan rambut berantakan dan kaos singlet putihnya. Luhan berkata dalam hati kalau Kai sangat sexy!
"Oh. Hai. Luhan" sapa Kai dengan canggung. 'Oh hell! Penampilanku sungguh buruk!'
"H-hai." Balas Luhan tak kalah canggung. Kai semakin bingung mau melakukan apa.
"K-kau boleh masuk." Kai masuk terlebih dahulu ke dalam kamarnya dan meninggalkan Luhan di ambang pintu.
Luhan memberanikan dirinya masuk ke dalam, tak lupa menutup pintu kayu tersebut.
...
"J-jadi?" Luhan membuka suaranya setelah 10 menit hening.
Kai menggaruk kepalanya. "A-aku mandi dulu!" Seru Kai tak mengubris pertanyaan Luhan.
Sambil menunggu Kai, Luhan memutuskan untuk berkeliling dalam ruangan bercat krem itu. Semuanya tampak normal.
Tapi..
Ada sebuah bingkai foto retak disana. Seorang anak kecil berkulit gelap, tersenyum manis. Itu Kai. Dan dia bersama kedua orang tuanya.
Luhan yakin ini berlatar tempat di kampung halamannya! China! Eungㅡ Beijing! Ini Beijing.
Dan kalau diperhatikan lebih seksama, disana ada sosok Luhan kecil yang sedang menangis disana. Di taman itu. Taman dekat rumahnya.
Pantas saja... Luhan merasa pernah mengenal Kai. Tapi, dia takut dengan Kai dan Luhan benar-benar tidak ingat dengan kenangan bersama Kai hingga ia bisa takut pada pemuda itu.
Mata Luhan menerawang jauh ke masa lalunya, hingga ia tidak sadar akan sebuah sosok yang mendekati dirinya.
"Luhan!"
Dia menepuk keras pundak Luhan dan memeluknya dari belakang.
Luhan terbelalak dan segera melepaskan pinggangnya dari tangan Kai. "Memperhatikan aku, eoh?" Tanya Kai.
"E-eh, ani.. Hanya sajaㅡ ini dimana?" Tunjuk Luhan pada pigura di depannya.
Kai nampak berpikir sejenak. "Ooh itu. Eung~ aku lupa dimana, kalo tidak salah di Beijing. Wae?" Tuh kan!
Kini giliran Luhan yang berpikir. "Eung.. Kauㅡmengenalku, tidak?"
Kai mengangguk antusias. Jantung Luhan berdegup kencang, penasaran.
"Tentu saja! Kau Luhan. Kau namja. Murid baru di sekolahku. Mempunyai gege bernama Kim Minㅡ" Kai terus berujar, hingga Luhan menginterupsi. "Aniyo~ maksudku, dimasa lalu?" jelasnya.
Kai terdiam.
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Jika ini sebuah komik, pasti sudah ada asap merah yang mengepul di atas kepala Sehun. Tak taukah kalian, kalau ia sudah berada di depan kamar Kai sedari tadi? Dia ingin masuk. Tapi juga ingin menguping pembicaraan Kai dengan Luhan.
"Dasar Modus!" Umpat Sehun ketika ia melihat Kai melakukan back hug pada Luhan.
Asap-asap di kepalanya sekejap menghilang tatkala telinganya menangkap pembicaraan yang menarik baginya.
Benarkah? Benarkah mereka saling mengenal dulu?
Sehun memejamkan matanya dan menajamkan telinganya.
"AAAAaaaaaaa! Ada penguntiiiittt!"
Tepat saat Kai berucap kata "Akuㅡ" di dalam sana, seorang pelayan wanita dengan tidak sopannya menjerit tepat di telinga Sehun, membuat dia terjungkal!
Oh Sh*t!
Apa lagi yang akan terjadi sekarang? Zz
Pintu terbuka, menampilkan sosok Kai dan Luhan. Keduanya mengernyit bingung, sejak kapan Sehun ada disana?
Pelayan itu mengambil ahli pembicaraan "Tu-tuan muda! O-orang iniㅡ" Sehun mendelik tajam. "Hai Kai^^" potong Sehun, tak mau bila rahasianya terbongkar. Kai mengalihkan pandangan padanya. "Sejak kapan kau ramah padaku?" tanyanya sarkastik.
"Ayo, aku mau masuk." Balas Sehun tanpa merespon pertanyaan Kai.
Dengan tidak sabar Sehun menarik masuk Kai dan Luhan yang masih terdiam, meninggalkan pelayan yang hampir membuat harga dirinya jatuh. "Berhenti Sehun! Disini aku tuan rumah!" Sehun berhenti.
"Lagipula, kenapa sih kau ikut-ikutan aja kesini? Aku tadinya hanya mengajak Luhan membicarakan sesuatu yang privasi, kau tahu?" lanjut Kai dongkol. Sehun tak menjawab, dan Luhan tetap bertahan dalam kebisuannya.
Kai menghela napas. "Huh~ Sudahlah, kalian duduk saja dulu, aku mau mengambil sesuatu." Sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu... "Dan jangan berbuat yang aneh-aneh!" lanjutnya.
Hening...
Canggung...
Sepiㅡ kenapa jadi seperti ini?
Kai muncul sebagai penyelamat, "Luhan, sebelumnya aku minta maaf." Kata-katanya sukses menciptakan kerutan di dahi pemuda yang paling pendek diruangan itu.
"Akuㅡ sering menggodamu." Oh well,
"Aku sering berbuat kasar padamu." Lebih tepatnya membuatku takut.
"Aku sering membuatmu takut." Nah itu maksudku!
"Aku melakukan itu karena ada alasan." Sehun memperhatikan keduanya dalam diam. Dia rasa, dia tau apa yang menjadi alasan Kai.
"Eung, untuk foto itu juga... Sebenarnya, aku..." Kai terlihat gelisah. Luhan semakin menunjukan ekspresi penasaran.
Tiba-tiba Kai tersentak, "Ah! Lupakan, bicara apa aku ini? Ini, aku memberimu sebuah penawaran." Dia menyerahkan sebuah kertas dengan tulisan-tulisan di dalamnya. "Apa ini?" Luhan bertanya penasaran.
Kai tersenyum manis, "Buka saja."
DEG!
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
To Be Continue
ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ ㅡ
Haaalllllllllooooooooooooo...
Aaaaaa ada yang kangen sama FF ini engga?
Syeo kembali, tapi FF chapter 10 ini sebenernya udah lama dibuat, tapi baru setengah, jadi pas selesai UN baru lanjutin. :D kemampuan menulis Syeo sepertinya menurun, maaf kawan-kawan.
Tapi sekarang semangat Syeo buat nulis udah naik lagi gegara liat foto HunHan di IG. Khekhe xD
Ga bisa basa basi terlalu banyak saat ini, karena dikejar waktu/? Tapi, Syeo harap masih ada yang mau me-review FF ini. Syeo akan kembali dengan chapter 11. Please, waiting for me :)
Balasan review (ditengah kejaran waktu *abaikan*):
Fujoshi203: Oke boss! Makasih buat sarannya (: aku usahain. Tunggu di chapter 11 ya?^^ Gomawo udah review..
RZHH 261220: udah lanjut (:
HunHanloverz: Hallo^^ Aku ada, nama Authornya Li Ell, cari yang judulnya Monogatari deh :3 dia author yang aku suka juga sih. Hehe. Thankyou udah RnR ya^^
Junia angel: Oke, ini udah next^^
Rhie 95: Aaa~ makasih buat doa'nya. Syukur UN aku berjalan lancar, walau hampir telat dihari pertama *lol. Untung baru pada ngumpul di kelas pertemuan. #malahcurhat. Thankyou sudah mereview (:
Zuhroh: Terimakasihhhh~ (:
Haki. alrifiki: ini terusannya^^ Thankyou buat RnRnya..
Kimyori95: Hahaha iya! Bisa gawat kalau Dio pake kekuatannya.. Haha untung ini bukan genre fantasy xD. Oke, ini udah lanjut. Thankyou untuk RnRnya (:
VERY BIG THANKS TO:
Nurfadillah, sstyle313. EXOfan, hunhanmania, ryeoluhan203, Little deer, vely, fanTAOstics, Name hunhanship, Tania3424, Shizuluhan, kira, ByunnaPark, Misterius, Luhan Deer, DeimonDevilBats, HyunRa, RZHH 261220, Shafira2306, Rency35, hunniedeer1, dian deer, Xiaolu odult, Fujoshi203, ssi. chubbypleatpleot, hunhankailuu, Rhie95, Guest, , adilia. taruni. 7, dugundugun, my luu, HunHanloverz, junia angel, Zuhroh, haki. alrifiki, dan kimyori95.
...
Terimakasih untuk Tuhan. Tentu orang tua, guru, teman-teman (di Ffnet, sekolah, rumah, dll), untuk dukungan dan bantuan kalian. (: Semoga semua yang kita butuhkan bisa tercapai~ ini FF I Love Seoul chap. 10, dan silakan menunggu chapter 11 yang akan Syeo buat. See you- I LOVE YOU
Salam Hangat.
Yeo Syeo^^
