Chapter Sebelumnya :
'Aaaargggh aku tidak mengerti dengan jalan pikiran orang tua itu' ucap natsu dalam hati sambil menjambak rambutnya sendiri, frustasi sendiri. Karena natsu ingin tahu sebabnya, dan ia tidak tahu sebabnya, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya langsung kepada ayahnya. Ia keluar dari kamarnya menuju ke ruang kerja ayahnya. Pada saat ia ingin mengetuk pintu, ia mendengar ayahnya berbicara dengan seseorang.
"Aku harus mendidik natsu agar ia dapat menjadi penerus dari keluarga ini, dan mengelola perusahaan ini, karena kau tahu aku sudah bersusah payah mengelola perusahaan ini" ucap ayahnya kepada seseorang. Natsu masih mendengarkan.
"Ha-ha-ha-ha yayaya aku tau igneel, kau sudah bersusah payah, apalagi pada saat kau merampas milik perusahaan keluarga Euclife dan membuat mereka bangkrut, oh ya jangan lupa dan juga kau telah membuat mereka frustasi dan akhirnya mereka mati hahaha" ucap seseorang yang natsu tidak kenal sambbil tertawa.
Natsu sangat kaget mendengar ucapan orang tersebut. Dan ia ingin tahu jawaban dari ayahnya, akhhirnya ia tetap memutuskan mendengarkan pembicaraan itu.
"Hey hey hey, jangan membahas itu lagi, itu sudah terlewat dari beberapa tahun yang lalu, aku melakukan itu demi perusahaan kau tahu, tapi aku berterimakasih pada keluarga Euclife karena harta merekalah perusahaan ini maju sampai sekarang" jawab igneel, ayah natsu. Mendengar hal itu, natsu sangat kaget, sambil berjalan mundur dari pintu ruang kerja ayahnya.
'Ayah? Melakukan itu? Demi perusahaan? Dan ia menghancurkan keluarga Euclife?' pikir natsu.
Tiba hari dimana detective Genzou dan Layla menikah, Lucy, Layla, detective Genzou berangkat untuk bersiap-siap digereja. Mereka bertiga berangkat dengan mobil yang biasa dipakai.
"Ibu, gaun ibu sudah dibawa? dan pakaian Genzou-san? sudah belum?" tanya Lucy sambil membawa tasnya yang berisi gaun pestanya.
"Sudah ada di sana sayang, ayo kita berangkat sekarang" ajak layla sambil mengunci pintu, dan menaiki mobil detective Genzou yang didalamnya sudah ada pengendaranya yang tak lain adalah detective Genzou sendiri. Lucy pun mengikuti ibunya. Ia duduk dikursi belakang.
"Waaaah akhirnya hari ini tiba, kau akan jadi ayahku, Genzou-san" ucap lucy sambil tersenyum.
"Iya lucy, aku juga sangat senang haha, kau senang tidak Layla-san? hoho" ucap detective Genzou sambil memerhatikan depan karena ia sedang mengendarai.
"Iya Genzou-san" jawab Layla malu-malu dan terlihat semburat merah dikedua pipinya.
Selama perjalanan, Lucy hanya melihat keluar jendela. Dan ia berpikir, apakah Natsu akan datang? Natsu sudah berjanji untuk datang hari ini.
Ditempat lain, yaitu rumah kediaman Dragneel atau rumah Natsu,
Kriiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnngggggggggggggg…. Krrrrrrrrrrrriiiiiiiiiiinnnnnngggggggggg
"Hmmm berisik sekali" ucap Natsu dengan mata yang masih tertutup, ia mencoba meraih jam wekernya yang berdering. Setelah mendapat jam wekernya, ia mematikan alarm dan mulai membuka matanya dan melihat jam. Ternyata sudah jam 8 pagi. dan ia ingat hari ini adalah pernikahan ibu Lucy dan tantei-san.
"Oh ya, aku harus cepat bersiap-siap" ucap Natsu sambil bergegas bangun menuju kekamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap. Setelah beberapa menit, Natsu selesai dengan kegiatan mandinya. Ia membuka lemari pakaiannya, ia melihat beberapa baju yang cocok untuk mendatangi kepernikahan seseorang. Pertama ia memilih kemeja. Ia melihat koleksi kemejanya yang cukup banyak untuk seorang remaja. Setelah lama memilih kemeja, ia memutuskan untuk memakai kemeja berwarna biru dongker dengan kancing berwarna putih dengan garis putih panjang didekat kancing-kancingnya. dan ia memakai celana jeans hitam, kemeja di masukkan dan memakai sabuk hermes berwarna putih. Ia melihat dirinya kekaca, dan ia merasa pakaiannya tidak cocok dengan gayanya yang urakan. Tapi ia berfikir lagi, masa iya, dia berpakaian santai dipernikahan ibunya Lucy, dan ia berfikir bahwa Lucy akan tampil cantik hari ini, masa dia tampil dengan biasa saja. Ah tidak benar. Akhirnya Natsu tetap memakai kemeja itu. dan sekarang ia sedang memilih jas yang cocok. ia mengambil jas berwarna abu-abu dengan kancing satu berwarna hitam, dan ia memakainya, dan tak lupa ia memakai syal kotak-kotaknya. Setelah selesai ia memakai sepatu dan…
"Ah ya bagaimana kalau aku mengajak Wendy juga, Wendy mungkin akan senang, baiklah aku akan kekamarnya" ucap Natsu sambil keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju kamar Wendy dan ia mengetuk pintu.
Tokk…tok…
"Wenddddyyy, kau sudah bangunkan? Buka pintunya" ucap Natsu sambil terus mengetuk pintu kamar Wendy.
"Iya iya sebentarrrrrr" jawab Wendy dan setelah itu Wendy membukakan pintu kamarnya dan memandang kakaknya dengan tatapan bingung.
"Aniki, kau mau kemana? Kok ganteng?" tanya Wendy sambil memasang muka polosnya.
"Maksudmu apa ngomong dan bertanya kalau aku ganteng? bukankah aniki mu ini memang ganteng? hmm sudahlah, ayo ikut aniki, kita akan menghadiri pesta pernikahan orang tua sahabatku, cepat ganti bajumu sana, jangan lupa bawa kameramu" ucap Natsu sambil nyengir-nyengir.
"Ah baiklah-baiklah, aniki tunggu ya" ucap Wendy sambil menutup pintunya. Sedangkan Natsu turun kebawah untuk sarapan. Ia melihat ayahnya berada di ruang tengah sedang bersama ibu tirinya sedangkan natsu, ia duduk di meja makan, sambil mengambil 2 lembar roti dan selai cokelat. Ia mengoleskannya ke roti tersebut dan melahapnya. Setelah itu meminum susu yang telah disediakan oleh pengurus rumah.
"Wendy lama sekali" ucap Natsu yang masih duduk di meja makan. Ia bangkit berdiri melihat adiknya telah selesai berdandan.
"Kau lama sekali wendy, ayo kita berangkat" ajak Natsu sambil menggandeng tangan adiknya.
"Tapi aniki, apa kita boleh keluar oleh ayah? Kalau tidak boleh, gimana?" tanya Wendy dengan tatapan sedih.
"Dia tidak boleh melarang kita ketempat yang kita suka Wendy, kau sudah membawa kamera kan?" ucap Natsu sambil tersenyum kepada adiknya.
"Sudah aniki, ayo kita berangkat" ajak Wendy bersemangat karena mendengar perkataan kakaknya itu. Natsu dan Wendy keluar rumah melewati ruang tengah dimana ayah dan ibu tirinya berada. Dan pada saat mereka berdua jalan, mereka dipanggil oleh ayahnya.
"Hey, kalian mau kemana?" panggil Igneel. Membuat Wendy menoleh. Dan sedangkan Natsu? Ia tidak menoleh sedikitpun kearah ayahnya.
"Aku mau pakai mobil, kami mau pergi kepernikahan orangtua sahabatku" ucap Natsu sambil menyambar kunci yang berada di tempat kunci-kunci ditaruh. Natsu dan Wendy berjalan menuju mobil yang akan dikendarai oleh Natsu. Natsu sudah bisa mengendarai mobil sejak kelas 1 SMP dan mobil yang ia pakai sebenarnya juga mobil yang dibelikan ayahnya untuk dia nanti. Dan karena tidak mungkin Natsu dan Wendy pergi menggunakan kendaraan umum, dan menggunakan supir ayahnya, jadi ia berangkat mengendarai mobilnya sendiri. Setelah Natsu dan Wendy masuk mobil. Natsu menyalakan mesin mobil dan keluar dari wilayah rumahnya.
"Aniki, apa tidak apa-apa kau bersikap seperti itu oleh ayah?" ucap Wendy sambil membenarkan sabuk pengamannya.
"Sudahlah Wendy, jangan membicarakan ayah, kau tidak mau kenapa-kenapa kan pada saat jalan bersamaku?" tanya Natsu sambil tersenyum meledek adiknya, dan adiknya sudah pucat mendengar pernyataan anikinya.
"Ba-baiklah aniki, aku akan diam" ucap Wendy.
Selama perjalanan Natsu dan Wendy hanya diam.
Dan dilain tempat yaitu digereja tempat ibu Lucy menikah dengan detective Genzou…
Detective genzou telah selesai memakai setelan pakaian pengantinnya. Ia memakai jas berwarna silver dengan padu warna hitam dikerah jasnya. Dan ia memakai kemaja garis-garis putih berwarna abu-abu dengan kerah berwarna putih keluar dari jasnya dan celananya berwarna senada dengan warna jasnya. Ia memakai sepatu hitam yang mengkilat.
Sedangkan pengantin wanitanya yaitu Layla, memakai gaun putih berkerah v yang memperlihatkan kalung mutiara yang dipakai oleh sang pengantin, bertangan panjang yang pas dengan lekukan tubuhnya dan dibagian belakang punggungnya terbuka hanya ditutupi dengan bahan brookat. Sangat cantik. Rambut sang pengantin wanita hanya dikonde dan dilingkari dengan mahkota terkesan manis. Lucy melihat ibunya sangat cantik ia hanya berekspresi senang dan gembira.
"Ibu kau cantik sekaliii" ucap Lucy sambil memeluk ibunya yang sudah selesai di make-up.
"Terima kasih Lucy, ayo kau juga bersiap-siap berdandan sayang" ucap Layla sambil tersenyum. Lucy hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan apa yang dibicarakan oleh ibunya. Lucy menuju kekamar ganti untuk mengganti bajunya dengan dress yang telah ia siapkan.
Lucy keluar dari kamar ganti dan siap untuk di make-up. Lucy memakai dress satin putih dan panjangnya diatas lutut, bertalikan kecil tipis dimana bagian dada ada corak bunga-bunga yang manis dan dibawah dada di tambah dengan pita putih yang menambah kesan lucu. Lucy dipakaikan kalung putih yang dan gelang putih agar tidak terlalu polos. Dan ia di make-up senatural mungkin, dan mengenai rambut, rambut lucy hanya di curly sedikit ditambah memakai bando mutiara berwana putih. Setelah selesai, lucy bangkit dari tempat dia make-up dan memperlihatkan hasilnya ke ibunya.
"Bagaimana bu? apa aku cocok dengan gaun ini? dan dandanan ini? dan juga rambut ini? bagaimana?" tanya Lucy sambil menatap ibunya yang tersenyum geli melihat putrinya khawatir dengan penampilannya.
"Lucy… kau sangat cantik,cantik sekali." Puji Layla sambil mengusap pipi putrinya dengan kasih sayang.
"Benarkah bu? terima kasih bu, aku sangat bahagia hari ini" ucap Lucy sambil memeluk ibunya.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Dan Lucy segera membukakan pintu.
"Maaf apakah kalian sudah siap? Acara akan dimulai" ucap orang itu yang mengurusi pernikahan ibu Lucy.
"Sudah, baiklah kami akan keluar" jawab Lucy sambil menghampiri ibunya yang masih duduk melihat dirinya.
"Ibu ayo kita keluar, kita sudah ditunggu para tamu" ajak Lucy.
"Baiklah, ayo lucy, semoga hari ini lancar ya, Lucy" jawab ibunya sambil memeluk anaknya.
"Iya bu, ayo kita keluar" jawab Lucy sambil membalas pelukan ibunya dan melepasnya dan menuntun ibunya untuk keluar.
'iya bu, semoga hari ini, kebahagiaan ini akan selalu menghampiri kita' ucap Lucy dalam hati sambil tersenyum.
Mereka berdua keluar dari ruang ganti atau ruang make-up. Lucy mengiringi ibunya ke altar untuk menghampiri detective Genzou yang sudah berada disana. Lucy dan Layla, mereka berdua tersenyum bahagia. Dan Lucy melihat dibangku para tamu, Natsu sudah datang. Dia melihat Natsu melambaikan tangannya dan ia hanya balas dengan senyuman. Sesampainya Lucy dan Layla di altar, Lucy segera menyerahkan tangan ibunya ke tangan detective Genzou. dan Lucy segera duduk dekat Natsu.
'astaga, aku tidak menyesal memakai pakaian formal ini, karena...karena Lucy sangat cantik hari ini' pikir Natsu
"Hey Natsu" sapa Lucy sambil tersenyum.
"Hey Luce, kau cantik sekali, cantik sekaliii" ucap Natsu, sepertinya Natsu terpesona akan kecantikkan Lucy.
"A-aah iya terima kasih Natsu" jawab Lucy yang pipinya sudah merona karena pujian dari Natsu.
"Ah iya, aku lupa, aku membawa adikku, tapi dia sedang ketoilet hehe" ucap Natsu sambil memberikan cengiran khasnya.
"Oh begitu, kau naik apa kesini?" tanya Lucy
"Naik mobil hehe" jawab Natsu sambil tertawa
"Kau sendiri yang mengendarai?" tanya Lucy dengan kaget
"Yap, kenapa? Ada yang salah?" jawab natsu polos. Lucy menggeleng-gelengkan kepalanya. Lucy tidak heran, karena Natsu anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup dan berkendara dengan mobil diusia dini.
Lalu prosesi pernikahan ibu Lucy dan detective Genzou pun dimulai.
~skip time~
Selesainya prosesi pernikahan Layla dan detective Genzou, Lucy dan sang pengantin foto bersama. Dan ada sesi pelemparan bunga. Setelah pernikahan itu selesai, para tamu pun lama-kelamaan mulai berkurang. Natsu kebingungan mencari adiknya yang tidak kembali dari toilet. Dan Lucy menyadari ada yang tidak beres dengan Natsu.
"Natsuu, ada apa? Kau terlihat cemas" tanya Lucy sambil memegang pundak Natsu.
"Begini, adikku tidak kembali dari toilet dari tadi, apa dia tersesat ya? Haduuuuh bagaimana ini Lucy" ucap Natsu sambil mengacak-acak rambutnya.
"Hmm mungkin dia ada didanau, ayo kita kesana" ajak Lucy. Natsu hanya mengangguk mengikuti Lucy.
Sesampainya di danau, benar ternyata Wendy berada disana, dan tunggu. Natsu dan Lucy melihat Wendy sedang tidak sendiri.
"Siapa yang bersama adikku itu?" tanya Natsu sambil terus berjalan menghampiri Wendy dan orang itu. Lucy yang melihatnya, kemudian tersenyum.
"oooh kau tidak perlu khawatir Natsu, ayo cepat kita kesana" ajak Lucy.
"Wendyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy" teriak Natsu. betapa terkejutnya Wendy melihat kakaknya yang telah sampai dihadapannya.
"Kau darimana sih Wendy, aku mengkhawatirkanmu tahu" ucap Natsu sambil menjitak kepala adiknya.
"Maaf aniki, aku melihat danau ini bagus, jadi aku mau foto-foto, dan aku ketemu dia" ucap Wendy sambil menunjuk kearah anak laki-laki yang sedang berjongkok dipinggiran danau.
Tiba-tiba..
"Stiiiiiiiiiiiiing, kau datang?" teriak Lucy sambil menghampiri anak itu, anak itu menoleh dan segera bangkit berdiri.
"Hey lucy, ternyata kau membawa temanmu ya?" jawab anak itu yang ternyata Sting. Lucy hanya menganggukkan kepalanya. Natsu dan Wendy menghampiri lucy dan sting.
"Ayo per-" ucap Lucy yang terpotong oleh ucapan sting.
"Tunggu Lucy, kau tau, kau sangat cantik hari ini" ucap Sting dengan pipi yang merona. Dan Lucy pun ikut-ikutan pipinya merona. Natsu yang melihat itu semua merasa kesal.
'siapa sih anak ini, kenapa ia terlihat dekat dengan lucy' pikir natsu, kesal melihat tingkah laku lucy.
"Lucee, anak ini siapa? Kau kenal?" tanya Natsu sambil memandang Sting dengan sinis.
"Dia Sting, dia ini waktu itu pernah aku tolong karena jatuh kedanau" jawab Lucy sambil menunjuk danau yang ada didepan.
"Oh begitu, baiklah. Oh iya sebelumnya Luce, perkenalkan ini adikku, Wendy" ucap natsu
"Aku Wendy dragneel, salam kenal Lucy-san" ucap Wendy sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
"Aku Lucy, salam kenal Wendy, kau sangat imuuuut" jawab Lucy sambil tersenyum.
"Baiklah, aku Natsu dragneel, namamu siapa? Salam kenal ya" ucap Natsu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sting. Lucy dan Wendy hanya melihat mereka berdua secara bergantian. Dan Sting yang menghadap Natsu, ia hanya memandang natsu.
'Ini dia orangnya, Natsu Dragneel' pikir Sting sambil tersenyum sinis.
"Aku sting, Sting Eucliffe, salam kenal Natsu Dragneel" ucap Sting sambil menyambut tangan Natsu dan mereka berjabat tangan. Dan Natsu tersadar bahwa ia mendengar nama Eucliffe di balik nama Sting, ia sangat kaget.
'Sting Eucliffe? Apa dia anggota keluarga Eucliffe yang dihancurkan oleh ayahku?' pikir Natsu.
Sting hanya tersenyum memandang Natsu yang sepertinya kaget mendengar namanya, dan Natsu sendiri masih terus memandang Sting dengan kaget.
Takdir telah mempertemukan mereka ber-tiga. Bagaimana kelanjutan kisah kehidupan mereka? Apa kebahagiaan yang diperoleh Lucy akan tetap selalu berpihak padanya? Apa yang Natsu lakukan terhadap Sting ?
To Be Continued
bagaimana chapter ini readers? kurang puas ya? hmm memang singkat chapter ini, gomenasaaaai -_-v
aku baru sempet update ini, karena tugas yang numpuk :'(
mohon maaf lagi kalau banyak yang typo huhuhuhuhuhu :"(
dan aku juga bukan seseorang yang terlalu fashionable yang bisa menceritakan, mendeskripsikan tentang model baju, jadi... gomenasaaaaaai :(
Ini balasan Review untuk Chapter sebelumnya :)
Ren (guest) : complicated dooong, kalo ceritanya singkat tar ga greget hihi, nanti diusahain ya aku bilang igneelnya biar dia ngembaliin asetnya keluarga eucliffe *loh? #plak. baiklah terimakasih atas reviewnya :)
Kyouryuusuke : iya pasti merubah banget, dan itu bakalan jadi nyebelin bagi kalian yang gasuka hihi tapi tetep keep read yaaa and review :)
Alia Dragfillia : aaaaah Alia Dragfillia, Yoroshikuuu :D. Arigatoou kalau kamu suka sama cerita ini :) iya, gomenasai, aku masih pemula hihi jadi mohon dimaklumi dan terimakasih sudah mengkritiki tulisanku aku menghargainya Arigatooou sekali lagi :D
hitoshi sagara : waaah, walaupun disini aku biikin natsu kaya anak yang berpikiran bertolak belakang sama ayahnya, tapi natsu tetep sayang kok sama ayahnya, dan dia ga mungkin ngancurin ayahnya sendiri hihi #plak hmm natsu jadian ama lucy ya? kapan yaaaaa? rahasia hihihihi :P keep reading aja ya, terima kasih untuk reviewnya :)
Terimakasih atas Review kalian yaaa dan juga para readers sekalian arigatou telah membaca cerita ini :) {} :*
Mohon Review nya yaaa untuk chapter ini
Review kalian membantu aku untuk mengoreksi kesalahan dalam cerita
Arigatooou Gozaimasu :)
