Prev chap!

"i really sorry, but, I can't, rosie" jongin tidak terperngaruh dengan trik macam itu, ia sudah sering lihat trik seperti itu di bar, biasanya tertarik, jika ingin saja.

Rosie tidak menyerah, ia melompat secara tiba-tiba kearah paha jongin, membuat wanita itu duduk berhadapan dengannya,

"jonginnie~"

.

.

.

Chap 10!

Jongin membola, rosie benar-benar keras kepala,

"rosie,aku tidak bisa" jongin menahan bahu rosie,

"okay then" rosie bangkit, well, setidaknya ia masih tahu batas?

Jongin segera bangkit, mengucapkan kata maaf sebelum pergi meninggalkan wanita berdarah jerman-korea itu sendiri, what a gentleman.

Setelah kepergian jongin, yang wanita berjalan menuju meja nakas, mengambil ponsel dan mendial seseorang,

"hello?"

.

.

.

Diseberang sana seorang wanita sedang membaca majalah fashion, memperhatikan halaman demi halaman, telfon genggamnya berdering dan berkedip,

"rosie? Ada apa sayang?"

"mommy!" pekikan khas seorang wanita memekakkan telinga wanita berumur di seberangnya

"astaga, jangan memekik, mommy belum tuli"

.

.

Rosie merengut kesal,

"aku lelah seperti ini terus" sambungnya.

"biarkan saja mereka. Aku merasa sangat jahat menganggu si bodoh kim jongin dan pacar bohongannya, apalagi mereka mengalami love-hate relationship, mereka sangat lama berkembang" rosie mendengus.

Ibu jongin tertawa diseberang sana,

Tunggu?

Ibu jongin?

.

.

.

Verbal makeout

Cast: Kim JongInXOh SeHun / KaiHun

Genre: boyxboy/shou-ai

Warning! MATURE CONTENT, AND SWEARING

+17

Don't like don't read, babe.

.

.

Ya, wanita yang dipanggil mommy bukanlah ibu rosie, melainkan ibunya kim jongin. Kenapa? Salahkan anaknya yang terlalu bodoh dalam hal berbau romansa, sehingga membuat ibunya harus turun tangan memboyong rosie yang notabenenya adalah mantan jongin kembali. bagaimana ibunya tahu?
apa gunanya sekertaris sehun, tentu saja ia tahu semuanya, well, kecuali bagian mereka melakukan sexual intercourse yang pertama. Sebenarnya rosie kembali bukan hanya semata-mata memenuhi keinginan ibu jongin untuk menjadi penengah di hubungan tanpa status yang bertitelkan saling benci dan saling ejek itu. ia ingin mengunjungi tunangannya, dan ibu jongin meminta dengan sangat, jadi disinilah ia, berpura-pura menjadi penganggu kelas kakap bertitelkan kim jongin's ex.

"sudahlah, ma. Just let them do it by theirself. But, I think kim jongin sucks jika berhubungan dengan cinta"

Kemudian cerita mereka berlanjut memberi ejekan untuk jongin, bagaimana bodohnya jongin dulu, perkembangan sehun dan jongin selama ini, dan seterusnya, melupakan fakta bahwa kedua anak adam itu sedang pergi bersama.

.

.

.

Jongin dan sehun masih hening didalam mobil mercedez benz gla yang dikendarai oleh seorang asisten, menikmati pemandangan jeju dimalam hari, teribat dengan pemikiran mereka sendiri, sebenarnya jika ditelaah, sehun sedang berfikir tentang yang apa yang ia katakan kepada jongin sehari lalu, mengenai perasaannya, ntahlah ada sesuatu yang mengelitik perutnya ketika jongin mengatakan hal itu selepas mereka bercinta, menopang segala fakta kalau mereka memang lebih sering akur ketika diranjang ketimbang di kehidupan sehari-hari, perhaps, ia memang menyukai kim jongin?

"nini-"

"hun-" mereka berhenti sejenak,

"apa kau benar-benar serius dengan ucapanmu tempo hari?"

"apa kau serius ingin aku mengajarimu?" lagi, mereka mangucapkannya hampir bersamaan,

"exactly" keduanya menjawab dengan rona pipi menjalar, jantung keduanya terasa ingin meledak dengan kata-kata yang diucapkan silih berganti hampir bersamaan, dengan kata-kata yang persis.

Ntahlah seperti ada suara thump-thump-thump yang bergetar seiring dengan berjalannya aliran darah mereka, tak peduli si asisten yang menerka apa yang dibicarakan kedua pria tersebut.

.

.

.

Kedua pria tampan sudah memasuki mansion mewah salah seorang pengusaha kaya, para tamu undangan sudah ramai memenuhi berbagai sudut, Nampak berbincang anggun diberbagai tempat,

"jadi? Bersama?" jongin mengulurkan tangannya,

"as your wish" dibalas oleh senyuman manis sehun,

Ntahlah, walaupun jongin belum mendengar jawaban langsung dari sehun, tapi ia merasa senang sudah diterima secara tidak langsung, well, mereka bukan lagi anak remaja yang mementingkan dan meninggikan sebuah status, hanya claim keegoisan. Jongin mementingkan perasaan yang sehun kepadanya, apa sehun merasa nyaman, apa sehun okay dengan apa yang ia lakukan, segalanya.

Jongin dan sehun terlibat perbincangan bisnis dengan salah seorang pengusaha berlian yang berdarah amerika di korea,

"oh sehun, kim jongin, this is my daughter, joana" pria berumur itu memegang pundak seorang wanita cantik, kristalnya coklat terang, dihiasi makeup nude yang tidak mencolok,

"hello, jo" sehun menjabat tangan joana, memberi senyum menawan,

"oh sehun, and this is kim jongin" lanjutnya.

"nice to meet you, boys" ia tersenyum anggun.

"so, sweetheart. I have to go" pria tua itu menginggalkan mereka bertiga, setelah menoleh ke sebuah arah.

"sorry, I have to take some drink" jongin menginterupsi setelah kepergian pak tua pengusaha.

Meninggalkan oh sehun berdua dengan joana.

"so, oh sehun? I hear a lot about you, kim jongin too" wanita itu menyeringai, sementara sehun hanya tertawa,

"thank you, but I didn't expect that compliment, "

"you're welcome. Hey, don't mind if we walk around here?"

"fine" joana dan sehun mulai berbincang, sambil berjalan santai di area mansion yang super besar dipenuhi oleh para pengusaha kaya raya, dengan memegang segelas red wine.

.

.

"hey hun, I'm typical of American girl, you know" ia mengerling, membuat sehun mengerti segala artian, ya tuhan, joana sama dengan wanita amerika pada umumnya, sebenarnya hanya stereotype bodoh, bukan bermaksud sara, tapi memang terkadang begitu?

"maybe, one night stand?" ia mengigit bibir berhias lipstick tersebut.

"wh—" salahkan sehun yang terlalu fokus para gelas red wine di genggamannya, sebenarnya ia sedikit malas berbincang dengan wanita ini, tapi untuk menghormati maka ia harus. Tak menyangka kalau sebenarnya mereka sudah berhenti di depan sebuah pintu berlabelkan reserved. Ntah ini benar-benar sebuah mansion atau bukan.

Sehun tercekat saat joana benar-benar menciumnya, bukan karena ia anak polos, hanya saja, dari penampilan anggunnya memang tidak terbaca kalau wanita ini ternyata agresif dalam hal ranjang,

.

.

.

Jongin baru saja kembali ke tempat dimana sehun dan joana tadi berbincang, dan tidak mendapati kedua orang tersebut, kemana mereka?

Ia terus berjalan sambil mencari dua orang itu, tersenyum jika menerima sapaan dari beberapa orang yang lalu lalang.

"shit, where are you, sehun" jongin mencari kesetiap sudut ruangan, kemana si CEO bodohnya?

.

.

.

Salahkan alkohol yang nyatanya sengaja joana ambil yang tinggi kadar alkoholnya, salahkan sehun yang pusing hingga bingung harus melakukan apa, tapi jangan salahkan sehun yang memiliki drunk habits semakin seksi dan menggoda.

Dan dipikirainnya hanya ada, bagaimana cara bersenang-senang dengan wanita western macam joana.

Melupakan segala fakta bahwa ia kemari bersama kim jongin, melupakan segala fakta kalau ia terlalu sering didominasi oleh kim jongin.

.

.

.

Dan kim jongin kesal. Oh sehun benar-benar menghilang, 1 jam lebih dan tidak terlihat batang hidungnya, sehun seakan jauh dari ponselnya, tidak ada jawaban apa apa, bahkan segala message sudah jongin kirimpun hanya berstatus delivered. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang, meninggalkan acara berjalan tanpanya, dan menelfon sekertaris lain untuk berjaga disini, kalau-kalau oh sehun muncul ke permukaan untuk pulang.

Sepanjang perjalanan jongin masih medial nomer sehun, ia benar-benar penasaran kema pria pucat itu, dan ia juga tidak bertemu dengan joana.

Perhaps?

Sehun melakukan sexual intercourse dengan joana?

Jongin pulang ke hotel, membuka pintu kamarnya dengan kasar, melupakan rosie yang ternyata didalam sedang melakukan rutinitas malamnya, maskeran.

"ohmy, jongin! Kau kenapa?" dan bola mata rosie membola saat kim jongin menciumnya kasar, sang wanita mendorong jongin,

"what's happen, jongin?" gila.

"I'm in love with oh sehun, rosie. so please, stop here." Kristal biru itu menatap penuh Tanya, masih tidak bisa menerka apa yang dikatakan pria tan itu, dan bodohnya yang keluar dari bibir tipisnya adalah,

"hey, aku tidak akan menganggu kalian lagi, salahkan ibumu yang menyuruhku kemari dan menganggu hubungan kalian berdua karena kalian terlalu lambat dan kaku sepert—oops!" bodoh, rosie kau membocorkan rahasia yang seharusnya belum kau bongkar.

"what?"

"no-nothing kai"

"tell me"

"u-uh" rosie meringis

"I swear to god! Rosie kau membuatku hampir membencimu dengan segala drama bodohmu menganggu kami! Astaga" rosie berjengit dengan akhir anti-klimaks yang diciptakan jongin, bukan, jongin tidak marah, malah ingin tertawa.

"it's your fault! Kau yang bodoh-sangat bodoh dalam hal romansa!" rosie tak kalah sebal.

"well, hehe. Aku tidak bodoh!" setidaknya ada satu fakta yang membuat jongin merasa sedikit lega, bahwa rosie bukan benar-benar penganggu.

"lagipula aku sudah punya tunangan!" rosie bersedekap,

"what? Who?"

"kim joe"

Kemudian keduanya hening, dan tertawa bodoh, kim jongin menertawakan segala hal tplol dan terima kasih banyak karena park rosie memang membantu hubungannya dengan sehun, karena rosie dirinya bisa membuat sehun terjebak dalam status bodoh, yang berujung ia menyatakan perasaannya, dan rosie tertawa karena akhirnya jongin mengakui jika dirinya mencintai oh sehun.

.

.

.

Sehun pulang dengan keadaan agak linglung pasca drunk. Membuka pintu dengan tatapan sayu,

"oh sehun, where have you been?"

"urgh- jonginnie" penampilan sehun sedikit berantakan dengan dasi yang sudah melonggar hingga ujungnya, kancing kemejanya terbuka 3, surai legamnya tidak serapi biasanya, dan jongin tahu kalau sesuatu yang tidak beres hampir terjadi kepada prianya.

ya, hampir.

.

.

.

Saat joana mulai membuka pintu kamar itu, menggeret sehun yang masih limbung karena alkohol pemberian joana, wanita itu menciumi sehun dengan ganas, melepas kancing kemeja sehun. Sehun membalas ciuman itu, permainan panas itu berlangsung hingga, ayah joana datang, tidak tahu datang dari mana, dan ia sangat malu, ia tahu semua ceritanya. Meminta maaf ribuan kali kepada sehun yang masih sedikit mabuk, sehun berjalan limbung menelfon sekertarisnya, memintanya menjemput dirinya karena ia tidak kuat lagi berjalan sendiri, tenang, ia tidak semudah itu untuk hangover walau kadar alkoholnya tinggi.

.

.

Dan disinilah oh sehun sekarang, masih seksi dan menggoda, ini pertama kalinya jongin melihat sehun yang benar-benar drunk. Jangan buat jongin egois karena ingin menerkam pria didepannya, jongin melembut, ia tahu ini bukan saatnya,

"sayang, ayo bersihkan tubuhmu"

"no nini!" sehun bersedekap dan mengerucut,

Sehun menjelma menjadi seekor kitten kalau sedang drunk. Tahanlah libodomu, sehun akan sangat marah kalau kau menyetubuhinya dalam keadaan mabuk, well, mungkin iya mungkin tidak? Ia kan tidak pernah mencoba.

Dengan segala kesabarannya, jongin membimbing sehun ke kamar mandi, menyuruh pria itu duduk di meja wastafel, mengambil beberapa baju dan kembali, membuka seluruh pakaian sehun, dan membasahi sebuah handuk untuk mengelap seluruh tubuh sehun, iringi desahan dari pria kurang pigmen itu.

Sumpah, dia tidak mau mengurusi sehun yang mabuk berat, karena ia akan menjumpai lebih banyak 'cobaan', desahan sehun yang terlihat lebih feminin dari biasanya, ini lebih sulit, ya untuk pria dengan organ reproduksi sehat seperti jongin mungkin sulit.

Jongin memakaikan selembar baju, dan celana pendek, kemudian mengajak sehun untuk ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuh mereka, tentu saja sehun masih menempeli jongin, dan tidak berenti mengucapkan 'nini, nini, nini"

Mereka berbaring di ranjang, belum ada yang memejamkan mata, jongin membiarkan sehun menghinggapi tengannya dengan kepala sehun, berbaring miring saling berhadapan, "nini-" sehun mengadahkan kepalanya kearah jongin, menatap berjuta pelangi yang mengerucut menjadi kristal coklat milik jongin.

"-terimakasih, hotlips" kemudian memejamkan matanya, jongin tersenyum,

"you're welcome, cinnamon" memeluk sehun, membiarkan segala lelahnya hari terbawa pergi seiring pagi menjelma.

"and I love you" begitu kedua hati mereka berucap, walau tak sampai diucapkan, memberi segala ruang hati mereka.

Tbc

Kok jadi fluff?

Hng, begini._. HAHAAHA apa ini terlalu fluff buat kedua pria yang manly-manly itu? maafkan daku~ gimana? Kurang kaihun ya? Maafkan dan kao mau ngucapin segala teria kasih untuk para readers, siders, followers, favorite, and reviewers yang sudah mendukung ff ini! Jangan lupa baca inadvertently meet up (chanbaek), dan marvin gaye(kaihun)! /promosi