Apartemen yang biasanya terang benderang sekarang terlihat gelap, tanpa cahaya sedikitpun. Gelapnya menyembunyikan dua orang namja yang sedang bergulat disalah satu kamar apartemen tersebut.
" rupanya kau benar-benar belum menyerah rupanya?" Kata seorang pemuda berambut pirang, nada bicaranya sangat tenang tak terlihat seperti seseorang yang dilehernya bertengger pisau yang telah mengiris permukaan kulitnya terlihat cairan merah mengotori dadanya yang telanjang
"Hmm tentu saja, apakah kau pikir aku akan melupakan tujuan utamaku hanya karena menjadi sekertarismu untuk sehari?" Kata pemuda yang memegang pisau tersebut dengan nada seduktif pelan - pelan pemuda pemegang pisau tersebut menjilat telinga pemuda berambut pirang yang ditawannya
Pemuda berambut pirang yang bernama kris yang mendengarkan nada seduktif tao itu terlihat bergetar ditambah dengan lidah tao yang sedang bermain dengan telinganya tidak mempermudahnya menahan dirinya untuk mencium bibir pria manis yang sangat menggoda baginya
Namun sialnya ia tak bisa melakukan apapun untuk melakukan keinginannya tersebut. Karena setelah serangan kejutannya tao telah mengikat kedua tangannya ditambah dengan pisau yang masih dengan nyamannya bertengger dilehernya membuatnya tak bisa bergerak
"Kalau begitu kenapa kau tak langsung membunuhku? Tao-err bukankah kau memiliki kesempatan yang besar sekarang ini atau... Kau sudah jatuh pada pesona seorang kriss w..?" Jawab kris dengan menggoda ia ingin melanjutkan perkataanya namun bilah tajam pisau yang sedang menempel dilehernya menakan permukaan kulitnya semakin keras dan membuat darahnya mengalir semakin deras
"Jika aku jadi kau, aku akan menjaga perkataanku" kata tao dengan nada dingin " aku tidak membunuhmu sekarang karena aku membutuhkan password untuk membuka file wu corp, jadi lebih baik segera kau beritahu dengan begitu aku tidak perlu membuatmu mati menderita" jawab tao perlahan dengan nada tegas "dan mungkin aku akan meberikanmu sedikit kenikmatan sebelum kau harus pergi kealam sana" kata tao dengan nada menggoda sambil mencium leher kris
"Sepertinya aku tidak punya pilihan bukan? Lagipula aku tidak bisa bertahan akan daya pikatmu my panda" kata kris
"Pilihan yang bagus wu, cepat beritahu aku apa password mu" kata tao senyum kemenangan melekat diwajahnya
"Passwordku adalah acepicasso" jawab kris, "anak baik, kurasa kau pantas mendapatkan hadiah " kata tao dengan senyum penuh kemenangan kemudian perlahan ia menempelkan bibirnya ke bibir pria tampan tersebut
Merasakan bibir lembut milik tao dibibirnya membuat kris tergoda, dengan bergairah ia memperdalam ciuman tersebut, lidahnya mengelus bibir bawah pria panda itu berusaha untuk mencari jalan ke dalam mulut pria manis yang sedang berciuman dengannya itu
Merasakan itu tao pun membuka mulutnya membiarkan lidah kris untuk menjalajahi mulutnya, lidah dengan lidah saling bertemu dan bergulat dengan gairah
namun tiba- tiba tao memutuskan ciuman tersebut "kurasa itu sudah cukup, sekarang tidurlah dengan tenang kris wu"
, perlahan ia mengambil pisau yang diletakannya disampingnya ketika ia mencium kris dan bersiap untuk menusukannya ke dada pemuda berambut pirang tersebut tepat kearah jantungnya
dengan senyum penuh kemenangan
Sebelum pisau tersebut menancap didada kris terdengar suara tawa yang membuat tao menghentikan aksinya
"Kenapa kau tertawa kris? Apa kau tidak sadar kau akan segera mati " Gerutu tao "haha apa kau benar-benar yakin ingin membunuh ku tao, kau membutuhkan informasi tentang wu corp bukan? Password itu tak akan banyak membantumu" jawab kris dengan santainya
"Apa maksudmu, apa kau membohongiku dengan password palsu huh?!" Kata tao sambil memukul kris keras diperutnya kemudian ia menarik rambut pirang kris dan memaksa kris melihat matanya " jangan bermain-main kris wu aku tidak akan segan-segan menyikasamu'" kata tao tajam
Dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya kris berkata"kau terlihat seksi ketika marah begitu" mendengar perkataan kris membuat tao semakin geram dan sekali lagi memukul kris di perutnya
Merasakan pukulan keras tersebut mebuat kris terbatuk-batuk "tidak perlu marah begitu panda, tentu saja password itu asli namun percuma sistem pengaman yang kupasanga merupakan sistempengaman berlapis dan baru bisa terbuka dengan identifikasi suara, aku tak kan bisa banyak membantumu bukan kalo aku mati?" Kata kris dengan smirk yang melekat diwajah tampannya walaupun telah dihiasi oleh memar akibat pukulan tao
"Sial !" Umpat tao setelah mendengar penuturan kris, percuma aku mendapatkan passwordnya jika begitu aku masih mebutuhkan suaranya dan ia tak akan berguna bagiku jika ia mati pikir tao
"Kalo begitu buka sistem pengaman itu sekarang" kata tao sambil menekankan pisaunya sekali lagi di leher kris "tentu saja manis namun aku tidak bisa melakukan apapun dengan kaki dan tangan yang terikat bukan?" Jawab kris
Sial mau tak mau aku mebutuhkannya untuk membuka sistem pengamannya pikir tao, perlahan-lahan tao berdiri meninggalkan kris. "Hei mau kemana kau?" Kata kris mendengar suara orang bergerak tak mengindahkan pertannan kris tao tetap berjalan keluar kamar untuk menyalakan listrik yang tadi dimatikannya
Susana terang melingkupi kamar apartemen tersebut mengerjapkan matanya akibat cahaya yang terlalu terang tao berjalan kembali kearah kamar tempat kris berada
"Cih baiklah akan kulepasakan ikatan kakimu, tapi aku tak sebodoh itu untuk melepaskan ikatan tanganmu " kata tao perlahan ia melepaskan ikatan kaki kris yang menahannya untuk tidak bergerak
"Berdiri kita harus ke komputermu dan jangan berpikir untuk melakukan tindakan macam-macam " tao menarik kris untuk berdiri seraya tetap menempelkan pisaunya ke leher kris
Setelah mereka sampai kekomputer kris, kris pun berkata "lepaskan tanganku, aku tidak bisa menyalakan komputer ini dengan tangan terikat" Kata kris "apa kau pikir aku bodoh huh, biar aku yang menyalakan kau hanya cukup bebicara untuk memecahkan pengamannya saja" kata tao seraya beranjak dari belakang kris untuk menyalakan komputer yang berada di meja
"Tao yah kau masih perlu banyak belajar, peraturan yang harus kau ingat adalah jangan pernah memberikan punggungmu terbuka dihadapan musuh" kata kris pelan kemudian ia merundukan tubuhnya dan menjenggal tao, membuat pria bermata tersebut kehilangan keseimbangan dan melepaskan pisau yang dibawanya
Dengan sigap kris pun segera meraih pisau tersebut dan melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya
Tao yang telah berhasil mengembalikan keseimbangannya pun segera melancarkan tendangan memutar kearah kris dengan sigap kris menghindari tendangan tersebut
Mereka pun berkelahi dan tidak ada yang mau kalah pukulan demi pukulan tao lontarkan , tapi tidak ada datupun yang mengenai kris membuat tao semakin geram
Melihat kris yang mulai melambat, ia pun melakukan gerakan menyapu yang mengenai kris dan membuat pemida berambut pirang tersebut kehilangan keseimbangan
"Kesempatan" pikir ta dalam hati , tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada ia pun segera melayangkan pukulan yang mengarah ke pelipis kris, namun dengan lihainya kris menangkap tangan tao dan mebantingnya kearah lantai memanfaatkan daya terjang tao
" Hmm sepertinya posisi kita berbalik bukan manis?" Kata kris sambil menggenggam kedua tangan tao dan entah darimana mengeluarkan pisau yang ia gunakan untuk menelusuri wajah tao
"Sialan lepaskan akuu" teris tao marah "hmm tentunya tak akan semudah itu kau telah membuatku terluka, lagipula kau ingat perjanjian kita kan?" Kata kris dengan senyum menggoda yang kembali nmenghiasi wajah tampannya
Menggunakan pisau yang dibawanya ia menulusuri badan tao yang masih terbalut kaos itu "hmm kain ini hanya mengganggu saja" kata kris perlahan seraya memotong kaos yang digunakan oleh tao dengan pisau
Tao hanya dapat melihat nasib kaos nya yang kini telah robek akibat ulah kris, ia tak bisa melakukan melihat kris yang melakukan hal tersebut dengan seksinya membuat tao tak bisa melepaskan matanya dari pria tampan yang merobek-robek kaosnya itu
"Kenapa baby apakah kau begitu tepesona dengan ketampananku hingga melihatku seperti itu? " Kata kris mengulum senyum, suara itu membangunkan tao dari lamunannya "yaah apa kau bilang?! Jangan bercanda kau adalah makhluk paling jelek yang pernah kujumpai" teriak Tao walaupun dalam hatinya ia mengetahui bahwa apa yang dikatakannya itu adalah sebuah kebohongan besar tapi ia tetap tidak akan pernah mengatakan pada pria didepannya itu.
"Hmm jangan bohong baby, aku tahu kau menyukai wajahku" kata kris seraya mencium pundak tao, kemudian ia pun mulai mencium dada tao perlahan tak lupa ia memberikan perhatian lebih pada puting tao yang sudah menegang akibat jilatannya itu, "hmm kris hentikan perbuatanmu itu' desah tao berusaha melepaskan diri dari genggaman kris namun sayangnya genggaman kris begitu kuat,
Tak mengindahkan permintaan tao kris pun melanjutkan aksinya untuk meciumi tubuh tao, namun kegiatannya tehenti akibat celana yang dipake tao
"Sepertinya yang ini juga harus hilang, tapi seperinya yang ini bisa berguna juha " kata kris sambil melepaskan ikat pinggang Tao, kemudian ia mengikat kedua tangan to menggunakan ikat pinggang tadi
"Dengan begini aku bisa lebih leluasa memakanmu" kata kris dengan nada mesum, kemudian ia membawa tao kearah tempat tidurnya denga kekehan pelan ditambah dengan jeritan Tao yang memberontak
Author sedih banget denger news kris mau pergi dari exo jadi maaf ya kalo ceritanya aneh author Cuma bisa berharap supya kris bakalan dapet yang terbaik dan tao gak sedih author sempet baca artikel dia nangis di sm building abis kris pergi sedih rasanya author rasa commentnya dia di weibo bukan marah karena kris pergi tapi karena kris gak bilang ke dia
