Chapter 10

Byun Baekhyun juga tidak pernah menyangka kenapa dia bisa jatuh cinta pada Park Chanyeol, pria dengan deretan gigi yang rapi serta tinggi yang melampaui seratus delapan puluh sentimeter. Chanyeol selalu berhasil menebarkan aura positif pada orang-orang disekitarnya, juga kegigihan Chanyeol, jika Chanyeol tidak gigih mengajaknya bicara mana mungkin Baekhyun mengacuhkan nya.

"katakan! Sebenarnya kau melihatku bukan"

Baekhyun hanya diam kembali memasuki rumah gelapnya tanpa mengganti baju langsung berbaring diatas ranjangnya menutup mata dengan satu tangan tanpa peduli pada sosok gila Park Chanyeol yang sejak tadi tak hentinya bicara.

"namamu siapa? Ah Byun Baekhyun, kau itu manis hanya saja jarang tersenyum"

Baekhyun hanya membuang nafas letih mendengar perkataan Chanyeol yang tergolong sangat kurang ajar mengatakan dia manis sedangkan dia seorang lelaki

"aku tau sebenarnya kau mendengar apa yang aku katakana tapi kau pura-pura tidak tau bukan? Dasar tidak punya hati tidak kasihan apa padaku yang kesepian dan selalu bicara sendiri?"

Baekhyun masih setia memejamkan matanya berusaha tertidur walau Chanyeol masih terus saja membual

"kalau saja yang bisa melihatku bukan kau tapi orang lain rasanya pasti akan sangat menyenangkan, kau itu orang yang membosankan dan kesepian, lihat? Kamarmu semua berwarna gelap, lampu tidak pernah dihidupkan kau seperti vampire saja"

Tidak!

Jangan dengarkan Park Chanyeol sialan itu!

Baekhyun masih mencoba tidak mendengarkan Chanyeol meraih earphone di dalam tasnya, menyumbat kedua telinganya tanpa menghidupkan musik, dia sama sekali tidak menyukai music hanya bergaya saja berharap Park Chanyeol akan berhenti dengan sendirinya tapi ternyata dia salah, hanya berhenti sekitaran dua menit Chanyeol kembali berbicara dengan volume yang lebih keras daripada tadi.

"manusia sepertimu mungkin hidupnya hanya dipenuhi dengan kesunyian hati Baekhyun! Kau bahkan tidak memiliki teman, astaga kenapa harus kau yang bisa melihatku hah?"

"aku bisa gila!"

"berhentilah berpura-pura Baekhyun"

"kau tidak lelah hidup dalam kepura-puraan sepanjang hari?"

"namamu itu hampir sama dengan kekasihku kalian juga mirip tapi kelakuanmu berbanding terbalik dengan Baekhee"

"sudahlah lupakan aku akan diam"

Tiga menit kemudian

"gila! Aku tidak bisa hanya berdiam diri sementara kau tidur nyenyak memimpikan sesuatu yang aneh?"

"ketahuilah bahwa aku adalah pria yang romantis, kalau tidak percaya tanyakan saja pada Baekhee"

Semua semakin tidak nyambung tapi bukan Park Chanyeol namanya jika dia tidak mengganggu Baekhyun

"Baekhee itu—"

"HENTIKAN!"

Chanyeol membuka matanya lebar-lebar mendengar bentakan tak terduga dari seseorang yang begitu manis didepan nya, Baekhyun menatap tajam dan sinis seakan menusuk tulang Park Chanyeol dengan sekali hentakan. Tapi Chanyeol mencoba bersikap tenang dengan mengatur kekagetan berlebihan yang terjadi barusan

"apa maumu?"

"…."

Hanya kediaman yang Baekhyun dapatkan setelah hampir dua jam mendengar bualan panjang lebar dari Park Chanyeol sejak dari penjalanan pulang tadi. Sangat amat menjengkelkan tapi apa boleh buat tak ada pilihan selain kembali bertanya

"kutanya apa maumu Park?"

"aku-, aku hanya ingin… aku ingin kau mengajakku bicara, semua orang tidak menganggapku ada. Tidak bisakah kau menganggapku ada? Hanya kau yang bisa melihatku jadi setidaknya aku tidak merasa kesepian dan memiliki teman berbicara. Kumohon Baek"

"sudah, sekarang aku sudah bicara padamu, apa kau puas?"

"tidak! Aku ingin untuk seterusnya kau juga bicara padaku bukan hanya sekarang saja"

"memangnya apa untung nya bagimu berbicara denganku?"

"perasaanku tidak akan kesepian lagi Baekhyun, kumohon"

"aku baru tau bahwa hantu memiliki perasaan"

"aku bukan hantu!"

"lalu kau itu apa?"

"aku… aku Park Chanyeol"

"bisa gila aku jika terus bicara padamu"

"maaf"

"lupakan, aku mengantuk"

"hm"

"kita lanjutkan besok"

Apa katanya barusan? Kita lanjutkan besok? Itu artiya besok Baekhyun akan kembali berbicara pada Chanyeol? Ini adalah kebahagiaan bagi seorang park Chanyeol. Sepanjang malam dihabiskan dengan ketidak sabaran dansenyuman konyol oleh Chanyeol, menyenangkan ketika Baekhyun akhirnya mau berbicara dengan nya walau dengan nada ketus penuh penekanan seperti tadi.

.

.

.

.

.

Tapi hari ini Chanyeol begitu banyak diam setelah bertemu dengan Jaehyun dan mengetahui sebuah fakta baru bahwa Jaehyun adalah adiknya Luhan, Chanyeol menghela nafas kemudian membuangnya seperti itu saja sejak tiga puluh menit belakangan tanpa sepatah katapun keluar darii bibirnya, mulai dari mereka keluar rumah sakit sampai sekarang diatas bus dalam perjalanan pulang. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal di rumah Chanyeol ditepi pantai karna ibunya sudah menempati sebuah rumah di kota bersama Jisung.

"Chanyeol?"

"Hm?"

Chanyeol menoleh dengan wajah bertanyanya pada Baekhyun tapi Baekhyun menundukkan kepalanya tidak tau harus bicara apa setelah Chanyeol menghadap padanya

"kenapa sayang?"

"tidak"

"Jangan bohong Baekki~"

"Chanyeol~"

Baekhyun malu dipanggil Baekki diatas bus dengan penumpang sedikit menjadikan mereka pusat perhatian diatas bus walau sebagian tidak terlalu peduli dengan hal semacam itu.

"kenapa?"

"A-aku hanya ingin bertanya, kenapa kau melamun?"

"apa aku melamun barusan?"

"iya"

"bukan apa-apa, hanya tidak menyangka kalau dunia ini ternyata sangat sempit"

"jika kau tau bahwa aku kakaknya Baekhee semua akan semakin sempit yeol, hanya saja aku tak ingin membuat semuanya semakin buruk. Aku sudah nyaman dengan hubungan kita yang sekarang"

"aku juga tidak menyangka"

"benarkah?"

"ya begitulah"

"ngomong-ngomong pemberhentian kita sudah dekat"

"aku lelah"

Baekhyun seketika menyandarkan kepalanya dibahu Chanyeol dengan nyaman seakan dia tak ingin beranjak dari sana, ini terlalu nyaman untuk ditinggalkan, Chanyeol-ku begitulah pikir Baekhyun sejak tadi. Chanyeol adalah orang yang paling disayangi nya karna itu dia tidak akan pernah meninggalkan Chanyeol nya ini.

"Baek?"

"panggil namaku dengan lengkap"

Baekhyun masih saja berpikir bahwa 'Baek' yang dipanggil oleh Chanyeol bukanlah dirinya, dia masih takut bahwa Chanyeol mencintainya sebagai orang lain. Ingatlah dia bukan Baekhee mantan kekasih Chanyeol, dia adalah Byun Baekhyun kekasih Chanyeol saat ini.

"Baekhyunee"

"iya?"

"kita turun"

"sudah sampai ya?"

"iya sayang"

"tapi aku mengantuk~"

"turun dulu, nanti bisa tidur sampai dirumah"

"tapi ngantuk sekali Chanie~"

"jadi mau disini saja sampai nanti diterminal bus?"

"tidak~"

Baekhyun menggeleng dengan wajah sedih layaknya puppy menuai senyuman tampan dari sang kekasih, Chanyeol terlalu gemas dengan Baekhyun yang seperti itu, walah memelas penuh harapan membuatnya tak taga pada sosok mungil disampingnya

"jadi?"

"maukah kau menggendongku sampai kerumah setelah kita turun nanti?"

"tumben sekali kau minta digendong"

"Chanyeol kumohon, kurasa ini adalah permintaan baby"

Wajahnya sememelas mungkin dihadapkan pada kekasih raksasanya, Chanyeol terkekeh pelan menanggapi sikap menggemaskan Baekhyun

"kalaupun bukan baby yang meminta aku akan tetap menggendongmu Baek"

"sungguh?"

"tentu saja, kau kan kekasihku"

Baekhyun dengan senyum lebar berdiri turun dari bus, sesampai diluar Chanyeol langsung menunduk didepan nya tapi entah kenapa sikap Baekhyun sungguh kekanakan sekarang ini,

"kurasa berjalan keliling pantai disore hari akan menyenangkan Chanie"

"tentu"

Baekhyun membuka kedua sepatunya dengan cepat, mengikat kedua begian tali kanan dan kiri hingga menyatu menampilkan dirinya tanpa sepatu dengan hati riang menyangkutkan dua sepatu tersebut dileher Chanyeol.

"apa-apaan?"

"nanti tangan Chanyeol kotor kalau sepatunya aku pakai"

"tapi baek—"

"Chanyeol tidak mau?"

Wajah Baekhyun menunduk sedih seakan ini adalah akhir dari segalanya, padahal langit sore itu sangat terang tanpa mendung jadi jika Baekhyun menangis semua keindahan langit ini akan hancur dan merusak suasana hati Chanyeol yang sudah mulai membaik saat ini untuk itu lelaki tinggi bermarga Park hanya bisa menghela nafas pasrah, memangnya sejak kapan dia bisa mengalah pada sosok didepan nya

"baiklah baiklah sayang, jangan menangis. Katanya kau mengantuk kan? Cepat naik dan kita akan sampai dirumah"

Chanyeol mengucapkan semua kata-kata itu penuh kelembutan memegang kedua bahu kekasihnya yang hampir menangis, ingat lah baru hampir dan belum menangis. Baekhyun mendongak mendapati kekasih besarnya memasang wajah memelas, Chanyeol pasti lelah mulai dari perjalanan mereka ke rumah sakit kemudian kembali pulang kesini, pasti Chanyeol lelah sekali dan sekarang dia malah menangis memperburuk keadaan seperti saat ini. Baekhyun merasa bersalah seketika.

"Chanyeol…" suaranya bergetar

"iya sayang~" Chanyeol masih menjawab dengan penuh kesabaran

Dalam satu hentakan Baekhyun memeluk kekasihnya kemudian menangis didada Chanyeol dipenuhi isakan memilukan menghasilkan kerutan kebingungan diwajah tampan Chanyeol namun kemudian berubah menjadi teduh dengan perlahan mengusap belakang kepala Baekhyun menghujani puncak kepalanya dengan ciuman yang menenangkan sampai tubuh dalam dekapannya berhenti bergetar

"Chanyeol maafkan aku"

"maaf untuk apa?"

"untuk semua sikap kekanakan yang aku lakukan"

Baekhyun mencoba mengambil sepasang sepatu yang tadinya ia gantungkan dileher Chanyeol tapi sitinggi menahan nya dengan senyuman yang menenangkan

"tidak apa-apa sayang"

"kau pasti kelelahan"

"tidak kok, tadi kau bilang ingin jalan-jalan mengitari pantai kan?"

"iya, makanya berikan sepatuku"

"tidak mau"

"lalu aku akan jalan tanpa sepatu? Begitu? Hks…"

Baekhyun kembali terisak, entah kenapa suasana hatinya mudah sekali tersinggung. Baekhyun kesal sekali ketika Chanyeol mempermainkan nya seperti ini, tangan besar Chanyeol menangkup keuda pipi Baekhyun yang semakin berisi kemudian mendekatkan wajahnya.

Seakan tau apa yang akan terjadi selanjutnya spontan saja Baekhyun memejamkan matanya dengan perlahan merasakan sentuhan bibir Chanyeol menari diatas bibrnya, hisapan demi hisapan menenangkan perasaan nya yang tadi kacau serta sedih, Chanyeol memang selalu bisa membolak-balik hatinya.

Ciuman mereka terputus ketika Chanyeol menjauhkan wajahnya diiringi dengan kekehan tampan khas Park Chanyeol memandang wajah Baekhyun dari wajah dekat, wajah penuh kebingungan Byun Baekhyun. Sungguh menggemaskan

"kenapa?" tanya Baekhyun membuka pembicaraan

"hanya ingin tertawa saja"

"Chanyeol tampan"

Baekhyun tidak bohong, siapapun yang melihat wajah Chanyeol dalam spasi sedekat ini pasti akan mengatakan hal yang sama, sebuah pahatan sempurna, rahang tegas, hidung mancung, mata yang indah serta bibir kissable yang selalu berhasil mengalihkan dunia Baekhyun hanya saja telinganya terlalu lebar. Tapi dimata Baekhyun Chanyeol tetaplah yang paling tampan, tidak peduli orang lain mengatakan Zayn Malik adalah lelaki tertampan sedunia tapi Baekhyun akan tetap mengatakan Park Chanyeol adalah yang paling tampan

Chup

Satu ciuman mengagetkan Baekhyun diiringi wajah tersenyum Chanyeol, Baekhyun ikut tersenyum menyadari satu hal : mereka masih berada di halte bus, ini adalah tempat umum walau disore hari tidak begitu ramai orang-orang disini hanya ada dua orang siswi sekolah yang duduk diujung sana, salah satu diantara mereka melongo melihat dua lelaki saling berpagutan didepan mereka.

Chanyeol menundukkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf bila hal yang mereka lakukan mengganggu ketenangan dua orang siswi sekolah menengah atas tersebut, dibalas anggukan kaku sang pelajar buru-buru mengalihkan perhatian nya pada ponsel yang dia kenakan.

"terimakasih Baekhyunie"

"hng, kembalikan sepatuku Chan"

"kugendong saja ya"

"aku kan berat~"

"kata siapa?"

"aku merasa berat badanku bertambah belakangan Chan"

"tidak apa-apa sayang"

Punggung lebar Chanyeol adalah tempat Baekhyun melelapkan matanya saat ini, nyaman sekali sungguh apalagi aroma jantan yang menguak dari tubuh Chanyeol menenangkan perasaan nya

"apa aku berat?"

Bohong jika Chanyeol mengatakan Baekhyun tidak berat saat ini, keadaan nya yang tengah berbada dua tidak mungkin tidak berat tapi demi kebahagiaan kekasihnya Chanyeol tersenyum mengatakan hal yang akan menyenangkan hati Baekhyun

"tidak kok, kau itu ringan sekali Baekhyunie"

"benarkah? Kau tidak bohong kan"

"Hm. Kau ringan aku serasa membawa cutton candy sekarang, serasa tidak ada beban"

Mereka berjalan sepanjang garis pantai sesuai permintaan Baekhyun, sesekali Chanyeol akan berhenti memperbaiki posisi gendongan Baekhyun diatas punggungnya. Ini terasa menyenangkan walau berat badan Baekhyun bertambah sekitar lima kilo bukan masalah bagi Chanyeol asal kekasihnya bisa tertawa dengan semua bualan cerewetnya..

"kau tau Chanlie exo?"

"iya"

"dia sangat tampan Chan"

"wow"

Chanyeol hanya memberikan respon sederhana karna tidak tertarik sama sekali dengan bahan pembicaraan Baekhyun barusan, siapa yang tampan? Chanlie exo? Pastilah dia lebih tampan tapi karna tidak mau merusak mood Baekhyun lagi Chanyeol memberikan respon semacam kata 'wow' dengan datar

"kudengar dia memiliki kekasih"

"baguslah, itu artinya dia normal"

"tidak"

"lalu?"

"kekasihnya seorang pria Chanyeol, dia sama seperti kita"

"jadi seorang idol bisa juga menjadi gay?"

"kenapa tidak memangnya?"

"harusnya agensi yang menaungi mereka membatasi hal itu kan?"

"wah Chanie pintar sekali"

"aku hanya menebak Baek"

"tapi itu benar Chan, dia berpacaran dengan teman satu grup nya yang bernama Baixian"

"wah benarkah?"

"mereka berpacaran tanpa diketahui media"

"lalu bagaimana kau tau?"

"mereka berbeda, lebih dari sekedar sahabat"

"hn?" Chanyeol menoleh bingung kearah Baekhyun

"aku serius, mereka saling mencintai dan itu terlihat jelas dimata mereka masing-masing"

"jadi sekarang profesimu adalah cenayang?"

"bukan Chanyeol~"

"lalu?"

"cara menatap Chanlie pada Baixian sama dengan tatapan Chanyeol padaku"

"seperti apa?"

"dipenuhi cinta"

"bisa saja cinta si Chanlie bertepuk sebelah tangan Baek"

"dan tatapan Baixian pada Chanlie sama seperti tatapanku pada Chanyeol"

"seperti apa?"

"dipenuhi cinta"

"kau sangat menyukai mereka?"

Baekhyun mengangguk mengiyakan pertanyaan Chanyeol menghasilkan seulas senyuman dibibir tebal kekasih besar yang tengah menggendong tubuhnya

"baguslah, kuharap mereka baik-baik saja. Kuharap mereka bisa merasakan seperti yang kita rasakan. Bahagia"

"iya, berdoa saja Chanyeol"

"ya"

Keheningan mendera mereka, sepanjang perjalanan lampu jalanan sudah mulai menyala satu persatu mengiri perjalanan mereka, sang mentari sore yang tadinya berwarna orange kini sudah tenggelam dibalik awan menghadap keperaduan nya. Baekhyun memejamkan matanya dengan tenang menghembuskan nafas dileher Chanyeol

Mereka menikmati kebahagiaan masing-masing saat ini

"Chanyeol/Baekhyun" bersamaan

"kau duluan"

"tidak kau saja"

"kau saja Chanyeol"

"laki-laki harus mendahulukan wanita Baek"

"aku bukan wanita" sungut Baekhyun tak terima

"baiklah baiklah, jadi apa yang akan kau katakan?"

"Chanyeol duluan pokoknya"

"aku suka kau seperti ini"

'seperti apa?"

"begitu manja padaku"

"hng, aku juga suka Chanyeol yang seperti ini"

"seperti apa?"

"yang sayang padaku"

"memangnya selama ini aku tidak menyayangimu?"

"hanya saja hari ini berbeda, Chanyeol memang benar-benar menyayangiku"

"tentu saja. Kau kan kekasihku"

"aku lebih menyayangi Chanyeol"

"kita saling memiliki"

"Chanyeol bisa menyanyi kan?"

"lumayan"

"bisa nyanyikan aku sebuah lagu?"

"lagu apa?"

"terserah saja"

"love me like you do?"

"kedengaran nya bagus"

"baiklah, dengarkan dengan baik"

You're the light

(kaulah cahayaku)

Baekhyun memejamkan mata mendengar untaian melodi mulai keluar dari bibir kekasihnya, sebuah lagu yang terdengar memujanya. Ini menyenangkan!

You're the night

(kaulah malamku)

You're the color of my blood

(kaulah warna darahku)

You're the cure

(kaulah penyembuh)

Chanyeol sengaja meninggalkan satu baris dari lirik lagunya, Baekhyun tidak akan pernah menjadi rasa sakit nya karna Baekhyun akan selalu menjadi penyembuh baginya. Sampai saat ini dan Baekhyun sepenuhnya menyadari bahwa Chanyeol meninggalkan baris tersebut, kembali menuai ribuan kupu-kupu didalam perutnya

You're the only thing I wanna touch

(kaulah satu satunya yang ingin kusentuh)

Never knew that it could mean so much

(tak penah tau ini akan begitu berarti)

Chanyeol berhenti bernyanyi kemudian dengan sekali hentakan membalik tubuh Baekhyun yang tadinya dibelakang menjadi didepan. Mereka saling berpandangan dibawah temaram lampu jalanan, saling tersenyum diantara deru ombak juga saling berbagi sentuhan diantara dingin nya malam

Lidah Chanyeol dengan lincahnya mengotak atik mulut Baekhyun, penerimaan yang baik karna sikecil hanya pasrah dengan membuka mulutnya mesarakan tangan kekasihnya mulai meremas-remas pantatnya dibelakang sana, tubuhnya kemudian disandarkan pada lampu jalanan dengan jelas Baekhyun merasakan kejantanan mereka saling bergesekan dengan sensual

"euugh" erasangan halus mulai keluar dari bibir manisnya

Chanyeol melepas ciuman mereka memandang kekasihnya dengan mata sayu

"aku…"

Baekhyun membungkam mulut Chanyeol dengan ciuman yang lembut tanpa tuntutan, lumatan demi lumatan yang dia berikan sungguh membuai Chanyeol hingga beberapa menit tubuhnya terasa lunglai bersandari pada tiang listrik, ototnya serasa lemas jika Chanyeol terus saja menyentuhnya

"kita pulang"

Ujar Chanyeol membenarkan posisi kekasihnya, Baekhyun menenggelamkan kepalanya dileher Chanyeol membuka matanya melirik jutaan bintang diatas langit, ini adalah hari terbaik yang ia miliki bersama Chanyeol.

"Chanyeol?"

"ya sayang?"

"kapan kau akan menikahiku?"

Langkah kaki Chanyeol terhenti seketika, dia bukan nya tidak mau menikahi Baekhyun hanya saja dia gugup untuk memulainya. Kalau boleh jujur sebenarnya Chanyeol telah menyediakan sebuah cincin untuk Baekhyun jauh-jauh hari.

"minggu depan"

Jawabnya mantap

"sungguh?"

"tentu sayang"

"sebelum menikah, kita akan membuat tattoo permanen di lengan kita"

"tattoo?"

"iya, tato jantung dan hati"

"baiklah, kedengaran nya menarik"

"hm"

Mereka kembali berjalan sepanjang garis pantai, hingga pada akhirnya sampai didepan rumah mereka. Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun diatas ranjang langsung mengambil posisi disebelahnya

"aku mencintaimu"

"aku lebih mencintaimu"

Setelah mengungkapkan kata-kata cinta mereka terlelap satu sama lain dalam keadaan saling berpelukan tanpa ada yang berniat membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur, dengkuran halus mulai terdengar diantara nafas Baekhyun, Chanyeol terkekeh pelan beranjak mengambil sesuatu didalam laci nakas, memperlihatkan dua buah cincin yang kini tersemat dijari manis dan jari kelingkingnya.

"Baekhyunku yang cantik, mau kah kau menikah denganku?"

Suatu pertanyaan konyol yang membuatnya menertawakan diri sendiri setelah nya

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Maaf update nya lama ya teman-teman, terimakasih yang masih menyempatkan diri membaca ff ku ini, tanpa dukungan kalian pasti aku ngga akan semangat buat nulis

Maaf Chanpter ini pendek soalnya aku cuma berfokus pada Chanbaek di chapter ini

Sebenarnya ini waktu nya mepet banget sih soalnya aku udah kelas XII jadi bakal banyak banget kegiatan dan minggu depan aku udah mulai belajar tambahan bakal makin lelet deh updatenya, jadi aku mau minta saran dari teman-teman yang baca ff aku

Hiatus aja dulu abis UN baru balik lagi

Update lebih lambat ngetik kapan sempat aja

Jadi menurut kalian gimana? Harus nya aku gimana? Aku bener-bener ngga punya waktu buat update cepat teman teman

Maaf

Semoga Chanbaek tetap jaya ya teman teman^^

See you next chapter